SUMUTPOS.CO – Jenita Janet baru-baru ini mengalami kejadian aneh setiap sedang perform. Pedangdut nyentrik itu, tiba-tiba saja terjatuh saat bernyanyi di Purwokerto, Jawa Tengah.
Ada beberapa kebiasaan yang biasa dilakukan Janet, namun dilewatinya begitu saja. Hal itu yang membuat ia mengalami kejadian-kejadian aneh selama 2 tahun belakangan ini.
“Suaraku tiba-tiba hilang. Jadi selama buat lagu yang gitu. Pokoknya tetap baca-baca. Biasanya kita ngumpul berdoa, tapi kemarin mungkin aku lagi kecolongan saja. Hal-hal yang biasa aku lakuin pamit sama orangtua, minta doa restu, terus berdoa di dalam tim sebelum perform, itu kelewat semuanya, enggak tahu kenapa,” ujar Janet, saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (22/5).
Tidak sengaja, seorang penonton mengambil video saat Janet terjelengkang ke belakang hingga pingsan. Hal tersebut membawa pelantun ‘Galau Galau Merindu’ itu ke dalam sebuah akun Instagram gosip. “Saya tidak menyalahkan individu, karena di depan banyak orang yang lagi nonton. Walau saya mungkin bukan idola mereka, tapi di mana empati kalian? Saya datang ke sana untuk menghibur. Tolonglah dihargai artis yang sedang menghibur,” tambahnya lagi.
Namun, wanita 30 tahun itu menganggap, hal tersebut bisa menjadi bahan pelajaran untuknya, baik secara pribadi maupun karir. “Mungkin orang enggak suka sama aku karena kesuksesan yang Allah SWT kasih, orang tidak terima. Makanya Janet lebih interospeksi, nanya apa yang salah pada diri Janet. Janet selalu minta maaf,” tukasnya. (dtc/saz)
SUMUTPOS.CO – Duel big match akan tersaji saat Persib Bandung ditantang PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Rabu (23/5) malam WIB. Duel ini menjadi laga yang emosional untuk winger Persib asal Medan, Ghozali Siregar.
Ghozali bertekad untuk memberikan performa terbaiknya untuk Persib saat menghadapi sang mantan. “Kesiapannya masih tetap sama, akan tetapi lebih ke perubahan pola tidur dan pola makan yang dijaga. Menghadapi PSM sama saja seperti pertandingan biasa, mungkin karena main di bulan puasa jadi tidur sama makan lebih dijaga biar kondisi fisik tidak menurun,” tutur Ghozali saat ditemui di mess Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Senin 21 Mei 2018.
Menghadapi pertandingan kontra PSM Makassar nanti, pemain kelahiran Dolok, Sumatera Utara, 7 Juli 1992 tersebut mengaku pastinya ada yang berbeda dan lebih emosional karena menghadapi mantan tim yang pernah dibelanya.
“Tapi di lapangan yang penting bisa menang besok, karena pertandingan nanti akan cukup berat. Ini sangat penting karena saat ini melihat di klasemen kita masih di bawah dan butuh poin penuh untuk kembali ke klasemen atas,” kata Ghozali.
Sementara itu Pelatih Persib, Roberto Mario Carlos Gomez, menegaskan timnya menargetkan kemenangan. Maka itu, dia meminta skuatnya untuk tampil maksimal di laga nanti. Namun, dia juga mengingatkan Supardi Nasir dan kawan-kawan untuk fokus penuh sepanjang pertandingan.
“Dalam setiap pertandingan, khususnya pertandingan penting besok, kita tidak boleh lengah, bahkan untuk satu detik. Jangan sampai lawan mencetak gol. Kunci dari setiap kemenangan adalah bagaimana kita menjaga fokus itu sendiri,” ucap Gomez, seperti dikutip laman resmi klub.
Persib memang membutuhkan poin untuk membawa mereka ke papan atas. Skuat Maung Bandung kini masih terdampar di posisi ke-12 dengan 11 poin. Sebaliknya, PSM sementara ini berada di peringkat kedua dengan nilai 17.
Sementara di kubu lawan Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts mengungkapkan bahwa persiapan tuan rumah Persib Bandung jauh lebih baik ketimbang timnya. Dia mengatakannya berdasarkan statistik pertandingan yang telah dijalani sementara ini.
Secara teknis PSM hanya punya waktu tiga hari memperbaiki kondisi fisik dan mental pemain setelah melakoni pertandingan kontra Borneo FC di Makassar. Sedangkan Persib jauh lebih diuntungkan karena memiliki waktu lebih lama dalam mempersiapkan tim dan istirahat. Pada pekan lalu mereka tak bertanding lantaran laga melawan tuan rumah Persebaya ditunda.
“Persib lebih diuntungkan karena mereka punya waktu panjang beradaptasi dan memulihkan diri. Ketimbang kami yang setelah main hanya istirahat singkat. Setelah itu kami main lagi. Ini sangat jauh berbeda,” ungkap Robert Alberts dalam jumpa pers sebelum pertandingan di stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLK), Selasa (22/5).
Robert Alberts menambahkan bahwa hal itu berpengaruh pada kondisi fisik timnya. Persib dengan waktu yang panjang cukup untuk melakukan persiapan. Dia pun menyebut persiapan tuan rumah jauh lebih baik.
Meski begitu, menurut pelatih asal Belanda tersebut, hal itu justru menjadi motivasi tersendiri. Dirinya dituntut untuk mencari dan menemukan formula terbaik agar dapat meraih kemenangan di kandang Persib.
Sementara itu, striker Ferdinand Sinaga yang mendampingi Robert Alberts menyebut kondisinya para pemain sedikit terpengaruh setelah hanya mendapat waktu 3 hari untuk beristirahat.
“Tentu sangat berbeda. Yang pasti kami datang ke sini untuk mendapat hasil bagus. Dan main sesuai dengan apa yang kami rencanakan. Saya rasa itu yang terpenting,” sebut Ferdinand. (rul/jpc/don)
SUMUTPOS.CO – Persija Jakarta tampaknya bergerak cepat jelang bursa transfer putaran kedua Liga 1 2018. Mereka baru saja resmi mendaratkan salah seorang pemain naturalisasi, Osas Saha.
Kedatangan Osas jelas mengejutkan. Sebab, sebelumnya sama sekali tak ada rumor berkembang tentang mantan pemain Perseru Serui itu.
Pemain yang sudah menjadi warga negara Indonesia tersebut baru bermain pada setelah bursa transfer jilid kedua dibuka mulai 5 juli – 3 Agustus 2018. Dia secara resmi menandatangani kontrak selama satu setengah musim ke depan.
“Perekrutan Osas adalah kebutuhan tim. Apalagi dengan merekrut Osas posisi second striker atau winger kita punya alternatif. Mengingat saat ini posisi second striker kami tidak punya. Osas juga nantinya bisa menggantikan Novri atau Riko salah satunya absen,”ujar Direktur Utama, Gede Widiade, dalam situs resmi Persija.
Striker berusia 31 tahun itu terbilang cukup berpengalaman di Indonesia. Dia pernah membela PSMS Medan, Madura United, Persisam Samarinda, hingga Perseru.
“Kedatangan Osas tak mengurangi jatah pemain asing kita karena dia sudah mendapatkan status warga negara Indonesia. Dia mendapatkan lampu hijau proses naturalisasi pada 16 Mei kemarin,” tandasnya.
Saha bukan striker yang asing bagi PSMS. Dia pernah memperkuat PSMS di ISL tahun 2011/2012. Namun sayangnya hanya semusim karena PSMS degradasi. (ies/jpc/don)
Para pemain Persebaya melakukan latihan di Gelora Bung Tomo.
Para pemain Persebaya melakukan latihan di Gelora Bung Tomo.
SUMUTPOS.CO – Persebaya Surabaya memastikan pertandingan lawan Persipura Jayapura akan berlangsung sesuai jadwal. Green Force, julukan Persebaya, dijadwalkan menjamu Persipura pada 29 Mei 2018 mendatang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
Kepastian ini muncul setelah pihak Polrestabes Surabaya memberikan lampu hijau untuk pertandingan tersebut. Mereka akan mengeluarkan izin keramaian untuk partai yang seharusnya menjadi laga kandang kedua Persebaya di bulan Ramadan ini.
“Kami sudah siap memberikan pengamanan agar pertandingan melawan Persipura nanti bisa digelar di Surabaya,” kata Kapolrestabes Surabaya, Rudi Setiawan dalam laman resmi Persebaya.
“Silakan teman-teman Bonek dan Bonita datang memenuhi tribun, serta menyaksikan permainan terbaik dari tim kebanggaan Surabaya ini,” imbuh pria asal Palembang, Sumatera Selatan itu.
Sebelumnya, Persebaya terpaksa membatalkan pertandingan kandang kontra Persib Bandung. Pembatalan ini dilakukan karena serangkaian aksi terorisme yang mengguncang Kota Surabaya dua pekan lalu.
Laga yang seharusnya dilangsungkan Sabtu (19/5) malam tersebut akhirnya dijadwal ulang oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB). Ketua Panpel Persebaya, Wisnu Sakti Buana tampak senang karena pertandingan lawan Persipura akan berlangsung sesuai jadwal.
“Kami sangat berterimakasih atas dukungan dari Pak Kapolrestabes. Ini adalah salah satu bukti bahwa Surabaya sudah aman,” ucap pria yang menjabat sebagai Wakil Wali Kota Surabaya itu. (saf/jpc/don)
Tunggal putri Indonesia, Dinar mengunci kemenangan atas Perancis.
Tunggal putri Indonesia, Dinar mengunci kemenangan atas Perancis.
BANGKOK, SUMUTPOS.CO – Indonesia memastikan satu tiket perempat final Piala Uber 2018. Hal ini dipastikan setelah tim Merah Putih menang 5-0 dari Prancis, Selasa (22/5). Sebelumnya, Indonesia juga memetik kemenangan 3-2 dari Malaysia, Senin (21/5).
“Hasil ini sesuai prediksi, yang penting Indonesia masuk dulu ke delapan besar. Dengan hasil hari ini, Indonesia dipastikan lolos bersama Tiongkok. Dari hasil dua pertandingan, pemain-pemain kami sudah berjuang,” kata manajer tim Piala Thomas dan Uber Indonesia 2018, Susy Susanti.
“Memang masih ada yang belum maksimal, tapi tentunya untuk modal besok melawan Tiongkok. Kalau besok bisa juara grup kan akan stay di grup dan menunggu undian posisi dua,” imbuh Susy.
Indonesia akan berhadapan dengan Tiongkok, di laga terakhir penyisihan Grup D untuk menentukan posisi juara grup. Pertandingan ini akan berlangsung pada Rabu (23/5), di Impact Arena Bangkok mulai pukul 09.00 waktu setempat.
“Besok persiapan melawan Tiongkok kami akan melakukan yang terbaik dan kami mau maksimal. Formasi akan kami lihat sesuai kebutuhan dan head to head. Secara kekuatan, kami mau yang terbaik, tetapi juga melihat kondisi atlet. Karena kondisi akan mempengaruhi,” ujar Susy.
Dinar Dyah Ayustine mengaku bersyukur bisa turut menyumbang poin untuk tim Uber Indonesia. Ia memastikan kemenangan Indonesia atas Perancis setelah menekuk Marie Batomene dengan skor 21-17 dan 21-10.
Kemenangan Dinar sekaligus membuat Indonesia unggul 3-0, yang notabene merupakan angka aman. Dalam game awal, pertarungan cukup menegangkan. Dinar dan Marie sempat berkejar-kejaran poin meski akhirnya Dinar sukses menguasai keadaan.
Kemenangan di game pertama pun membuat Dinar percaya diri. Ia terus megang kendali pertandingan. Marie yang mencoba mengejar justru malah kian kedodoran hingga Dinar menutup pertandingan.
“Tadi pas diturunin pengen membuktikan aja kalau saya bisa menyumbang poin. Saya adaptasi angin juga, karena baru pertama kali turun. Saya masih kurang enak feeling-nya di game pertama, tapi di game kedua sudah enak temponya,” ungkap Dinar.
Hingga berita ini diturunkan, Indonesia sudah unggul 4-0 atas Perancis. Poin keempat disumbang oleh ganda putri Nitya Krishinda Maheswari/Apriyani Rahayu usai menundukkan Delphine Delrue/Lea Palermo 16-21, 21-19, dan 21-19. (adk/jpnn/don)
Indonesia vs Prancis
Gregoria Mariska Tunjung vs Yaelle Hoyaux 21-9, 21-8
Della Destiara Haris/Ni Ketut Mahadewi Istarani vs Emilie Lefel/Anne Tran 21-10, 21-16
Dinar Dyah Ayustine vs Marie Batomene 21-17, 21-10
Nitya Krishinda Maheswari/Apriyani Rahayu vs Delphine Delrue/Lea Palermo 16-21, 21-19, 21-19
Ruselli Hartawan vs Katia Normand 21-17, 21-16
Suasana kejuaraan Catur Nasional Piala Gubsu di Lapangan Merdeka, Medan.
Suasana kejuaraan Catur Nasional Piala Gubsu di Lapangan Merdeka, Medan.
SUMUTPOS.CO – Kejuaraan catur tingkat nasional Piala Gubernur Sumut 2018 masih berlangsung ketat memasuki hari keempat di Lapangan Merdeka, Medan, Selasa (22/5). Dua unggulan yakni Grand Master Susanto Megaranto (Jawa Barat) dan Master Internasional, Sean Winshand Cuhendi (DKI) masih meraih poin tertinggi di babak ketujuh.
Susanto sukses meraih kemenangan atas Master Internasional Farid Firmansyah (Jabar). Sementara, Sean berhasil menaklukkan Master Internasional Awam Wahono (Jabar). Dan saat ini keduanya sama-sama mengoleksi poin 6,5.
Seperti diketahui jika keduanya akan bertemu dalam babak kedelapan yang akan digelar Rabu (23/5) mulai Pukul 08.00 WIB.
Sementara itu di kelas putra junior, Daniel H L Tobing (Sumut) masih unggul dengan 6 poin. Hasil ini didapat setelah di babak ketujuh, Daniel mampu mengalahkan Derricko Jotin (Sumut).
Di kelas putri junior, Cecilia Natalie Liuviann (DKI) masih memimpin sementara dengan poin 6,5. Cecilia atas Bulan Nainggolan (Sumut).
Pecatur DKI Jakarta Sean Winshand Cuhendi mengakui jika di kejuaraan ini pertarungan masih sengit. Dan terbukti hingga babak ketujuh, dirinya dan Megaranto masih sama-sama mengoleksi 6,5 poin.
“Tak hanya itu, untuk posisi ketiga dan selanjutnya juga poin masih tipis. Makanya saya tidak boleh lengah dan berusaha meraih hasil maksimal di babak selanjutnya,” tambahnya.
Sementara itu, Daniel H L Tobing mengaku bersyukur karena masih mampu unggul hingga babak ketujuh. Tinggal ada dua babak lagi, harus tetap fokus.
“Saya optimis bisa meraih hasil maksimal di babak selanjutnya. Intinya tetap fokus dan tidak boleh lengah,” pungkasnya. (don)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kasus ujaran kebencian yang menjerat Himma Dewiyana Lubis mendapat perhatian serius dari berbagai elemen masyarakat. Bahkan, LBH Medan dan 28 pengacara siap mengawal proses hukum terhadap dosen Universitas Sumatera Utara (USU) tersebut.
Direktur LBH Medan, Surya Adinata menyatakan, alat bukti yang digunakan Polisi dalam kasus Himma adalah status facebooknya berupa kata-kata; “Skenario pengalihan yang sempurna. #2019GantiPresiden”. Menurut Surya, secara tersirat tidak dijelaskan apa yang disebutkan sebagai pengalihan isu.
Surya menilai, Polisi telah menterjemahkan sendiri postingan status Himma tersebut. Selain itu ia juga menyebutkan, psikologi Himma tentu tertekan. Sebab, berkaitan dengan kasus itu Himma ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan. Padahal, belum pernah diperiksa sebagai saksi. “Bisa dibilang polisi beropini dalam kasus ini, tidak boleh dalam hukum bermain opini atau asumsi,” ujarnya, Selasa (22/5) siang.
Untuk itu, Surya juga mengaku, LBH Medan akan memberikan advokasi dalam kasus yang menjerat dosen USU tersebut. “Keluarga Ibu Himma sudah datang ke Kantor LBH. Tapi, belum bertemu dengan saya. Bukan cuma LBH Medan yang ingin membantu, ada juga adik-adik masiswa dari HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dan beberapa LBH dan elemen masyarakat lainnya,” ucap Surya.
Surya menilai dari kacamata hukumnya, ada kegajilan dalam kasus yang dialami Kepala Arsip USU non-aktif itu. Menurut dia, kasus tersebut Polda Sumut terkesan terlalu memaksakan untuk menetapkan Himma menjadi tersangka dan menahannya. “Dalam status yang diunggahnya itu, tidak disebutkan objeknya apa. Kalau disebutkan 3 bom gereja pengalihan isu, baru bisa Polda Sumut menyebutkan itu ujaran kebencian,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Surya, Kepolisian harusnya melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap Himma, bukan langsung diamankan, kemudian ditetapkan tersangka dan selanjutnya ditahan. “Kalau sudah seperti itu (diamankan, Red), Ibu Himma tidak bisa menjelaskan apa maksud dari statusnya karena sudah dalam keadaan tertekan,” ungkapnya.
Karenanya, Surya mengaku sudah menyiapkan langkah-langkah hukum untuk membela dosen berstatus Apartur Sipil Negera (ASN) itu. Termasuk melakukan upaya pra-peradilan kasus ini ke Pengadilan Negeri (PN) Medan. “Kita ingin Prapidkan saja, biar diuji dulu penetapan tersangka, penyidikan dan penahanan itu,” pungkasnya.
SUMUTPOS.CO – Pevoli putri Indonesia Berllian Marsheilla mengaku terusik dengan target yang dibebankan pemerintah kepada timnas voli di Asian Games 2018.
Kepada timnas voli, Kemenpora hanya menargetkan mereka masuk ke babak delapan besar. Hal ini dinilai Sheilla seolah mereka dipandang sebelah mata dan tidak mampu meraih medali.
“Karena pemerintah menargetkan kita hanya masuk delapan besar, secara nggak langsung kita merasa kok seperti dianaktirikan. Kami mau katakan bahwa kami bisa (dapat medali, Red),” kata Sheilla.
Walau berat, Sheilla meyakini ia dan kawan-kawannya tetap berpeluang meraih medali karena bermain di kandang sendiri. Dukungan suporter Indonesia tentunya akan memberikan semangat lebih kepada mereka.
“Dengan penonton yang nanti membludak, siapa tahu motivasi kami untuk dapat medali bisa 200 persen,” ungkapnya.
Sheilla mengatakan, dari pemetaan kekuatan, ada empat negara yang akan menjadi pesaing paling berat. Empat negara tersebut Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, dan Thailand. “Tapi ya siapa tahu kita silangnya (undian, Red) dapat yang enak,” tutupnya. (kar/isa/jpc/don)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polemik surat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumut Nomor: B-1601/K.BAWASLU-Prov.SU/PM.00.01/05/2018 berbuntut panjang. Tim Advokasi dan Bantuan Hukum Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) resmi melaporkan tiga komisioner Bawaslu Sumut ke Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) dengan No. 136/I-P/L-DKPP/2018, Senin (21/5). Ketiganya yakni Ketua Bawaslu Sumut Syafrida R Rasahan, Komisioner Hardi Munte dan Aulia Andri.
Mereka dilaporkan karena menurut kajian tim advokasi, ketiga komisioner tersebut melakukan perbuatan yang sifatnya melanggar etik sebagai penyelenggara pilkada dengan mengeluarkan surat No. B-1601/K.Bawaslu-Prov.SU/PM.00.01/05/2018. Kemudian, surat tersebut dianggap menimbulkan kegaduhan politik di masyarakat.
“Mulai dari dasar hukum sampai pada kesimpulan, bagi kami merupakan sebuah tindakan yang sangat melanggar etika sebagai penyelenggara Pilkada, yakni melanggar pasal 10 dan 15 Peraturan DKPP No.2/2017, karena terlihat bahwa komisioner Bawaslu Sumut tidak profesional,” tegas Tim Advokasi dan Bantuan Hukum Eramas, Adi Mansar Lubis bersama Ahmad Sofyan Hussein Rambe didampingi Bantuan Hukum Gerindra DPP Zulfikri Lubis dan Idharul Haq, Selasa (22/5).
Ketidakprofesionalan Bawaslu Sumut tersebut, lanjut Adi Mansar, karena sengaja mengajak konstituen atau masyarakat membuat suatu kesepakatan yang bertentangan dengan aturan yang ada di atasnya yaitu PKPU Nomor 4/2017 dan UU Nomor 10/2015. “Aturan yang dibuat Bawaslu itu sudah diatur terlebih dulu, itu tidak profesional. Kemudian itu tidak efektif karena aturan yang dia buat hanya mengulang aturan yang lama dan tidak bisa diterapkan,” imbuhnya.
Kemudian, lanjutnya, ketiga komisioner Bawaslu sangat erat kaitannya tidak independen karena salah satu komisioner Bawaslu Sumut adalah anak kandung dari ketua tim pemenangan salah satu paslon Pilgubsu. Selanjutnya, sambung dia, Syafrida R Rasahan sangat tidak konsisten dengan apa yang sudah dia katakan sebelumnya. “Karena menurut mereka, tim nomor satu sudah ikut memberi persetujuan. Sementara bantahan itu sudah ada di mana-mana, tentang tidak pernah membuat kesepakatan sama sekali untuk ikut dalam kesepakatan. Jika itu tidak mereka cabut, maka murni mereka melakukan pelanggaran kode etik,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan, pasal 15 huruf b dan C Peraturan DKPP No. 2/2017 tentang kode etik dan pedoman perilaku penyelenggaraan pemilu menyebutkan, dalam menjalankan prinsip profesional, penyelenggara pemilu bersikap dan bertindak a) menjalankan tugas sesuai visi, misi, tujuan dan program lembaga penyelenggara pemilu; b). Melaksanakan tugas sesuai jabatan dan kewenangan yang didasarkan pada UU.
“Bawaslu itu jelas bukan sebagai lembaga yang membuat regulator atau peraturan yang menyusun perundang-undangan, tetapi lembaga yang melakukan eksekusi terhadap peraturan perundang-undangan itu. Bahkan aturan yang dibuat itu malah membuat kegaduhan bukan menyukseskan Pilkada,” imbuhnya.
Sedangkan Bantuan Hukum Gerindra Idharul Haq mengatakan, laporan pengaduan ke DKPP sudah tepat. “Inilah langkah yang harus kita ambil ketika ada surat yang dikeluarkan merugikan pasangan calon. Maka harapan kami ada sinergi, kita harus kawal bagaimana proses dari DKPP itu sendiri, kita harus proaktif dan monitoring terus,” katanya.
Foto: Fachril/Sumut Pos
Jenazah gadis yang dibakar kekasihnya disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan, Selasa (22/5).
Foto: Fachril/Sumut Pos Jenazah gadis yang dibakar kekasihnya disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan, Selasa (22/5).
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Setelah dua minggu menjalani perawatan di RSU dr Pirngadi Medan, DAL (16) gadis yang dibakar kekasihnya akhirnya tewas, Senin (21/5) malam.
Jenazah korban disemayamkan di rumah duka, Jalan Mangaan, Lorong Benteng, Mabar, Kecamatan Medan Deli.
Orangtua korban, Suherman mengatakan, sejak korban dibakar Iwan Kincit, kondisinya tidak sadarkan diri.
Naas, korban meregang nyawa sebelum menjalani operasi lanjutan yang akan dilakukan tim medis.
“Seharunya beberapa hari ini, anak saya mau operasi lanjutan untuk ke lima kalinya. Tapi sudah ajalnya, anak saya meninggal,” kata Suherman di rumah duka.
Suherman berharap, pelaku yang telah membakar anaknya hingga tewas agar dihukum seberat-beratnya.
“Semoga pelaku dapat dihukum setimpal atas perbuatannya,” cetus Suherman.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Yayang Rizki Pratama mengatakan, pihaknya sudah menangani kasus pembakaran itu.
Soal kematian korban, pihaknya masih menunggu hasil keterangan visum dan keterangan medis yang menangani korban selama perawatan di rumah sakit.
“Kita belum bisa tentukan pasal atas peristiwa itu, karena jeratan pasal yang pertama kita buat akan berubah dengan hasil keterangan medis dan hasil visum. Jadi, kita belum bisa sebutkan pasal apa yang akan kita jerat ke pelaku,” terang Yayang.
Sekedar mengingatkan, kasus pembakaran yang dialami korban dipicu masalah cemburu. Sehingga Iwan Kincit yang tak lain merupakan kekasihnya, membakar korban hidup-hidup.
Kini, pelaku sudah ditahan di Mapolres Pelabuhan Belawan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Terpisah, Kasubag Humas dan Hukum RSUD Dr Pirngadi Medan Edison Perangin-angin SH MKes MH mengatakan, korban meninggal akibat luka bakar yang dideritanya.
“Meninggal diakibatkan luka bakarnya mencapai 65 persen. Luka bakarnya sudah hampir menyeluruh di tubuh pasien,” kata Edison kepada wartawan, Selasa (22/5).
Selama dirawat di rumah sakit milik Pemko Medan itu, korban sudah empat kali menjalani operasi bedah kulit.
“Bahkan dalam waktu dekat ini mau dilakukan operasi bedah kulit kelima. Tapi pasien sudah meninggal,” tutur Edison.(fac/dvs/ala)