Home Blog Page 6320

Banda Aceh Peringkat Pertama Hasil UN SMP

Foto: Ist/Sumut Pos Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, menyerahkan hasil UN SMP kepada kepala dinas pendidikan Kabupaten/Kota.
Foto: Ist/Sumut Pos
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, menyerahkan hasil UN SMP kepada kepala dinas pendidikan Kabupaten/Kota.

ACEH, SUMUTPOS.CO – Dinas Pendidikan Aceh, secara resmi telah menyerahkan hasil Ujian Nasional (UN) jenjang SMP, Paket B dan Paket C tahun 2018 kepada masing-masing Kabupaten/Kota di seluruh Aceh.

Prosesi penyerahan hasil UN tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, Rabu (23/05), di Banda Aceh.

Hasil UN ini diserahkan setelah Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah menyerahkan hasil UN jenjang SMP/sederajat kepada pemerintah provinsi, Selasa (22/05/2018), dalam acara rapat koordinasi (rakor) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), di Jakarta.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, mengatakan, setelah hasil UN tersebut diserahkan kepada Kabupaten/Kota hingga akhirnya diterima semua sekolah di seluruh Aceh.

Ia menyebutkan, pengumuman kelulusan hasil Ujian Nasional di satuan pendidikan akan dilaksanakan pada 25 Mei 2018. Hal ini, menurutnya, berdasarkan surat ketua BSNP Nomor: 0097/SDAR/BSNP/V/2018 tertanggal 17 Mei 2018, dengan perihal perubahan waktu penyerahan dan pengumuman hasil UN SMP sederajat.

“Nah, untuk pengumuman kelulusan Ujian/Sekolah akan dilaksanakan pada 28 Mei 2018 (tanggal Ijazah).Ini berdasarkan Peraturan BSNP Nomor:0045/BSNP/II/2018, tentang POS USBN,” sebutnya menjelaskan.

Kadisdik Aceh ini juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP sederajat tahun 2017/2018 di provinsi Aceh saat ini diikuti oleh 84 persen peserta dan sisanya yang 16 persen lagi masih memanfaatkan moda UN berbasis kertas dan pensil.

Sementara satuan pendidikan penyelenggara UNBK tingkat SMP sederajat telah mencapai 75 persen dan angka ini sudah berada di atas target nasional untuk tahun 2018 ini yaitu 70 persen.

“Ke depan mulai tahun 2019 seluruh Kabupaten/Kota di Aceh diharapkan 100 persen dapat menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), dengan target nilai UN diatas 70.00,” ujarnya.

Ketua UN Aceh, Zulkifli, S.Pd, M.Pd, yang juga Kabid Pembinaan SMA dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh, didampingi Sekretaris UN Aceh, Drs. Zulkarnaini, menyebutkan bahwa UN SMP sederajat tahun 2017/2018 di provinsi Aceh, diikuti oleh 486 atau 43,59 persen satuan pendidikan UNBK mandiri.

“Dan, ada 629 (56,41%) satuan pendidikan UNBK bergabung dan atau menumpang ke SMP/MTS, SMA/MA dan SMK. Secara kedeluruhan, jumlah peserta UNBK sebanyak 73,563 orang dari 1.114 satuan pendidikan dan 14.343 peserta UNKP yang berasal dari 363 satuan pendidikan,” sebutnya.

Informasi diperoleh dari Posko UN Aceh, Kota Banda Aceh meraih peringkat pertama UNBK dengan Rerata 51,70. Disusul Kabupaten Aceh Tengah, 48.54 dan peringkat ketiga diperoleh Kabupaten Aceh Jaya 45,64.

Sementara untuk UNKP, peringkjat pertama diraih Kabupaten Aceh Jaya, dengan Rerata 65,81, disusul Kabupaten Aceh Tengan 63,64 dan peringkat ketiga diraih Kabupaten Aceh Selatan 48,99.

Dalam kesempatan itu Dinas Pendidikan Aceh juga turut memberikan piagam penghargaan dan plakat kepada Kabupaten/Kota yang meraih peringkat terbaik 1,2 dan 3 dan yang menyelenggarakan UNBK 100 persen sebanyak 9 Kabupaten/Kota.Piagam penghargaan juga diberikan kepada pihak PLN dan Telkom. (zal)

150 Mahasiswa Sumut Ikuti E-Coaching Jam Pertambangan

Foto: Corcomm Martabe Para mahasiswa tengah serius mengikuti E-Coaching Jam (ECJ) Pertambangan yang digelar Tambang Emas Martabe di Institut Teknologi Medan, Medan Sumatera Utara, Rabu (23/5).
Foto: Corcomm Martabe
Para mahasiswa tengah serius mengikuti E-Coaching Jam (ECJ) Pertambangan yang digelar Tambang Emas Martabe di Institut Teknologi Medan, Medan Sumatera Utara, Rabu (23/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 150 mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Utara yakni Institut Teknologi Medan (ITM), Universitas Sumatera Utara (USU) dan Institut Sains dan Teknologi TD Pardede (ISTP) mengikuti kegiatan E-Coaching Jam (ECJ)  Pertambangan yang digelar oleh Tambang Emas Martabe pada Rabu, 23 Mei 2018 di Aula ITM, Kampus ITM, Medan Sumatera Utara.

Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources Katarina Siburian Hardono mengungkapkan, kegiatan ECJ merupakan wadah komunikasi baik secara online maupun temu muka. Wadah ECJ memungkinkan para mahasiswa berbagai jurusan yang berhubungan dengan dunia pertambangan dari sejumlah universitas di Sumatera Utara, mendapatkan bimbingan dalam rangka melengkapi pendidikan akademis, melalui pengalaman langsung dari praktisi Tambang Emas Martabe.

“ECJ kali ini kami mengetengahkan tema ‘Martabe Gold Mine A to Z’ yakni mengenai pengelolaan Tambang Emas Martabe. Mulai dari eksplorasi, penambangan, hingga produksi. Kami ingin para mahasiswa dari Sumut memiliki pengetahuan dan pemahaman menyeluruh mengenai pengelolaan pertambangan yang bertanggung jawab di Tambang Emas Martabe,” terang Katarina.

Foto: Corcomm Martabe
Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono sedang menjelaskan tentang maket Tambang Emas Martabe kepada perwakilan perguruan tinggi yang ikut dalam kegiatan ECJ di Institut Teknologi Medan, Medan Sumatera Utara, Rabu (3/5).

Menurutnya, sebagai perusahaan tambang yang beroperasi di Sumut, Tambang Emas Martabe berkomitmen untuk memberikan kontribusi sosial dan finansial yang signifikan khususnya untuk daerah Tapanuli Selatan, serta provinsi Sumatera Utara dan tentunya negara serta masyarakat Indonesia.

“ECJ merupakan program yang sudah kami laksanakan sejak 2014. Sejak pertama kali diluncurkan, total sudah lebih dari 1.000 mahasiswa di seluruh Indonesia yang mendapatkan manfaat dari kegiatan ini, tidak hanya di Sumut. Kami berharap ECJ dapat membantu para mahasiswa yang nantinya akan berkecimpung di dunia pertambangan,” tambah Katarina.

Selain ECJ, pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan buka puasa bersama dan penyerahan maket Master Plant Tambang Emas Martabe sebagai bentuk nyata perhatian dan dukungan perusahaan bagi dunia pendidikan.

Hadir sebagai pembicara ECJ kali ini yakni Superintendent Metallurgy Operation PT Agincourt Resources, Altur Tambun dan Senior Geologist Mine Grade Control PT Agincourt Resources, Latipa Henim.

Foto: Corcomm Martabe
Senior Geologist Mine Grade Control PT Agincourt Resources, Latipa Henim tengah memberikan presentasinya di acara E-Coaching Jam (ECJ) yang digagas Tambang Emas Martabe di Institut Teknologi Medan, Medan, Sumatera Utara, Rabu (23/5).

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pembantu Rektor IV ITM Ir. Mustafa M.T, Dekan Fakultas Teknik Mineral ITM Ir. Safriadi M.T, Kepala Jurusan Teknik Pertambangan FTM ITM Ir. M. Eka On Wardhana M.T, dan Kepala Jurusan Teknik Geologi FTM ITM Dr. Ir. Said Muzambiq M.Sc dan Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi FTM ITM M. Sofyan Hutasuhut.

Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan ITM Rahmat Situmorang mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi ECJ serta penyerahan maket Master Plant oleh Tambang Emas Martabe.

“Kami berharap Tambang Emas Martabe secara kontinu menggelar ECJ seperti ini. Kami sebagai mahasiswa yang studinya berhubungan langsung dengan pertambangan dapat merasakan manfaat langsung berupa pengetahuan dan pengalaman praktis dari ahli-ahli pertambangan. Kami juga berharap suatu saat dapat mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang telah kami dapatkan di dunia kerja,” pungkas Rahmat. (rel/mea)

Cerdas Kelola Utang Produktif untuk Usaha

Tidak sedikit orang yang merasa tabu dengan utang. Beberapa orang bahkan menghindari berutang karena merasa kurang memiliki pemahaman dan pengaturan finansial. Padahal, beberapa bisnis besar maupun bisnis UKM bisa berkembang salah satunya karena utang produktif.

 

Utang produktif adalah pinjaman yang digunakan untuk mengembangkan usaha dan bukan untuk tujuan konsumtif apalagi foya-foya. Banyak yang salah kaprah dengan utang. Utang tak selalu menakutkan, jika bisa berteman dengan utang, justru bisa dimanfaatkan untuk aktivitas yang menghasilkan seperti tambahan modal usaha.

 

Ada beberapa tips cerdas kelola utang produktif agar bisa mengembangkan usaha. Berikut adalah ulasan bagaimana cara cerdas mengelola utang produktif sehingga bisa mendatangkan keuntungan.

 

Menambah Aset Usaha

 

Utang produktif menjadi salah satu alternatif untuk memulai usaha bahkan mengembangkan usaha yang sudah ada. Itulah mengapa alasan utang produktif memiliki bunga yang terjangkau dibandingkan dengan utang konsumtif.

 

Utang produktif bisa digunakan untuk menambah aset usaha. Tidak harus besar namun jika utang untuk usaha jelas penggunaannya, dengan perencanaan yang matang, utang produktif bisa menambah keuntungan bahkan membuka lapangan kerja baru bagi orang lain. Manfaat utang produktif cukup besar menggerakkan ekonomi Indonesia, karena UKM juga sangat berperan dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

 

Namun demikian, tidak mudah untuk mengajukan utang produktif apalagi jika diperuntukkan menambah atau mengembangkan usaha yang sudah ada. Yang paling berat adalah memenuhi beberapa persyaratan yang cukup rumit serta memiliki jaminan yang harganya jauh lebih besar dibandingkan dengan utang yang dipinjam.

 

Alasan itulah yang membuat UKM kesulitan untuk melengkapi persyaratan. Yang jelas jangan pernah berutang dengan plafond yang tidak sesuai dengan kondisi keuangan.

 

Manfaat dan Tujuan Penggunaan Jelas

 

Utang produktif manfaatnya harus jelas dan terukur. Maksudnya, utang tersebut benar-benar digunakan untuk keperluan pengembangan usaha serta memiliki kalkulasi tersendiri berapa besar cicilan yang harus dibayarkan dalam jangka waktu yang sudah disepakati oleh debitur dan kreditur. Selain itu kreditur pun akan melakukan survei dan analisa apakah debitur memang layak mendapatkan pinjaman lunak.

 

Penggunaannya pun biasanya dijabarkan dengan jelas untuk menghindari penyalahgunaan utang produktif. Utamanya debitur harus jujur ketika berutang dan juga sudah memahami risiko yang ada baik ketika gagal membayar cicilan maupun gagal membayar utang secara keseluruhan dikarenakan suatu dan lain hal yang bisa saja timbul di kemudian hari.

 

Menunjang Pekerjaan

 

Utang produktif bukan semata hanya utang yang digunakan untuk menambah atau membuka usaha baru. Melainkan juga digunakan untuk menunjang pekerjaan.

 

Tidak sedikit pekerja yang harus banyak merogoh kocek untuk menggunakan kendaraan umum. Belum lagi tingkat kenyamanan di kendaraan umum yang belum sepenuhnya merata.

 

Tidak heran jika kendaraan menjadi kebutuhan bagi keluarga maupun generasi millenial yang punya banyak aktivitas serta membutuhkan mobilitas yang tinggi. Membeli kendaraan secara kredit apalagi untuk menunjang pekerjaan tentunya akan sangat membantu dalam operasional usaha maupun menunjang pekerjaan.

 

Komitmen untuk Membayar Cicilan Sesuai Tenor

 

Salah satu ketakutan terbesar dalam diri kita adalah takut dengan berbagai hal di masa depan. Padahal tidak ada satupun yang bisa memprediksi masa depan kecuali dengan belajar “merabanya” dengan mata hati dan segenap perasaan.

 

Dalam berutang memang tidak perlukan bakat untuk meramal masa depan. Melainkan bagaimana caranya bisa memprediksi utang produktif sehingga bisa melipatgandakan keuntungan dalam tempo singkat. Dengan prediksi tersebut, barulah menyesuaikan jangka waktu pembayaran sesuai dengan kesepakatan.

 

Memiliki Perencanaan Baik

 

Tips terakhir namun tak kalah penting adalah memiliki perencanaan yang baik tentang keuangan. Entah itu keuangan keluarga maupun keuangan untuk usaha. Hindari mencampuradukkan rekening pribadi dengan rekening usaha agar nantinya bisa dilakukan audit dengan lebih mudah.

 

Dalam berutang pun perlu dipertimbangkan perencanaan yang baik seperti memahami bunga, risiko denda sampai dengan perencanaan kapan utang harus bisa dilunasi dengan kurun waktu yang sudah disepakati.

 

Sebagai contoh jika kamu ingin memulai usaha online, kamu bisa mencoba memilih smartphone yang terpisah dengan smartphone pribadi agar tetap bisa menjaga privasi. Kebutuhan handphone pun kini semakin mudah dengan fasiltas kredit hp tanpa dp dari Kredivo.

 

Jika kamu sudah berusia 18 tahun, memiliki penghasilan minimal 3 juta rupiah tiap bulan dan tinggal di Jabodetabek, Surabaya, Medan, Kota Bandung, Semarang, Palembang, atau Denpasar, kamu dapat mengajukan kredit hp tanpa dp melalui Kredivo.

Kredivo sudah bekerja sama dengan lebih dari 200 e-commerce merchant seperti Lazada, Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Blibli, dan JD.id. Mengajukan kredit hp tanpa dp melalui Kredivo tidak diperlukan kartu kredit apalagi survei karena semua benar-benar bisa dilakukan secara daring. Mulai dari mengumpulkan berkas sampai dengan mengajukan kredit hp tanpa dp dengan sangat mudah. Untuk bisa mendapatkan info jelasnya bisa mengunjungi situs https://www.kredivo.com/ dengan mudah kapan saja.

Untuk kamu yang masih ragu dengan belanja online karena takut barang yang dibeli tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum pada situs, kini kamu bisa kredit hp tanpa dp di toko offline rekanan Kredivo yang terletak di Jabodetabek seperti TokoPDA, Sentra Ponsel, Oppo, dan masih banyak lainnya. Jadi kamu ga perlu lagi was-was menunggu barang yang kamu beli secara online!

Jika kamu menggunakan Kredivo sebagai metode pembayaran baik ketika kredit hp tanpa dp secara online maupun offline, kamu tidak akan dikenakan uang muka, tidak dikenakan bunga sama sekali jika memilih opsi bayar tunai dalam 30 hari, dan hanya dikenakan bunga rendah sebesar 2,95% jika memilih opsi cicilan tenor 3, 6, atau 12 bulan. Dengan begitu utang produktif akan semakin memudahkan para pelaku usaha termasuk dari kalangan UMKM. (*)

5 Tips Cerdas Kontrol Pengeluaran Saat Bulan Puasa

Sebentar lagi, bulan Ramadan akan tiba. Berpuasa secara penuh selama satu bulan di bulan suci Ramadan, tentu memerlukan persiapan yang matang. Biasanya, bulan Ramadan juga akan penuh dengan event-event silaturahmi antara teman dan kerabat, mulai dari berbuka puasa bersama, sahur on the road, acara amal, dan lain sebagainya.

 

Untuk itu, selain fisik dan mental, keuangan juga menjadi salah satu hal yang harus dipersiapkan dan dikontrol saat bulan puasa. Sebab, meski berpuasa, tak dapat dipungkiri banyaknya undangan acara yang didatangi membuat pengeluaran jadi lebih banyak dibanding bulan biasanya. Apalagi kalau acara tersebut diselenggarakan di mal, misalnya bukber di restoran. Pengeluaran harian Anda bisa jadi dua kali lipat dari bulan biasanya.

 

Oleh sebab itu, agar kondisi keuangan tetap lancar saat bulan puasa hingga setelah hari raya, Anda sebaiknya mengontrol pengeluaran dengan cara ini.

 

  1. Susun anggaran keuangan khusus bulan Ramadan

 

Jika biasanya Anda punya rencana keuangan rutin per bulannya, untuk Ramadan hingga hari Raya, Anda bisa membuat anggaran keuangan yang baru. Mengapa harus baru? Sebab, saat bulan Ramadan tentu rutinitas harian Anda akan berbeda dari biasanya. Terutama bagi Anda yang beragama Islam dan menjalankan ibadah puasa, pola makan selama bulan puasa, tentu akan berbeda dari bulan biasanya.

 

Dalam anggaran keuangan yang baru, Anda bisa mengatur ulang biaya makanan harian Anda menjadi biaya makan untuk berbuka dan sahur. Anda juga bisa menambahkan anggaran untuk aktivitas baru seperti bukber atau agenda silaturahmi lainnya.

 

Selain itu, Anda juga perlu membuat daftar pos-pos pengeluaran yang dibutuhkan untuk hari raya, mulai dari belanja baju, makanan khas lebaran, pulang kampung, sedekah, zakat, hingga memberi hadiah untuk sanak saudara. Anda juga bisa berpijak pada anggaran keuangan Ramadan tahun sebelumnya untuk tahu mana pengeluaran yang paling besar saat Ramadan. Dengan begitu, Anda bisa mengatur pos pengeluaran lebih tepat sasaran. Untuk pengeluaran tersebut, Anda tentunya bisa mengandalkan uang THR yang didapat dari perusahaan tempat Anda bekerja.

 

  1. Tunda beli tunai barang impian

 

Saat menjelang bulan puasa, kebutuhan biasanya malah bertambah banyak, apalagi saat jelang Lebaran. Untuk itu, dana tunai tambahan tentu diperlukan untuk menutup kebutuhan ini. Dengan adanya THR, masalah ini tentu bisa diatasi. Bagaimana jika tidak ada THR? Misalnya Anda pekerja lepas atau baru beberapa bulan masuk kerja, tentu THR yang didapat cenderung lebih sedikit karena dihitung prorata.

 

Salah satu solusinya, Anda bisa mengandalkan uang tabungan. Apabila Anda menabung dalam waktu cukup lama untuk bisa beli barang idaman Anda, misalnya smartphone flagship, sebaiknya tunda dulu untuk beli langsung hp tersebut secara tunai. Anda bisa andalkan kredit hp tanpa dp untuk mendapatkan smartphone yang Anda inginkan.

 

Anda bisa mencoba kredit hp tanpa dp dengan Kredivo di berbagai merchant online yang telah bermitra, seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Blibli, JD.id, Shopee, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dengan kredit hp tanpa dp, Anda hanya perlu ambil sebagian dari tabungan untuk bayar cicilan per bulannya, sehingga kebutuhan selama bulan puasa hingga hari raya tetap bisa terpenuhi.

 

Anda tidak perlu khawatir perkara bunga yang tinggi dan uang muka saat kredit hp murah tanpa dp dengan Kredivo. Sebab, dengan Kredivo, Anda tidak perlu bayar uang muka, biaya tahunan, atau biaya admin. Bunga yang diberikan juga paling rendah dibanding perusahaan multifinansial lainnya, yaitu 2,95% dengan pilihan tenor yang beragam mulai dari 3, 6, hingga 12 bulan. Selain kredit hp tanpa dp, Anda juga bisa kredit barang apa pun yang tersedia di merchant online, selama harganya minimal Rp 1,5 juta. Kalau kurang dari jumlah tersebut, Anda tetap bisa kok kredit dengan Kredivo. Caranya adalah dengan pilih opsi “Bayar dalam 30 hari” dan tanpa bunga!

 

  1. Catat pengeluaran harian

 

Untuk menjaga agar tetap hemat setiap harinya, Anda perlu membuat catatan khusus tentang pengeluaran harian saat bulan puasa. Sebab, ada banyak faktor yang bisa bikin kita boros saat bulan puasa. Misalnya, saat sore hari jelang berbuka, ada cukup banyak penjual makanan khas untuk buka puasa. Tanpa sadar, Anda bisa tergiur untuk jajan lebih banyak dan melewati batas anggaran harian yang telah ditetapkan. Sekali dua kali tentu tidak jadi masalah, tetapi kalau terlalu sering, bisa jadi total pengeluaran harian Anda jadi dua kali lipat dan mengganggu kebutuhan lainnya.

 

  1. Jangan mudah tergiur diskon

Bulan puasa hingga hari raya merupakan momen yang tepat bagi pusat-pusat perbelanjaan dan aneka merchant online untuk menjalankan aneka campaign diskon. Mulai dari makanan, gadget, hingga produk fashion biasanya akan banyak diskon jelang hari raya tiba.

 

Anda sebaiknya menahan diri agar tidak mudah tergiur diskon merchant online atau toko offline. Kalau terlalu banyak belanja, bukan tidak mungkin uang THR Anda akan langsung habis. Anda perlu mengikuti rencana anggaran yang telah Anda buat sebelumnya. Misalnya, Anda menganggarkan Rp 2 juta dari THR untuk

belanja, maka patuhilah anggaran tersebut. Anda bisa pilih diskon yang kira-kira bisa bantu Anda menghemat anggaran tersebut, bukan sebaliknya.

 

  1. Batasi acara bukber atau buka puasa di luar

 

Mulai dari grup SD, SMP, SMA, kuliah, kerja, keluarga, teman kursus, dan lain sebagainya, pasti punya undangan dan acara bukber sendiri yang harus Anda datangi. Tentu menyenangkan bisa bersilaturahmi sekaligus berkumpul bersama teman-teman saat berbuka puasa. Namun, Anda harus kembali lagi pada anggaran keuangan yang telah disusun di awal. Tidak semua acara bukber atau buka puasa di luar perlu Anda datangi, apalagi jika waktu dan keuangan Anda tidak memungkinkan.

Solusinya, Anda bisa menyusun prioritas acara bukber yang Anda datangi berdasarkan kriteria tertentu dan sesuai dengan bujet Anda. Agar lebih hemat, Anda bisa mengusulkan untuk membuat acara bukber di rumah dengan cara patungan dan masak sendiri. Selain lebih hemat dan higienis, kebersamaannya tentu juga lebih terasa, kan?  (*)

Gubsu Terima SK Sekdaprovsu

Hj Sabrina

SUMUTPOS.CO – Kabar penunjukkan Hj Sabrina menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) terjawab sudah. Gubernur Sumut Erry Nuradi mengakui sudah menerima surat dari Kemendagri tentang nama Sekdaprovsu terpilih. “Sudah, saya sudah terima surat penetapan dari Mendagri. Suratnya ada di meja saya, tapi belum saya buka amplopnya. Nanti kalau sudah dibuka saya beritahu,” kata Erry kepada wartawan seusai melantik sejumlah pejabat setingkat eselon III di lingkungan Pemprovsu, di Kantor Gubsu, Jumat (25/5).

Diketahui sebelumnya, santer beredar kabar bahwa Presiden Jokowi telah menunjuk nama Sabrina sebagai Sekdaprovsu, menyisihkan dua nama lainnya yakni Arsyad Lubis dan Sarmadan Hasibuan. Ketiganya sebelumnya meraih rangking tertinggi berdasarkan hasil Tim Pansel.

Saat didesak wartawan nama yang ditunjuk menjadi Sekdaprovsu sesuai Keputusan Presiden (Kepres) tersebut, Erry menyatakan kemungkinan nama Sekdaprovsu itu sama dengan kabar yang beredar. “Kabarnya nama itu, tapi saya belum membuka surat yang tadi sudah dikasih kepala BKD. Sabar ya nanti kita lihat dan beritahu,” katanya.

Ditempat yang sama, Kepala BKD Setdaprovsu, Kaiman Turnip mengakui ia tidak mengetahui nama Sekdaprovsu yang tercantum pada surat Kepres tersebut. “Surat itu ditujukkan untuk gubernur dan sudah saya antar. Jadi gubernur yang tahu siapa nama Sekdaprovsu yang ada di dalam surat Kepres itu. Mungkin saja Ibu Sabrina yang ditulis di dalam surat,” katanya.

Sedangkan untuk waktu pelantikan Sekdaprovsu yang baru, Kaiman mengaku belum diketahui dengan pasti karena masih menunggu lagi surat dari Mendagri. “Ini kan masih hasil dari ketiga nama calon sekda, jadi kalau pelantikan ya belum tahu lagi menunggu surat dari Mendagri. Apakah itu nanti sesudah pemilihan gubernur baru atau belum, hanya Mendagri yang bisa menjawab,” imbuhnya. (prn)

Awal Juni THR PNS Cair

SUMUTPOS.CO – BPKAD Setdaprovsu saat ini sedang menghitung alokasi anggaran untuk THR dan gaji 13 bagi aparatur sipil negara dilingkungan Pemprovsu. “Besarannya saya tidak ingat. Soalnya lagi dihitung anggota. Tapi yang jelas lebih besar dibanding tahun lalu angkanya,” kata Kepala BPKAD Setdaprovsu, Agus Tripriyono kepada Sumut Pos, Jumat (25/5).

Postur gaji 13 dan THR tahun ini, menurut Agus, disesuaikan dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Termasuk mengenai waktu pembayaran ke rekening masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). “Kalau THR sesuai PMK 2018, akan kita berikan dua minggu sebelum Lebaran. Minimal awal Juni sudah didistribusikan ke seluruh OPD. Setelah itu menyusul gaji 13 akan kita transfer,” terangnya.

Ia mengakui, ada beberapa komponen yang ditambah sehingga postur anggaran untuk THR dan gaji 13 semakin besar jumlahnya. Termasuk bagi kalangan pensiunan PNS akan diberikan gaji 13.

“Angka pasti tahun lalu saya juga tidak ingat persis. Tapi dengan dinamika pertambahan PNS dan komponen tahun ini, postur anggarannya juga bertambah. Ini yang sedang kita hitung dan tetap disesuaikan dengan PMK,” pungkasnya.

Nanti setelah menerima surat resmi dari kementerian terkait, pihaknya segera menyurati seluruh OPD agar mengusulkan kebutuhan alokasi THR dan gaji ke 13 ini buat ASN di dinasnya masing-masing. “Dalam waktu dekat akan kita surati,” pungkasnya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2018 tentang Pemberian THR tahun 2018 kepada seluruh PNS, TNI/Polri, Pensiunan, dan Penerima Tunjangan. Para penerima THR juga sudah diyakini tak akan menunggu lama lagi untuk pencairannya. Sebab, menurut MenPAN-RB Asman Abnur, pencairannya akan dilakukan dalam waktu dekat. “Awal Juni. Jadi dua pekan sebelum hari-H (Lebaran),” ucap Asman, Jumat (25/5).

Menteri dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini bahkan menyebutkan, berdasarkan keterangan Menteri Keuangan Sri Mulyani Idrawati, duitnya sedang didistribusikan. “Kemarin Bu Menkeu sudah jelaskan, karena sekarang sedang didistribusikan ke kantor pembendaharaan daerah. Jadi nanti awal Juni sudah bisa dicairkan. Total anggarannya kan lebih kurang Rp 35 triliun,” pungkas Asman. (prn/bal/adz)

Honorer Tak ‘Kecipratan’ THR

Gaji Honorer-Ilustrasi.
Ilustrasi.

SUMUTPOS.CO – Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pensiunan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dapat tersenyum lebar menghadapi Lebaran tahun ini. Pasalnya, selain jumlahnya lebih besar dari tahun lalu, Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga lebih cepat dicairkan, sekitar dua pekan sebelum Lebaran. Namun di sisi lain, para honorer terpaksa gigit jari, karena dari tahun ke tahun mereka tak pernah mendapatkan THR.

Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setdaprovsu, Raja Indra Saleh mengatakan, memang tidak ada alokasi anggaran THR untuk honorer setiap tahun. Penganggaran THR bagi PNS kata dia, diambil dari APBN. “Tak ada memang dialokasikan (untuk honorer). Postur anggaran THR dikhususkan untuk ASN, anggota Polri, TNI dan pensiunan,” kata Raja Indra Saleh kepada Sumut Pos, Jumat (25/5).

Menurutnya, pada postur APBD Sumut juga tidak ada dianggarkan untuk THR bagi para honorer. “Tidak mungkin kita berikan kalau memang tidak dianggarkan. Toh anggarannya ini bersumber dari APBN,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur juga memastikan honorer tidak mendapatkan dana tunjangan hari raya (THR). Hal itu dikarenakan di dalam PP 19/2018 tentang THR tidak ada peruntukkan bagi honorer. “Enggak ada buat honorer. Kalau pensiun ada karena diatur dalam PP,”” ujarnya di sela-sela Leader’s Talk Seri Pertama : Apa Kabar Reformasi Birokrasi di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/5).

Dia kembali menegaskan, dasar pemerintah menaikkan THR karena adanya peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN) dalam tiga tahun terakhir. Selain itu ditandai dengan perbaikan laporan akuntabilitas instansi pemerintah (LAKIP). “Luar biasa loh peningkatan kinerja ASN kita. Jadi wajar bila THR dinaikkan,” ucapnya.

Dia memahami bila honorer kecewa tidak mendapatkan THR. Namun, aturan tidak bisa dilanggar. Mengenai masuknya komponen tunjangan kinerja (tukin) dalam THR, menurut Asman karena dalam PP menyebutkan take homepay. “Tukin kan masuk dalam take homepay makanya diperhitungkan juga. Jadi komponen THR itu gaji pokok plus take homepay,” tandasnya.

Kondisi ini pun mengundang komentar negatif dari berbagai kalangan, termasuk DPRD Sumut. Sebab, selain kondisi keuangan negara yang sedang sulit, juga berpotensi menimbulkan kecemburuan bagi tenaga honor yang tidak menerima hal yang sama.

Akhirnya, RUU Antiterorisme Disahkan

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto Ketua Pansus RUU Anti-Terorisme Muhammad Syafii (kanan) menyerahkan berkas laporan pembahasan RUU kepada pimpinan DPR pada Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (25/5). Rapat Paripurna DPR resmi menyetujui revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/ama/18 *** Local Caption ***
Ketua Pansus RUU Anti-Terorisme Muhammad Syafii (kanan) menyerahkan berkas laporan pembahasan RUU kepada pimpinan DPR pada Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (25/5). Rapat Paripurna DPR resmi menyetujui revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/ama/18 *** Local Caption ***

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – DPR RI dan Pemerintah telah menyetujui pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Antiterorisme. Selanjutnya, DPR akan segera mengirimkan naskah RUU pengganti UU Nomor 15 Tahun 2003 itu ke Presiden Joko Widodo untuk disahkan dan diberlakukan.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, kini bola tentang RUU Antiterorisme ada di tangan pemerintah. “Sehingga ke depan kalau ada apa-apa lagi, jangan sampai DPR dijadikan kambing hitam lagi,” ujar Bamsoet  di gedung DPR, Jakarta, Jumat (25/5).

Bamsoet mengimbau pemerintah segera melaksanakan amanat UU Antiterorisme baru itu dengan sebaik-baiknya. Terutama soal korban terorisme dan pelibatan TNI dalam memerangi terorisme. “Setidaknya ada lima hal baru yang sudah dijelaskan. Selain korban, juga soal kelembagaan dan pelibatan TNI,” katanya.

Sementara Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid mengatakan, pengesahan Rancangan Undang-undang Antiterorisme menjadi UU membuktikan DPR tidak pernah menghambat aturan tersebut. “Terbukti bahwa DPR tidak dalam posisi menghambat,” kata Hidayat di gedung DPR, Jakarta, Jumat (25/5).

Hidayat mengatakan, dengan UU ini nanti akan dibentuk tim pengawas kerja pemberantasan terorisme supaya berbasiskan hukum, bukan menghadirkan teror baru. Menurut dia, DPR menyepakati pasal-pasal terkait dengan pemberantasan terorisme dengan tetap menghormati hak asasi manusia.

Selain itu, juga menjaga adanya upaya yang betul-betul agar pemberantasan terorisme melibatkan semua pihak termasuk TNI. Dia menambahkan, memang awalnya ada dinamika yang terjadi. PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa awalnya tidak setuju dengan alternatif dua definisi terorisme. Namun, ujar Hidayat, PDI Perjuangan, PKB, maupun pemerintah akhirnya menyetujui alternatif dua.

“Karena pada hakikatnya Densus (88 Antiteror Polri) pun yang awalnya tidak setuju motif politik, lalu Kapolri, Panglima TNI dan pemerintah setuju maka saya yakin Densus harus ikut melaksanakan kesepakatan ini,” katanya.

Dia mengapresiasi sikap legawa pemerintah. Menurut Hidayat, semua memahami bahwa ada beda antara kejahatan kriminal biasa dengan terorisme. “Sama-sama bawa bom belum tentu semuanya terorisme. Dititipi bom tapi dia tidak tahu, apakah teroris? Kan belum tentu,” katanya.

Karena itu, Hidayat berujar, motif politik dalam definisi terorisme sangat penting agar tidak terjadi generalisasi bahwa setiap kejahatan adalah terorisme.

Thailand Bertemu Jepang di Final Piala Uber 2018

Busanan Ongbamrungphan menang atas pemain senior Tiongkok, Li Xuerui.
Busanan Ongbamrungphan menang atas pemain senior Tiongkok, Li Xuerui.

BANGKOK, SUMUTPOS.CO – Penonton di Impact Arena, Bangkok, Jumat (25/5) malam, bergemuruh haru usai tim Piala Uber Thailand sukses menyingkirkan juara bertahan Tiongkok di semifinal.

Ratchanok Intanon dkk menang dramatis 3-2. Kemenangan putri-putri Negeri Gajah Putih itu ditentukan di partai terakhir. Busanan Ongbamrungphan menang atas pemain senior Tiongkok, Li Xuerui.

Berkat totalitas dukungan fan dan penampilan penuh percaya diri, Busanan menang 21-11, 21-9. Statistik BWF mencatat, Busanan cuma butuh waktu 33 menit mengantar timnya ke final.

Keberhasilan menyingkirkan Tiongkok si pemilik 14 gelar Piala Uber ini, terasa manis buat Thailand. Ya, sejak Piala Uber digelar 1957, baru kali ini Thailand bisa lolos ke final. Di partai puncak besok, Thailand akan meladeni The Dream Team Jepang.

Jepang sebelumnya, tak mengulangi kesalahan dua tahun lalu, saat Piala Uber digelar di Kunshan, Tiongkok. Saat itu, putri-putri Negeri Matahari Terbit kalah di semifinal dari Korea 1-3.

Namun, semua sudah lunas. Kali ini Jepang yang mengalahkan Korea 3-1. Akane Yamaguchi dkk pun berhak lolos ke final, mengejar gelar keenam mereka di Piala Uber. Sebelumnya, Jepang pernah menjadi juara pada 1966, 1969, 1972, 1978 dan 1981.

Sementara, untuk Piala Thomas, Ganda putra Marcus Fernaldi / Kevin Sanjaya menyumbang poin di partai kedua Indonesia vs Tiongkok, dalam semifinal Piala Thomas 2018.

Pada laga di Impact Arena, Bangkok, Jumat (25/5) malam, Marcus / Kevin berhasil memenangi duel ketat melawan ganda Tiongkok ranking tiga dunia, Liu Cheng/Zhang Nan. Marcus / Kevin harus melakoni rubber game untuk menang 12-21, 21-17, 21-15.

Pasangan nomor satu dunia itu butuh waktu 55 menit (statistik BWF) menyelesaikan perlawanan ganda Negeri Panda. Kemenangan Marcus / Kevin atas Liu/Zhang kali ini merupakan yang keempat dari lima pertemuan.

Dengan sumbangan poin dari Marcus / Kevin ini, skor Indonesia vs Tiongkok untuk sementara menjadi 1-1. Sebelumnya, di partai pertama, Anthony Sinisuka Ginting kalah dari Chen Long.

Di partai ketiga, akan mempertemukan Jonatan Christie versus Shi Yuqi. Sejauh ini, dari lima pertemuan, Jonatan unggul 3-2. (adk/jpnn)

 

 

Anthony Sinisuka Ginting: Chen Long Lebih Dulu Jaga Net

Foto: Badminton Indonesia Anthony Sinisuka Ginting.
Foto: Badminton Indonesia
Anthony Sinisuka Ginting.

SUMUTPOS.CO – Tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting kecewa gara-gara belum bisa menyumbang poin melawan Tiongkok dalam semifinal Piala Thomas 2018, Jumat (25/5) malam.

Turun di partai pertama, Ginting gagal mengatasi Chen Long dan kalah dua game langsung 20-22 dan 16-21.

Pada game pertama, Ginting terus tertinggal jauh dari awal hingga 5-14. Namun pemain kelahiran Cimahi, Jawa Barat tersebut sempat menyusul menjadi 18 sama. Ginting bahkan unggul satu angka pada posisi 20-19. Sayang di momen tersebut, dia gagal memanfaatkannya. Chen balik menyusul dan merebut kemenangan 22-20.

“Game pertama sempat ketinggalan empat lima poin. Dan sampai akhir pun terus ketinggalan. Waktu dapat poin 20, strategi saya memang terus menyerang, temponya lebih cepat dan cepetin kaki. Tapi pas 20-19 sepertinya serangan saya terlalu deras, jadinya out. Sayang saya tidak bisa memanfaatkan kesempatan tersebut,” ujar Ginting seperti dikutip dari Badminton Indonesia.

Memasuki game kedua, Ginting bahkan unggul 6-0 dan 11-8 dari Chen. Namun lagi-lagi belum berhasil memanfaatkan situasi, hingga akhirnya ia harus menerima kekalahan 16-21.

“Game kedua saya coba mainkan seperti game pertama bagian akhir. Tapi di game kedua saya kalah di depan netnya, dia lebih duluan menjaga net,” pungkas Ginting. (adk/azw/jpnn)