Home Blog Page 6321

Nelayan Selundupkan 28,18 Kg Sabu

Foto: AGUSMAN/SUMUT POS PAPARKAN: Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw paparkan hasil pengungkapan narkoba asal Malaysia, Jumat (25/5).
Foto: AGUSMAN/SUMUT POS
PAPARKAN: Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw paparkan hasil pengungkapan narkoba asal Malaysia, Jumat (25/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polda Sumut menangkap seorang nelayan yang terlibat dalam penyelundupan sabu jaringan internasional. Dalam penangkapan itu, polisi menyita sabu seberat 28,18 kg asal Malaysia yang dibungkus dalam plastik teh China.

Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, nelayan tersebut bernama Tarmizi (28) warga Desa Suka Mulia Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh.

Ia ditangkap di Jalan Lintas Sumatera (Medan- Banda Aceh). Tepatnya di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat persis di dekat SPBU Besitang.

“Total barang bukti narkotika yang diamankan seberat 28,18 Kg. Selain itu ada tiga orang yang kini masuk dalam daftar buronan,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (25/5).

Paulus menyebutkan, penangkapan berawal saat penyidik mendapat informasi dari masyarakat, Minggu (20/5). Informan menyebut, ada dua orang pria membawa narkotika jenis sabu melewati Jalan Lintas Sumatera-Banda Aceh.

Kemudian, petugas Unit 1 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut langsung mendatangi TKP.

“Sekira pukul 22.00 WIB, tim melihat satu unit Toyota Kijang Innova Biru Metalic Nopol BK 1878 BH melintas di TKP. Mobil tersebut diberhentikan seorang laki-laki berinisial AN (belum tertangkap DPO) yang mengendarai mobil. Namun mengetahui keberadaan petugas, AN langsung melarikan diri. Tim berhasil menangkap satu orang tersangka Tarmizi,” ucapnya.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap mobil yang dikemudikan tersangka, ditemukan di belakang mobil satu buah tas warna hitam merah. Di dalamnya terdapat 19 bungkus plastik teh warna hijau bertulisan China merek Qing Shan dan 10 bungkus plastik warna emas bertulisan China logo bintang.

“Dari hasil interogasi terhadap tersangka Tarmizi, sabu tersebut dikirim oleh seorang berinisial TR (buronan) yang tinggal di Malaysia kepada HD (buronan) di Kabupaten Tamiang. Lalu HD menyerahkan kepada AN (buronan) dan Tarmizi untuk disalurkan ke Medan,” paparnya.

Menurut Paulus, barang haram ini rencanananya akan diedarkan di Kota Medan. Sebab Kota Medan sendiri masih menjadi pasar favorit jaringan narkoba karena tingginya permintaan.

“Ini jaringan internasional. Para pihak yang membawa barang ini masuk dari Malaysia ke Sumut masih dalam pengejaran. Medan masih menjadi pasar bagus untuk pengedar narkoba. Karena di sekitar kampung-kampung masih aktif pesta narkoba,” pungkasnya.(mag-1/ala)

 

 

 

 

Eks Pemain PSMS Dijebloskan ke Penjara

Andika Yudhistira Lubis
Andika Yudhistira Lubis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Eks pemain Timnas dan PSMS Medan, Andika Yudhistira Lubis akhirnya dijebloskan ke Rutan Tanjung Gusta. Ia dijebloskan ke penjara seiring penyerahan berkasnya dari penyidik Sat Reskrim Polrestabes Medan kepada pihak kejaksaan dalam kasus dugaan penganiayaan dan percobaan perkosaan.

“Iya P22 nya sudah pada Senin (22/5) kemarin oleh penyidik Polrestabes Medan,” ucap Kasi Pidum Kejari Medan, Parada Situmorang, Jumat (25/5).

Usai penyerahanan tahap dua itu, tersangka langsung dikirim ke Rutan Tanjung Gusta Medan. Selama dalam penyidikan polisi,  Andika ditahan di Polrestabes Medan.

“Saat ini penahanannya dititipkan ke Rutan Tanjung Gusta,” ujarnya.

Barang bukti yang diterima Kejari Medan diantaranya, mobil Avanza milik tersangka yang digunakan untuk membawa korban berinisial ABS (26) jalan-jalan sebelum terjadinya percobaan perkosaan dan penganiayaan tersebut.

“Mobil ini dijadikan tersangka sebagai tempat melakukan aksi kejahatannya. Dalam waktu dekat berkas dakwaan akan dirampungkan untuk dibawa ke pengadilan,” pungkasnya.

Andika Yudhistira Lubis, diringkus polisi karena diduga telah menganiaya dan mencoba memperkosa ABS (26). Wanita ini baru dikenalnya dari media sosial.

ABS awalnya ditemukan warga tak sadarkan diri di Jalan Seksama, Medan, Sabtu (17/3) sekira pukul 15.00 WIB. Dia kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapatkan perawatan medis.

Perempuan itu mengaku dirampok, dianiaya dan nyaris diperkosa Andika di dalam mobil Toyota Avanza.

Andika ditangkap saat melatih sepak bola di BSD Pantai Rambung, Mariendal, Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (23/3). Polisi kemudian menggeledah rumah mantan striker PSMS Medan dan Timnas Sepakbola Indonesia pada SEA Games Laos 2009 ini dan menemukan sejumlah barang bukti.(bbs/ala)

 

Bandar Kabur, Istri dan 1000 Inex Diamankan

Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Personel Satres Narkoba Polrestabes Medan menggerebek rumah seorang bandar narkoba di Komplek Cluster, Desa Namorambe, Kecamatan Delitua. Dalam penggerebekan itu A (DPO) berhasil kabur.

Meski tidak berhasil menangkap A, petugas sukses mengamankan Sri (28) istri bandar dan sekitar 1000-an butir pil ekstasi.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo mengatakan, meski tak berhasil menangkap A, tapi sejumlah informasi untuk memburu A sudah dikantongi.

“Kita dapat informasi dari masyarakat kalau ada tersangka bandar narkoba tinggal di sana. Selanjutnya personel datang ke lokasi, untuk melakukan penyelidikan,” ujar Raphael, Jumat (25/5).

Awalnya, penggerebekan itu hampir membuahkan hasil. Polisi yang menyaru sebagai pembeli kemudian bertransaksi dengan A.

Tak ada kecurigaan sedikit pun oleh A. Namun, ketika disergap A berhasil menghindar setelah memprovokasi warga kemudian melarikan diri dari kepungan petugas.

“Ketika dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti narkoba di lemari istrinya dan didapati 1000 butir ekstasi. Saat ini istri pelaku sudah kita mintai keterangan dari mana saja suaminya mendapat narkoba,” katanya.

Atas penemuan barang bukti ini, polisi kemudian mengamankan Sri dan memboyongnya ke Polrestabes Medan.

“Untuk saat ini kita masih lakukan penyelidikan, mengejar A kemana lokasi dia kabur dan mengejar jaringannya,” ujar Raphael.

“Istri tersangka, masih belum mau bicara banyak soal kasus ini. Begitupun kita tak akan hilang akal,” pungkasnya.(dvs/ala)

 

 

 

 

 

DPRD Tak Pernah Rekomendasikan Pasar Peringgan ke Swasta

Foto: M Idris/Sumut Pos PKL Pasar Peringgan menggelar dagangannya. Saat ini kondisi gedung Pasar Peringgan memprihatinkan.
Foto: M Idris/Sumut Pos
PKL Pasar Peringgan menggelar dagangannya. Saat ini kondisi gedung Pasar Peringgan memprihatinkan.

SUMUTPOS.CO – Pengelolaan Pasar Peringgan ditangan pihak swasta (PT Parbens) yang menuai protes dari para pedagang, ternyata tanpa ada rekomendasi dari DPRD Medan. Artinya, pengelolaan pasar tersebut diberikan kepada pihak ketiga dilakukan secara sepihak oleh Pemko Medan.

Sekretaris Komisi C DPRD Medan, Boydo HK Panjaitan mengatakan, perlu disampaikan bahwa selama ini Komisi C yang merupakan konter partnya Pasar Peringgan tidak pernah mengetahui kerja sama yang dilakukan antara Pemko Medan dengan PT Parbens. Oleh sebab itu, bisa dibilang ilegal.

“Komisi C akan mengundang pihak PD Pasar, PT Parbens, perwakilan pedagang dan Pemko Medan untuk mengklarifikasi permasalahan yang terjadi di pasar Peringgan Medan,” ujar Boydo, kemarin.

Diutarakan dia, pengelolaan pasar tersebut oleh pihak swasta melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 54 tahun 2017 tentang BUMD. Pelanggaran yang dilakukan Pemko Medan inipun bisa diambil langkah hukum atau dipidanakan. Sebab, sudah menyalahi aturan dan merugikan negara bahkan membuat keadaan ekonomi di pasar tersebut terhambat. “Pemko Medan bisa dipidanakan terkait Pasar Peringgan. Apalagi PD Pasar sudah mengeluarkan surat ke para pedagang untuk menempati kios,” katanya.

Menurut Boydo, PT Parbens selaku yang diberikan kewenangan harusnya dapat lebih profesional kalau mau buat MoU. Seharusnya diperiksa dulu dasar hukumnya yang benar sebelum melakukan teken kontrak atau kerja sama.

“Sewaktu saya menjabat Ketua Komisi C pada tahun 2017 lalu, telah meluruskan dan mengembalikan Pasar Peringgan dari pihak swasta ke PD Pasar. Namun, tiba-tiba pada Januari 2018 Pemko sudah mengeluarkan MoU dengan PT Parbens. Padahal, Pasar Peringgan sudah menjadi aset dipisahkan yang dikelola oleh BUMD. Jadi, ketika misalnya Pasar Petisah saya mau sewa (kelola), berarti bisa saja padahal sedang dikelola PD Pasar,” bebernya.

Gubsu Lantik 87 Pejabat Administrator

Gubsu Dr. Ir. H. Tengku Erry Nuradi, MSi mengambil sumpah/janji dan pelantikan pejabat administrator di lingkungan Provsu di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu, Jumat 25 Mei 2018.
Gubsu Dr. Ir. H. Tengku Erry Nuradi, MSi mengambil sumpah/janji dan pelantikan pejabat administrator di lingkungan Provsu di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu, Jumat 25 Mei 2018.

SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr Ir HT Erry Nuradi MSi melantik dan mengukuhkan 87 pejabat administrator (Esselon III) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) yang dilaksanakan di Aula Raja Inal Kantor Gubsu, Jumat (25/5).

Pelantikan pejabat esselon III ini berdasarkan Surat Persetujuan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri RI) Nomor  821/3130/ OTDA tanggal 4 April 2018 dan Nomor 821/4644/OTDA tanggal 18 Mei 2018 serta Keputusan Gubsu Nomor 821.23/1468/2018 tanggal 25 Mei 2018

Gubsu Erry Nuradi didampingi para Kepala OPD Provsu dalam sambutannya mengatakan, mutasi ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja organisasi dan sebagai sarana introspeksi diri bagi para pejabat yang dilantik dalam menggali dan memanfaatkan potensi diri masing-masing untuk pelaksanaan tugas pada jabatan yang baru nantinya.

Selain itu, juga sebagai upaya pembinaan terhadap unsur aparatur terlebih pejabat struktural yang kompeten, profesional dan berintegritas. “Kita dalam bekerja tentunya memiliki tantangan yang tidak putus-putusnya dalam menerapkan clean government. Oleh karenanya saya ajak para pejabat yang baru dilantik agar selalu menjaga integritas dengan menunjukkan prestasi dan dedikasi serta loyalitas yang tinggi, ” ujarnya.

Diharapkan, ke depannya agar track record para ASN, khususnya pejabat esselon III ini selalu dijaga dan jangan sampai melakukan perbuatan tercela. “Karena perbuatan tercela yang kita lakukan akan tercatat dalam daftar riwayat hidup, dan nantinya akan menyulitkan kita untuk mendapatkan posisi yang baik dalam pekerjaan,” pesan Erry Nuradi.

Siapapun pimpinannya nanti, lanjut Erry Nuradi, para ASN harus menunjukkan integritas yang baik. “ Jagalah nama baik Sumut. Tanamkan rasa memiliki dan mencintai sebagai tempat bekerja dan tempat kita berada,” ucapnya.

Diingatkan kembali juga kepada seluruh OPD yang masih belum sepenuhnya melakukan pembenahan asset kedepannya untuk melakukan pembenahan, seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Sumut. “Walaupun Pemprovsu sudah 4 kali berturut-turut menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Perwakilan Keuangan (BPK) RI tetapi kita masih harus terus banyak berbenah di bidang aset-aset Pemprovsu,” katanya.

Adapun pejabat yang dilantik antara lain dr Rehulina Ginting MKes sebagai Kepala UPT Rumah Sakit khusus Mata Masyarakat Dinas Kesehatan, drg Wahid Khusyairi MM sebagai Wakil Direktur Pelayanan Medis RSU Haji Medan, Gadis Melani Rusli SH sebagai Kabid Pengelolaan Informasi Publik pada Dinas Informasi dan Komunikasi, Hj Afini SE sebagai Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Kemudian Drs Yeddi Effendi Sipayung MPd sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sei Rampah Dinas Pendidikan, Rita Tavip Megawati SSos MSi sebagai Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Ir M Taufik Batubara MSi sebagai Inspektur Pembantu Wilayah III Inspektorat. (prn/ila)

 

 

 

 

Daging Sapi dan Ayam Alami Kenaikan

Foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos Komisioner KPPU RI, Guntur Syahputra Saragih (Kiri) dan Kodrat Wibowo (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan di Medan.
Foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
Komisioner KPPU RI, Guntur Syahputra Saragih (Kiri) dan Kodrat Wibowo (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan di Medan.

SUMUTPOS.CO – Memasuki pekan kedua Ramadan 1439 H, sejumlah komoditi pangan masih mengalami kenaikan harga. Namun, menurut Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) RI kenaikan harga tersebut masih tergolong ditolerir.  Hal ini diungkapkan Komisioner KPPU RI, Guntur Syahputra Saragih.

Guntur menjelaskan kenaikan tergolong ditolerir. Sebab, sudah sesuai dengan hukum pasar. Dimana, tingginya permintaan akan memipicu kenaikan harga.”Untuk daging sapi dalam temuan kajian kita, awal Ramadan ada kenaikan. Tapi, masih bisa telorir dan daging ayam juga mengalami naik. Kita akan terus pantau terus pada pekan kedua Ramadan ini,” ungkap Guntur kepada wartawan di Medan, Kamis (24/5) malam.

Guntur mengatakan, pihak KPPU masing-masing di wilayah terus melakukan pemantauan harga pangan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H nantinya. “Untuk di Medan, harga daging sapi masih berkisaran Rp 120 ribu perkilogram.Tim kita saat ini, masih terus melakukan pemeriksaan terus,” tutur Guntur.

Hal senda juga disampaikan Komisioner KPPU RI lainnya, Kodrat Wibowo. Ia mengatakan untuk harga bawang masing tergolong mahal. Dengan itu, KPPU melakukan investigasi untuk melihat penyebab kenaikan harga tersebut.

“Termasuk menyelaraskan dengan data-data yang ada dikompenen-komponen yang ada tim pengendali harga di bulan ramadan ini. Kenaikan kita lihat wajar. Karena, permintaan naik secara drastis. Sementara suplay masih lambat merespon,” jelas Kodrat didampingi Kepala Perwakilan Daerah KPPU Medan, Ramli Simanjuntak.

Gubernur BI Fokus pada Rupiah

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjadikan nilai tukar rupiah sebagai fokus jangka pendek.

Pasalnya, volatilitas rupiah terhadap dolar Amerika Serikat atau USD sejak Februari 2018 cukup tinggi.

Pekan ini saja rupiah sempat berada di level Rp 14.200. Rupiah juga melemah 4,895 persen sejak Januari 2018 secara year to date (ytd).

Berdasarkan referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp 14.205, Kamis (25/5).

”Prioritas jangka pendek stabilisasi nilai tukar,” tutur Perry seusai dilantik di gedung Mahkmah Agung (MA), Kamis (24/5).

BI sendiri sudah melakukan upaya stabilisasi rupiah. Salah satunya dengan menaikkan suku bunga BI 7 days reverse repo rate (BI-7DRRR).

Kedua, dirinya akan mempercepat pendalaman pasar keuangan khususnya untuk pembiayaan infrastruktur. Langkah ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

BI juga mengintervensi di pasar surat berharga negara (SBN) dan valuta asing (valas). Sejak awal tahun, BI telah menyerap SBN milik asing Rp 50 triliun di pasar sekunder.

Perry menyebut ada instrumen kebijakan lain supaya ekonomi tumbuh. Antara lain relaksasi kebijakan makroprudensial untuk mendorong sektor perumahan. Rencana itu akan dilakukan dengan perubahan ketentuan loan to value (LTV).

BI juga akan mempercepat pendalaman pasar keuangan, terutama mendukung sektor infrastruktur.

”Itu dilakukan dengan penerbitan sekuritas untuk pembiayaan obligasi pada sektor pembangunan infrastruktur,” tegas Perry.

“Tentu kami tetap koordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lain-lain,” imbuhnya.

Selanjutnya, BI juga akan mendorong perluasan transaksi keuangan secara digital. Apalagi, pemerintah juga terus mengampanyekan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dalam mendukung program pemerintah.

“Keempat adalah memperkuat akselerasi pengembangan ekonomi syariah baik industri halal. Keuangan syariah maupun pengembangan research, serta kampanye gaya hidup halal,” pungkas Perry. (dai/rin/ce1/hap/jpnn/JPC/ram)

 

Pelni dan Garuda Indonesia Bersinergi

Garuda Indonesia dan Pelni perluas jangkauan layanan pengiriman kargo.
Garuda Indonesia dan Pelni perluas jangkauan layanan pengiriman kargo.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) bersinergi bersama PT Garuda Indonesia memperluas jangkauan layanan pengiriman kargo antar perseroan.

Kerja sama keduanya ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara PT Pelni dan Garuda Indonesia selaku induk usaha, diikuti oleh penandatanganan antara anak usaha keduanya, PT Sarana Bandar Logistik dan PT Aero Jasa Cargo, di Jakarta, Kamis (24/5).

Direktur Usaha Angkutan Barang PT Pelni, Harry Boediarto mengatakan dengan kerja sama sinergi BUMN ini akan semakin memperkuat brand PT Pelni sebagai perusahaan one stop service di layanan logistik.

“Dengan menggandeng Garuda Indonesia, bisnis Pelni di bidang layanan logistik akan semakin kompetitif dan tangguh. Dengan begini, layanan logistik Pelni dapat melayani pengiriman barang dan kargo menjangkau lebih banyak kota di Indonesia,” tutur Harry.

Direktur Kargo & Niaga Internasional Garuda Indonesia Sigit Muhartono menyampaikan Garuda Indonesia dan Pelni bersepakat untuk bersama-sama menjalankan layanan outlet GA-Pelni.

Kerja sama yang dijalin bersama PT Pelni tersebut merupakan bagian dari ekspansi perseroan dalam memperluas jaringan kargo tersebut sejalan dengan upaya perseroan dalam menargetkan capaian pendapatan bisnis kargo sebesar USD 248,3 juta pada kinerja 2018.

“Peningkatkan pertumbuhan bisnis kargo tersebut salah satunya akan diutilisasikan melalui strategi maksimalisais jaringan distribusi kargo perusahaan. Kerja sama ini nantinya akan meliputi layanan outlet kargo yang akan bertempat di lokasi Pelni dan Surya Bandar Logistik dan akan mempergunakan jaringan layanan truking Aero Jasa Cargo dan Surya Bandar Logistik,” tandas dia.(chi/jpnn/ram)

 

Pertamina Pasarkan Gas Nonsubsidi

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS GAS_Dua orang pekerja menurunkan Gas Elpiji 3kg dari dalam truk di Jalan Tanjung Mulia Medan, Kamis (5/10) Gas elpiji 3kg susah di dapat di pasaran, langka nya gas tersebut membuat harga nya naik drastis di beberapa kios di kota medan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Seorang karyawan sedang mengangkut Gas Elpiji 3kg dari dalam truk.  Usai lebaran, Pertamina akan memasarkan gas 3 kg nonsubsidi.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Pertamina (Persero) akan meluncurkan elpiji tiga kilogram nonsubsidi setelah Lebaran.

Perusahaan pelat merah itu berharap masyarakat yang tidak berhak menggunakan elpiji tiga kg subsidi beralih ke nonsubsidi.

Dengan demikian, pembengkakan konsumsi elpiji tiga kg subsidi bisa ditekan.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengungkapkan, produk itu akan diluncurkan pada Juli 2018 mendatang.

’’Ini merupakan tindak lanjut dari hasil tes pasar yang telah dilakukan,’’ ujar Nicke, Kamis (24/5).

Menurut dia, produk tersebut dapat mengakomodasi keinginan masyarakat mampu untuk memperoleh elpiji dalam ukuran kecil.

Saat ini produk elpiji nonsubsidi yang paling kecil berbobot lima kg.

Nantinya warna tabung produk baru mirip seperti Bright Gas ukuran 5,5 kg, yaitu merah muda.

Bentuk dan ukuran tabung masih sama dengan elpiji subsidi tiga kg atau elpiji melon.

Pertamina telah menguji coba produk elpiji tersebut sejak akhir tahun lalu.

Uji coba dilakukan di dua tempat. Yakni, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas’ud Khamid menyatakan, untuk tahap awal, produksi elpiji nonsubsidi itu bakal disesuaikan dengan kebutuhan.

’’Hitungannya belum final. Kami evaluasi market dulu,’’ kata Mas’ud.

Dalam APBN 2018, kuota subsidi elpiji 2018 dipatok 6,450 juta metrik ton (mt) atau Rp 94,53 triliun.

Namun, Pertamina memprediksi hingga akhir tahun ini realisasi subsidi elpiji membengkak dari kuota yang ditetapkan atau mencapai 6,7 juta mt.

Sebab, pemerintah belum menerapkan skema distribusi tertutup elpiji melon kepada masyarakat.

Padahal, skema itu dinilai bisa menekan pemakaian subsidi tiga kg. (vir/c14/fal/ram)

Relawan Djoss Rekonsiliasi Strategi

DISKUSI: Suasana diskusi merancang program bersama relawan DJOSS dipandu Mangarimpun Parhusip di Sekretariat Komunitas Alumni SMANSA for DJOSS di Jalan Monginsidi, Medan, Kamis (24/5).
DISKUSI: Suasana diskusi merancang program bersama relawan DJOSS dipandu Mangarimpun Parhusip di Sekretariat Komunitas Alumni SMANSA for DJOSS di Jalan Monginsidi, Medan, Kamis (24/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Belasan komunitas relawan cagub/cawagub Sumut Djarot Syaiful Hidayat dan Sihar Sitorus (Djoss) menggelar acara berbuka bersama, sekaligus melakukan diskusi terbuka terkait rancangan kegiatan para relawan Djoss ke depan.

Misi rekonsiliasi strategi pemenangan DJOSS tersebut dipandu oleh Mangarimpun Parhusip dari Komunitas Alumni SMANSA Medan for DJOSS di sekretariat komunitas tersebut di Jalan Monginsidi No 45Q (belakang Hotel Pardede) Medan, Kamis (24/5).

Konklusi dari diskusi akhirnya membuahkan sejumlah program yang akan dikerjakan secara kolaboratif oleh para relawan Djoss. Program tersebut adalah program yang bermanfaat secara langsung kepada masyarakat yang lokasinya akan dipilih secara acak.

Adapun program aktivitas yang disepakati meliputi pembagian takjil di 16 titik di Kota Medan selama bulan Ramadan, foging atau pengasapan di sejumlah wilayah yang dianggap penting, pengobatan gratis, dan pemasangan alat peraga kampanye (APK).

Perlunya program blusukan ini disampaikan oleh Mangarimpun. Menurutnya, akan lebih efektif menyosialisasikan kecakapan Djoss kepada calon pemilih di Pilgub yang berlangsung pada 27 Juni mendatang.

“Dengan bertemu dan bertatap muka, para relawan memiliki waktu yang cukup untuk menyampaikan pikiran mereka tentang pasangan Djarot-Sihar. Ada interaksi di sana. Ada tanya-jawab dengan warga sehingga mereka paham untuk apa dan seperti apa manfaat jika pemerintahan Sumut kelak dipimpin oleh Pak Djarot dan Pak Sihar,” ungkap Mangarimpun.

 

Menurut Bernas Silalahi dari Komunitas Alumni SMANSA for DJOSS, berbagai kegiatan yang menyentuh masyarakat sebetulnya sudah dilakukan oleh para relawan, namun sifatnya masih sporadis dan belum terbilang sempurna. Dengan pelaksanaan secara kolaboratif, lanjut Bernas, efeknya diyakini akan lebih tajam dan memiliki daya kejut yang juga lebih besar. “Jangkauan skala program juga diperluas secara wilayah. Jumlah masyarakat yang menjadi sasaran program juga semakin banyak,” katanya.

Selain tuan rumah, dalam acara yang diakhiri dengan berbuka puasa bersama itu hadir para delegasi dari Relawan Jas, Relawan Duta Djoss, KAPT, Relawan ANNAS, Relawan Almisbat, Relawan DJAGO, Ra-DjaSihar, Djarot-Sihar Institute, Pagar Nusa, Komunitas Alumni USU for Djoss, dan pengurus DPD PDIP Sumut. (rel/val/azw)