SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Sejumlah bocah bermain kembang api di permukiman padat penduduk di Jalan Kejaksaan Medan, Senin (5/8). Bermain kembang api dipermukiman padat penduduk adalah hal yang membahayakan karena permainan tersebut mengeluarkan percikan api.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Sejumlah bocah bermain kembang api di permukiman padat penduduk di Jalan Kejaksaan Medan, beberapa waktu lalu.
SUMUTPOS.CO – Polda Sumut memberlakukan pelarangan main petasan selama bulan Ramadan. Ini demi kekhusukan ibadah puasa bagi umat Muslim. Jika kedapatan main petasan, akan dipidanakan.
“Seperti sebelumnya, untuk petasan kita melakukan pelarangan selama Ramadan. Sanksinya, bagj yang kedapatan bermain petasan akan dijerat dalam Undang Undang Darurat,” ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Selasa (15/5).
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan menyatakan, Polda Sumut mengimbau agar masyarakat selama bulan puasa tidak bermain petasan. Terkhusus pada saat umat Muslim sedang melaksanakan salat 5 waktu dan Salat Taraweh.
Tatan menambahkan, pihaknya dan jajaran Polres juga akan melakukan pengamanan Salat Taraweh di sejumlah masjid yang ada di wilayah Sumut. Dalam pengamanannya, ada beberapa personel yang diturunkan.”Hal itu disesuaikan oleh tempat dan satuan wilayahnya (Satwil). Maksudnya, tempat ibadah akan disesuaikan dengan jumlah jemaah yang melaksanakan giat Salat Taraweh,” ujarnya.
“Kepada masyarakat Muslim Sumut, kita ucapkan selamat menunaikan ibadah Puasa Ramadhan 1439 H. Sedangkan bagi saudara-saudara yang tidak melaksanakan puasa, agar dapat membantu kelancaran serta kenyamanan saudara kita umat Muslim yang melaksanakan ibadah puasa,” pungkasnya. (mag-1/ila)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Sejumlah jukir yang memakai badan jalan sebagai tempat parkir pengunjung Ramadhan fair menyebabkan kemacetan di jl.Sisingamangaraja Medan, Jumat (10/6)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Sejumlah jukir yang memakai badan jalan sebagai tempat parkir pengunjung Ramadhan Fair, tahun lalu
SUMUTPOS.CO – Event Ramadan Fair yang digelar setiap tahunnya oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan tak jarang memicu konflik atau persoalan, salah satu yang terjadi terkait pengelolaan parkir. Sebab, pengelolaan parkir di sana tidak jelas lantaran dikuasai sejumlah organisasi kepemudaan (OKP).
Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Ramadan Fair XV di Balai Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis, baru-baru ini. Dalam rapat yang dipimpin Asisten Pemerintahan Setdako Medan Mussadad, dihadiri organisasi perangkat daerah, Camat Medan Kota Edi Mulia Matondang hingga Wakapolsek Medan Kota, AKP Parulian Lubis.
Camat Medan Kota Edi Mulia Matondang mengatakan, berdasarkan pengalamannya bersama Polsek Medan Kota tahun sebelumnya, parkir selalu menjadi ajang keributan. Parkir yang memicu konflik terjadi di luar karena adanya mandat yang tidak jelas. Sedangkan yang di dalam terlalu bermasalah. “Kalau memang ada mandat, tolong disampaikan kepada kami siapa saja yang mengelola,” ujarnya.
Lantaran tidak tahu mandatnya siapa saja yang mengelola, lanjut Edi, maka ia menyampaikan kepada Polsek Medan Kota agar menangkap saja ketika terjadi keributan. “Tahun lalu, ada beberapa yang kita tangkap dan apa boleh buat. Bahkan, sempat menjadi viral di media sosial karena korbannya sempat berlumuran darah. Hal ini gara-gara mandat parkir yang tidak jelas,” bebernya.
Oleh sebab itu, sambung dia, ia memita Dinas Perhubungan Medan tolong membantu dan menyampaikan bagaimana sebenarnya mandat parkir di sana. Terkhusus, yang ada di Jalan Sisingamangaraja depan Masjid Raya dan Hotel Madani.
Pedagang kaki lima (PKL) Pasar Peringgan memblokir jalan hingga membakar keranjang serta ban bekas saat penertiban yang dilakukan petugas Satpol PP, Kamis (19/4).
Pedagang kaki lima (PKL) Pasar Peringgan memblokir jalan hingga membakar keranjang serta ban bekas saat penertiban yang dilakukan petugas Satpol PP, beberpa waktu lalu
SUMUTPOS.CO – Keberatan pedagang atas pengelolaan Pasar Peringan yang diserahkan kepada pihak swasta, yakni PT Parbens, kian meruncing. Pedagang tetap ngotot meminta Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan mengelola pasar tersebut. Jika permintaan tak dipenuhi, pedagang akan terus menggelar aksi protes.
Kuasa hukum pedagang Pasar Peringgan yang menolak dikelola swasta, Hans Silalahi menyatakan, para pedagang tetap komit dengan sikapnya menolak PT Parbens untuk mengelola. Sekalipun, masih dalam proses kaji ulang badan pengawas, maupun Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengklaim tetap dikelola oleh pihak swasta. “Kami tak akan mundur dan tetap pada pendirian menolak dikelola swasta,” kata Hans yang dihubungi, kemarin.
Diutarakan Hans, apabila hasil pengkajian ulang masih sama, maka para pedagang bakal menggelar aksi lagi turun ke jalan. Aksi digelar terus sampai tuntutan dipenuhi. “Aksi kemungkinan menunggu hasil pengkajian ulang badan pengawas. Aksi nanti digelar dengan jumlah massa yang lebih besar lagi,” cetusnya.
Menurut dia, tuntutan yang disampaikan pedagang tak lain untuk mendukung pemerintah. Karena pasar tersebut notabenenya milik pemerintah dan harus dikelola pemerintah juga.
“Tidak ada Perda (Peraturan Daerah) yang mengatur pasar tradisional dikelola pihak swasta. Untuk itu, Pemko Medan harus segera mencabut SK (Surat Keputusan) pengelolaan pasar tersebut kepada PT Panbers karena dinilai cacat hukum. Sebab, belum lagi habis kontrak PD Pasar dengan pedagang, tiba-tiba sudah muncul kontrak dengan PT Panbers. Hal ini yang menjadi cacat hukum kontrak tersebut dan harus dibatalkan,” ujarnya.
Salah seorang pedagang, Ervina Boru Barus mengatakan, dikelolanya pasar itu oleh PT Panbers sama sekali tidak diketahui oleh para pedagang. Ditambah lagi, etika dan pendekatan terhadap pedagang tidak bagus. “Apakah mereka bisa mengelola Pasar Peringgan, ini masih menjadi pertanyaan besar. Etika mereka juga tidak bagus dan sampai sekarang belum ada melakukan sosialisasi. Terlebih, mereka bawa preman dan oknum aparat untuk menguasai pasar,” ujarnya.
Ia mengaku, para pedagang sudah punya pengalaman hampir 20 tahun dikelola swasta, waktu itu PT Triwira Roka Jaya yang mengelola. “Kalau dikelola swasta orientasinya bisnis, dengan modal sekecil-kecilnya lalu meraup keuntungan sebesar-besarnya. Maka dari itu, kami tidak mau lagi dikelola pihak swasta selain PD Pasar,” tutur wanita yang sudah 37 tahun berjualan pakaian di Pasar Peringgan ini.
Menurutnyas, apabila pengelolaan ditangani pihak swasta maka tentunya harus mengeluarkan biaya lagi. Biaya tersebut menjadi masalah besar bagi pedagang, karena tidak akan mampu membayarnya. “Kalau dikelola swasta, otomatis pedagang keluar biaya lagi. Dari mana uangnya dan kami tidak sanggup. Pokoknya kami tidak mau,” tuturnya.
Sebelumnya, Ketua Badan Pengawas BUMD Kota Medan, Syaiful Bahri mengaku pihaknya akan melakukan kajian terhadap pengelolaan pasar tradisional yang terletak di Jalan DI Panjaitan tersebut. Hal itu atas desakan para pedagang dalam pertemuan rapat dengar pendapat di Komisi C DPRD Medan, kemarin. “Kami diberi waktu seminggu untuk mengkaji ulang, bagian hukum yang akan melakukan kajiannya lebih jauh,” kata Syaiful Bahri.
Diakui dia, Pemko Medan tidak bisa lepas tangan begitu saja mengenai konflik yang terjadi antar pedagang terkait kebijakan pengelolaan Pasar Peringgan. “Akan kita cari jalan keluarnya seperti apa. Namun, yang pasti kita membuat keputusan sesuai dengan hukum. Saat ini dikaji dulu oleh bagian hukum, hasilnya akan disampaikan kembali ke dewan,” ungkapnya.
Syaiful menyatakan, dirinya tidak ada kepentingan terhadap pengelolaan pasar tradisional tersebut kepada pihak swasta. “Enggak ada kepentingan saya, tapi memang saya yang tanda tangan kerjasamanya dan sudah sesuai ketentuan,” ujarnya.
Terduga teroris yang ditembak mati setelah menyerang Markas Polda Riau.
Terduga teroris yang ditembak mati setelah menyerang Markas Polda Riau.
PEKANBARU, SUMUTPOS.CO – Sebuah mobil jenis Toyota Avanza berwarna putih, nekat menerobos masuk Markas Polda Riau, pukul 09.00 WIB, Rabu (16/5). Mobil yang dikendarai dan ditumpangi terduga teroris, nekat menabrak pagar depan dan pagar belakang.
Dari informasi yang dirangkum, awalnya mobil yang berplat nomor plat BM 1192 RQ ini, menabrak pagar depan Mapolda Riau, dari arah Jalan Jendral Sudirman. Di halaman Polda, polisi berupaya menghentikan mobil ini.
Terduga teroris yang ditembak mati setelah menyerang Markas Polda Riau.
Sejumlah tembakan keluar dari senjata polisi. Salah seorang dari dalam mobil keluar dengan membawa sebilah parang. Mobil ini melaju ke arah gerbang belakang. Langsung saja, mobil ini menabrak pagar belakang.
Saat mobil keluar, dua orang wartawan yang hendak meliput kegiatan ekspos pengungkapan sabu di Mapolda Riau, ditabrak mobil ini. Wartawan itu yakni Rian (TV One), Madi (Kontributor RCTI). Sekarang mereka dirawat di RS Bhayangkara.
Dari dalam mobil tersebut, terduga teroris keluar. Salah seorang dari mereka, berlari ke arah Mapolda Riau, dengan membawa sebilah parang. Polisi pun langsung berupaya untuk melumpuhkan.
Terduga teroris yang ditembak mati setelah menyerang Markas Polda Riau.
Beberapa kali tembakan terdengar. Info terakhir, dua orang laki-laki yang merupakan terduga teroris, ditembak mati. Sudah sekitar lima kali mobil ambulans bergerak dengan laju dari arah Mapolda Riau.
Hingga pukul 10.00 WIB, lokasi masih disterilkan. Jalan Sudirman dan Jalan Gajah Mada dikosongkan. Puluhan personel kepolisian masih berjaga di sekitar Mapolda Riau.(dal)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
SELEBRASI_Pemain Psms Medan melakukan selebrasi usai Sadney Urikhob berhasil mencetak gol ke gawang Perseru dalam lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion Teladan Medan, Jumat (20/4) Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan PSMS Medan, dan satu-satu nya gol Psms di cetak oleh Sadney Urikhob.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Para pemain PSMS optimis bisa meraih hasil positif atas Sriwijaya.
SUMUTPOS.CO – Menghadapi Sriwijaya, PSMS punya rekor buruk. Dua kali bersua di Piala Presiden, dua kali pula Laskar Wong Kito mampu menumbangkan Ayam Kinantan. Kini PSMS membidik hasil berbeda saat duel di Stadion Teladan, Jumat (18/5).
Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman menyadari kualitas lawan. Selain diperkuat pemain-pemain asing, mereka juga diperkuat para pemain bintang.
“Kita akui secara tim mereka bagus. Materi mereka bintang semua. Naturalisasi plus asing ada enam sampai tujuh orang. Kualitas mereka memang di atas rata-rata. Pemain lokalnya juga siapa yang gak tahu Zulfiandi, Adam Alis dan lainnya. Rekor mereka juga bagus di kandang lawan bisa menang. Kita sebaliknya, belum menunjukkan performa yang baik,” kata Djadjang usai latihan.
Namun motivasi bermain di kandang menurut Djanur bisa menjadi pembeda. Terbukti PSMS mampu menumbangkan tim kuat seperti Persija dan Barito. “Tapi kita di laga home cukup bagus. Ini akan menjadi acuan bagi kita. Mudah-mudahan pemain tidak kalah sebelum bertanding,” bebernya.
Untuk mengantisipasi permainan Laskar Wong Kito, Djanur sudah mempersiapkan segalanya dalam latihan tiga hari ke depan. “Sudah saya sampaikan dari awal sebelum latihan. Materi yang saya kasih hari ini sebagai antisipasi permainan mereka. Tinggal pemain bagaimana melakukan,” bebernya.
Selain itu Djanur juga mengakui laga akan berat karena kondisi pemain yang berpuasa dan baru makan hanya beberapa jam sebelum kick off. “Pertandingan awal di tanggal 2 Ramadan. Adaptasi dengan baru makan. Bukan persoalan gampang, walaupun kedua tim mengalami ini, tapi di sini lebih ramai yang berpuasa,” tambahnya.
Untuk latihan di bulan Ramadan, menurut Djanur tidak ada penurunan intensitas. “Di hari pertama oke. Intensitas tidak bisa menurun karena ini kompetisi. Kondisi berpuasa saya pikir itu biasa,” katanya.
Sementara bek PSMS, Reinaldo Lobo yakin PSMS akan menorehkan hasil berbeda. “Pertandingan yang bagus lawan Sriwijaya. Pertandingan di Piala Presiden tidak menggambarkan itu. Setiap game selalu punya cerita baru. Seperti lawan Persija kami dua kali kalah di Piala Presiden tapi di kandang kami menang. Tentu saja saya percaya diri untuk menang. Kenapa tidak? Bermain kuat, bekerja sama dan lakukan tugas kami,” kata Lobo.
Lobo juga tak sabar menanti pertemuan kembali dengan eks rekannya di Penang FA, Beto Goncalves. “Saya kembali bertemu Beto. Saya main bersama di Penang juga di kompetisi Indonesia. Saya tahu dia tapi kami siap untuk menghentikannya. Kami yakin dapat hasil positif. Kami bermain di kandang bersama para fans. Kami harus menyambut mereka di sini,” pungkasnya. (don)
Mapolda Riau Riau diserang sejumlah terduga teroris yang mengendarai sebuah mobil Avanza putih, Rabu (16/5) sekira pukul 09.00 WIB. Foto: Istimewa.
SUMUTPOS.CO – Teror bom kembali terjadi. Kali ini Markas Polda Riau (Mapolda) Riau tiba-tiba diserang sejumlah terduga teroris yang mengendarai sebuah mobil Avanza warna putih, Rabu (16/5) sekira pukul 09.00 WIB.
Mobil itu, menurut wartawan setempat yang berada di lokasi kejadian, langsung menabrak pagar Mapolda Riau. “Kejadiannya berlangsung cepat. Tiba-tiba turun orang mengenakan topeng langsung membacok anggota polisi yang ada di dekat lokasi kejadian,” ungkapnya.
Akhirnya, polisi langsung melumpuhkan para pelaku dengan timah panas. “Diduga di mobil yang masih terparkir di halaman Mapolda Riau itu ada bom. Tim Gegana sudah turun,” tambahnya.
Saat dikonfirmasi, Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Mohammad Iqbal membenarkan peristiwa itu. “Ya benar, ya benar,” ujar dia, Rabu (16/5).
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, anggota polisi terluka. Tiga terduga teroris itu telah ditembak mati, satu luka-luka.
Informasinya, saat itu empat orang memasuki wilayah Mapolda, kemudian menerobos petugas jaga hingga tertusuk.
Pihaknya pun menghimbau agar petugas dan seluruh anggota siap siaga dan 87 jajaran. (nug/mar)
SUMUTPOS.CO – Selain di Tanjungbalai, Densus 88 juga mengamankan terduga teroris pada beberapa lokasi di seputaran Kota Medan. Pada pukul 14.30 WIB, Tim Densus 88 AT Mabes Polri bersama dengan Dit Intelkam Poldasu menangkap Muhammad Yusuf Rangkuti (28). Warga Jalan Pukat I Gang Sekolah Nomor 4 Kelurahan Banten, Medan Tembung tersebut ditangkap di Simpang Sei Sikambing, Medan Petisah, saat sedang menunggu orderan Gojek.
Dari sana, Tim Densus 88 AT Mabes Polri menangkap Syafrizal Lubis (38), seorang penjual susu kedelai keliling. Ayah dua orang anak ini diamankan ketika mengendarai sepeda motor keluar dari Masjid Ulayat lahan Garapan Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang. Densus kemudian menggeledah rumah Syahfrizal di Jalan Semenanjung II, Lahan Garapan Pasar IV, Desa Sampali, Percut Sei Tuan.
Selang sejam kemudian, Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri bergerak lagi menuju rumah salah satu terduga pelaku terorisme, yakni Wahyu (38). Namun pria yang memiliki dua orang anak tersebut sudah melarikan diri dan rumah dalam keadaan kosong.
Tim Densus juga sempat menggeledah rumah orang tua Muhammad Yusuf Rangkuti di Jalan Pukat I Gg Sekolah Nomor 4 Kelurahan Bantan, Medan Tembung. Rumah tersebut ditempati kedua orangtua Yusuf, yakni Zulfahri Rangkuti (53) dan Zarana (53) beserta enam saudaranya.
Kedua orangtua Yusuf sempat kaget. Sang ayah mengaku, Yusuf merupakan anak 3 dari 7 bersaudara yang bekerja sehari-hari sebagai pengemudi ojek online dan beroperasi di Kota Medan. Sebelumnya, Yusuf sempat indekos di Jalan Cemara. Namun hanya sebulan, karena tidak sanggup membayar. “Tidak mungkin Yusuf ikut teroris karena dia orang baik-baik dan rajin salat,” ungkap Zulfahri.
Dari rumah Yusuf Rangkuti diamankan 1 buah Al quran besar, 1 buah Al quran Kecil, kaset CD dan Notes Warna Merah berisikan foto copi KTP. Semua terduga teroris yang diamankan kemudian bawa ke Mako Brimob Polda Sumut.
SUMUTPOS.CO – Perburuan terhadap orang-orang terduga teroris paskarentetan teror bom bunuh diri di Surabaya, tak hanya terfokus di Pulau Jawa. Kemarin (15/5), Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dan Brimob meringkus terduga teroris di Kabupaten Asahan, Kota Tanjungbalai, dan Kota Medan. Hasilnya, dua terduga teroris tewas ditembak. Sementara sejumlah terduga lainnya diamankan, termasuk seorang driver ojek online.
Imformasi yang dihimpun, Rabu (15/5) pagi Tim Densus 88 dan Brimob menggerebek sebuah rumah di Lingkungan IV, Kelurahan Beting Kuala Kapias (BKK), Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, yang dihuni sejumlah pria. Penggrebekan itu berawal dari laporan kepala lingkungan (Kepling) yang mengetahui adanya sebuah rumah di Jalan Yos Sudarso Lingkungan-IV, Kelurahan BKK itu yang dihuni sejumlah pria dengan aktivitas mencurigakan.
Menurut Camat Teluk Nibung Amiruddin, ketika petugas dan kepala lingkungan mendatangi rumah tersebut, secara mendadak seorang pria yang membuka pintu langsung menyerang Syafii alias Atan, Kepala Lingkungan IV dengan menggunakan golok. “Akibat serangan itu, kepling tersebut mengalami luka bacok pada bagian tangan. Sedangkan pria penyerang tertembak petugas,” katanya.
Untuk perawatan, kepala lingkungan korban luka bacok dilarikan ke rumah sakit umum DR Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai.
Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw membenarkan penangkapan terduga teroris di Tanjungbalai dan Asahan ini. “Ya, sebanyak dua orang tewas dan satu terluka di bagian kaki,” kata Paulus.
Menurut Paulus, penangkapan dilakukan di sela monitoring dan pengumpulan berkas yang dilakukan Tim Densus 88 di Tanjungbalai. Berdasarkan informasi, terduga teroris yang tewas tertembak yakni Beni dan Saiful.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga membenarkan peristiwa tersebut. “Yang terbaru, Densus 88 menangkap lima orang terduga teroris di Tanjungbalai,” ujar Tito dalam program Indonesia Lawyers Club (ILC). “Salah satu terduga teroris menyerang Ketua RT (Kepling, Red) di situ,” tambah dia.
Antoine Griezmann diharapkan mampu membawa Atletico Madrid menjuarai Europa League, Kamis (17/5) dini hari.
Antoine Griezmann diharapkan mampu membawa Atletico Madrid menjuarai Europa League, Kamis (17/5) dini hari.
SUMUTPOS.CO – Final Liga Eropa musim ini akan menyajikan pertarungan Olympique Marseille kontra Atletico Madrid di Stadion Parc Olympique Lyonnais, Kamis (17/5) dini hari. Gelar Liga Eropa juga akan cukup bergengsi untuk dimenangkan untuk menyelamatkan musim.
Dua tim ini sama-sama tanpa gelar di kompetisi domestik. Marseille saat ini berada posisi keempat kompetisi. Mereka berpeluang mengklaim peringkat kedua saat melakoni laga liga terakhir, pekan depan. Mereka hanya terpaut tiga poin di bawah posisi kedua, AS Monaco, dan 17 poin di atas Rennes pada peringkat ke-5. Sementara Atletico Madrid saat ini berada di posisi kedua klasemen.
Atletico Madrid akan menjadi tantangan terbesar Marseille. Skuad asuhan Diego Simeone telah mengalahkan Arsenal, Sporting Lisbon, Lokomotiv Moscow, dan FC Copenhagen dalam perjalanan mereka ke final Liga Europa. Hal ini cukup menghibur para penggemar setelah secara mengejutkan tersingkir di babak grup Liga Champions.
Mereka telah berhasil mencapai final Liga Champions dua kali dalam lima tahun terakhir, meskipun belum merasakan kemenangan di Eropa sejak terakhir kali memenangkan kompetisi ini pada tahun 2012. “Kami tidak dapat menanti final berkeliaran. Banyak hal berubah di Atletico. Semua yang telah kami alami dalam beberapa tahun terakhir ini akan diingat. Saya harap kami mendapatkan medali lainnya,” kata bek sayap Atletico Juanfran.
Namun Atletico Madrid bukannya tanpa masalah. Mereka dipastikan tanpa sang entrenador, Diego Simeone yang tidak boleh mendampingi empat laga Atletico di pentas Eropa. Simeone mendapatkan kartu mereka pada laga leg pertama babak semifinal melawan Arsenal di Stadion Emirates. Saat itu, pelatih asal Argentina melakukan protes kerasa kepada wasit Clement Turpin yang mengkartu merah Sime Vrsaljko pada menit ke-10.
Selain itu gelar juara ini mungkin akan menjadi yang pertama dan terakhir untuk Griezmann. Pesepak bola asal Prancis ini diisukan meninggalkan Madrid akhir musim ini. Namun, belum ada kejelasan klub mana yang akan ditujunya meski santer akan bergabung ke Barcelona.
Secara keseluruhan kedua tim ini dalam performa yang tidak konsisten. Hasil imbang Marseille 3-3 lawan Guingamp pada hari Sabtu (12/5) membuat mereka hanya meraih satu kemenangan dalam empat pertandingan teranyarnya. Sementara Atletico Madrid hanya memenangkan tiga dari enam pertandingan terkininya di semua kompetisi.
Satu kekhawatiran besar bagi para suporter Marseille adalah kenyataan bahwa mereka tampaknya kesulitan untuk memenangkan laga saat jauh dari kandang mereka, Orange Velodrome. Mereka hanya berhasil memenangkan satu laga sepanjang musim saat jauh dari kandang di Liga Europa, dan Lyon merupakan tempat netral, itu masih menjadi masalah besar.
Cawagubsu Sihar Sitorus membubuhkan tanda tangannya di bola, belum lama ini. Dalam pekan iini Sihar akan mendatangkan legenda Juventus Del Piero ke Medan.
Cawagubsu Sihar Sitorus membubuhkan tanda tangannya di bola, belum lama ini. Dalam pekan iini Sihar akan mendatangkan legenda Juventus Del Piero ke Medan.
SUMUTPOS.CO – Legenda sepakbola Italia dan Juventus, Alessandro del Piero akan datang ke Medan, Sumatera Utara, 17-18 Mei 2018. Pemain yang mengantarkan Italia juara Piala Dunia 2006 itu akan memberikan coaching clinic sekaligus mencari pemain berbakat di Sumatera Utara yang akan dikirim berlatih di Belgia.
Meet and Great sekaligus pengumpulan dana (fund rising) untuk korban Sinabung. Ale, begitu Del Piero, biasa disapa, juga akan memberikan achievement motivation trainning dan kiat-kiat menjadi pesepakbola hebat untuk pesepakbola usia dini di Sumatera Utara.
“Ciao Lae, saya tahu Indonesia banyak pesepakbola berbakat dengan kelebihan #maincepat. Senang sekali saya bisa datang dan berbagi tips bermain sepakbola. Vieni a trivarmi a Medan (tunggu dan lihat saya di Medan),” kata Del Piero, Selasa (15/5).
Selain sebagai pesepakbola, Del Piero juga peduli dengan kegiatan kemanusiaan. Ia sangat senang bisa ambil bagian pengumpulan dana untuk korban Sinabung. “Sepakbola adalah kemanusiaan. Football is humanity. Saya senang busa ikut membantu,” kata Del Piero.
Kehadiran Del Piero ke Medan tentunya sayang bila dilewatkan. Untuk pertama kalinya pria kelahiran Conegliano, Trefiso, Italia, 9 November 1974, ini menyapa Medan dan berbagi ilmu sepakbola serta aksi kemanusiaan. “Saya tahu Pro Duta FC pernah berlatih di Italia. Kini, giliran saya yang datang untuk melihat sendiri pesepakbola muda berbakat di Sumatera Utara,” kata Del Piero.
Sementara itu, Presiden Klub Pro Duta FC Sihar Sitorus sebagai pihak yang menginisiasi mendatangkan pesepakbola andal ini mengatakan bahwa niatnya mengundang Del Piero untuk memberi inspirasi bagi pesepakbola di Indonesia, khususnya Sumatera Utara.
“Del Piero adalah role model pesepakbola dengan talenta luar biasa. Itu alasannya kenapa kami mendatangkan Del Piero untuk menjadi inspirasi bagi para pesepakbola usia muda di Sumatera Utara. Sepakbola adalah olahraga yang paling digandrungi di Sumut. Kita harus terus melahirkan pesepakbola hebat, khususnya dari Sumatera Utara,” kata Sihar Sitorus.
Sihar juga menginginkan Sumut harus terus melahirkan pesepakbola berkualitas.””Saya berharap talenta pemain di Sumatera Utara ditangani personel profesional, sehingga hasil yang didapat bisa maksimal dan harus terus melahirkan pesepakbola berkualitas,” ujarnya. (rel/don)