Home Blog Page 6340

36 Ribu Personel Kawal Asian Games

Chef de Mission ( CdM) Indonesia untuk Asian Games 2018, Komisaris Jenderal Syafruddin.
Chef de Mission ( CdM) Indonesia untuk Asian Games 2018, Komisaris Jenderal Syafruddin.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO -Chef de Mission ( CdM) Indonesia untuk Asian Games 2018, Komisaris Jenderal Syafruddin menegaskan bahwa aksi terorisme tidak akan mengganggu pelaksanaan Asian Games 2018 pada 18 Agustus-2 September nanti.

Syafruddin pun menuturkan bahwa pihaknya akan melakukan  langkah-langkah untuk memastikan keamanan dan kenyamanan event tersebut.

“Aparat akan kami kerahkan untuk menjaga stabilitas kemananan. Masyarakat juga kami imbau agar tetap tenang. Kami akan menjalankan prosedur pengamanan secara profesional,” ujar Syafruddin.

Ia menuturkan, setidaknya akan ada 36 ribu personel kepolisian yang mengamankan Asian Games 2018 yang tersebar di Jakarta dan Palembang. Jumlah ini untuk memastikan keamanan semua delegasi negara tetangga yang nantinya akan bertanding.

“Kita tahu ada travel advice karena kejadian di Surabaya kemarin. Tetapi ini akan segera pulih. Kami juga sudah kerja sama dengan pihak TNI untuk menangani ini,” tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani meminta segenap pihak untuk terus menyukseskan perhelatan Asian Games 2018. Meski situasi sempat mengkhawatirkan karena adanya teror bom, Puan ingin ajang Asian Games tetap terlaksana pada Agustus mendatang.

Seperti diketahui, aksi sejumlah teroris sempat mengancam banyak warga di Kota Surabaya. Sebagai dampaknya, keamanan nasional sempat terganggu dan inilah yang disoroti oleh Puan selaku Wakil Dewan Pengarah Asian Games 2018.

“Hal lain yang kemudian harus kami lakukan adalah, sukses pengamanan. Yang mana sudah dilakukan koordinasi antara Polri, TNI, BNPT, dan BSSN,” ucap Puan di kantornya Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (17/5).

Puan menganggap aksi terorisme menjadi musuh bersama. Untuk itu pengamanan perlu diperketat demi kepentingan berjalannya Asian Games seperti 56 tahun lalu.

“Kami semua sudah bersepakat dan berkomitmen dengan seluruh rakyat Indonesia untuk bisa menyukseskan Asian Games sesuai tupoksinya masing-masing,” ujar Puan.

Di Asian Games nanti, pihak keamanan bakal menerjunkan 36 ribu pasukan. Nantinya jumlah tersebut akan disebar ke empat provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Sumatera Selatan. (kar/isa/azw/JPC)

 

 

Rumah Buruh Dilempar Molotov

Foto: Fachril/Sumut Pos Batu Songkal Purba menunjukkan lokasi rumah yang dilempari molotov oleh orang tak dikenal, Jumat (18/5).
Foto: Fachril/Sumut Pos
Batu Songkal Purba menunjukkan lokasi rumah yang dilempari molotov oleh orang tak dikenal, Jumat (18/5).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO -Rumah seorang buruh bongkar muat, Batu Songkal Purba (67), yang berada di Jalan Jermal Raya, Lingkungan 8, Kelurahan Seimati, Kecamatan Medan Labuhan, dilempar molotov, Kamis (17/5), sekira pukul 23.00 WIB.

Aksi teror yang dilakukan 4 pelaku dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio itu, telah dilaporkan korban ke Polres Pelabuhan Belawan.

Peristiwa pelemparan molotov ke pintu rumah milik korban, terjadi saat penghuni rumah sedang tidur. Akibat pelemparan itu, terdengar suara ledakan dan percikan api.

Beruntung, molotov yang dilempar dan memercikkan api, tidak menyambar ke dinding rumah. Korban pun terbangun bersama keluarga, serta melihat kondisi depan rumah pascapelemparan molotov tersebut. Para tetangga juga ikut keluar rumah. Dari keterangan tetangga, mereka melihat ada 4 orang dengan menggunakan sepeda motor jenis bebek melintas di depan rumah korban.

Peristiwa itu pun langsung dilaporkan korban ke Mapolres Pelabuhan Belawan. “Ini kejadian yang kedua kalinya, dulu pada 2016 rumah saya juga pernah dilempar molotov, sekarang saya kembali diteror,” ungkap Songkal.

Disinggung apa motif dari pelemparan itu, Songkal menduga, selama ini ia mengungkit masalah pengurus Primkop TKBM Pelabuhan Belawan harus bersih dari pengurus yang terlibat kriminal. “Baru-baru ini ada pergantian pengurus Primkop TKBM, tapi aku kena sasarannya. Bahkan aku juga sudah pernah diancam, padahal aku cuma ingin pengurus buruh bersih dari tindakan kriminal,” jelasnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Yayang Rizki Pratama, yang dikonfirmasi berulang kali melalui telepon selularnya, tidak menjawab panggilan wartawan. (fac/saz)

Mantan Bupati Tapteng Jadi Tersangka

Sukran Jamilan Tanjung

MEDAN SUMUTPOS.CO -Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, resmi menetapkan mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Sukran Jamilan Tanjung, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang proyek senilai Rp450 juta.

“Dari hasil gelar perkara oleh penyidik, dalam hal ini Direktorat Reskrimum Polda Sumut, status yang bersangkutan sudah ditingkatkan menjadi tersangka,” ungkap Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Jumat (18/5) malam.

Lebih jauh Tatan mengatakan, tersangka terlibat kasus menjanjikan proyek dan meminta dana administrasi. “Hingga akhirnya proyek itu tidak ada, dan uang tidak dikembalikan,” imbuhnya.

Tatan juga membenarkan, kasus ini dilaporkan oleh Joshua Marudut Tua Habeahan pada 30 April 2018 lalu, dengan Nomor: LP 546/IV/2018/SPKT III. Dalam laporan itu, ada 2 terlapor, yakni Amirsyah Tanjung dan Sukran Jamilan Tanjung.

Kedua terlapor ini diketahui bersaudara kandung. Keduanya pun membahas akan ada pengerjaan proyek konstruksi dengan nilai sekitar Rp5 miliar. “Dari hasil gelar perkara dan bukti yang mencukupi, keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini,” jelasnya.

Rencananya, sambung Tatan, penyidik akan melakukan pemanggilan keduanya dengan status tersangka. Atas perbuatan mereka, keduanya dikenakan pasal 378 dan 372 KUHP. “Ya, semuanya mencukupi, baik bukti dan keterangan saksi. Makanya status mereka naik jadi tersangka,” pungkasnya. (mag-1/saz)

Harga Daging Sapi Melonjak Dinilai Wajar

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS DAGING_Seorang pedagang daging sapi sedang menunggu pembeli di Pasar Sukaramai Jalan AR Hakim Medan, Selasa (15/5) Jelang memasuki bulan ramadhan harga daging sapi naik menjadi 120ribu per kilogram.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DAGING_Seorang pedagang daging sapi sedang menunggu pembeli di Pasar Sukaramai Jalan AR Hakim Medan, beberapa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – Pasokan daging sapi lokal aman untuk memenuhi konsumsi saat Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Sedangkan harga daging sapi melonjak naik menjadi p130.000-Rp140.000 per kg dinilai wajar. Sebab, adanya pedagang musiman membuat harga daging sapi melonjak.

Hal ini diungkapkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha Kantor Perwakilan Daerah (KPPU KPD) Medan saat melakukan sidak PT Juang Abdi Alam di kawasan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (18/5) siang.

“Jadi hasil sidak ini sapinya siap dan stok banyak dan aman. Stok sapi yang akan dipotong masuk ke RPH sangat-sangat aman untuk Sumut dan sampai Aceh,” ungkap Kepala KPD KPPU Medan,  Ramli Simanjuntak kepada wartawan, kemarin siang.

Ramli menjelaskan, untuk penjualan daging sapi ini, masih tergolong normal dengan harga sampai lokal kualitas baik dikonsumsi itu. Dan, belum ada ditemukan kecurangan pada pendistribusian dilakukan.

“Jadi jangan khawatir mengenai stok. Dan, harga sudah dijelaskan juga normal tak ada kenaikan signifikan sebab di feedloter juga sekitar Rp42.000 per kg nya. Jadi soal harga ini kita fokus di tingkat pedagang saja,” kata Ramli.

Kepala Bagian Pemasaran PT Juang Abdi Alam, David Yasir menjelaskan pihaknya memiliki ketersedian sapi potong sebanyak 3.900 ekor dan ada sekitar 2.200 siap potong. Dengan jumlah itu, stok daging aman sampai bulan Agustus 2018.

Yasir mengungkapkan, dari 3.900 ekor sapi tadi terdapat harga yang ditawarkan ke pembeli dengan pilihan sapi jantan (steer) Rp42.000 per kg sedangkan sapi betina (healfar) Rp41.800 per kg nya. “Nah, harga jual ini tak berubah dari bulan lalu. Sedangkan harha beli kami Rp49.000 per kg. Adapun sapi yang ada di peternakan ini berasal dari Australia,” ujarnya.

Yasir tak memungkiri harga daging sapi naik jadi Rp130.000 per kg. Itu akibat adanya pedagang musiman sehingga kompleksitas pemotongan naik jadi 200 persen.”Harga tersebut masih wajar,” jelas Yasir.

Menurut Yasir, sudah ada langganan tetap yang membeli sapi di feedloter ini yang berasal dari Medan dan Aceh. Begitupun ia mengatakan siapa saja bisa membeli langsung sapi di PT Juang Abdi Jaya termasuk masyarakat biasa namun pihaknya yang menentukan tempat Rumah Potong Hewan (RPH) untuk menghindari pemotongan yang salah.

“Saat ini untuk permintaan masih sepi dan itu berlangsung sekitar seminggu awal puasa. Permintaan meningkat nanti memasuki H-5 sampai H-2 Lebaran seperti tahun lalu kenaikan mencapai 224%. Dan, di sini dijamin jelang lebaran tak ada kenaikan harga sapi,” tandasnya.(gus/ila)

 

 

Malam Ini, Ramadhan Fair 2018 Dibuka

Foto: M IDRIS/Sumut Pos Panggung utama Ramadhan Fair di Taman Sri Deli sedang dalam proses perampungan, yang akan digunakan pada acara pembukaan, Sabtu (19/5) malam.
Foto: M IDRIS/Sumut Pos
Panggung utama Ramadhan Fair di Taman Sri Deli sedang dalam proses perampungan, yang akan digunakan pada acara pembukaan, Sabtu (19/5) malam.

SUMUTPOS.CO – Seremonial pembukaan even Ramadhan Fair tahun 2018 yang digelar di Taman Sri Deli, Jalan Masjid Raya akan dilaksanakan malam ini, Sabtu (19/5) malam. Dalam event ini, dilarang membawa atribut politik, poster maupun ujaran kebencian.

Asisten Pemerintahan Setdakota Medan Mussadad Nasution menuturkan, pelaksanaan event tahunan tersebut pada tahun ini berbarengan dengan iklim politik. Menyadari potensi gerakan politik muncul pada ajang itu, diingatkan agar mencopot seluruh atribut kampanye yang terpasang di sekitar lokasi Ramadhan Fair.”Jangan sampai ada muncul poster atau atribut yang berbau politik. Apabila ditemukan, maka Satpol PP langsung menertibkan dengan menurunkan dan mengamankannya,” kata Mussadad.

Diutarakannya, Pemko Medan tidak ingin Ramadhan Fair dijadikan lokasi kampanye. Sebab, di acara tersebut berkumpul banyak orang. “Saat ini sedang musim kampanye. Atribut kampanye termasuk ujaran kebencian, tidak boleh terlihat di lokasi ramadan fair. Petugas Satpol PP harus benar-benar jeli dan detail, jangan sampai kecolongan

Sedangkan Kepala Bagian Keagamaan Setda Kota Medan, Adlan, selaku satuan kerja yang ditunjuk sebagai panitia pelaksana mengaku, pengerjaan tenda dan panggung utama masih dalam proses. Pengerjaan terus dilakukan hingga rampung.”Saat ini sudah hampir rampung, sudah 75 persen progresnya. Kita terus mengejar persiapan panggung utama dan tenda, yang diperkirakan besok pagi (hari ini, red) sudah selesai,” kata Adlan, kemarin.

Disebutkannya, pada acara pembukaan nantinya akan dibuka oleh Wali Kota Medan Dzulmi Eldin. Pembukaan acara tersebut diperkirakan setelah pelaksanaan salat tarawih selesai, sekitar pukul 21.30-24.00 WIB.”Nanti ada artis ibukota yang ikut memeriahkan acara pembukaan yaitu Grup Band Seventeen. Selain itu, ada juga artis lokal,” tutur Adlan.

Menurutnya, acara Ramadhan Fair tahun ini cukup berbeda dari tahun sebelumnya. Sebab, cukup banyak kegiatan yang dilaksanakan. “Selain hiburan Islami, digelar juga tausiah dan perlombaan (pildacil dan busana muslim). Kemudian, pada 1 Juni nanti ada ceramah bersama Ustad Reza Mahmud memperingati Nuzulul Quran,” paparnya.

Adlan melanjutkan, untuk perlombaan Pildacil akan digelar pada 28-29 Mei. Sedangkan, kompetisi busana muslim tingkat remaja putri dilaksanakan 5 Juni. “Acara penutupan akan digelar pada 11 Juni, yang dimeriahkan oleh artis Gita KDI,” pungkas.

USU dan Unimed Buka Jalur Mandiri

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS UJIAN_Sejumlah peserta mengerjakan soal ujian pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Negeri Medan, Selasa (8/5) Sumatera Utara kota ke dua terbanyak peserta yang mengikuti ujian SNMPTN setelah DKI Jakarta.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
UJIAN_Sejumlah peserta mengerjakan soal ujian pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Negeri Medan, beberapa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – Universitas Medan (Unimed) akan membuka penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri, pada 4 Juli 2018, mendatang. Dengan kuota penerima mahasiwa baru diterima Unimed tahun 2018 sebanyak 1.500 orang.

“Jadi, 1.500 orang mahasiswa jalur mandiri atau 30 persen dari jumlah keseluruhan diterima Unimed sebanyak 5 ribu mahasiswa baru tahun 2018 ini, ” ucap Kepala Humas Unimed, M.Surip saat dikonfirmasi Sumut Pos, Jum’at (18/5) siang.

Surip menjelaskan, jumlah 30 persen itu, sama dengan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2018 di Unimed. Sementara itu, kuota terbanyak di Unimed Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Unimed sebanyak 40 persen.”Dengan total 5 ribu mahasiswa, dibagilah 30 persen jalur mandiri, 30 persen jalur SNMPTN dan 40 persen jalur SBMPTN,” jelas Surip.

Ujian seleksi akan dilakukan pada 26 Juli. Kemudian ujian keterampilan pada 26 atau 27 Juli. Sedangkan pengumuman hasil dilakukan pada 31 Juli 2018.

Hal yang sama dilakukan Universitas Sumatera Utara (USU) juga menerima mahasiswa baru tahun 2018 melalui jalur mandiri.”Pembukaan pendaftaran dilakukan 20 Juni hingga 10 Juli 2018,” ucap Kepala Humas USU, Elvi Sumanti.

Menurut laman USU, Seleksi Mahasiswa Mandiri (SMM) tersebut dimulai dengan pendaftaran. Pendafatran dilakukan melalui online dengan membuka http://penerimaan.usu.ac.id.

Biaya pendaftaran dikenakan sebesar Rp500.000 dan disetor ke Bank BNI 45. Proses pencetakan kartu peserta mulai 20 Juni hingga 12 Juli. Ujian dilakukan pada 15 Juli dan pengumuman hasil pada 27 Juli 2018. (gus/ila)

 

 

Jam Layanan Poliklinik RS Adam Malik dan Pirngadi Berubah

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Sejumlah keluarga pasien rawat inap duduk diruang tunggu lokasi pengambilan resep di Rumah Sakit Umum Pirngadi Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Selasa (23/l2). Jelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru Poliklinik tetap buka meskipun hari besar.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Sejumlah keluarga pasien rawat inap duduk diruang tunggu lokasi pengambilan resep di Rumah Sakit Umum Pirngadi Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Selasa (23/l2). Jelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru Poliklinik tetap buka meskipun hari besar.

SUMUTPOS.CO – Selama bulan suci Ramadan 1439 H  pelayanan poliklinik rawat jalan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan mengalami perubahan jadwal.

Kasubag Humas RSUP H Adam Malik Masahadat Ginting SE mengatakan, jam pelayanan poliklinik di sana mulai hari Senin-Kamis tepatnya pukul 07.45-15.00 WIB dan Jumat pukul 07.45-15.30 WIB. Sementara untuk pendaftaran di BPJS Kesehatan rumah sakit tutup sampai pukul 13.00 WIB.

“Sedangkan IGD tetap dibuka selama 24 jam alias tidak ada perubahan jadwal. Jadwal sebelum bulan Ramadhan, poliklinik buka 07.45-16.15 WIB. Tutup pendaftaran pukul 15.00 WIB,” kata Masahadat kepada wartawan, Jumat (18/5).

Perubahan jadwal ini berdasarkan Surat Edaran Direktur Utama RSUP H Adam Malik Nomor HK.03.03/IV.3.1/1690/2018 tentang Jam Kerja Pada Bulan ramadhan 1439H. “Untuk jadwal visit dokter bagi pasien inap tidak ada perubahan,” ujarnya didampingi Staf Humas Rosario Dorothy Simanjuntak SSos MIkom.

Kasubag Hukum & Humas RSUD Dr Pirngadi Medan Edison Perangin-angin SH MKes MH mengatakan jam pelayanan poliklinik di rumahsakit milik Pemko Medan ini juga berubah. Pelayanan poliklinik mulai Senin-Kamis dan Sabtu, pukul 08.00-14.00 WIB, dan Jumat pukul 08.00-14.30 WIB. Sementara jadwal poliklinik sebelum Ramadan dibuka pukul 08.00 WIB hingga pasien selesai ditangani.

“Hal itu dilakukan sesuai  dengan Surat Edaran Menteri Penyalahgunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 336 Tahun 2018 tanggal 8 Mei 2018 tentang penetapan jam kerja ASN, TNI, Polri pada bulan Ramadan, makanya jam layanan poliklinik kita sesuaikan,” ungkapnya.

Namun, keadaan ini tak diikuti oleh sejumlah rumahsakit swasta yang ada di Kota Medan. Seperti Pelayanan poliklinik di Rumahsakit Santa Elisabeth Medan, jam buka hingga akhir pelayanan tetap sama.

Jadwal pelayanan poliklinik tidak ada perubahan. Poliklinik buka dari pukul 08.00-21.00 WIB dan pendaftaran BPJS Kesehatan RS pukul 08.00-17.00 WIB. (dvs/ila)

 

Pengembangan Geopark Toba Kaldera Terus Digenjot

FOTO: IQBAL/SUMUT POS EVALUASI: Wagubsu Dr Hj Nurhajizah Marpaung saat menyampaikan perkembangan Geopark Kaldera Toba (GKT) pada evaluasi bersama sejumlah Kementerian di Aula Mess Pora-Pora Tengku Rizal Nurdin, Parapat, Kamis (17/5).
FOTO: IQBAL/SUMUT POS
EVALUASI: Wagubsu Dr Hj Nurhajizah Marpaung saat menyampaikan perkembangan Geopark Kaldera Toba (GKT) pada evaluasi bersama sejumlah Kementerian di Aula Mess Pora-Pora Tengku Rizal Nurdin, Parapat, Kamis (17/5).

PARAPAT, SUMUTPOS.CO -Pemerintah Provinsi Sumut dan Tim Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba (GKT) memastikan kesiapannya dan terus bekerja menuju UNESCO Global Geopark (UGG).

Hal itu disampaikan  Wakil Gubernur Sumatera Utara Dr Hj Nurhajizah Marpaung saat evaluasi bersama sejumlah Kementerian, terkait persiapan tersebut.

“Saat ini kita terus mempersiapkan diri, termasuk kembali menyusun masterplan pengembangan Geopark Kaldera Toba. Kami bahkan sudah mengundang ahli Geopark dari Prancis dan Malaysia” ujar Wagubsu, saat evaluasi persiapan GKT menuju UGG, di Aula Mess Pora-Pora Tengku Rizal Nurdin, Parapat, Kamis (17/5) malam.

Meskipun punya kesibukan lain, lanjut Wagubsu, jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) khususnya dinas terkait, Badan Pengelola GKT, para pakar dan pemerintah kabupaten se-kawasan Danau Toba terus berbenah dan memperbaiki kekurangan yang ada. Mengingat waktu tinggal kurang dari dua bulan lagi.

“Kami juga selalu minta masukan dari para pakar, pelaku budaya dan lainnya untuk ini. Bahkan karena harus terus bekerja, kami berharap tak ada malam, maunya siang terus supaya kami bisa kerja terus. Makanya satu bulan ini, setengah tim ke lapangan, setengah lagi menyiapkan masterplan,” sebut Nurhajizah.

Dalam evaluasi tersebut, Deputi Bidang Koordinasi, Iptek dan Budaya Maritim, Menko Maritim, Safri Burhanuddin mengatakan bahwa perlu penanganan serius beberapa hal di antaranya pengelolaan sampah yang masih banyak terlihat di sejumlah titik geosite, sekaligus objek wisata yang kerap dikunjungi wisatawan.

Sementara Staf Ahli Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sabrina menyebutkan beberapa hasil pantauannya di lapangan yakni keberadaan penunjuk arah dan papan informasi sudah terpasang dengan baik. Hal ini akan memudahkan pengunjung untuk mendapatkan lokasi yang dituju.

“Kalau bisa, keberadaan papan informasi jangan sampai merusak pemandangan. Kemudian kekayaan alam yang ada, semua dimasukkan ke pusat informasi, menambah yang sudah ada. Memang banyak yang menurut kita tidak perlu, tetapi bagi orang lain, itu hal yang menarik. Seperti jenis burung, tumbuhan dan sebagainya,” jelasnya.

Sabrina juga mengatakan pentingnya memperhatikan penataan lokasi geosite khususnya pada objek wisata. Bagaimana ketersediaan lahan parkir, tempat makan minum dan pusat cinderamata. Sehingga tiga unsur utama untuk Geopark bisa dipenuhi, yakni konservasi, edukasi (pendidikan) dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

“Kemudian keberadaan toilet, banyak yang harus diperbaiki. Harus standard, tersedia air. Untuk atraksi sudah oke, tinggal bagaimana mengelolanya. Begitu juga konservasi, sudah ada tetapi belum diinformasikan. Jadi ibarat sebuah ruangan, ketika masuk, isinya apa?” sebutnya.

Eramas: Tanpa Bawaslu, Kesucian Ramadan Dijaga

Sugiat Santoso saat menyampaikan keberatan Paslon Eramas terhadap surat edaran Bawaslu, di Posko Pemenangan Eramas Jl. Ahmad Rivai Medan, Jumat (18/5). IST
Sugiat Santoso saat menyampaikan keberatan Paslon Eramas terhadap surat edaran Bawaslu, di Posko Pemenangan Eramas Jl. Ahmad Rivai Medan, Jumat (18/5). IST

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Surat edaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut ihwal penyampaian kesepakatan bersama pola kampanye bagi pasangan calon, partai politik pendukung dan relawan di bulan suci Ramadan, menuai polemik.

Menyikapi hal ini, tim pemenangan pasangan calon (paslon) nomor satu, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas), mengaku belum pernah menyepakati poin-poin kesepakatan tersebut meski sebelumnya Bawaslu ada mengundang mereka untuk rapat koordinasi terkait hal ini.

“Bentuk kesepakatan bersama itu kami tolak karena kami tidak pernah merasa membuatnya bahkan sampai saat ini kami belum menerima surat tersebut,” tegas Wakil Ketua Tim Pemenangan, Sugiat Santoso didampingi Ketua Koordinator Tim Advokasi dan Bantuan Hukum Eramas, Adi Mansar Lubis di Posko Pemenangan Eramas, Jalan Ahmad Rivai Medan Jumat (18/5).

Untuk diketahui, Bawaslu Sumut mengeluarkan surat yang mengklaim telah bersepakat terhadap dua paslon Pilgubsu tentang pola kampanye di Ramadan. Dalam surat itu dijelaskan kesepakatan yang diklaim Bawaslu Sumut untuk menjaga kesucian Ramadan. “Ini keliru, tanpa Bawaslu pun kesucian Ramadan wajib dijaga umat, apalagi umat Muslim. Menurut kami Bawaslu lebay (berlebihan, Red),” ucapnya.

Selain itu ada beberapa kesepakatan dalam surat yang diteken Ketua Bawaslu Syafrida R Rasahan pada 16 Mei 2018, dinilai melanggar Undang Undang (UU) dan membatasi ruang gerak untuk beribadah. Antara lain yakni paslon, tim kampanye, partai politik dan relawan dilarang menyampaikan ucapan selamat menyambut Ramadan, ucapan menjalankan ibadah puasa, selamat sahur, selamat berbuka menjelang Magrib, selamat Nuzul Quran, serta ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri dalam bentuk iklan di televisi, radio, media cetak dan elektronik, penyebaran jadwal imsakiyah, buku saku tuntutan ibadah Ramadan, selebaran serta brosur. Kemudian, pasangan calon, tim kampanye, partai politik dan relawan juga dilarang menyampaikan kuliah atau ceramah selama Ramadan dan Idul Fitri di tempat ibadah serta dilarang membagikan infak, sedekah, tunjangan hari raya, bingkisan lebaran yang bertujuan kampanye.

Aturan itu dinilai Sugiat berlebihan dan mengada-ada. Penyaluran zakat, infak, sedekah, serta ceramah di rumah ibadah merupakan bagian dari dakwah.  Menurutnya, banyak tim kampanye maupun relawan yang berprofesi sebagai ustaz atau dai dan sudah memiliki jadwal ceramah sepanjang Ramadan. Hal itu seharusnya tidak bisa dilarang.

“Sila pertama dalam Pancasila itu, Ketuhanan Yang Maha Esa, dan kita diberi kebebasan untuk menjalankan perintah agama dalam UU. Kenapa malah dilarang? Penyaluran infaq dan sedekah seharusnya tidak menjadi otoritas Bawaslu untuk mengatur itu. Selama ini umat Islam bebas berinfak dan bersedekah. Melarang ini berarti menyamakan infak dan sedekah sebagai money politik, itu bentuk penistaan agama dan sudah keterlaluan,” tegasnya.

Surat kesepakatan itu dibuat berdasarkan rapat koordinasi Bawaslu pada 14 Mei 2018. Dalam surat yang beredar tersebut dikatakan hal itu merupakan kesepakatan bersama. Namun selaku tim pemenangan Eramas, Sugiat mengaku tidak pernah membuat kesepakatan tersebut dengan Bawaslu.

Puasa Pertama Djarot Bersama Keluarga

Cagubsu Djarot Saiful Hidayat bersama keluarga saat berbuka puasa pertama di kediamannya di Medan, kemarin.
Cagubsu Djarot Saiful Hidayat bersama keluarga saat berbuka puasa pertama di kediamannya di Medan, kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu), Djarot Saiful Hidayat menjalani hari pertama puasa bersama istri dan tiga putrinya. Kumpul bersama keluarga, mulai dari salat tarawih, sahur, dan berbuka bersama di hari pertama Ramadan ini sudah menjadi kebiasaan Djarot, semenjak menjadi Wali Kota Blitar, Wagub, dan Gubernur DKI Jakarta.

“Ini sudah menjadi kebiasaan kita. Harap dimaklumi karena saya seringkali tidak bisa setiap hari menemani anak dan istri untuk sahur dan buka puasa bersama. Saya harus melayani warga dan buka puasa bersama warga,” ujar Djarot yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Pilgub Sumut 2018, Kamis (17/5).

Ia juga mengungkapkan, pada bulan puasa ini, dari kecil sudah menanamkan kepada anak-anaknya untuk berpuasa. Bukan hanya itu, dari sejak duduk di bangku sekolah dasar, anak-anaknya juga sudah ditanamkan rasa peduli dan berbagi kepada sesamanya. “Ini yang saya tanamkan kepada anak-anak untuk peduli dengan saudara-saudaranya yang kekurangan,” ucapnya.

Djarot juga sempat berbagi tips selama berpuasa. Menurutnya, kerjakanlah puasa dengan rasa syukur dan ikhlas. Berpuasalah semata-mata ibadah untuk Allah SWT. Jangan malas bekerja, terus produktif dan berbuka dengan minuman yang manis serta hangat.

Kemudian setelah sahur minum madu dan akhiri dengan minum air hangat.

“Kalau saya ditanya, makanan favorit saya saat buka adalah kolak tape dan kurma,” ucapnya.

Djarot berharap kepada umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa untuk mewujudkan Islam yang rahmatan lilallamin. “Mari kita wujudkan Islam yang penuh dengan kedamaian, cinta kasih pada sesama dan peduli pada kaum duafa,” imbaunya. (bal/azw)