Home Blog Page 6354

Sering Belanja ke Pasar, Edy Paham Kondisi Masyarakat

Cagubsu Edy Rahmayadi berbelanja di Pasar Pagi Labuhan Deli, Senin (14/5). Edy berbelanja sekaligus mengecek harga sayuran dan bahan pokok lainnya.
Cagubsu Edy Rahmayadi berbelanja di Pasar Pagi Labuhan Deli, Senin (14/5). Edy berbelanja sekaligus mengecek harga sayuran dan bahan pokok lainnya.

SUMUTPOS.CO – Calon Gubernur Sumut nomor urut 1, Edy Rahmayadi melakukan kunjungan ke Pasar Pagi Labuhan Deli, Senin (14/5). Kunjungan ini dilakukan Edy guna mengetahui secara langsung harga kebutuhan pokok jelang Ramadan. Selain itu, dengan bersapa langsung dengan masyarakat, Edy semakin paham apa yang sangat dibutuhkan masyarakat di tingkatan menengah ke bawah.

Karena sudah menjadi kebiasaan, jelang perayaan hari-hari besar, harga kebutuhan pokok melonjak. Selain berbincang dengan pembeli, Edy juga menyempatkan berbelanja sejumlah kebutuhan pokok untuk mengetahui secara pasti harga di pasar tersebut.

“Selain daging ayam, kebutuhan pokok lainnya relatif harganya masih stabil. Tadi cabai merah seperempat Rp9 ribu. Kalau daging ayam potong yang sebelumnya Rp28 ribu perkilo tadi naik jadi Rp38 ribu. Kita berharap pemerintah tetap menjaga kestabilan harga-harga ini agar tidak memeratkan masyarakat,” ujar Edy.

Harapan agar kebutuhan pokok tetap stabil juga disampaikan Rafina, masyarakat Pekan Labuhan, yang saat itu sedang berbelanja. Janda tiga anak ini menaruh harapan besar kepada Edy Rahmayadi mampu memperhatikan kesejahteraan masyarakat kecil seperti dirinya. “Insya Allah kalau Pak Edy jadi gubernur, kami masyarakat kecil ini bisa diangkat kesejahteraannya. Harga-harga kebutuhan pokok juga jangan sampai naiklah. Susah kita, apalagi mau Ramadan ini,” harapnya.

Tidak hanya mendapat masukan dari para pedagang dan pembeli, dalam kunjungan tersebut mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat(Pangkostrad) yang akrab disapa Ayah Edy mendengar masukan dari para nelayan. Seperti yang disampaikan seorang nelayan bernama Ruslan yang mengharapkan, kelak di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (Eramas) kesejahteraan nelayan meningkat.

“Harapan kami nelayan pak Edy dan pak Musa memiliki program kerja yang kelak dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya kami para nelayan,” harapnya.

Mendengar harapan perwakilan nelayan,  Edy Rahmayadi langsung menegaskan, kalau persoalan petani dan nelayan menjadi salah satu prioritas kerja Eramas dalam mewujudkan Sumut Bermartabat. “Mewujudkan Sumut Bermartabat salah satunya mengangkat kesejahteraan masyarakat termasuk petani dan nelayan. Kita prihatin, nelayan-nelayan kita jauh dari kata sejahtera,” katanya.

Padahal, lanjut Edy, kita tau satu hari saja nelayan tidak melaut, masyarakat sudah bingung tidak ada ikan. “Ini yang harus kita pikirkan bagaimana nelayan mudah nyari ikan, memiliki penghasilan baik dan juga kenyamanan mereka bekerja terjamin,” papar Edy.

Usai mengunjungi Pasar Pagi Labuhan, Edy pun berjalan kaki menuju Masjid Raya Al Osmani Medan Labuhan untuk melaksanakan Salat Duha di masjid peninggalan Raja Deli VII Sultan Osman Perkasa Alam pada tahun 1854. (rel/adz)

Perdana, Non Muslim Pelanggar Syariat Dihukum Cambuk

Selasa (16/5) Kejaksaan Negeri (Kejari) Nagan Raya mengeksekusi cambuk terhadap seorang pelanggar syariat Islam di Lapas Kelas II B Meulaboh, Selasa (15/5), sekitar pukul 11.00 WIB.
Selasa (16/5) Kejaksaan Negeri (Kejari) Nagan Raya mengeksekusi cambuk terhadap seorang pelanggar syariat Islam di Lapas Kelas II B Meulaboh, Selasa (15/5), sekitar pukul 11.00 WIB.

MEULABOH, SUMUTPOS.CO – Pasca dikeluarkannya Peraturan Gubernur Aceh (Pergub) Nomor 5 Tahun 2018, untuk pertama kalinya eksekusi uqbat cambuk dilakukan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Selasa (16/5) Kejaksaan Negeri (Kejari) Nagan Raya mengeksekusi cambuk terhadap seorang pelanggar syariat Islam di Lapas Kelas II B Meulaboh, Selasa (15/5), sekitar pukul 11.00 WIB. Terhukum merupakan warga non muslim bernama Toroziduhu Zebua, atas kasus menjual minuman keras (qamar), di wilayah hukum Nagan Raya.

Toroziduhu, memilih hukuman cambuk sebagai bentuk penghormatannya atas pemberlakuan hukum syariat Islam di Aceh, bukan atas desakan atau paksaan harus menerima eksekusi cambuk tersebut.

Kepala Kejaksaan Nagan Raya, Kuncoro, mengatakan eksekusi cambuk yang dilakukan di Lapas Kelas II B Meulaboh sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Pelaksanaan Cambuk.

“Di Aceh, ini yang pertama kali cambuk kami lakukan di Lapas setelah kami tandatangani kerjasama dengan pihak Lapas,” kata Kuncoro.

Kata dia, eksekusi terhadap Toroziduhu berdasarkan vonis Mahkamah Syariah Meulaboh. Toro, berdasarkan vonis mendapat 50 kali cambuk atas perbuatannya yang menjual miras di Nagan Raya. Namun setelah pemotongan masa tahanan selama 90 hari, maka toro dijatuhi 45 kali cambukan.

Pelaksanaan hukuman cambuk tersebut tidak tertutup dan dapat disaksikan oleh masyarakat, namun untuk membatasi agar tidak boleh disaksikan anak di bawah umur, maka iniasitf pelaksaanaannya dilakukan di Lapas.

Masyarakat yang ingin menyaksikan proses uqubat cambuk harus melewati penjagaan ketat, termasuk awak media. (zal)

2 Teroris Ditangkap di Tanjungbalai, 1 Ditembak

Foto penangkapan teroris di Tanjungbalai yang beredar di media sosial.
Foto penangkapan teroris di Tanjungbalai yang beredar di media sosial.

SUMUTPOS.CO – Sebuah kabar membuat heboh Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. Dua terduga teroris ditangkap di daerah itu, satu di antaranya ditembak.

Berdasarkan informasi yang beredar, pada tanggal 15 Mei 2018 sore di Kota Tanjungbalai terjadi penangkapan terduga teroris anggota Budi CS oleh Densus 88.

Titik itik penangkapan pertama berada di Sungai Apung Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan. Tersangka bernama Dodi itu sedang mempersiapkan gerobak dagangan yang digunakan untuk berjualan. Tiba-tiba sekolompok orang yang diduga Densus 88, membungkus kepala Dodi dengan kain hitam dan memasukkan Dodi ke dalam mobil.

Sekira pukul 12.00 WIB, titik penangkapan kedua terjadi di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Kapias Pulau Buaya , Kecamatan Teluk Nibung.

Lalu sekira pukul 13.30 WIB, titik penangkapan ketiga terjadi di sekitar Jalan Dr. Tengku Mansyur Kel. Perwira Kec. Tanjungbalai Selatan.

Menurut informasi yang beredar, pada saat itu kedua terduga teroris berada di RSUD Rr. Tengku Mansyur. Saat itu keduanya sedang membawa saudaranya berobat. Saat mereka menunggu saudaranya berobat, tim yang diduga dari Poldasu ataupun Densus 88 langsung melakukan penangkapan dan membawa terduga dengan menggunakan mobil Avanza warna hitam.

Salah seorang dari terduga teroris itu dilaporkan ditembak aparat yang melakukan penangkapan.

Belum ada kepastian soal informasi tersebut. Foto-foto penangkapan juga sudah beredar dan ramai dibicarakan di media sosial. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. (berbagai sumber/int/ma)

Setiap Kali Pengin, Istri Selalu Bilang Capek

SUMUTPOS.CO –  Rumah tangga Donwori (41) dan Karin (40) sudah tidak harmonis lagi. Bukan lagi retak, hubungan keduanya pun berakhir gara-gara urusan ranjang.

Keputusan Donwori untuk berpisah dengan Karin sudah final. Keputusan ini diambil karena sudah tidak menemukan keromantisan sepasang suami istri lagi. Alasannya karena urusan ranjang yang kerap tak sejalan. “Pas aku pengin dia selalu menolak, alasannya capek,” keluhnya.

Begitupun sebaliknya, setiap Karin sedang ngebet-ngebetnya, Donwori juga kerap tidak bisa menuruti. Entah karena lebih memilih tidur atau sedang asik kopdar (kopi darat) dengan koleganya hingga larut.

Ketidaksinkronan pasutri ini sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir. “Embuh ya, tiba-tiba saja kok tidak pernah nyambung gitu,” kata Donwori.

Karena sering tak sejalan ini, hubungan Donwori dan Karin semakin merenggang. Jika dulu keduanya masih sering bermesraan di rumah, kini keduanya menjalani hidup tanpa kemesraan. Imbasnya, semakin hari Donwori semakin enggan berlama-lama di rumah.

Macetnya penyaluran kebutuhan biologis ini juga berimbas pada keharmonisan rumah tangga mereka. Jika terjadi pergesekan sedikit, keduanya kerap bertengkar hebat.

“Terkadang kalau tidak tersalurkan itu aku pengen jajan aja rasanya. Lha geregetan, punya istri tapi kayak orang perjaka aja,” tuturnya.

Kesal dengan menurunnya kualitas keintiman antara keduanya, Donwori pun sempat mengajak Karin untuk berkomunikasi. Keduanya juga bahkan mendatangi dokter untuk mengkonsultasikan keadaan keduanya.

Namun, rupanya silang keinginan itu tetap tak sembuh juga. “Tidak tahan kalau aku disuruh ngempet terus. Mending cari aja yang baru dan lebih available,” kata Donwori. (*/hen/sb/is/jek/JPR)

Agnez Mo Ajak Jauhi Benci

SUMUTPOS.CO –  Penyanyi Agnez Mo ikut mengomentari ledakan bom di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (13/5/2018).

“Siapa sih di sini yang pengin hidupnya santai, damai, enggak perlu ada benci. It’s so beautiful guys, it’s so amazing,” kata Agnez Mo di sela-sela penampilannya dalam konser bertajuk Ayo Indonesia Bisa di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat.

Agnez Mo pun mengajak penonton agar tak takut dengan teror ledakan bom di Surabaya. “Enggak perlu harus hidup dalam ketakutan dan rasa pedih, the life so happy. Its amazing,” lanjut Agnez.

Pelantun Coke Bottle itu juga memberikan pesan untuk generasi milenial terkait ledakan bom di Surabaya. “It’s oke to be kind. It’s oke to be nice. It’s oke to love,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ledakan bom di Surabaya terjadi di 3 gereja. Ledakan pertama di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara.

Selanjutnya, bom juga meledak di Gereja Kristen Indonesia, Jalan Diponegoro 146. Tak beberapa lama, bom juga meledak di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Jalan Arjuna. (mg7/jpnn)

Miliki Sabu, Oknum Anggota PPK di Aceh Tenggara Ditangkap

Ilustrasi
Ilustrasi

ACEH TENGGARA, SUMUTPOS – Kepolisian Sektor (Polsek) Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara, menangkap MS (25), seorang oknum anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), karena memiliki narkoba jenis sabu-sabu saat dilakukan penggerebekan di gampong Suka Damai, kecematan setempat.

Tersangka ditangkap bersama dengan dua temannya berinisial SA (25) dan RP (20) yang merupakan warga kecamatan Lawe Sigala-gala, pada Selasa (15/5) dini hari.
Informasi dihimpun SUMUT POS, MS merupakan anggota PPK pemilu tahun 2019 yang bertugas di Kecamatan Lawe Sigala-gala. Hal itu sesuai dengan surat pengumuman Komisi Independen pemilihan (KIP) Aceh Tenggara nomor : 13/KIP-KAB-001-434470/2018 tentang penetapan calon PPK terpilih dalam penyelenggaraan pemilu tahun 2019.
Kapolsek Lawe Sigala-gala AKP Ali Burhanuddin kepada wartawan Selasa (15/5) menyatakan dari penangkapan itu tim berhasil meringkus tiga pelaku penyalahgunaan sabu-sabu.
Penangkapan itu, kata Ali, dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di rumah yang ditempati tersangka SA di gampong Suka Damai diduga dijadikan tempat memakai narkoba.
“Masyarakat memberitahukan hal tersebut kepada Polsek Lawe Sigala-gala, tim Polsek langsung ke lokasi dan melakukan penggeledahan dan menangkap ketiganya. Di lokasi ditemukan satu paket sabu seberat 0,18 gram,” sebut AKP Ali Burhanuddin.
Kata dia, tersangka beserta barang bukti langsung diamankan di Polsek Lawe Sigala-gala guna dilakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut atas kepemilikan barang haram tersebut.(mag)

 

 

Jailangkung 2: Janjikan Pengalaman Lebih Mengerikan

SUMUTPOS.CO – Berawal dari kerinduan seorang anak pada kehadiran sosok ibunya, berakhir pada peristiwa-peristiwa mengerikan. Tak hanya menghadapi satu arwah penasaran, tapi banyak kejadian mistis yang dialami keluarga Ferdi di Jailangkung 2.

Diceritakan, Tasya (Gabriella Quinlyn) yang rindu pada sosok ibunya, melihat video sang ayah mendatangkan arwah ibunya melalui media boneka jailangkung. Ia pun menirunya. Tapi, yang datang malah teror menakutkan.

Dibantu dengan Rama (Jefri Nichol), Bella (Amanda Rawles) mencoba memecahkan misteri yang muncul. Sedangkan Ferdi (Lukman Sardi) berusaha melindungi keluarganya dari teror menakutkan.

Karena itu, para pemain Jailangkung 2 menjanjikan, film ini jauh lebih seram atau menakutkan dari film sebelumnya, Jailangkung pertama yang tayang tahun lalu.

“Di sini, akan jauh lebih banyak konflik dan hal-hal mistis yang keluar dari permainan jailangkungnya si Tasya. Ini yang akan semakin bikin kita mengalami pengalaman serem. Ditambah lagi, ada karakter baru, tante Ratna Riantiarno yang punya kemampuan mistis, yang membantu keluarga Ferdi untuk mengatasi kemunculan makhluk-makhluk itu di rumah,” ungkap Lukman Sardi di Kantor Jawa Pos (Grup Sumut Pos), Jakarta, Senin (14/5).

Hal senada juga disampaikan Amanda Rawles. Dari segi cerita, ia mengatakan, banyak hal yang lebih menyeramkan. Di antaranya, kebangkitan mayat-mayat dan munculnya hantu-hantu baru yang menyerang secara personal. “Konfliknya bukan cuma dari satu orang. Muncul setan-setan baru dan bangkitnya mayat-mayat di film ini. Lebih serem lagi. Selain itu, karakter Angel yang agak beda dari yang pertama, karena efek dari setan itu. Jadi, bawa dampak juga ke karakternya. Lebih creepy lagi. Jadi, bukan cuma kita melawan, tapi juga mengancam secara personal. Jadi lebih seram lagi, jauh sih menurut aku,” ungkapnya.

Bahkan di film ini, Amanda harus menyelam di kedalaman 30 meter guna memecahkan misteri dari banyak kasus mistis yang dialami keluarganya.

Sudah siap terbawa dalam kengerian Jailangkung 2? Film besutan Jose Poernomo dan Rizal Mantovani ini akan tayang saat Lebaran nanti. (str/jpc/saz)

Cinta Laura: Taste-nya Beda

SUMUTPOS.CO – Sejak memutuskan berkarir di Hollywood, Cinta Laura mengaku mendapat banyak pelajaran, khususnya di industri perfilman.

Cinta pun mengungkapkan perbedaan antara syuting di Indonesia dengan Hollywood. Menurutnya, teknik akting yang dilakukannya di Hollywood berbeda dengan film Indonesia.

“Tekniknya memang beda, tapi mungkin apa yang orang suka di sini belum tentu disukai di sana. Begitu juga sebaliknya,” tutur Cinta, saat ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pemain film Resident Evil Vendetta ini, mengatakan, di Hollywood tidak terlalu menyukai ekspresi berlebihan saat berakting. “Televisi series Indonesia kan dramatik sekali, aktingnya pun harus sedikit over (berlebihan). Kalau di Hollywood, mereka enggak suka, mereka suka akting yang natural,” beber Cinta.

“Tapi aku enggak bisa bilang mana yang lebih bagus. Karena taste (rasa) orang kan beda-beda. Lagipula budayanya kan memang sudah berbeda,” pungkasnya. (mg7/jpnn/saz)

Kartika Putri: Habib Usman Sudah Single

SUMUTPOS.CO – Artis Kartika Putri dikabarkan sudah menikah siri dengan Habib Usman bin Yahya. Tak hanya itu, wanita yang karib disapa Karput ini, juga disebut-sebut menjadi pelakor dalam rumah tangga Habib Usman.

Tidak ingin disebut pelakor, Karput memberikan klarifikasi. “Enggak lah, saya kenal Habib Usman, statusnya single. Ngapain saya ganggu rumah tangga orang lain?” ungkapnya, belum lama ini.

Ia mengaku tahu, Habib Usman pernah menikah. Hanya saja, saat kenal Habib Usman, statusnya sudah single. “Beda ya kalau saya dekat sama Habib Usman ketika masih berstatus suami orang. Saya dikenalkan dengan habib saat beliau sudah single,” beber Karput.

Karput juga membantah kabar, ia sudah menikah siri dengan sang habib. Demikian juga dengan foto-foto prewedding yang muncul di akun lambe_turah. “Itu bukan foto prewedding. Kalau prewedding kan ada pasangan, lah itu saya sendiri kok,” pungkasnya. (esy/jpnn/saz)

Anang Hermansyah : Itu Wajar

SUMUTPOS.CO – Musikus sekaligus anggota DPR Anang Hermansyah mengakui hubungan Aurel dan Azriel dengan Krisdayanti tak akur.

Namun, Anang Hermansyah menganggap hal itu wajar mengingat Krisdayanti meninggalkan kedua anaknya dan menikah dengan Raul Lemos.

Anang Hermansyah juga mengungkapkan bahwa hubungan kedua anaknya dengan Krisdayanti dan Raul Lemos kerap pasang surut.

“Naik-turun itu hal biasa, karena beda nakhoda. Aurel dan Azriel sudah cukup menghargai nakhoda di sana dan sudah mengerti bagaimana menggantikan posisi ibunya tapi memang friksi itu masih ada. Lumrah menurut saya,” ungkap Anang saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

Meski kerap mengalami silang pendapat, pria kelahiran 18 Maret 1969 ini selalu menyarankan agar hal tersebut tak perlu diumbar.

“Aku bilang, semua harus diselesaikan dengan baik. Enggak ada sesuatu yang enggak bisa diselesaikan. Sama-sama keluarga, sama-sama satu darah,” ungkapnya.

“Yang penting permasalahan yo ndak perlu terlalu diungkap secara gamblang. Medsos memang jadi bagian dari hidup tapi bukan berarti semua hal harus dikeluarkan di situ,” sambungnya. (mg7/jpnn/ram)