Home Blog Page 6319

Gibran, Kaesang, & Bobby Buka Kedai Rakyat di Medan

Foto: Triadi Wibowo/Sumut Pos Gibran Rakabuming Raka dan adiknya Kaesang Pangarep saat berkunjung ke Graha Pena Medan, kantor Redaksi Sumut Pos, Sabtu (26/5).
Foto: Triadi Wibowo/Sumut Pos
Gibran Rakabuming Raka dan adiknya Kaesang Pangarep saat berkunjung ke Graha Pena Medan, kantor Redaksi Sumut Pos, Sabtu (26/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sukses membuka outlet di beberapa daerah di tanah air, putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengembangkan bisnis kulinernya ke Medan, Sumatera Utara. Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep berkolaborasi dengan ipar mereka, Bobby Nasution, membuka Kedai Rakyat di Medan, dengan konsep three in one.

Sebelum launching ‘Kedai Rakyat’ di Jalan Iskandar Muda, No 47A Medan, , Sabtu (26/5) sore, kedua putra orang nomor satu di Indonesia itu berkunjung ke gedung Graha Pena, kantor redaksi Sumut Pos, di Jalan SM Raja, Medan, Sabtu siang.

Tidak ada pengawalan istimewa seperti kedatangan anak-anak presiden umumnya. Tiba sekira pukul 14.10 WIB, Gibran dan Kaesang hanya dikawal tiga pria berambut cepak dan berbadan tegap. Rombongan telah disambut General Manager, Goldian Purba dan Pemimpin Redaksi Sumut Pos, Dame Ambarita, serta awak redaksi lainnya.

Gibran yang mengenakan kemeja bercorak baju tentara sementara Kaesang dibalut kaus dipadu kemeja luar, tanpa rombongan heboh mengenalkan dirinya saat bersalaman.

“Gibran,” ucap anak sulung Jokowi ini kepada kru Sumut Pos.

“Kaesang,” ucap adiknya.

Gibran, Kaesang, dan Managing Direktor Kedai Rakyat, Ansari Khaidir, kemudian diarahkan ke ruang rapat. Sedangkan 3 pengawalnya menunggu di ruang lainnya. Tanpa makanan dan minuman, karena kunjungan saat bulan puasa, perkenalan dan pembicaraan mengalir sederhana tanpa basi-basi.

“Iya… saya, Kaesang, dan Bobby sore ini akan membuka kedai, namanya Kedai Rakyat di Medan. Ini konsep yang berbeda dari sebelumnya. Kami bertiga, dengan brand masing-masing, berkumpul di satu tempat. Saya martabak Markobar, Kaesang Sang Pisang, dak Bobby (Bobby Nasution, suami Kahiyang Ayu adik Gibran, Red) Kopi Jolo,” kata Gibran memulai.

Gibran menjelaskan, Kedai Rakyat di Kota Medan ini merupakan outlet kolaborasi mereka bertiga, yang pertama di Indonesia. “Kalau di Medan, Markobar sudah tiga outlet. Tapi kalau kolaborasi bertiga, ini yang pertama,” ujarnya.

Gibran dan Kaesang mengakui , bisnis kuliner di Medan termasuk ketat. Banyak brand-brand kuliner yang telah ada memiliki nama. Namun pihaknya tetap optimis Kedai Rakyat dapat bersaing. “Tantangannya banyak banget, tapi kita sudah mempelajari karakter orang Medan. Orang Medan itu suka kuliner, punya daya beli, dan cukup konsumtif. Jadi kita optimis dapat bersaing,” kata Kaesang.

Warga Kota Medan, menurutnya, juga pecinta kopi. “Makanya kita gabung dengan brand kopinya Bobby. Sudah kita test, menu Markobar dan Sang Pisang cocok dipadukan dengan kopi,” kata Kaesang.

Khusus untuk Kedai Rakyat di medan, mereka menyediakan paket 3 in 1 dengan harga Rp50 ribu per dua orang. Paket itu sudah termasuk Markobar, Sang Pisang, dan kopi untuk dua orang.

Mengapa memilih kedai di Iskandar Muda?

“Ya saya lihat tempatnya cocok, dekat dengan durian Sibolang,” jelas Kaesang.

Ditanya berapa target outlet mereka di seluruh Indonesia, keduanya menjawab berbeda.

“Kalau saya sih targetnya 200 outlet,” sambung Kaesang.

“Kalau saya 35 outlet saja,” timpal Gibran.

Usai 50 menit berbincang-bincang santai, selanjutnya Gibran dan Kaesang foto bersama dengan kru Sumut Pos, dan mengundang Sumut Pos hadir pada grand opening Spektakuliner 3 in 1 Kedai Rakyat di Jalan Iskandar Muda, Medan.

Bawaslu Dilapor ke Poldasu

Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasahan.
Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasahan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polemik surat edaran yang diterbitkan Bawaslu Sumut seputar tata cara kampanye di bulan Ramadan terus berlanjut. Setelah diadukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), tiga Komisioner Bawaslu Sumut kini dilaporkan ke Polda Sumut.

Adalah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sumut yang melaporkan Bawaslu Sumut ke Poldasu pada Jumat (25/5) lalu, dengan nomor laporan LP/688/V/2018/SPK”I”. Bawaslu dilaporkan karena diduga telah menista agama dan mengusik ketentraman ibadah Umat Islam di Sumut. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa korban adalah Umat Islam.

Ketua BKPRMI Sumut Zulchairi Pahlawan mengatakan, Bawaslu Sumut telah mengeluarkan surat edaran yang isinya membatasi ruang umat untuk melakukan ibadah dan kebaikan selama Ramadan, dan hal itu sangat merugikan Umat Islam. Dia juga menilai, Bawaslu Sumut telah menistakan Islam dan menzalimi umat yang sedang menjalankan ibadah di Bulan Ramadan. “Kenapa surat edaran ini hanya untuk Agama Islam? Apa karena di Pilgubsu ini hanya ada satu calon yang pasangannya muslim- muslim. Atau ini ada upaya membantu memenangkan pasangan lain yang notabenenya muslim-nonmuslim?” katanya saat dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (27/5).

Kata-kata seperti infaq, sedekah, dan zakat di Bulan Ramadan, sebut dia, itukan khasnya ajaran Islam. Jadi Bawaslu jangan lagi berkilah kalau ini aturan untuk semua agama. “Kalau untuk semua agama, kenapa istilah lainnya itu tidak ada, dan yang ada hanya zakat. Kalau bukan untuk menistakan Agama Islam, jadi untuk apalagi surat itu dikeluarkan Bawaslu,” katanya.

Djoss Mampu Basmi Aksi Premanisme di Birokrasi

Sekelompok elemen masyarakat saat mendeklarasikan Gerakan Anti Premanisme (GERAM), di Kafe White Haus, Jalan Wahid Hasyim, Medan, Jumat (25/5/2018).
Sekelompok elemen masyarakat saat mendeklarasikan Gerakan Anti Premanisme (GERAM), di Kafe White Haus, Jalan Wahid Hasyim, Medan, Jumat (25/5/2018).

SUMUTPOS.CO – Sekelompok elemen masyarakat terdiri dari pelajar, mahasiswa, pengusaha, hingga penarik becak, mendeklarasikan Gerakan Anti Premanisme (GERAM) di Kafe White Haus, Jalan Wahid Hasyim Medan, Jumat (25/5). Kelompok masyarakat ini solid menentang aksi premanisme yang sangat merugikan, baik dari segi keamanan dan sektor usaha yang terjadi secara masif dan sistematis.

Koordinator GERAM, Khairul Hadi mengatakan, pungli oleh para pelaku premanisme sudah sangat meresahkan.”Di lapangan kita sudah sangat diresahkan dengan berbagai pungli yang seolah tak bisa lagi dibendung. Mulai dari parkir liar, ketika akan membangun usaha, saat berdagang. Bahkan penarik becak pun mereka palak,” kata khairul, kemarin.

Dia menduga, upaya premanisme tersebut dilakukan secara masif dan sistematis melibatkan sejumlah kelompok mengatasnamakan organisasi kepemudaan atau ormas.

“Keberadaan kelompok ini sudah semakin menjamur di sudut-sudut kota, di areal bisnis, hingga dunia pendidikan. Ini sudah menjadi teror bagi kita ntuk membangun Sumut. Kita harus bersatu dan bergerak mengkampanyekan ini,” tegasnya

Dalam perhelatan Pilkada Sumut, dianggap sebagai momentum tepat bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang betul-betul tegas memberantas kelompok-kelompok preman atau premanisme. Wadah yang digagas oleh aktivis muda Muhammadiyah inipun mempercayakannya kepada Cagub dan Cawagubsu, Djarot Syaiful Hidayat dan Sihar Sitorus (Djoss).

“Djoss serius melakukan perubahan dan pembenahan dari program yang diusung. Aksi premanisme tidak hanya terjadi di lapisan masyarakat, namun sudah merasuk ke birokrasi kita. Ini bukan rahasia umum lagi bagi masyarakat. Ini harus dibasmi. Kami percayakan kepada Pak Djarot dan Bang Sihar. Kami mendukungnya,” ungkap Hadi.

Menurut Hadi, kelebihan dari pasangan Djoss ini adalah tidak mudah diintervensi kelompok manapun, termasuk kelompok preman yang berkedok organisasi kepemudaan.

“Bukan rahasia umum lagi, seperti kita ketahui, calon lain telah berkolaborasi dengan kelompok yang dimaksud,” pungkas Hadi. (rel/dvs)

 

Ijeck Diundang Buka Puasa Bersama di Kede Wak Jenggot

Cawagubsu Musa Rajekshah bersama pegiat sosial tergabung dalam Aliansi Satu Cinta usai berbuak puasa bersama di Kede Wak Jenggot, Kamis (24/5).

SUMUTPOS.CO – Jauh sebelum ikut pencalonan dan kontestasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut (Pilgubsu), Musa Rajekshah atau populer disapa Ijeck, sudah aktif berkecimpung di bidang sosial kemasyarakatan. Beberapa program dari lembaga yang ia geluti, begitu terasa dan menyentuh langsung ke masyarakat.

Sebut saja seperti program bersih-bersih masjid melalui Yayasan Haji Anif. Kemudian aksi donor dan distribusi darah melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, dimana Ijeck bernaung dan dipercaya menjadi ketua pada lembaga tersebut.

Atas dasar inilah, pegiat sosial yang tergabung dalam Aliansi Satu Cinta di Sumut mengundang Ijeck berbuka puasa bersama di Kede Wak Jenggot, Jalan Perjuangan Medan, Kamis (24/5). “Bang Ijeck ini sudah lama saya kenal. Bukan karena sekarang dia lagi mencalonkan Wakil Gubernur Sumut makanya diundang pada acara ini. Salah satu program nyata beliau yaitu bersih-bersih masjid yang konsisten sampai sekarang, menjadi ketertarikan sosial bagi kami mengundangnya untuk berdiskusi,” kata Ridho selaku Inisiator Aliansi Satu Cinta. “Program bersih-bersih masjid itu sangat luar biasa dan konsisten dilakukan sampai sekarang. Kita salut dengan program itu,” imbuhnya.

Antara rekam jejak Ijeck dengan komunitas mereka, kata Ridho, punya visi dan gerakan yang sama. Yakni sama-sama bertujuan membantu sesama yang sedang membutuhkan. Bahkan dengan landasan kemanusiaan, bantuan itu diberikan tanpa melihat suku, agama, ras dan antargolongan.

PGN Medan Pastikan Gas Stabil Selama Ramadan

Sales Area Head PGN Medan, Saeful Hadi.
Sales Area Head PGN Medan, Saeful Hadi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara Medan memastikan tekanan gas tetap stabil selama bulan suci Ramadan dan Lebaran. Hal ini untuk membuat konsumen PGN Medan lebih tenang dan nyaman saat beribadah pada bulan penuh bekah ini.

Sales Area Head PGN Medan, Saeful Hadi mengatakan bahwa menghadapi hari-hari besar keagaaman, PGN lebih serius untuk menstabilkan tekanan gas. Walau pada umumnya pada hari-hari besar tersebut, penggunaan gas turun hingga 20 persen bila dibandingkan pada hari biasanya.

“Karena pada hari besar keagamaan itu, industri libur, ada yang libur 3 hari, seminggu dan lainnya. Nah, kalau untuk Ramadan, penggunaan gas juga berkurang tekanannya, karena biasanya memasak itu hanya 2 kali sehari, tidak seperti hari biasanya. Tapi, hal berbeda pada pelanggan komersil kita,” ujarnya saat acara berbuka bersama PGN Grup Medan dan insan pers.

Dijelaskannya, dalam pemasarannya, PGN memiliki 3 jenis pelanggan, yaitu pelanggan rumah tangga, pelanggan komersil dan pelanggan industri. Untuk penggunaan pelanggan komersil di bulan Ramadan mengalami kenaikan sebesar 20 persen untuk penggunaan gas.

Pelanggan industri mengalami kenaikan untuk penggunaan gas, karena lebih banyak memproduksi untuk sambut lebaran. Seperti hotel dan UMKM yang pada umumnya menjadi pelanggan komersil PLG Medan.

“Untuk penguna gas ditingkat pelanggan rumah tangga normal. Tapi, penggunaannya berbedah, biasanya digunakan pagi dan siang. Saat bulan ramadan sore menjelang berbuka puasa dan sahur, mereka relative normal. Sedangkan untuk hotel dan UMKM pada umumnya naik karena ada yang menyiapkan untuk lebaran, ada juga yang untuk acara selama bulan Ramadan, seperti acara buka puasa bersama dan lainnya,” jelas Saeful.

Saeful mengatakan total penggunaan gas pelanggan rumah tangga sangat kecil, hanya 10 persen, dibandingkan dengan pelanggan komersil dan pelanggan industri sebagai konsumen dari PGN.

“Biasanya, seminggu lagi mau Lebaran. Pihak industri menyampaikan melalui surat libur massal. Jadinya, penggunaan gas dikurangi. Karena, untuk konsumen industri kita, tahun sebelumnya banyak yang libur massal,” tandasnya.(ram/gus)

Jadi Induk Holding Pertambangan, Inalum Raup Laba Rp1,5 Triliun

Foto: Triadi Wibowo/Sumut Pos_ Direksi PT Inalum (Persero) bersama Insan Media saat buka puasa bersama di Hotel JW. Mariot Medan, Jumat (25/5).
Foto: Triadi Wibowo/Sumut Pos_
Direksi PT Inalum (Persero) bersama Insan Media saat buka puasa bersama di Hotel JW. Mariot Medan, Jumat (25/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Inalum (Persero) semakin menunjukkan tajinya sejak ditetapkan menjadi induk Holding Industri Pertambangan. Terbukti sepanjang tahun 2017, Inalum berhasil meraup laba bersih Rp 1,5 triliun, meningkat 60 persen di atas target RKAP 2017 sekitar 0,9 triliun. Hal itu membuat PT Inalum terus menunjukkan kontribusinya untuk negeri.

Catatan menggembirakan itu disampaikan Direktur Pelaksana PT Inalum Oggy Achmad Kosasih di acara Berbuka Puasa Bersama dengan jajaran insan pers dan penerangan serta para Pemimpin Redaksi media massa di Hotel JW Marriot, Jumat (25/5).

Seperti diketahui Holding pertambangam beranggotakan PT Antam, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk dan PT Freeport Indonesia.  Menurut Oggy dari sisi produksi selama 2017, PT Inalum mampu memproduksi aluminium batangan (ingot) sebanyak 215.192 ton dan produk diversifikasi berupa billet dan alloy 3.625 ton. Sedangkan produksi Januari-April 2018 sudah mencapai 73.315 ton ingot atau 41,3 persen dari target RKAP 2018 sebanyak 177.620 ton dan produk diversifikasi billet & alloy 5.372 ton atau 9,3 persen dari target RKAP 2018.

“Pembentukan Holding Industri Pertambangan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan pendanaan, pengelolaan sumber daya alam mineral dan batubara, peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi dan meningkatkan kandungan lokal, serta efisiensi biaya dari sinergi yang dilakukan. Inalum sebagai induk Holding memiliki tugas strategic untuk mengambil alih divestasi saham PT Freeport Indonesia, mendorong hilirisasi tambang dan hingga akhirnya memiliki size sebagai salah satu perusahaan yang tercatat dalam 500 Fortune Global Company,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Oggy Achmad Kosasih, sebagai wujud komitmen kepedulian sosial, Inalum terus melakukan berbagai proyek pengembangan yang terus dilaksanakan dan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) sertaa Corporate Social Responsibility (CSR) yang telah disalurkan INALUM. Seluruh proyek pengembangan menunjukkan progres yang positif dan dana PKBL & CSR yang telah disalurkan pada tahun 2017 sebesar Rp 30,4 Miliar.

“Khusus dalam melanjutkan pembantuan mengatasi defisit energi listrik di wilayah Sumatera Utara, PT Inalum terus mengalokasikan produksi listrik 90 Mega Watt melalui PT PLN Sumatera Utara,” ujarnya.

Selain itu PT Inalum juga berpartisipasi terhadap bencana alam erupsi Gunung Sinabung, banjir bandang dan longsor di Aceh Tenggara, banjir bandang di Solok Sumatera Barat, bantuan kebakaran dan puting beliung di Kabupaten Batubara, perbaikan 55 unit rumah ibadah termasuk renovasi Masjid Agung Medan serta renovasi gereja di sekitar lokasi perusahaan.

Inalum juga berusaha mewujudkan  visi INALUM 2025 guna mencapai target produksi 1 juta ton aluminium. Untuk itu mereka berencana untuk melakukan ekspansi pengembangan klaster aluminium di provinsi Kalimantan Utara tepatnya di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning. Nota Kesepahaman perihal persiapan Proyek Pengembangan Klaster Aluminium sudah ditandatangani bersama.

Acara Berbuka Puasa Bersama PT Inalum juga diisi ceramah agama disampaikan Al-Ustadz Drs. H. Samin Pane MA. Dalam tasiyanya, Al Ustad Samin mengajak seluruh jajaran direksi PT Inalum, untuk senantiasa terus peduli dan tetap berbagi dengan sesama. Usai Sholat Maghrib berjamaah, makan malam sekaligus digelar ramah tamah.

Hadir saat itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Utara H Hermansjah SE beserta sejumlah pengurus, Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumut H Farianda Putra Sinik, Pimpinan Media cetak dan online, Ketua Umum Gerakan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Batubara (Gemkara) Drs. Khairul Muslim, Kepala Kantor LKBN Antara Biro Medan Drs. Simon Pramono, Kepala Dinas Kominfo Sumut diwakili Kepala Bidang Drs.Abdul Aziz Batubara, MAP, jajaran Direksi PT Inalum, General Manager, Deputy General Manager dan Staf PT Inalum (Persero). (don/ram)

2019, Karyawan Perempuan Tambang Emas Martabe Capai 25 Persen

Vice President PT Agincourt Resources, Linda Siahaan, sedang memberikan kata sambutan.
Vice President PT Agincourt Resources, Linda Siahaan, sedang memberikan kata sambutan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di tahun keenam operasionalnya semenjak penuangan emas pertama pada 24 Juli 2012 lalu, PT Agincourt Resources yang mengelola Tambang Emas Martabe terus berkampanye tentang gender diversity.

“Kami memberikan kesempatan kepada kaum perempuan untuk bisa mendapatkan kesempatan yang sama dalam menekuni karir di perusahaan tambang Martabe. Hal ini terlihat dengan semakin meningkatnya jumlah karyawan di Tambang Emas Martabe dan ditargetkan mencapai 25 persen pada 2019 nanti, termasuk 40 persen peran Superintendent dan Manajer,” kata Vice President Tambang Emas Martabe, Linda Siahaan, dalam acara buka bersama insan pers di Medan, Kamis (27/5).

Dunia tambang yang kerap diidentikkan dengan dunia laki-laki, perlahan berubah dengan kampanye gender diversity ini. Hingga saat ini persentase pekerja perempuan di PT Agincourt Resources telah mencapai 18% dari total 761 karyawan. Secara keseluruhan perusahaan termasuk para kontraktornya, angka tersebut telah mencapai 16% dari 2.376 karyawan.

“PT Agincourt Resources memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan partisipasi perempuan di semua tingkatan dalam angkatan kerja. Kami akan meningkatkan jumlah perempuan dalam perusahaan melalui inisiatif perekrutan dan pengembangan. perempuan. Kami terus berupaya mengokohkan budaya kerja dan lingkungan yang mempromosikan martabat dan rasa hormat, dan tempat kerja bebas dari diskriminasi, penuh keterbukaan dan kepercayaan diri bagi semua karyawan,” katanya.

Manajer Senior Komunikasi Korporat, Katarina Siburian Hardono, sedang memberikan kata sambutan.

Untuk mencapai target angka maupun budaya keragaman gender tersebut, berbagai upaya nyata telah dilakukan. Katarina Siburian Hardono, Manajer Senior Komunikasi Korporat, sebagai salah seorang anggota tim inti pengarah implementasi keberagaman gender menyatakan, upaya sangat serius dilakukan untuk mengintegrasikan kebijakan keberagaman gender dalam berbagai kebijakan operasional lainnya.

“Termasuk dalam perekrutan, pelatihan, pengupahan, serta pencegahan pelecehan di tempat kerja,” sebutnya.

Menyediakan perlengkapan yang tepat bagi karyawan agar bisa bekerja efektif menjadi perhatian khusus perusahaan. Termasuk melakukan peningkatan infrastruktur dan fasilitas, seperti ruang laktasi untuk ibu pekerja, toilet terpisah dan lain sebagainya diupayakan guna menyingkirkan semua halangan yang menghadang kaum perempuan mengejar karir di Tambang Emas Martabe.

Perkembangan lainnya, Tambang Emas Martabe telah menandatangani renegosiasi amandemen Kontrak Karya sebagai bentuk kepatuhan kepada pemerintah Indonesia.

Dan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat lingkar tambang, Tambang Emas Martabe juga terus menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan yang komprehensif dengan berbagai inisiatif mencakup sektor kesehatan, pendidikan, infrastruktur, pengembangan bisnis lokal dan intensifikasi pertanian.

“Dan Tambang Emas Martabe juga akan kembali menggelar program operasi katarak gratis bagi masyarakat Sumatera Utara pada tahun ini,” tambah Linda.

Di akhir sambutan, Linda dan Katarina atas nama seluruh jajaran staf dan Manajemen Tambang Emas Martabe mengucapkan selamat menjalani ibadah puasa. Mohon maaf lahir batin. (Mea)

Gibran & Kaesang Sediakan Paket Rp50 Ribu Berdua

Foto: Triadi/Sumut Pos Gibran dan Kaesang foto di Kantor Harian Sumut Pos, Sabtu (26/5/2018).
Foto: Triadi/Sumut Pos
Gibran dan Kaesang foto di Kantor Harian Sumut Pos, Sabtu (26/5/2018).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sukses membuka outlet di beberapa daerah di tanah air, putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengembangkan bisnis kulinernya ke Medan, Sumatera Utara. Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep berkolaborasi dengan ipar mereka, Bobby Nasution, membuka Kedai Rakyat di Medan, dengan konsep three in one.

Sebelum launching ‘Kedai Rakyat’ di Jalan Iskandar Muda, No 47A Medan, , Sabtu (26/5) sore, kedua putra orang nomor satu di Indonesia itu berkunjung ke gedung Graha Pena, kantor redaksi Sumut Pos, di Jalan SM Raja, Medan, Sabtu siang.

Tidak ada pengawalan istimewa seperti kedatangan anak-anak presiden umumnya. Tiba sekira pukul 14.10 WIB, Gibran dan Kaesang hanya dikawal tiga pria berambut cepak dan berbadan tegap. Rombongan telah disambut General Manager, Goldian Purba dan Pemimpin Redaksi Sumut Pos, Dame Ambarita, serta awak redaksi lainnya.

Gibran menjelaskan, Kedai Rakyat di Kota Medan ini merupakan outlet kolaborasi mereka bertiga, yang pertama di Indonesia. “Kalau di Medan, Markobar sudah tiga outlet. Tapi kalau kolaborasi bertiga, ini yang pertama,” ujarnya.

Gibran dan Kaesang mengakui , bisnis kuliner di Medan termasuk ketat. Banyak brand-brand kuliner yang telah ada memiliki nama. Namun pihaknya tetap optimis Kedai Rakyat dapat bersaing. “Tantangannya banyak banget, tapi kita sudah mempelajari karakter orang Medan. Orang Medan itu suka kuliner, punya daya beli, dan cukup konsumtif. Jadi kita optimis dapat bersaing,” kata Kaesang.

Warga Kota Medan, menurutnya, juga pecinta kopi. “Makanya kita gabung dengan brand kopinya Bobby. Sudah kita test, menu Markobar dan Sang Pisang cocok dipadukan dengan kopi,” kata Kaesang.

Khusus untuk Kedai Rakyat di medan, mereka menyediakan paket 3 in 1 dengan harga Rp50 ribu per dua orang. Paket itu sudah termasuk Markobar, Sang Pisang, dan kopi untuk dua orang.  (mag-1)

Gubernur Aceh Berencana Terapkan Retribusi Bagi Perokok

Foto: Sumut Pos Capture status Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.
Foto: Sumut Pos
Capture status Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

ACEH, SUMUTPOS.CO – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, berencana untuk menerapkan retribusi bagi para perokok di provinsi berjuluk Serambi Mekkah.

“Aceh sedang berpikir menerapkan retribusi perokok.Akan saya bikin retribusi perokok,” tulis Irwandi di laman Facebook pribadinya, Rabu (24/5) malam.

Irwandi menyebutkan, dana yang terkumpul dari retribusi perokok akan dialokasikan untuk dana Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).

“Perokok tidak saja menyebabkan dirinya cepat atau lambat akan terganggu kesehatannya, orang sekitarnya pun akan mengalami hal yang sama. BAGAIMANA menurut Anda, cucok?,” tanya Irwandi.

Lanjut Irwandi, ide tersebut tidak boleh terlalu lama ditayang di laman facebooknya dan harus segera direalisasikan. Sebab, jika tidak direalisasikan, ide ini akan disambar oleh provinsi lain. (zal)

Sedang Dibangun, Proyek Venue PORA Ambruk

Foto: Masrizal/Sumut Pos Proyek rehap venue PORA Aceh Besar, ambruk saat sedang dikerjakan.
Foto: Masrizal/Sumut Pos
Proyek rehap venue PORA Aceh Besar, ambruk saat sedang dikerjakan.

JANTHO, SUMUTPOS.CO – Tribun lapangan basket yang dibangun untuk pelaksanaan Pekan Olah Raga Aceh (PORA), ambruk beberapa hari lalu.

Pantauan wartawan, proyek rehap lapangan basket yang berlokasi di komplek Al Fauzul Kabir, Kota Jantho, terlihat bangunan yang ambruk tersebut baru saja selesai proses pengecoran.

Selain ambruk, di beberapa bagian bangunan proyek yang bersumber dari dana APBK 2018, juga terlihat retak.

Berdasarkan pengumuman di laman LPSE Aceh Besar, proyek tersebut berada di bawah tanggung jawab Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Aceh Besar.

Proyek dengan pagu anggaran Rp 791.250.000 tersebut, dikerjakan oleh perusahaan Global Mount Mandiri.

Sementara itu, PPTK proyek tersebut Fachrulrazi saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, proyek ambruk tersebut akan dikerjakan kembali oleh pihak rekanan. “Yang rusak akan diperbaiki kembali oleh pihak rekanan,” ujar Fachrulrazi. (zal)