Home Blog Page 6312

Ditinggal Tarawih, Rumah Pensiunan PNS Disatroni Maling

Foto: Masrizal/Sumut Pos Kondisi kamar rumah pensiunan PNS di Kota Banda Aceh usai disatroni maling.
Foto: Masrizal/Sumut Pos
Kondisi kamar rumah pensiunan PNS di Kota Banda Aceh usai disatroni maling.

ACEH, SUMUT POS.CO – Sebuah rumah di jalan Tgk Raja Pakeh, Gampong Lampaseh Aceh, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, provinsi Aceh, diobok obok pencuri, saat pemiliknya sedang melaksanakan sholat Tarwih.

Dalam aksi pencurian rumah kosong yang terjadi pada Senin (28/5) malam sekira pukul 21.10 WIB, tersebut pencuri menggondol emas seberat 5 mayam dan empat unit telepon selular milik korban.

Kapolresta Banda Aceh, AKBP Trisno Riyanto melalui Kapolsek Ulee Lheue, AKP Elfutri mengatakan, rumah yang dibongkar tersebut milik seorang pensiunan PNS bernama Zulkifli Adam (58).

“Sebanyak 5 mayam emas dan 4 unit telepon  seluler berbagai merek hilang dicuri yang mana total kerugian ditaksir mencapai Rp 15 juta,” ujarnya saat dikonfirmasi Selasa (29/5) malam.

Kata dia, aksi pencurian ini diketahui oleh pemilik rumah saat pulang dari ibadah shalat tarawih dari Masjid Syekh Abdurrauf, Gampong Blang Oi, Kecamatan Meuraxa.

“Saat tiba di rumah, korban Zulkifli melihat bagian dapur terbuka dan tralis bagian dapur dalam keadaan rusak. Saat diperiksa di dalam kamar, barang sudah acak-acakan dan diketahui bahwa emas yang ada di dalam tas beserta handphone raib,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, pelaku diduga telah memantau rumah tersebut sebelum melakukan aksinya. “Dari hasil olah TKP, pelaku diketahui sangat mahir dalam menjalankan aksinya, dan tidak menutup kemungkinan pelaku akan melakukan aksinya terhadap rumah lainya yang ditinggalkan pemiliknya,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan. “Kita imbau warga agar lebih waspada saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, beri kunci pengaman ganda di rumah,” imbau AKP Elfutri. (zal)

Kereta Jadi Jaminan Jenasah Bocah

Soni Junita (baju hitam) selaku kasir didampingi dokter Jane (pakai jilbab) dan Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Faidil Zikri SH. S.I.K saat memberikan keterangan kepada awak media, terkait sempat tertahannya jenazah Amanda Sari di rumah sakit Mitra Medika Tembung.
Soni Junita (baju hitam) selaku kasir didampingi dokter Jane (pakai jilbab) dan Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Faidil Zikri SH. S.I.K saat memberikan keterangan kepada awak media, terkait sempat tertahannya jenazah Amanda Sari di rumah sakit Mitra Medika Tembung.

PERCUT, SUMUTPOS.CO  – Informasi RSU Mitra Medika Jalan Besar Tembung, Pasar IX, Desa Bandar Khalipah, Percut Seituan menyandera jenasah bocah 3 tahun seketika menyebar luas.

Ditambah lagi, disebutkan, pihak rumah sakit baru mengijinkan jenasah dibawa pulang setelah pihak keluarga meninggalkan kereta sebagai jaminan, Selasa (29/5/2018) sekira pukul 14.30 wib.

Dasar itu, tanpa dikomando, para kuli tinta (wartawan) bergegas ke rumah sakit tersebut guna melakukan konfirmasi. Selain wartawan, hadir juga Kapolsek Percut Seituan, Kompol Faidil Zikri SH,SIK.

Terkait masalah ini, Soni Junita selaku kasir menjelaskan kronologi kabar miring tersebut. Soni tidak menamping adanya kereta yang dijadikan jaminan.

Disampaikan, bocah yang meninggal dunia tersebut bernama Amanda Sari (3). Si pasien menghembuskan nafas terakhir sekira pukul 09.25 wib. Namun hingga pukul 10.30 wib, pihak keluarga tak kunjung menyelesaikan biaya administrasi. “Balita itu merupakan pasien umum,” sebut Junita.

Agar proses segera dituntaskan, pihak kasir menelpon ke ruangan ICU untuk menyuruh keluarga pasien ke kasir. Begitu keluarga pasien datang, kasir menjelaskan jika bill (biaya) pengobatan pasien mencapai Rp10 juta lebih.

“Mendengar penjelasan biaya pengobatannya, keluarga pasien minta waktu berembuk dulu,” kata Junita didampingi dokter bernama Jane, di depan meja resepsionis RSU Mitra Medika.

Lanjutnya, sekira pukul 11 lewat, keluarga pasien kembali mendatangi costemer servis dan minta tolong biaya dialihkan pakai BPJS. “Harusnya BPJS pasien siap hari ini. Berhubung tanggal merah, nah pasien ini umum,” ujarnya.

Sekira pukul 12 kurang, pihak rumah sakit meminta deposit Rp2,5 juta, seperempat dari sibiling atau jumlah tagihan. Lagi-lagi keluarga pasien minta waktu berembuk.

Kisruh Lahan PTPN II di Desa Bangun Sari

Efendy Sembiring salah seorangn ahli waris kelompok tani.
Efendy Sembiring salah seorangn ahli waris kelompok tani.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO –  Keberadaan lahan PT. Perkebunan Nusantara II di Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa, menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah-tengah kelompok tani (Poktan).

Dimana, ada dua pihak mengaku sebagai ahli waris. Pihak dimaksud yakni Kelompok Tani Bultak di Dusun 14 dan Surantha Tarigan. Keberatan pihak Poktan, Surantha menjual lahan secara sepihak.

Dimana, Surantha menyatakan dirinya sebagai ahli waris tunggal dari ayahnya, Dimun Sagimun. Si ayah merupakan Ketua Kelompok Tani Bersatu, beberapa tahun silam. Dasar itu, Surantha mengklaim dirinya pemilik 119 H lahan milik PTPN II di Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa tersebut.

Surantha juga menegaskan hal tersebut kepada POSMETRO MEDAN (grup SUMUTPOS.CO), ketika ditemui di salah satu warung milik keluargannya di Dusun 14. Saat itu pria ini menghentikan kegiatan warga yang hendak melakukan kegiatan di lahan tersebut.

“Saya memiliki Surat Ahli Waris resmi. Jadi warga tidak berhak melakukan kegiatan apapun di lahan itu,” sebut Surantha. Disinggung perihal isi surat dimaksud, Surantha mengarahkannya untuk menghubungi pengacaranya. “Semua surat ahli waris ada sama pengacara saya. Silahkan hubungi, kamu kan yang perlu,” kata Suryantha.

“Saya sudah dua kali menang di pengadilan Negeri dan tinggal menunggu putusan dari Mahkamah Agung. Jadi semua lahan tersebut akan menjadi milik saya dan nantinya akan dipagari tembok. Semua yang tinggal di lahan garapan tersebut nantinya akan pergi,” tegasnya.

Dari sisi lain, Kelompok Tani Bultak justru mengaku telah ditipu Surantha dan keluarganya. Itu bermula dari penyerahan surat KRPT kepada Surantha dan orangtuanya.

Karenanya, Efendy Sembiring (50) tegas membantah pernyataan Surantha. Efendy merupakan anak dari Mahrub Sembiring. Ayahnya termasuk penggarap pertama pada lahan tersebut.

“Dari mana asalnya Surantha Tarigan mengaku sebagai pemilik lahan tanah seluas 119 H di Desa Bangun Sari. Parahnya, kami mendengar kalau Surantha menjual tanah tersebut ke pihak pengusaha dengan total hingga mencapai miliaran rupiah,” kata Efendy.

Lanjut Efendy, mereka sangat menyesal menyerahkan surat KRPT kepada orangtua Suryanta, yang saat itu menjabar sebagai ketua Kelompok Tani Bultak. Kami mencoba menghubugi Suryantha tapi sangat sulit menjumpainya,” kesalnya.

Dijelaskan, Efendy dan Surantha sama-sama ahli waris. Sebab orangtua mereka sama-sama berjuang dalam kelompok tani di desa Bangun Sari.

“Saya mengetahui dengan jelas. Bapak saya dan beberapa orang temannya mengadakan mufakat di rumah kami. Walaupun saya masih remaja kala itu, tapi saya ingat betul. Teman-teman ayah saya yang ikut mufakat diantaranya yakni Kantor Barus, Nawari Ginting, Johan Tarigan, Jombak Tarigan, Tabas Bangun, Kincang Sembiring, dan Rambong Barus. Mereka ini adalah orang-orang yang mempunyai surat KRPT,” bebernya sembari menyebut, surat KRPT mereka itu juga diserahkan ke ayah Surantha.

Bocah ‘Ditelan’ Parit, Ngapung di Sungai Kera

Jenazah Rizky yang ditemukan di Sungai Kera.
Jenazah Rizky yang ditemukan di Sungai Kera.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Sepekan hilang akibat hanyut dibawa derasnya arus air gorong-gorong, Rizky, bocah berusia 8 tahun asal Medan Area akhirnya ditemukan tewas mengapung pada Senin (28/5/2018) kemarin.

Jasad bocah yang diketahui penderita autis ini ditemukan di Desa Pematang Johar, Dusun I Batang Buluh, Kec. Labuhan Deli, Deliserdang. “Jasad bocah itu ditemukan di Sungai Kera oleh warga bernama Emi,” ungkap Camat Medan Area, Ali Sipahutar.

Penemuan itu selanjutnya diberitahu kepada warga lalu diteruskan ke pihak kepolisian, dan jenasah akhirnya dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk kepentingan otopsi.

“Polisi lalu memberitahu kepada keluarga korban dan keluarganya mengambil mayatnya dari rumah sakit,” sebutnya. Lantas, keluarga korban langsung membawa jasad bocah tersebut ke rumah duka dan selanjutnya dimakamkan.

“Sekitar pukul 13.00 WIB dimakamkan, setelah dilaksanakan fardhu kifayah dengan memandikan dan mengkafani. Mayatnya dimakamkan di Jalan Halat,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Rizky hanyut terbawa arus air di gorong-gorong Jalan AR Hakim Gang Raya Medan, Selasa (23/5/2018) kemarin.

Bocah yang tinggal di Jalan AR Hakim Gang Raya, Kel. Tegalsari I, Medan Area ini hanyut lantaran terpeleset saat mandi hujan dekat gorong-gorong tersebut.

Petugas gabungan dari Kecamatan Medan Area, kepolisian hingga BPBD telah mencari dengan menelusuri aliran air hingga ke Jalan Wahidin.

Meski sudah mencari hampir seharian, namun bocah tersebut belum juga ditemukan. Bahkan, pencarian dilakukan beberapa hari berikutnya dan hasil tetap sama. (fir/pjs/ras)

Boru Sagala Buang Bayi Di Halte Bus

Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tindakan Herlina Br Sagala meninggalkan bayinya yang masih berusia 6 bulan di halte bus Damri Kampung Lalang, sempat membuat pihak kepolisian dan dinas sosial kelimpungan mencari identitas orangtua si bayi.

Namun upaya tersebut akhirnya berakhir Selasa (29/5/2018) sore, setelah Dedek Irawan, ayah si bayi mendatangi Mapolsek Sunggal untuk menjemput bayinya.

Dalam kondisi haru memeluk erat bayinya, Dedek menyebutkan jika bayi mereka yang ditinggalkan sang istri merupakan anak kedua. Mereka memberinya nama May Erlinda.

“Ini anakku nomor dua, umurnya 6 bulan. Kalau yang pertama Safitri Adelia, umur 4 tahun,” jelas Dedek sembari mengatakan, istrinya bernama Herlina Sagala (34) tinggal di Jalan Langgar, Medan Area, dekat Pasar Sukaramai.

Menurut Dedek, dirinya mengetahui keberadaan putrinya dari media massa dan sosial media serta tetangga. “Sebagai bukti, saya datang dengan membawa akte kelahiran dan kartu keluarga,” terang Dedek.

Olizah (58), mertua Dedek pun turut hadir di Mapolsek. Menurut Olizah, Herlina pernah mengalami depresi sekitar 2 tahun lalu. Waktu itu, kata Olizah, Herlina sering pergi dari rumah tak tentu arah. Meski begitu, Herlina tetap tahu jalan pulang.

“Dua tahun lalu dia juga kayak gini dan ingat pulang. Baru kali ini dia pergi jauh sampai sini (Kampung Lalang), udah gitu nggak tau pulang,” ucapnya.

Disebutkan, sebelum Herlina pergi membawa May, dia sempat melihat keduanya di rumah. Namun dirinya tak berprasangka apapun karena melihat putrinya tersebut tidak membawa kain gendong.

“Dia keluar dari rumah jam 9 pagi. Aku pikir dia mau ke pajak atau entah ke rumah tetangga. Soalnya dia nggak bawa kain gendong. Biasanya kan kalau mau jauh pakai kain gendong,” kenang Olizah.

Menambahkan, Dedek mengaku tak mengetahui perihal hilangnya anaknya. Ayah beranak dua itu mengetahui setelah pulang kerja dan sempat mencari keberadaan anak dan isterinya.

“Aku nggak tau bang, pas pulang kerja baru dapat kabar, langsung kami cariin,” ungkapnya. Pencarian mereka tak cuma di sekitar kota Medan, melainkan sampai Serdang Bedagai.

“Udah sampai Perbaungan kami nyarinya. Soalnya keluarga kan ada disana. Siapa tau dia disana,” timpal Olizah lagi.

Sebelum meninggalkan Polsek Sunggal, Dedek pun sempat melayangkan ucapan terimakasih kepada petugas Polsek Sunggal, terkhusus kepada Bripka Tarigan yang telah menyelamatkan May dari teriknya matahari yang sempat membakar kulit buah hatinya.

“Alhamdulillah, terimakasih banyak bapak Kapolsek Sunggal. Ibu-ibu dari dinas sosial, terimakasih banyak bapak Tarigan yang telah menolong anak saya,” ucapnya.

Usai melengkapi administrasi anaknya, Dedek beserta keluarganya pun pergi meninggalkan Mapolsek Sunggal.(cr-8/ras)

Rossa: My 1st Dial Call

SUMUTPOS.CO – Afgan Syahreza baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-29. Pelantun lagu Sadis ini, pun membuat perayaan kecil yang dihadiri keluarga, kerabat, dan sahabat dekat. Seorang di antara yang juga hadir, yakni Rossa.

Diva Pop Indonesia itu, bahkan memberi ucapan spesial untuk pria yag dikabarkan menjadi kekasihnya itu. Ucapan ultah itu Rossa unggah lewat akun Instagram pribadinya.

“Selamat ulang tahun untuk ‘my VVIP’ @afgansyah.reza. My partner in crime dan my 1st dial call. Kali ini doa untukmu dalam hati aku saja ya. Yang pasti, bagus-bagus. Semoga Allah SWT selalu memberkahimu,” tulis Rossa pada keterangan video yang ia unggah.

Sementara Afgan juga sempat mengunggah foto kebersamaannya dengan Rossa di Instagram miliknya. Mengenai kado spesial yang Rossa berikan untuk Afgan, sayangnya janda satu anak itu enggan membocorkannya. “Ada deh,” jawab wanita yang karib disapa Oca itu. (chi/jpnn/saz)

Syahrini Kapok ke Klinik Kecantikan

SUMUTPOS.CO – Memiliki wajah cantik memang dambaan setiap wanita, tak terkecuali penyanyi sensasional Syahrini.

Meski begitu, Syahrini mengaku tak mau sembarangan mendatangi klinik kecantikan. Pasalnya, ia pernah mengalami pengalaman buruk usai melakukan perawatan.

“Sekalinya perawatan, muka aku malah hancur hasilnya. Jerawatan, beruntusan,” tutur Syahrini, saat peluncuran satu produk kecantikan di Senayan City, Jakarta Pusat, Senin (28/5) lalu.

Pelantun Sesuatu itu, mengungkapkan, tipe kulit wajahnya tidak cocok dengan perawatan yang terlalu berlebihan. Tak heran, ketimbang mengeluarkan biaya besar ke dokter kecantikan, ia memilih untuk perawatan wajah secara alami. “Alhamdulillah, aku enggak punya masalah di kulit, karena emang enggak pernah dimacam-macamin,” ujar Syahrini.

Cara Syahrini merawat kulit wajah terbilang sederhana. Usai berpergian, ia hanya membersihkan sisa riasan dan debu di wajahnya. “Habis acara, pulang, bersihkan wajah menggunakan pembersih, terus cuci muka pakai sabun pembersih muka,” pungkasnya. (mg7/jpnn/saz)

Zudan Arif Digadang jadi Plt Gubsu

Zudan Arif Fakrulloh
Zudan Arif Fakrulloh

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Periodisasi jabatan Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi dan Wagubsu, Nurhazijah Marpaung akan berakhir pada 16 Juni mendatang. Nama penjabat (Pj) gubernur belum ditetapkan Kemendagri. Meski demikian, nama Zudan Arif Fakrulloh yang saat ini menjabat sebagai Dirjen Dukcapil Kemendagri, santer beredar akan diplot sebagai Pj Gubsu, hingga pasangan kepala daerah baru terpilih dan ditetapkan.

Terkait informasi tersebut, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Arief M Edie, saat dikonfirmasi Sumut Pos, Selasa (29/5), mengatakan belum mendapat info mengenai nama Pj Gubsu. “Sejauh ini belum ada. Seperti yang saya katakan tempo hari, sekarang ini kita lagi godok siapa orangnya. Yang pasti nanti nggak akan ada kekosongan jabatan gubernur. Jabatan akan langsung diisi sebelum periodisasi Gubsu Erry Nuradi dan Wagubsu Nurhazijah Marpaung berakhir,” katanya.

Disinggung mengenai waktu pengisian Pj Gubsu yang masih  dalam masa libur dan cuti bersama Lebaran (ASN mendapat jatah libur Lebaran pada 9-21 Juni 2018, Red), Arief menegaskan, hal tersebut tidak jadi masalah. “Cuti bagi yang cuti. Tugas negara jalan terus,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, masih cukup waktu bagi pihaknya menggodok pejabat eselon I di Kemendagri, sebelum akhirnya menetapkannya sebagai Pj Gubsu. “Masih lama (16 Juni, Red). Untuk Jabar yang tanggal 13 saja masih landai (belum ada). Pada saatnya akan diinfo, Mas,” katanya.

Informasi diperoleh Sumut Pos di Kantor Gubsu, Jumat (25/5) lalu, nama Zudan santer akan menjabat sementara kursi Sumut Satu. Zudan di kalangan birokrat diketahui cukup dikenal dan disegani, karena ikut “membidani” sejumlah peraturan atau keputusan Kemendagri. Antara lain peraturan tentang bantuan sosial (bansos) yang sudah selesai digodok secara alot di kementerian terkait, dan kabarnya sudah mendapat persetujuan dari ‘decision maker’.

“Untuk namanya secara resmi belum ada. Nanti ‘kan Kemendagri yang usulkan ke presiden. Biasanya dari pejabat eselon I di jajaran Kemendagri,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprovsu, Kaiman Turnip, kemarin.

Kaiman tak memungkiri kemungkinan nama Zudan dirumorkan sebagai Pj Gubsu nanti. Sebab sesuai ketentuan dan mayoritas yang bisa menjadi Pj gubernur merupakan pejabat eselon I di tingkat kementerian. “Sah-sah saja kalau nama beliau (Zudan) digadang-gadang dan diisukan media. Tapi kita belum ada terima salinan dan informasi resminya,” katanya.

Zudan sendiri belum bersedia menjawab konfirmasi Sumut Pos ihwal kabar tersebut. Baik via aplikasi WhatsApp maupun saat dihubungi ke nomor selulernya, ia tidak menjawab.

Posisi Pj Gubsu ini sangat strategis, mengingat Gubsu dan Wagubsu terpilih hasil Pilkada serentak pada 27 Juni 2018, diperkirakan baru akan dilantik pertengahan penghujung akhir tahun. Sehingga rentang waktu untuk Pj Gubsu relatif panjang, dan dipandang memerlukan tokoh atau figur yang benar-benar piawai dan berpengalaman memimpin Sumut di masa transisi. (prn)

Kadis Pelayanan Terpadu Terjaring OTT Poldasu

Tim Saber Pungli Polda Sumutmelakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kepala Dinas (Kadis) Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Padang Lawas (Palas), Arseh Hasibuan, Senin (28/5/2018).
Tim Saber Pungli Polda Sumutmelakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kepala Dinas (Kadis) Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Padang Lawas (Palas), Arseh Hasibuan, Senin (28/5/2018).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Saber Pungli Polda Sumut kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kepala Dinas (Kadis) Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Padang Lawas (Palas), Arseh Hasibuan, Senin (28/5/2018) sore kemarin.

Direktur Direktorat Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Toga Panjaitan melalui Kasubdit III Tipikor, AKBP Dony Sembiring menyebutkan, OTT dilakukan sekitar pukul 15.15 wib.

“OTT ini berawal informasi dari masyarakat bahwa yang bersangkutan meminta sejumlah uang terkait permohonan IUP-B (Ijin Usaha Perkebunan Budidaya) PT Duta Varia Pertiwi,” kata Dony.

Selanjutnya, dilakukan OTT berdasarkan laporan informasi Nomor : R/-LI-170/V/2018/Ditreskrimsus tanggal 21 Mei 2018 dan Surat Perintah Tugas Nomor : Sprin.Gas/ 179/V/2018/ Ditreskrimsus tanggal 02 mei 2018.

“OTT di Hotel Al Marwah yang berada di Jalan Ki Hajar Dewantara No 99, Kelurahan Bangun Raya, Kecamatan Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas,” sebutnya.

Menurut Dony, penangkapan dilakukan karena Arseh Hasibuan meminta uang Rp250 Juta kepada Ely Irwan Harahap selaku kuasa dari PT Duta Varia Pertiwi terkait pengurusan IUP-B. Kemudian, Ely Irwan Harahap menawar atas biaya pengurusan yang diminta oleh Arseh Hasibuan menjadi Rp150 Juta.

“Namun, tetap saja sang kadis tidak mau kurang dari Rp250 Juta,” beber Dony. Arseh lalu meminta pembayaran pertama sebesar Rp50 juta. Sedangkan sisanya ditransfer melalui rekening yang akan diberitahu nantinya.

“Kita (Tim Subdit III Tipikor Krimsus) langsung menindaklanjuti laporan tersebut dan mengamankan empat orang, termasuk yang bersangkutan. Sementara, tiga orang lainnya adalah PNS di dinas tersebut dan pemohon izin,” bebernya.

Diutarakan Dony, status dari keempat orang yang diamankan kini satu di antaranya tersangka yaitu Arseh Hasibuan. Sedangkan tiga lagi yakni Ely Irwan Harahap (pemohon izin), Nurjamila Pohan (Kabid Perizinan) dan Retno Setya Ningsih (Kasi Pelayanan Perizinan) sebagai saksi.

“Kita melakukan penyitaan terhadap uang sebesar Rp50 juta dan dokumen lainnya dari dalam mobil dinas Arseh Hasibuan plat BB 1064 K serta beberapa unit ponsel, yang kini telah diamankan untuk barang bukti,” jabarnya.

Ia menambahkan, diharapkan kepada masyarakat apabila ada yang menemukan kejanggalan ataupun pungli di dinas yang ada di Sumut, silahkan hubungi pihak kepolisian terdekat. Hal ini supaya tidak ada lagi pungli.(fir/pjs/sdf/ras)

Krisdayanti Banjir Kritik

Suami Krisdayanti, Raul Lemos mengabadikan kegiatan saat melaksanakan ibadah umrah dengan sang istri, serta sejumlah sahabat.
Suami Krisdayanti, Raul Lemos mengabadikan kegiatan saat melaksanakan ibadah umrah dengan sang istri, serta sejumlah sahabat.

SUMUTPOS.CO – Krisdayanti saat ini tengah menjalankan ibadah umrah bersama suaminya Raul Lemos. Hal ini diketahui lewat akun Instagram Krisdayanti.

Kegiatan ibadah Krisdayanti ini lantas menjadi bahan pembicaraan warganet. Banyak di antara mereka yang mengkritik make up yang dikenakan ibu 4 anak itu. Netizen menilai, make up yang digunakan Krisdayanti terlalu tebal.

“Aturan klo di Tanah Suci gak usah make up tebel mba, kan mau ibadah..biar alami aja lebih cantik..nanti di kubur juga kan gak pake make up..maaf ya mba..sesama Muslimah saling ingetin,” ujarnya netizen.

“Duh maaf bkn nyinyir, apa gak capek make up trs, kan lg beribadah, knp gak perawatan aja kaya princes Syahrini atw bunda Maia, jd gak usah dibedak tebel, tetep glowing aja,” sambung lainnya.

Tidak hanya soal make up, mereka juga mengkritik karena mantan istri Anang Hermansyah itu, kerap mengunggah aktivitasnya selama berada di Tanah Suci.

“Ibadahx gak diterima itu, krna dlm hati msh ada sifat sombong suka pamer, mending uangx disumbangkan ke panti asuhan, panti jompo, lbh bermanfaat,” ucap netizen.

Sebelumnya, 2 hari lalu, Krisdayanti mengumumkan keberangkatannya ke Tanah Suci bersama suami, juga sejumlah sahabatnya. Sehari setelahnya, Krisdayanti mengunggah foto di Masjid Nabawi, Madinah. Dari keterangan yang ditulis, ia melaksanakan Salat Subuh di sana.

Terbaru, Krisdayanti mengabarkan akan melakukan miqat di Bir Ali, dan bersiap menuju Makkah. (zul/pojoksatu/jpnn/saz)