Home Blog Page 6393

Umat Harus Bijak Tentukan Pemimpin

Cagubsu Edy Rahmayadi bersama masyarakat Natal saat mengikuti Tabligh Akbar.
Cagubsu Edy Rahmayadi bersama masyarakat Natal saat mengikuti Tabligh Akbar.

SUMUTPOS.CO – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Musa Rajekhshah (Eramas)  dinilai sebagai figur yang tepat untuk memimpin Provinsi Sumut yang kaya akan potensi alam, adat istiadat dan budaya. Selain memiliki tekad dan niat tulus membangun Sumut, kedua tokoh ini juga dinilai saling melengkapi dalam membawa perubahan di Sumut ke arah lebih baik.

Ulama dan tokoh masyarakat Mandailing Natal, Ahmad Nurdin menilai, Edy dan Ijeck juga dekat dengan para ulama dan mencintai masjid. “Saya melihat dengan hati nurani kalau Pak Edy dan Pak Ijeck adalah tokoh yang dekat dan ulama dan pesantren. Dan para ulama dan tokoh-tokoh agama ini pun mendukung keduanya (Eramas),” kata Ahmad Nurdin, saat silaturahmi dan tabligh akbar dengan ribuan masyarakat di Lapangan Kota Natal,  Madina Minggu (29/4).

“Kalau ulama saja mendukung, apalagi kita. Siapa lagi yang kita teladani kalau bukan ulama. Jadi mari kita umat Islam bersatu. Pemimpin yang mencintai masjid dan ulama harus kita dukung,” lanjut Nurdin.

Guru di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru inipun menegaskan, kedekatan dan keperdulian Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah kepada ulama, pesantren, dan masjid sudah dilakukan sejak lama, jauh sebelum keduanya berniat maju sebagai cagub dan cawagub.

Ahmad Nurdin juga mengaku prihatin dengan peredaran narkoba yang semakin merajalela di Sumatera Utara, termasuk juga Madina yang kini dikenal sebagai penghasil ganja terbesar untuk Sumut. “Sumut ini juga memerlukan pemimpin yang tegas untuk menyelesaikan persoalan yang ada di Sumut. Termasuk ancaman narkoba, kita yakin kalau Pak Edy gubernurnya persoalan narkoba ini akan dapat ditekan dan generasi muda kita bisa terselamatkan,” tegasnya.

Tokoh agama sekaligus Ketua MUI Madina KH Mahmudin Pasaribu mengingatkan agar umat Islam yang telah memiliki hak pilihnya untuk datang ke TPS pada Pilgubsu 27 Juni 2018 mendatang. Masyarakat muslim diharapkan bijak dalam menentukan pemimpin yang sesuai dengan ketentuan agama Islam.

USU Miliki 14 Pusat Unggulan dan Kajian Iptek

Foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos PEMAPARAN: Wakil Rektor (WR) III USU, Mahyuddin K saat memaparkan 14 Pusat Unggulan dan Kajian Iptek.
Foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
PEMAPARAN: Wakil Rektor (WR) III USU, Mahyuddin K saat memaparkan 14 Pusat Unggulan dan Kajian Iptek.

SUMUTPOS.CO – Di tahun 2018 ini, Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Riset Dikti) mengucurkan dana sebesar Rp21 miliar kepada Universitas Sumatera Utara (USU) untuk biaya riset bagi peneliti secara akademis dengan jumlah 700 riset.

“Dari Kementerian Rp21 miliar dan dari USU Rp10 miliar. Jadinya, totalnya Rp31 miliar untuk penelitian bagi 700 riset di USU tahun 2018 ini,” ungkap Wakil Rektor (WR) III USU Mahyuddin K didampingi Kepala Humas USU, Elvi Sumanti kepada wartawan di Kampus USU di Medan, Senin (30/4) sore.

Mahyuddin mengatakan, USU terus melakukan penelitian untuk bisa manfaat masyarakat luas. Karena, biaya riset dan penelitian itu, berasal dari masyarakat untuk dikembangkan Ilmu Pengetahuan  dan Tekhnologi (Iptek).

“Kita juga mendapat alokasi dana 8 hilirisasi proposal penelitian yang terdiri, 4 penlitian dibawah CIKAL USU dan 4 penelitian lagi dibawah Lembaga Penelitian. Dimana, setiap penelitian didanai sebesar antara Rp300 sampai 400 juta. Kita berharap, penelitian yang kita hasilkan dapat meningkatkan peringkat pertama di Kemenrisetdikti dan meningkatkan akreditasi institusi,” tuturnya.

Mahyuddin menjelaskan, Pusat Ilmu Pengetahuan  dan Tekhnologi (Iptek) USU periode Januari-Maret 2018 sudah melakukan riset dengan jumlah 14 pusat unggulan Iptek USU.

“Untuk pengembangan pusat unggulan dan kajian ini merupakan saran dari pemerintah melalui Kementerian Riset Tekhnologi dan Pendidikan Tinggi. Kemenrisetdikti menganggap perlu program pengembangan pusat unggulan Iptek di perguruan tinggi. Supaya, riset-riset tidak tinggal di universitas saja, tapi juga bisa digunakan masyarakat,” kata Mahyuddin.

Badan Pengawas Tak Acuh Peralihan Hak Kelola Pasar Peringgan

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PKL PRINGGAN_Pedagang kaki lima (pkl) masih terlihat berjualan di Jalan Pasar Pringgan Medan, Selasa (30/1) Setelah di tertibkan oleh satpol PP Selasa (23/1) malam, Pedagang kembali berjualan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PKL PRINGGAN_Pedagang kaki lima (pkl) masih terlihat berjualan di Jalan Pasar Pringgan Medan, beberapa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – Jajaran Badan Pengawas (Bawas) PD Kota Medan terkesan tak acuh atas kondisi peralihan hak kelola Pasar Peringgan ke PT Parbens. Hal itu terbukti saat Sumut Pos coba mengklarifikasi soal peralihan hak kelola Pasar Peringgan ini kepada petinggi Bawas.”Saya masih di luar kota dan ada rapat pula ini,” beber Anggota Bawas PD Medan, Busral Manan saat dihubungi.

Sekda Syaiful Bahri sekaligus Ketua Bawas PD, juga enggan merespon pertanyaan wartawan, meski nomor selulernya terdengar aktif. Hal yang sama ditunjukkan Kepala Bagian Perlengkapan dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setdako Medan, SI Dongoran, dimana tak acuh akan klarifikasi yang dilayangkan wartawan.

Seementara, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan mengaku tidak memiliki kewenangan atas peralihan hak kelola Pasar Peringgan ke PT Parbens. Meski begitu, keputusan Pemko Medan mengalihkan hak kelola ini siap didukung PD Pasar guna memajukan pasar tersebut.

“Sebenarnya secara standar aturannya, sudah diserahkan oleh Pemko. Dan itu hak penuh Pemko selaku pemegang aset PD. Jadi memang yang berhak memberi informasi itu dari Pemko,” ujar Direktur Operasional PD Pasar Medan, Yohny Anwar kepada Sumut Pos, Selasa (1/5).

Diakui Yohny, hak pengelolaan Pasar Peringgan oleh PD Pasar sejatinya sudah diputus. Salah satu pertimbangannya, agar pasar tersebut semakin maju baik dari sisi finansial maupun pendapatan asli daerah. “Tetapi itukan hanya perkiraan kita. Yang berhak itu tetap Pemko selaku pemegang penuh saham perusahaan daerah,” katanya.

Kendaraan Makin Menumpuk

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS REKAYASA_Pengendara terlihat melintas dari Jalan diponegoro menuju Jalan Palang Merah Medan, Selasa (01/5) Dinas perhubungan kota medan bekerja sama dengan Satlantas melakukan rekayasa lalu lintas salah satu nya jalan diponegoro menuju jalan palang merah yang menjadi satu arah.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
REKAYASA_Pengendara terlihat melintas dari Jalan diponegoro menuju Jalan Palang Merah Medan, Selasa (01/5) Dinas perhubungan kota medan bekerja sama dengan Satlantas melakukan rekayasa lalu lintas salah satu nya jalan diponegoro menuju jalan palang merah yang menjadi satu arah.

SUMUTPOS.CO – Pada  hari pertama rekayasa lalin di sejumlah ruas di Medan diterapkan, Senin (30/4), belum terbilang sukses. Sebab kepadatan dan kemacetan arus lalu lintas masih terjadi terutama di ruas Jalan P Diponegoro.

Kepadatan kendaraan bermotor ini terjadi lantaran kendaraan roda dua dan roda empat dipaksa untuk melintasi Jalan Cut Mutia apabila ingin menuju Jalan P Diponegoro. Pasalnya, Jalan Zainul Arifin yang selama ini dua arah dibuat menjadi satu arah.

Kendaraan pun sempat terlihat tertahan ketika hendak berbelok kanan menuju arah Jalan Cut Mutia. Begitu juga pada ruas di persimpangan Jalan RA Kartini, tampak ada tumpukan kendaraan meski tidak terjadi terlalu lama.

Kadishub Medan Renward Parapat mengakui, selama dua hari sosialisasi perubahan lalin ini pihaknya mengaku belum semua pengendara memahami rekayasa yang dilakukan. “Ya, masyarakat sepenuhnya belum memahami (rekayasa lalin). Makanya tetap kita jaga sampai 5 Mei,” katanya kepada Sumut Pos, Selasa (1/5).

Pihaknya bersama Satlantas, lanjutnya, tetap mengevaluasi perubahan arus lalin ini. Seperti halnya pembatas jalan di ruas P Diponegoro atau tepat depan Jalan Teuku Daud.

Menurut Renward pada titik tersebut pembatas jalan terlalu panjang sehingga jadi pemicu tertahannya laju kendaraan.”Kemudian pembatasnya itu digeser lebih ke kanan. Sehingga harus lebih lebar porsi jalan menuju Zainul Arifin yang ke kiri. Harapan kami memang akan dievaluasi lagi penerapannya,” tutur dia.

Dishub memberi atensi khusus pada Jalan Zainul Arifin atau persis di depan Sun Plaza. Sebab sore hari ruas tersebut terjadi kepadatan kendaraan luar biasa. Arus keluar masuknya kendaraan termasuk transportasi online, menjadi salah satu pemicunya.

“Banyak orang yang menunggu jemputan di lobi Sun Plaza itu. Jadi Grab ataupun kenderaan lainnya sering tertumpuk di situ. Bisa kita lihat orang yang mau ke atas dan ke arah lobi, tersumbatnya kan di situ. Apalagi posisinya itu dekat ke simpang Zainul Arifin, sehingga antrean kenderaan kerap panjang terjadi,” terangnya.

Antrean Premium Terjadi di Sejumlah SPBU

TRIADI WIBOWO/SUMUT POS-- Sebuah SPBU di jalan Sm.Raja tutup karena tidak ada stok BBM jenis premium,selasa (15/1)
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS–
Sebuah SPBU di jalan Sisingamangaraja tutup karena tidak ada stok BBM jenis premium.

SUMUTPOS.CO – Antrean bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium terjadi di sejumlah SPBU di Medan dan sekitarnya. Hal ini dipicu naiknya harga BBM jenis Pertalite yang kini mencapai Rp7.800 per liter. DPR RI pun diminta bersuara soal ini.

Seorang pengendara Ismed, yang hendak mengisi bahan bakar di SPBU Jalan Perhubungan Laut Dendang, Deliserdang mengaku kecewa karena akhirnya tidak mendapatkan premium. Padahal dirinya harus menunggu antrean panjang kendaraan lain baik jenis sepeda motor maupun mobil yang juga ikut mengantri di mesin yang sama.

“Dari tadi nunggu ngantre panjang, pas giliran saya, premiumnya pun habis. Kecewa juga, tapi mau bagaimana lagi, terpaksa beli Pertalite lah, kalau tidak tak bisa pulang,” katanya saat ditemui Sumut Pos, Selasa (1/5).

Begitu juga dengan SPBU di kawasan Jalan Sisingamangaraja Medan. Kondisi SPBU yang tidak begitu besar, membuat antrean kendaraan khususnya roda empat memanjang hingga ke jalan dan membuat kemacetan hingga ratusan meter.

Pantauan Sumut Pos, selain sepeda motor dan becak, mobil pribadi juga mengantre untuk mendapatkan BBM bersubsidi itu. Sebab untuk harga kenaikan harga Pertalite membuat mereka mencair alternatif mengisi bahan bakar jenis Premium. Hal itu dibenarkan seorang pengemudi taksi daring yang enggan menyebutkan namanya. Mereka memilih antre karena harga BBM subsidi jauh lebih murah yakni Rp6.550.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi D DPRD Sumut Satrya Yudha Wibowo mengatakan, persoalan antrean Premium karena kuota yang tersedia tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya sepeda motor jenis bebek dan angkutan umum (plat kuning).

“Kita minta pemerintah melihat ini. Jangan masyarakat yang sudah susah ini, dipersulit lagi dengan kelangkaan premium. Kalau memang masih ada, sampaikan saja berapa kuota dan dimana saja dijual,” ujar Satrya yang menduga ada yang tidak beres soal data alokasi premium di lapangan.

Dirinya juga meminta agar DPR RI bersuara terkait kondisi masyarakat yang kini harus menunggu antrean panjang hanya untuk mendapatkan jatah BBM bersubsidi. Sebab menurutnya, untuk jumlah kuota, seharusnya pemerintah mencukupkan untuk kebutuhan masyarakat. Karena pada umunya, jenis Pertalite maupun Pertamax dan sejenisnya, diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke atas.

“Kalau basis datanya tidak tepat, memang yang terjadi, orang mampu itu ikut beli Premium. Jadi yang dilihat itu bukan kendaraannya, tetapi kebutuhan masyarakat,” sebut anggota Fraksi PKS itu.

Selain itu, pihaknya juga akan mendatangi BOH Migas di Jakarta untuk melihat seperti apa alokasi BBM bersubsidi di Sumut. Sekaligus menyampaikan kondisi masyarakat yang sekarang terjadi antrian panjang di sejumlah SPBU. (bal/ila)

 

Gedung Dakwah Baru Muhammadiyah Segera Dibangun 7 Lantai

Gubsu meletakkan batu pertama pembangunan Gedung Dakwah Baru Muhammadiyah.
Gubsu meletakkan batu pertama pembangunan Gedung Dakwah Baru Muhammadiyah.

SUMUTPOS.CO – Gedung Dakwah PW Muhammadiyah Sumut di Jalan Sisingamangaraja Medan segera dibangun tujuh lantai menggantikan gedung lama yang berusia 50 tahun. Untuk tahap awal, bantuan diberikan Pemerintah Provinsi sebesar Rp10 Miliar.

Gubernur Sumut Dr HT Erry Nuradi dalam sambutannya pada peletakan batu pertama, Minggu (29/4), berharap pembangunan Gedung Dakwah dan Masjid PW Muhammadiyah Sumut selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama. Sebab, untuk tugas dakwah, dibutuhkan juga sarana yang memadai seperti gedung yang representatif. Karena itu, dirinya menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) berkepentingan agar semua unsur masyarakat bisa saling membantu.

“Walaupun bantuan ini belum mencukupi (biaya membangun) satu gedung, paling tidak, bantuan Pemprov bisa mengetuk hati semua pihak untuk mau membantu,” kata Gubernur yang sebelumnya juga melepas peserta Pawai Ta’aruf (jalan santai) warga Muhammadiyah.

Ketua PW Muhammadiyah Sumut Hasimsyah Nasution mengatakan, keberadaan ormas ini sudah memasuki 108 tahun sejak didirikan. Begitu juga gedung dakwah PWM yang berdekatan dengan kantor PW Al-Washliyah, usianya sudah 50 tahun.”Saya yakin bisa selesai dua tahun. Tetapi saya ingatkan, jangan sampai warga Muhammadiyah tidak ada sumbangsihnya untuk gedung ini. Baik secara pribadi maupun struktural,” sebutnya.

Ketua Panitia Pembangunan Gedung Dakwah PWM Sumut Ibrahim Sakti Batubara menyebutkan, bantuan dana senilai Rp10 miliar dari APBD Sumut, akan digunakan sebagai tahap awal membangun rumah besar Muhammad di Sumut. Karena itu, dirinya mengapresiasi dan penghargaan kepada Gubernur Sumut Dr HT Erry.

Sedangkan Ketua Panitia Tabligh Akbar Muslim Simbolon menjelaskan, kebahagiaan sekaligus penghormatan setinggi-tingginya kepada Gubernur Sumut yang hadir dalam acara tersebut. Meskipun diakuinya, Gubernur juga punya kesibukan lain yang harus dilaksanakan.

“Saya bangga Gubernur hadir hari ini. Perhatian beliau kepada Muhammadiyah cukup besar. Sehingga pantas, di penghujung masa baktinya, kita mendoakan yang terbaik untuk Pak Tengku Erry Nuradi, setidaknya jadi Menteri. Karena itu, atas nama panitia, kami sampaikan terimakasih,” kata Muslim.

Pada kesempatan itu, Gubernur bersama tokoh lainnya, meresmikan pembangunan gedung dakwah PW Muhammadiyah Sumut ditandai dengan penekanan tombol sirene dan peletakan batu pertama. Sebagai penghargaan warga, dirinya dinobatkan sebagai Tokoh Peduli Dakwah Muhammadiyah, bersamaan dengan penyerahan keris sebagai tanda dan doa agar mantan Bupati Sergai itu, menjadi tokoh nasional di masa mendatang.

Hadir di antaranya Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman, Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw bersama Wakapolda dan jajaran, Rektor UMSU H Agussani, Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional Sutrisno Bachir, Ketua Kwartir Nasional Hizbul Wathan Muhdi PR, Ketua Komisi 7 DPR RI Gus Irawan serta sejumlah tokoh lainnya. (bal/ila)

 

Empat Penganiaya Bripka Erick DPO

Foto: Fachril/Sumut Pos Wadir Reskrimum Polda Sumut, AKBP Andre Setiawan didampingi Kasubdit III/Umum, AKBP Maringan Simanjuntak dan Kanit Ranmor, Kompol Anjasmara memaparkan kedua pelaku penganiayaan Bripka Erick Tambunan di Mapolda Sumut.
Foto: Fachril/Sumut Pos
Wadir Reskrimum Polda Sumut, AKBP Andre Setiawan didampingi Kasubdit III/Umum, AKBP Maringan Simanjuntak dan Kanit Ranmor, Kompol Anjasmara memaparkan kedua pelaku penganiayaan Bripka Erick Tambunan di Mapolda Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim gabungan Polda Sumut dan Polrestabes Medan sudah membekuk 2 pelaku penganiayaan Bripka Erick Tambunan. Sementara, empat pelaku lainnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Dua tersangka sudah kita amankan di Riau, Pekanbaru dan 4 orang lagi masih dalam pencarian dan sudah kita masukkan ke DPO,” ungkap Wadir Reskrimum Polda Sumut, AKBP Andre Setiawan didampingi Kasubdit III/Umum, AKBP Maringan Simanjuntak, Senin (30/4).

Andre menjelaskan, dua pekan setelah kejadian, tim gabungan akhirnya meringkus keduanya di Air Molek, Pasir Penyu, Indragiri Hulu, Riau, Sabtu (28/4).

“Keduanya diringkus dari dua TKP berbeda Inhu riau,” katanya.

Andre mengatakan korban dan tersangka awalnya tidak saling kenal. Tersangka (Ayub dan Ramki) hanya mengetahui nama inisial dari korban.

“Saat pengeroyokan terjadi, para tersangka tidak mengetahui kalau Erick merupakan anggota polisi,” katanya.

Pengeroyokan terjadi akibat korban dan pelaku bersenggolan di salah satu lokasi hiburan malam. Ia mengaku karena hal itu, keenam pelaku langsung mengeroyok Bripka Erick Tambunan ketika mereka mengetahui kalau korban berada di Kampung Kubur.

“Modus pelaku melakukan pengeroyokan Bripka Erick Tambunan karena sakit hati saat senggolan di satu tempat. Sehingga saat korban (Erick) datang ke TKP langsung Ayub dan Ramki bertanya dimana Erick dan langsung dilakukan pemukulan saat mengetahui keberadaan korban,” paparnya.

Siapa dalang pengeroyokan? Andre mengaku penganiayaan itu diotaki Ayub.

“Karena begitu ada di Erick di kampung sejahtera, Ayub yang langsung mengatakan ayok kita jumpai dia di bawah. Karena omongan Ayub makanya 5 orang lainnya turun dan melakukan pemukulan secara bersama-sama,” urainya seraya menyatakan pengeroyokan terjadi karena Erick berselisih paham dengan adiknya Ramki bernama Karen (DPO) di satu tempat hiburan malam di Jalan Mangkubumi.

Andre mengaku, pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan kepada teman perempuan Bripka Erick Tambunan yang menyuruh korban untuk datang ke Kampung Kubur.

“Mereka (Erick dan Dina) hanya berteman. Jadi tidak ada modus si perempuan untuk menjebak,” kata Andre seraya menyatakan Dina tidak ditahan karena tidak terlibat.

Sementara, masalah Bripka Erick Tambunan sering ke Diskotik, Andre menyatakan hal itu akan didalami.

Atas perlakuannya, para tersangka dikenakan hukuman maksimal 6 tahun penjara. Karena sudah melanggar Pasal 170 KUHPidana tentang kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan luka-luka.(mag-1/ala)

 

 

 

 

Tamin Sukardi Ajukan Eksepsi

SIDANG: Tamin Sukardi alias Tan Tien Su menjalani sidang di PN Medan, Senin (30/4).
SIDANG: Tamin Sukardi alias Tan Tien Su menjalani sidang di PN Medan, Senin (30/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Pengusaha Tamin Sukardi alias Tan Tien Su kembali menjalani sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (30/4) lalu. Tamin didakwa telah menyelewengkan aset tanah negara dengan nilai lebih dari Rp132 miliar.

Tamin diduga telah menjual lahan seluas 74 hektare di Pasar IV Desa Helvitia, Labuhan Deli, Deliserdang. Padahal areal itu masih tercatat sebagai aset PTPN II (Persero).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Salman menyatakan, Tamin telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 juncto Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

“Perbuatan terdakwa Tamin Sukardi bersama-sama dengan Tasman Aminoto, Sudarsono dan Misran Sasmita telah memperkaya diri terdakwa Tamin Sukardi,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Salman pada sidang sebelumnya, Senin (2/4).

Menanggapi dakwaan JPU pada sidang sebelumnya, tim kuasa hukum terdakwa, Suhadi SH dan rekan langsung mengajukan eksepsi.

“Kami menolak seluruh dakwaan jaksa, karena dakwaan tersebut cacat hukum. Dalam hal ini, terdakwa tidak merampas lahan milik PTPN II. Bila pun ada kerugian negara, seharusnya itu dibuktikan oleh adanya bukti audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), karena BPK lah yang berhak,” tutur Suhadi pada sidang yang berlangsung Senin (30/4) di ruang sidang Cakra Utama Pengadilan Negeri (PN) Medan.

“Tetapi untuk kasus ini, tidak menggunakan audit dari BPK. Melainkan dari konsultan pajak yang sama sekali tidak ada wewenangnya untuk menentukan adanya kerugian negara dalam hal ini,” sambung Suhadi didepan majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo SH MH.

Sebelumnya dalam dakwaan JPU, perkara tindak pidana korupsi ini bermula pada tahun 2002. Saat itu, terdakwa mengetahui sekitar 106 hektare diantara lahan PTPN 2 di Desa Helvetia, Deliserdang dikeluarkan atau tidak diperpanjang Hak Guna Usaha (HGU)-nya.

Terdakwa bermaksud menguasai dan memiliki tanah yang tidak diperpanjang HGU-nya. Langkah itu berbekal 65 lembar Surat Keterangan Tentang Pembagian dan Penerimaan Tanah Sawah/Ladang (SKTPPSL).

Penjual Obat Ditangkap Usai Bunuh Partner Mabuk

Tikam-Ilustrasi.
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polisi menangkap seorang pria yang berprofesi sebagai penjual obat. Tersangka ditangkap lantaran kasus pembunuhan yang terjadi di lapo tuak kawasan Jalan SM Raja, Medan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira menjelaskan, tersangka yang diamankan bernama Supriman alias Kevin (24). Tersangka diamankan di salah satu kawasan di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

“Motif pembunuhan lantaran cekcok di kawasan lapo tuak,” kata AKBP Putu Yudha.

Dijelaskannya, kasus ini terungkap setelah pihaknya mendapati laporan adanya mayat Mr X di Sungai Denai, Jumat (28/4) lalu. Di lokasi, ditemukan 1 Surat Ijin Mengemudi (SIM) dengan identitas Idham Khalid Nasution (54).

Polisi kemudian menyambangi rumah pemilik SIM tersebut. Kepada polisi, Idham mengaku SIM nya dibawa oleh korban Dorlan.

“Ternyata identitas korban bernama Dorlan Pakpahan (44) asal Tapanuli Utara. Korban dan pelaku saling mengenal dan biasa minum di lapo tuak itu,” ujarnya.

Putu menjelaskan, pembunuhan ini bermula ketika korban melintas di warung tuak Jalan SM Raja, tepatnya di jembatan sungai Asahan Medan Amplas. Korban yang merupakan rekan tersangka minum tuak menolak saat diajak oleh pelaku.

Percecokan terjadi, korban yang merasa ditantang oleh pelaku kemudian memukulnya dengan batu. Tak terima, pelaku melawan hantaman batu yang dilayangkan korban.

“Pelaku membalasnya dengan menikam punggungnya menggunakan pisau sebanyak satu kali, hingga membuat korban terjatuh ke dalam sungai,” jelasnya.

Polisi yang mendapat laporan penemuan mayat korban pembunuhan ini, kemudian melakukan penyelidikan dan mengamankan tersangka yang berusaha kabur di kawasan Serdang Bedagai.

“Dia (pelaku) sehari-harinya penjual obat di kawasan Simpang Limun,” tandasnya. (dvs/ala)

 

Porwil Medan 2018, Medan Baru Kuasai Kempo

BERSAMA: Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani bersama atlet kempo Porwil Medan 2018, Selasa (1/5). (IST/Sumut Pos)
BERSAMA: Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani bersama atlet kempo Porwil Medan 2018, Selasa (1/5). (IST/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keseriusan KONI Kecamatan Medan Baru membina atlet mulai membuahkan hasil. Untuk pertama kalinya, mereka berhasil menjadi juara umum cabang kempo pada Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Kota Medan 2018 di Aula Kantor Camat Medan Baru, Selasa (1/5).

Medan Baru menjadi terbaik usai mengumpulkan 6 emas, 2 perak dan 2 perunggu. Mereka mengalahkan Medan Selayang yang berada di posisi kedua dengan 2 emas, 4 perak dan 3 perunggu. Peringkat ketiga direbut Medan Petisah dengan 2 emas, 3 perak dan 4 perunggu.

Medali emas Medan Baru disumbangkan Fery Wahyu dari kelas randori 60 kg putra, Billy di kelas 45-50 putra, M Faiz di randori 40-65 kg putra, Adelia Putri di randori 40-45 kg putri, embu berpasangan campuran dan embu beregu campuran.

“Ini merupakan hasil luar biasa. Untuk pertama kalinya kita berhasil menjadi juara umum kempo. Hasil ini akan memotivasi kami untuk mendirikan dojo kempo di Medan Baru,” ujar Koordinator KONI Kecamatan Medan Baru, Bernard Sibagariang.

Pertandingan cabang kempo ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani. Dia turut memberikan motivasi kepada para peserta untuk lebih serius berlatih. Apalagi, juara dari Porwil Medan 2018 ini merupakan cikal menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di Sumut dan Aceh.

“Sumut akan menjadi tuan rumah PON 2024. Itu merupakan kesempatan kalian untuk berprestasi. Jadi jangan buang kesempatan, terus tingkatkan kemampuan dengan latihan keras,” pesan Eddy Sibarani.

Eddy juga menyinggung tentang perpindahan atlet kempo asal Medan ke sejumlah daerah. Dia meminta agar Perkemi Sumut harus mengambil tindakan. Pasalnya para atlet tersebut pindah tanpa rekomendasi dari KONI Kota Medan. “Seharusnya para atlet itu tidak dibenarkan tampil di selekda, karena mereka pindah tanpa rekomendasi. Ini harus menjadi pelajaran kita semua tentang perpindahan atlet,” jelasnya.

Yang pasti, perpindahan atlet tersebut sudah merugikan Kota Medan. Pasalnya Medan sudah membina, namun hasilnya dicaplok daerah lain. “Meski begitu, kita tidak patah semangat. Sesuai dengan misi Pemko Medan menjadikan Medan Kota Atlet, kita tetap membina dan menghasilkan atlet,” tandasnya.

Ketua Panitia Ir Dial Rizal melaporkan, cabang kempo Porwil Medan 2018 ini diikuti 41 atlet dari 6 kecamatan di Wilayah II. Even ini mempertandingkan 10 nomor dengan rincian 8 kelas randori dan 2 kelas embu. “Pengalungan medali akan dilakukan pada penutupan Porwil, 5 Mei mendatang,” pungkasnya. (dek)