Home Blog Page 6318

Akbar Tandjung Buka Orientasi Fungsionaris Golkar Sumut

Teks Foto: Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS PUKUL GONG: Akbar Tandjung memukul gong sekaligus tanda membuka Orientasi Fungsionaris Partai Golkar Sumut 2018, Jumat (25/5) malam di Hotel Le Polonia Medan. Acara berlangsung hingga Minggu (27/5).
Teks Foto:
Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
PUKUL GONG: Akbar Tandjung memukul gong sekaligus tanda membuka Orientasi Fungsionaris Partai Golkar Sumut 2018, Jumat (25/5) malam di Hotel Le Polonia Medan. Acara berlangsung hingga Minggu (27/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Orientasi Fungsionaris Partai Golkar tingkat Provinsi Sumut 2018 resmi digelar, Jumat (25/5) malam di Hotel Le Polonia Medan. Acara yang juga bertujuan pembekalan calon legislatif itu resmi dibuka Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar, Akbar Tandjung.

Saat memaparkan materi, Akbar banyak mengulas sejarah kegolkaran dan partai politik di Indonesia dari waktu ke waktu. “Pembentukan partai politik wahana bagi aspirasi di masyarakat dan penyaluran aspirasi masyarakat,” kata tokoh asal Sibolga Sumut itu.

Ketua Golkar Sumut Ngogesa Sitepu menekankan pentingnya kerja-kerja politik dan kekaryaan di tengah masyarakat. “Kerja-kerja ini demi pemenangan Pemilu dan Pilpres 2019. Dengan Orientasi Fungsionaris diharapkan
kader dapat pertajam penciuman untuk lebih peka menampung aspirasi masyarakat,” katanya.

Ngogesa mengimbau kader untuk meningkatkan soliditas dan koordinasi dengan seluruh elemen.

“Bangun komunikasi dengan semua pihak, termasuk media massa,” tegasnya.

Ketua Panitia Pelaksana Syamsul Qamar mengatakan kegiatan ini diikuti 275 peserta. “Materi orientasi diisi dengan pengkaderan, sosialisasi kebijakan dan materi aktual mengenai konsolidasi kaderisasi dan upaya untuk memenangkan Pilgubsu 2018 dan Pemilu 2019,” katanya.

Orientasi juga disertakan dengan materi persepsi, strategi pemenangan pemilu dan ketentuan penyelenggaraan pemilu yang menghadirkan Bawaslu dan KPU Sumut serta konsolidasi kepartaian dan komunikasi politik dan pemanfaatan media sosial.

*Masyarakat Rugi
Pengamat Politik UIN Sumut Faisal Riza, yang turut menjadi narasumber mengemukakan Golkar sudah punya pemilih loyalis sebesar 30 persen lebih secara nasional. Makanya kalau Golkar lemah, masyarakat ada yang merasa rugi. “Bahkan Presiden Jokowi pun rugi kalau Golkar lemah,” bebernya.

Menurutnya, Partai Golkar telah menegaskan bahwa Pilkada serentak 2018 dijadikan ajang pemanasan untuk menuju kemenangan 2019. “Secara nasional khususnya Sumut, untuk mencapai tujuan itu harus mengedepankan bahwa konsolidasi itu penting dan hindari konflik internal. Kader harus sadar bahwa Golkar Sumut pemenang Pemilu 2014 di Sumut,” katanya.

Untuk pemenangan itu juga, sambung Faisal Riza, Golkar Sumut harus menempatkan kader potensial dan populer untuk calon legislatif di daerah. “Prospek lainnya adalah bahwa Golkar adalah satu-satunya partai yang tidak bergantung pada figur ketua umumnya. Selain Faisal Riza, di sesi II diisi narasumber Ketua dan Wakil Ketua Kordinator Pemenangan Pemilu Sumatera DPP Partai Golkar, Indra Bambang Utoyo dan Ahmad Doli Kurnia Tanjung.

Mereka berdua memaparkan arti bergolkar dan kekaryaan serta target-target pemenangan partai pada Pemilu 2019. Kemudian di sesi III diisi materi komunikasi politik yang dibawakan oleh narasumber yakni Ketua STIKP Medan Dr Sakhyan Asmara. Lalu ada pemateri Wakil Ketua Kordinator Bidang Kepartaian Golkar Sumut Rolel Harahap. Ia lebih memaparkan kerja-kerja kepartaian dan target peraihan kursi pada Pemilu 2019.

“Untuk DPRD provinsi kita menargetkan meraih 21 kursi dari periode sebelumnya 17 kursi. Sementara untuk DPR RI asal Sumut, Partai Golkar mematok target realistis 6 kursi,” sebutnya. (prn)

 

e-KTP Berceceran di Bogor

Foto: Ricardo/JPNN Mendagri, Tjahjo Kumolo, tetap pada keputusannya mengaktifkan Gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama, setelah MA menolak memberikan fatwa.
Foto: Ricardo/JPNN
Mendagri, Tjahjo Kumolo.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sejumlah KTP elektronik (e-KTP) yang sempat menghebohkan warga di simpang Salabenda, Desa Parakansalak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, karena berceceran di jalan Sabtu (26/5), ditegaskan Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh bahwa e-KTP tersebut adalah sudah invalid atau rusak.

“Sekretaris Ditjen Dukcapil Kemendagri I Gede Suratha sudah melakukan pengecekan di lapangan dengan jajaran Polsek Kemang dan Polres Kabupaten Bogor,” ujar Zudan di Jakarta, Minggu (27/5).

Menurut Zudan, e-KTP itu tercecer saat akan dibawa dari Pasar Minggu ke gudang penyimpanan sementara di Gudang Kemendagri di Semplak Bogor.

“Semua KTP elektronik yang jatuh dari mobil pengangkut sudah diamankan dan dikembalikan ke mobil pengangkut, untuk selanjutnya dibawa ke gudang penyimpanan di Semplak, disaksikan petugas kemendagri yang ditugaskan melaksanaksn pemindahan barang dari Pasar Minggu ke Semplak,” ucapnya.

Mantan Penjabat Gubernur Gorontalo ini juga memastikan, informasi yang menyebut ada berkarung-karung e-KTP yang tercecer tidak benar.

“KTP elektronik rusak/invalid yang dibawa ke Semplak sebanyak satu dus dan seperempat karung. Bukan berkarung-karung. Saat ini permasalahan ditangani Polres Bogor,” pungkas Zudan.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mencium ada hal yang tak beres terkait kardus berisi e-KTP yang tercecer di Jalan Raya Salabenda Semplak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/5). Tjahjo menduga tercecernya e-KTP saat dibawa dari kantor Ditjen Dukcapil Pasar Minggu ke gudang penyimpanan sementara di Semplak Bogor bukan kelalaian.

Tjahjo mengaku telah mengutus sekretaris jenderal, inspektur jenderal dan Biro Hukum Kemendagri untum memastikannya. “Segera turun melakukan investigasi,” ujar Tjahjo di Jakarta, Minggu (27/5).

Mantan sekjen DPP PDI Perjuangan ini mengatakan, investigasi perlu dilakukan untuk memastikan ada atau tidak nya unsur sabotase pada peristiwa tersebut. Sebab, jika e-KTP itu memang rusak, seharusnya langsung dihancurkan.

“Kalau e-KTP rusak/invalid, kenapa tidak langsung dihancurkan?  Kenapa harus memindahkannya ke gudang dukcapil di Bogor,” katanya.

Tjahjo juga mempertanyakan alasan pemindahan menggunakan truk terbuka dan bukan kendaraan tertutup. Terlebih, tercecernya e-KTP itu telah memunculkan spekulasi karena dikait-kaitkan dengan persoalan warga negara asing (WNA).

“Jadi, walau hanya ratusan yang tercecer dan tidak ada nama palsu maupun WNA, harusnya tetap waspada,” katanya.(gir/jpnn/ram)

 

Lengkong Berformalin Beredar di Pasar

Foto: BAMBANG/SUMUT POS FORMALIN: Kepala BBPOM Sumut, Yulius S Tarigan dan staf saat menggerebek home industri lengkong mengandung formalin di Langkat.
Foto: BAMBANG/SUMUT POS
FORMALIN: Kepala BBPOM Sumut, Yulius S Tarigan dan staf saat menggerebek home industri lengkong mengandung formalin di Langkat.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO -Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sumatera Utara, menggerebek home industri produksi lengkong yang mengandung formalin di Desa Blangkahan, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sabtu (26/5) siang.

Dari industri rumahan tersebut, petugas BPPOM menemukan 5 ton lengkong mengandung formalin yang siap akan diedarkan ke sejumlah pasar di daerah, khususnya kota Medan. Selain itu, juga diamankan puluhan formalin yang disimpan dalam 3 drum ukuran 25 kg.

Kepala BBPOM Sumut, Yulius S Tarigan mengatakan temuan lengkong berformalin dan puluhan kilo gram formalin ini berawal dari sidak yang dilakukan di sejumlah pasar.

“Dari situ kita lansung menelusuri temuan. Mulai dari agen lengkong, hingga kita mendapati pabrik ini,” kata Yulius S Tarigan.

Dari hasil pemeriksaan awal, lanjut Yulius, pemilik usaha mengaku baru menambahkan formalin ke dalam adonan, untuk menambah daya tahan lengkong tersebut selama bulan Ramadan.

“Menurut pengakuian pemiliknya, dengan menambahkan formalin daya tahan lengkong bisa bertahan sampai 4 hingga 5 hari ke depan. Namun, jika tidak menggunakan formalin hanya bertahan hingga sekitar 2 hari saja,” tuturnya.

“Oleh sebab itu, pengusaha ini mengakui kalau banyaknya permintaan lengkong di bulan suci Ramadan, membuat pihaknya menambahkan formalin untuk ketahanan lengkong sebelum dipasarkan,”tambahnya.

Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Yulius S Tarigan juga mengatakan, mengkonsumsi makanan yang mengandung zat formalin sangatlah berbahaya. Sebab, di dalamnya mengandung zat yang dapat menyebabkan berbagai penyakit deigeneratif

“Jadi saya imbau kepada seluruh masyarakat khusunya pemilik usaha, janganlah berbuat curang dengan mencampurkan formalin. Sebab, zat ini sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh,” jelas Yulius.

Menurutnya, penyakit deigeneratif ini mulanya akan menyerang saraf. Selanjutnya, dapat menyebabkan penyakit kangker (neo paltik) dan juga dapat menyebabkan gagal ginjal. Penyakit-penyakit ini sangat mematikan dan sangat membutuhkan dana yang cukup besar untuk penyembuhan.

“Jadi, mari sama-sama kita jaga agar kita semua terlindungi. Janganlah pengusaha mengorbankan konsumen yang tidak bersalah untuk mendapat keuntungan,” harap dia.

Terpisah, Tumin (45) selaku pemilik pabrik mengakui, baru beberapa hari ini saja mencampur zat formalin ke dalam adonan lengkong. Hal ini dilakukan karena melihat permintaan yang cukup banyak.

”Baru 6 hari selama bulan suci Ramadan ini saja saya campurkan formalin untuk ketahanan lengkong,” aku Tunin, sembari tertunduk.

Dijelaskannya, dirinya sendiri tidak mengetahui kalau zat yang dicampurnya adalah formalin. Karena ada seorang yang mengajari kalau lengkong bisa bertahan lama saat dicampur zat tersebut. Hal itu dilakukan setelah mengikuti saran rekannya dan baru mulai mempraktekkannya.

“Beneran, saya gak tahu kalau zat itu formalin. Dalam satu tong pengolahan, saya hanya mencampurkan zat tersebut tidak sampai setengah gelas,” papar dia.

Dirinya juga mengakui, kalau lengkong hasil dari rumah produksinya biasanya dipasarkan di wilayah Medan, Deliserdang, Langkat dan Binjai.

“Biasanya agen yang mengambil kemari. Dan memang selama bulan suci Ramadhan, ini permintaan meningkat cukup drastis. Dimana dalam sehari kami biasanya memproduksi hingga 5 ton perhari,” tergasnya. (bam/han)

Djarot: Jaga Kedamaian dan Toleransi

Djarot Saiful Hidayat, saat menghadiri Acara Rapat Kerja Cabang Khusus (rakercabsus) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Padangsidimpuan (Psp) dan DPC PDIP Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sabtu (26/5).
Djarot Saiful Hidayat, saat menghadiri Acara Rapat Kerja Cabang Khusus (rakercabsus) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Padangsidimpuan (Psp) dan DPC PDIP Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sabtu (26/5).

PADANG SIDIMPUAN, SUMUTPOS.CO – Waktu pemungutan suara Pemilihan Gubenur-Wakil Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) 2018 kurang dari satu bulan. Kondisi menjelang puncak pesta demokrasi, publik diimbau tetap tenang dan jangan mau diadu domba.

“Kita saudara. Tujuan kita baik. Niat kita adalah untuk menguatkan ukhuwah Islamiyah (persaudaraan dalam Islam). Jangan mau diadu domba hanya untuk kepentingan pribadi,” ujar Calon Gubernur, Djarot Saiful Hidayat, saat memberikan kata sambutan di hadapan ribuan kader dalam Acara Rapat Kerja Cabang Khusus (rakercabsus) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Padangsidimpuan (Psp) dan DPC PDIP Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sabtu (26/5).

Calon Gubernur Sumut nomor urut 2 ini mengajak seluruh kader, pecinta Djoss, dan warga Sumatera Utara (Sumut) secara keseluruhan menciptakan kedamaian dan toleransi antarumat beragama. Karena Indonesia, prototipe Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Mantan Walikota Blitar 2 periode ini kembali menyampaikan bahwa dengan niat baik, maka pemenangan juga harus dilakukan dengan cara baik-baik. Akhir kata, dirinya pun mengucapkan selamat berbuka puasa untuk umat Muslim.

Dalam acara Rakercabsus DPC PDIP Kabupaten Tapsel dan Kota Padangsidimpuan tersebut juga dirangkai dengan menyantuni fakir miskin dan anak yatim bertempat di Gedung Adam Malik Kota Padangsidimpuan.

Hadir Ketua DPD PDIP Sumatera Utara Japorman Saragih, Ketua BP Pemilu Mangapul Purba, Ust Sahrul Siregar, Wakil Wali Kota Padangsidimpuan H Arwin Siregar, Ketua DPC PDIP Kota Padangsidimpuan (Psp) Hj Taty Ariyani Tambunan SH dan Ketua DPC PDIP Kota Tapanuli Selatan Isrok Anshari Siregar dan para pengurus DPC Kabupaten Tapsel dan Kota PSp. (bal/azw)

 

Relawan Eramas Nobar Final Champions

Relawan Satu Hati Eramas menggelar nonton bareng (nobar) Final Piala Champions antara Real Madrid dan Liverpool yang berlangsung di Komplek Asia Mega Mas, Kecamatan Medan Area, Minggu (26/5) pukul 01.30 WIB.
Relawan Satu Hati Eramas menggelar nonton bareng (nobar) Final Piala Champions antara Real Madrid dan Liverpool yang berlangsung di Komplek Asia Mega Mas, Kecamatan Medan Area, Minggu (26/5) pukul 01.30 WIB.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Relawan Satu Hati Eramas menggelar nonton bareng (nobar) Final Piala Champions antara Real Madrid dan Liverpool yang berlangsung di Komplek Asia Mega Mas, Kecamatan Medan Area, Minggu (26/5) pukul 01.30 WIB.

Pelaksanaan nonton bareng dihadiri puluhan penonton dari pendukung pemenangan Eramas, dengan rasa kebersamaan sambil teriak “Eramas.. Eramas..,” suasana meriah.

Berlangsung Final Piala Champions turut juga dihadiri Ketua PAC PP Medan Area, Kamaludin Tanjung, Ketua Partai Nasdem Medan Area, Wendy M Tanjung SH, Ketua Koordinator Satu Hati Surcipto King serta personel Polsek Medan Area yang melakukan pengamanan.

Di sela-sela pertandingan berlangsung, para relawan dan masyarakat yang turut menyaksikan pertandingan Final Piala Champions, panitia pelaksana memberikan jamuan minum dan makanan serta melaksanakan sahur bersama.

Ketua Partai Nasdem Medan Area, Wendy M Tanjung SH mengatakan, acara yang mereka gelar merupakan bentuk kerja sama untuk mejaga silaturahim agar kegiatan yang mereka laksanakan dapat memanangan Ermas pada Pilgubsu yang akan berlangsung.

“Tidak ada lain, acara ini kami lakukan untuk menjaga kekompakan dan solidaritas untuk pemenangan Eramas. Saya ucapkan juga terima kasih kepada pihak yang telah mendukung acara nonton bareng ini,” ungkap Wendy.

Sementara itu Koordinator Satu Hati, Surcipto King menambahkan, untuk pemenangan Eramas, mereka terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak yang mendukung dengan membuat kegiatan positif di tengah masyarakat.

“Kegiatan nonton bareng ini adalah bentuk kegiatan positif untuk menjaga rasa kebersamaan, kita juga melaksanakan kegiatan lain seperti sahur bareng, pemberian buka puasa bersama serta kegiatan yang bermanfaat di masyarakat. Harapannya, apa yang kita perbuat dari Satu Hati hanya ingin memenangkan Eramas,” sebut pria akrab disapa Aking. (fac/azw)

 

Edy Rahmayadi dalam Keadaan Sehat

SBY saat menandatangani dukungan untuk Eramas.
SBY saat menandatangani dukungan untuk Eramas.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO -Juru bicara Partai Demokrat, Imelda Sari, mengkonfirmasi mengenai kondisi kesehatan calon Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, yang diisukan terkena stroke. “Tidak benar,” kata dia kepada wartawan melalui pesan singkat, Minggu, (27/5).

Dia pun mengirimkan informasi mengenai kegiatan Edy kemarin, 26 Mei 2018. Edy menonton pertandingan antara PSMS Medan dan Arema FC di Stadion Teladan, Medan. Dia ditemani sang istri. Ketidakhadiran Edy dalam aktivitas kampanye beberapa hari terakhir, juga dikarenakan dia menjalankan ibadah umrah, bukan terkena stroke seperti kabar yang beredar.

Partai Demokrat resmi mendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Edy-Musa), dalam pemilihan Gubernur Sumatera Utara atau pilgub Sumut 2018. Dukungan Demokrat tersebut langsung diutarakan ketua umumnya, Susilo Bambang Yudhoyono, di rumahnya, Kuningan, Jakarta, Jumat, 11 Mei 2018.

Pada pilgub Sumut 2018, Demokrat bersama dengan PKB gagal mengusung calonnya, Jopinus Ramli Saragih atau JR Saragih dan Ance Selian. JR Saragih gagal maju karena terbelit kasus hukum terkait dengan dugaan pemalsuan ijazah.

SBY yakin pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah, yang didukung PAN, PKS, Partai Gerindra, Partai Hanura, Partai Golkar, dan Partai NasDem, mempunyai kecakapan dan mengerti permasalahan di Sumatera Utara. Adapun pasangan Edy-Musa atau Eramas pada pilkada tahun ini berhadapan dengan Djarot Syaiful Hidayat dan Sihar Sitorus, yang diusung PDIP dan PPP.

“Dengan izin Tuhan, dengan izin Allah, kalau nanti memimpin Sumut (Edy-Musa), Sumut akan semakin maju, bertambah adil dan sejahtera,” ucap SBY. “Itu yang saya sampaikan dan resmi sekali lagi, Partai Demokrat memberikan dukungan penuh (kepada pasangan Edy-Musa).” (bbs/azw)

 

Buka Puasa Bersama Konsulat AS dengan Jurnalis

BERBUKA: Konsul AS Juha P. Salin menunjukkan waldorf salad hasil racikannya bersama chef di acara "Buka Puasa Bersama Konsulat AS dengan Jurnalis" di Warung Ijo Jalan Babura Lama,Medan, Kamis (24/5). Didampingi Staf Ahli Bidang Politik dan Ekonomi Rachma Jaurinata dan Staf Ahli Media Caroline Tanjaya, sebelumnya Juha berbincang dengan jurnalis tentang kebebasan pers dan situasi politik lokal.
BERBUKA: Konsul AS Juha P. Salin menunjukkan waldorf salad hasil racikannya bersama chef di acara “Buka Puasa Bersama Konsulat AS dengan Jurnalis” di Warung Ijo Jalan Babura Lama,Medan, Kamis (24/5). Didampingi Staf Ahli Bidang Politik dan Ekonomi Rachma Jaurinata dan Staf Ahli Media Caroline Tanjaya, sebelumnya Juha berbincang dengan jurnalis tentang kebebasan pers dan situasi politik lokal.

Komunitas Alumni Smansa Medan for DJOSS Buka Bersama di Resto Tiptop

Puluhan anggota Komunitas Alumni Smansa Medan for DJOSS buka bersama dan silaturahmi di Restoran Tip Top di Kesawan Medan, Minggu (27/5).
Puluhan anggota Komunitas Alumni Smansa Medan for DJOSS buka bersama dan silaturahmi di Restoran Tip Top di Kesawan Medan, Minggu (27/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan anggota Komunitas Alumni Smansa Medan for DJOSS buka bersama dan silaturahmi di Restoran Tip Top di Kesawan Medan, Minggu (27/5).

Acara ini berlangsung penuh keakraban antar sesama alumni Smansa Medan yang menginginkan perubahan birokrasi yang bersih di Sumut.
Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan sosialisasi DJOSS kepada masyarakat umum, khususnya yang masih merasa enggan untuk menunjukkan dukungannya kepada pasangan calon Djarot Saeful Hidayat dan Sihar Sitorus dalam Pilkada Sumut 2018.
Pada saat pelaksanaan kegiatan yang diikuti oleh sekitar 30-an anggota Komunitas Alumni Smansa for DJOSS tersebut, cukup banyak masyarakat yang menyapa dan menyatakan dukungannya kepada Djoss, termasuk beberapa orang alumni SMA lain di Medan.
Koordinator Komunitas Alumni Smansa Medan for Djoss, Akhmad Utoyo, berharap masyarakat Sumut dalam Pilkada 2018 ini dapat memilih pemimpin Sumut yang sudah berpengalaman dan teruji di birokrasi, bersih, jujur, dan tidak terindikasi pernah korupsi.
Semua kriteria tersebut diyakininya ada pada pasangan Djarot dan Sihar.
“Pasangan Djarot-Sihar mengusung program yang dinilai baik untuk masyarakat Sumut yakni Kartu Sumut Sehat (KSS), Kartu Sumut Pintar (KSP, Kartu Sumut Keluarga Sejahtera (KSKS),” katanya.
Dengan track record yang sudah teruji dan program-program yang diusung tersebut, lanjut Utoyo, Komunitas Alumni Smansa for Djoss yakin bahwa Sumut dapat mengejar ketertinggalan dalam berbagai bidang, terutama pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami dari Komunitas Alumni Smansa Medan for DJOSS berharap masyarakat Sumut tidak perlu ragu memilih pasangan nomor urut 2 pada hari pencoblosan 27 Juni nanti. Ini semua kami lakukan demi Sumut yang lebih baik,” pungkasnya (rel/val)

Camat Minta Sumbangan Warga untuk THR Honorer

Kantor Camat Kecamatan Medan Kota.
Kantor Camat Kecamatan Medan Kota.

SUMUTPOS.CO – Camat Medan Kota Eddi Mulia Matondang memiliki cara sendiri agar tenaga honorer di kantornya mendapatkan THR. Dia mengeluarkan surat permohonan partisipasi atau bantuan kepada warganya. Surat tersebut dikeluarkan pada 14 Mei 2018 yang ditandatangani langsung Camat Medan Kota Edi Mulia Matondang, lengkap dengan stempel dan nomor IST/836.

Pada surat tersebut disebutkan, sehubungan dengan Hari Raya Idul Fitri 1439 H tahun 2018, maka dengan ini memohon partispasi yang sifatnya tidak terikat, untuk membantu para staf Kecamatan Medan Kota dalam rangka perayaan hari besar agama.

Camat Medan Kota Edi Mulia Matondang yang dikonfirmasi, membenarkan surat tersebut. Menurut Edi, surat permohonan bantuan tersebut tidak diberikan kepada seluruh warga yang terdapat di kecamatan tersebut. Melainkan, hanya sebagian saja dan tidak ada unsur paksaan.

“Benar adanya surat edaran itu, namun kita tidak memaksakan warga untuk menyumbang. Selain itu, bagi warga yang ingin menyumbang tidak ada dipatok tetapi seikhlas mereka,” kata Edi yang dihubungi, Minggu (27/5).

Dikatakan Edi, bantuan yang diperoleh dari warga nantinya dikumpulkan untuk diberikan kepada pegawai honorer di Kecamatan Medan Kota. Sebab, pegawai honor tidak mendapatkan THR. “Kebijakan ini merupakan inisiatif kita untuk membantu pegawai honor karena tak mendapatkan THR. Selain itu, setiap tahunnya tak hanya pegawai honor tetapi anak yatim piatu juga kita berikan,” sebut mantan Camat Medan Helvetia ini.

Edi mengaku, sumbangan yang diminta kepada warga tidak ada melanggar aturan apapun. Sebab, sumbangan tersebut sifatnya sukarela dan tidak ada dipatok berapa minimal harus menyumbang. “Kalau masyarakat tidak mau menyumbang ya tidak apa-apa, karena itu sumbangan sukarela. Tapi, perlu diketahui sebenarnya kasihan pegawai honor setiap tahun tak mendapatkan THR,” terangnya.

Menyikapi langkah yang dilakukan Camat Medan Kota ini, Kepala Ombudsman Sumut Abyadi Siregar sangat menyayangkannya. Menurut Abyadi, ini sangat aneh dan lucu. “Memang dari surat edaran yang mereka sampaikan tidak ada yang salah atau melanggar aturan. Akan tetapi, sangat lucu masa pegawai negara minta THR kepada rakyat,” sebutnya.

Guru Honorer Berharap THR

Foto: dok Massa honorer K2 unjuk rasa menuntut diangkat menjadi CPNS-Ilustrasi
Foto: dok
Massa guru honorer melakukan unjuk rasa -Ilustrasi

SUMUTPOS.CO – Kesedihan masih menyelimuti guru-guru honorer di Tanah Air, khususnya Sumatera Utara. Pasalnya, mereka tidak bisa menikmati kegembiraan seperti yang dirasakan PNS, TNI/Polri, pensiunan, pegawai non-PNS dan tenaga honorer di pusat. Pemerintah Pusat hanya mengalokasikan tunjangan hari raya (THR) untuk pegawai non PNS dan honorer pusat, sedangkan daerah tidak.

Ketua Forum Honorer Kategori Dua Indonesia (FHK2I) Sumut, Andi Subakti mengungkapkan, setiap tahun jelang momen Lebaran, guru honorer tidak pernah merasakan THR, apalagi gaji ke-13 dari pemerintah, baik pusat maupun pemerintah daerah. “Pastilah, dari mana mereka dapat? Paling tidak, belas kasihan guru dan kepala sekolah saja yang ada,” ujar Andi kepada Sumut Pos, Minggu (27/5).

Ia menyebutkan, guru honorer K2 di Sumut saat ini berjumlah ribuan orang. Baik yang mengajar di tingkat SMA yang kini dikelola Pemprovsu, maupun SMP dan SD di kabupaten dan kota. “Walau namanya bukan THR –karena terbentur dengan aturan–, namun sangat wajar sekali bila tenaga (guru) honorer diberikan sedikit kebahagiaan menghadapi hari raya tahun ini,” katanya.

Hal itu ia nilai sangat wajar sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah atas kinerja yang telah ditunjukan tenaga honorer selama bertahun-tahun. “Dengan dasar kemanusiaan dan memiliki beban tugas yang sama dengan ASN di pemerintahan, wajar ada sebuah kebijakan bagi honorer untuk menerima apresiasi dari pemerintah terutama bagi pemerintah daerah atas apa yang telah diberikan dalam pekerjaannya,sebagai membantu dalam pelayanan terhadap masyarakat,” katanya.