Home Blog Page 6304

Melihat Panti Asuhan Al Jamiyatul Washliyah Pulo Brayan

Foto: Fachril/Sumut Pos Anak-anak yatim di Panti Asuhan Al Jamiyatul Washliyah Pulo Brayan Jalan KL Yos Sudarso, Km 6, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli.
Foto: Fachril/Sumut Pos
Anak-anak yatim di Panti Asuhan Al Jamiyatul Washliyah Pulo Brayan Jalan KL Yos Sudarso, Km 6, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli.

SUMUTPOS.CO – Tak memiliki orangtua dan sanak saudara, bukan menjadi penghalang untuk melaksanakan ibadah puasa bagi anak-anak yatim di Panti Asuhan Al Jamiyatul Washliyah Pulo Brayan Jalan KL Yos Sudarso, Km 6, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli ini. Bagaimana aktivitas mereka menjalankan ibadah puasa?

==================================================

Fachril Syahputra, Belawan

==================================================

Siang itu, dengan panas terik matahari berada di ufuk kepala, tampak penghuni Panti Asuhan Al Jamiyatul Washliyah dengan jumlah 309 anak yatim piatu melaksanakan ibadah rutinitas selama bulan suci Ramadan. Dengan keragaman suku, asal muasal dan karakter, anak – anak berpakaian muslim dan muslimah disibukkan dengan tugas dan kewajiban mereka masing – masing.

Kewajiban ibadah serta rutinitas selama bulan suci ramadan, mengajarkan anak-anak asuhan Al Jamiyatul Washliyah mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara bersama. Mereka dituntut harus masak untuk sahur,  berbuka puasa, beribadah serta mengerjakan kewajiban di tempat mereka tinggal itu secara bersama. Dengan kebersamaan yang mereka lakukan merupakan bagian dari suatu kekeluargaan.

“Bulan Ramadan ini banyak hikmahnya, kami diajarkan untuk sabar dan hidup kekeluargaan, bagaimana kami bisa memasak sahur dan berbuka puasa dari kami dan untuk kami. Di sinilah kami merasakan kebersamaan seperti hidup di keluarga sendiri,” cerita Andika, salah satu anak panti di situ.

Selama bulan Ramadan, mereka tidak hanya merasakan kegiatan sahur dan berbuka, tapi juga termotovasi secara bersama untuk meningkatkan keimanan dan ibadah. “Kami juga bisa bersama – sama tadarus, salat dan mendengar ceramah. Walaupun kami tidak memiliki keluarga, tapi rasa kebersamaan membuat kami seperti bersama keluarga sendiri,” ungkap Andika.

Memang mereka hidup tanpa orangtua dan tinggal di panti asuhan. Tentu saja mereka sangat ingin merasakan utuhnya keluarga seperti anak lainnya. Tapi takdir berkata lain, mereka ditakdirkan menjadi yatim dan piatu.  Apalagi, mereka tidak bisa merasakan wanginya baju baru untuk dipakai saat Idul Fitri.

Empat Tempat Hiburan Ditertibkan

Tim Binwasdal melakukan penertiban di sejumlah tempat usaha hiburan dan rekreasi, yang beroperasi pada bulan ramadan, Minggu (3/6) dini hari. (Istimewa)
Tim Binwasdal melakukan penertiban di sejumlah tempat usaha hiburan dan rekreasi, yang beroperasi pada bulan ramadan, Minggu (3/6) dini hari. (Istimewa)

SUMUTPOS.CO – Tim Pelaksanaan Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian (Binwasdal) yang dibentuk Pemko Medan menertibkan sejumlah tempat usaha hiburan yang melanggar Surat Edaran Wali Kota Medan No.503/4789 tanggal 9 Mei 2018, tentang Penutupan Sementara Usaha Hiburan dan Rekreasi Pada Hari Besar Keagamaan, Sabtu (2/6) malam hingga Minggu (3/6) dini hari.

Ada 4 tempat usaha hiburan dan rekreasi dalam bentuk tempat pijit, refleksi dan kafe yang ditertibkan. Keempatnya masing-masing Wulan Refleksi Jalan Mandala By Pass, Sakura Kusuk Jalan Menteng Raya, The Nen Bistro and Caffe Jalan Imam Bonjol dan A Dua Coffe Jalan Abdullah Lubis.

Menurut Pimpinan Tim Binwasdal, Baginda Uno Harahap selain beroperasi di bulan ramadan, Wulan Refleksi dan Sakura kusuk juga terbukti tidak memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Oleh karenanya, tim langsung mengambil tindakan tegas dengan menutup sementara usaha tersebut.

Sedangkan, The Nen Bistro and Caffe dan A Dua Coffe melakukan pelanggaran berupa menyajikan live music. Padahal, dalam Surat Edaran Wali Kota sudah ditegaskan, kafe dan sejenisnya dilarang menyajikan live music selama ramadan. Untuk itu, tim langsung menghentikan kegiatan live music tersebut.”Tim Binwasdal akan terus melakukan pengawasan selama ramadan. Hal ini untuk memastikan apakah para pengusaha tempat hiburan dan rekreasi mematuhi Surat Edaran Wali Kota atau tidak,” ungkapnya.

Diutarakan Uno, bagi yang kedapatan beroperasi maka langsung dibuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Dalam BAP tersebut, pengusaha berjanji akan mematuhi Surat Edaran Wali Kota. “Apabila dalam pengawasan yang kita lakukan berikutnya kedapatan beroperasi kembali, maka akan ditindak tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Uno.

Ia mengimbau, selain malam hari pengawasan juga dilakukan pada siang hari. Tim Banwasdal tersebut terdiri dari sejumlah unsur seperti Polrestabes Medan, Denpom I/5 Medan, Kejari Medan, Kodim 0201/BS, Dinas Pariwisata, Satpol PP serta organisasi perangkat daerah (OPD).

“Kita berharap kepada seluruh pengusaha tempat hiburan dan rekreasi agar mematuhi Surat Edaran Wali Kota. Bagi pengusaha tempat hiburan yang telah melaksanakan Surat Edaran Wali Kota, kami mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya,” tandas Uno. (ris/ila)

 

 

 

7 PTS di Sumut Direkomendasi untuk Ditutup

Foto: Triadi Wibowo/Sumut Pos Ombusman Sumut, Abyadi Siregar.
Foto: Triadi Wibowo/Sumut Pos
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar.

SUMUTPOS.CO – Ombudsman RI Perwakilan Sumut menyambut baik keputusan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemen Ristekdikti) ‘merestui’ rekomendasi disampaikan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah I Sumut-Aceh untuk penutupan 7 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumut yang bermasalah atau bodong.

“PTS (bermasalah) ini, sudah sejak lama dan sempat ada korban. Tapi, sudahlah. Karena, sudah direspon untuk secepatnya ditutup. Jangan sampai tahun ajaran baru ini, ada lagi korban-korbannya,” ucap Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar saat dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (3/6) siang.

Abyadi meminta untuk secepatnya Surat Keterangan (SK) pencabutan izin opersional ke-7 PTS bermasalah segera diterbitkan, sebelum proses penerima mahasiswa baru dilakukan tahun ajaran baru 2018/2019 ini. Karena, menurutnya tidak termonitor kegiatan kampus-kampus bermasalah itu.”Kami belum menerima laporan soal itu. Tapi, kalau sudah kita terima, kita akan melakukan pemantauan hal tersebut,” kata c.

Abdi mengatakan, setelah mengetahui, akan melakukan kordinasi dengan koopertis untuk hal itu. Bagaimana untuk proses selanjutnya untuk melakukan eksekusi bersama untuk penutupan 7 PTS bermasalah.”Kita harapkan untuk koopertis untuk segera melakukan langkah-langkah untuk melakukan eksekusi segera,” tegasnya.

Untuk diketahui, 7 PTS bermasalah itu adalah Politeknik Tugu 45 Tebingtinggi, Akbid Eunice Rajawali Binjai, Politeknik Profesional Mandiri, Politeknik Trijaya Krama, Akubank Swadaya Medan, Sekolah tinggi Kelautan dan Perikanan Indonesia dan Akademi Manajemen Ilmu Komputer Medan.

“Sedang disiapkan (Kemen Ristekdikti) Surat Keterangan (SK) pencabutan izinnya (Operasional 7 PTS bermasalah itu),” ungkap Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Aceh, Prof Dian Armanto kepada Sumut Pos, akhir pekan lalu.

Kata dia, 7 PTS ini bermasalah ini, sempat diberi tenggat waktu selama 2 X 6 bulan untuk memperbaiki seluruh fasilitas akademis di PTS tersebut. Rekomendasi penutupan PTS itu, bermasalah karena sejumlah hal. Antara lain ada yang tidak memiliki mahasiswa, tidak punya dosen tetap, tidak punya sarana dan prasarana, belum ada lahan sarana dan prasarana atau masih menyewa.”Kemudian, tidak ada kemajuan perbaikan dan perkembangan kampus,” kata Dian.

Selain itu, lanjutnya, pihak Kopertis Sumut Aceh tetap melakukan pengawasan terhadap PTS di wilayah kerja mereka agar hal yang serupa tidak terulang kembali dengan PTS yang ada saat ini.”Selain itu, PTS lain juga akan diperhatikan sehingga jika terjadi hal-hal tersebut. Makanya, akan kita berikan waktu tertentu untuk memperbaikinya dan rekomendasi penutupan juga akan kita keluarkan setelah diketahui tidak ada perkembangan berarti,” pungkasnya.(gus/ila)

 

BBM Nonsubsidi Naik

Seorang pegawai sedang mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke kendaraan pelanggan di SPBU,
Seorang pegawai sedang mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke kendaraan pelanggan di SPBU. PT Pertamina (persero) berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dengan RON 92 ke atas setelah Lebaran. 

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Pertamina (persero) berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dengan RON 92 ke atas setelah Lebaran. Perubahan harga tersebut didasarkan pada harga minyak dunia yang terus meroket.

Apalagi, Pertamina harus kembali mendapatkan beban penugasan tambahan. Yakni, perluasan penyaluran premium di Jamali dengan kuota 4,3 juta kiloliter. Sampai saat ini Pertamina belum mengajukan kenaikan harga BBM nonsubsidi kepada Kementerian ESDM.

Menurut Vice President Retail Fuel Marketing PT Pertamina (Persero) Jumali, kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut memang direncanakan setelah Lebaran.

’’Namun, sekarang sudah mulai prosesnya,” ujar Jumali, Jumat (1/6).

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto menyatakan, Pertamina akan mengajukan kenaikan harga untuk RON 92 ke atas lantaran beban keuangan perusahaan yang cukup berat.

Yakni, adanya penugasan penyaluran BBM satu harga maupun perluasan penugasan premium di Jawa, Madura, dan Bali yang harganya sudah dipatok pemerintah.

”Untuk pertalite masih dievaluasi, apakah mau sekalian dinaikkan atau tidak masih dihitung. Semoga pekan ini,” ujar Djoko.

Djoko memerinci, kenaikan harga BBM nonsubsidi dari tiga badan usaha tersebut paling rendah untuk oktan 90 atau setara pertalite dengan kenaikan Rp 100 per liter.

Adapun kenaikan BBM beroktan 92 bisa mencapai Rp 200 atau Rp 600 per liter bergantung lokasinya.

”Yang di Kalimantan itu yang paling tinggi kenaikannya karena transportasinya kan jauh. Setiap jarak beda, harga juga beda,” jelas Djoko.

Sejumlah badan usaha penyalur bahan bakar minyak (BBM) telah menaikkan harga BBM nonsubsidi seiring melambungnya harga minyak dunia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memberikan lampu hijau atas perubahan harga tersebut. Harga BBM yang sudah naik adalah milik AKR Corporindo, Shell, dan Total Oil dengan kisaran Rp 100 hingga Rp 600 per liter. Kenaikan harga tersebut berlaku sejak 1 Juni 2018. (vir/c17/fal/jpnn/ram)

 

DKPP akan Sidangkan 3 Komisioner Bawaslu Sumut

Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida Rasahan memberikan pandangan dalam mengikuti seleksi Calon Ketua Bawaslu RI, beberapa waktu lalu.
Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida Rasahan. DKPP dalam waktu dekat akan menyidangkan dugaan pelanggaran yang melibatkan tiga komisioner Bawaslu, salah satunya Syafrida Rasahan atas kebijakan menerbitkan surat edaran ihwal tata cara kampanye paslon selama Ramadan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Dugaan pelanggaran kode etik tiga komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memasuki babak baru. DKPP dikabarkan dalam waktu dekat akan menyidangkan perkara atas dugaan pelanggaran dimaksud.

“Informasi terakhir yang kami peroleh, DKPP baru akan mengagendakan jadwal sidangnya. Sebab banyak kali perkara dan laporan yang masuk ke mereka,” kata Ketua Koordinator Tim Advokasi dan Bantuan Hukum Eramas, Adi Mansar Lubis kepada Sumut Pos, Minggu (3/6).

Pihaknya berharap DKPP serius atas laporan mereka ini. Di samping itu tim Advokasi dan Bantuan Eramas telah berkoordinasi dengan DPP Partai Gerindra, selaku partai pengusung pasangan calon Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah di Pilgubsu 2018. “Ya, kita sudah minta DPP Gerindra mendorong laporan tersebut cepat diproses,” katanya.

Kuasa Hukum Eramas, Idharul Haq juga berpendapat senada. Dikatakannya, DKPP dalam waktu dekat akan menyidangkan dugaan pelanggaran yang melibatkan Syafrida Rasahan (ketua Bawaslu), Aulia Andri, dan Herdi Munthe (anggota) atas kebijakan menerbitkan surat edaran ihwal tata cara kampanye paslon selama Ramadan. “Informasinya begitu. Akan segera dijadwal sidang oleh DKPP laporan tim advokasi Eramas tempo hari,” katanya.

Diketahui sebemumnya, Tim Advokasi dan Bantuan Hukum Eramas sudah resmi melaporkan tiga komisioner Bawaslu Sumut ke DKPP dengan No. 136/I-P/L-DKPP/2018, Senin (21/5). Mereka dilaporkan karena menurut kajian tim advokasi, ketiga komisioner melakukan perbuatan yang sifatnya melanggar etik sebagai penyelenggara pilkada dengan mengeluarkan surat  Kemudian, surat edaran tersebut dianggap menimbulkan kegaduhan politik di masyarakat, yakni melanggar pasal 10 dan 15 Peraturan DKPP No.2/2017.

Selain telah diproses DKPP, laporan sekaitan edaran Bawaslu ini juga ditindaklanjuti Polda Sumut. Dimana sebelumnya ada laporan masuk dari Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sumut, terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Ketua Bawaslu Sumut Syafrida Rasahan. Polda Sumut mulai melakukan penyidikan melalui surat perintah tugas (Sprintgas) dan surat perintah penyidikan (Sprindik). “Sprintgas sama Sprindiknya sudah turun, itu baru perkembangannya,” ucap Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, belum lama ini.(prn/azw)

 

Yakin 99 Persen Djoss Menang di Dairi

Calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus berfoto bersama para relawan dan pendukung di J&R Resto and Lounge Jalan Empat Lima, Sidikalang, Sabtu (2/6/2018) malam.
Calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus berfoto bersama para relawan dan pendukung di J&R Resto and Lounge Jalan Empat Lima, Sidikalang, Sabtu (2/6/2018) malam.

SUMUTPOS.CO – Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara (Cawagubsu) Sihar Sitorus mendapat sambutan luar biasa selama berkampanye di Kabupaten Dairi sejak Jumat (1/6) lalu. Dengan sambutan yang luar biasa itu, Sihar yakin kalau pasangan Djarot Syaiful Hidayat dan Sihar Sitorus (Djoss) mendominasi perolehan suara di kabupaten tersebut.

Kunjungan Sihar Sitorus di Kabupaten Dairi sejak Jumat (31/5) siang, setelah sebelumnya ia mengunjungi Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Selama dua hari di Dairi, Sihar mengunjungi sejumlah tempat dan bertemu dengan para relawan, pendukung dan masyarakat. Bahkan, dia menyempatkan diri berkunjungan ke monumen pahlawan nasional Letjend (Purn) TB Simatupang dan pencipta lagu Satu Nusa Satu Bangsa, Liberty Manik di Taman Iman di perbukitan Taman Wisata Iman (TWI) Desa Sitinjo, Kabupaten Dairi.

Dalam kunjungan ke monumen yang diresmikan Presiden RI Megawati Soekarnoputri 3 Maret 2002 itu, Sihar menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan dua putra Sumut tersebut. “Kunjungan saya ke sini, untuk mengingat jasa pahlawan kita yang gugur dalam menegakkan NKRI yang mewariskan kita dengan kemerdekaan dan kebebasan,” ungkap Sihar.

Dia menilai, apa yang diperjuangkan TB Simatupang dan Liberty Manik, sepatutnya menjadi motivasi bagi generasi saat ini. Keduanya menunjukkan perjuangan demi kesatuan bangsa dan negara ini adalah segalanya tanpa melihat perbedaan apa pun. “Mari kita lakukan hal besar sebagaimana ditunjukkan TB Simatupang dan Liberti Manik. Pikiran pahlawan ini jauh melintasi ruang dan waktu. Kita sebagai generasi muda harus berjuang membangun bersama-sama untuk Sumut tanpa melihat perbedaan kita. Jadikan Sumut yang maju, hebat dan transparan,” pungkas pendamping Djarot Saiful Hidayat itu.

Sihar kemudian berkampanye di hadapan ribuan warga Dairi yang memadati lapangan Sopogodang HKBP Sidikalang Jalan Gereja, Sabtu (2/6/) siang. “Kita ingin mengubah Sumatera Utara ini. Jadilah bagian dari perubahan Sumut menjadi Semua Urusan Mudah dan Transparan,” ujar Sihar.

H-7 Kelaikan Armada Dicek

TRIADI WIBOWO/SUMUT POS Pekerja mempersiapkan kebersihan bus yang akan digunakan untuk transportasi mudik di Terminal Bus Pelangi Jalan Sunggal Gagak Itam Medan, Selasa 8/8). Persiapan tersebut dilakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik yang hendak menggunakan jalur darat seperti bus.
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
Pekerja mempersiapkan kebersihan bus yang akan digunakan untuk transportasi mudik di Terminal Bus Pelangi Jalan Sunggal Gagak Itam Medan, tahun lalu.  Persiapan tersebut dilakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik yang hendak menggunakan jalur darat seperti bus.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sepekan sebelum Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah atau H-7, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Sumut dan kabupaten kota bakal melakukan pengecekan sarana transportasi di sejumlah terminal. Pengecekan ini dimaksudkan untuk memastikan kelaikan armada yang akan digunakan saat mudik dan balik Lebaran nanti.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Sumut, Iswar mengatakan, pengecekan sarana transportasi ini rutin dilakukan setiap tahun menjelang arus mudik. “Ini masih dikoordinasikan. Kita menunggu pihak Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) yang notabene UPT Kemenhub. Mereka koordinatornya,” kata Iswar kepada Sumut Pos, Minggu (3/6).

Dia pun mengaku belum bisa memastikan kapan pengecekan armada ini dilakukan. Sebab koordinasinya langsung dilakukan pihak BPTD Kemenhub.

Kabid Lalu Lintas Dishub Sumut, Darwin Purba menyarankan, hal ini agar ditanya pada rekannya, Agustinus selalu Kabid Perkeretaapian dan Pengembangan. “Coba ke Pak Agus ya,” ujarnya via aplikasi WhatsApp.

Agustinus belum menjawab konfirmasi soal waktu pengecekan armada arus mudik Lebaran. Namun sebelumnya ia mengaku akan dilakukan koordinasi dengan stakeholder terkait. “Tunggu dikoordinasikan dengan stakeholder termasuk pihak Dirlantas Poldasu,” ujarnya.

Seperti diketahui, pengecekan armada pada sejumlah terminal di Kota Medan biasa dilakukan H-7 Lebaran. Tak hanya kelaikan bus saja yang diperiksa, juga kesehatan para sopir dari pengaruh narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Peninjauan juga biasanya melibatkan Gubsu, Wali Kota Medan, Kapolda Sumut, Kapolrestabes Medan, Dishub Sumut dan Medan, BNNP Sumut, Dinas Kesehatan serta stakeholder terkait lainnya.

PT KAI Terjunkan 250 PJL

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS KERETA_Masinis mengoperasikan kereta api yang akan berangkat dari Stasiun Kereta Api Besar Medan, Minggu (3/6) Sementara untuk penjualan tiket, sebanyak 43.846 tiket kereta api untuk arus mudik Lebaran 2018 di Sumut sudah terjual. Tiket yang paling banyak terjual, yakni jurusan Medan-Tanjung Balai dan Medan-Pematang Siantar. Puluhan ribu tiket yang terjual ini didominasi tiket kelas ekonomi.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
KERETA_Masinis mengoperasikan kereta api yang akan berangkat dari Stasiun Kereta Api Besar Medan, beberapa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – Vice President PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumut Rusi Haryono mengungkapkan, selama arus mudik Lebaran, PT KAI Divisi Regional I Sumut menerjunkan 250 Petugas Perlintasan Jalan (PJL) untuk mengamankan laju kereta api di sepanjang rel yang dilalui. Para PJL itu akan mengamankan perlintasan kereta api yang belum memiliki pengaman berupa palang perlintasan kereta api. “Untuk jalur sudah kita laksanakan pngecekan lintasan, rel, wesel di stasiun, dan jembatan,” ungkap Rusi Haryono kepada wartawan di Stasiun Kereta Api Besar Medan, akhir pekan lalu.

PT KAI juga akan menyiapkan posko kesehatan di masing-masing stasiun besar di sejumlah daerah dilalui kereta api. Untuk segi pengamanan saat arus mudik dan arus balik, pihak PT KAI Sumut menerjunkan pengamanan internal sebanyak 287 petugas dan eksternal dibantu dari TNI/Polri sebanyak 38 personel.

Untuk saat ini, ia mengklaim pihaknya belum menemukan kendala berarti di perlintasan Kereta api. Bila ada kendala, timnya langsung menerjunkan petugas untuk merespon untuk ditindaklanjuti.

Untuk ticketting, pengguna jasa kereta api juga lebih dimudahkan dengan pembelian secara online.”Bisa juga langsung datang dan membeli di minimarket serta melalui telepon genggam,” tuturnya.(prn/btr/ian/ted/gus)

Ijeck: Seniman Juga Punya Peran dalam Pembangunan

Calon Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah menghadiri acara buka puasa bersama seniman Deliserdang, di MIS Raudlatullah, Jalan Batangkuis-Kualanamu, Deliserdang, Sabtu (2/6).
Calon Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah menghadiri acara buka puasa bersama seniman Deliserdang, di MIS Raudlatullah, Jalan Batangkuis-Kualanamu, Deliserdang, Sabtu (2/6).

SUMUTPOS.CO – Pembangunan suatu daerah, tentunya harus didukung oleh semua pihak, baik dari pemerintahan hingga ke kalangan masyarakat, tak terkecuali dari profesi seniman. Hal tersebut diungkapkan calon Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah yang berpasangan dengan Edy Rahmayadi (ERAMAS) saat menghadiri acara buka puasa bersama seniman Deliserdang, di MIS Raudlatullah, Jalan Batangkuis-Kualanamu, Deliserdang, Sabtu (2/6).

Menurut Musa Rajekshah, semua masyarakat Sumut merupakan bagian dari pembangunan dan politik yang ada di Sumut. “Kita juga berkewajiban peduli dan ikut serta dalam pembangunan. Nah seniman kan juga merupakan masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Ijeck itu.

Pernyataan tersebut, ternyata memang merupakan keinginan dari para seniman sejak lama. Seperti yang dikatakan oleh Ketua Forum Sastrawan Deliserdang (Fosad) Mihar Harahap, ia menyebutkan hingga kini seniman yang ada di Sumut seperti termarjinalkan.

Hal tersebutlah yang mendasari pihaknya ingin dilibatkan di dalam pembangunan. “Ya kita maunya seni dan budaya dilibatkan di dalam pembangunan, dengan bisa disandingkan dengan aspek ekonomi dan politik,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, para seniman juga ingin membantu pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. Seperi acara kali ini, mereka juga sekaligus bertujuan mengajak masyarakat agar tidak golput pada pemilihan 27 Juni mendatang.

Ijek kembali mengungkapkan, peran dari penggiat seni budaya sangat penting. Karena merekalah ujung tombak untuk terus memperkenalkan kebudayaan asli daerah kepada para generasi muda. “Budaya itu perlu selalu kita perkenalkan dengan generasi muda kita. Untuk itu, seniman yang ada, perlu tetap kita perhatikan. Saya yakin, yang kita lakukan ini memang peduli dengan Sumatera Utara,” ungkapnya.

Pada pertemuan kali itu, turut dihadiri oleh beberapa kelompok seni yang ada di Deliserdang. Seperti Aliansi Penulis Waspada, Teater Sumut Deliserdang, serta Forum Musikalisasi Puisi Indonesia.(rel)

Datang ke Sumut, Bukti Keseriusan AHY dan SBY

Ketua Umum DPP Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyerahkan pataka kepada Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) beberapa waktu lalu. Sebagai keseriusan terhadap Pilkada di Sumut AHY dan SBY akan datang ke Sumut hari ini dan besok.
Ketua Umum DPP Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyerahkan pataka kepada Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) beberapa waktu lalu. Sebagai keseriusan terhadap Pilkada di Sumut AHY dan SBY akan datang ke Sumut hari ini dan besok.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Partai Demokrat Sumatera Utara (Sumut) siap menggarap pemenangan Pilkada serentak 2018 di 8 kabupaten/kota dan satu provinsi. Kehadiran Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Umum DPP Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi bukti keseriusan partai memenangkan hati rakyat Sumut.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Demokrat Sumut Herri Zulkarnain didampingi Sekretaris, Hj Meilizar Latif menyampaikan persiapan pihaknya menyambut kedatangan dua tokoh besar partai berlambang mercy ini, sudah maksimal. Setelah sebelumnya upaya Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengunjungi desk Pilkada di Sumut bersama DPD. Sehingga puncaknya adalah kunjungan sekaligus ajang konsolidasi menghadapi tahu politik saat ini hingga tahun mendatang.

“Karena keseriusan dari seluruh elemen partai, maka kita sudah 100 persen, penuh untuk persiapan kedatangan Bapak SBY dan AHY,” sebutnya.

Namun kehadiran AHY pada 4 hingga 6 Juni dan SBY pada 5 dan 6 Juni di Sumut, lanjut Herri, bukan sekadar dipersiapkan secara fisik, namun juga seluruh kekuatan basis partai dikuatkan. Hal itu setelah Sekjen Hinca Panjaitan memastikan bahwa mesin partai bergerak dan terus memperkuat barisan untuk menghadapi Pilkada 2018 maupun Pemilu 2019.

“Jadi kehadiran Bapak SBY dan AHY, selain untuk bertemu tokoh masyarakat di Deliserdang, Langkat dan Medan, juga sebagai bentuk perhatian mereka melihat potensi Partai Demokrat di Sumut yang berada pada posisi tiga besar di legislatif Sumut,” jelas Herri.

Dengan begitu, Herri bersama Meilizar dan seluruh pengurus serta kader Demokrat di Sumut, menyambut kehadiran tokoh penting itu untuk menguatkan lagi basis data mesin partai.

“Intinya, kita terus bekerja. Karena kita ‘S14P’ memenangkan Pilkada dan Pemilu di Sumut,” pungkasnya.(bal)