Home Blog Page 6392

Cuti Bersama Lebaran 2018 Dievaluasi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah akan mengevaluasi penambahan Cuti Bersama Lebaran 2018 yang sebelumnya sudah dituangkan di Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri.

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani meyakinkan bahwa Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri dimaksud belum diubah.

Penegasan ini disampaikan Puan ketika ditanya bagaimana nasib pegawai negeri maupun swasta yang sudah beli tiket untuk mudik Lebaran, jika tiba-tiba penambahan cuti bersama dibatalkan.

“Ya nanti. Ini belum ada apa-apa. Seperti yang saya sampikan bahwa SKB Tiga Menteri masih tetap seperti adanya,” kata Puan menegaskan, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/5).

Mengacu SKB Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2018 yang telah ditetapkan, pemerintah menambah cuti Lebaran dari 4 hari menjadi 7 hari.

Puan pun meyakinkan seandainya ada penyesuaian, pemerintah akan memastikan tidak ada pihak yang dirugikan.

“Kalau pun nantinya ada penyesuaian tentu saja dengan mempertimbangkan tidak ada yang merasa dirugikan,” pungkasnya.

Karenanya dia meminta waktu satu dua hari ke depan untuk mengumumkan kembali apa hasil rapat bersama pemerintah dengan BI, OJK maupun kalangan dunia usaha. (fat/jpnn)

Gadis Remaja Tewas Kesetrum Listrik Kawat Reklame

Kesetrum listrik-Ilustrasi
Kesetrum listrik-Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang gadis remaja berusia 15 tahun, Rika Abila, tewas kesetrum listrik, saat membeli obat ke apotek di Medan, Selasa (1/5) malam.

Informasi dihimpun Rabu (2/5), malam itu korban dan kakaknya Lisa Saskia, 16, pergi membeli obat ke apotek, yang jaraknya hanya sekitar 100 meter dari rumahnya di Jalan Bhayangkara Gang Sosial Lingkungan VI Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung, Medan, Sumut. Keduanya pergi dengan berjalan kaki.

Namun, sebelum sampai apotek, korban dan kakaknya melintas di depan Perumahan The Prime. Di sana, terdapat tiang listrik dan tiang telepon yang tergenang air.

Keduanya tidak menyadari ada kawat yang diperkirakan bekas dari spanduk reklame tidak dipakai, menyangkut di kabel tiang listrik. Kawat itu terjulur sampai mengenai tanah yang terdapat genangan air.

Sewaktu keduanya melintas di lokasi tersebut, korban menginjak kawat yang ada di genangan air. Tak pelak, korban terjatuh hingga memegang kawat tersebut.

“Korban tersengat arus listrik yang mengalir di kawat tersebut. Korban sempat teriak minta tolong, dan kakaknya panik minta tolong ke masyarakat yang ada di sekitar lokasi. Tetapi, masyarakat tidak ada yang berani menolong karena takut ikut kesetrum juga,” ungkap Kapolsek Percut Seituan, Kompol Faidil Zikri.

Tak lama, datang kepala lingkungan (kepling). Bersama masyarakat berusaha untuk menolong si korban dengan kayu. Namun, korban sudah tak berdaya. Lalu, kepling dan masyarakat menghubungi PLN untuk mematikan sementara aliran listrik yang ada di tiang listrik tersebut.

“Saat itulah korban baru dapat terlepaskan dari kawat tersebut. Selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Imelda Medan. Tapi, sesampainya di rumah sakit ternyata nyawa korban sudah tak tertolong lagi dan dinyatakan meninggal dunia,” jelas Kapolsek.

Dia menambahkan, kedua orang tua korban bermohon untuk tidak dilakukan otopsi karena sudah mengikhlaskan kejadian tersebut dan tidak menuntut pihak manapun. “Orang tua dari korban telah membuat pernyataan di atas kertas yang diberi materai dan disaksikan kepling,” tandasnya. (fir/pjs)

Jamu Barito, PSMS Medan Waspadai Eks Pemain Juventus Ini

Pemain asing yang juga mantan pemain Juventus, Douglas Packer yang terus bersinar bersama Barito Putera.
Pemain asing yang juga mantan pemain Juventus, Douglas Packer yang terus bersinar bersama Barito Putera.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan akan menjamu Barito Putera pada pekan ketujuh Liga 1 2018 di Stadion Teladan, Sabtu (5/5) mendatang.

Barito Putera yang kini bertengger di peringkat lima klasemen sementara terbilang mampu memberikan kejutan sejauh ini.

Mereka bersaing dengan klub-klub papan atas seperti Persija Jakarta, Persipura dan lainnya.

Bagi PSMS, harus mewaspadai tim ini. Terutama sang pemain asing yang juga mantan pemain Juventus, Douglas Packer yang terus bersinar bersama Barito Putera.

Kini, Packer menjadi pemain paling haus gol di tim. Gelandang asal Brasil ini telah mengemas 5 gol dalam 6 pertandingan Liga 1 2018. Padahal, Douglas sejatinya bukanlah seorang striker.

Ketika ujung tombak utama Samsul Arif dijaga ketat oleh bek lawan, maka Douglas yang akan muncul sebagai pemecah kebuntuhan.

Terbaru dia menyumbangkan dua gol saat Barito Putera menenggelamkan juara bertahan Bhayangkara FC dengan skor 3-1, akhir pekan lalu. Dua gol tersebut menempatkan Douglas dalam daftar 6 besar top scorer Liga 1 2018.

“Saya sangat senang untuk kedua gol kemarin. Saya mendedikasikan gol itu untuk fans kami Barito Mania. Mereka selalu setia memberikan dukungan dalam kondisi apapun,” ucap pemain yang bergabung dengan Juventus antara tahun 2005 hingga 2007 itu.

Pemain yang juga pernah merumput bersama Delfino Pescara ini semakin moncer pada tahun keduanya di Banjarmasin. Pada kompetisi Liga 1 2017 lalu, Douglas mencetak 6 gol dari total 31 pertandingan bersama Barito Putera.

“Saya akan lebih senang jika Barito berhasil menjadi juara. Yang penting bagi saya adalah prestasi tim, bukan penghargaan secara individu,” tutup pemain 31 tahun tersebut. (saf)

Raffi Ahmad dan Gigi Diramal Cerai Tahun Ini

Raffi dan Gigi
Raffi dan Gigi

SUMUTPOS.CO – Rumah tangga Raffi Ahmad dan Nagita Slavina alias Gigi diramal bakal berakhir tahun ini. Pernikahan yang dijalin hampir empat tahun ini akan kandas akibat sikap Raffi.

“Tahun ini Raffi dan Gigi akan bercerai. Pemicunya karena sikap Raffi yang tidak berubah,” kata Mbayu, paranormal baru-baru ini.

Dia menyebut pernikahan Raffi-Gigi yang berusia empat tahun pada 17 Oktober mendatang bisa kuat karena Gigi. Gigi lah yang bisa menahan segala perilaku negatif Raffi yang playboy.

‘Memang Raffi berubah sejak menikah tapi sedikit. Untung Gigi ini sosok wanita kuat makanya rumah tangga mereka bisa terselamatkan,” terangnya.

Namun, kekuatan Gigi mulai tergerus karena capek menghadapi Raffi. Apalagi gosip pernikahan sirinya dengan Ayu Ting Ting agak mengusik Gigi.

“Dari pandangan saya, prahara rumah tangga Raffi-Gigi akan memuncak tahun ini. Gigi akhirnya menyerah,” tutupnya. (esy/jpnn)

Bukan Sekadar Seremonial

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS LONGMARCH_Ribuan buruh dari Forum Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSMPI) Provinsi Sumut melakukan aksi longmarch mulai dari Lapangan Merdeka menuju kantor Gubernur Sumut, Selasa (01/5) Aksi tersebut dalam rangka memperingati May Day (hari Buruh) Se dunia, Aksi serupa juga dilakukan di berbagai daerah di indonesia.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
LONGMARCH_Ribuan buruh dari Forum Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSMPI) Provinsi Sumut melakukan aksi longmarch mulai dari Lapangan Merdeka menuju kantor Gubernur Sumut, Selasa (01/5) Aksi tersebut dalam rangka memperingati May Day (hari Buruh) Se dunia, Aksi serupa juga dilakukan di berbagai daerah di indonesia.

SUMUTPOS.CO – PEMPROV Sumut dan Pemko Medan telah memfasilitasi perayaan Hari Buruh Internasional (Mayday) dengan berbagai kegiatan, Selasa (1/5). Namun begitu, ada juga buruh yang memilih melakukan aksi di jalanan sebagai bentuk perjuangan menuntut kesejahteraan dan keadilan yang dinilai belum berpihak kepada mereka. Bahkan mereka menilai, Mayday bukan Funday.

Seribuan massa dari FSPMI menggelar peringatan Mayday di Bundaran Majestik dan di depan Kantor Gubernur Sumut. Mereka memilih melakukan aksi di jalanan sebagian bentuk peringatan atas perjuangan buruh menuntut kesejahteraan dan keadilan yang dinilai belum berpihak.

“Tolak upah murah, dan cabut PP 78/2015, tolak rencana penghapusan pasal pesangon dalam Undang-undang 13/2003, tolak tenaga kerja asing dan cabut Perpres 20/2018 tentang tenaga kerja asing,” ujar Ketua FSPMI Sumut Willy Agustomo.

Selain aksi demo dan teaterikal, mereka juga menggelar pertunjukan atau atraksi debus di depan Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro. Dalam orasinya, mereka mengecam kegiatan perayaan yang dilakukan rekannya sesama buruh di Komplek LPP Jalan Pancing Medan.

“Kami mengecam kegiatan seremonial seperti itu. Karena bukan itu esensi peringatan hari buruh. Karena itu, kami minta Pemprov tidak memfasilitasi kegiatan seperti itu tahun depan,” sebutnya.

Menurut Willy, acara tersebut hanya untuk ‘menina bobokkan’ buruh saja. “Kami menganggap, untuk apa kita bergandengan tangan hanya saat seremonial Mayday saja. Faktanya di Indonesia, Sumatera Utara khususnya, kasus perburuhan dan kesejahteraan buruh tidak tercapai, ” ungkap Willy.

Selain itu, kata Willy, Hari Buruh bukan perayaan, melainkan peringatan. Menurutnya, hari buruh penuh sejarah, untuk mewujudkan kesejahteraan bagi buruh. Oleh karena itu, ditegaskannya sudah selayaknya Buruh menyuarakan itu di momentum peringatan Hari Buruh.

Tertibkan Sistem Buruh Lepas

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS LONGMARCH_Ribuan buruh dari Forum Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSMPI) Provinsi Sumut melakukan aksi longmarch mulai dari Lapangan Merdeka menuju kantor Gubernur Sumut, Selasa (01/5) Aksi tersebut dalam rangka memperingati May Day (hari Buruh) Se dunia, Aksi serupa juga dilakukan di berbagai daerah di indonesia.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
LONGMARCH_Ribuan buruh dari Forum Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSMPI) Provinsi Sumut melakukan aksi longmarch mulai dari Lapangan Merdeka menuju kantor Gubernur Sumut, Selasa (01/5) Aksi tersebut dalam rangka memperingati May Day (hari Buruh) Se dunia, Aksi serupa juga dilakukan di berbagai daerah di indonesia.

SUMUTPOS.CO – Peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2018 digelar secara berbeda di Sumatera Utara. Ada yang menggelar pesta dan bersukacita merayakan “kemerdekaannya”. Ada juga yang tetap memilih turun ke jalan menggelar demo di sejumlah lokasi. Mereka masih menyuarakan tuntutan yang sama: tolak upah murah dan sistem kontrak. May Day di Medan tahun ini menghasilkan kesepakatan menyegarkan. Pemko berjanji akan menertibkan sistem buruh lepas atau outsourcing.

Di Kota Medan, ada dua lokasi perayaan Hari Buruh Internasional (Mayday). Di Gelanggang Remaja, Jalan Sutomo Medan, Pemko Medan menggelar perayaan Mayday yang dihadiri 1.500 buruh. Sementara di Komplek Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Kampus Medan, Jalan Pancing, Pemprov Sumut menggelar Mayday is Funday dengan berbagai kegiatan perlombaan di.

Di Gelanggang Remaja, Mayday dirayakan dengan sederhana oleh para buruh yang tergabung dalam Gabungan Aliansi Pekerja Buruh Seluruh Indonesia (GAPBSI) Kota Medan. Namun yang membuat perayaan itu lebih berarti, dilakukannya penandatanganan kesepakatan antara buruh dengan Pemko Medan, Polrestabes Medan, dan Kejari Medan. Kesepakatan itu berkaitan dengan penerapan dan penegakan peraturan ketenagakerjaan di Kota Medan.

Selain dihadiri 1.500 buruh perwakilan dari ratusan buruh yng ada di Kota Medan, Mayday juga dihadiri Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, Dandim O201/BS Kol Inf Bambang Herqutanto, Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Nanda Ramli, Kapolres Belawan AKBP Ikhwan Lubis serta sejumlah pimpinan  OPD terkait di lingkungan Pemko Medan.

Di sela-sela perayaan, Wali Kota bersama Kapolrestabes dan perwakilan dari Kajari Medan menandatangani kesepakatan bersama dengan  para buruh yang diwakili 19 perwakilan serikat buruh/serikat pekerja yang ada di Kota Medan. Kesepakatan bersama itu berkaitan dengan penerapan dan penegakan peraturan ketenagakerjaan di Kota Medan.

Ada 5 butir isi kesepakatan yang intinya untuk menyahuti tuntutan para buruh selama ini dalam setiap kali turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa (lihat grafis). Dengan kesepakatan bersama ini, nasib buruh di Kota Medan semakin terjamin dan terlindungi. Itu sebabnya, usai penandatanganan kesepakatan bersama dilakukan, GAPBSI pun menyatakan siap menjaga kekondusifan sekaligus mendukung penuh berjalannya iklim investasi dengan baik di Kota Medan.

Crane Proyek KA Jatuh, Satu Pekerja Luka

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS EVAKUASI_Pekerja melakukan evakuasi alat berat crane pengerjaan jalur layang kereta api yang jatuh di Jalan Pegadaian Medan, Selasa (01/5) Akibat peristiwa tersebut seorang pekerja harus dilarikan ke rumah sakit terdekat dari lokasi kejadian karena mengalami patah tulang dan luka-luka, Selain itu crane juga menimpa sebuah mobil minibus Xenia bernopol BK 19979 XL.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
EVAKUASI_Pekerja melakukan evakuasi alat berat crane pengerjaan jalur layang kereta api yang jatuh di Jalan Pegadaian Medan, Selasa (01/5) Akibat peristiwa tersebut seorang pekerja harus dilarikan ke rumah sakit terdekat dari lokasi kejadian karena mengalami patah tulang dan luka-luka, Selain itu crane juga menimpa sebuah mobil minibus Xenia bernopol BK 19979 XL.

MEDAN, SUMUTPOS.CO  – Sebuah crane di proyek pembangunan jalur layang kereta api jatuh di kawasan Jalan Pegadaian, Senin (30/4) malam. Akibat peristiwa itu, seorang pekerja terluka dan dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Tenik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Utara, Fakhrul Rivai mengakui peristiwa tersebut. Menurutnya, saat ini Tim Balai Tenik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Utara melakukan penyeledikan atas insiden tersebut. “Untuk penyebabnya, kita masih selidiki. Nanti kalau sudah ada (hasilnya) saya kabari ya,” ucap Fakhrul Rivai saat dikonfirmasi Sumut Pos, Selasa (1/5) siang.

Fakhrul menjelaskan, crane yang jatuh tersebut, jenis crane supprot yang digunakan untuk pembangunan fisik jembatan layang rel kereta api itu. “Jadi, jatuhnya sewaktu pengecoran finishing parapet. Jadi, bukan struktur utamanya,” jelasnya.

Pemilik Sumur Diajak Gabung ke KUD

Sumur minyak di Langkat.
Sumur minyak di Langkat.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Masih banyaknya penambang minyak ilegal di sejumlah kecamatan di Kabupaten Langkat, menjadi perhatian serius Pemkab Langkat. Bahkan pada Senin (30/4) lalu, Bupati Langkat Ngogesa Sitepu menginstruksikan Sekdakab Langkat Indra Salahudin bersama beberapa kepala SKPD membahas secara khusus, agar tragedi meledaknya sumur minyak ilegal di Aceh Timur tidak terulang di Bumi Bertuah ini.

Sekdakab Langkat Indra Salahudin mengakui, hingga kini masih banyak penambang minyak ilegal di Langkat. Padahal jauh sebelumnya, Pemkab Langkat telah dilakukan imbauan dan penertiban terhadap mereka. “Memang masih ada yang ilegal, tapi jumlahnya sedikit sekali. Bahkan, itupun hanya penyulingan saja dengan alat manual seadanya,” sebutnya kepada wartawan, kemarin.

Meski begitu, kata Indra, Pemkab Langkat tetap serius menertibkannya, demi menjaga keselamatan para penambang tersebut. “Dari sebelumnya dan hingga saat ini, Pemkab Langkat terus melakukan berbagai cara upaya penertiban demi keselamatan mereka,” terangnya.

Bahkan, penertiban tersebut pun bukan sekadar isapan jempol, sebab  Bupati Langkat telah menginstruksikan kepada Kadis Sat Pol PP dan para camat serta para kepala desa atau lurah di sekitar wilayah sumur minyak untuk bersinergi melakukan penertiban. “Warga diajak dan diberi pengertian agar bergabung ke KUD yang telah mendapatkan izin resmi,” terangnya.

Tidak sampai di situ, untuk menindaklanjuti pencegahan kecelakan seperti di Aceh Timur, Bupati Langkat pun dalam waktu dekat ini akan menggelar pertemuan dengan pihak terkait, yaitu unsur Forkopimda, Pertamina, SKK Migas, para ketua KUD dan pengurusnya serta muspika di sekitar lokasi penambang sumur minyak tersebut. “Pertemuan ini secepatnya akan dilaksanakan, untuk membahas langkah-langkah kongkrit, dalam upaya melakukan penertiban penambang liar, sehingga peristiwa yang memilukan seperti di Aceh Timur, tidak terulang di Langkat,” jelasnya.

Indra juga mengungkapkan, hasil dari upaya penertiban yang pernah Pemkab Langkat lakukan, kini banyak penambang minyak legal berbadan Koperasi Unit Desa (KUD) yang telah mendapatkan izin dari Kementerian ESDM seperti KUD Langkat Oil Resources yang berada di Kecamatan Padang Tualang , KUD Tani Makmur di Sei Lepan. Bahkan, KUD Usaha Mandiri dan KUD Bumi Bertuah yang berada di Sei Lepan, telah mendapatkan rekomendasi dari Gubernur.

AS Roma v Liverpool: Hattrick Comeback?

ROMA, SUMUTPOS.CO – Liverpool datang ke markas AS Roma dengan membawa kemenangan 5-2 yang didapat di Anfield, pekan lalu. Meski punya kemenangan dengan skor besar, The Reds tetap waspada terhadap potensi kebangkitan AS Roma di markas sendiri.

AS Roma lagi-lagi mencari comeback di Liga Champions musim ini. Setelah Barcelona, kini Serigala Ibu Kota berharap keajaiban berikutnya saat menjamu Liverpool di Olimpico, Kamis (3/5) dini hari. Roma sudah dua kali comeback di Liga Champions musim ini. Yang pertama terjadi di 16 besar, saat bersua Shakhtar Donetsk. Ketika itu Roma sudah tertinggal 1-2 tapi akhirnya membalikkan keadaan dengan skor 1-0.

Berikutnya terjadi secara ajaib. Roma comeback setelah tertinggal 1-4 dari Barcelona di Camp Nou. Tim besutan Eusebio Di Francesco itu menang 3-0 di Olimpico. Mungkinkah ada comeback ketiga?

Tekad itu setidaknya ditunjukkan Roma di 10 menit terakhir duel kontra Liverpool. Mereka menghidupkan peluang dengan dua gol lewat Edin Dzeko dan penalti Perotti.

Andai tidak ada dua gol itu, Serigala Ibu Kota tentu sudah sulit untuk mengejar ketertinggalan lima gol. Roma adalah satu-satunya tim yang selalu lolos di fase knockout Liga Champions musim ini setelah kalah tandang leg pertama. Roma juga belum kebobolan satu golpun dalam lima laga kandang mereka di Liga Champions musim ini. “Kami sudah melakukan sesuatu yang luar biasa di Liga Champions musim ini,” kata Di Francesco di stasiun televisi Rai, seperti dikutip Football Italia.

“Saya juga datang ke sini untuk menyampaikan pesan, tim ini sudah melalui perjalanan hebat dan kami tak mau berhenti di sini. Kami ingin percaya dengan comeback, karena itu adalah sikap yang saya pegang teguh dalam kehidupan.”

“Saya seorang optimis. Sepakbola itu menyenangkan dan harus dinikmati. Saya ingin membuat orang-orang merasa senang, dan itulah yang mendorong saya.”

Gelandang AS Roma, Radja Nainggolan juga yakin timnya bisa melakukan hal yang sama dengan saat menghadapi Barcelona. “Kami melakukannya melawan Barcelona, melawan Messi dan Suarez dan mereka nyaris tidak bisa menendang sepanjang pertandingan,” kata Nainggolan kepada Times.

“Kami akan coba menciptakan momen yang bersejarah lain seperti yang sudah kami lakukan di laga melawan Barca. Momen itu menunjukkan bahwa kami mungkin saja melakukannya melawan Liverpool,” sambung pemain internasional Belgia.

Umat Harus Bijak Tentukan Pemimpin

Cagubsu Edy Rahmayadi bersama masyarakat Natal saat mengikuti Tabligh Akbar.
Cagubsu Edy Rahmayadi bersama masyarakat Natal saat mengikuti Tabligh Akbar.

SUMUTPOS.CO – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Musa Rajekhshah (Eramas)  dinilai sebagai figur yang tepat untuk memimpin Provinsi Sumut yang kaya akan potensi alam, adat istiadat dan budaya. Selain memiliki tekad dan niat tulus membangun Sumut, kedua tokoh ini juga dinilai saling melengkapi dalam membawa perubahan di Sumut ke arah lebih baik.

Ulama dan tokoh masyarakat Mandailing Natal, Ahmad Nurdin menilai, Edy dan Ijeck juga dekat dengan para ulama dan mencintai masjid. “Saya melihat dengan hati nurani kalau Pak Edy dan Pak Ijeck adalah tokoh yang dekat dan ulama dan pesantren. Dan para ulama dan tokoh-tokoh agama ini pun mendukung keduanya (Eramas),” kata Ahmad Nurdin, saat silaturahmi dan tabligh akbar dengan ribuan masyarakat di Lapangan Kota Natal,  Madina Minggu (29/4).

“Kalau ulama saja mendukung, apalagi kita. Siapa lagi yang kita teladani kalau bukan ulama. Jadi mari kita umat Islam bersatu. Pemimpin yang mencintai masjid dan ulama harus kita dukung,” lanjut Nurdin.

Guru di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru inipun menegaskan, kedekatan dan keperdulian Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah kepada ulama, pesantren, dan masjid sudah dilakukan sejak lama, jauh sebelum keduanya berniat maju sebagai cagub dan cawagub.

Ahmad Nurdin juga mengaku prihatin dengan peredaran narkoba yang semakin merajalela di Sumatera Utara, termasuk juga Madina yang kini dikenal sebagai penghasil ganja terbesar untuk Sumut. “Sumut ini juga memerlukan pemimpin yang tegas untuk menyelesaikan persoalan yang ada di Sumut. Termasuk ancaman narkoba, kita yakin kalau Pak Edy gubernurnya persoalan narkoba ini akan dapat ditekan dan generasi muda kita bisa terselamatkan,” tegasnya.

Tokoh agama sekaligus Ketua MUI Madina KH Mahmudin Pasaribu mengingatkan agar umat Islam yang telah memiliki hak pilihnya untuk datang ke TPS pada Pilgubsu 27 Juni 2018 mendatang. Masyarakat muslim diharapkan bijak dalam menentukan pemimpin yang sesuai dengan ketentuan agama Islam.