SUMUTPOS.CO – Sri Wulansih berziarah ke makam putrinya Julia Perez. Tak sendiri, Sri juga ditemani suami serta 2 adik almarhumah Jupe.
Diakui Nia Anggia, kehilangan kakak tercinta bukan hal yang mudah bagi keluarga. “Berat banget buat kami tanpa kehadiran kakak tercinta, semoga segala amalnya diterima Allah SWT,” harap Nia.
Bayang-bayang Jupe bahkan masih selalu ada. Dan keluarga juga masih bisa merasakan kehadiran pelantun lagu Aku Rapopo itu di rumah. Mereka juga masih kerap didatangi lewat mimpi. “Masih kayak ada Kak Jupe aja di rumah. Kadang enggak usah tidur di kamarnya pun, misalnya tidur di kamar masing-masing, kami dimimpiin sama Kak Jupe,” ungkap Nia.
Terkadang, bau parfum almarhumah Jupe menyerbak di dalam kamar. “Kalau didatengin di mimpi, paling kami kirim-kirim doa aja sih,” imbuh Sri. (chi/jpnn/saz)
SUMUTPOS.CO – Penyanyi sensasional Syahrini, diam-diam ingin memolisikan haters yang nyinyir terhadapnya di media sosial. Ia mengklaim, telah menyimpan beberapa bukti terkait laporan yang akan dilakukannya nanti.
“Semua sudah aku record, satu per satu yang suka komen gosip di Instagram,” tutur Syahrini, usai menghadiri acara Stop Bullying di kawasan CFD, Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (13/5) lalu.
Mantan pasangan duet Anang Hermansyah ini, memang tak pernah langsung merespon cibiran di media sosial. Ia memilih menyimpan komentar-komentar negatif tersebut untuk dijadikan bukti ke polisi.
Menurut pelantun Sesuatu ini, dalam pengumpulan data-data tersebut, ia menemukan banyak akun bodong. “Manajemen yang sering memperhatikan itu semua. Mereka dapat satu per satu orang yang akunnya bener, ada juga yang bodong,” beber Syahrini.
Kesibukan Syahrini manggung, membuatnya tak sempat membaca komentar dari warganet. “Saya enggak ada waktu,” pungkasnya. (mg7/jpnn/saz)
SUMUTPOS.CO – Big match Persebaya Surabaya kontra Persib Bandung yang seharusnya dihelat pada 19 Mei 2018, dipastikan ditunda. Penundaan ini adalah imbas dari teror bom yang mengguncang Surabaya selama dua hari beruntun yakni 13 dan 14 Mei.
Persebaya dan Persib seharusnya bertemu di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) akhir pekan nanti. Pertandingan ini sudah amat dinanti oleh suporter dari kedua kubu. Maklum, dua klub alumnus Perserikatan itu tidak pernah berjumpa dalam delapan tahun terakhir. Sayang, laga yang diidam-idamkan harus tertunda karena ulah teroris.
“Apa yang terjadi di Surabaya belakangan ini di luar dugaan dan kemauan semua orang. Jadi, dengan melihat kondisi terakhir keamanan Kota Surabaya seperti ini, pihak kepolisian sudah memutuskan tidak mengeluarkan izin keamanan untuk menggelar laga melawan Persib akhir pekan nanti,” ungkap Ketua Panpel Persebaya, Wisnu Sakti Buana dalam laman resmi klub.
Wisnu mengatakan, Penpel Persebaya sudah mulai mempersiapkan pertandingan ini sejak pekan lalu. Langkah pertama yang mereka ambil adalah mengajukan izin keamanan ke Polrestabes Surabaya. Tetapi, teror bom yang mengguncang Surabaya dalam dua hari terakhir membuat segala rencana Persebaya berantakan.
“Kami sudah berkonsultasi dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait hal ini. Dan secara resmi laga melawan Persib ditunda. Jadwal terbaru, sudah menjadi tanggung jawab Liga,” tegas Wakil Wali Kota Surabaya itu Senin (14/5) petang.
Tigor Shalom Boboy, Chief Operating Officer PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengatakan, pihaknya telah menerbitkan surat nomor 177/LIB/V/2018, operator menerbitkan surat penundaan pertandingan Persebaya menjamu Persib. Pertimbangan mereka, memperhatikan situasi keamanan setelah terjadi ledakan bom di Surabaya.
“Dengan melihat kondisi keamanan yang terjadi di Surabaya, menurut kami kondisi itu sudah masuk dalam kategori force majeure. Jadi, pertandingan Persebaya melawan Persib kami putuskan tidak bisa digelar sesuai jadwal,” katanya dalam laman resmi Persebaya.
Tigor menambahkan, PT LIB sesegera mungkin akan mengumumkan jadwal anyar laga ini. “Selambat-lambatnya kami akan menyampaikan penetapan jadwal baru pada 24 Mei nanti,” ungkapnya. (saf/ce1/jpc)
Persija Jakarta siap hadapi Home United di Stadion Gelora Utama Bung Karno.
Persija Jakarta siap hadapi Home United di Stadion Gelora Utama Bung Karno.
SUMUTPOS.CO – Persija Jakarta mengincar kemenangan kontra Home United pada leg II semifinal Piala AFC Zona ASEAN, di SUGBK, Senayan, Jakarta, Selasa (15/5) malam. Satu gol saja sudah cukup untuk membawa Persija lolos.
Mengingat, pada leg pertama mereka menderita kekalahan 3-2 di kandang Home United. Untuk lolos, Persija hanya butuh menang 1-0 pada leg kedua nanti.
Ismed Sofyan dan kawan-kawan pun sudah bersiap untuk menghadapi laga ini, pada sesi latihan yang digelar di Lapangan PS AU TNI Angkatan Udara, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (13/5) petang.
Setelah sesi latihan, pelatih Persija, Alessandro Stefano Cugurra Rodrigues, menegaskan tak hanya mengincar kemenangan dengan skor 1-0. “Peluang lolos ke final ASEAN masih terbuka. Kami cukup menang 1-0, tapi jika ingin lebih aman kami harus menang lebih dari itu,” kata pelatih yang akrab disapa Teco itu dilansir laman resmi klub.
“Sekali lagi kami fokus menghadapi laga ini, kebetulan kami sudah mengetahui gaya mereka. Kami akan menyiapkan strategi yang tepat untuk bisa mengalahkan mereka. Kami juga ingin mengincar gol cepat agar kami bisa semakin tenang dan fokus,” tegas pelatih asal Brasil itu.
Sementara itu Pelatih Home United Aidil Shahrin menjelaskan sudah mendengar tentang insiden di Surabaya tersebut. Tak lupa, Aidil juga menyampaikan rasa belasungkawanya. Namun dirinya tetap fokus dan terusik kejadian tersebut.
“Kami ikut berduka terkait bom di Surabaya. Saya harap masyarakat Surabaya memiliki hati yang besar untuk menghadapi hal ini,” ungkapnya.
Terkait dengan pertandingan besok, Aidil optimistis dengan langkah yang akan diambil oleh aparat keamanan dan PSSI. Selain itu, dia melihat panpel dari Persija sudah menjalankan tugasnya.
“Kami harap keamanan bisa menjalankan tugas mereka dengan baik. Kami percaya Federasi Indonesia (PSSI) dan Persija sudah mempersiapkan semua dengan baik,” pungkasnya. (dkk/jpnn/don)
SUMUTPOS.CO – Usai diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih Arema FC, Joko Susilo ingin fokus ke keluarga. Terutama pada kedua anaknya yang selama 25 tahun belakangan sudah ‘ditinggalkan’ karena kesibukannya di dunia sepak bola.
“Seperti ‘berdosa’ sudah tinggalkan anak saya selama 25 tahun. Justru saya latih anak orang lain,” ujar Gethuk – sapaan akrab Joko Susilo, Senin (14/5).
Dia pun merasa bersalah karena sudah meninggalkan keluarganya. “Anak saya ‘korban’ dari saya, (akibatnya) tidak pernah meraih prestasi top,” ujar bapak dua anak itu.
Oleh karena itu, dengan adanya pemberhentian ini, dirinya akan memanfaatkan waktunya dengan baik untuk keluarganya. “Sekarang saya berpikir ke anak dulu. Refreshing dahulu. Saya konsentrasi ke anak dan istri,” lanjutnya.
Gethuk menambahkan selama ini dirinya hanya bisa mengajari sepak bola kepada anak kandungnya setiap 3-4 bulan sekali. Padahal, anak-anaknya juga ingin menjadi pesepak bola andal. Setelah ini, dirinya akan lebih fokus untuk memberikan pengetahuan sepak bola kepada anaknya.
Sementara itu, terkait kekalahan Arema FC selama ini, dirinya tidak menyalahkan siapapun, namun dirinya sendiri. “Semua kebijakan, strategi, pergantian pemain, saya (yang lakukan). Tentu yang salah saya, (sebagai) juru racik,” tegasnya.
Dia sendiri telah menyampaikan apa yang menjadi kelemahannya selama ini kepada internal tim. “Saya tidak akan sampaikan ke publik, saya sampaikan ke internal tim. Saya ingin tim tetap kondusif, ingin permasalahan segera teratasi,” lanjutnya.
Gethuk pun juga mempunyai cita-cita yang belum sempat diraih ketika bersama Arema FC. “Ingin membawa tim juara. Saya belum bisa, level tengah pun belum bisa,” lanjutnya.
Dia pun tidak peduli dengan citra negatif yang dilekatkan pada dirinya. Terutama dari Aremania. “Tidak ingin buang citra yang disampaikan Aremania, silakan. Joko tetaep Joko, Gethuk tetap Gethuk,” ungkapnya.
Sementara itu, General Manager Arema FC, Ruddy Widodo menambahkan, pihaknya akan terus memberikan support kepada Gethuk. Pasalnya, sedikit banyak Joko sudah berkontribusi untuk Arema FC. “Ada beberapa hal sudah dibangun Joko, investasi, dan fondasi,” pungkasnya. (fis/jpc/don)
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Dishold Sharofetdinov saat berlatih di Kebun Bunga. PSMS siap hadapi Perseru.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Dishold Sharofetdinov saat berlatih di Kebun Bunga. PSMS. Dishold salah satu pemain yang menjalani puasa.
SUMUTPOS.CO – Tim pelatih PSMS akan tetap menjaga kondisi fisik pemain di bulan Ramadan yang akan dimulai Kamis (17/5) mendatang. Apalagi Ayam Kinantan akan menghadapi ujian berat dari Sriwijaya FC di Stadion Teladan, Jumat (18/5).
Pelatih fisik PSMS, Suwanda mengatakan jadwal latihan akan tetap digelar sore hari. Meski dalam kondisi berpuasa, menurutnya latihan sore akan lebih efektif dibanding digelar malam hari.
“Untuk bulan puasa, kami akan rembukkan dulu sama head coach. Biasanya jadwal latihan tetap pukul setengah lima sore. Tidak ada latihan malam, karena kalau malam metabolisme terganggu, istirahat pemain juga terganggu,” kata Suwanda usai latihan, Senin (14/5).
Memang akan ada perbedaan durasi latihan dari sebelumnya. Intensitasnya juga berbeda. “Durasinya lebih singkat dan dipadatkan. Intensitasnya moderate saja, sedang. Tetap maintenance yang utama,” tambah eks asisten pelatih fisik timnas U-19 itu.
Selain itu di bulan Ramadhan, salah satu hal yang tak kalah penting adalah menjaga asupan gizi pemain. Apalagi nantinya laga-laga Liga 1 akan digelar lebih larut di bulan Ramadhan pukul 20.30 WIB.
“Pasti berpengaruh (main lebih malam). Makanya nanti saya koordinasi dengan tim manajemen, mau tidak mau kami mensiasatinya dengan menjaga nutrisi. Jadi setelah berbuka puasa, harus benar-benar dipilih makananya. Saya dan tim dokter akan mengontrol itu,” katanya.
Pada latihan tersebut, PSMS tanpa dipimpin pelatih kepala, Djadjang Nurdjaman dan asistennya Muhammad Yusuf Prasetyo. Latihan pun tidak dengan intensitas tinggi melainkan hanya untuk menjaga kondisi. “Kami latihan conditioning saja karena Jumat sudah harus main lagi. Sriwijaya mainnya bagus, mau tidak mau kami harus main lebih bagus dari Sriwijaya. Harus siap, jangan sampai tidak,” bebernya.
Suhandi terlihat tidak dalam kondisi fit 100 persen karena kelelahan. Dia terlihat tidak mengikuti sesi latihan sampai tuntas. “Ototnya kelelahan saja jadi saya istirahatkan agar lawan Sriwjaya lebih fresh,” katanya.
Sementara itu ada perkembangan positif soal kondisi Abdul Rohim. Rohim terlihat ikut berlatih bersama dua rekan kiper lainnya, Dhika Bhayangkara dan Ahmad Fauzi. Namun dia tidak terlihat berlatih berat. Kemungkinan untuk tampil di laga kontra Sriwijaya pun sepertinya tipis.
“Kalau soal bisa main tidaknya saya tidak tahu. Saya hanya berlatih saja dan kondisi sudah mulai lebih baik dari sebelumnya,” pungkasnya. (don)
Ketua Panitia Porkot Medan 2018 Mangasi Simangunsong dan Sekum IPSI Medan Miskap Pribadi bersama peraih medali cabang pencak silat. (IST/Sumut Pos)
Ketua Panitia Porkot Medan 2018 Mangasi Simangunsong dan Sekum IPSI Medan Miskap Pribadi bersama peraih medali cabang pencak silat. (IST/Sumut Pos)
MEDAN, SUMUTPOS.CO -SMP Muhammadiyah 4 Medan berhasil menjadi juara umum cabang pencak silat pada Pekan Olahraga Pelajar Kota (Popkot) Medan 2018. Cabang silat yang digelar di Aula SMKN 7 Medan tersebut, berakhir pada Senin (14/5).
SMP M 4 Medan menjadi terbaik usai mengumpulkan 3 medali emas dan 1 medali perak. Mereka mengalahkan MAS Mualimin univa yang berada di posisi kedua dengan torehan 1 emas, 2 perak dan 5 perunggu. SMAN 11 Medan berada di posisi kedua dengan raihan 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu.
Pertandingan cabang silat ini turut disaksikan Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Medan, Khairul Buchori dan Ketua Panitia Porkot Medan 2018 Mangasi Simangunsong. Khairul mengaku senang melihat antusias para atlet pelajar di cabang silat tersebut.
“Kita sangat senang melihat antusias para peserta. Selain jumlah peserta, jumlah sekolah juga meningkat. Saya yakin akan lahir pesilat-pesilat berbakat dari Popkot ini,” ujarnya.
Sekretaris Pengcab IPSI Kota Medan Miskap Pribadi mengatakan, cabang pencak silat Popkot 2018 ini diikuti 125 peserta dari 41 sekolah SMP dan SMA. Even ini mempertandingkan 14 nomor dan berlangsung mulai 12 Mei lalu di Aula SMKN 7 Medan. “Melihat antusias peserta, kita memang sangat gembira,” sebutnya.
Ditambahkan, Popkot Medan 2018 ini merupakan seleksi menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah Sumatera Utara (Popdasu) 2018 mendatang di Padangsidimpuan. “Yang juara akan kita kirim ke Popdasu, karena itu mereka diminta untuk meningkatkan latihan,” pungkasnya. (dek)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Petugas Subdit III/Umum Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut, membekuk dua perampok spesialis penumpang bandara. Keduanya terpaksa ditembak pada bagian kaki karena melawan saat ditangkap.
Kedua pelaku masing-masing, Abdullah (29) warga Jalan Sei Mencirim dan Dedi (36) warga Jalan Simpang Pos. Keduanya ditangkap di Jalan Simpang Pos, persis di rumah Dedi, Jumat (10/5).
Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian mengatakan, penangkapan ini berawal dari laporan korban Nugrahi Sri Utami (22) warga Jalan Ahmad Yani No 27, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat.
Dalam laporannya, Sri menyebut, saat itu dari Bandara Kualanamu ia menumpangi mobil Toyota Avanza warna silver B 1143 FZA yang digunakan kedua pelaku.
“Korban sempat kaget melihat Abdullah ada di dalam mobil. Namun agar korban tidak curiga, Dedi beralibi kalau Abdullah hanya menumpang sampai di simpang Tanjungmorawa Korban pun percaya dan langsung masuk,” ujar Andi Rian, Senin (14/5).
Mobil kemudian langsung tancap gas menuju Medan. Ditengah perjalanan, keduanya langsung mengancam korban akan diperkosa dan dibunuh.
“Dengan ancaman itu, korban pun langsung memberikan semua harta bendanya kepada kedua tersangka. Karena takut pisau sudah menempel di lehernya,” terangnya didampingi Kasubdit III/Umum AKBP Maringan Simanjuntak.
Kedua pelaku juga memaksa korban menyerahkan nomor pin ATM milik korban. Setelah pin ATM di dapat, kedua pelaku singgah ke ATM yang berada di Bandar Selamat. Kedua pelaku kemudian menggasak uang korban sebanyak Rp6,7 juta.
“Korban juga mengalami pelecehan seksual di dalam mobil. Kedua tersangka ini memegangi payudara dan kelamin korban,” katanya.
Tidak sampai di situ, korban dibawa keliling sampai ke tol Binjai dan kembali melewati Plaza Manhattan. Akhirnya korban baru diturunkan di Jalan Bunga Raya, persis di depan kantor PLN Sunggal.
“Korban diturunkan disana sambil memberikan uang sebanyak Rp700 ribu,” ujarnya.
Mendapat laporan korban, personel Jahtanras Polda Sumut langsung memburu pelaku.
“Kita sudah mengetahui ciri-ciri tersangka beserta mobil yang sering digunakan tersangka. Mengetahui melintas di seputaran Jalan Kenanga Raya, kita langsung kesana dan melakukan pencegatan,” ungkapnya.
Andi Rian mengaku, kedua tersangka ini melakukan aksinya dengan modus mencari penumpang dari Bandara Kualanamu menuju Medan.
“Si Dedi ini yang mencari sewa. Sedangkan si Abdullah tugasnya menunggu di mobil,” pungkasnya.
Atas perbuatannya, kedua pelaku akan disangkakan dengan Pasal 365, ancaman hukuman di atas 12 tahun penjara.(mag-1/ala)
Foto: BAMBANG/SUMUT POS
PERLIHATKAN: Erwin memperlihatkan ayam hasil jarahannya di Polsek Gebang, Senin (14/5).
Foto: BAMBANG/SUMUT POS PERLIHATKAN: Erwin memperlihatkan ayam hasil jarahannya di Polsek Gebang, Senin (14/5).
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Satu dari empat bajing loncat yang kerap meresahkan sopir truk berhasil dibekuk. Pelaku diamankan di Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Senin (14/5) sekitar pukul 04.30 WIB.
Kasubag Humas AKP Arnold Hasibuan mengakui, bajing loncat memang kerap beraksi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Untuk itu, pihaknya terus melakukan patroli secara rutin.
“Selain mengantisipasi aksi bajing loncat, patroli rutin juga dilakukan untuk mengantisipasi aksi kriminalitas lain. Seperti pungli dan jambret,” kata AKP Arnold.
Dijelaskannya, pagi itu dipimpin Kanit Reskrim Polsek Gebang Iptu Tona Simanjuntak SH bersama tim melakukan patroli.
Saat itu, petugas melihat 4 tersangka yang mengendarai dua sepeda motor melakukan aksi bajing loncat.
“Bahkan seorang tersangka yang sudah kita amankan bernama Erwin (33), sudah berhasil naik truk cold diesel bermuatan ayam potong dan melakukan penjarahan (pencurian),” kata Arnold.
Melihat itu, petugas langsung melakukan penghadangan dan membuat tiga tersangka kabur. Sementara, seorang tersangka tidak berhasil kabur karena petugas sudah mengepungnya.
Alhasil, Erwin bersama barang bukti satu keranjang ayam langsung diboyong petugas menuju Polsek Gebang.
“Hingga kini tersangka masih menjalani pemeriksaan guna mengembangkan kasus ini dan mengamankan tersangka lainnya,” tegas Arnold.(bam/ala)