Home Blog Page 6303

PSMS Lawan Lelah

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Antoni Putro Nugroho menguasai bola saat bertemu Arema FC. Antoni dkk siap untuk menghadapi Persib Bandung, Selasa (5/6).
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Antoni Putro Nugroho menguasai bola saat bertemu Arema FC. Antoni dkk siap untuk menghadapi Persib Bandung, Selasa (5/6).

SUMUTPOS.CO – PSMS dihadapkan pada kekhawatiran soal kebugaran pemain jelang laga El Clasico kontra Persib Bandung di Stadion Teladan, Selasa (5/6). Dengan waktu recovery singkat pasca melakoni perjalanan melelahkan ke Samarinda, tim besutan Djadjang Nurdjaman dituntut memaksimalkan persiapan tiga hari.

Skuad PSMS sudah terlihat mempersiapkan diri di Stadion Kebun Bunga, Minggu (3/6). Perjalanan bolak-balik ke Kalimantan tak dipungkiri cukup menguras stamina pemain. “Yang pasti cukup melelahkan. Beda sehari dengan mereka (Persib) yang main terakhir hari Kamis. Ini persiapan minim tapi tidak harus dijadikan alasan. Harus dilawan. Kami tetap ingin tampil baik. Apalagi emua sudah bisa main kecuali Rohim dan tidak ada akumulasi,” kata Djadjang usai latihan.

Saat ini Djanur terus mengevaluasi kelemahan-kelemahan yang masih tampak pasca kekalahan di kandang Borneo FC. “Evaluasi belum ada hasil, tapi kami bertekad mengambil poin penuh. Saya pastikan akan jadi pertandingan yang seru di lapangan. Persib kemarin itu baru kalah dan tak mau kalah dua kali. Begitu juga dengan kami,” tambahnya.

Soal kekuatan Persib, Djanur mengatakan sudah mempelajarinya. Terutama kekuatan dua sisi sayapnya, Ghozali Siregar dan Febri Haryadi yang kerap memberikan ancaman. “Sudah diantisipasi mudah-mudahan kedua sayap mereka bisa kami matikan. Biasanya memang suplai bola dari mereka,” ucapnya.

Menghadapi eks klubnya, Djanur mengatakan tak mau terbawa perasaan emosional. “Profesional saja. Sebagai pelatih saya ada di mana di situ saya perjuangkan. Tidak pernah berkhianat kepada karir saya sendiri,” tambahnya.

Sementara itu Dokter tim PSMS, dr Indra Feriadi memastikan dua pemain andalan PSMS Dilshod Sharofetdinov dan Suhandi sudah bisa diturunkan menghadapi Persib. “Dilshod Insya Allah bisa main lawan Persib. Suhandi juga sudah bisa,” kata Indra.

Sadney Urikhob yang sebelumnya absen kontra Borneo juga tidak mengalami permasalahan medis untuk tampil. Sadney sendiri terlihat sudah ikut berlatih kemarin. “Sadney juga tidak ada masalah dengan cedera. Cedera hati mungkin. Ada problem sama keluarganya. Dialah yang bisa mengatasi itu,” tambahnya.

Diakui Indra, saat ini yang menjadi permasalahan hanya kelelahan. “Recovery yang pasti anak-anak capek. Tapi yang pasti mereka profesional dan punya semangat tinggi. 12 jam perjalanan. Insya Allah anak-anak bisa karena semua tim juga mengalaminya. Hanya jarak tempuh saja. Kalau Persib kan main dari kandangnya ke Medan,” pungkasnya. (don)

Persipura v PSM: Kembali ke Puncak

Pelatih Persipura, Peter Butler.
Pelatih Persipura, Peter Butler.

SUMUTPOS.CO – Bigmatch akan tersaji saat Persipura menjamu PSM Makassar di Stadion Mandala, Jayapura, Senin (4/6). Mutiara Hitam bertekad mengambil kembali puncak klasemen yang dikudeta Barito.

Pelatih kepala Persipura Jayapura Peter Butler mengungkapkan, bukan kendala saat menghadapi PSM Makassar tanpa dua pemain pilar. Striker Mutiara Hitam, Boaz Salossa dan pemain belakang Ricardo Salampessy, harus menepi karena cedera usai menjalani pertandingan dengan Persebaya Surabaya pekan sebelumnya.

Butler pun mengambil keputusan taktis dengan merotasi pemain, khususnya di lini depan dan belakang. Tekadnya adalah mengandaskan ambisi tim tamu Juku Eja membawa pulang 3 poin tambahan dalam laga nanti.

“Kami tidak masalah dengan itu. Mereka harus istirahat karena kita baru habis main di Surabaya. Jadi mereka kecapean dan cedera jadi saya pahami itu. Kami masih banyak pemain muda untuk isi posisinya mereka untuk pertandingan nanti,” kata Butler dalam sesi jumpa pers sebelum pertandingan di stadion Mandala, Minggu (3/6).

Keputusan untuk merotasi posisi pemain sebelumnya juga akan dilakukan di sejumlah lini. Namun untuk menentukan rotasi tersebut, Butler mangaku akan melihat perkembangan pemain-pemain lainnya. Mengingat masih ada sedikit waktu yang tersisa jelang laga nanti.

“Jadi saya rasa memang kita harus campur dengan keseimbangan pemain muda dengan pemain-pemain senior. Dan saya pasti ambil keputusan itu, paling lama besok pagi,” terang pelatih berkebangsaan Inggris ini.

Di kubu lawan, Gelandang PSM Makassar, Wiljan Pluim, optimistis untuk mempersembahkan kemenangan. “Kami datang dengan motivasi bagus. Yang pasti semua tim dalam setiap pertandingan ingin dapat poin. Termasuk kami. Kami datang ke sini untuk dapat poin bagus,” kata Pluim.

Pluim tak mempermasalahkan kehilangan tandemnya di lini tengah. Marc Klok, yang harus absen karena akumulasi kartu kuning pada 2 pertandingan sebelumnya. Dia menyebut, kuncinya adalah bermain dengan semangat dan motivasi tinggi untuk memenangkan setiap pertandingan. Bukan dengan memainkan atau mengandalan 1 atau 2 pemain saja. “Yang pasti kita kita tetap kompak sepanjanga pertandingan, solidaritas bagus untuk memenangkan setiap pertandingan,” ujarnya.

Pelatih kepala Robert Rene Alberts menambahkan, meski tak diperkuat dengan 2 pemain inti seperti Klok dan striker Bruce Djite, tak membuat semangat kekuatan tim memudar. “Kami datang dengan semangat yang bagus, itu modal utama kita di pertandingan besok,” ucap Robert. (bbs/jpc/don)

PSSI Siapkan Uji Coba Internasional untuk Timnas U-19

Tim Nasional Indonesia U-19.
Tim Nasional Indonesia U-19.

SUMUTPOS.CO – Tim Nasional Indonesia U-19 terus melakukan persiapan jelang tampil di Piala AFF 2018. Selain melanjutkan pemusatan latihan (TC), Timnas U-19 juga dijadwalkan untuk melakoni pertandingan uji coba internasional.

“Minimal sekali uji coba internasional. AFF target kami juara,” kata Ratu Tisha, Ketua Umum PSSI saat ditemui di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (2/6) malam.

Sejauh ini belum diketahui pasti siapa yang akan dihadapi oleh Egy Maulana Vikri Cs. Begitu juga dengan tim lokal yang rencananya bakal dipertemukan dengan mereka.

Sebelumnya Timnas U-19 menelan dua kekalahan yakni dari Persis Solo 0-3 dan PSS Sleman 0-2. Melihat hasil tersebut, banyak pekerjaan yang mesti diselesaikan jajaran kepelatihan.

“Permainan harus dibenahi lagi, waktunya hanya tinggal sebulan sebelum masuk AFF. Saya yakin tim pelatih sudah ada beberapa strategi,” ujar Ratu Tisha.

Di TC kedua nanti, akan ada pengurangan jumlah pemain. Hal ini sudah ditegaskan Indra Sjafri selaku pelatih kepala Timnas U-19. “Nanti akan ada sekitar dua sampai tiga pemain yang tidak ikut,” ungkapnya.

Belum diketahui siapa saja yang gagal melanjutkan kiprahnya di Timnas U-19. Indra beserta jajaran pelatih masih melakukan evaluasi dari hasil dua pertandingan uji coba sebelumnya. (dho/jpc/don)

Heboh! Bocah 4 Tahun Diculik

Warga heboh karena penculikan yang dilakukan Candra Hidayah Pasaribu (kanan) terhadap boch 4 tahun, Minggu (3/6) siang.
Warga heboh karena penculikan yang dilakukan Candra Hidayah Pasaribu (kanan) terhadap boch 4 tahun, Minggu (3/6) siang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Jalan Makmur Pasar 7 Tembung Percut Seituan mendadak heboh. Seorang bocah berusia 4 tahun diculik, Minggu (3/6) siang.

Penculikan dilakukan oleh seorang pria pengendara sepedamotor. Adalah Aisyah Nurjanah Rambe yang menjadi korban.

Pelaku berhasil ditangkap berkat rekaman Closed Circuit Television (CCTV) dari lokasi kejadian.

Ceritanya, siang itu korban bermain di sebelah rumahnya. Tiba-tiba, seorang pria mengendarai sepedamotor matic Vario mendatangi dan mengajaknya pergi.

Korban kemudian didudukan di tengah sepedamotor. Sadar anaknya tidak lagi berada di tempat, Maranaek Rambe (40) lantas berteriak meminta tolong.

Mendengar teriakan Maranaek, warga sekitar berusaha mencari bocah itu. Seorang warga berinisiatif untuk membuka rekaman CCTV yang ada di salah satu rumah pada lokasi kejadian.

“Dari rekaman CCTV pelaku tampak menuju Kualanamu. Kami pun langsung mengejarnya. Beruntung berhasil kami tangkap di daerah Batangkuis,” ujar Maranaek.

Pelaku yang berhasil diamankan langsung menjadi bulan-bulanan warga. Oleh beberapa warga, pelaku kemudian diamankan di salah satu rumah penduduk setempat.

Usai korban diserahkan warga ke keluarganya, Maranaek tak kuasa menahan tangis sembari menciumi anaknya itu.

Aisyah merupakan buah cinta Maranaek Rambe dengan istrinya Damsona Harahap (39).

Penangkapan pelaku membuat heboh warga Batangkuis. Puluhan orang memadatangi lokasi pelaku diamankan.

Kurang lebih 30 menit, personel Polsek Percutseituan datang ke lokasi dan memboyong menggunakan mobil patroli.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti sepedamotor Honda Vario BK 3256 AHK.

Kepada polisi, pelaku mengaku bernama Chandra Hidayah Pasaribu. Awalnya, pelaku hanya berniat mencuri kerabu yang menempel di telinga korban.

“Jadi, pelaku melihat kerabu emas si korban dan dibujuknya untuk beli jajan. Jadi saat dibawa pelaku, si anak ini sempat memanggil mamaknya dua kali,” ujar Kapolsek Percut Seituan Kompol Faidil Zikri, Minggu (3/6).

Mendengar hal tersebut, ibu korban langsung keluar rumah dan melihat anaknya dibawa tersangka menggunakan sepedamotor.

“Terjadi kepanikan, kemudian bapak korban mengejar dan berteriak minta tolong kepada warga. Pelaku kemudian berhasil diamankan di sekitar jalan Batangkuis mengarah ke Kualanamu,” katanya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 328 KUHP tentang penculikan, ancaman maksimal 12 tahun penjara.

“Selain itu, Pasal 83 UU No.35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. Perubahan atas UU No. 23 tahun 2014 tentang perlindungan anak,” tutup kapolsek.(dvs/ala)

70 Liter Tuak Nias Diamankan

DIAMANKAN: Sokhiniwao Giawa diamankan oleh personel Polsek Lolowau usai membawa tuak suling, Minggu (3/6) dini hari.
DIAMANKAN: Sokhiniwao Giawa diamankan oleh personel Polsek Lolowau usai membawa tuak suling, Minggu (3/6) dini hari.

SUMUTPOS.CO – Petugas Polsek Lolowau Polres Nias Selatan melaksanakan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat). Razia digelar di jalan umum Desa Lolomoyo Kecamatan Lolowau Kabupaten Nias Selatan, Minggu (3/6) dini hari.

Razia kali ini kembali menjaring 2 jerigen minuman keras tuak suling atau yang lebih dikenal dengan Tuak Nias sekitar 70 liter.

Kapolsek Lolowau Iptu A Yunus Siregar membenarkan penangkapan tuak suling tersebut.

“Iya benar, dinihari tadi kita amankan 2 jerigen tuak suling saat menggelar Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD) dengan sasaran premanisme, kejahatan jalanan, curanmor, curas, judi, narkoba dan miras,” jelas Yunus ketika dikonfirmasi via selular.

Penangkapan berawal ketika petugas menaruh curiga terhadap pengendara sepeda motor  BB 3706 WB. Sepeda motor yang dikendarai Sokhiniwao Giawa alias Niwa (27) kemudian dihentikan petugas.

“Anggota mendapati 2 jerigen berisi minuman keras tuak suling. Pria tersebut langsung kita boyong ke Polsek untuk kita mintai keterangan,” terang Yunus.

Kepada polisi, Sokhiniwao mengaku 70 liter tuak suling tersebut dibeli dari Ama Saji di Desa Sifaoroasi, Kecamatan Huruna, Kabupaten Nias Selatan.  Rencananya akan dibawa ke Desa Bawosaloo Bawoluo, Kecamatan O’o’u, Kabupaten Nias Selatan.

Pria tersebut kemudian didata dan diminta untuk menandatangani surat perjanjian agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Minuman keras tuak suling akan terus kita berantas, terutama di bulan suci ramadan. Agar masyarakat nyaman dan aman melaksanakan ibadah,” pungkasnya.(ala)

 

 

 

Puluhan Motor Pebalap Liar Terjaring Razia

Foto: SOPIAN/SUMUT POS DIAMANKAN: Puluhan sepeda motor diamankan petugas Polsek Rambutan saat balapan liar.
Foto: SOPIAN/SUMUT POS
DIAMANKAN: Puluhan sepeda motor diamankan petugas Polsek Rambutan saat balapan liar.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Jajaran Polsek Rambutan melakukan razia balap liar. Hasilnya, puluhan sepeda motor terjaring razia dan diamankan pihak Satlantas Polres Tebingtinggi, Sabtu (2/6) sekira pukul 23.00 WIB.

Kapolsek Rambutan AKP Leo RE Sembiring mengatakan, razia berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan aktifitas balap liar.

Mendapatkan laporan tersebut, personel Polsek Rambutan langsung melakukan razia di Jalan Gunung Leuser, Kota Tebingtinggi.

“Hasil razia, kita mengamankan puluhan sepeda motor. Enam diantaranya kenderaan bermotor yang tidak dilengkapi surat-surat kenderaan dan tidak memasang nomor plat kenderaan,” kata AKP Leo.

Saat dirazia, puluhan orang yang berkumpul menggunakan sepeda motor langsung membubarkan diri agar tidak diamankan petugas.

Kepada para orang tua, kapolsek mengimbau agar berhati-hati memberikan sepeda motor kepada anak. Karena bisa disalahgunakan untuk balapan liar.

“Perhatikan anak ketika akan meninggalkan rumah ketika mengendarai sepeda motor. Tanya tujuan kepergiannya, apabila ada yang mencurigakan, jangan berikan anak kita sepeda motor. Apabila terjadi kecelakaan, siapa yang rugi,” tegas AKP Leo.

Beberapa anak remaja yang tertangkap mengaku tidak akan mengulangi perbuatannya melakukan balap liar.(ian/ala)

 

 

Hari ini Pekerja PT PSS dan FSPMI Ancam Geruduk Pabrik

Foto: Parlindungan/Sumut Pos Ketua FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo sedang memberi penjelasan.
Foto: Parlindungan/Sumut Pos
Ketua FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo sedang memberi penjelasan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Ratusan buruh, eks pekerja PT Putra Sitorang Sumatera (PSS) bersama FSPMI Sumut akan mendatangi pabrik PT PSS di Jalan Sultan Serdang Pasar IX, Tanjung Morawa, Deliserdang, Senin (4/6) pagi.

Kedatangan tersebut untuk menuntut Tunjangan Hari Raya (THR) yang tidak diberikan perusahaan kepada 109 pekerja yang telah dirumahkan sejak Selasa (19/5) kemarin. Hal itu dikatakan Ketua DPW FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo pada Sumut Pos, Minggu (3/6).”Jam 9 pagi kita sudah di situ. Jika memang tidak ada itikad baiknya, Senin itu juga kita masukkan surat pemberitahuan aksi ke Polda, ” ungkap Willy.

Willy mengatakan, pihaknya akan melakukan unjuk rasa ke kantor DPRD Medan, Rabu (6/6). Aksi itu untuk mencari dan menemui Boydo Panjaitan selaku Direktur Utama PT PSS yang memang anggota DPRD Medan. Boydo harus bertanggungjawab karena para buruh eks pekerja PT PSS tak diberi THR lebaran.

Selain itu, Willy mengaku kasus itu juga akan dilaporkan ke Disnaker UPT II Deliserdang di Jalan William Iskandar, untuk pengawasan. Begitu juga ke Disnaker Deliserdang dan Disnaker Sumatera Utara, akan dilaporkan pihaknya karena ini sudah masalah besar, yakni masalah THR.

Disebut Willy, soal alasan pailit, harus tetap ada hak buruh dibayarkan walau tidak penuh dan THR wajib dibayarkan.

“Kita akan proses hukum, melapor ke Kepolisian karena ada tindak pidana tenaga kerja seperti kekurangan upah. Ada hukuman penjara bagi pengusaha yang melanggar aturan. Gaji eks pekerja PT PSS itu Rp2,3 juta sampai Rp2,4 juta. Sementara itu, Upah Minimum Sektoral Kabupaten Deliserdang Rp2.720.000 jadi ada kurang Rp300.000-an selama para pekerja itu bekerja, ” tegas Willy.

Terpisah, Boydo HK Panjaitan yang kembali dikonfirmasi Sumut Pos via telepon mengaku bertikad baik. Dia mengatakan kalau untuk gaji 1 bulan terakhir para buruh sudah dibayarkan pihaknya. Untuk THR, diakuinya masih dalam tahap pembahasan. Bahkan, dia mengaku akan segera mengatur jadwal pertemuan, Rabu (6/6), mengingat  saat ini dia masih berada di Jakarta.

Sebelumnya, ratusan pekerja PT Putra Sitorang Sumatera (PSS) mengadu ke posko pengaduan THR FSPMI Sumut di Jalan Medan-Tanjung Morawa KM 13,1 Gang Dwi Warna, Deliserdang, Kamis (31/5). Mereka mengaku dirumahkan secara sepihak oleh pihak perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan tabung gas LPG itu, sejak Selasa (19/5), tanpa diberi pesangon. Selain itu, para pekerja juga mengaku kalau Direktur Utama, Boydo HK Panjaitan mengatakan tidak ada THR untuk mereka. (ain/ila)

 

Relawan Djoss Gali Aspirasi Warga Medan

Sahur Rakyat DJOSS di Bulan Ramadan di Kota Medan, Sabtu (2/6).
Sahur Rakyat DJOSS di Bulan Ramadan di Kota Medan, Sabtu (2/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Bulan Suci Ramadan 1439 H, dimanfaatkan Relawan Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat (Djoss) untuk berbagi sesama dengan menggelar Djoss Sahur Rakyat dengan berbagi makan sahur secara gratis kepada masyarakat di sejumlah tepat di Kota Medan.

Sahur Rakyat ini, digelar disejumlah titik di Kota Medan. Seperti kemeriah dan kebersamaan terlihat dari kegiatan Sahur Rakyat di wilayah Masjid Raya Al Mashun, Medan, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sabtu (2/6) kemarin. Terlihat, ratusan warga mengikuti sahur bareng tersebut. Apalagi, disediakan menu sahur bergizi yang dibagikan kepada warga sekitar.

Jensen Anderson Sitorus, seorang relawan Koordinator Djoss Sahur Rakyat mengatakan, Ramadan adalah bulan di mana masyarakat Muslim beribadah multidimensi. Ibadah di bulan suci ini tak hanya dalam level kesalehan pribadi. Tapi juga kesalehan sosial.

“Kita diminta berpuasa yang itu adalah ibadah personal tapi pada saat yang sama diminta tarawih yang sangat dianjurkan berjamaah,” katanya.

Karena itu, kata Jensen, Relawan pasangan Djoss mengajak rakyat kecil di sudut sudut kota yang jarang terjangkau untuk sahur bareng.

“Sebagian besar orang tidak berpuasa beralasan karena tidak sempat sahur. Penyebabnya, macam-macam. Ada yang ketiduran atau tidak ada makanan. Nah, kita ingin bulan puasa semakin banyak yang beribadah dengan kita mengajak rakyat kecil sahur,” kata Jensen.

Jensen mengatakan, acara tersebut digelar di sejumlah titik di Kota Medan dengan masing-masing titik dihadiri ratusan warga. Kegiatan tersebut tak semata bagi-bagi makanan. Tapi juga berdialog dengan warga. “Kita juga menjaring inspirasi apa saja perubahan yang mereka inginkan untuk Sumatera Utara,” katanya.

Setelah sahur bersama, panitia Sahur Rakyat dan warga bersama-sama menggelar salat subuh berjamaah di masjid terdekat.

“Setelah subuh ada yang tadarus bersama sebentar lantas pulang ke rumah masing-masing. Kalau yang bekerja jadi kuli di pasar tradisional langsung berangkat kerja, yg menarik becak lanjut mengangkut penumpang,” kata Jensen.

Syahrir Hasibuan, seorang warga di sekitar Masjid Raya Al Mashun Kota Medan, mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Dia salut para relawan sudah sibuk sejak pukul 01.00 dini hari WIB demi mengajak warga sahur. “Kalau sudah sahur, tidak ada alasan untuk tidak berpuasa,” katanya tersenyum. (gus/azw)

 

 

Sumut Kekurangan Spesialis Kelamin

Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi menyalami tamu dari Perdoski Cabang Medan dan IKKK Fakultas Kedokteran USU di acara silaturhim dan jamuan makan malam bersama.
Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi menyalami tamu dari Perdoski Cabang Medan dan IKKK Fakultas Kedokteran USU di acara silaturhim dan jamuan makan malam bersama.

SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi mengamini bahwa rumah sakit di Sumut masih kekurangan dokter spesialis kulit dan juga kelamin. Karena itu, perlu dilakukan penyebaran dan penempatan residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) kulit dan kelamin ke berbagai kabupaten/kota di Sumut.

“Kita ketahui masih banyak rumah sakit yang ada di Sumut belum memiliki dokter spesialis terutama kulit dan kelamin. Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi langkah Perdoski dan Departemen IKKK FK USU untuk menempatkan residen PPDS di kabupaten/kota. Ini adalah bentuk bantuan kepada pemerintah untuk menyediakan layanan kesehatan dan menjangkau masyarakat hingga ke daerah-daerah,” kata Erry di acara silaturahmi dan jamuan makan malam bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Cabang Medan dan Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin (IKKK) Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, di Rumah Dinas Gubsu Jalan Sudirman Medan, Sabtu (2/6).

Gubsu mengapresiasi rencana  Perdoski Cabang Medan untuk melakukan penyebaran PPDS di kabupaten kota di Sumut. “Kita tentunya sangat menyambut baik inisiatif ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia menilai, selama ini dunia akademik kerap kali melakukan kunjungan serta kajian-kajian ke luar negeri. Untuk ilmu kedokteran, residen (siswa pendidikan dokter spesialis) ke luar negeri biasanya menjadi pertimbangan karena perkembangan teknologi alat-alat kesehatan di sana lebih maju dan canggih. “Namun, perlu juga dipertimbangkan setiap negara dan tempat tentu memiliki pola kesehatan dan penyakit yang berbeda-beda. Terjun ke daerah-daerah langsung membantu kita bisa mengenali dan mengkaji masalah kesehatan yang nyata dirasakan masyarakat di lapangan,” ujarnya.

10 Sepeda Motor Tanpa Surat Diamankan

Petugas gabungan melakukan penertiban asmara subuh di kawasan Jalan Ringroad persisnya seputaran eks SPBU Petronas, Minggu (3/6). (Istimewa)
Petugas gabungan melakukan penertiban asmara subuh di kawasan Jalan Ringroad persisnya seputaran eks SPBU Petronas, Minggu (3/6). (Istimewa)

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Niat belasan remaja yang ingin melaksanakan asmara subuh di kawasan Jalan Ringroad, Medan Sunggal persisnya seputaran eks SPBU Petronas kandas, Minggu (3/6). Pasalnya, mereka terciduk Tim Pemantauan Asmara Subuh.

Saat diciduk tim, para remaja tidak mengenakan helm, berbonceng tiga hingga tak membawa kelengkapan dokumen kendaraan seperti STNK dan SIM. Akibatnya, kendaraan mereka terpaksa diamankan dan diboyong sementara ke Mapolsek Medan Sunggal.

Penertiban dipimpin oleh Panit I Intel Polsek Medan Sunggal Ipda, Oloan Lubis. Sedangkan, tim terdiri dari gabungan unsur Pemko Medan seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, jajaran Kecamatan Medan Sunggal, Kodim 0201/BS dan Denpom I/5 Medan.

Panit I Intel Polsek Medan Sunggal Ipda, Oloan Lubis mengungkapkan, ada 10 sepeda motor berbagai jenis yang diamankan tim gabungan. Sebab, pengendaranya tidak ada membawa SIM maupun STNK.

“Alasan pengendaranya klasik, selain lupa membawa ada juga yang beralasan baru kena tilang. Namun alasan yang disampaikan tidak membuat tim gabungan membiarkan begitu saja sehingga sepeda motor mereka pun langsung ditahan,” ungkapnya.

Disebutkan dia, umumnya kesepuluh pengendara sepeda motor yang kendaraannya diamankan masih remaja dan berusia belasan tahun. “Mereka pasrah sepeda motornya ditahan, tapi begitu ada juga seorang pengendara yang menghubungi keluarganya yang bertugas di Polrestabes Medan. Walaupun petugas itu sudah datang namun tim gabungan tak melepaskan sepeda motor tersebut karena melaksanakan tugas. Apabila surat kenderaannya bisa ditunjukkan, sepeda motor kami lepas,” jelasnya.

\ Diutarakannya, selain mengamankan 10 unit sepeda motor, dilakukan penilangan 5 STNK karena pengendaranya tidak membawa SIM. Kemudian, menilang 1 SIM lantaran pengendaranya tidak membawa STNK.

“Dalam penertiban yang dilakukan tersebut, tim gabungan tidak hanya memeriksa kelengkapan surat kenderaan tetapi juga bagasi sepeda motor, tas serta pinggang pengendara. Hal itu guna memastikan tidak membawa senjata tajam atau benda terlarang,” bebernya.

Dikatakannya, tak hanya sepeda motor, tim gabungan juga melakukan pemeriksaan terhadap kenderaan roda empat yang dinilai mencurigakan. Terutama, angkutan umum dari luar kota maupun pick-up serta truk. Namun, setelah diperiksa ternyata surat kendaraan lengkap dan tidak ditemukan ada barang mencurigakan. Oleh karenanya, dipersilahkan pengemudi untuk melanjutkan perjalanan.

“Untuk kendaraan bermotor roda empat tidak ada melakukan penilangan maupun penahanan kendaraan. Sedangkan untuk roda dua, tim mengambil tindakan tegas. Pasalnya, para pengendaranya selain tidak menggunakan helm, juga tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat kenderaan,” pungkasnya. (ris/ila)