Home Blog Page 6391

Indonesia v Uzbekistan: Coba Strategi Berbeda

Evan Dimas Darmono dan Febri Haryadi mengikuti latihan perdana Timnas U-23.
Evan Dimas Darmono dan Febri Haryadi bertekad menang di laga pamungkas.

SUMUTPOS.CO – Tim nasional Indonesia U-23 belum meraih kemenangan di Anniversary Cup. Bahkan tim besutan Luis Milla belum berhasil mencetak gol. Untuk itu skuad Merah Putih siap memaksimalkan laga ketiga kontra Uzbekistan demi meraih poin.

Memang kans untuk juara sudah tertutup. Saat ini Bahrain memimpin klasemen dengan empat poin. Diikuti Uzbekistan dan Korut dengan masing-masing dua poin. Sementara Hansamu Yama dkk berada di posisi juru kunci.

Untuk itu Luis Milla menyiapkan strategi berbeda dari dua laga sebelumnya. Kemungkinan timnas akan main dengan dua penyerang Lerby Leandri dan Ilija Spasojevic.

“Instruksi dari Luis Milla memang berbeda seperti saat melawan Korea Utara. Jadi, lawan Uzbekistan nanti berbeda lagi instruksinya. Semoga kami bisa menjalankan instruksi yang diberikan pelatih,” kata penyerang Ilija Spasojevic seusai berlatih di Stadion Pakansari, Rabu (2/5).

Spaso menjelaskan bahwa Uzbekistan memiliki beberapa pemain berbahaya. Namun, menurut Spaso, Uzbekistan memiliki permainan yang tak seagresif Korea Utara. “Namun, pelatih Luis Milla sudah memberitahu kami cara mengantisipasi pemain Uzbekistan,” ujar Spaso.

Indonesia memang diharapkan bisa memenangi laga mengingat pasukan Luis Milla gagal meraih tiga poin dalam dua laga. Setelah dikalahkan Bahrain (0-1), Indonesia bermain imbang 0-0 dengan Korea Utara.

Sementara Uzbekistan berada di peringkat kedua dengan mengoleksi 2 poin. Sebagai persiapan melawan Uzbekistan, Milla mengasah penyelesaian akhir dan crossing anak asuhnya dalam latihan tadi.

Sementara itu juara Piala Asia U-23, Uzbekistan sudah siap untuk menghadapi Indonesia. Menurut pelatih Ravshan Khaydarov, sektor sayap menjadi keunggulan Indonesia. Lini sayap tim besutan Luis Milla memiliki Febri Hariyadi, Saddil Ramdani, Osvaldo Haay, dan Egy Maulana Vikri.

Pada laga melawan Korea Utara, Luis Milla menurunkan Febri dan Saddil sebagai starter. “Terutama di sayap kiri. Indonesia punya pemain bagus di sektor itu,” katanya.

Hal kedua adalah permainan cepat yang diperagakan Evan Dimas dkk. Dalam hal ini, kemampuan individu pemain Indonesia yang menjadi perhatian Uzbekistan. “Indonesia memiliki permainan yang cepat, terutama pemain yang mempunyai skill individu.Selain lini sayap, tackling pemain Indonesia juga kami antisipasi,” ucap pelatih berusia 56 tahun itu. (bbs/don)

Edy Minta Skuad PSMS Dievaluasi

Ketum PSSI, Edy Rahmayadi.
Edy Rahmayadi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Edy Rahmayadi ternyata selalu mengikuti perkembangan PSMS Medan. Dan penasehat PSMS tersebut mengaku kecewa dengan performa tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut.

Terlebih dalam tiga laga tandang yang sudah dijalani, PSMS tak sekalipun menang. Terbaru PSMS dibantai Persela Lamongan 4-1. Di laga away sebelumnya PSMS juga dihajar PSIS Semarang dengan skor yang sama.

Melihat kondisi PSMS yang susah menang di partai away tersebut, Edy Rahmayadi ingin manajemen melakukan evaluasi di skuad PSMS. “Tim harus dievaluasi terutama pemain asing. Kekalahan atas Persela harus dievaluasi betul-betul itu,” kata Edy Rahmayadi yang juga ketua umum PSSI non aktif tersebut, Senin (30/4/2018).

Setelah susah payah ikut mendukung PSMS promosi ke liga tertinggi di tanah air, Edy khawatir kalau PSMS kembali degradasi. “Evaluasi harus cepat dilakukan agar performa tim bisa meningkat lagi,” tandasnya.

Harapan Edy, PSMS yang merupakan klub kebanggaan masyarakat Medan dan sekitarnya, harus tetap bertahan di Liga 1. “Karena sejak dulu PSMS itu klub besar tanah air. Jangan sampai main di liga rendah,” beber mantan pangkostrad tersebut.

Soal pemain asing musim ini, Edy ingin meluruskan isu yang berkembang bahwa pemain bernama Wilfried Yessoh dikabarkan dikontrak Rp5,5 M. “Tidak ada pemain yang kontraknya sampai 5 miliar,” papar Edy. (prn/don)

Beban PSMS Cukup Berat

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Frets Butuan cs berambisi mencuri poin di kanadng Persela Lamongan, Minggu (29/4) malam nanti.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Frets Butuan cs dalam tekanan harus menang saat hadapi Barito di Stadion Teladan, Sabtu (5/5).

SUMUTPOS.CO – PSMS mengakui dalam posisi terbebani pasca kekalahan 1-4 dari Persela. Menghadapi Barito Putera di Stadion Teladan, Sabtu (5/5), tim besutan Djadjang Nurdjaman berharap dapat keluar dari tekanan.

Djadjang menekankan kepada pemain untuk tidak lagi melakukan kesalahan yang sama. Meski tampil menguasai laga tapi hasil akhir justru buruk.

“Pasti banyak evaluasi, sori belakangan saya agak kencang kepada pemain. Apa yang saya sampaikan sebelum pertandingan terjadi. Hanya persoalan konsentrasi dan fokus itu terulang. Kalau kalian lihat di tv possession kita menang tapi bukan itu. Hasil akhir. Gol yang terjadi terlalu gampang. Itu kenapa saya marah kepada pemain,” kata Djadjang usai latihan Rabu (2/5)

“Tapi okelah, saya ajak mereka lupakan itu. Tapi pertandingan di kandang ini menjadi sulit. Karena harus ada keharusan menang. Tidak ada pertandingan yang dengan rileks kami hadapi di sini. Sama halnya ketika sebelumnya menghadapi Persija pergi kalah lagi, pulang menjadi berat lagi. Tapi itu harus kami perjuangkan.”

Berada di papan bawah klasemen di posisi ke-16 diakui Djanur bukan hal yang diharapkan. Namun menurutnya posisi di klasemen masih cukup ketat. “Pasti terbebani walaupun sebenarnya kalau menang bisa naik jauh lagi di klasemen. Karena timnya satu sama lain tidak jauh poinnya,” katanya.

Soal Barito yang sedang dalam tren positif di bawah asuhan Jacksen F Tiago, Djanur mengakui akan jadi lawan yang berat. Namun dia berharap pemain segera keluar dari tekanan.

“Barito tim kuat. Mereka bisa menang lawan Bhayangkara 3-0. Kita juga pernah menghadapi mereka di uji coba dengan skor 2-2. Tapi itu tidak jadi patokan. Saat ini mereka lebih siap. Sementara kami masih dalam keadaan seperti ini. Beban pasti, tapi saya pribadi dan pemain terbiasa main dengan beban dan tekanan. Kami akan coba keluar dari itu.”

Paranormal Nyerah, Keluarga Pasrah

Foto : FAMO/SUMUT POS LOKASI: Sungai Idanoi, lokasi korban hanyut setelah rakitnya terbalik.
Foto : FAMO/SUMUT POS
LOKASI: Sungai Idanoi, lokasi korban hanyut setelah rakitnya terbalik.

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO –Hingga kemarin (2/5), upaya pencarian Yuliati Zai (60) warga Desa Luahalarga, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli yang hanyut di Sungai Idanoi pada Kamis (26/4),  belum juga ditemukan meski sudah mengerahkan lima orang paranormal. Belakangan, kelima paranormal pun angkat tangan alias menyerah untuk mencari korban.

Hal itu diungkapkan menantu korban, Asazalulu Zebua (44) alias Ama Meni saat ditemui Sumut Pos di rumahnya, Selasa (1/5) di Desa Luahalaraga.

Menurut Asazalulu, sejak korban hanyut 5 hari yang lalu, pihak keluarga yang dibantu Tim Sar Gabungan setiap hari melakukan pencarian hingga malam hari.

Bahkan paranormal yang didatangkan pihak keluarga pun sepertinya tak dapat berbuat banyak, bahkan salah seorang di antaranya  menyarankan kepada keluarga agar tidak mencari korban lagi.

“Sudah lima orang dukun kami undang untuk membantu mencari, berbagai ritual sudah dilakukan, termasuk kami keluarga juga ritual sudah dilakukan di tepi sungai, namun belum berhasil. Kalau sudah begini, apa lagi yang bisa kami buat pak, kami sudah pasrah,”ujar Ama Meni.

Terpisah, Kepala Dusun I, Desa Ononamolo I Lot, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli Yosep Zebua saat dihubungi lewat telepon mengatakan, selama ini warga yang hendak ke ladangnya hanya menggunakan rakit terbuat dari bambu.

Yosep pun meminta agar Pemerintah Kota Gunungsitoli membangun jembatan gantung di atas Sungai Adonai.

“Sungai ini sudah banyak makan korban. Saya mewakili warga Gunungsitoli Selatan, berharap kepada Pemerintah untuk membangun jembatan, sehingga kejadian orang hanyut di Sungai Idanoi ini tidak terulang lagi”,harapnya.  (mag-9/han)

 

 

Galian C Ilegal Tetap Beroperasi

Foto: Batara/Sumut Pos Dantruk bermuatan material galian C masih tetap beroperasi di Dusun XII Desa Wonosari, Kabupaten Deliserdang.
Foto: Batara/Sumut Pos
Dantruk bermuatan material galian C masih tetap beroperasi di Dusun XII Desa Wonosari, Kabupaten Deliserdang.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO -Aktivitas galian C di Dusun XII, Desa Wonosari, Kecamatan Lubukpakam, terus beroperasi meski tidak mengantongi ijin Analisi Dampak Lingkungan dari Kabupaten Deliserdang.

Hal tersebut diakui Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Deliserdang, Artini S Marpaung dengan tegas, bahwa kegiatan pengorekan tanah di Dusun XII Desa Wonosari tidak pernah mengurus ijin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

Disebutkanya, menjadi sebuah keharusan bagi pengusaha atau pelaku penambangan baik itu golongan A,C dan lainnya wajib terlebih dahulu mengajukan dokumen Amdalnya.

“Meski izin dari Provinsi, tetapi ijin Amdalnya harus urus di kabupaten karena dinas yang terkait berada di kabupaten,”ungkapnya.

Karena itu, lanjutnya, aktivitas galian C di Dusun XII Desa Wonosari tersebut adalah Ilegal atau tak memiliki ijin.

Bila tak memiliki izin, maka akibat operasionalnya akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan setempat.

“Kita minta pihak pihak terkait agar segera menindaknya,”bilangnya.

Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTP) Pemkab Deliserdang, Jonas Damanik menegaskan meski soal pengurusan izin pertambangan di Provinsi Sumatera Utara, pihaknya akan mendapat informasi di kawasan mana saja lokasi yang boleh dilakukan penambangan.

“Ngak boleh itu di Desa Wonosari dilakukan pertambangan. Apalagi alasan untuk menurunkan permukaan sawah, itu tak boleh,”bilang Jonas.

Sementara itu, hasil pantauan Sumut Pos di lokasi aktivitas Galian C Ilegal di Dusun XII Desa Wonosari, satu unit alat berat akskavator hilir mudik untuk menaikkan bahan galian berupa tanah ke damtruk yang mengantri.

Akibat damtruk yang melintas bertonase berat, maka jalan poros yang menghubungkan Desa Pardamean dan Desa Wonosari mengalami kerusakan. Kerusakan terjadi pada badan jalan yang mengalami retak retak, hingga mengkibatkan kubangan di badan jalan.(btr/han)

Nilai Rupiah Melemah, Perbankan Tidak Goyah

Rupiah melemah terhadap Dolar Amerika.
Rupiah melemah terhadap Dolar Amerika.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Nilai rupiah yang melemah diyakini tidak akan membuat perbankan goyah.

Per 30 April, kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat rupiah per dolar Amerika Serikat (USD) berada di level Rp 13.877.

Sementara itu, di kurs spot Bloomberg, rupiah berada di level Rp 13.913. Sepanjang tahun ini, rupiah melemah 2,47 persen terhadap USD.

Meski begitu, perbankan diyakini masih cukup kuat dalam menghadapi tekanan fluktuasi nilai tukar.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan stress test kepada industri perbankan.

OJK menilai perbankan mempunyai rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) 22,67 persen serta kredit macet atau non performing loan (NPL) di kisaran 2,75 persen.

’’Kami sudah bilang sebelumnya bahwa ada rebalancing portofolio. Permodalan bank kita relatif lebih tinggi dibanding negara-negara lain,’’ ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Selasa (1/5).

Pertumbuhan kredit pada Februari lalu mencapai 8,54 persen. Angka itu lebih tinggi dibanding pertumbuhan kredit pada Februari 2017 yang sebesar 8,22 persen.

Untuk dana pihak ketiga (DPK), ada penurunan dari 8,44 persen pada Februari 2017 menjadi 7,66 persen pada periode yang sama 2018.

Likuiditas bank dinilai masih cukup banyak. Bahkan, bank masih bisa meningkatkan penyaluran kredit.

Wimboh menyebut tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari sisi likuiditas.

Namun, bank tetap harus hati-hati dalam mengontrol risiko agar tidak terjadi kenaikan NPL.

Corporate Secretary PT Bank Mandiri Tbk Rohan Hafas mengatakan, rata-rata bank cukup hati-hati dalam menyalurkan kredit valas.

Dengan demikian, risiko nilai tukar tidak berdampak langsung pada permodalan bank.

Bank juga sudah mendorong agar nasabah melakukan lindung nilai atau hedging pada nasabah yang punya penghasilan dalam USD.

’’Tidak ada masalah,’’ ujar Rohan. (rin/c17/sof/ram)

 

 

Harga Bawang Merah Mulai Naik

Foto: Parlindungan/Sumut Pos Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan, Khairudin Lubis saat menanyai pedagang.
Foto: Parlindungan/Sumut Pos
Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan, Khairudin Lubis saat menanyai pedagang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Medan menurunkan Tim Monitoring Satgas Ketahanan Pangan Kota Medan meninjau sejumlah pasar tradisionil di Kota Medan, Rabu (2/5). Peninjauan dilakukan untuk mengecek ketersediaan bahan kebutuhan pokok dan memantau harga yang pada umumnya mengalami kenaikan menjelang bulan Ramadan dan perayaan Hari raya Idul Fitri 1439 H.

Dalam melakukan pemantauan tersebut, DKP membentuk 3 tim yang terdiri dari unsur  Kajari Medan, Polrestabes Medan, Bulog, Pertamina, Denpom I/5 Medan, Dandim 0201/BS, Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, Dinas Perhubungan, PD Pasar, Komisi Pengawas Pesaingan Usaha (KPPU), Dinas Pertanian dan Perikanan, Bagian Humas dan Bagian Hukum Setdakot Medan.

Untuk pemantauan tersebut, ada 4 pasar yang ditinjau yakni Pusat Pasar, Pasar Palapa Brayan, Pasar Marelan dan Pasar Belawan. Dari hasil peninjauan yang dilakukan, ketersediaan bahan kebutuhan pokok sampai  saat ini masih relatif aman dan harganya belum mengalami kenaikan signifikan kecuali bawahng merah.

Berdasarkan peninjauan yang dilakukan di Pusat Pasar, Tim Monitoring Satgas Ketahanan Pangan Kota Medan mendapati  harga bawang merah mengalami kenaikan hingga Rp35.000/kg. Padahal sebelumnya harga bawang merah hanya berada di kisaran Rp25.000/kg. Menurut pengakuan sejumlah pedagang, kenaikan itu terjadi karena stok bawang merah berkurang.

“Stok bawang merah yang ada tidak mencukupi untuk mensuplai seluruh pedagang, terutama pedagang bawang  yang ada di Kota Medan. Kondisi ini terjadi dalam beberapa hari belakangan ini. Itu sebabnya harga bawang merah mengalami kenaikan,”  ungkap seorang pria paro baya pedagang bawang.

Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan DKP Kota Medan, Khairuddin Lubis menyatakan kenaikan harga barang ini akan disampaikan kepada Kadis Ketahanan Pangan selaku pemimpin yang menurunkan Tim Monitoring Satgas Ketahanan Pangan Kota Medan.

“Harga bawang merah sudah mengalami kenaikan, dan semua apa yang kita terima akan disampaikan kepada Kadis,” ujarnya.

Sementara itu harga bahan kebutuhan pokok lainnya belum mengalami kenaikan seperti cabai merah Rp26.000/kg, cabai rawit Rp25.000/kg, bawang putih Rp20.000/kg,  telur ayam Rp1.100 sampai Rp1.300 perbutir, daging sapi segar Rp110.000/kg, daging sapi beku Rp75.000-Rp.80.000/kg, beras premium Rp13.300/kg, beras IR Rp10.000/kg serta beras kuku balam Rp11.000/kg.

Sebelum meninggalkan Pusat Pasar, tim sempat menyambangi grosir bawang  untuk menanyakan harga tolak kepada pedagang bawang. Dari pengakuan pihak grosir, harga bawang yang mereka jual kepada pedagang bawang merah Rp25.000/kg, sedangkan bawang putih Rp.12.000/kg.

“Kenaikan harga bawang merah terjadi karena stok menipis sehingga suplai kepada pedagang bawang berkurang. Untuk memenuhi kekurangan, mereka akan mendatangkan stok dari Brebes, Jawa Tengah dan Solok, Sumatera Barat selaku sentra bawang merah di Indonesia,” jelas pihak grosir. (ain/ram)

Pelapor Djarot Mengaku Diintimidasi

LAYANI: Staf Bawaslu Sumut melayani pelaporan dugaan intimidasi dari warga bernama Hendra Nugraha, didampingi Tim Kuasa Hukum Eramas di kantor Bawaslu Sumut, Jl. H Adam Malik Medan, Selasa (1/5) malam. IST
LAYANI: Staf Bawaslu Sumut melayani pelaporan dugaan intimidasi dari warga bernama Hendra Nugraha, didampingi Tim Kuasa Hukum Eramas di kantor Bawaslu Sumut, Jl. H Adam Malik Medan, Selasa (1/5) malam. IST

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Belum lagi beres soal laporan dugaan politik uang, pasangan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara (Cawagubsu) Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) kembali dilaporkan warga ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut. Dia adalah Muhammad Hendra Nugraha, warga penerima paket sembako di area Pasar Merah Timur Kecamatan Medan Area yang melaporkan paslon nomor urut dua itu.

Dirinya tiba di Kantor Bawaslu Sumut Jalan H Adam Malik Medan, Selasa (1/5) sekitar pukul 19:45 WIB untuk melaporkan adanya intimidasi dari tim Djoss setelah menerima paket sembako dari mereka. Kehadirannya turut didampingi tim pengacara Eramas, Idharul Haq dan Zulfikri Lubis.

Laporan Hendra diterima staf Bawaslu Sumut bernama Kristo Sagala. Laporan sempat tertunda 30 menit karena menunggu staf pengaduan yang piket dan mencari stempel tanda terima laporan.

Usai membuat laporan, kepada wartawan Hendra mengaku dirinya mendapatkan bungkusan sembako yang dibagi-bagikan tim sukses Djoss ke rumah-rumah warga di sekitar lingkungannya di Jalan Pratama Medan Area. Katanya, usai mendapatkan bungkusan tersebut dirinya langsung memposting isi bungkusan ke media sosial (medsos). Bungkusan tersebut berisikan beras, gula, minyak makan dan kaos bertuliskan Djoss.

“Begitu saya posting, saya langsung mendapat teror. Tidak hanya melalui medsos tapi melalui SMS dan telepon,” bebernya.

Lantas diakuinya, bahwa ada yang menelepon dirinya dan mengaku dari tim Djoss. Dalam komunikasi via seluler itu, orang tersebut mengancam akan melaporkannya ke polisi karena dinilai fitnah.

“Saya tidak fitnah, saya hanya memposting apa yang saya dapat. Jadi saya bukan ada niat tidak baik, tapi hanya memposting apa yang saya dapatkan,” katanya.

Hendra mengatakan, dirinya sangat berterima kasih terhadap bungkusan tersebut namun karena pilihan hatinya berbeda dengan apa yang ada di dalam bungkusan itu.

“Jadi saya ingin membeberkan fakta sebenarnya saja. Kan tidak salah kalau hati saya berbeda pilihan, jadi kenapa saat saya berbeda pilihan saya diancam-ancam,” katanya.

Selain mendapat teror SMS dan telepon dari tim Djoss dan orang yang tidak dikenal lainnya, ia pun mendapatkan SMS dari nomor tidak dikenal dengan mengatasnamakan Bawaslu Sumut. Dalam SMS itu dijelaskan bahwa Bawaslu Sumut menerima laporan adanya fitnah terhadap Djoss atas postingan yang dilakukan Hendra. Mendapat SMS tersebut, Hendra mengaku bingung dan tidak tahu harus berbuat apa.

Ketua Tim Hukum dan Advokasi Eramas, Idharul Haq didampingi Zulfikri Lubis mengaku ikut mendampingi Hendra ke Bawaslu karena pihaknya hanya tidak ingin ada seseorang atau warga yang tertindas dan terintimidasi. Apalagi menurutnya karena alasan hanya berbeda pilihan.

“Kami di sini untuk mengawal masyarakat agar bebas menentukan pilihannya dan mendorong terciptanya pemilu yang sehat dan bersih. Pak Hendra ini bukan tim sukses Eramas, tapi kami berkewajiban untuk mendampingi beliau atas apa yang dialaminya saat ini,” katanya seraya berharap Bawaslu segera memproses laporan tersebut.

Istri Minta Suami Selingkuh, Tapi Endingnya Marah-marah

SUMUTPOS.CO – Normalnya, seorang istri sakit hati jika tahu suaminya punya selingkuhan. Tapi Butet, 38, tidak demikian. Dia malah memerintahkan suaminya, Tongat, 33, mencari sandaran lain alias selingkuh. Alasannya karena sudah merasa bosan.

Tongat dengan berat hati memutuskan untuk meninggalkan Butet. Jalan perpisahan terpaksa dipilih lantaran Tongat merasa Butet sudah tak lagi mencintainya. Bahkan, dalam beberapa bulan terakhir Butet memerintahkan Tongat untuk mencari sandaran lain. “Bisa-bisanya aku disuruh selingkuh,” ujar pria asal Banyu Urip, Surabaya, Jatim.

Bukannya menolak untuk selingkuh, Tongat dengan senang hati mengiyakan perintah Butet. Hal ini dilakukan lantaran Tongat kerap tidak dijatah oleh Butet. Tongat yang haus belaian akhirnya memutuskan untuk selingkuh saja.

“Lha, pas aku minta dianya malah nyuruh aku jajan saja, atau cari pacar baru,” kata Tongat.

Setelah mendapatkan lampu hijau untuk menjalin kasih dengan orang lain, Tongat pun menjadi dekat dengan Sephia, janda muda yang tak tahu jika Tongat telah beristri. Punya pacar baru, perhatian Tongat pun terbagi.

Problem Bule Baca Disway

Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

SUMUTPOS.CO – Teman-teman saya di luar negeri ternyata mengikuti disway. Di negara masing-masing. Berkat jasa Google Translate.

Mereka pun mengadu. Saat server Disway ‘jebol’. Kebanyakan yang akses. Dua minggu lalu.

Mereka mengadu. Tidak bisa lagi mengakses Disway. Teman Singapura kirim WA. Teman Tiongkok kirim WeChat.

Teman Korea kirim KakaoTalk. Teman Amerika kirim email: mengapa tidak Disway bisa lagi akses.

Mereka pun mengkhawatirkan saya. Tidak menulis lagi? Ada masalah?

Maka saya jelaskan jalan keluarnya. Mengikuti petunjuk Mas Joko Intarto. Yang mengelola Disway: hapus dulu semua history. History akses Disway.

Biasanya pemilik HP berkapasitas besar malas cuci gudang. Merasa di zona aman.

Maka sambil bercanda saya anjurkan kepada mereka: zuhudlah. Pakailah ponsel berkapasitas 16 GB saja.

Agar rajin bersih-bersih. Sehari dua kali. Sambil mandi, eh, setiap habis mandi.

Akhirnya gol. Bisa akses kembali. Namun masih ada persoalan. Penerjemahannya tidak praktis lagi.

Dulu, begitu klik translate semua berubah ke bahasa Inggris. Termasuk setelah klik ‘read more’ sekali pun.

Tapi setelah server lebih besar tidak begitu. Di tampilan awal semua berubah ke bahasa Inggris.

Namun begitu klik ‘read more’ artikel lengkapnya kembali dalam bahasa Indonesia. Mereka harus menproses translate sendiri. Mas Joko akan memperbaikinya.

Selanjutnya saya pun ingin tahu: apakah penerjemahan profesor Google cukup baik?