Home Blog Page 6311

Djarot: Anak-anak Indonesia Harus Sehat & Kuat

Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat bersama istri mengunjungi Kesya, anak penderita gizi buruk yang dirawat di RS Siloam Medan, Selasa (29/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Calon Gubernur Sumatera Utara nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat, mengunjungi Kesya, anak penderita gizi buruk. Kesya adalah anak yang ditemuinya saat sosialisasi di Simalingkar, Medan beberapa waktu lalu. Saat ini, Kesya sudah ditangani tim medis dan dirawat di RS Siloam Medan, Selasa (29/5).

Dalam kunjungan tersebut, Djarot didampingi istrinya Happy Farida, tokoh sosial Sumut dari Rotary Club yang juga peduli dengan kesehatan, Kencana Salim (Biebie), anggota DPRD Sumut dari PDIP, Brilian Moktar, dan Ketua Sahabat Djarot Sihar (SDS), Darno Hartono.

Di ruang  2012 lantai 2 RS Siloam, Djarot melihat bahwa kondisi Kesya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Kesya, bocah berusia 2 tahun itu sudah bisa lebih aktif dan bisa tersenyum, dibanding saat ia melihat kondisi Kesya dua minggu lalu. “Beberapa waktu lalu dia diam saja,” kata Djarot sambil mengajaknya berkomunikasi.

Kehadiran Djarot dan istri disambut hangat oleh orangtua Kesya, Weni. Ia berterima kasih karena anaknya langsung ditangani tim medis. Weni mengatakan, sejak lahir anaknya sudah menderita gizi buruk. Ia sempat membawa Kesya ke RSUP H Adam Malik Medan. Namun karena keterbatasan biaya, ia kembali memutuskan untuk membawa Kesya pulang dan dirawat di rumah saja.

Djarot kepada wartawan mengatakan, anak-anak penderita gizi buruk dan stunting di Medan masih cukup banyak. Bukan hanya Kesya saja. Bahkan di Kabupaten Langkat, jumlahnya termasuk tinggi. Untuk itu diperlukan tindakan preventif.

“Tindakan preventif ini sangat penting. Posyandu juga menjadi ujung tombaknya. Pentingnya memberikan gizi kepada anak, selama 1.000 hari pertama sejak masih dalam kandungan hingga anak itu dilahirkan,” ujar calon yang diusung oleh PDIP dan PPP tersebut.

Ia menjelaskan, memberikan anak makanan bergizi juga tidak sulit. Masih banyak makanan bergizi yang murah. Misalnya saja memberikan makanan sayur-sayuran, ikan, tahu, tempe, hingga umbi-umbian. “Kalau buah, pepaya harganya masih murah. Gizinya juga bagus,” ucapnya.

Menurut Djarot, kenapa stunting dan gizi buruk menjadi program dan isu penting yang dibahasnya, mengingat ke depan generasi Sumut dan Indonesia khususnya, haruslah anak-anak yang sehat, pintar, kuat dan berkualitas. Karena ke depan yang menjadi ujung tombak negara ini adalah generasi saat ini.

“Untuk itu saya imbau agar masyarakat terus menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan yang bergizi,” harapnya.

Usai mengunjungi Kesya, Djarot dan istri juga sempat berkunjung ke Gramedia untuk membeli buku bahan bacaannya. Rutinitas ini acap sekali dilakukan Cagub nomor urut dua tersebut.

Harga Gas Bumi PGN di Medan Murah

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Dilo Seno Widagyo.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Harga gas bumi yang dijual oleh Perusahaan Gas Negara (PGN) di Kota Medan ternyata termasuk murah, bila dibandingkan dengan harga gas PGN di kota-kota  lain di Indonesia. Saat ini, harga gas bumi di Medan berkisar USD9,95 per mmbtu.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Dilo Seno Widagyo menyatakan saat ini, harga gas di Medan bukan yang paling mahal. Setidaknya ada dua kota lagi yang harga gasnya lebih tinggi bila dibandingkan dengan Medan.

“Harga gas bumi di Medan sudah 1 digit, meski sempat dua digit pada awal tahun. Harga gas di Medan lebih rendah dibandingkan dengan Makasar dan Semarang yang masih dua digit,” ujarnya saat berkunjung ke Medan, Sabtu (28/5).

Dijelaskannya, harga gas bumi untuk di Indonesia bervariasi, belum satu harga seperti Bahan Bakar Minyak (BBM). Ada beberapa kota yang harganya sudah menggunakan dua digit, ada juga yang masih menggunakan 1 digit.

Makasar misalnya, harga yang dipatok mencapai USD14 per mmbtu. Semarang juga sudah menggunakan dua digit untuk harga gasnya.

“Nah di Medan sebenarnya harga gas untuk industri misalnya sudah harus dua digit, tapi karena kami juga mengambil gas-gas lapangan dari darat, pada akhirnya bisa seperti harga saat ini, yakni US$9,95 per MMBTU,” jelas Dilo.

Untuk dua tahun ke depan, dipastikan harga gas di Medan juga akan mengalami penurunan. Saat ini, PGN sedang membangun pipa transmisi dari Duri-Dumai dan Dumai Medan. Direncanakan, untuk pembangunan pipa Duri-Dumai akan selesai pada akhir tahun 2018 ini, sedangkan untuk Dumai-Medan akan diselesaikan paling lama memakan waktu 2,5 tahun.

“Harga gas di Medan pasti lebih murah, karena tidak berpatok pada pemasok gas dari lokal saja,” lanjutnya.

Tujuan utama pembangunan pipa transmisi dari Duri hingga menuju Medan ini adalah untuk mengintragsikan pipa dari Aceh hingga Pulau Jawa. Sehingga, gas bumi yang dari Conoco Philips bisa disalurkan melalui pipa hingga ke Medan.

“Jadi, Medan tidak hanya bertumpu dari gas di Wampu, Arun, LNG dan lainnya. Tetapi, sudah ada pipa yang langsung menyalurkan, baik untuk pembangkit, industry, komersial, maupun rumah tangga,” jelasnya.

Sales Area Head PGN Medan, Saeful Hadi mengatakan saat ini jumlah pelanggan di Medan mencapai 20 ribuan. Dimana paling banyak adalah pelanggan rumah tangga yang berjumlah 19.697 dengan pemakaian 334660 m3.

“Dan kita akan terus usaha untuk menambah pelanggan, apalagi dengan adanya program Jaringan Gas yang dipastikan akan menambah pelanggan kita,” ujarnya. (ram)

Tol Belawan-Sei Rampah Tunggu Koneksi

Triadi Wibowo/Sumut Pos_ Jalur Tol Medan_Pakam_Rempah_Kualanamu yang baru di bangun, Sabtu (17/3).
Triadi Wibowo/Sumut Pos_
Pada nudik Lebaran tahun ini, pengguna jalan tol dari Belawan suadh bisa langsung ke Sei Rampah tanpa harus keluar gerbang tol.

SUMUTPOS.CO – Ruas jalan tol yang menghubungkan antara Belawan-Medan-Tanjungmorawa (Belmera) dengan Tanjungmorawa-Sei Rampah, sudah rampung dan siap digunakan pada mudik lebaran tahun ini. Jelang pembukaan jalur tol, instansi terkait saat ini sedang membahas kesiapan koneksi pintu tol dan penyesuaian tarif.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah II Sumut, Paul Ames Halomoan mengatakan, sekarang ini kondisi fisik ruas tol sepanjang 10,3 km dari Tanjungmorawa menuju Perbarakan sudah 100 persen rampung. Sehingga untuk penggunaannya sudah siap dilalui kendaraan, khususnya menghadapi arus mudik dan balik Lebaran.

“Kalau kesiapan, jika izinnya hari ini, sudah bisa dibuka. Karena sudah 100 persen jadi. Hanya saja kalau dibuka, bagaimana pemberlakuan tarif tolnya. Karena kan tidak ada pintu,” ujar Paul kepada wartawan, Rabu (30/5).

Dia menjelaskan, saat ini ada dua tol berbeda yang akan terhubung, yakni tol Belmera dan tol Tanjungmorawa-Sei Rampah (ruas baru). Keduanya pun punya tarif yang berbeda karena usia bangunan jalan. “Begitu masuk Amplas misalnya, kita mau keluar ke Kualanamu, hitungan bayarannya berapa? Karena belum nyambung, antara Belmera ke Tanjungmorawa-Sei Rampah,” sebutnya, terkait belum adanya koneksi pintu tol kedua ruas tersebut.

Bahkan lanjut Paul, sempat ada tawaran untuk menggratiskan biaya khusus melewati ruas sepanjang 10,3 km dari Tanjungmorawa-Perbarakan. Namun, dengan kondisi belum terhubungnya antara pintu tol kedua ruas, maka pintu yang berbeda pengelolaan itu tidak akan terbaca satu sama lain.

“Kalau anda masuk dari Amplas, kemudian keluar ke Kualanamu saja yang paling dekat, berapa hitungannya? Kan belum tahu. Terus kalau digratiskan, nanti semua bisa gratis. Secara pengelolaan, tentu perusahaan akan merugi,” sebutnya.

Untuk itu jelas Paul, pihaknya akan memanggil instansi terkait untuk melihat sejauh mana persiapan menghadapi arus mudik lebaran kali ini dengan membuka ruas Tanjungmorawa-Perbarakan. Sehingga secara langsung, dari Belawan hingga Sei Rampah bisa dilalui tanpa harus keluar pintu tol Tanjungmorawa seperti sekarang ini.(bal/ted/prn/btr/gus/ril)

 

 

Selama Mudik, Helvetia-Marelan Gratis

Foto: Teddy Akbari/Sumut POs Jalan tol Medan-Binjai, dengan pintu gerbang Helvetia akan bisa digunakan mulai awal Oktober.
Foto: Teddy Akbari/Sumut POs
Pintu gerbang tol Helvetia.

SUMUTPOS.CO – Pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai yang terdiri dari tiga seksi, masih mengalami kendala pada seksi pertama, di ruas Tanjungmulia. Hingga kini, proses pembebasan lahan itu masih bergulir di pengadilan. Menurut Manager Proyek PT Hutama Karya, Hestu Budi, perkembangan pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai tidak begitu signifikan. “Perkembangan Jalan Tol Medan-Binjai menambah sedikit ruas yang bisa digunakan. Jadi sifatnya fungsional,” ujar Hestu, Rabu (30/5).

Penambahan sedikit ruas dimaksud ada pada Gerbang Marelan. Menurut dia, ruas Helvetia-Marelan itu sifatnya fungisonal. “Artinya dari gerbang Binjai, bisa keluar di Jalan Veteran atau gerbang Marelan yang selanjutnya mengarah ke Belawan dan Medan,” urainya.

Menurut dia, ruas Helvetia-Marelan akan dibuka pada H-7 Lebaran 1439 Hijriah. “Karena belum selesai uji operasi untuk operasionalnya, masih sifatnya fungsional. Dan saat dibuka nanti, ruas Helvetia-Marelan tidak dipungut biaya alias gratis,” jelasnya.

Dia juga mengungkapkan, persoalan pembebasan lahan masih menjadi kendala di ruas seksi 1. Kata Budi, ada 3,6 hektar lahan milik masyarakat dan TNI AL yang terkena pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai ruas Tanjungmulia. “Saat ini progres pengerjaan 90 persen (ruas Helvetia-Marelan),” pungkasnya.(bal/ted/prn/btr/gus/ril)

 

 

Dishub Sumut Garansi Armada Lebaran Mencukupi

Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Wakil Gubernur Sumut Nur Azizah Marpaung di ruangan kerjanya Kantor Pemprov Sumut, Senin (13/3).
Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Wakil Gubernur Sumut Nur Azizah Marpaung meminta Dishub Sumut untuk menggaransi akomodasi angkutan baik darat, laut dan udara siap melayani masyarakat saat Lebaran nanti.

SUMUTPOS.CO – Dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Toba 2018 dalam rangka kesiapan pengamanan Idul Fitri 1439 H/2018 di wilayah Provinsi Sumut di Mapolda Sumut, Rabu (30/5), Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Nurhajizah Marpaung meminta Dinas Bina Marga Sumut berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional terkait kesiapan Jalan Tol Medan-Tebingtinggi, yang rencananya dibuka menjelang Lebaran. “Dinas terkait untuk teruslah berkoordinasi dengan kepala Balai Jalan terkait tarif tol Kualanamu-Tebingtinggi,” katanya seraya mengharapkan agar memantau bukan dari jauh, namun terjun ke lapangan.

Dia juga meminta Dishub Sumut untuk menggaransi akomodasi angkutan baik darat, laut dan udara siap melayani masyarakat saat Lebaran nanti. Begitupun dengan lonjakan arus penumpang pada Lebaran tahun ini, sudah diprediksi sejak awal oleh Dishub.

“Pada prinsipnya kami siap melayani masyarakat atau penumpang saat arus mudik dan balik pada Lebaran tahun ini,” kata Kepala Bidang Perkeretaapian dan Pengembangan Dishub Sumut, Agustinus saat dikonfirmasi Sumut Pos, usai rakor dengan stakeholder terkait di Mapolda Sumut.

Ia menjelaskan, secara umum dari sisi ketersediaan angkutan masih mencukupi dan tidak ada kendala. Berkaca pada realisasi lonjakan penumpang dari 2016 dan 2017, kata Agustinus, untuk angkutan darat cuma naik 2,08 persen, kereta api sekitar 9,02 persen, laut sekitar 11,11 persen, udara 8,8 persen. “Kalau kita rata-ratakan di Sumut  sekitar 6,48 persen kenaikan penumpang yang terjadi tahun lalu,” katanya.

Atas data itu pula pihaknya coba prediksi lonjakan penumpang di 2018. Dimana asumsi untuk angkutan darat sekitar 5 persen, kereta api sekitar 15 persen, laut di sekitaran 10 persen dan udara dikisaran 15 persen. “Nah, berdasarkan perhitungan itu dan kita siap antisipasi baik lonjakan penumpang dan armada,” sebutnya.

Saat ditanya perkembangan soal jalan tol baik Medan, Kualanamu, Tebingtinggi (MKTT) dan Medan-Binjai, Agus menyebut pihak balai jalan tidak bisa menerangkan data secara akurat karena yang hadir bukan pejabat yang kompeten di bidangnya. “Ya, soal itu memang tak terjawab. Karena yang ditanya tidak paham dan kuasai masalahnya,” ujarnya.(bal/ted/prn/btr/gus/ril)

 

 

Arus Mudik di Bandara Masih Normal

Penumpang antri check in di Bandara Kualanamu, Medan.
Penumpang antri check in di Bandara Kualanamu, Medan.

SUMUTPOS.CO – Pergerakan arus penumpang di terminal kedatangan dan keberangkatan domestik dan International Bandara Kualanamu belum terjadi lonjakan, Rabu (30/5). Menurut Junior Manager Airport Duty Rantony yang dikonfirmasi, membenarkan kodisi bandara yang masih lengang.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman tahun lalu, kepadatan arus penumpang mulai terlihat pada H-7 atau 9 Juni 2018. “Saat ini warga  belum berpikir untuk bepergian, mengingat masih Bulan Ramadan dan Lebaran masih lama, maka tidak heran kondisi Bandara demikian,” ujarnya.

Sedangkan mengenai persiapan bandara menghadapi mudik lebaran, menurutnya akan dibuka Posko Lebaran dan penambahan pengamanan. Begitu juga dengan penambahan jumlah penerbangan, hingga kini belum ada usulan masuk dari masing-masing maskapai. ”Mungkin awal Juni 2018, semuainya baru  dimulai,” tegasnya.

Kondisi bandara yang begitu lengang, membuat petugas pengamanan sedikit terlihat rileks di pintu pemeriksaan Sekurity Checkpoint (SCP), begitu juga petugas maskapai yang berada di area counter Check in tiket yang seharinya menghadapai ratusan penumpang untuk check in juga terlihat sedikit santai.(bal/ted/prn/btr/gus/ril)

 

 

 

 

43.846 Tiket KA Ludes Terjual

Triadi Wibowo/Sumut Pos Calon penumpang mengantri untuk membeli tiket di stasiun besar kereta api jalan Stasiun Medan, Selasa (2/8). Mulai tanggal 27 Juli PT KAI melakukan sistem chek-in dan Boarding Pass bagi calon penumpang.
Triadi Wibowo/Sumut Pos
Calon penumpang mengantri untuk membeli tiket di stasiun besar kereta api jalan Stasiun Medan, beberapa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – Lonjakan penumpang juga belum terlihat di Stasiun Besar Kereta Api Medan, Rabu (30/5). Meski begitu, 43.846 tiket kelas ekonomi sudah terjual kepada calon penumpang yang akan mudik menggunakan kereta api.

General Manajer Humas PT KAI Divre I Sumut, Sapto Hartoyo mengatakan, 43.846 tiket kereta api itu terjual untuk kereta api jurusan Medan-Pematangsiantar dan Medan-Tanjungbalai. Dengan jumlah itu, kedua jurusan tersebut tiketnya sudah ludes terjual. “Untuk jurusan Tanjungbalai tiket sudah terjual habis mulai tanggal 14 hingga 20 Juni 2018. Untuk dari Tanjungbalai ke Medan terjual habis tanggal 12 hingga 17 Juni 2018. Dari 43.846 tiket itu, tanggal keberangkatannya,” jelas Sapto saat dikonfirmasi Sumut Pos, Rabu (30/5) siang.

Ia mengatakan, untuk jurusan kereta api dengan jurusan yang sama masih tersedia. Namun, kelas eksekutif dan bisnis masih tersedia. “Untuk perkira kenaikan jumlah pemudik dari tahun 2017 ke 2018 ini, ada sekitar 2 persen. Tahun 2017 jumlah pemudik menggunakan KA 282.330 orang dan ditahun 2018 ini, 286.621 tiket yang disiapkan,” tutur Sapto.

Dia juga mengungkapkan, PT KAI juga menyiapkan posko kesehatan di masing-masing stasiun besar yang dilalui kereta api. Untuk segi pengamanan saat arus mudik dan arus balik, PT KAI Sumut juga menerjunkan pengamanan internal sebanyak 287 petugas dan eksternal dibantu dari TNI/Polri sebanyak 38 personel.(bal/ted/prn/btr/gus/ril)

Mudik Gratis Pelindo

TRIAD WIBOWO/SUMUT POS Sejumlah warga melihat KM Kelud yang bersandar di terminal dermaga Pelabuhan Belawan, Selasa (7/3). PT Pelindo I telah menerapkan pelayanan wajib pandu bagi kapal niaga di Selat Malaka.
TRIAD WIBOWO/SUMUT POS
Sejumlah warga melihat KM Kelud yang bersandar di terminal dermaga Pelabuhan Belawan, beberapa waktu lalu. PT Pelindo I memfasilitasi mudik gratis dengan menggunakan KM Kelud.

SUMUTPOS.CO – Program mudik gratis yang difasilitasi PT Pelindo I memicu peningkatan arus mudik di Pelabuhan Belawan menggunakan armada KM Kelud melalui Terminal Bandar Deli, Pelabuhan Belawan. Kepala Operasional PT Pelni Cabang Medan, Irwansyah mengatakan, untuk mudik lebaran tahun ini akan berbeda dengan tahun sebelumnya karena disemarakkan dengan mudik gratis yang difasilitasi beberapa perusahaan BUMN.

Khusus untuk keberangkatan Batam-Belawan dengan jadwal pulang pergi, KM Kelud sebagai armada laut akan mengalami peningkatan penumpang antara pemudik gratis dengan pemudik umum. “Untuk mudik perdana pada 8 Juni 2018, akan mengalami peningkatan penumpang, tetapi kita sudah siapkan armada KM Kelud dengan sistem pelayanan yang maksimal,” kata Irwansyah.

Untuk mengatasi lonjakan penumpang, pelayanan dan pengamanan di KM Kelud dilakukan peningkatan, sehingga pemudik yang akan turun dari Batam menuju Belawan dapat terlayani. “Dari mudik perdana sejak  tanggal 8, 10, 12 dan 14 Juni 2018 dengan pulang pergi (PP) keberangkatan KM Kelud Batam – Belawan. Kita telah membuka pelayanan tiket secara online, jadi mempermudah masyarakat melakukan transaksi secara online,” jelasnya.

Sementara itu, Humas PT Pelindo I, Fiona Sari Utami mengatakan, pelayanan di Terminal Bandar Deli, terus ditingkannya. Misalnya dengan meningkatkan pelayanan kesehatan, ruang tunggu, toilet serta kantin.

“Untuk pelayanan di terminal seperti tahun sebelumnya terus kita tingkatkan. Ada beberapa fasilitas penunjang lain kita berikan seperti peningkatan kesehatan, buka puasa dan angkutan bagi pemudik,” katanya.

Untuk mudik gratis yang difasilitasi PT Pelindo I, kata Viona, pihaknya telah membuka pelayanan mudik gratis sebanyak 4.750 peserta. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti program mudik gratis, dapat mendaftar di masing-masing Kantor Cabang Pelindo I di kabupaten/kota dari asal keberangkatan.

Untuk pendaftaran gratis dibuka mulai 14 Mei hingga 3 Juni 2018, peserta diminta membawa fotokopi kartu keluarga, KTP atau identitas diri lainnya yang masih berlaku sesuai dengan identitas peserta yang akan berangkat.

Pelindo I telah menyiapkan 45 bus pariwisata dan 12 kapal laut untuk melayani program mudik gratis dengan target peserta sebanyak 4.750 orang atau meningkat dibanding tahun lalu yang hanya sebesar 2.150 orang.

Pelayanan 12 kapal laut yang disiapkan akan melayani rute mudik via laut dengan rute Pelabuhan Tanjung Pinang menuju Karimun, Selat Panjang, Bengkalis, Dumai, Tanjung Samak dengan jadwal keberangkatan 11 Juni 2018.

Untuk rute Pelabuhan Kijang menuju Pulau Tujuh (Anambas, Tarempa, Midai, Natuna) keberangkatan 11 Juni, dan rute Batam menuju Belawan sebanyak 2 kali pelayaran dengan jadwal keberangkatan 9 Juni dan 11 Juni 2018.

Sementara itu, untuk rute mudik menggunakan moda bus terbagi dengan sejumlah keberangkatan dengan jadwal keberangkatan tanggal 11 Juni 2018 untuk rute Perawang – Padang, Perawang – Medan, Pekanbaru – Medan, Pekanbaru – Padang, Kandis – Medan, Dumai – Medan.

Keberangkatan tanggal 10 Juni 2018 untuk rute Medan – Aceh. Keberangkatan 10 Juni 2018 untuk rute Medan – Tapanuli Selatan dan Medan – Tapanuli Tengah. Masing-masing rute menggunakan moda darat akan dilayani oleh 5 bus kecuali rute Dumai – Medan yang dilayani oleh 10 bus.

“Bagi peserta mudik akan diberikan fasilita snack saat keberangkatan, topi dan kaos, serta di-cover dengan asuransi perjalanan. Kami berharap dengan layanan mudik gratis ini, masyarakat dapat menikmati liburan lebaran bersama keluarga,” kata Fiona. (bal/ted/prn/btr/gus/ril)

Pemko Medan Butuh 30 Miliar untuk THR Honorer

Irwan Ritonga
Irwan Ritonga

SUMUTPOS.CO – Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Medan, Irwan Ibrahim Ritonga menyebutkan, pihaknya mengikuti arahan pemerintah pusat dalam persoalan THR honorer. Sesuai arahan dan petunjuk, maka tidak diberikan THR kepada honorer atau yang disebutnya sebagai pegawai harian lepas (PHL).

Ia membeberkan, jumlah honorer di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan mencapai 11.000 orang. Jadi, apabila mereka mendapatkan THR maka harus mengeluarkan anggaran sekitar Rp30 miliar lebih. “Ada 11.000 PHL. Kalau mereka diberikan THR butuh anggaran yang tidak sedikit. Sebab, gaji PHL Rp2,8 juta per bulan. Apabila dikalikan 11.000 orang, berarti butuh sekitar Rp30,8 miliar,” papar Irwan.

Kata dia, anggaran Rp30,8 miliar itu sudah setara dengan anggaran dua organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Pemko Medan. Artinya, jumlah anggaran tersebut terlalu besar. “Aturan yang mengatur THR belum ada. Jadi tidak bisa diberikan. Kalau pun ada aturannya, mungkin tahun depan bisa. Namun, itupun disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, istilah honorer tidak lagi dipakai oleh Pemko Medan dan hanya PHL. “Mereka bekerja dibayar berdasarkan kerja per hari. Beban gaji mereka ditampung di APBD masing-masing OPD,” imbuhnya. (prn/ris/bal/)

 

Disnaker Sumut Buka Posko Pengaduan THR

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menindaklanjuti kebijakan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumut sudah membentuk posko pengaduan tunjangan hari raya (THR). Diharapkan pada tahun ini, seluruh perusahaan di Sumut menaati aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

Pelaksana Tugas Kadisnaker Sumut, Frans Bangun mengatakan, pembentukan posko pengaduan sudah berlangsung sejak pekan lalu. “Kita harapkan tidak ada masalah lagi soal THR karyawan di tahun ini. Perusahaan harus mentaati aturan yang berlaku sesuai Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR,” katanya kepada Sumut Pos, (30/5).

Posko tersebut berada di kantor Disnaker Sumut, Jalan Asrama Medan. Frans menyebut, tahun lalu ada tiga laporan atau pengaduan yang pihaknya terima soal THR ini. “Tapi syukurnya bisa kita selesaikan ketiga laporan itu. Semoga tahun ini tidak banyak masalah,” harap dia.

Mengenai sanksi bagi perusahaan yang tak taat aturan, sebagaimana tertuang dalam pasal 5 ayat (4) Permenaker Nomor 6/2016, kata dia, terdapat tiga macam sanksi. Yakni pertama, perusahaan akan dikenakan denda sebesar 5 persen dari total THR yang wajib dibayarkan pada karyawan/pekerja. Kedua, teguran tertulis dan ketiga adalah pembatasan kegiatan usaha.

“Kiranya apa yang sudah menjadi ketentuan itu dapat dipatuhi para pengusaha. Dan yang terpenting, THR wajib dibayarkan perusahaan paling lambat seminggu sebelum Lebaran sebesar gaji satu bulan. Jangan sampai perusahaan lalai akan tanggung jawab dan kewajibannya,” katanya.

Di samping membuka posko pengaduan THR, Disnaker Sumut sudah membentuk satgas yang siap mengawal pemberian THR kepada karyawan/pekerja. Semua perangkat tersebut menurut Frans merupakan titah dari Permanker Nomor 6/2016. “Sampai hari ini belum ada memang pengaduan soal THR. Untuk posko pengaduan akan efektif sampai 22 Juni,” pungkasnya.

Sementara Kepala Disnaker Kota Medan, Hannalore Simanjuntak mengatakan, pihaknya sudah jauh-jauh hari melakukan imbauan kepada perusahaan yang ada di Medan. Imbauan dilakukan dalam bentuk sosialisasi langsung hingga surat edaran.

“Imbauan sudah kita lakukan, bahwasanya perusahaan supaya membayarkan THR kepada karyawannya sebagaimana mestinya dan sesuai aturan yang berlaku. Bahkan, kita himbau untuk membayarkan dua minggu sebelumnya,” ujar Hannalore kepada Sumut Pos, Rabu (30/5).