Home Blog Page 6388

Maling Kereta Diamuk Massa

Kedua pelaku usai diamankan di Polsek Percut Sei Tuan.

PERCUT SEITUAN – Dua kawanan maling kereta bonyok diamuk massa di Jalan Belat, Kel. Sidorejo, Medan Tembung, Selasa (1/5/2018) malam. Nyawa keduanya selamat berkat kesigapan polisi.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri SH, SIK, mengatakan, kedua pelaku bernama Alpadis Harahap alias Padis (40) warga Jalan Tangkul III/Kemenangan, Kel. Sidorejo Hilir, Medan Tembung, dan Supriyatim (46) warga Jalan Tanjung Mulia, Gang Panitra, Kel. Brayan Bengkel, Medan Barat.

“Keduanya ditangkap dan dihajar warga karena mencuri Yamaha Vixion warna merah BK 2910 ABD, milik Husnin Fauzi Hasibuan (28),” kata Faidil Zikri kepada POSMETRO MEDAN (grup SUMUTPOS.CO), Rabu (2/5/2018) sore.

Dijelaskan, malam itu sekira pukul 19.00 Wib, korban dari rumahnya di Jalan Pertiwi Baru, Gang Mardi, Kel.Bantan, Medan Tembung, berangkat ke rumah kos temannya, M. Solihin Nasution (28) di Jalan Belat, Kel. Sidorejo, Medan Tembung.

Setiba di sana, korban memarkirkan keretanya di depan rumah kos. Tengah asyik berbincang-bincang, tiba-tiba Solihin dan teman-teman kosnya mendengar suara stang kereta dirusak.

“Jadi saat itu, teman korban Solihin dan penghuni kos yang lain mendengar suara “krak”. Merasa curiga mereka langsung ke luar dan melihat kereta korban sudah dinaiki oleh salah satu pelaku,” ujarnya.

Karena aksinya ketahuan, sambung Faidil, pelaku gugup dan menjatuhkan kereta korban. Kemudian pelaku berusaha kabur dengan kawannya yang menunggu di atas Honda Vario warna merah BK 4382 AGO, di luar areal rumah kos.

Nahas, pelarian kedua pelaku berhasil dihentikan warga yang mendengar suara teriakan maling. Tanpa ada yang mengkomandoi, warga yang berdatangan langsung menghajar keduanya.

“Beruntung petugas Reskrim kita cepat tiba di lokasi, begitu mendapat laporan ada korban amuk massa. Atas kordinasi petugas dengan warga cukup baik, akhirnya warga berhenti menghajar pelaku. Dan akhirnya petugas membawa kedua pelaku ke rumah RS Haji untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara kereta milik pelaku dan korban dibawa ke mako untuk diproses lebih lanjut. Korban juga diarahkan untuk membuat laporan pengaduan,” terang Faidil. (fad/ras)

 

 

Bos Facebook Ingin Jodohkan Pasangan yang Cocok

Logo Facebook.
Logo Facebook.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Membuka acara tahunan Facebook, F8, Chief Executive Officer Facebook Mark Zuckerberg menyampaikan ambisinya untuk menghubungkan otak manusia ke internet, serta membawa kehidupan sosial manusia ke dalam virtual reality (VR).

Dari ambisinya itu, Facebook (FB) menerjemahkannya dengan sejumlah produk baru, setidaknya ada 6 fitur baru yang ditawarkan.

 

Kencan Online

Di mana, pengguna Facebook bisa membuat profil yang terpisah dari profil Facebook tapi masih terkoneksi dengan akun.

Platform tersebut akan menunjukkan orang yang berpotensi cocok untuk berkencan, yang diambil dari mutual friends, preferensi kencan dan kesukaan serta mutual group dan events. Termasuk ada chat layaknya tinder.

 

Augmented Reality Camera

Facebook melakukan kolaborasi dengan lain untuk mengembangkan fitur ini. Saat ini baru Kia, Nike, Sephora dan Asus yang sudah bekerjasama dan dapat digunakan. nantinya FB akan membawa lebih banyak lagi AR Camera.

 

Video Chat di Instagram

Pengguna bisa menambahkan konten dari aplikasi pihak ketiga langsung dari Stories dan re-design Explore. Juga ada vidoe chat.

Termasuk pula kebebasan chat hingga bertiga di Instagram Direct. Video chat nantinya juga bisa di-minimize sambil browsing yang lain.

 

Group Video Call di WhatsApp

Ke depan, video call di WhatsApp sudah bisa secara bersamaan atau grup, juga stiker yang lebih besar dari emoticon yang sudah ada.

 

Clear Historym

Fitur Clear Historym memudahkan pengguna menghapus hasil browsing di servet jejaring sosial, juga untuk memilih pengumpulan data.

 

Oculus Go

Merupakan headset virtual reality (VR) Oculus Go akan dijual seharga USD 199 atau setara Rp 2,7 juta dengan penyimpanan mencapai 32 GB untuk aplikasi, game dan lainnya. Sedangkan storage-nya yang 64 GB akan dijual USD 249 setara Rp 3,4 juta. (mg8/jpnn)

Manten Pria Tewas Tertembak Undangan

Pengantin pria yang tewas tertembak di dadanya saat mengikuti prosesi pernikahan.

SUMUTPOS.CO – DOR! Pengantin pria tewas tertembak di dadanya saat mengikuti prosesi pernikahan.

Penembakan tersebut tak sengaja. Saat prosesi pernikahan sedang berlangsung, seorang temannya (undangan) mengutak-atik senjata api miliknya. Tiba-tiba saja senjata api tersebut meletus dan mengenai korban.

Peristiwa tertembaknya pengantin pria itu terekam kamera dan langsung viral setelah diunggah ke media sosial (medsos). Saat ini kasusnya telah ditangani kepolisian, pemilik senjata dijerat pasal tentang pembunuhan.

Melansir independent.co.uk yang mengutip times of india, Rabu (2/5/2018), pengantin yang tewas tertembak itu bernama Sunil Verma (25). Peristiwa itu terjadi di Uttar Pradesh, India, Minggu (29/4/2018) malam waktu setempat.

Saat tertembak, Verma sedang mengikuti rangkaian prosesi pernikahan yang sigelar secara ajaran Hindu. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat seorang pria teman Verma sedang mengutak-atik senjatanya. Lalu terdengar suara letusan disertai dengan robohnya Verma sambil memegang dadanya.

Warga yang menghadiri pesta pernikahan tersebut langsung menangkap pria tersebut, namun pria tersebut berhasil melarikan diri. Identitas pria pemilik senjata sengaja tak diungkap ke publik dengan alasan penyidikan.

Pejabat kepolisian distrik Lakhimpur Kheri, Uttar Pradesh, Ghanshyam Chaurasia mengatakan, kasusnya masih dalam penyelidikan. “Senjata pembunuh telah disita, pelaku telah mengakui perbuatannya,” terangnya.

Ghanshyam Chaurasia mengatakan, pelaku ditangkap pada Selasa (1/5/2018) saat melarikan diri ke kota lain. “Ada dua tembakan dari pistol pelaku,” tambahnya.(bbs)

Sehari, Siswa SMAN 2 Tawuran di Dua Lokasi

Siswa yang terlibat tawuran saat diamankan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dunia pendidikan tercoreng oleh aksi tawuran siswa SMA Negeri 2 Medan. Tidak hanya sekali, dalam sehari, sejumlah siswa Kelas X dan Kelas XI terlibat duel di dua lokasi.

Usai tawuran di Jalan Brigjen Katamso, Medan, puluhan siswa SMA Negeri 2 Medan kembali terlibat tawuran di Jalan Eka Warni, Medan Johor, Rabu (2/5/2018) sore.

Jika tawuran di Jalan Brigjen Katamso dengan cepat dibubarkan dan diamankan petugas Polsek Medan Kota, tawuran yang terjadi di Jalan Eka Warni dengan cepat diamankan petugas Polsek Delitua.

Awalnya sejumlah siswa SMAN 2 Medan datang ke Jalan Eka Warni mengendarai sepeda motor. Tak lama kemudian, kelompok siswa lainnya datang membawa sejumlah pemuda yang bukan siswa SMA. “Ngeri, ada yang bawa besi dan kayu,” ujar M Chairil, warga setempat.

Takut terjadi tawuran massal warga langsung menelepon Lurah Gedung Johor, Edwin, yang kemudian menghubungi petugas Polsek Delitua. Polisi dengan cepat membubarkan tawuran dan mengamankan para siswa itu, termasuk sepeda motornya. Untuk dilakukan pembinaan, sebagian siswa diamankan ke mapolsek.

Sebelumnya, mereka terlibat tawuran di Jalan Brigjen Katamso, Medan. Bentrok terjadi usai pelaksanaan upacara Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional).

Pertikaian terjadi ketika sejumlah siswa Kelas X SMA Negeri 2 yang selesai upacara Hardiknas pergi ke Jalan Brigjen Katamso untuk makan bersama.

Tidak lama, muncul anak sekolah SMA II Kelas XI menghampiri dan tiba-tiba melempar helm serta kursi ke arah siswa X. Akibatnya, keributan pun terjadi dan saling memaki.

Warga Jalan Brigjen Katamso yang melihat kejadian tawuran ini kemudian menghubungi personel Polsek Medan Kota. Mendapat laporan adanya gangguan keamanan, polisi lalu turun ke lokasi dan mengendalikan situasi.

“Penyebab tawuran diduga adanya miskomunikasi dan persaingan di sekolah,” kata Kapolsek Medan Kota, Kompol Revi Nurvelani.

Usai mengamankan sejumlah siswa, pihaknya kata Nurvelani ini memberikan pembinaan. Selanjutnya, memanggil orangtua siswa serta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Sejauh ini tidak ada laporan korban luka maupun kerusakan,” tandas mantan Kapolsek Medan Barat itu.(bbs/ras)

Tragis! Cewek ABG Meninggal Kesetrum

Luka pada bagian lengan kanan yang dialami korban pada saat tersengat arus listrik.
Luka pada bagian lengan kanan yang dialami korban pada saat tersengat arus listrik.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Insiden tragis dialami Rika Abila. Cewek ABG berusia 15 tahun ini meninggal dunia, usai jatuh ke genangan air yang terdapat kawat beraliran listrik.

Kejadian pada Selasa (1/5/2018) malam itu bermula ketika korban dan kakaknya, Lisa Saskia (16) pergi membeli obat ke apotek tak jauh dari rumah mereka.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri SH, SIK menjelaskan, korban dan kakaknya pergi dari rumah sekira pukul 20.30 Wib. Mereka tinggal di Jalan Bhayangkara, Gang Sosial/Jalan Abadi, Lingkungan VI, Kel. Indra Kasih, Medan Tembung.

Keduanya menuju apotek dengan berjalan kaki. Belum sampai tujuan, ketika melintasi perumahan The Prime, Jalan Bayangkara, korban tersandung kawat yang diduga bekas spanduk reklame tersangkut ke tiang listrik dan menjulur ke genangan air.

“Begitu jatuh, korban menyentuh kawat yang berada di tanah. Ternyata kawat tersebut dialiri arus dari tiang listrik di lokasi kejadian. Korban sempat berteriak minta tolong,” kata Faidil Zikri kepada POSMETRO MEDAN (grup SUMUTPOS.CO), Rabu (2/5/2018) siang.

Melihat adiknya menjerit minta tolong, Lisa spontan panik. Dia lantas berusaha meminta bantuan warga sekitar. Namun karena mengetahui korban tersengat aliran listrik, tidak seorang pun berani mengambil langkah penyelamatan.

Berikutnya, warga menghubungi kepala lingkungan (Kepling) setempat. Upaya pertolongan baru dilakukan setelah kepling tiba di TKP. Korban coba diselamatkan dengan menggunakan kayu. Namun sayang, lambatnya pertolongan membuat Rika terlanjur tak berdaya.

Melihat kondisi tersebut, Kepling menghubungi pihak PLN agar segera memutuskan aliran listrik di tiang dimana kabel tersangkut. Begitu pemutusan dilakukan, baru lah warga bisa melepaskan korban dari kawat yang menyetrumnya.

“Setelah terlepas dari sengatan listrik itu. Warga membawa korban ke RS Imelda Jalan Bilal, Medan, dengan menumpangi becak bermotor (betor). Setibanya di rumah sakit, pihak rumah sakit mengatakan bahwa korban sudah meninggal dunia. Selanjutnya, orang tua korban membawa jenazah korban ke rumah duka untuk disemayamkan,” ungkap Faidil.

Masih dikatakan Faidil, lantaran orang tua korban sudah ikhlas dan tidak akan menuntut pihak manapun atas kematian korban. Akhirnya jenazah korban tidak dilakukan tindakan otopsi.

“Jenazah korban sudah disemayamkan di rumah duka malam itu juga, setelah orang tua korban membuat surat pernyataan tidak keberatan dan tidak menuntut pihak manapun dikemudian hari yang disaksikan kepling setempat. Akibat insiden itu korban meninggal dunia dan mengalami luka gores di pipi kanan dan lengan kanan terkena kawat. Barang bukti yang diamankan dari lokasi yaitu kawat besi yang menyengat korban dan sepasang sandal jepit milik korban,” tandas Faidil. (fad/ras)

 

 

 

Balita Tewas Usai Disulangi Ibu

Korban bocah bernama Yosafan Tohonan Simaremare (1,8) tewas di saluran irigasi di dekat rumahnya.

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Ditinggal pergi beberapa menit, seorang bocah bernama Yosafan Tohonan Simaremare (1,8) tewas di saluran irigasi di dekat rumahnya.

Putra dari Cori boru Nainggolan tersebut hanyut dan meregang nyawa, setelah terjatuh ke dalam saluran irigasi dan hanyut sejauh 1 kilometer, di Huta Ganjang, Nagori Pardomuan Nauli, Kecamatan Bandar, Simalungun, sekira pukul 14.00 wib.

Informasi diperoleh sebelum peristiwa naas itu, Cori menyuapi putranya itu makan. Usai memberi makan, Cori kemudian masuk ke dalam rumah untuk menyimpan piring. Namun, saat itu dia melepas Yosafan bermain dekat irigasi.

Begitu kembali ke luar rumah untuk melihat putranya tersebut, Cori tak lagi menemukan Yosafan di tempat bocah itu sebelumnya bermain. Panik bercampur cemas, Cori lalu mencari keberadaan anak kesayangannya itu di seputaran kampung.

Setelah beberapa waktu mencari bersama para tetangga, Cori akhirnya mendapat kabar dari seorang warga sekitar bernama Oscar Gultom yang melihat ada seorang bocah ditemukan sudah tak bernyawa di dalam saluran irigasi berjarak lebih kurang 1 kilometer dari lokasi bermainnya tadi.

Kabar itu sontak membuat Cori bagai disambar petir. Dia pun bergegas menuju lokasi dimaksud. Tiba di sana, Cori tak mampu menahan raungan tangisnya, karena melihat Yosafan, putranya baru beberapa saat diberinya makan justru ditemukan sudah menjadi mayat. Kabar itu kemudian diteruskan warga ke pihak kepolisian.

Petugas dari Polsek Perdagangan yang tiba di lokasi selanjutnya melakukan olah TKP lalu mengevakuasi jasad Yosafan dari saluran irigasi ke rumah.

Hasil dari pemeriksaan tim medis Puskesmas Kerasaan, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh bocah tersebut.

Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan, melalui Kapolsek Perdagangan, AKP Daniel Tambunan, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, hasil dari olah TKP dan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. (syaf/int/ras)

Edy vs Djarot Debat soal Korupsi

Teks foto: PRAN W HASIBUAN/SUMUT POS UNDANG: Perwakilan manajemen televisi memaparkan teknis acara debat kandidat Pilgubsu, di aula kantor KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Rabu (2/5).
Foto: PRAN W HASIBUAN/SUMUT POS
UNDANG: Perwakilan manajemen televisi memaparkan teknis acara debat kandidat Pilgubsu, di aula kantor KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Rabu (2/5).

SUMUTPOS.CO – Sesi pertama debat kandidat di Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018 akan digelar Sabtu (5/5) mendatang. Kedua pasangan calon akan berdebat soal tata kelola pemerintahan yang bebas korupsi. Pasangan nomor urut 1 dan nomor urut 2 mengaku sudah siap menghadapi debat yang disiarkan secara langsung dua stasiun televisi, yakni Kompas TV dan TVRI, mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB itu.

Ketua KPU Sumut Mulia Banurea menyebutkan, selaku penyelenggara mereka akan membatasi jumlah undangan yang hadir ke acara debat nanti, mengingat kapasitas ruangan yang telah dipesan. Khusus massa dari pendukung kedua paslon, KPU membatasi 150 orang.

Space (kapasitas) ruangan di Convention Hall Santika Dyandra Hotel itu cukup menampung tamu 500 orang. Makanya masing-masing paslon kita batasi, hanya boleh membawa pendukung berjumlah 150 orang saja. Di luar itu kita tidak akomodir,” kata Mulia Banurea kepada wartawan, di kantor KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Rabu (2/5).

Debat kandidat perdana yang ditayangkan langsung di televisi ini, diharapkan semakin memperkenalkan sosok kedua paslon kepada masyarakat Sumut. Terutama untuk mengetahui visi, misi dan program mereka ke depan seperti apa dalam rangka membangun Sumut lebih baik. “Untuk panelisnya nanti ada tujuh orang. Cuma kita sengaja rahasiakan siapa saja orangnya. Latar belakangnya juga dari berbagai kalangan sesuai basic pendidikannya,” ungkapnya.

Pihaknya juga akan mengundang Gubsu Erry Nuradi dan seluruh stakeholder terkait untuk hadir di acara tersebut. Disamping itu turut mengajak semua media massa ikut menyukseskan pelaksanaan Pilgubsu 2018. “Yang terpenting kita sama-sama menjaga kondusifitas selama tahapan pilkada sampai nanti selesai. Apalagi ini ‘kan debat perdana yang ditayangkan secara live di TV, dan kami sudah selesaikan finalisasi persiapannya hari ini (Rabu, Red),” katanya.

Sutarman, 5 Tahun Dikerangkeng di Kamar Mandi…

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PEMASUNGAN ODGJ_PEMASUNGAN ODGJ_Petugas berbincang dengan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Suterman yang dikurung oleh keluarganya selama lima tahun saat akan dievakuasi di Jalan Bromo, Medan, Rabu (02/5). Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Pemko Medan melepas Suterman (34 tahun) dari pemasungan, untuk menjalani proses penyembuhan di rumah sakit jiwa.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PEMASUNGAN ODGJ_PEMASUNGAN ODGJ_Petugas berbincang dengan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Suterman yang dikurung oleh keluarganya selama lima tahun saat akan dievakuasi di Jalan Bromo, Medan, Rabu (02/5). Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Pemko Medan melepas Suterman (34 tahun) dari pemasungan, untuk menjalani proses penyembuhan di rumah sakit jiwa.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dipasung keluarganya di Kota Medan, saat ini tercatat ada lima pasien. Salahsatunya Sutarman. Pria 36 tahun ini sudah lima tahun dikerangkeng di sebuah kamar mandi di belakang rumahnya, di Jalan Bromo, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Medan Area. Kemarin Rabu (2/5), pengurungan itu akhirnya berakhir.

Adalah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan yang melepaskan Sutarman dari ‘penjaranya’. Rencananya, Dinkes akan melepas lima pasien ODGJ yang dikurung atau dipasung, hingga seminggu ke depan. Hari pertama, tim pelepas pasung dari Puskesmas Sukaramai memilih melepas Sutarman.

Saat ditemui, kondisi pria itu menyedihkan. Rambutnya gondrong tak terurus. Aroma tubuhnya menguar tidak sedap, lantaran tubuh pria itu jarang mandi. Ia dikurung di balik pintu besi berjerejak di sebuah bekas kamar mandi yang lantainya sudah menguning. Sebuah kloset jongkok terlihat di sudut ruangan berukuran sekitar 2×2 meter itu.

Agustina, sang bunda menceritakan, Sutarman merupakan anak pertama dari enam bersaudara ini. Pemuda itu sempat bekerja di Pekanbaru, Riau. Namun keluarga tak mengetahui pasti apa pekerjaan Sutarman di sana. Beberapa tahun lalu, ia kembali ke Medan.

“Sejak pulang dari Pekanbaru, dia mulai stress. Kabarnya dia begini gara-gara narkoba. Saya juga kurang tahu bagaimana kondisi dia selama di Pekanbaru,” ujar Agustina, yang sehari-harinya bekerja sebagai ibu rumahtangga.

Masyarakat Belum Tahu Jadwal Pilgubsu

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PASLON_Kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut yakni Edy Rahmayadi- Musa Rajeckshah (kanan) dan Djarot Saiful Hidayat- Sihar Sitorus (kiri) bergandengan tangan usai pencabutan nomor urut Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018 di Hotel Grand Mercure Medan, Selasa (13/2) Pasangan Djarot dan Sihar mendapat nomor urut 2 dan Pasangan Edi Rahmayadi dan Musa Rajeckshah mendapat nomor urut 1 dalam Pilgub Sumut 2018.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PASLON_Kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut yakni Edy Rahmayadi- Musa Rajeckshah (kanan) dan Djarot Saiful Hidayat- Sihar Sitorus (kiri) bergandengan tangan usai pencabutan nomor urut Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018 di Hotel Grand Mercure Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018 tinggal dua bulan lagi. Namun, upaya sosialisasi tentang kapan masyarakat akan menggunakan hak pilihnya, belum menunjukkan dampak positif. Sebab, masih banyak masyarakat yang belum tahu kapan tanggal pencoblosan.

Berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada 11-15 April 2018 dan dirilis tanggal 26 April lalu, 51 persen responden mengaku tidak mengetahui waktu pemilihan. Hasil survei ini sejalan dengan pengakuan sejumlah masyarakat saat diwawancai Sumut Pos, Rabu (2/5).

Sebagaimana disampaikan Ilham (40), seorang penarik becak motor yang tinggal di kawasan Medan Tembung. Dia mengaku tidak mengetahui kapan jadwal pencoblosan Pilgub Sumut 2018. Meskipun katanya, ada beberapa baliho yang terpasang di sejumlah tempat di Kota Medan.

“Ada juga orang partai itu yang datang ke kita, tetapi mereka cuma bilang untuk memilih calon gubernur saja nanti. Waktunya saya tidak tahu kapan, mungkin nanti akan datang lagi orang itu,” katanya.

Seorang ibu rumah tangga bernama Supiah (60), juga mengaku tidak tahu kapan Pilgub berlangsung. Warga Deliserdang ini bahkan mengaku tidak tahu siapa yang mejadi pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur. “Saya tidak tahu kapan Pilgubsu. Biasanya kalau mau dekat pemilihan, baru nanti datang orang ke rumah. Calonnya pun saya tak tahu,” ungkap warga Desa Pantai Labu ini.

Begitu juga dengan warga di Kecamatan Medan Johor, masih ada yang tidak tahu kapan Pilgubsu dilaksanakan. “Saya tidak tahu kapan dilaksanakan Pemilihan Gubernur. Soalnya sampai sekarang tidak ada sosialisasi kepada kami,” ujar B Harefa (51), kepada Sumut Pos.

Harefa mengaku tinggal di Jalan Pintu Air IV ini menambahkan, masih banyak warga yang tidak tahu kapan dilaksanakan Pilgubsu 2018. Untuk itu, dia berharap KPU untuk segara mensosialisasikannya kepada warga. “Saya juga tidak tahu apakah masuk dalam daftar pemilih. Sebab, hingga saat ini tidak ada pemberitahuan dari KPU atau pemerintah setempat,” pungkasnya.

Menyikapi masih banyaknya masyarakat yang belum mengetahui kapan tanggal pencoblosan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut meresponnya dingin. “Memang terkait sosialisasi dari KPU Sumut, kan sudah kita tampung anggarannya di APBD untuk Pilgub. Tapi konsennya itu lebih gencar dilakukan pada Mei ini untuk sosialisasi,” kata Ketua KPU Sumut Mulia Banurea kepada Sumut Pos, di kantor KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Rabu (2/5).

Musa Rajekshah Rencanakan Pemerataan di Sektor Pendidikan

Cawagubsu, Musa Rajekshah.
Cawagubsu, Musa Rajekshah.

SUMUTPOS.CO – Ketersediaan fasilitas pendidikan merupakan impian setiap masyarakat, tak terkecuali calon Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah. Menurutnya, pendidikan yang baik akan berdampak kepada pembangunan Sumut semakin meningkat.

Untuk itu, ia ingin nantinya seluruh masyarakat Sumut, bisa merasakan pendidikan yang setara. Baik di tingkat ibukota provinsi, hingga ke tingkat daerah seperti kabupaten/kota, kecamatan, hingga ke desa-desa.

“Kunci dari pembangunan adalah dukungan dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempuni. Maka harus ada pendidikan yang merata ke seluruh warga,” kata Musa Rajekshah pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2018 di Medan.

Menurutnya, pembangunan harus dimulai dari SDM yang mumpuni. “Apapun yang mau kita bangun, jika SDM-nya tidak siap, maka pembangunan tidak ada berjalan lancar,” ujar pria yang akrab disapa Ijeck itu.

Namun, permasalahan yang ada hingga kini, pihak sekolah swasta belum terlalu merasakan hadirnya pemerintah. Seperti yang diungkapkan seorang pengajar di sekolah swasta Idawati Sirait. Menurutnya, hingga kini bantuan dari pemerintah belum terlalu dirasakan sekolah swasta. Momen pertemuannya dengan Ijeck, digunakannya untuk bertanya perihal program Ijeck untuk sekolah swasta.