Home Blog Page 6389

Cuti Bersama Lebaran 2018 Diumumkan Besok

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani,

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah belum memutuskan apakah akan mengurangi penambahan cuti bersama Lebaran Idul Fitri 2018 atau tidak. Sebelumnya, pemerintah menambah cuti Lebaran dari empat hari menjadi tujuh hari. Namun keputusan itu diprotes dunia usaha, terutama pelaku industri karena dikhawatirkan berdampak pada produksi.

Terkait protes itu, pemerintah mengatakan akan mengevaluasi penambahan Cuti Bersama Lebaran yang sebelumnya sudah dituangkan di Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri. Pengumumannya akan disampaikan besok, Jumat (4/5).

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani meyakinkan bahwa Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri dimaksud belum diubah. Penegasan ini disampaikan Puan ketika ditanya bagaimana nasib pegawai negeri maupun swasta yang sudah beli tiket untuk mudik Lebaran, jika tiba-tiba penambahan cuti bersama dibatalkan.

“Ya nanti. Ini belum ada apa-apa. Seperti yang saya sampaikan bahwa SKB Tiga Menteri masih tetap seperti adanya. Mengenai cuti bersama Lebaran 2018 baru akan diputuskan dua hari mendatang (Jumat besok, Red), setelah memanggil kementerian terkait, BI, OJK maupun pengusaha,” kata Puan menegaskan, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/5).

Mengacu SKB Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2018 yang telah ditetapkan,  pemerintah menambah cuti Lebaran dari 4 hari menjadi 7 hari. Dalam keputusan tersebut, penambahan cuti bersama diberikan 2 hari sebelum Lebaran, yaitu 11 dan 12 Juni 2018, serta 1 hari setelah Lebaran, yaitu pada 20 Juni 2018. Sehingga total cuti bersama adalah 7 hari, yaitu 11, 12, 13, 14, 18, 19, dan 20 Juni 2018.

Puan pun meyakinkan seandainya ada penyesuaian, pemerintah akan memastikan tidak ada pihak yang dirugikan. “Kalau pun nantinya ada penyesuaian tentu saja dengan mempertimbangkan tidak ada yang merasa dirugikan. Jangan sampai produktivitas berkaitan dengan ekonomi tidak kita cermati. Namun jangan sampai mengurangi waktu bersilaturahmi umat muslim dan seluruh rakyat Indonesia menjelang puasa dan Idul Fitri,” ucap Puan.

Hal itu dilakukan agar apa yang diputuskan terkait cuti bersama sebelum dan sesudah Lebaran idul Fitri, tidak berdampak negatif apalagi merugikan masyarakat maupun dunia usaha.

Atl Madrid v Arsenal: Melawan Jago Kandang

Antonio Griezman diharapkan mencetak gol lagi kala menjamu Arsenal nanti.
Antonio Griezman diharapkan mencetak gol lagi kala menjamu Arsenal nanti.

SUMUTPOS.CO – Arsenal membuang kesempatan emas menang di Emirates setelah Antoine Griezmann mencetak gol penyama skor di 10 menit terakhir. Tekad Arsene Wenger mempersembahkan gelar terakhir untuk Arsenal bisa terhalang sulitnya menang di Estadio Wanda Metropolitano, markasnya Atletico Madrid.

Arsenal benar-benar ceroboh di Emirates. Unggul jumlah pemain sejak menit ke-10, The Gunners justru tak mampu memaksimalkannya. Bahkan El Atleti sudah tidak dibawah instruksi Diego Simeone tiga menit kemudian.

Arsenal bahkan mendominasi ball possession hingga 76% dan mencatatkan jumlah shots jauh lebih banyak, yakni 28 berbanding 6. Arsenal membukukan 8 shots on target, sedangkan Atletico 5. Namun mereka cuma bisa bermain imbang 1-1.

Belum lagi hasil buruk laga tandang yang kerap membayangi The Gunners. Dari  12 laga tandang terakhirnya di semua kompetisi, Arsenal hanya menang dua kali. Berbanding terbalik dengan Atletico Madrid yang tak pernah kebobolan dari 11 laga kandang terakhir. Atletico menang 10 kali dan imbang satu kali.

Namun skuad Arsenal sudah bertekad untuk mempersembahkan gelar terakhir untuk sang Professour. “Kami sangat termotivasi, terutama dengan apa yang telah ia lakukan kepada klub. Kami mencoba untuk membuatnya mengakhiri musim dengan baik. Dan tidak hanya untuk dia, tapi juga untuk kami,” ujar Iwobi kepada Sky Sports News.

“Kami sangat percaya diri. Kami kurang beruntung tidak mendapatkan hasil yang diinginkan di leg pertama. Tapi kami sangat percaya diri dan yakin bisa melaju ke final,” tandasnya.

Arsenal mendapat dorongan semangat yang cukup besar dengan kembali berlatihnya Henrikh Mkhitaryan. Henrikh Mkhitaryan sebelumnya absen di leg pertama semifinal Liga Europa, setelah ia alami cedera lutut ketika Arsenal kalah dari CSKA Moscow. Namun, ia sudah kembali membela the Gunners di laga melawan Manchester United akhir pekan lalu.

Henrikh Mkhitaryan bisa dibilang jadi pemain yang cukup menonjol di Arsenal, saat mereka kalah 1-2 di Old Trafford. Sayangnya, pemain asal Armenia itu diganti di menit ke-76 setelah ia alami masalah pada lututnya.

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, sangat berharap cedera itu tidak serius. David Ospina yang sebelumnya harus berjuang atasi masalah cedera rusuk, juga hadir dalam latihan di London Colney pada Rabu (2/5) waktu setempat. Namun, sejauh ini Wenger belum mengonfirmasi apakah David Ospina atau Petr Cech, yang akan jadi kiper starter untuk Arsenal di Wanda Metropolitano.

Solo: A Star Wars Story, Bakal Tampil Beda

SUMUTPOS.CO – Sulit dipercaya, Lucasfilm bergerak cepat dengan franchise Star Wars. Belum setahun meliris ‘Rogue One: A Star Wars Story’, pada 25 Mei 2018 mendatang, Lucasfilm siap merilis ‘Solo: A Star Wars Story’.

Promosi di berbagai media pun dirilis. Mulai dari video footage, trading card, hingga poster. Hal itu tentu saja meningkatkan semangat penggemar, sehingga ‘Solo’ diperkirakan akan menghasilkan sekitar 150 juta dolar AS pada minggu pertama dirilis.

Nah, kali ini Lucasfilm merilis fitur behind-the scene yang mencakup beberapa cuplikan. Dalam video berdurasi 2 menit lebih tersebut, penggemar disuguhkan informasi menarik tentang perbedaan ‘Solo’ dengan film Star Wars lainnya, karena Empire menguasai segalanya dan sosok Han dikenal sebagai seorang kriminal. Karakter Han memang terlihat lebih liar dan sembrono. “Ia melakukan hal-hal bodoh yang seharusnya tidak bisa dilakukan,” ungkap Emilia Clarke, pemeran Qi’Ra.

‘Solo: A Star Wars Story’ akan mengambil setting jauh sebelum ‘The Last Jedi’, menyoroti masa remaja Han sebagai anggota Empire yang membelot. (dtc/saz)

Unggah Foto Mesra, Dewi Perssik Banjir Cibiran

SUMUTPOS.CO – Pedangdut Dewi Perssik kena semprot warganet lantaran mengunggah foto yang dianggap tak mendidik.

Pada foto yang diunggah di Instagram itu, leher Dewi Perssik tampak dicium mesra oleh sang suami, Angga Wijaya.

“Wisss turu… ojok begadang, besok kerja lagi… smoga mimpi manis ya…,” tulis Dewi Perssik, sebagai keterangan foto.

Tak lama foto diunggah, kolom komentar langsung dipenuhi komentar dari warganet. Ada yang menilai, foto tersebut terlalu vulgar dan memberikan contoh buruk pada follower-nya yang masih ABG.

“Gak etis bgt fotonya… Apalagi orang umum bs liat nih foto… Public figure lhoo,” celetuk akun rendra_pt.

Bahkan, ada yang menyindir keduanya untuk mengikuti jejak Ariel Noah membuat video asusila.

“Bkin sajah adegan kayak Aril vs Cut Tari,” tulis akun denim_astral28. (mg7/jpnn/saz)

Five Vi Rajin Rawat Miss V

SUMUTPOS.CO – Menjanda selama 12 tahun, tak membuat Five Vi lupa merawat diri, khususnya organ intim. Menurutnya, perawatan organ intim perlu dilakukan agar tak akan mengecewakan calon suami.

“Walau saya enggak punya suami, tapi merawat organ intim itu penting,” tutur Five Vi di Jakarta, Selasa (1/5) lalu.

“Istilahnya, siapa tahu nanti dapat jodoh secepatnya. Jadi enggak mengecewakan saat digunakan,” sambungnya, sambil tersenyum.

Selain untuk memberikan pelayanan bagi suami nantinya, memiliki miss v sehat juga untuk dirinya sendiri. “Perawatannya di luar dan di dalam. Untuk kesehatan mencegah kanker dan keputihan sekarang,” jelas Five Vi.

Selama ini, lanjut Five Vi, ia sudah mencoba berbagai perawatan organ intim. “Mulai tanam benang dan pakai laser,” pungkasnya. (mg7/jpnn)

Ayah Tercinta Meninggal Dunia, Kiki Amalia Ikhlas

SUMUTPOS.CO – Aktris seksi Kiki Amalia tak bisa menahan tangisnya kala melepas kepergian ayahnya untuk selama-lamanya. Air mata Kiki terus mengalir saat jenazah Andi Jimmy Mapaile dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan, Rabu (2/5).

Kiki terus mengusap pusara sang ayah, sambil terus menitikkan air matanya. Mantan istri pesepak bola Markus Horison itu, mengaku ikhlas, melepas kepergian sang ayah.

“Bapak orang baik. Bapak sudah lama sakit cancer rektum (bagian dari usus besar), sudah stadium 4,” tutur Kiki.

“Pas terakhir, kanker bapak sudah menjalar sampai paru-paru, tulang, ginjal, dan hati,” imbuh Kiki.

Sebelumnya diberitakan, ayah Kiki mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa (1/5), sekira pukul 16.45 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta Pusat. Ayah Kiki wafat di usia 66 tahun. (mg7/jpnn/saz)

Pevita Pearce Dekat dengan Mike Lewis?

SUMUTPOS.CO – Setelah bungkam dan kerap menghindari pertanyaan awak media, Pevita Pearce akhirnya mau angkat bicara mengenai kabar kedekatannya dengan Mike Lewis.

Pevita membantah berpacaran dengan Mike. Menurutnya, hubungan dengan Mike tak lebih dari seorang sahabat.

“Temenan aja, cuma temenan aja,” jawab Pevita.

Kalaupun saat itu terlihat dekat dengan Mike, Pevita mengatakan, itu hanya untuk keperluan syuting. Namun, Pevita tak menampik, sudah cukup lama mengenal Mike. Sayangnya, adik Keenan Pearce ini tak menjelaskan secara detail, sejak kapan mengenal Mike. “Aku udah kenal lama sama Mike. Kalau di infotainment kan gitu, bilang temenan, dibilang begini begitu,” kata Pevitas. (chi/jpnn/saz)

Bakal Bangun Stadion Terbesar Kedua

BERSAMA: Kadispora Sumut H Baharuddin Siagian dan Ketua KONI Sumut Jhon Lubis bersama unsur Tim Pemenangan Tuan Rumah PON 2024. (IST/Sumut Pos)
BERSAMA: Kadispora Sumut H Baharuddin Siagian dan Ketua KONI Sumut Jhon Lubis bersama unsur Tim Pemenangan Tuan Rumah PON 2024. (IST/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bakal mulai merancang persiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 mulai tahun 2019. Dalam rancangan itu, akan ditentukan venue yang dibangun dan jumlah anggaran yang dibutuhkan.

“Kita akan mulai bekerka untuk mempersiapkan tuan rumah PON 2024 mulai tahun 2019 mendatang. Kita akan menentukan jumlah anggaran dan venue-venue yang dibangun,” ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Utara H Baharuddin Siagian SH MSi didampingi Ketua Umum KONI Sumut Jhon Ismadi Lubis di Medan, Rabu (2/5).

Saat ini, Pemprovsu belum bisa memastikan jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan dan pembangunan sarana. Begitu juga sarana yang akan bangun dan diperbaiki. “Kalau hitungan-hitungan kami saat ini, kita membutuhkan anggaran sekitar Rp3 triliun untuk membangun sarana selama lima tahun. Jumlah itu belum pasti, karena kita akan menghitung secara detail lagi,” ungkapnya.

Tapi pria yang akrab dipanggil Bahar itu memastikan Pemprovsu akan membangun stadion dengan standar internasional. Bahkan, stadion itu direncanakan terbesar kedua di Indonesia setelah Gelora Bung Karno (GBK). “Sesuai dengan keinginan Ibu Wagub kemarin, kita akan membangun stadion terbesar kedua di Indonesia,” paparnya.

Lokasi stadion tersebut dipastikan di Kawasan Kualanamu, atau tepatnya di Desa Sena. Saat ini Pemprovsu sedang dalam tahap pembebasan lahan. “Mudah-mudahan semua bisa berjalan lancar, sehingga pembangunan sarana dan pra sarana olahraga itu tidak terkendala,” harap Bahar di depan mantan Sekdaprovsu Muhyan Tambuse dan Nurdin Lubis.

Sedangkan Ketua KONI Sumut Jhon Lubis mengatakan, perjuangan Sumut-Aceh untuk memenangkan tuan rumah PON 2024 tidak mudah dan cukup panjang. Ide menjadi tuan rumah sudah ada sejak 2015, namun baru 2016 terjadi kesepakatan antar KONI dan 2017 terjalin kesepakatan antara pemerintah provinsi.

Jhon mengakui sempat menangis setelah terpilih menjadi tuan rumah. Sebab biding itu penuh ketegangan detik-detik keputusan. Apalagi Sumut tidak bermain uang. “Tapi kita mengapresiasi 24 Ketua KONI Provinsi di Indonesia. Mereka memegang komitmen sejak awal,” ungkapnya.

Jhon menambahkan, setelah menjadi tuan rumah, PON di Sumut menjadi tanggung jawab pemerintah. “KONI Sumut hanya berjuang untuk bisa menjadi tuan rumah. Untuk pembangunan venue merupakan tanggungjawab pemerintah,” pungkasnya. (dek)

 

Cricket Medan Punya Potensi

Atlet cricket pose bersama Ketua Umum KONI Kota Medan Drs Eddy H. Sibarani usai acara pembukaan Porwil Medan 2018, Rabu (2/5).
Atlet cricket pose bersama Ketua Umum KONI Kota Medan Drs Eddy H. Sibarani usai acara pembukaan Porwil Medan 2018, Rabu (2/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum KONI Kota Medan Drs Eddy H. Sibarani mengatakan, cabor cricket punya potensi besar untuk dikembangkan dan dia berharap hal itu bisa diwujudkan dalam waktu dekat.

Hal itu dinyatakan Ketua Umum KONI Kota Medan ketika membuka cabor cricket Porwil Medan 2018 di halaman SMPN 23 Jl. Raya Menteng Ujung. Hadir Camat Medan Denai Hendra Asmilan SIP MAP, Ketua PCI Medan AKBP FMA Gurning, para Koordinator KONI Kecamatan.

“Cricket cabor dengan tingkat resiko cedera yang minim dan diminati para pelajar, jadi tepat untuk disosialisasikan di sekolah-sekolah. Kita akan coba kita kolaburasikan dengan Diknas dan akan kita lihat peluang tersebut. Semoga criket di Medan akan terus berkembang,” ucap Eddy Sibarani.

Kemudian, sebutnya, Aceh dan Sumut telah ditetapkan menjadi tuan rumah PON XXI. Itu artinya masih ada enam tahun lagi bagi para atlet yang bertanding saat ini untuk memasuki usia puncak atau golden age di PON 2018. “Tinggal adek-adek apakah mau mengisi waktu yang enam tahun dengan fokus berlatih dan itu dimulai dari sekarang,” tambahnya.

Sementara Ketua PCI Medan AKBP FMA Gurning berpesan kepada atlet untuk bertanding dengan menjaga sportivitas. “Kemenangan bukan yang utama, tapi sportivitas. Kepada yang berhasil jangan puas diri. Yang berhasil tetap tunjukan sportivitas, tingkatkan kemampuan dan keahlian. Mudah-mudahan adik-adik menjadi atlet yang berprestasi membawa nama baik Kota Medan,” sebut Ketua PCI Medan. (dek)

 

Baterai Lithium Tanpa Ember

Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

AMERICA, SUMUTPOS.CO – Saya bangun tengah malam. Ingat ITS. Khususnya acara BEM Elektro. Yang istimewa. Yang ingin saya tulis saat itu.

Tapi keburu ke Tiongkok. Lalu ke Amerika ini.

Saya terbangun tengah malam. Tidak bisa tidur lagi. Masih jetlag. Padahal sudah 10 hari di Amerika. Perbedaan waktu membuat ritme tidur kacau.

Maka saya tulislah naskah untuk Disway ini. Daripada mata hanya menatap langit-langit tanpa cicak.

Udara tengah malam ini sangat dingin. Tapi pikiran saya bergairah. Harus memuji orang ini: Kristian Sutikno. Alumnus Fakultas Teknik Elektro Institut 10 November (ITS) Surabaya.

Bahkan saya harus minta maaf padanya. Saya telat mengetahui kiprahnya. Di bidang produksi baterai lithium di dalam negeri. Ini karena Kristian terlalu low profile.

Padahal kami sama-sama Arek Suroboyo. Rumahnya pernah pula di dekat rumah saya. Tapi baru hari itu saya kenal dia. Dan kiprahnya. Terlaaaluuuu!

Kalau saja BEM ITS, khususnya himpunan mahasiswa elektro tidak mengadakan acara itu saya tidak bertemu dia. Hari itu saya diminta bicara mobil listrik lagi. Bersama si penari langit Ricky Elson. Dan Prof Nur pembina kendaraan listrik.

Sebenarnya Pak Nur belum guru besar. Tapi saya sudah minta izin memanggilnya profesor.

Ini karena saya tahu kualifikasi Pak Nur sudah guru besar. Hanya saja dia tidak punya waktu mengurus administrasinya. Terlalu sibuk membina mahasiswa ITS yang gila kreasi di kendaraan listrik.

Pak Nur sudah bertekad tidak akan jadi guru besar. Gak apa-apa, katanya.

Gak sampai hati pada para aktivis kendaraan listriknya. Sampai-sampai tampilannya masih seperti mahasiswa. Pakai kaus, jeans dan rambut panjang.

Selesai seminar, seseorang yang berbadan kurus mencegat saya. Menyalami. Dan menyerahkan kartu nama: Kristian Sutikno.

Bicaranya pelan. Bajunya batik. Sikapnya sangat sopan.

Saya kaget. Ternyata Kristian sudah memiliki pabrik baterai lithium di Jogja. Sudah delapan tahun pula.

Terlaaluuu. Kok saya tidak tahu. Padahal, enam tahun lalu saya mencari-cari siapa pengusaha yang mau mendirikan pabrik baterai lithium. Agar Indonesia tidak impor lagi dari Tiongkok.

Waktu itu saya sampai merayu Nippres, pabrik baterai terbesar di Indonesia. Pabrik ini sudah mampu ekspor ke 76 negara.

Saya rayu pemiliknya untuk mau mendirikan unit baru, khusus lithium. Saya tahu pasar lithium belum besar di Indonesia.

Kebijakan mobil listrik saat itu belum ada. Ternyata sampai sekarang juga belum ada.

“Waktu itu saya tahu Pak Dahlan lagi mendorong lahirnya mobil listrik,” ujar Kristian (53), Alumnus ITS 1972.

“Tapi saya memilih memulainya untuk baterai lampu solar cell jalan raya,” tambahnya.

Pekerjaan mekanikal di baterai untuk kendaraan listrik, katanya, lebih rumit. Dia belum punya tim yang keahliannya di mekanikal.

Saat memulai usaha baru itu, Kristian tidak mau langsung besar. Yang mencakup banyak langkah sekaligus.