Home Blog Page 6330

Viral! Wajah Jet Li Terlihat Tua dan Pucat

Jet Li bersama fans. Fotonya tampak tua dan pucat.
Jet Li bersama fans. Fotonya tampak tua dan pucat.

SUMUTPOS.CO – Aktor dan seniman bela diri Jet Li sedang jadi perbincangan. Fotonya dengan seorang warganet mendadak viral. Fisik berubah total. Dalam foto yang diunggah pemilik akun Twitter @StxNany itu, dia terlihat botak. Wajahnya penuh kerutan dan pucat. Li tampak lebih tua dari usia aslinya, 55 tahun.

’’Jadi, ternyata, Jet Li menderita hipertiroid dan masalah tulang belakang, dan inilah dia sekarang,’’ cuitnya Sabtu lalu (19/5).

Kala itu, dia menceritakan tengah berada di Tibet, lalu bertemu bintang The Expendables tersebut. Kondisi itu membuat fans kaget. Mereka berdoa agar Li lekas sembuh. Bahkan, ada yang menawarkan pengobatan buat aktor yang juga atlet wushu tersebut.

Berita itu ditanggapi manajer Li, Steven Chasman. Dia menegaskan bahwa Li tidak apa-apa. ’’Kami berterima kasih atas perhatian kalian. Tapi, Jet sangat baik-baik saja. Tidak ada yang salah dengannya. Tidak ada penyakit yang mengancam nyawa,’’ tegasnya dalam pernyataan tertulis sebagaimana dikutip USA Today.

Dalam pernyataan itu, Li juga berkomentar. Dia menjelaskan, foto selfie dengan penggemarnya itu diambil tiba-tiba. ’’Itu cuma satu foto dan orang-orang memaknainya secara berbeda. Kalau kalian berfoto denganku dari sudut dan waktu yang salah, aku bakal kelihatan sakit sekali,’’ paparnya.

Untuk meyakinkan fans, Chasman juga mengirimkan foto terbaru Li. Di foto tersebut, aktor kelahiran 26 April 1963 itu terlihat bugar meski berkepala plontos.

Kabar sakitnya Li bukan hal baru. Pada 2013, aktor yang bakal memerankan sosok Emperor di live action Mulan itu mengungkapkan, dirinya mengalami gangguan kesehatan cukup kompleks.

Dia menderita hipertiroid, gangguan jantung, dan cedera akibat bertahun-tahun melakukan adegan action. Lutut dan tulang belakangnya ikut jadi korban, sehingga Li tidak bisa berdiri dalam waktu lama tanpa membungkuk.

’’Hal itu membuat kesehatanku amat terganggu. Dokter sempat bilang, pilihannya antara terus bermain film action atau menghabiskan sisa hidup di kursi roda karena lumpuh,’’ ungkapnya sebagaimana dikutip Hollywood Reporter.

Li pun memilih mengurangi tawaran berakting. Pemilik lima medali emas di kejuaraan wushu itu lantas mendirikan lembaga amal The One Foundation.

Li juga kerap beribadah di kuil di Tibet demi kesembuhannya. Saat itulah dia bertemu fans yang mengajaknya berfoto. (USA Today/Hollywood Reporter/fam/c17/na)

Tolak Berhubungan Intim, Istri Memar Dibogem Suami

KDRT-Ilustrasi
KDRT-Ilustrasi

CEH, SUMUTPOS.CO – Seorang pria berinisial MN (44), warga Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, menganiaya istrinya lantaran sang istri menolak berhubungan intim.

Pria yang berprofesi sebagai petani ini pun ditangkap pada Selasa (15/5) lalu, atas laporan pengaduan istri pelaku ke Mapolsek Bandar Dua tanggal 13 Mei 2018 dengan nomor laporan polisi LP / 08 / V / Res.16 / 2018 / SPKT.

“Dari laporan tersebut, tim melakukan penelusuran keberadaan pelaku di kawasan tempat tinggalnya. Tepatnya pada Selasa (15/05/2018), MN ditemukan di Gampong Paya Pisang Klat, tanpa perlawanan ia pun digiring ke Mapolsek Bandar Dua untuk dimintai keterangan,” ujar Kapolsek Bandar Dua Ipda Faisal, SH, Rabu (23/5).

Kata Kapolsek, KDRT tersebut terjadi di rumahnya yang berlokasi di Gampong Paya Pisang Klat pada Sabtu (12/05) malam sekira pukul 20.00 Wib, saat kedua pasangan suami istri ini selesai makan malam bersama di ruang tamu. Kemudian MN mengajak istrinya berhubungan badan. Namun karena merasa capek, sang istri menolak.

“Lalu pelaku memaksa memeluk istrinya, namun sang istri tetap menolaknya. Pelaku pun melakukan pemukulan di bagian mata sebelah kiri,” terang Kapolsek.

Kasus ini telah ditangani di Mapolsek Bandar. “Kita akan upayakan mediasi dengan melibatkan para perangkat Gampong untuk menyelesaikan perkara ini. Namun bila tidak menemui titik terang, maka akan di lanjutkan ke jalur hukum,” sebut Ipda Faisal, SH. (zal)

YARA Laporkan Kadis PRKP dan LH Abdya ke KASN

YARA mengadukan Kadis Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PRKP dan LH) Aceh Barat Daya (Abdya), Firmansyah, ST, ke KASN, Selasa (22/5).
YARA mengadukan Kadis Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PRKP dan LH) Aceh Barat Daya (Abdya), Firmansyah, ST, ke
KASN, Selasa (22/5).

ACEH, SUMUTPOS.CO –  Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), mengadukan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PRKP dan LH) Aceh Barat Daya (Abdya), Firmansyah, ST, ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Selasa (22/5).

Firmansyah dilaporkan ke KASN atas dugaan pelanggaran peraturan pemerintah, karena melakukan penghentian sementara kegiatan perkebunan PT Cemerlang Abadi (PT CA) dengan alasan tidak memiliki izin lingkungan. Laporan ke KASN diantar langsung oleh Sekretaris YARA, Fakhrurrazi dan diterima oleh Petugas Penerima Pengaduan di KASN.

“Pelaporan ini berdasarkan kejadian pada tanggal 27 April 2017, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup mengeluarkan surat nomor: 660/245/2018 tentang  penghentian sementara kegiatan perkebunan PT Cemerlang Abadi dengan alasan PT Cemerlang Abadi tidak memiliki izin lingkungan,” ujar Ketua YARA Safaruddin SH, Rabu (23/5) kepada media ini.

Disebutkan, Firmansyah selaku Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan dalam suratnya tersebut, meminta kepada PT Cemerlang Abadi untuk menghentikan sementara oprasional dengan dalih tidak mempunyai Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL), Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH) dan Izin Lingkungan.

Atas surat tersebut, kata dia, Firmansyah diduga melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS), khususnya pasal 3 angka 4, angka 7, angka 9, angka 14. Selain itu Firmansyah juga melanggar Pasal 4 angka 1 dan angka 10.

“Terhadap surat dari Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup tersebut, kami  telah berkonsultasi ke Kementerian Lingkungan Hidup,” kata Safar.

Dari hasil konsultasi tersebut, sambungnya, pihaknya mendapat informasi bahwa Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup tidak boleh mengeluarkan surat penutupan oprasional sebuah perusahaan tanpa melewati beberapa tahap teguran secara administrasi,  sampai pada surat paksaan kepada perusahaan dimaksud agar segera membuat dokumen Lingkungan Hidup yang dimaksud.

“Selama ini, PT Cemerlang Abadi tidak pernah mendapat surat teguran bahkan surat paksaan untuk segera menyusun dokumen Lingkungan Hidup,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, tindakan dari Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup,  Firmansyah, ST, dalam mengeluarkan surat pernghentian oprasional PT CA tidak cermat dan merugikan orang lain, terutama PT Cemerlang Abadi sebagai perusahaan yang telah menanamkan modalnya puluhan tahun di Kabupaten Aceh Barat Daya.

“Ini juga merugikan tenaga kerja yang bekerja di PT Cemerlang Abadi yang akan kehilangan pekerjaannya sebagai sumber penghasilan untuk membiayai kehidupan keluarganya. Seharusnya, sebagai Aparatur Sipil Negara, Kadis yang melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani, sehingga mengakibatkan kerugian bagi pihak yang dilayani, yang dalam hal ini, masyarakat yang ratusan orang bekerja di PT Cemerlang Abadi,” sebutnya.

“Untuk itu kami mohon kepada Ketua Komisi Aparatur Sipil dan Negara agar dapat menertibkan ASN yang melakukan perbuatan yang dilarang dalam peraturan perundang-undangan agar setiap ASN dapat bekerja dengan professional, jujur dan bekerja untuk kepentingan bangsa dan Negara,” pungkasnya. (zal)

Asian Agri Dorong Petani Penuhi Kuantitas & Kualitas Pasar Sawit

Bukber Asian Agri
FOTO BERSAMA: Direktur Corporate Affair Asian Agri, Muhammad Fadhil Hasan, dan sejumlah manager di Asian Agri, foto bersama Insan Pers dalam buka puasa bersama Kemitraan Asian Agri dengan Insan Pers, di Medan, Selasa (22/5/2018).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Asian Agri berkomitmen membina petani-petani untuk menjadi mitra plasma maupun swadaya. Bukan hanya itu saja, Asian Agri mendorong petani sebagai pemasok terbesar kedua di Indonesia, untuk memenuhi kuantitas sekaligus kualitas pasar sawit. Baik di tingkat pasar komoditas sawit domestik maupun internasional.

“Pengembangan kapasitas petani harus terus kita kembangkan, karena mereka (petani) adalah penentu keberhasilan industri sawit di Indonesia. Oleh karenanya, Asian Agri merasa berkewajiban untuk terus membantu mengembangkan kapasitas para petani, agar kualitas sawit yang dihasilkan sesuai dengan standar yang sudah ditentukan oleh pasar,“ kata Direktur Corporate Affair Asian Agri, Muhammad Fadhil Hasan dalam buka puasa bersama Kemitraan Asian Agri dengan Insan Pers, Selasa (22/5/2018).

Turut hadir Head of Operation Asian Agri Bukit Sanjaya, Head Of Social Security & License Asian Agri Ariston Noverry Fau, Humas Asian Agri Lidya Veronica Ginting, Ketua PWI Sumut Hermansyah SE, sejumlah Pemimpin Redaksi baik media cetak, elektronik, dan online serta insan pers.

Fadhil menambahkan, konsumen sawit semakin menyadari pentingnya jaringan pemasok untuk mematuhi ketentuan keberlanjutan sebagai tanggung jawab terhadap kelestarian alam.

Fadhil, menjelaskan di jajaran senior media di Sumatra Utara, masing-masing pemangku kepentingan wajib untuk mengambil peran dalam membuka mata dunia terhadap industri sawit di Indonesia, termasuk Asian Agri sebagai perusahaan yang berkomitmen terhadap lingkungan.

“Peran perusahaan dapat diwujudkan melalui contoh praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan kebun dan proses pengolahan kelapa sawit, serta upaya mengedukasi publik secara terus-menerus,” katanya.

Dalam hal keberlanjutan, Asian Agri sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasional di tiga provinsi Pulau Sumatera, yakni Sumatera Utara (Sumut), Riau dan Jambi, berfokus pada intensifikasi. Oleh karenanya tanaman sawit yang ditanam harus dipastikan berkualitas. Pusat Penelitian dan Pengembangan Asian Agri terus mengembangkan pengetahuan dan teknologi yang dapat menghasilkan benih sawit berkualitas. Di mana saat ini telah menghadirkan Topaz seri 4. Benih berkualitas dan praktik pengelolaan terbaik menjadi kunci penting dalam keberhasilan produksi sawit.

Fadhil menyebutkan, Asian Agri memiliki komitmen tinggi terhadap keberlanjutan yang berwawasan lingkungan. “Perusahaan mengadopsi NDPE (No deforestation, no peat development, and no exploitation) menjadi kebijakan keberlanjutan perusahaan dan sepenuhnya patuh terhadap kebijakan dan standar keberlanjutan yang ditetapkan oleh badan nasional dan internasional seperti ISCC, RSPO dan ISPO,” ucapnya.

Praktik-praktik keberlanjutan yang ditunjukkan kepada pihak luar merupakan langkah konkret perusahaan dalam menjawab dan meluruskan isu-isu, yang selama ini dihembuskan negara-negara barat terhadap industri sawit di Indonesia.

“Asian Agri memiliki komitmen tinggi terhadap keberlanjutan, kemampuan telusuran rantai pasok (traceability), memiliki kemitraan yang kuat dengan petani plasma maupun swadaya dan telah berhasil mengelola limbah sawit menjadi energi terbarukan,” cetusnya.

Sejalan dengan program pemerintah dalam menyediakan energi baru terbarukan, Asian Agri telah membangun dan mengoperasikan tujuh (7) Pembangkit Listrik Tenaga Biogas dengan memanfaatkan limbah cair kelapa sawit.

Saat ini, Asian Agri sedang membangun tiga (3) unit PLTBg yang berada di Kabupaten Pelalawan, Riau, serta Kabupaten Labuhan Batu dan Asahan di Sumatra Utara, dari target seluruhnya 20 unit PLTBg pada tahun 2020, yang akan berpotensi menghasilkan tenaga listrik sebesar 44 MW.

 

Program Kemitraan One to One

Sebelumnya, Bukit Sanjaya, Head of Operation Asian Agri menyebutkan, kemitraan dengan petani menjadi fokus Asian Agri dalam meningkatkan produktifitas sawit di tiga provinsi, yakni Sumatra Utara, Riau dan Jambi.

“Komitmen Kemitraan One to One, mewujudkan pengelolaan kebun kelapa sawit petani mitra yang luasnya sama dengan kebun inti Asian Agri, yakni mencapai100.000 hektar kebun petani mitra pada tahun 2018,” ulasnya.

Program Kemitraan One to One, sebut Bukit, memungkinkan pengelolaan satu hektar lahan petani sebanding dengan satu hektar lahan inti Asian Agri dalam mengelola kebun dengan praktik agronomi terbaik, dibekali pelatihan, pendampingan di lapangan, peralatan modern serta akses yang dibutuhkan petani mitra untuk meningkatkan produksi kebun kelapa sawit secara berkelanjutan.

“Dengan demikian tantangan sawit Indonesia dapat terjawab dengan langkah konkret yang telah dilakukan oleh perusahaan,” tambahnya.

Ketua PWI Sumut, Hermansyah SE mengapresiasi kemitraan antara Asian Agri dengan insan pers yang telah terjalin begitu lama. “Tak hanya petani yang dirangkul oleh Asian Agri, insan pers juga telah menjadi mitra baik perusahaan dalam menyebarluaskan informasi ke tengah masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan konsisten Asian Agri menggandeng insan pers dalam berbagai kegiatan berkaitan media,” jelasnya.

PWI berharap, kemitraan bersama Asian Agri tetap terjalin dengan baik. “Kerjasama ini diharapkan terus ditingkatkan,” ucapnya. (rel/mea)

Mandi Hujan, Bocah SD Hilang ‘Ditelan’ Parit

Warga sekitar berusaha mencari korban di selokan/parit yang satu aliran tempat pertama korban jatuh dan hanyut.
Warga sekitar berusaha mencari korban di selokan/parit yang satu aliran tempat pertama korban jatuh dan hanyut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hujan deras yang mengguyur pada Selasa (22/5/2018) siang kemarin, menimbulkan kepanikan di Jalan AR.Hakim, Medan Area, depan Yuki Simpang Raya. Seorang bocah terpeleset ke selokan dan hilang dibawa derasnya aliran air parit.

Bocah itu bernama Rizky. Usianya 8 tahun.

Hanyutnya Rizky pertama kali diketahui oleh kedua orangtuanya, Mariati alias Atik (43) dan suaminya, Amin (48). Pasangan ini spontan berteriak minta tolong. “Tolong…tolong…tolong, anak kami hanyut,” teriak mereka sembari berusaha mencari korban.

Seketika suasana di sekitar kejadian menjadi gempar. Warga sekitar dan pengguna jalan yang mendengar teriakan, berdatangan ke selokan yang ditunjuk kedua orangtua korban.

Upaya pencarian terhadap anak semata wayang pasangan itu pun dilakukan beramai-ramai. Penyisiran berlangsung hingga ke parit busuk di Komplek Asia Mega Mas.

“Anak-anak tadi masuk ke dalam gorong-gorong ini. Anak itu jatuh dari parit depan rumahnya dan terbawa arus. Tapi sudah banyak yang masuk ke dalam gorong-gorong, namun bocah itu belum juga ditemukan,” kata warga sekitar mengaku bernama Ai (50).

Kehebohan warga membuat jalanan AR Hakim macet panjang. Ratusan warga dan pengguna jalan memadati lokasi. Ada yang berupaya membantu, tapi tak sedikit pula sekedar ‘menonton’.

Menurut orangtua korban, Rizky awalnya bermain dekat rumah. Setahu bagaimana, tiba-tiba korban terpeleset ke parit sedalam 60 cm dan hanyut dibawa arus air parit yang tiba-tiba mengalir deras.

“Tadi hujan lebat, anak saya main bersama temannya lalu mereka duduk di atas papan. Parit berada tepat di bawah papan. Terus, anak saya terjatuh dan terbawa arus,” tutur Amin, sambil menunjukan parit yang di depan rumahnya.

Teman-teman korban, sempat berupaya menolong saat tangan Rizky sempat menggapai papan penutup parit. Akan tetapi, derasnya aliran air parit dari derasnya hujan membuat bocah kelas 2 SD itu terseret hingga masuk ke lubang riol yang berjarak sekitar 3 meter dari korban terbawa arus.

Sejoli Kompak Merampok Dekat Diskotek New Zone

Sandi Gunawan alias Bonar
Sandi Gunawan alias Bonar

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Unit Pidana Umum (Pidum) Sat Reskrim Polrestabes Medan meringkus perampok bersenjata tajam (bersajam), Sandi Gunawan alias Bonar (29) warga Jalan Brigjen Katamso/Kampung Aur Gang Sahbandar, Medan Maimun.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH kepada wartawan, Selasa (22/5/2018) menjelaskan, penangkapan merupakan tindak lanjut dari laporan Wandi (29) warga Jalan Selamat/Bromo Gang Buya, Medan Denai. Laporannya tertuang di Nomor: LP/301/IV/2018/SU/Polrestabes Medan/Sek Medan Kota, Tanggal 29 April 2018.

“Pada Minggu (29/4/2018) sekira pukul 03.15 wib, korban yang berboncengan bersama temannya, Rozi Hamdani dihampiri seorang pria dan wanita (pelaku) yang juga berboncengan naik kereta di Jalan Wajir dekat Diskotek New Zone,” ujar Putu.

Ditambahkan, saat itu pelaku menuduh korban memukuli adik Sandi Gunawan alias Bonar, namun korban membantah tuduhan tersebut.

Selanjutnya, pelaku meminta paksa HP korban dengan alasan untuk membuktikan sehingga korban memberikannya. Namun karena tak bisa membuka kunci layar HP, ponsel dikembalikan.

“Tersangka lalu memaksa korban menyerahkan dompet, namun permintaan itu ditolak. Berikutnya tersangka mengeluarkan pisau dari balik pinggangnya sembari mengancam akan menikam Wandi. Ketakutan, korban menyerahkan dompetnya yang berisi uang Rp 6.720.000. Saat itu tersangka hanya mengambil uang korban Rp 5.800.00, lalu tersangka meninggalkan lokasi. Korban kemudian melapor ke Polsek Medan Kota,” jelasnya.

Polsek Medan Kota berkoordinasi dengan Polrestabes Medan terkait perampokan tersebut. Dari keterangan korban dan saksi-saksi, kepolisian mengungkap identitas tersangka.

“Minggu (20/5/2018) sekira pukul 20.00 wib, saya bersama anggota meringkus tersangka dari kawasan Kampung Aur. Saat diinterogasi, tersangka mengakui perbuatannya,” terang Putu.

Tersangka berikut barang bukti sisa uang Rp200 ribu hasil kejahatan diamankan. “Tersangka dijerat Pasal 365 dengan ancaman penjara di atas 5 tahun,” jelas Putu. (sor/ras)

 

Polsek Diserang, 2 Polisi Terluka

Polsek Maro Sebo diserang orang tak dikenal.

JAMBI, SUMUTPOS.CO – Dua polisi terluka dalam serangan di Polsek Maro Sebo, Desa Jambi Kecil, Muaro, Jambi, Selasa (22/5/2018) pukul 14.40 wib. Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Mohammad Iqbal membenarkan adanya penyerangan itu.

“Pelaku orang tak dikenal sudah berhasil ditangkap saat ini sedang didalami,” kata dia.

Iqbal menambahkan, penyerangan dilakukan ketika anggota sedang melaksanakan piket siaga. “Tiba-tiba datang seorang tak dikenal menggunakan sepeda motor dan membawa senjata tajam parang,” terang dia.

Kemudian pelaku menyerang dengan membabi buta anggota polsek yang sedang berjaga sehingga mengakibatkan dua orang personel luka-luka. “Dua polisi luka-luka karena sabetan benda tajam dan terjadi kerusakan pada ruangan penjagaan serta jendela polsek,” katanya.

Usai melakukan penyerangan, pelaku berusaha kabur, tapi kini dia sudah ditangkap oleh petugas dan masih dalam pemeriksaan. Iqbal belum memastikan apakah pelaku adalah kelompok teror atau ada motif lain. “Sekarang masih didalami,” tandas dia. (mg1/jpnn)

Ayu Ting Ting Dicibir Netizen

SUMUTPOS.CO – Ayu Ting Ting kembali menjadi sorotan warganet. Hal ini lantaran posting-annya di Instagram. Pelantun lagu Sambalado ini, mengunggah foto seperti usai selesai salat lengkap mukena. Pada keterangannya, Ayu menuliskan, ‘Selamat berbuka dan Salat Tarawih’ kepada follower-nya.

Sayangnya, posting-an itu tampaknya tidak disambut positif sepenuhnya oleh netizen.

Di kolom komentar, terlihat Ayu banyak mendapat komentar pedas. Sebabnya, ia dituding pamer saat menjalankan ibadah.

“Ibadah jangan diumbar-umbar buk, pahala kaga, dosa iya. Wujub dan riya itu penghapus pahala ibadah. Jaza kumullah’hu khoiran,” ujar pebrydony.

“Pencitraan,” kata m.dimas_junaedi.

Riya amat ne org ibadah difoto, sembunyikan amalmu seperti engkau menyembunyikan aibmu, percuma ibadah,” sambung nichabhitang.

Melihat komentar tersebut, netizen lainnya mencoba membantu menjelaskan. Jika foto tersebut hanya keperluan endorse. Hal ini sesuai dengan keterangan lanjutan yang ditulis Ayu.

“Itu cm foto endorse guys jgn julid napa,” pinta fantikaharis.

“Itu endorse shay… Cuma liat foto ga baca caption langsung nyinyir… Maha benar netizen dengan jari jempol yg maha agungnya #RIP OTAK NETIZEN,” papar iyunghikmah. (zul/pojoksatu/jpnn/saz)

Mysterio Jadi Lawan Spidey

SUMUTPOS.CO – Pada 2015 lalu, Sony dan Marvel Studios membuat kesepakatan untuk membawa Spider Man ke dalam MCU. Penampilan perdana Spidey dalam Civil War pun membawanya pada film solo perdana Spider Man di MCU, yang berjudul Spider Man: Homecoming.

Jika dalam angsuran pertamanya Spidey harus berhadapan dengan Vulture, kini The Hollywood Reporter melaporkan, sekuel film tersebut akan memunculkan villain Mysterio. The Hollywood Reporter juga mengungkapkan, aktor pemeran Sam Hall dalam film The Day After Tomorrow, Jake Gyllenhaal, sedang dalam diskusi untuk memerankan Mysterio.

Mysterio sendiri adalah alter ego dari Quentin Beck, seorang aktor yang gagal. Pekerjaanya sebagai bagian special effect di dunia perfilman pun, membawa Quentin mengeksplorasi kemampuannya membuat ilusi, sekaligus membawanya ke dalam kehidupan baru sebagai villain. Selain ahli membuat ilusi, Mysterio pun seorang ahli hipnotis dan robotik.

Untuk saat ini, Spider Man: Homecoming 2 masih belum merilis sinopsis resminya. Meskipun begitu, dikabarkan film tersebut akan mengambil setting pasca Avengers 4. Hal tersebut tidak hanya mengindikasikan Peter Parker kembali hidup, melainkan juga kembalinya karakter yang lain. Spider-Man: Homecoming 2 dijadwalkan bakal rilis pada 5 Juli 2019. (dtc/saz)

Katy Perry Dibully

SUMUTPOS.CO – Katy Perry ikut berkomentar mengenai gaun pernikahan Meghan Markle. Sang aktris menikah dengan Pangeran Harry pada Sabtu, 19 Mei 2018 lalu.

Diwawancara oleh ET, Katy mengaku ikut menonton gelaran pernikahan Pangeran Harry dan Meghan. Namun menurutnya, pakaian yang digunakan oleh bintang Suits tersebut, masih terlalu longgar.

“Kalau aku akan fitting sekali lagi. Aku tak mau bicara jujur. Ia hanya butuh fitting sekali lagi, tapi aku sangat menyukainya!” tegas Katy.

Saat ditanya gaun siapa yang lebih baik antara Meghan dan Kate Middleton, Katy pun menjawab jujur. “Kate, Kate, Kate menang, Kate menang!” ujarnya cepat.

Tak lama setelah kritikan tersebut tersebar, Katy pun langsung di-bully di Twitter. Banyak yang menganggap ia tak pantas mengkritik Meghan, karena kebanyakan busana yang dikenakannya pun kurang pas.

“Katy harus memperbaiki sifat dan kelakuannya. Kurasa kita tak bisa mendapatkan semua yang kita mau,” kicau netizen.

“Katy bukanlah ikon style,” tambah netizen lainnya. (dtc/saz)