Home Blog Page 6400

Tak Ada Lagi Perang!

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

KOREA, SUMUTPOS.CO  – Kim Jong-un mengagetkan banyak orang dengan mengajak sejawatnya dari Selatan, Presiden Moon Jae-in, untuk melangkahkan kaki sebentar melintasi garis demarkasi ke Korea Utara, sebelum keduanya berbalik kembali ke Korea Selatan – sambil berpegangan tangan, Jumat (27/4).

Kim Jong-un kemudian menyeberangi perbatasan dengan Presiden Korea Selatan Moon.

“Saya sangat senang bertemu anda,” kata presiden Moon.

Ini adalah pertama kalinya seorang anggota dinasti Kim yang menginjakkan kaki di wilayah Korea Selatan sejak akhir Perang Korea tahun 1953, dalam upaya terbaru untuk menyelesaikan kebuntuan terakhir dari era Perang Dingin.

Momen itu tampaknya tidak dirancang dalam peristiwa yang susunan acaranya direncanakan sangat rinci itu.

Sementara itu istri-istri kedua pemimpin akan bergabung bersama mereka hari Jumat dalam suatu jamuan makan.

Ini adalah pertemuan puncak antar-Korea yang ketiga. Dua pertemuan sebelumnya, pada tahun 2000 dan 2007, berlangsung di Korea Utara.

Tak lama kemudian kedua pemimpin negara, yang secara teknis masih dalam keadaan berperang karena tidak ada perjanjian yang mengakhiri perang Korea, menggelar pembicaraan.

Dalam perjumpaan pembuka yang hangat itu Kim jong-un mengatakan dia berharap terjadinya diskusi-diskusi ‘blak-blakan’ di antara mereka.

Sesi pertama telah selesai dan keduanya makan siang secara terpisah. Kim Yong-un kembali ke Korea Utara dengan limusin hitam yang dijaga ketat untuk makan siang. Dia akan menyeberang kembali ke perbatasan di sore hari untuk melanjutkan diskusi.

Lalu setelah dia kembali pada sore hari, Kim dan Moon mengambil bagian dalam upacara yang ditandai penanaman pohon pinus menggunakan tanah dan air dari kedua negara.

Keduanya menyekop tanah di sekitar kaki pohon dan menggali batu bertuliskan nama-nama dan jabatan resmi mereka, serta pesan yang berbunyi: “Tanamlah kedamaian dan kemakmuran.”

Sebuah perjamuan kemudian diadakan di sisi Selatan. Kim Jong-un disuguhi rösti, hidangan adonan kentang panggang ala Swiss -suatu sentilan akrab terkait masa muda Kim saat kuliah di Swiss – bersama hidangan khas Korea Utara, mie dingin, dan likor atau minuman Korea Utara yang beralkohol.

Kim didampingi sembilan pejabat terpercayanya, termasuk adik perempuannya yang kuat dan berpengaruh, Kim Yo-jong.

Beberapa bulan yang lalu Korea Utara selalu dalam retorika perang, tetapi sekarang mereka mungkin akan membahas perjanjian damai dan kesepakatan senjata nuklir.

Sebagian besar fokus KTT telah disepakati sebelumnya, tetapi banyak pengamat tetap sangat skeptis tentang tawaran Korea Utara untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir.

Betapa pun, seluruh Korea Selatan terpaku saat pemimpin kedua Korea berjabat tangan di kedua sisi perbatasan di zona demiliterisasi yang membagi kedua negara.

Edy Rahmayadi Tegas untuk Kebaikan tapi Berhati Lembut

Cagubsu Edy Rahmayadi bersama pengurus HIKMA di acara Konferda IV di Asrama Haji Medan, beberapa hari lalu.
Cagubsu Edy Rahmayadi bersama pengurus HIKMA di acara Konferda IV di Asrama Haji Medan, beberapa hari lalu.

SUMUTPOS.CO – Gordang Sembilan ditabuh, Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Nasution yang hadir lebih awal di Aula Gedung Madina Asrama Haji Medan terlihat sangat menikmatinya. Dari tempat duduknya, sesekali kepalanya bergerak mengikuti alunan Gordang sembilan dan seruling yang dimainkan secara apik oleh para pemusik.

KehadiranEdy Rahmayadi Nasution dan istri Nawal Lubis di penutupan acara Konfrensi Daerah (Konferda) VI Himpunan Keluarga Besar Mandailing (HIKMA) memang telah dinanti-nanti. Selain merupakan bagian dari keluarga besar Mandailing, peserta Konferda HIKMA juga ingin mengenal lebih dekat dengan calon pemimpin yang akan membawa Provinsi Sumut Bermartabat.

Sejumlah pujian dan harapan pun keluar dari mulut para tokoh HIKMA yang hadir malam itu. Seperti halnya Ketua Panitia Pengarah Konferda VI HIKMA, Ahmad Parlindungan Batubara.

Meskipun mengakui bahwa dalam Konferda tidak secara khusus melahirkan kesepakatan terkait sikap HIKMA terhadap dukungan kepada salah satu calon ,namun dirinya berkeyakinan ia dan bersama warga Mandailing lain menginginkan pemimpin yang bermartabat Sumut mewujudkan Eramas.

“Seperti saya meskipun saya hijau, tapi hati saya tetap nomor satu. Tapi kita ingin meminimalisir adanya gesekan karena di dalam HIKMA ini ada berbagai partai. Tapi kita sadar hampir semua Kabupaten Kota menginginkan nomor satu.  Apalagi Ketua terpilih adalah Ketua Tim Pemenangan Eramas, “ujar Ahmad Parlindungan Batubara.

Ditegaskan Parlindungan, selain alasan Edy Rahmayadi Nasution dan istri Nawal Lubis bagian dari masyarakat Mandailing,  alasan lainnya bahwa Mandailing adalah identik dengan Islam. Dan Mandailing tidak akan ingkar dengan Al-Quran.

“Untuk itu saya berpesan jangan tidak datang ke TPS nanti tanggal 27 Juni. Setelah datang ke TPS, pertama pilih satu, kedua pulang,” ujar Parlindungan disambut tepuk tangan masyarakat yang hadir.

Ketua Umum HIKMA Sumut terpilih Aswin Parinduri menegaskan bahwa masyarakat Mandailing memegang teguh pepatah atau ungkapan “somba ma mora, molong namarak boru manat markahanggi.

Dewan Singgung Kontrak Kerja PT BM

Lahan tempat pembangunan relokasi Pasar Kampunglalang tampak semal belukar karena pembangunannya tak kunjung rampung.
Lahan tempat pembangunan relokasi Pasar Kampunglalang tampak semal belukar karena pembangunannya tak kunjung rampung.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Perpanjangan kontrak kerja terhadap PT Budi Mangun (BM) oleh Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Penataan Ruang (PKP2R) Medan dipertanya Komisi D DPRD Medan. Menurut wakil rakyat tersebut, PT BM sudah gagal untuk melanjutkan proyek revitalisasi Pasar Kampung Lalang yang sempat mangkrak.

Sekretaris Komisi D DPRD Medan Salman Alfarisi mengatakan, diperpanjangnya kontrak tersebut menunjukkan inkonsistensi atau tidak konsistennya dinas terkait (PKP2R).

“Kita mempertanyakan apa dasar diperpanjangnya kontrak kerja pihak ketiga tersebut oleh Dinas PKP2R. Padahal, PT Budi Mangun sebelumnya telah wanprestasi atau gagal membangun pasar tersebut sesuai kesepakatan sewaktu rapat dengar pendapat beberapa waktu lalu,” ungkap Salman, Kamis (26/4).

Menurut Salman, dinas PKP2R sebelumnya telah menunjukkan ketidakpuasan terhadap kontraktor itu. Terlebih, telah disampaikan bahwa keputusan melanjutkan pembangunan pasar itu menunggu Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

“Jelas patut dipertanyakan, kok kontrak kerjanya diperpanjang. Padahal, sebelumnya keberatan dengan kinerja perusahaan tersebut. Dengan kata lain, sudah ada catatan-catatan terhadap perusahaan itu. Bahkan, perusahaan tersebut juga yang mengerjakan proyek sky bridge, tapi kenapa kok malah diperpanjang,” bebernya.

Salman mengaku belum ada menerima penjelasan dari Dinas PKP2R kenapa diperpanjang dan apa pertimbangan kontrak dilanjutkan. Seharusnya, perusahaan itu di-blacklist dan tidak lagi mengerjakan proyek-proyek di Pemko Medan.

“Enggak sinkronnya antara sikap dengan kebijakan yang ditunjukkan oleh Dinas PKP2R. Hal ini tentunya berdampak terhadap cerminan lembaga Pemko Medan karena tidak komitmen. Sebab, sewaktu perusahaan telah menyusahkan para pedagang lantaran pembangunan tak selesai. Jadi, ada apa ini sebenarnya kok malah berbalik 180 derajat,” tukasnya.

Sementara, Kepala Dinas PKP2R Medan Samporno Pohan belum memberikan keterangan masalah perpanjangan kontrak PT BM tersebut.

Sebelumnya, Samporno mengaku kontrak kerja terhadap PT Budi Mangun telah diperpanjang. “Tetap dia (PT Budi Mangun) yang mengerjakan,” katanya.

Menurut Samporno, hanya kontraktor tersebut yang bisa melaksanakan atau membangun Pasar Kampung Lalang. Sebab, apabila pemborong lain dikhawatirkan tidak sanggup mengerjakan.

“Kalau baru pemborongnya, lain lagi ceritanya nanti,” ucapnya.

Disinggung tidak khawatir apabila gagal lagi dikerjakan perusahaan tersebut, Samporno mengaku sudah ada pertimbangan. “Makanya ada skema baru lagi, misalnya sistem kerja yang dilakukan,” akunya.

Untuk diketahui, sesuai dengan perjanjian yang disepakati dalam RDP lintas komisi DPRD Medan, seharusnya 30 hari pertama setelah perjanjian yang disepakati antara PT Budi Mangun dengan masyarakat dan Pemko Medan, maka progres kerjanya harus mencapai minimal 30 persen. Namun hal itu tidak dilakukan dengan alasan yang tidak diketahui. Bahkan, pemborong itu sudah meninggalkan lokasi proyek senilai Rp26 miliar lebih. (ris/azw)

Pedagang Pasar Pringgan Merasa Diadudomba

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PEDAGANG_Pedagang sayuran bahan pokok berjualan di badan Jalan di Kawasan Pasar Pringgan Medan, Jumat (20/4). Pasca penertiban pedagan kaki lima oleh Pemko Medan, Pedagang sayuran bahan pokok masih nekat berjualan di badan jalan karena para pedagang beralasan berjualan di dalam ditempat yang telah disediakan sepi pembeli.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PEDAGANG_Pedagang sayuran bahan pokok berjualan di badan Jalan di Kawasan Pasar Pringgan Medan.  Pasca penertiban pedagan kaki lima oleh Pemko Medan, Pedagang sayuran bahan pokok masih nekat berjualan di badan jalan karena para pedagang beralasan berjualan di dalam ditempat yang telah disediakan sepi pembeli.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Kisruh pengelolaan Pasar Pringgan belum juga tuntas. Sebab, pasar di Medan tersebut hingga kini tak juga kunjung dikelola oleh pihak swasta PT Parbens.

Dalam kisruh, pedagang merasa seperti diadudomba oleh pihak-pihak berkepentingan. Sebab, ada pedagang yang menolak dikelola oleh pihak swasta lain, namun ada juga yang pro kepada PT Parbens untuk segera mengelola. Seperti yang dirasakan seorang pedagang di Pasar Pringgan, Rasmaida Pasaribu.

“Pedagang sudah diadudomba oleh oknum tertentu. Ada pedagang yang pro kepada PD Pasar, sehingga menolak PT Parbens mengelola. Ada juga pedagang yang pro kepada PT Parbens, dan menolak PD Pasar yang mengelola karena sudah kecewa,” ujarnya yang menuding dalam kisruh pengelolaan Pasar Pringgan, pedagang merasa seperti diadudomba atau sengaja dibenturkan.

Wanita yang mengaku sudah 11 tahun berjualan di Pasar Pringgan ini menyebutkan, walau Surat Keterangan (SK) Wali Kota sudah dikeluarkan tapi kenapa PT Parbens belum mengelola Pasar Pringgan. Hal itu dikarenakan dihalang-halangi oleh oknum tertentu yang memiliki kepentingan.

“Oknum ini kita tidak tahu siapa orangnya, tapi yang pasti memiliki kepentingan. PT Parbens seharusnya sudah mengelola sejak Januari lalu ketika SK Wali Kota Medan diterbitkan. Akan tetapi, sampai sekarang belum ada yang mengelola sehingga berdampak buruk terhadap kondisi pasar,” cetusnya.

Warga Tembung Pasang Spanduk Kampung Maksiat

Spanduk yang dipasang warga.
Spanduk yang dipasang warga.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kecewa dengan sikap aparat keamanan tidak menindaklanjuti laporan mereka, warga Jalan Pukat I, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung memasang spanduk yang cukup menarik perhatian. Spanduk dengan tulisan ‘Selamat Datang di Kampung Maksiat’ dipasang persis dipersimpangan Jalan Pukat dengan Jalan Aksara.

Spanduk tersebut menghebohkan itu terpampang di tengah jalan masuk kompleks permukiman warga. Apalagi sejumlah pengendara dan pengguna jalan berhenti untuk mengabadikannya dengan lensa kamera ponsel. Foto itu kemudian diunggah ke medsos dan menjadi viral.

Menurut warga yang tinggal di Jalan Pukat I, Kelurahan Bantan Timur, pemasangan spanduk itu dimaksudkan untuk menyindir pihak berwajib. Sebab, laporan mereka selama ini tidak dihiraukan.

“Kampung ini sering dibuat maksiat. Kami sudah sering lapor polisi tapi tidak ada tindak lanjut. Makanya kami pasang sekalian spanduk itu biar semua orang tahu, dan agar petugas yang berwenang segera bereaksi,” tutur, Tanjung, seorang warga setempat.

Spanduk sindiran itu mendapat tanggapan beragam dari masyarakat maupun warganet. Mereka hanya berharap persoalan di masyarakat dapat teratasi tanpa harus menimbulkan keresahan.

Namun spanduk tersebut tidak berdiri lama. Sekitar pukul 11.00 WIB, pihak kelurahan langsung menurunkannya. “Tadi langsung diturunkan pihak kelurahan, karena ada warga melapor,” tambahnya.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Medan tergerak untuk mencari kebenarannya. Dari hasil penelusuran, pemasangan spanduk itu murni inisiatif warga setempat.

“Kami sudah mengonfirmasi ke warga, mereka menyatakan itu bentuk kekecewaan, karena selama ini laporan masyarakat tentang hal maksiat yang terjadi di sana tidak ditanggapi polisi,” kata Wahyu, aktivis HMI Medan.

Menyangkut hal itu, organisasinya mendukung warga dan siap membantu memperjuangkan ketidakadilan tersebut. “Kami akan membantu mengadvokasi warga agar aspirasi dan laporannya segera ditanggapi oleh seluruh pihak berwenang,” pungkasnya. (mag-1/azw)

 

 

CIMB Niaga Hadirkan NOAH

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Head of Sales and Distribution Out Region CIMB Niaga Tony Tardjo (kanan) berbincang dengan Regional Head Sumatera CIMB Niaga Maya Sartika (kiri) di sela konferensi pers “Konser Kejar Mimpi untuk Indonesia” yang dipersembahkan CIMB Niaga di Medan, Jumat (27/4/2018). Konser yang menghadirkan grup band NOAH ini adalah wujud terima kasih CIMB Niaga sekaligus komitmen untuk mendukung para nasabah berkembang meraih mimpi dan cita-citanya lewat berbagai solusi yang disediakan maupun berbagai acara khusus untuk nasabah.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Head of Sales and Distribution Out Region CIMB Niaga Tony Tardjo (kanan) berbincang dengan Regional Head Sumatera CIMB Niaga Maya Sartika (kiri) di sela konferensi pers “Konser Kejar Mimpi untuk Indonesia” yang dipersembahkan CIMB Niaga di Medan, Jumat (27/4/2018). Konser yang menghadirkan grup band NOAH ini adalah wujud terima kasih CIMB Niaga sekaligus komitmen untuk mendukung para nasabah berkembang meraih mimpi dan cita-citanya lewat berbagai solusi yang disediakan maupun berbagai acara khusus untuk nasabah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) berkomitmen terus mempererat hubungan baik dan mendukung nasabah berkembang meraih mimpi dan cita-citanya lewat berbagai solusi yang disediakan maupun berbagai acara khusus untuk nasabah. Di antaranya, menyelenggarakan “Konser Kejar Mimpi untuk Indonesia” yang menghadirkan grup Band NOAH di Medan, Jumat kemarin (27/4).

Menurut Regional Head Sumatera CIMB Niaga Maya Sartika, Konser Kejar Mimpi untuk Indonesia merupakan wujud terima kasih CIMB Niaga kepada para nasabah.

“Terima kasih atas kepercayaan para nasabah kepada CIMB Niaga. Bagi kami kepercayaan nasabah adalah aset utama dan kami berkomitmen terus untuk menjaganya,” katanya.

Dalam konser tersebut, NOAH menyanyikan lagu-lagu yang menginspirasi penonton untuk terus berkembang dan mewujudkan mimpinya. Melalui lagu, mereka menyampaikan pesan bahwa semua orang perlu bermimpi dan berupaya mewujudkannya.

“NOAH telah membuktikan besarnya kekuatan mimpi dalam perjalanan berkarya mereka. Jika mereka bisa, kami yakin seluruh nasabah dan masyarakat Indonesia juga bisa meraih mimpinya,” ujar Maya.

CIMB Niaga melalui gerakan #KejarMimpi, ikut meramaikan rangkaian kegiatan menuju konser ini dengan menggelar Leaders Camp bertema Emerging Trend of Successful Local Entrepreneurs and Womenpreneurs.

Acara menghadirkan tokoh-tokoh muda inspiratif baik dari Medan maupun Jakarta. Di antaranya adalah Maudy Ayunda yang bersama dengan CIMB Niaga menjadi Co-founder gerakan #KejarMimpi, Founder Kreator Meryl Saragih, Co-founder BRIDES on 22 Lilysan Wijaya, Guru SEO Medan Wahyu Hidayat, dan Co-founder Womandiri Qintari Aninditha. Acara ini diharapkan dapat menginspirasi anak muda kota Medan untuk terus mengejar mimpinya.

Selain seminar dan talkshow, Leaders Camp juga dipadukan dengan aktivitas sosial Volunteering Day bersama Cut Mini di SD Al-Hidayah Medan. Aktivitas yang dilakukan terdiri dari donasi buku, penghijauan sekolah, literasi keuangan, dan story telling. “Kami mendorong dan membekali soft skill anak muda Indonesia di berbagai daerah, termasuk di Medan, untuk mewujudkan mimpi meraih sukses sejak dini. Tapi bukan sekadar sukses, kami juga mengingatkan agar mereka juga peduli serta berkontribusi terhadap komunitas dan lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.

Maya menjelaskan, sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia, CIMB Niaga memiliki produk dan layanan perbankan yang lengkap untuk membantu masyarakat mewujudkan mimpi dan cita-citanya. Melalui beragam produk consumer banking, UMKM, business banking, treasury, hingga syariah banking dan didukung layanan perbankan yang inovatif, CIMB Niaga dapat menjadi rekanan dan jembatan bagi masyarakat dalam mewujudkan aspirasi, impian, dan cita-citanya.

“Selaras dengan brand promise CIMB Niaga “Forward”, kami bertekad menjadi bank pilihan dalam memberikan solusi kepada nasabah agar dapat lebih cepat menggapai ambisi, tujuan, dan mimpi dalam setiap jenjang kehidupan mereka. Hal ini juga merupakan bentuk komitmen kami meningkatkan perekonomian masyarakat Indonesia,” tutup Maya.(tan/azw)

Film Pengabdi Setan Terbaik di Amerika

SUMUTPOS.CO – Pengabdi Setan kembali menorehkan prestasi mengagumkan. Setelah menjadi box office di Hongkong, film horor garapan Joko Anwar itu kini sukses meraih pengharagaan Film Terbaik di Overlook Film Festival 2018 yang digelar baru-baru ini.

Dalam film festival yang diadakan di Amerika Serikat itu, Pengabdi Setan berhasil mengungguli sejumlah finalis lainnya. Di antaranya adalah Hereditary, Don’t Leave Home, dan Upgrade. Pada ulasannya, Overlook Film Festival 2018 menilai Pengabdi Setan adalah film horor yang ikonik dan sangat menakutkan.

“A chilling throwback to 70s supernatural thrillers, packed to the brim with jump scares and iconic imagery (Kengerian kembali ke pengalaman supranatural tahun 70-an, yang dibungkus dengan penggambaran yang sangat ikonik),” tulis akun Twitter resmi Overlook Film Festival 2018.

Pengumuman kemenangan Pengabdi Setan dalam Overlook Film Festival 2018 juga diulas dalam laman Screenanarchy. Mereka menyoroti keberhasilan semua film peserta yang dinilai sangat berkualitas.

“Overlook 2018 Awards Wrap: Top Prize for SATAN’S SLAVES, Big Win for All Attendees (Overlook 2018 Awards Wrap memberikan perghargaan film terbaik untuk Pengabdi Setan),” ungkap Screenanarchy.

Joko Anwar sebagai sutradara Pengabdi Setan memberi respons terkait kemenangan di Overlook Film Festival 2018. Dia tampak senang apalagi Overlook Film Festival 2018 yang masuk tahun kedua adalah salah satu festival horor bergengsi di Amerika Serikat.

“Pengabdi Setan menang film Terbaik di Overlook Film Festival, festival film horor yang di tahun kedua sudah jadi salah satu festival paling bergengsi di Amerika Serikat, mengalahkan film-film horor keren seperti Hereditary, Don’t Leave Home, dan Upgrade,” beber Joko Anwar di akun Instagram miliknya, beberapa jam yang lalu.

Selain di Indonesia, Pengabdi Setan memang ditayangkan di luar negeri. Beberapa negara yang menayangkan, yakni Thailand, Spanyol, Meksiko, Hongkong, dan lainnya.

Pengabdi Setan sendiri sangat sukses di Indonesia. Karya produksi Rapi Films itu berhasil menjadi film horor terlaris sepanjang 2017 dengan mengantongi 4.206.103 penonton. Angka itu diraih selama 40 hari penayangan di bioskop, mulai 28 September lalu.

Sejak penayangan, Pengabdi Setan mendapat respons baik dari pengamat dan penggemar film. Sejumlah komentar positif pun muncul untuk film horor tersebut di media sosial.

Tidak hanya itu, Pengabdi Setan juga sukses meraih penghargaan Indonesian Box Office Movie Awards (IBOMA) 2018 dan masuk nominasi Festival Film Indonesia.

Pengabdi Setan merupakan film produksi ulang dari film horor berjudul sama yang dibuat Rapi Films pada 1980 silam. Film kali ini melibatkan Tara Basro serta pemain lain, seperti Bront Palarae, Egi Fedly, Ayu Laksmi, Fachri Albar, Asmara Abigail, dan lainnya. Sosok Ibu di dalam film ini berhasil menjadi perbincangan publik. (ded/ce1/JPC/ram)

 

Dua WNA Simpan Sabu dalam Anus

Ilustrasi
Ilustrasi

KUALANAMU, SUMUTPOS.CO – Dua orang warga negara asing asal (WNA) Malaysia ditangkap oleh petugas Bea dan Cukai Bandara Kualanamu Internasional (KNIA). Keduanya masing-masing berinisial ABZ (46) warga Pulau Pinang dan MRSA (23) warga Kuala Lumpur, Malaysia.

Penangkapan dilakukan karena keduanya kedapatan membawa narkoba jenis Sabu yang disembunyikan dalam anus.

“Berawal dari analisis pasengger dari tim intelijen, dikembangkan. Suspect dari awal sudah diidentifikasi kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan wawancara,” kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Kualanamu, Bagus Nugroho Tamtomo Putro, Jumat (27/4).

Dijelaskan Bagus, dua warga negara Malaysia tersebut diamankan sesaat setelah turun dari pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ123 pada Rabu (24/4) lalu. Selain pemeriksaan lisan, keduanya juga menjalani rontgen dan hasilnya positif. ABZ menyembunyikan 3 kapsul berisi sabu tersebut pada bagian anusnya.

Masing-masing kapsul berisi sabu seberat sekitar 30 gram. Total keseluruhan mencapai 91 gram.

Pada MRSA tidak ditemukan narkoba. Namun, berdasarkan pemeriksaan sementara, dia merupakan pengendali pengiriman sabu-sabu itu.

“Dari awal mereka bersama-sama, diperiksa bersama-sama, tapi barang bukti hanya ada pada ABZ. Sementara dari pemeriksaan tadi, yang satu dengan inisal MRS itu sebagai pengendali,” jelas Bagus.

Selain narkoba, petugas Bea Cukai juga mengamankan barang bukti berupa telepon genggam, paspor, koper dan barang bawaan lainnya. Kedua pelaku dan barang bukti  itu kemudian diserahkan ke Polda Sumut untuk menyelidiki pengiriman narkoba itu.(bbs/ala)

Gerombolan Polisi Kabur dan Obral Peluru

Personel Resersa Narkoba Mabes Polri ribut dengan petugas keamanan perumahan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Jalan Sei Sikambing B Sunggal mendadak heboh, Kamis (26/4). Pasalnya, gerombolan orang berpakaian preman dan menenteng senjata api terlibat adu mulut dengan salah satu petugas keamanan perumahan.

Petugas keamanan tersebut sempat diancam dan akan dianiaya. Belakangan diketahui, gerombolan itu petugas Reserse Narkoba Mabes Polri.

Wakapolrestabes Medan AKBP Tatan Dirsan Atmaja secara terbuka meminta maaf kepada masyarakat. Khususnya warga Jalan Sei Sikambing B Sunggal.

Permintaan maaf itu didasari atas kejadian seorang pria yang diketahui merupakan personel tim Mabes Polri terlibat keributan berujung meletuskan senjata api, Jumat (27/4)

“Saya sebagai Waka minta maaf atas insiden tersebut, pastinya tim Mabes Polri sedang menjalan tugas mengejar TO (Target Operasi) narkoba,” katanya.

Dijelaskannya, kejadian bermula ketika Ipda W Kamis kemarin sekira pukul 15.30 WIB bersama tim sedang melakukan pemindahan perlengkapan operasi dari satu mobil ke mobil yang lainnya. Alat tersebut biasanya digunakan untuk operasi silent (senyap) peredaran narkoba.

Namun, tim yang sedang menjalankan tugas di Jalan Kasuari (depan Doorsmeer Sabena) ditegur oleh Satpam yang diketahui berinisial FR.

“Hey jangan parkir di sini,” tegur FR seperti ditirukan Wakapolres.

Karena sedang menjalankan tugas menggunakan alat DF (Direction Finder), petugas meminta FR untuk bersabar.

“Mereka kan sedang mengejar TO bandar Narkoba dengan menggunakan alat tersebut. Namanya tugas negara kan kerjanya harus rapi, target jangan sampai kabur,” kata Tatan.

Ternyata, satpam yang tidak tahu petugas Mabes sedang menjalankan tugas, kembali menegur tim Mabes dengan nada tinggi. “Sudah jalan sana,” hardik FR.

“Ya, sebentar lagi ya,” jawab petugas Mabes Polri.

Namun, akhirnya terjadi keributan antara keduabelah pihak. FR tiba-tiba berlari masuk kedalam posko penjagaan dan keluar membawa sebilah kelewang.

FR kemudian mengarahkan kepada petugas Mabes Polri. Demi menjaga keselamatan, petugas pun mencoba menguasai situasi dengan mengeluarkan senjata api dan berusaha mengamankan satpam tersebut.

“Akhirnya, situasi dapat dikendalikan dan satpam menyerahkan kelewang yang dipegangnya,” kata Tatan.

Namun diluar dugaan petugas dari Mabes Polri, satpam tersebut teriak-teriak dan tujuannya mengundang masyarakat hadir. Begitu masyarakat berkumpul, petugas tersebut langsung kabur sembari meletuskan senjata.

“Pastinya, saat akan menenangkan Saudara FR dan mengamankan kelewang tersebut, petugas tidak meletuskan senjata api. Letusan senjata api dilakukan saat petugas  akan pergi meninggalkan lokasi untuk menghindari kerumunan massa yang semakin banyak,” paparnya.

Dalam peristiwa ini, tim Mabes mengamankan satu senjata tajam jenis kelewang yang diduga miliki FR. Senjata tajam tersebut diserahkan ke Sat Reskrim Polrestabes Medan.(mag-1/ala)

Berkas Nova Zein Dilimpahkan ke Jaksa

Nova Zein tertunduk setelah diamanakan polisi.
Nova Zein tertunduk setelah diamanakan polisi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyidik Subdit III/Umum Direktorat Reskrimum Polda Sumut, melimpahkan berkas Nova Zein ke Kejaksaan. Sebelumnya, Nova Zein menjadi otak sindikat penipuan dan penggelapan puluhan mobil mewah.

“Tersangka dan Nova Zein dengan tiga anggota sindikatnya sudah kita limpahkan ke pihak kejaksaan (P-22) pada 12 April lalu, setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap,” ungkap Kasubdit III/Umum Direskrimum Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak, Jumat (27/4).

Dijelaskan Maringan, pelimpahan tahap II (P-22) tersangka dan barang bukti dengan nomor : BB/447.b/IV/2018 itu, setelah penyidik merampungkan pemberkasan satu laporan polisi (LP). Sedangkan beberapa LP lainnya masih dilengkapi.

“Ini baru untuk satu LP. Secepatnya kita akan limpahkan berkas mereka ke Kejaksaan,” tegas Maringan.

Berkas Nova Zein warga Medan Johor dilimpahkan bersama sejumlah barang bukti. Selain itu, pelimpahan juga dilakukan bersama tiga anggota sindikatnya.

Ketiganya masing-masing, Hotmatua Pulungan warga Jalan Selamat Ujung, Medan Amplas; Khairul Barian alias Cece warga Desa Paya Bakung Sunggal dan Usman warga Sunggal.

Sebelumnya, Polda Sumut menangkap dua oknum Polri karena terlibat dalam sindikat penipuan dan penggelapan mobil mewah yang diotaki tersangka Nova Zein. Tujuh unit mobil dan 4 tersangka kembali ditangkap dari tempat terpisah dan waktu berbeda.(mag-1/ala)