Home Blog Page 6349

Setiap Hari, Djoss Bagi-bagi Takjil Gratis

Foto: Pran Hasibuan/Sumut Pos BERSAMA: Koordinator Acara Program Ramadan Djoss, Sastra (pakai peci) didampingi pengurus PDI Perjuangan Sumut, Meinarty Bangun dan Seri Kamila serta Ketua Kampanye Djoss Medan, Boydo HK Panjaitan, usai memberi keterangan pers di Rumah Juang Djoss, Jl. Hayam Wuruk Medan, Rabu (16/5).
Foto: Pran Hasibuan/Sumut Pos
BERSAMA: Koordinator Acara Program Ramadan Djoss, Sastra (pakai peci) didampingi pengurus PDI Perjuangan Sumut, Meinarty Bangun dan Seri Kamila serta Ketua Kampanye Djoss Medan, Boydo HK Panjaitan, usai memberi keterangan pers di Rumah Juang Djoss, Jl. Hayam Wuruk Medan, Rabu (16/5).

SUMUTPOS.CO – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus (Djoss) sudah menyusun agenda selama bulan suci Ramadan. Yakni bagi-bagi takjil untuk berbuka puasa masyarakat, kuliah tujuh menit jelang berbuka serta Salat Maghrib, Isya dan Tarawih berjamaah, dan Safari Ramadan ke masjid-masjid di Kota Medan.

Hal itu diungkapkan Koordinator Panitia Acara Santra SH Mkn didampingi pengurus PDI Perjuangan Sumut, Meinarty Rehulina Bangun dan Seri Kamila Parinduri kepada wartawan di kantor PDI Perjuangan Sumut, Jalan Hayam Wuruk Medan, Rabu (16/5). “Ini bentuk kepedulian Djoss dalam rangka berbagi selama Bulan Suci Ramadan. Baik kepada seluruh relawan dan masyarakat Sumut terkhusus Kota Medan,” kata Sastra.

Kegiatan buka puasa bersama dan Salat Tarawih berjamaah sekaligus mendengar tausiyah, kata dia, akan dipusatkan di Rumah Juang Hayam Wuruk Medan, yang juga kantor PDI Perjuangan Sumut.

Di situ panitia setiap hari akan menyiapkan takjil gratis dan nasi kotak sebanyak 200 porsi. Khusus untuk takjil atau makanan berbuka puasa, setiap hari sebanyak 100 porsi akan disiapkan di 10 titik per kecamatan. “Isi takjilnya bervariatif setiap hari dan ada air mineral juga,” katanya.

Tak hanya itu, panitia juga menyediakan tiga unit bus pariwisata untuk menjemput jamaah bilamana ingin beribadah bareng di Rumah Juang Hayam Wuruk. “Bus itu siap untuk antar jemput warga. Langsung koordinasi dengan hubungi ke nomor telepon saya di 0811600460,” ujar Sekretaris PDI Perjuangan Kota Medan itu.

Honor Ratusan Bidan PTT 2 Bulan Tak Dibayar

Foto : Adi Laoli/SUMUT POS Kadis Kesehatan Nias Utara, Ya'adil Telaumbanua, SKM
Foto : Adi Laoli/SUMUT POS
Kadis Kesehatan Nias Utara, Ya’adil Telaumbanua, SKM

NIAS UTARA, SUMUTPOS.CO –Ratusan Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang mengabdi di Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Utara, kecewa dan cemas. Bagaimana tidak, honor mereka selama 2 bulan belum dibayarkan.

Salah seorang Bidan PTT yang enggan namanya dikorankan, mengungkapkan sekira 104 bidan PTT sudah yang mengabdi sejak 2014 di Dinkes Nias Utara, honor mereka belum dibayar selama 2 bulan terhitung dari bulan Januari dan Februari 2018.

“Kami baru tau beberapa hari lalu saat mengambil honor di kantor dinas kesehatan, waktu kami pertanyakan bendaharanya bilang kalau kami ini dihitung aktif mulai bulan Maret, padahal waktu kadis yang lama hal ini tidak pernah terjadi”,bebernya.

Menurut Bidan PTT, pada awal Januari 2018 lalu, pihak dinas saat itu mendesak untuk segera mengurus surat perpanjangan kontrak, lalu kemudian muncul pernyataan kadis kesehatan, bahwa pihaknya tidak pernah menyuruh para bidan PTT ini bekerja mulai Januari. “Kami sudah melaksanakan tugas, harusnya hak kami dibayarkan. Sekarang alasannya dia tidak menyuruh kami kerja, padahal jelas-jelas surat perpanjangan kontrak sudah kami serahkan bulan Januari. Kami mohon kepada bapak Bupati Nias Utara agar memperhatikan nasib kami bidan PTT ini”, Harapnya.

Terpisah Kadis Kesehatan Kabupaten Nias Utara Ya’adil Telaumbanua dikonfirmasi Sumut mengatakan, kontrak Bidan PTT di Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Utara terhitung mulai bulan Maret hingga Desember 2018. “Kontrak Bidan PTT ini setiap tahun diperbaharui dan tanggal 31 Desember 2017 kemarin kontraknya berakhir, sehingga kontrak yang baru dimulai Maret – Desember 2018”, kata Ya’adil.

Ya’adil mengakui tidak adanya pemberitahuan kepada Bidan PTT, saat berakhir masa kontrak tanggal 31 Desember 2017, bahwa bulan Maret 2018 baru diperbaharui kontraknya. Disinggung pengabdian Bidan PTT ini yang sudah bekerja mulai Januari, Ya’adil mengelak dan seolah tidak mau bertanggungjawab dengan mengatakan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Utara tidak pernah menyuruh Bidan PTT .

“Tanya sama mereka siapa yang menyuruh mereka bekerja bulan Januari dan Februari, mereka salah memahami”,Kata Ya’adil dengan nada marah.

Jamaah Umroh Jatuh di Eskalator KNIA

Jamah yang terjatuh dipapah petugas Avsec Bandara KNIA.
Jamah yang terjatuh dipapah petugas Avsec Bandara KNIA.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO -Seorang jamaah Umroh, Abdullah (70) asal Takengon, Aceh, terjatuh dari eskalator saat naik ke lantai II Terminal Bandara Kualanamu International Airport, Rabu (16/5).

Meski tak mengalami luka berat, Abdullah dilarikan untuk mendapat pengobatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Kualanamu Internasional.

Korban sendiri diketahui berasal adalah Jemaah Umrah dari Travel  Ameerah Mekkah.

Setelah mendapat perawatan dari tenaga medis di KKP, Abdullah melanjutkan perjalanan umrahnya

Disebutkan, korban terjatuh persis  ketika posisi dipertengahan tangga dan terguling. Korban tertolong oleh orang yang berada di belakanganya, sehingga tidak sampai jatuh ke lantai dasar.

Korban terjatuh ketika posisi tangga naik ke atas, dan persis di pertengahan, tiba-tiba kepala korban  pusing hingga terjerembab.”Orang yang belakang korban tidak mengetahui korban jatuh, akibatnya ikut terjaduh,”sebut seorang jemaah yang enggan disebut namanya.

Junior Manager Airport Duty PT AP II  Samsul Sutanto yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya standar pengamanan saat menaiki tangga sudah dilakukan termasuk pendampingan dari AP II. Hanya korban tiba-tiba mengalami pusing kepalanya ketika  naik tangga sehingga terjatuh.

”Hanya luka ringan saja, dan sudah ditangani medis dan dapat melanjutkan perjalanan”terangnya.

Samsul berharap pihak pegelola jemaah melakukan pengawasan terhadap jemaah umroh apalagi yang berusia lanjut. Sehingga tidak ada terjadi yang sama dikemudian hari. (btr/han)

 

Tim Advokasi Eramas Siap Kawal Pilgubsu

Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS DIABADIKAN: Tim Advokasi dan Bantuan Hukum Eramas diabadikan bersama Ketua Tim Pemenangan Eramas, Hedi Utomo di Kantor Tim Pemenangan Eramas, Jl. Ahmad Rivai Medan, Rabu (16/5).
Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
DIABADIKAN: Tim Advokasi dan Bantuan Hukum Eramas diabadikan bersama Ketua Tim Pemenangan Eramas, Hedi Utomo di Kantor Tim Pemenangan Eramas, Jl. Ahmad Rivai Medan, Rabu (16/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Kantor Tim Pemenangan Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut nomor satu, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) di Jalan Ahmad Rivai Medan, mendadak ramai, Rabu (16/5) siang.

Keramaian itu disebabkan puluhan orang berlatarbelakang advokat tengah bersiap mendeklarasikan bantuan hukum kepada masyarakat atas masalah yang bakal atau sudah terjadi selama pilkada serentak berlangsung.

Kehadiran para advokat ini ke kantor Pemenangan Eramas, didasari atas kesadaran dan tujuan mewujudkan keadilan, yang ada di sila kedua dan kelima Pancasila dan UUD  1945, yang menyatakan negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Mereka ini adalah Tim Advokasi dan Bantuan Hukum Eramas.

“Pada 27 luni 2018 akan dilaksanakan Pilkada Serentak di Sumut dengan menghadirkan dua kontestan dengan sistem sudden death. Pengalaman di lapangan bahwa pilkada penuh dengan tipu daya, sehingga sulit untuk jujur dan adil,” ujar Ketua Koordinator Tim Advokasi dan Bantuan Hukum Eramas, Adi Mansar Lubis. “Keadilan merupakan tujuan penegakan hukum di Indonesia,” imbuhnya.

Satu di antaranya, mewujudkan sila kelima Pancasila dan UUD 1945 itu adalah melalui pelaksanaan pilkada. Negara menurut Adi Mansar, telah mempersiapkan instrumen penyelenggara pemilu yakni KPU dan Bawaslu dengan konsep kinerja harus bersifat jujur dan adil. “Logika dasar semakin banyak wadah yang ikut serta mengawasi pelaksanaan pilkada tentu pergerakan oknum-oknum untuk merusak konsep kinerja penyelenggara pemilu yang bersifat jujur serta adil akan semakin rumit apabila diberikan bantuan hukum bagi masyarakat yang ingin melaporkan keganjilan yang terdapat di lapangan pada saat proses pesta demokrasi agar tidak terjadi konflik,” terangnya.

Tergabungnya para advokat sebanyak 81 orang ini, lanjut dia, tanpa diminta pasangan calon Eramas. Mereka menegaskan sudah siap bergerak dan mengawal perjalanan demokrasi di Sumut, terkhusus daerah yang menggelar pilkada serentak.

“UU No.18/2003 tentang Advokat mewajibkan setiap advokat untuk memberikan bantuan hukum atau pembelaan tanpa melihat terlebih dahulu mampu membayar jasa advokat atau tidak. Tetapi wajib memberikan bantuan hukum sepanjang ada dasar hukumnya secara cuma-cuma sesuai dengan Pasal 22 ayat 1,” katanya.

Djoss Fokus SDM, Eramas Infrastruktur

Pasangan cagub-cawagub Sumut nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat (kedua kanan)-Sihar Sitorus (kanan) menyampaikan program disaksikan pasangan cagub-cawagub nomor urut satu Edy Rahmayadi (kiri)-Musa Rajekshah (kedua kiri) pada Debat Publik Kedua Pilgub Sumut, di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (12/5). Debat publik tersebut mengangkat tema Pembangunan yang Berkeadilan dan Berkesetaraan.
Pasangan cagub-cawagub Sumut nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat (kedua kanan)-Sihar Sitorus (kanan) menyampaikan program disaksikan pasangan cagub-cawagub nomor urut satu Edy Rahmayadi (kiri)-Musa Rajekshah (kedua kiri) pada Debat Publik Kedua Pilgub Sumut, di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (12/5). Debat publik tersebut mengangkat tema Pembangunan yang Berkeadilan dan Berkesetaraan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Bagi dua pasangan calon (Paslon) Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) memiliki pandangan berbeda tentang pembangunan kepariwisataan Sumut. Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) memiliki rancangan pembangunan pariwisata mengambil fokus pada perbaikan sistem pengelolaan serta peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM). Sedangkan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) lebih menekankan pembangunan infrastruktur.

Menurut Djarot, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), sepeti raksasa yang tengah tidur dan harus dibangunkan. “Besar sekali potensi wisatanya. Tetapi maaf, tenaga-tenaga khusus seperti pelaku wisata dan pemandu wisata, kita masih kekurangan,” ujar Djarot Saiful Hidayat, Selasa (15/5).

Kata calon nomor urut dua ini, tugas penting adalah menjadikan masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan pariwisata, bisa melayani pengunjung dan wisatawan dengan baik. Karenanya perlu penataan yang jelas dan terarah, karena potensi yang ada cukup banyak dan besar. “Semua potensi ini, tanpa didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik, untuk menjadi tuan rumah yang baik, maka ini bisa mubajir. Dan putra daerah yang ada di situ,” katanya.

Selain itu lanjutnya, bagaimana masyarakat dapat mengelola pusat kerajinan dan hasil alam dengan baik. Kemudian memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan mengharapakan kepuasan wisatawan yang datang ke lokasi tertentu. Sebab pelayanan, merupakan faktor kunci agar pariwisata bisa dikenal masyarakat luas dan mendapat nama, baik lokal, nasional hingga mancanegara.

“Jangan sampai orang membeli sesuatu di lokasi wisata, merasa harganya terlalu mahal. Kemudian perhatikan kualitas, jangan sampai tidak bagus. Jadi orang tidak kapok datang kembali, dan tidak datang sekali saja,” sebutnya.

Pelaku Penikaman Menyerahkan Diri ke Polsek

Roy Martua Paska Gultom
Roy Martua Paska Gultom

MEDAN, SUMUTPOS.CO  – Setelah dua minggu buron karena menghabisi nyawa Mampe Manullang alias Sengo (37), Roy Martua Paska Gultom (34) akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Percut Sei Tuan, Rabu (16/5).

Kedatangan warga Jalan Enggang IV, Perumnas Mandala, Percut Seituan itu disambut disambut Perwira Pengawas (Pawas) Kanit Intel Iptu Parlindungan Panjaitan SH. Selanjutnya, pelaku yang diantar ayahnya diserahkan ke petugas unit Reskrim untuk diproses.

“Peristiwa penikaman terjadi pada

Minggu 29 April 2018, sekira pukul 06.30 WIB. Saat itu, antara pelaku dan korban yang tinggal di Jalan Walet VI, Kelurahan Kenangan, Percut Seituan terlibat perkelahian,” kata Kapolsek Percut Seituan Faidil Zikri kepada Posmetro Medan (Grup Sumut Pos), Rabu (16/5) siang.

Perkelahian terjadi di Jalan Enggang Raya, Prumnas Mandala, Kelurahan Kenangan, Percut Seituan, Minggu (29/4) lalu.

Pelaku yang sudah membawa senjata tajam jenis pisau langsung menusuk rusuk sebelah kanan korban sebanyak satu kali. Seketika korban rubouh bersimbah darah.

Melihat korban bersimbah darah, pelaku bersama adik korban Edison Manullang (27) dibantu warga lain, membawa korban ke Klinik Martua Sudarlis di Jl Tiung Raya, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Seituan.

Sehabis mengantar korban ke klinik, pelaku masih sempat mengantar orang tuanya ke gereja. Sedangkan korban yang mengalami luka cukup serius, dirujuk ke RSU dr Pirngadi Medan. Namun, sampai di rumah sakit korban sudah tidak bernyawa.

“Mendengar korban meninggal dunia, pelaku kemudian kabur. Saat ini pelaku sudah diamankan di mako dan masih diperiksa secara intensif,” terang Faidil Zikri.

Seperti ramai diberitakan sebelumnya, Mampe Manullang warga Jalan Walet VI, Kelurahan Kenangan, Kecamatan Percut Seituan, tewas ditikam Roy Martua Paska Gultom.

Peristiwa pagi itu berawal ketika adik korban, Edison Manullang mengeluarkan angkot Koperasi Trayek 63 dari rumah.

Dari seberang jalan depan rumahnya, pelaku yang juga berprofesi sebagai supir angkot memegang sebilah pisau lipat berjalan cepat mengikuti angkot yang dikemudikan Edison.

 

Sembari berteriak, pelaku meminta Edison untuk berhenti. Saat angkot berhenti, disitu keduanya terlibat cek-cok mulut hingga terjadi perkelahian.

Ketika perkelahian berlangsung, korban datang dan mencoba melerai perkelahian itu. Naasnya, pelaku yang gelap mata dan dipengaruhi emosi menikamkan pisau yang sengaja dibawanya hingga mengenai perut korban.(fad/smg/ala)

 

 

 

1.500 Butir Ekstasi Gagal Edar

Foto: Teddy Akbari/Sumut Pos Kapolres Binjai AKBP Donald Simanjuntak mengintrogasi tiga tersangka bandar dan kurir ekstasi di Mapolres Binjai, Rabu (16/5).
Foto: Teddy Akbari/Sumut Pos
Kapolres Binjai AKBP Donald Simanjuntak mengintrogasi tiga tersangka bandar dan kurir ekstasi di Mapolres Binjai, Rabu (16/5).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 1.500 butir pil ekstasi gagar beredar di Kota Binjai. Barang haram tersebut didapat petugas Unit III Satres Narkoba Polres Binjai dari tiga tersangka.

Salah satu tersangka merupakan bandar yang kerap beroperasi antar kabupaten/kota di Sumut. Pria tersebut berinisial YS (45) warga Jalan Teratai, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara.

Sementara dua tersangka lainnya merupakan kurir. Keduanya masing-masing, Jim (40) warga Dusun Cinta Dapat, Gang Melati, Desa Padang Berahrang, Selesai, Langkat dan RH (36) warga Jalan Tengku Amir Hamzah, Gang Swadaya, Kelurahan Jati Makmur, Binjai Utara.

Ketiganya dibekuk usai dipancing polisi melakukan transaksi di Jalan Swadaya, Dusun V, Desa Sei Limbat, Selesai, Langkat, Selasa (15/5) pukul 15.00 WIB. Selain barang bukti narkoba, polisi juga menyita uang tunai hampir Rp200 juta dan enam telepon genggam.

Kapolres Binjai AKBP Donald Simanjuntak mengatakan, penangkapan ketiga tersangka berawal dari informasi masyarakat yang resah dengan aktifitas ketiganya.

Berbekal informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan selama satu bulan. Meski sempat alot upaya mengajak transaksi, akhirnya YS mengamini permintaan polisi.

Namun YS tetap cerdik. Ketika dilakukan undercover buy (menyaru sebagai pembeli) oleh polisi, YS mengirimkan dua kurirnya. Ketika transaksi berlangsung, Jim dan RH langsung diringkus.

“Sesaat setelah tersangka Jim dan RH tiba di lokasi transaksi, seketika itu pula anggota kita menangkap kedua pria tersebut,” ujar mantan Kapolres Samosir ini didampingi Kasat Res Narkoba AKP Aries Fianto, Rabu (16/5) petang.

Jim dan RH kemudian dilakukan pengembangan. YS pun terpancing umpan polisi yang mengajak transaksi pil ekstasi dengan jumlah lebih banyak lagi di Desa Sei Limbat, tak jauh dari lokasi penangkapan pertama.

“Menurut tersangka YS, selama ini dia mendapat pasokan ekstasi dari seorang pria kenalannya yang tinggal di Kota Medan. Sayang sekali, anggota kita gagal melakukan komunikasi dengan pria tersebut,” pungkas Kapolres.

Ketiga tersangka disangkakan polisi melanggar Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.(ted/ala)

 

Aku Sayang Sama Dia, Tapi Dia Sering Ketahuan Selingkuh

Foto: Fachril/Sumut Pos Kapolres Palabuhan Belawan, AKBP Ikhwan Lubis disampini Kasat Reskrim AKP Yayang Rizky Pratama memaparkan kasus bakar kekasih yang dilakukan Iwan Kincit, Rabu (16/5).
Foto: Fachril/Sumut Pos
Kapolres Palabuhan Belawan, AKBP Ikhwan Lubis disampini Kasat Reskrim AKP Yayang Rizky Pratama memaparkan kasus bakar kekasih yang dilakukan Iwan Kincit, Rabu (16/5).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Setelah buron selama 14 hari, Iwan Kincit akhirnya berhasil dibekuk di Jalan Gaperta, Medan. Karena coba melarikan diri, pria yang tega membakar kekasihnya ini terpaksa ditembak di bagian kaki.

Di hadapan polisi, pria 35 tahun itu mengakui motif dibalik dirinya membakar pacarnya berinisial DAL (16). Pelaku dibakar api cemburu dan kesal karena korban selalu berbohong kepadanya.

“Aku sayang sama dia (korban), tapi dia sering ketahuan selingkuh. Bahkan dia juga sering bohongi aku bang,” kata Iwan saat paparan kasus di Mapolres Pelabuhan Belawan, Rabu (16/5).

Iwan mengaku, aksi nekatnya dipicu korban yang tidak pulang selama dua hari. Saat ditanya, korban malah marah-marah.

“Malam itu, aku jumpa dia (korban). Aku cuma tanya kemana dia tidak pulang. Siap itu aku tanya kemana uang yang disimpan selama ini,” tutur Iwan.

“Tapi dia malah emosi memaki aku. Makanya aku kesal dan membakarnya,” ungkap Iwan dengan wajah dibalut sebo.

Kemana saja Anda saat pelarian?

“Selama aku kabur, aku ketakutan. Aku juga sedih dan menyesal. Aku hanya bisa pasrah untuk menjalani hukuman ini,” ungkap Iwan.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH mengatakan, Iwan membakar korban setelah mereka bertemu di sebuah rumah. Tepatnya di Jalan RPH, Gang Suka, Lingkungan 11, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli.

“Pelaku kemudian menyiram tubuh korban menggunakan pertalite dan membakarnya,” tutur kapolres didampingi Kasat Reskrim, AKP Yayang Rizky Pratama.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 187 ayat 2, KUHP juncto pasal 80 ayat 2 juncto pasal 76 huruf C Undang Undang Nomor 35 tahun 2014, tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Pelaku kita jerat dua undang undang dengan ancaman hukuman 12 tahun untuk pasal pembakaran dan 5 tahun untuk kekerasan terhadap anak,” pungkas Ikhwan. (fac/ala)

Penyerang Mapoldasu Divonis 19 Tahun

Syawaluddin Pakpahan, salahsatu teroris yang menyerang Mapoldasu, Minggu (25/6/2017) dinihari.
Syawaluddin Pakpahan, salahsatu teroris yang menyerang Mapoldasu, tahun lalu.

SUMUTPOS.CO – Terdakwa teroris Syawaluddin Pakpahan menjalani sidang vonisnya di PN Jakarta Utara Rabu (16/5). Dalam sidang itu, Syawaluddin divonis 19 tahun penjara.

Vonis yang dijatuhkan terhadap Syawaluddin lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntutnya dengan hukuman 20 tahun penjara. “Tuntutannya 20 tahun hukumannya 19 tahun,” ujar Humas PN Jakut, Jootje Sampaleng.

Dia tak merinci pertimbangan yang meringankan, tapi memang ada hal yang meringankan dalam putusan itu. Misalnya saja, dia bersikap sopan dalam persidangan selama ini sehingga majelis hakim meringankan satu tahun dari 20 tahun tuntunan JPU.

Terkait putusan, tambah Jootje, terdakwa menerima putusan hakim dan tidak mengajukan banding. Namun, JPU langsung mengambil keputusan banding karena putusan dirasa kurangn sesuai tuntutan. “Terdakwa menerima (vonis), jaksa yang banding. Jaksa langsung banding,” katanya.

Syawaludin Pakpahan merupakan terduga teroris yang memimpin penyerangan ke Markas Polda Sumut pada 2017 lalu. Dalam penyerangan itu, seorang anggota Polri atas nama Aiptu Martua Sigalingging gugur lantaran aksi mereka. (mag-1/gus/bal/adz)

 

Kekuatan Teroris Sudah Menurun

Polda Riau diserang terduga teroris pagi ini, Rabu (16/5/2018). Mereka melukai polisi dengan samurai. Empat terduga teroris ditembak mati.
Polda Riau diserang terduga teroris pagi ini, Rabu (16/5/2018). Mereka melukai polisi dengan samurai. Empat terduga teroris ditembak mati.

SUMUTPOS.CO – Sementara, mantan napi teroris Mustapha alias Abu Annisa mengungkapkan, terduga teroris untuk saat ini sudah terjepit dengan kondisi dan stok logistik berupa material untuk merakit bom yang semakin minim. Itu makanya, saat ini pelaku teroris melakukan aksinya dengan menyerang dengan senjata tajam atau menabrak diri menggunakan kenderaan bermotor seperti yang terjadi di Mapolda, Riau (16/5) pagi.

“Saya melihat kekuatan mereka sudah menurun. Artinya, mereka bermain samurai dan main nabrak mobil. Mungkin mereka (terduga teroris) mendapatkan fatwa menyerang. Tapi, mereka tidak mempunyai alat lagi (bom rakitan). Dengan apa adanya, ada pula perang samurai. Sudah tidak jelas,” ucap Mustapha kepada Sumut Pos, Rabu (16/5) siang.

Dia mengatakan, aksi seperti di Polda Riau kemarin hanya bersifat aksi balasan terhadap Polri yang sudah melakukan penangkapan dan menembak mati rekan mereka. “Untuk di Sumut, potensinya sangat kecil. Kita mengharapkan jangan sampai ada masalah lah. Apa lagi Bulan Ramadan. Termasuk kepada media untuk memberitakan yang membuat kondusif dan aman lah,” imbau Mustapha.

Untuk penangkapan sejumlah terduga teroris di Medan, Tanjungbalai, dan Deliserdang, ia menilai, penangkapan itu hanya proses pengembangan yang dilakukan Densus 88 saat ini. “Itu ditangkap dari hasil pengembangan di Surabaya. Pengembangan dilakukan Densus, dengan melakukan penyidikan, interogasi dan lain-lain. Jadinya, ke mana-ke mana ketahuan,” tandasnya.(mag-1/gus/bal/adz)