Home Blog Page 6390

Crane Jatuh Disebabkan Human Eror

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS EVAKUASI_Pekerja melakukan evakuasi alat berat crane pengerjaan jalur layang kereta api yang jatuh di Jalan Pegadaian Medan, Selasa (01/5) Akibat peristiwa tersebut seorang pekerja harus dilarikan ke rumah sakit terdekat dari lokasi kejadian karena mengalami patah tulang dan luka-luka, Selain itu crane juga menimpa sebuah mobil minibus Xenia bernopol BK 19979 XL.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
EVAKUASI_Pekerja melakukan evakuasi alat berat crane pengerjaan jalur layang kereta api yang jatuh di Jalan Pegadaian Medan, Selasa (01/5) Akibat peristiwa tersebut seorang pekerja harus dilarikan ke rumah sakit terdekat dari lokasi kejadian karena mengalami patah tulang dan luka-luka, Selain itu crane juga menimpa sebuah mobil minibus Xenia bernopol BK 19979 XL.

SUMUTPOS.CO – Tim Balai Tenik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Utara memastikan insiden jatuhnya sebuah crane di proyek pembangunan jalur layang kereta api di kawasan Jalan Pegadaian, Medan, Senin (30/4) kemarin, disebabkan human eror oleh PT Wikajaya Karya sebagai selaku pihak kontraktor proyek tersebut.

Hal itu diungkapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Tenik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Utara Fakhrul Rivai Hasibuan. “Kami sudah memberikan peringatan dan teguran keras terhadap PT Wikajaya Karya. Jadi dibilang human error, karena melebih dari muatan Crane saat melakukan pengecoran fisik bangunanan,” ucap Fakhrul kepada wartawan di Kantornya, Rabu (2/5) sore.

Fakhrul menjelaskan, PT Wika selaku pihak kontraktor tengah melakukan pengecoran fisik jembatan layang kereta api tersebut. Namun, karena kelebihan muatan, membuat crane tersebut jatuh dengan melukai seorang pekerja bernama Bambang Nuriono dan satu unit mobil milik warga.

Ia mengatakan pekerja yang menjadi korban sudah membaik dan sudah keluar dari rumah sakit. Mobil terkena crane juga sudah dilakukan ganti rugi.”Saat kejadian itu, kronologis sedang melakukan pengecoran dengan menggunakan crane untuk mengangkat material coran. Pengangkutan pertama sampai keenam tidak ada masalah. Pas pengangkutan ke-7 saat diangkut dari bawah ke atas, karena terakhir menuangkan semua. Karena ada batasan maksimun, saat dituangkan alat cranenya jatuh. Kita sebut human eror, karena kelebihan dengan maksimum,” jelas Fakhrul.

Dengan kejadian itu, Fakhrul mengungkapkan sudah melakukan arahan, agar insiden itu tidak terulang kembali.”Untuk sangsi kita berikan teguran keras kepada pelaksananya. Insiden ini, baru pertama kali terjadi,” ujarnya.

Untuk diketahui, pembangunan rel kereta api layang rute Medan-Bandar Khalipah, Kabupaten Deliserdang, sepanjang 10,8 kilometer. Pengerjaan rel kereta api sudah dilakukan secara fisik hampir 100 persen. Kemudian, rel kereta api layang pertama di Sumatera Utara ini, dipastikan akan beroperasi akhir tahun 2018 ini. Begitu juga, akan dilakukan uji coba rel kereta api, dalam waktu dekat ini.

Sedangkan pengerjaan rel kereta api layang sudah dimulai pengerjaannya sejak 2015 lalu hingga saat ini. Pembangunan rel layang tersebut, sebagai fasilitas pendukung untuk memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat selaku pengguna moda transportasi kereta api di Medan.(gus/ila)

 

1.786 Pengendara Ditilang, 5 Tewas

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS RAZIA_Petugas Kepolisian memeriksa surat kendaraan pengendara bermotor pada razia di jalan Stasiun Kereta Api, Medan, Rabu (2/5). Razia tersebut selain untuk meningkatkan tertib lalu lintas dan disiplin pengendara bermotor, juga mempersempit gerak pelaku kejahatan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
RAZIA_Petugas Kepolisian memeriksa surat kendaraan pengendara bermotor pada razia di jalan Stasiun Kereta Api, Medan, Rabu (2/5). Razia tersebut selain untuk meningkatkan tertib lalu lintas dan disiplin pengendara bermotor, juga mempersempit gerak pelaku kejahatan.

SUMUTPOS.CO – Pada hari ke 6 Ops Patuh Toba digelar, sejak Kamis (26/4) lalu hingga Selasa (1/5), kepolisian telah mengeluarkan sebanyak 1.786 set tilang kepada pengendara.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, MP Nainggolan menyebutkan, jumlah tersebut mengalami penurunan di waktu yang sama, yakni sekitar 20,33% dari tahun sebelumnya.”Dibanding tahun lalu, Ops Patuh Toba 2018 mengalami penurunan sebanyak 456 set tilang. Pada tahun 2017 set tilang yang dikeluarkan kepolisian mencapai sebanyak 2.242 set,” ungkapnya, Rabu (2/5).

Dikatakan Nainggolan, dari jumlah tersebut, kepolisan mengeluarkan sebanyak 282 set teguran. Hal ini juga turun 25,98% dari tahun 2017 yakni 99 set teguran dari total 381 set teguran.

Dia menjelaskan, adapun jenis pelanggaran yang menjadi atensi kepolisan dalam operasi ini, antara lain tanpa helm, 698 lembar tilang, melawan arus 161 lembar, menggunakan HP 79 lembar, dibawah umur 148 lembar, melampaui batas kecepatan 30 lembar, tidak gunakan safety belt 228 lembar, dan pelanggaran lainnya 442 lembar.”Sedangkan SIM yang disita ada 605 lembar, STNK 959 lembar dan kendaraan 222 unit,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, pelanggaran yang paling tinggi di dominasi oleh sepedamotor yakni sebanyak 1.260 unit. Lalu mobil 275 unit, bus 71 unit, dan mobil barang 172 unit.

“Pelanggar yang paling banyak adalah karyawan swasta sebanyak 889 orang, pelajar/mahasiswa 392 orang, pengemudi 203 orang, PNS ada 107 orang, dan lainnya ada sekitar 195 orang,” terangnya.

Begitupun, lanjut MP Nainggolan, dalam Ops Patuh Toba tahun 2018 ini terdapat sebanyak 8 kasus kecelakaan lalulintas. Dari jumlah itu terdapat sebanyak 5 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, dan 5 orang luka ringan.”Adapun untuk kerugian materil dari kasus kecelakaan lalulintas tersebut ditaksir mencapai Rp25 juta,” pungkasnya. (mag-1/ila)

 

Hardiknas Diwarnai Aksi Unjukrasa

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS UNJUK RASA_Kelompok mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Medan itu berunjukrasa di Kantor DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (2/5)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
UNJUK RASA_Kelompok mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Medan itu berunjukrasa di Kantor DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (2/5)

SUMUTPOS.CO –  Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018 di Kota Medan diwarnai aksi unjuk rasa elemen mahasiwa. Kelompok mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Medan itu berunjukrasa di Kantor Gubernur Sumut, Jalan P Diponegoro Medan, Rabu (2/5) siang.

GMNI menyuarakan pokok masalah di dunia pendidikan Indonesia saat ini yaitu persoalan liberalisasi pendidikan, baik di institusi pendidikan negeri ataupun swasta. “Kebijakan ini tentunya mengakibatkan masalah pendidikan yang kompleks. Sebagai bukti nyata adanya liberalisasi pendidikan adalah mahalnya uang kuliah, terjadinya praktik penjualan kursi baik di sekolah maupun di perguruan tinggi, pembayaran uang SKS, penjualan ijazah dan lain-lain,” kata Koordinator Aksi, Senopen Evander Sihaloho kepada wartawan.

Permasalahan utamanya, kata dia, dunia pendidikan saat ini telah diliberalisasi. Artinya, pemerintah melakukan lepas tangan terhadap dunia pendidikan dengan dalil 20% APBN untuk pendidikan yang dirasa cukup. Namun pada kenyataannya, masih banyak masyarakat di Sumut ini khususnya yang tidak bisa mengenyam pendidikan.

Selain persoalan liberasisasi pendidikan, GMNI juga menyoroti soal student loan juga sertifikasi tenaga pengajar. Untuk permasalahan student loan, kata Evan, pemerintah akan memberlakukan sistem tersebut pada tahun ajaran baru tahun ini. “Student loan atau kredit mahasiswa, merupakan program pemberian pinjaman pendidikan bagi mahasiswa dengan bunga 2%. Hal ini tentu tidak relevan apabila diterapkan mengingat sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan bagi para mahasiswa setelah mereka lulus dari universitas,” ungkapnya.

Akibatnya, sambung dia, terjadi pembengkakan bunga pinjaman yang akan dibayarkan setiap penerima kredit dan itu harus dilunasi sebagai garansi mendapatkan pekerjaan setelah tamat. “Dengan demikian, penerima kredit dengan terpaksa akan menjadi buruh atau menjadikan harta benda yang mereka miliki sebagai jaminan hutang yang dapat berakhir pada penjualan aset pribadi, seperti tanah dan rumah,” paparnya seraya menegaskan bahwa hal tersebut dinilai dapat membuka pintu kapitalisme yang lebih masif lagi di Indonesia.

YBM PLN Salurkan Dana Zakat Senilai Rp250 Juta

GM PLN Sumut Feby (kiri), Direktur Bisnis Regional Sumatera Wiluyo menyerahkan zakat kepada Kacab IZI Sumut Iqbal.
GM PLN Sumut Feby (kiri), Direktur Bisnis Regional Sumatera Wiluyo menyerahkan zakat kepada Kacab IZI Sumut Iqbal.

SUMUTPOS.CO – Direktur PLN Regional Sumatera meresmikan Rumah Singgah Pasien (RSP) yang merupakan program Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN pada Senin (30/4) lalu.

Rumah Singgah Pasien milik YBM PLN Wilayah Sumatera Utara dengan kapasitas 11 orang berlokasi di Jalan Bunga Lau no 53 telah resmi dapat beroperasi dan disinggahi oleh pasien. Peresmian ini turut disaksikan oleh seluruh GM PLN se-Regional Sumatera Utara.

YBM PLN Wilsu mendapat amanah untuk melaksanakan Program RSP ini di sekitar Rumah Sakit Pemerintah Daerah di Kota Medan yang berlokasi di Rumah Sakit H Adam Malik. Adapun RSP ini tepat berada di belakang Masjid RS H Adam Malik.

RSP ini adalah sebuah rumah yang diperuntukkan buat para pasien dhuafa dan pendampingnya yang berasal dari luar Kota Medan serta membutuhkan tempat tinggal sementara karena menunggu jadwal pengobatan dari Rumah Sakit H Adam Malik. Sebagai pelaksana operasional RSP ini YBM PLN Wilsu bekerjasama dengan IZI Cabang Medan.

Di RSP YBM PLN ini para pasien dapat tinggal sesuai dengan kebutuhan berdasarkan rujukan dari Rumah Sakit luar kota dan jadwal perobatan dari RS H Adam Malik. Fasilitas yang didapatkan mulai dari tempat tidur yang layak, makanan, sarana kebersihan yang memadai, sampai dengan penyediaan kursi roda.

Tidak hanya peresmian, Direktur Bisnis Regional Sumatera mewakili YBM PLN menyalurkan dana zakat secara simbolis untuk Pembangunan Rumah Singgah Pasien senilai Rp150 juta dan untuk Lembaga Dakwah Amal Luhur Islam Muttaqien senilai Rp100 juta.

Direktur Bisnis Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto, pada kesempatan ini turut menjelaskan berawal dari instruksi Direktur Utama PLN kepada Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Pusat untuk Fokus menyalurkan Dana Zakat yang dihimpun dari 2,5 persen penghasilan pegawai muslim kepada Dhuafa. “YBM PLN melaksanakan Program Rumah Singgah Pasien (RSP) yang tersebar di 10 Daerah di Indonesia yang bekerjasama dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI),” paparnya.

Kepala Cabang Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Sumut Muhammad Iqbal Fachrizi dalam sambutannya mengatakan, untuk RSP di Sumatera Utara ini merupakan RSP kedua yang dibangun oleh IZI bersama YBM PLN pada tahun 2018. Adapun sejak tahun 2016 telah terbangun sebanyak 11 RSP yang tersebar di Indonesia.

“Rumah Singgah ini merupakan rumah singgah sementara yang tidak termasuk tindakan medis, dan salah satu syaratnya adalah bukan pasien penyakit menular. Untuk tinggal di RSP YBM PLN ini memiliki syarat yang mudah yaitu calon penghuni tinggal membawa  fotocopy KTP, Kartu Keluarga, BPJS Kelas 3 dan surat rujukan ke rumah sakit,” ujar Iqbal. (ila) 

 

 

Pansel Tambah Waktu Pendaftaran Lelang Jabatan Eselon II

Ibnu Sri Utomo
Ibnu Sri Utomo

SUMUTPOS.CO – Panitia Seleksi (Pansel) Lelang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memperpanjang masa pendaftaran peserta seleksi. Hal itu diketahui melalui pengumuman Nomor 003/SPJPTP/IV/2018 di website resmi Setdaprovsu, yang ditandatangani Ketua Pansel Ibnu Sri Utomo.

Diterangkan melalui pengumuman tersebut, masa pendaftaran diperpanjang sampai 4 Mei 2018 yang semula dijadwal berakhir 27 April. “Masa pendaftaran diperpanjang karena ada peserta seleksi yang belum kuorum jumlahnya,” kata Ketua Pansel Ibnu Sri Utomo saat dikonfirmasi, Rabu (2/5).

Diketahui, adapun jabatan eselon II yang akan diisi melalui seleksi ini yaitu; kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanla), serta Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). “Setelah kami cek di masa akhir pendaftaran kemarin, ternyata Dinas ESDM masih diisi dua peserta. Minimal ada empat peserta baru bisa kita lanjutkan,” ungkapnya.

Sementara pada seleksi jabatan di empat organisasi perangkat daerah (OPD) lain, sebut Ibnu pesertanya sudah lebih dari kuorum. Seperti di Disnaker sebanyak delapan orang, Disdukcapil (8), Dinas PMPTSP (7) dan Diskanla (4). “Sebenarnya tiga saja pun diisi sudah bisa, cuma untuk aman kita lebihkan satu sebab yang diamblikan tiga untuk mengikuti tes selanjutnya. Makanya dengan alasan itu kita perpanjang,” katanya.

Untuk nama-nama peserta yang telah mendaftar, dirinya menyarankan ditanya langsung ke bagian sekretariat yang notabene dibawah Badan Kepegawaian Daerah (BKD). “Saya kebetulan masih di luar kota, coba tanyakan ke BKD,” pungkasnya.

Anggota Pansel Muhyan Tambuse sebelumnya mengakui sampai waktu pendaftaran Jumat (27/4) kemarin, sebanyak 31 pejabat eselon II di lingkungan Pemprovsu telah menyerahkan berkas administrasi ke bagian sekretariat. Dimana ia merinci, ada empat orang peserta mendaftar menjadi kepala dinas ESDM, delapan sebagai kepala Disdukcapil, delapan sebagai kepala Disnaker, empat sebagai kepala Diskanla, dan tujuh orang sebagai kepala Dinas PMPTSP. “Ya, yang terbanyak itu mendaftar di Disdukcapil dan Disnaker sebanyak 8 orang,” katanya, Minggu (29/4).

Hari Ini, Hasil UN Diumumkan

Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Pengawas memeriksa pelaksannan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah SMKN 10 Medan Jalan Teuku Cik Ditiro, Senin (3/4). Ada 149 SMK di Kota Medan, Sumatera Utara yang menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sementara itu, di Sumatera Utara tercatat ada 85.069 siswa tingkat SMK yang mengikuti Ujian Nasional, 71% di antaranya Ujian Nasional Berbasis Komputer.
Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Pengawas memeriksa pelaksannan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah SMKN 10 Medan Jalan Teuku Cik Ditiro, beberapa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – Setelah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan pendistribusian hasil Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat tahun 2018 ke masing-masing unit pelayanan terpadu (UPT) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten/Kota di Sumut,  maka rencanaya hari ini, Kamis (3/5), pihak sekolah akan mengumumkan hasil UN.

Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) Prov Sumut August Sinaga mengatakan, setelah hasil UNBK diterima, kemudian pihak sekolah melakukan musyawarah kelulusan bagi siswa dan akan disampaikan di masing-masing sekolah pada hari ini, Kamis (3/5).

“Hasil UNBK akan disampaikan kepada siswa sore ini melalui sekolah. Dengan ini, tidak ada kendala dalam pendistribusian hasil UNBK secara online dilakukan Kemendikbud di Jakarta,” ujar August .

Meski hasil UNBK, bukan menjadi prioritas hasil kelulusan, August mengungkapkan, ada pertimbangan merujuk dari siswa, yakni peserta didik sudah menyelesaikan program belajar-mengajar, memiliki sikap atau prilaku baik.

“Kemudian, sudah mengikuti UN. Kalau sekolah menerima hasil UN, berarti siswa sudah memenuhi kritia dan syarat untuk kelulusan. Termasuk untuk UNKP (Ujian Nasional Berbasis Kertas Pensil),” ujarnya.

Polisi Diminta Periksa Eks Bupati Tapteng

Bupati Tapanuli Tengah periode 2011-2016, Raja Bonaran Situmeang.
Bupati Tapanuli Tengah periode 2011-2016, Raja Bonaran Situmeang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO –  Polda Sumut diminta bertindak cepat mengusut tuntas kasus penipuan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang diduga melibatkan bupati Tapanuli Tengah periode 2011-2016, Raja Bonaran Situmeang.

“Kami minta Polda Sumatera Utara memeriksa Bonaran Situmeang dan uang yang pernah diterimanya dari para calon pelamar CPNS segera dikembalikan,” kata Efendi Marpaung, usai bersama beberapa orang rekannya melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut, di Medan, Selasa (1/5).

Efendi Marpaung yang juga mengaku sejawat Bonaran Situmeang, menjelaskan, awal kasus penipuan penerimaan CPNS tersebut dimulai sejak 2012 lalu.

Disebutkannya, Bonaran Situmeang ketika itu pernah mengumpulkan beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng dalam sebuah rapat terbatas. Tujuannya guna membahas rencana penerimaan sekitar 450 orang CPNS di daerah tersebut.

Dalam rapat itu, Bonaran diduga menjanjikan bisa melancarkan proses penerimaan dan pengangkatan CPNS. Selain itu, disebut-sebut akan ditempatkan di lingkup Pemkab Tepteng.

Selanjutnya, menurut dia, Bonaran menginstruksikan para pejabat yang diduga “orang-orang” terdekatnya agar mencari peminat yang ingin direkrut menjadi CPNS.

Bagi setiap orang yang berminat mengisi formasi CPNS itu, kata Efendi, diwajibkan menyerahkan mahar antara Rp120 juta hingga Rp150 juta per orang.

Para pejabat yang menerima instruksi Bonaran selanjutnya menginformasikan kepada rekan-rekan terdekat mereka yang dianggap mampu mengkoordinir peminat CPNS.

Efendi mengungkapkan, bahwa dirinya ketika itu termasuk salah seorang yang ikut mengkoordinir beberapa orang yang berminat diterima menjadi CPNS di daerah itu.

Terkait dengan rencana perekrutan CPNS itu, Efendi mengajukan beberapa nama peminat berikut kelengkapan berkas administrasinya dan menyerahkan total uang tunai sekitar Rp1,2 miliar.

Emilia Contesa Gagal Nyabu Bareng Lajang

Foto: Sopian/Sumut Pos APIT: Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP MT Sagala didampingi Kanit Narkoba Iptu W Silitonga mengapit dua tersangka kepemilikan sabu.
Foto: Sopian/Sumut Pos
APIT: Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP MT Sagala didampingi Kanit Narkoba Iptu W Silitonga mengapit dua tersangka kepemilikan sabu.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Emilia Contesa Rajaguguk alias Melyn (36) dan Radi Agustiawan (23) ditangkap personel Satresnarkoba Polres Tebingtinggi karena memiliki sabu. Alhasil, janda dan lajang ini gagal nyabu bareng.

“Melyn warga Dusun 4, Desa Nagori Bandar, Kecamatan Perdagangan, Kabupaten Simalungun dan Radi warga Dusun 5, Desa Naga Kesiangan, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai. Keduanya sedang kita periksa,” Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP MT Sagala didampingi Kanit Narkoba Iptu W Silitonga, Rabu (2/5).

Kedua tersangka diamankan dari rumah Radi sekira pukul 22.30 WIB, Sabtu (21/4). Saat itu, personel sedang melakukan razia di kafe remang-remang.

Tanpa disangka, di sebuah rumah ditemukan lima orang (termasuk dua tersangka) sedang bermain judi.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan. Dari dalam tas sandang berwarna cokelat ditemukan 0,8 gram sabu. Melyn yang mengaku janda dua anak pun mengakui tas tersebut miliknya.

“Dari pemeriksaan petugas, ECR alias Melyn mengaku tas tersebut adalah miliknya. Keterangan tersebut juga didapat dari pelaku RA bahwa yang diduga sabu tersebut rencana akan dipakai berdua,” bilang AKP MT Sagala.

Kedua pelaku diancam dengan Pasal 114 ayat 1 Subs 112 ayat 1 juncto 132 ayat 1 UU RI Nomor: 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara, Emilia Contesa mengaku memakai barang haram tersebut untuk menghilangkan rasa stres semenjak ditinggal kawin oleh suaminya. Sebab itu pula, ia rela bekerja menjadi pelayanan kafe di Desa Naga Kesiangan, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai.

“Semenjak bekerja di kafe, saya baru mengenal sabu. Itu pun dipakai untuk menghilangkan stres,” akunya.

Apa hubungan Anda dengan Radi? Melyn mengaku hanya sebagai teman.

“Bukan pacaran, hanya teman saja. Ketepatan mau dipakai sama-sama dengan Radi,” jelasnya.(ian/ala)

 

 

Tahan Mobil Konsumen, Leasing Dipolisikan

Foto: Bambang/Sumut Pos Amrullah Tanjung
Foto: Bambang/Sumut Pos
Amrullah Tanjung

LANGKAT, SUMUTPOS.CO -CV Duta Motor diduga melakukan aksi perampasan truk Mitsubishi BK 9203 LF milik konsumennya sendiri. Pihak leasing itu menganggap sang pemilik kendaraan menunggak pembayaran kredit pinjaman selama lima bulan.

Pemilik truk, Amrullah Tanjung mengaku, kejadian berawal saat dia didatangi lima karyawan CV Duta Motor di rumahnya, Sabtu (28/4) lalu.

Saat itu, salah seorang karyawan CV Duta Motor Cabang Binjai bermarga Siagian, mempertanyakan persoalan tunggakan pembayaran pinjaman yang mencapai Rp10 juta.

“Saat mereka datang ke rumah, saya katakan kepada mereka agar bersabar. Sebab kondisi ekonomi saya lagi sulit. Kebetulan uang saya pun habis untuk memperbaiki truk yang rusak karena tabrakan,” terang warga Jalan Jenderal Gatot Subroto, Lingkungan I Sei Sekala, Kelurahan Pekan Selesai, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Rabu (2/5) siang.

Mendengar pernyataan itu, karyawan CV Duta Motor Cabang Binjai kemudian memberikan solusi kepada dirinya. Amrullah dianjurkan agar mengajukan penambahan jumlah pinjaman sebesar Rp 30 juta, demi menutupi tunggakan pinjaman sebelumnya.

“Mendengar penjelasan itu, saya pun menyetujuinya. Sesuai arahan Siagian, pada Senin (30/4) kemarin, saya pun bersedia datang ke Kantor CV Duta Motor Cabang Stabat,” ungkapnya.

Namun setelah tiba di tempat itu, truk miliknya justru ditahan oleh pihak perusahaan tersebut. Penahanan tanpa menyertakan surat keterangan penarikan kendaraan dan surat keterangan penyitaan dari pihak pengadilan negeri.

Merasa telah ditipu dan dirugikan, Amrullah lantas mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Langkat. Ia melaporkan CV Duta Motor atas dugaan melakukan aksi pencurian.

Laporan korban diterima polisi dengan dengan nomor: LP/295/IV/2018/SU/LKT.

“Jelas saja saya kesal. Sebab mereka seakan menipu saya. Apalagi dalam kasus ini, saya mengalami kerugian  mencapai Rp150 juta. Padahal sisa pinjaman saya hanya Rp10 juta dari total Rp20 juta,” terangnya.

Kasubag Humas Polres Langkat AKP Arnold Hasibuan mengaku akan memeriksa laporan korban. “Nanti kita periksa dulu ya, nanti saya kabari lagi apakah sudah masuk belum laporanya,” tegas Arnold.(bam/ala)

Drawing Piala AFF 2018 Ulangan 2016

Tan Cheng dan Bima Sakti usai drawing.
Tan Cheng dan Bima Sakti usai drawing.

SUMUTPOS.CO – Timnas Indonesia bakal masuk dalam grup super berat di Piala AFF 2018. Mereka akan memulai eksistensinya pada ajang tersebut pada 9 November 2018.

Garuda bergabung di Grup B Piala AFF 2018. Timnas akan bertarung menghadapi Thailand, Singapura, Filipina dan salah satu dari Timor Leste atau Brunei Darussalam.

Grup ini boleh dibilang mengulang Piala AFF 2016 lalu. Namun bedanya tak ada tim Timor Leste atau Brunei Darussalam di babak grup.

Timnas Indonesia sedikit mengeluhkan hasil drawing tersebut. Mereka menyoroti soal status kandang atau tandang gelaran dua tahunan sepak bola ASEAN itu. Mulai gelaran kali ini format baru Piala AFF memang diterapkan. Jika sebelumnya memakai sistem home tournament atau tuan rumah ditunjuk, maka kali ini berbeda.

Dalam gelaran kali ini sistemnya tiap tim pasti akan menjalani dua partai kandang dan dua laga tandang. Namun Indonesia dua laga tandangnya berat, yakni kontra Thailand dan Singapura. Sementara dalam laga kandang, mereka jamu Filipina dan Brunei Darussalam/Timor Leste.

“Pembagian kandang dan tandang harusnya di drawing juga biar fair. Apalagi kami menjalani dua laga tandang berat, lawan Thailand dan Singapura,” papar Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti kepada wartawan.

Akan tetapi, Bima yakin dengan eksistensi Indonesia. Lawan Thailand akan jadi kunci bagi Garuda. “Semoga di Thailand kami bisa berbuat banyak dan optimistis lebih baik, Insya Allah bisa final,” tandas dia.

Sementara itu Timnas Malaysia lega tak bersua Timnas Indonesia di babak grup. Mereka sadar betul kalau Indonesia bisa jadi sandungan di gelaran dua tahunan itu.

Seperti diketahui, baik Indonesia maupun Malaysia memang tak akan segrup. Sebab, keduanya berada pada pot yang sama, yakni unggulan kedua. “Saya memang sejak awal tak mau bertemu Indonesia. Karena kami sadar, mereka akan punya pendukung fanatik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK),” bilang Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe kepada wartawan.

Belum lagi, kata dia, para pemain Indonesia berbahaya. Malaysia sendiri akan menurunkan banyak pemain muda pada gelaran tahun ini.

“Menang di Indonesia sangat sulit. Mereka juga punya kualitas yang luar biasa terutama saat bermain di kandangnya,” tandas dia. (ies/jpc/don)

Jadwal Indonesia di Piala AFF 2018:

9 November 2018
Singapura v Indonesia
Brunei Darussalam/Timor Leste v Thailand

13 November 2018
Indonesia v Brunei Darussalam/Timor Leste
Filipina v Singapura

17 November 2018
Brunei Darussalam/Timor Leste v Filipina
Thailand v Indonesia

25 November 2018
Thailand v Singapura
Indonesia v Filipina