28 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 64

Bentuk Empati atas Bencana Sumatera, INTI Sumut Ajak Masyarakat Beragama Buddha Rayakan Imlek tanpa Euforia

MEDAN, SumutPos.co- Sebagai bentuk rasa empati kepada masyarakat yang tengah berduka akibat bencana yang menerpa Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Ketua Harian Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sumut, Indra Wahidin mengimbau agar momen Imlek 2026 tidak dirayakan secara berlebihan, seperti pesta kembang api besar-besaran dan sejenisnya.

“Kita mengimbau untuk tidak dilaksanakan secara euforia yang berlebihan,” kata Indra dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).

Imbauan tersebut disampaikan Indra pada kegiatan rapat bersama para Tokoh Buddha Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Wilayah Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sumut, Polonia Medan.

Sejumlah Perhimpunan Indonesia Tionghoa daerah juga menyatakan akan meniadakan pesta kembang api saat malam perayaan Imlek 2026, salah satunya Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sumut, Medan.

Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sumut Janlie SE Ak juga menegaskan, tidak ada pesta kembang api saat malam perayaan Imlek 2026 di Medan. Menurut Janlie, imbauan tersebut disampaikan dengan mempertimbangkan kondisi nasional, khususnya bencana banjir bandang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang telah menimbulkan korban jiwa serta kerugian besar bagi masyarakat setempat.

“Kepekaan sosial menjadi penting agar perayaan tidak melukai rasa kemanusiaan saudara-saudara kita yang sedang terdampak bencana,” tegas Janlie.

Selain mengajak menahan euforia, Janlie juga meminta masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama momentum pergantian tahun, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan maupun risiko kebencanaan di wilayah masing-masing.

Kendati demikian, Janlie menyebutkan, perayaan Imlek harus tetap diadakan di Medan meski dengan cara sederhana. Sebab, kata Janlie, Medan merupakan kota terbesar ke tiga di Indonesia dan merupakan kota global sehingga Medan akan disorot oleh dunia.

“Tetapi yang jelas saya tidak ingin kita menampakkan kemewahan berlebihan dan tidak punya empati dengan apa yang terjadi dengan saudara-saudara kita yang ada di Sumatera,” pungkas Janlie. (adz)

Anggota BAP DPD RI Penrad Siagian Desak Evaluasi Menyeluruh dan Rekrutmen Ulang Pendamping Desa di Sumut

JAKARTA, SumutPos.co- Anggota Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI Pdt Penrad Siagian, menyoroti persoalan tidak direkrut-ulangnya ribuan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) di Sumatera Utara yang tidak tercantum dalam SK Nomor 733 Tahun 2025. Ia menilai, proses penerbitan SK tersebut tidak sejalan dengan Kepmendesa Nomor 294 Tahun 2025 dan berpotensi melanggar prinsip keadilan serta mekanisme yang berlaku.

Hal itu disampaikan Penrad dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) di Kompleks DPD RI, Rabu, 21 Januari 2026. Penrad mengungkapkan, dari sekitar 2.400 TPP di seluruh Indonesia yang tidak direkrut ulang, hampir setengahnya berasal dari Sumatera Utara.

Ia mempertanyakan dasar kebijakan tersebut, terlebih setelah Kepala BPSDM Kemendesa PDTT Agustomi Masik menyebut, salah satu indikator pemberhentian pendamping desa adalah karena dianggap penipu atau tidak kompeten. “Apakah setengah dari TPP Sumut ini orang bodoh atau penipu? Karena indikator lain tidak memungkinkan. Mereka sudah bekerja 10 tahun dan nilai evaluasinya A dan B,” ujar Penrad dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).

“Jadi, penting ini dijawab biar kami tahu, apakah orang Sumut seperti bapak bilang di luar skema, di luar mekanisme, tukang menipu karena menipu laporan, begitu tadi bapak bilang ‘kan? Kan tadi itu indikasi-indikasinya, biar saya tahu,” sambungnya.

Menurutnya, dalam regulasi yang berlaku, TPP yang tidak direkrut ulang seharusnya hanya mereka yang memiliki nilai evaluasi C atau D, meninggal dunia, atau mengundurkan diri. Namun fakta di lapangan menunjukkan, banyak pendamping desa dengan nilai baik justru diberhentikan.

“Ternyata ada juga yang bermasalah misalnya double job, kemudian yang nilainya D malah lulus. Saya meminta melalui forum ini supaya dilakukan cek ulang data-data dan evaluasi menyeluruh dari pendamping desa yang ada di Provinsi Sumatra Utara,” tuturnya. Penrad juga menyinggung adanya dugaan praktik tidak sehat dalam proses rekrutmen, termasuk rekaman permintaan uang telah dimiliki pihak kementerian.

“Pak Pendeta, kami sudah punya dan sudah mendengarkan,” ucap Kepala BPSDM Kemendesa PDTT Agustomi Masik menjawab pernyataan Penrad Siagian.

Lebih lanjut, Penrad mempertanyakan mengapa SK tetap diterbitkan meskipun indikasi tersebut sudah diketahui. Ia menegaskan, meskipun TPP masuk dalam nomenklatur pengadaan barang dan jasa, namun objek kebijakan ini adalah manusia yang memiliki kehidupan dan keluarga, sehingga harus diperlakukan secara adil dan manusiawi.

Penrad meminta pemerintah segera membuka ulang data, mengevaluasi kebijakan SK 733 Tahun 2025, dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proses rekrutmen pendamping desa di Sumatra Utara.

Senator asal Sumatra Utara ini juga mendorong agar kebijakan tersebut direvisi jika terbukti terjadi kesalahan prosedur. “Jangan yang begitu dibiarkan. Mumpung ada forum ini, kita selesaikan. Selesainya ya betul-betul selesai berdasarkan aturan dan peraturan yang berlaku,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPSDM Kemendesa PDTT Agustomi Masik menyatakan evaluasi menyeluruh memang diperlukan dilakukan. Salah satu opsi yang disampaikan adalah melakukan rekrutmen ulang bagi seluruh TPP, baik yang lama maupun peserta baru, untuk memastikan yang terpilih benar-benar yang terbaik.

“Menurut hemat kami, jalan terbaik untuk melakukan evaluasi menyeluruh itu adalah dengan rekrutmen ulang semuanya. Artinya TPP yang ada sekarang ikut tes, peserta baru ikut tes, dan nanti kita ambil yang terbaik,” ungkap Agustomi Masik. (adz)

AQL Laznas Peduli Gandeng FUIB, dan JATTI Gelar Trauma Healing Hingga Pengobatan Gratis bagi Korban Banjir

Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan oleh tim Medis di Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang dengan latar belakang program Trauma Healing, Kolaborasi pelayanan korban banjir dari AQL Laznaz Peduli, FUIB dan JATI, Sabtu (24/1/2026). Foto: Istimewa
Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan oleh tim Medis di Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang dengan latar belakang program Trauma Healing, Kolaborasi pelayanan korban banjir dari AQL Laznaz Peduli, FUIB dan JATI, Sabtu (24/1/2026). Foto: Istimewa

ACEH TAMIANG, SumutPos.co— Memasuki fase pemulihan pasca banjir bandang, tim gabungan relawan lintas organisasi melaksanakan aksi kemanusiaan bertempat di Masjid Al Ikhsan, Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Kualasimpang, Sabtu (24/1/2026). Mengusung program “Pulihkan Aceh dari Masjid”, kolaborasi ini menyasar pemulihan kesehatan fisik, mental, hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga.

Pemilihan program “Pulihkan Aceh dari Masjid” diinisiasi Ustadz Bachtiar Nasir, selaku Pembina AQL Grup sekaligus Ketua Nasional Jaringan Alumni Timur Tengah. Program Pulihkan Aceh dari Masjid ini bukanlah tanpa alasan. Masjid dinilai sebagai pusat spiritualitas dan titik kumpul sosial, khususnya bagi masyarakat Aceh.

Dengan memulai pemulihan dari rumah ibadah, diharapkan semangat bangkitnya masyarakat dapat tertular secara luas ke seluruh pelosok kampung di Aceh Tamiang. Kegiatan ini melibatkan sinergi antara Ar Rahman Qur’anic Learning (AQL) Divisi Laznas dan Divisi AQL Peduli, Forum Umat Islam Bekasi (FUIB), dan Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI).

“Menyadari bahwa dampak bencana tidak hanya merusak infrastruktur tetapi juga menyisakan beban emosional, kolaborasi ini membagi fokus pelayanan menjadi dua pilar utama,” kata Koordinator AQL Sumut-Aceh, Affan Lubis.

Dia menyebutkan, pertama Trauma Healing (AQL Laznas Peduli), Tim relawan AQL Laznas Peduli memberikan pendampingan psikososial bagi anak-anak dan orang dewasa di Kampung Kota Lintang. Melalui pendekatan spiritual dan edukasi ceria, program ini bertujuan mengembalikan keceriaan warga serta meminimalisir dampak stres pasca-bencana.

Selanjutnya, pada program kedua, Pelayanan Kesehatan Gratis, guna mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir. Tim medis dari FUIB dan JATI menggelar pengobatan gratis. Warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh serta pemberian obat-obatan secara gratis.

Lebih lanjut, Affan menambahkan, relawan menyertakan program Mushafku (Indonesia Menulis Al Qur’an) yang bertujuan sebagai bekal kegiatan anak-anak pada bulan suci ramadhan di akhir Februari 2026 mendatang.

Di tempat yang sama, Koordinator Relawan AQL Laznas Peduli, Novita Mariana mengatakan, kegiatan pada Sabtu (24/1/2026) ini merupakan kerja sama AQL Islamic Center, AQL Laznas, AQL Peduli, FUIB dan JATTI. “Adapun kegiatan yang kami laksanakan seperti mengadakan pengobatan gratis, psikososial untuk anak-anak, serta berbagi logistik,” kata Novita.

“Kami juga membagikan ‘Mushafku’, salah satu program Indonesia Menulis Al-Qur’an. Ini menjadi bagian dari trauma healing untuk melatih motorik anak-anak, yang nantinya akan menjadi bekal kegiatan mereka di bulan Ramadhan.” Imbuhnya.

Novita menceritakan, kegiatan yang digelar ini mengundang antusiasme warga yang sangat tinggi. “Hari ini sekitar 30-40 anak mengikuti trauma healing, dan Alhamdulillah hingga pukul 11.00 WIB saja, ada sekitar 60 pasien telah mendapatkan pengobatan gratis. Kami juga menyalurkan perlengkapan ibadah seperti sarung, sajadah, mukena, serta bantuan pakaian layak pakai,” bebernya.

Di tempat yang sama, Perwakilan FUIB dan JATI, Adam Nurrachman mengatakan, untuk aksi hari ini pihaknya memboyong tenaga profesional dari berbagai institusi syariah di Bekasi, yang di antaranya; RS Syariah Ridhoka Salma (Cikarang Barat) Mengirimkan 2 dokter dan 2 perawat, Yayasan Ponpes Al-Imaroh Mengirimkan 1 dokter dan 2 guru, dan Yayasan Qobasat Annur mengirimkan 3 herbalis dan 2 guru.

dr. Andy Roni, salah satu dokter dari FUIB menjelaskan, mayoritas warga mulai mengeluhkan penyakit metabolik dan infeksi kulit. “Di titik keenam ini, kami menemukan banyak pasien mengeluhkan gatal-gatal, asam urat, hingga hipertensi. Hipertensi ini diduga dipicu oleh faktor psikologis pascabencana serta pola makan tinggi garam. Kami juga mewaspadai ISPA karena debu sisa banjir masih tebal, namun kesadaran warga memakai masker cukup tinggi,” ujar dr Andy Roni.

Selain pengobatan medis konvensional, FUIB juga menghadirkan layanan Thibbun Nabawiyah (pengobatan alternatif) seperti bekam dan akupuntur yang ditangani oleh tenaga herbalis pria dan wanita profesional. Kehadiran tim medis di tengah pemukiman menjadi tumpuan bagi warga yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan umum. Syafaruddin (50), salah satu warga yang memeriksakan diri, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Semenjak pascabanjir ini saya mengeluh kolesterol tinggi, karena makanan yang tidak menentu, gula juga ada. Dengan adanya tim medis ini kami sangat terbantu, apalagi pengobatan gratis. Kami kesulitan ke Rumah Sakit karena kendala kendaraan dan jarak yang jauh. Alhamdulillah, terima kasih banyak,” ujar Syafaruddin.

Salah satu poin unik dalam aksi ini adalah program “Mushafku” dari Ar Rahman Qur’anic Learning (AQL) Lahnaz Peduli. Selain nilai ibadah, menulis Al-Qur’an digunakan sebagai instrumen terapi motorik bagi anak-anak agar tetap produktif dan tenang di tengah masa pemulihan pasca bencana.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antara organisasi AQL Laznaz Peduli dari Jakarta, FUIB dan JATI dari Bekasi Jawa Barat, mampu memberikan dampak nyata dalam mempercepat pulihnya kondisi sosial masyarakat Aceh Tamiang dari pusat spiritualitas mereka, yakni masjid. (adz)

Guna Lebih Memahami Keterbukaan Informasi Publik, Apdesi Sumut Teken MoU dengan Komisi Informasi Sumut

MEDAN, SumutPos.co- Sebagai bentuk komitmen melaksanakan keterbukaan informasi, Assosiasi Pemerintah Desa Indonesia (Apdesi) Sumatera Utara menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Utara. MoU ini ditandatangani Ketua Komisi Informasi Sumut Dr Abdul Harris Nasution SH, MKn dan Ketua Apdesi Sumut Suparman di ruang sidang Komisi Informasi Sumut, Jalan Alfalah Medan, Jumat (23/1/2026) sore Pukul 16.00 WIB.

Abdul Harris Nasution berharap, seluruh jajaran pengurus dan anggota APDESI segera menerapkan UU No 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. “Lewat MoU ini diharapkan seluruh anggota Apdesi Sumut tidak ada lagi yang tidak tahu apa itu keterbukaan informasi,” katanya.

Menurut Haris, dengan penandatanganan MoU ini, Komisi Informasi Sumut bersama Apdesi Sumut akan melakukan penyuluhan dan sosialisasi terkait keterbukaan informasi, sehingga seluruh kepala desa yang merupakan Anggota Apdesi tahu dan bisa menerapkan UU No 14 Tahun 2008 dalam melaksanakan tugas di pemerintahan desa.

“Kepala desa sebagai pimpinan badan publik desa harus melaksanakan keterbukaan informasi, khususnya dalam menjalankan program desa yang seluruh anggarannya berasal dari APBN dan APBD,” ujar Haris.

Sementara Ketua Apdesi Sumut Suparman, mengaku sangat bersyukur bisa melaksanakan MoU dengan Komisi Informasi Sumut. Karena menurutnya, saat ini masih banyak kepala desa yang tidak tahu tentang keterbukaan informasi.

“Kondisi ini mengakibatkan banyaknya terjadi sengketa informasi terkait dana desa yang disidangkan di Komisi Informasi Sumut ini,” katanya.

Ditegaskan Suparman, MoU ini bukan untuk menjadikan Komisi Informasi sebagai backing Apdesi dalam menghadapi sengketa informasi publik, melainkan sebagai sarana untuk lebih memahami dan mengetahui penerapana UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. “Kami tentu akan lebih mengetahui dan memahami mana-mana saja informasi terbuka dan informasi yang tidak boleh dibuka,” sebut Suparman .

Adapun yang hadir pada penandatanganan MoU itu di antaranya Sekretaris Apdesi Deliserdang yang juga Kades Dagang Karawang Muhammad Nur, serta pengurus dan Anggota Apdesi Delisedang diantaranya Toni Sitorus. (omi/adz)

Permintaan Perjalanan Internasional Meningkat, Etihad Gelar Travel Fair di Medan

MEDAN, SumutPos.co– Sejak diluncurkannya rute Medan-Abu Dhabi pada Oktober 2025, maskapai nasional Uni Emirat Arab (UEA) Etihad Airways, terus memperluas akses Medan ke pasar internasional. Kota Medan semakin berperan sebagai gerbang penting bagi perjalanan internasional yang mendukung berbagai jenis perjalanan yang mencakup kebutuhan bisnis, pendidikan, rekreasi, serta perjalanan ibadah.

Penguatan konektivitas udara dari Medan, juga berkontribusi terhadap kesiapan kawasan ini untuk kembali terhubung dengan pusat-pusat ekonomi global, sekaligus mendukung perdagangan, investasi, dan pariwisata, seiring berlanjutnya proses pemulihan ekonomi.

Berdasarkan data InJourney, operator bandara nasional Indonesia, pergerakan penumpang di seluruh jaringan bandara mencapai lebih dari 9,16 juta selama Lebaran 20251 , termasuk sekitar448.000 penumpang yang tercatat di Bandara Kualanamu, menunjukkan tren mobilitas yang terus meningkat baik pada rute domestik maupun internasional.

Sebagai satu-satunya maskapai internasional yang menghubungkan UEA, Etihad menghadirkan kemudahan perjalanan dengan koneksi yang cepat dan nyaman melalui Bandara Internasional Zayed di Abu Dhabi. Melalui hub Abu Dhabi, Etihad Airways menawarkan akses yang mulus bagi para wisatawan dari Medan ke jaringan global yang luas, mencakup Eropa, Asia Tengah, Afrika, dan berbagai destinasi lainnya.

Diluncurkan pada Oktober 2025, layanan Abu Dhabi–Medan dioperasikan menggunakan Airbus A321LR terbaru milik Etihad, yang dilengkapi dengan kabin premium khas maskapai serta layanan dalam pesawat yang ditingkatkan. Rute ini menjadikan Etihad sebagai pilihan yang relevan bagi pelancong bisnis maupun wisata, dengan kemudahan koneksi lanjutan sekaligus kesempatan untuk menikmati lanskap budaya, rekreasi, dan bisnis Abu Dhabi yang terus berkembang sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi dalam jaringan global Etihad.

Abu Dhabi menyambut para pengunjung dengan beragam destinasi budaya yang indah, termasuk Masjid Agung Sheikh Zayed dan Louvre Abu Dhabi, serta pilihan hiburan kelas dunia di taman-taman hiburan Yas Island. Dengan sinar matahari yang terpancar cerah sepanjang tahun, ibu kota Uni Emirat Arab ini menjadi destinasi ideal untuk liburan musim dingin. Perpaduan antara keramahan khas Emirat dan kemewahan modern menjadikan Abu Dhabi pengalaman yang berkesan bagi para wisatawan internasional.

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjangnya terhadap Medan dan wilayah sekitarnya, Etihad akan menyelenggarakan Etihad Travel Fair di Delipark Mall Medan pada 23–25 Januari 2026. Didukung oleh Bank Mandiri sebagai mitra finansial utama, bersama jaringan agen perjalanan lokal, acara ini bertujuan untuk mempermudah akses perjalanan internasional melalui dukungan perencanaan terpadu dan opsi pembayaran yang praktis. Khusus di Travel Fair, nasabah Bank Mandiri dapat menikmati promo menarik berupa cashback hingga Rp5,5 juta dan cicilan 0% dengan Kartu Kredit Mandiri.

Charles Tan, Regional General Manager Asia and Australia di Etihad Airways menyampaikan, menjelang Ramadan, saat permintaan perjalanan ke Abu Dhabi dan UEA serta destinasi internasional populer lainnya meningkat, Etihad Airways memahami pentingnya menghadirkan konektivitas global yang andal bagi masyarakat Sumatra Utara. “Melalui rute langsung MedanAbu Dhabi serta kerja sama dengan Bank Mandiri dan agen perjalanan lokal, kami mendukung mobilitas, pariwisata, dan aktivitas ekonomi, sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan internasional yang mudah dan lancar bagi para pelancong di wilayah ini,” kata Charles Tan.

Selama Travel Fair, pengunjung dapat menikmati berbagai keuntungan, termasuk cashback hingga IDR 5,5 juta, kesempatan untuk mengumpulkan triple Etihad Guest Miles atau GarudaMiles, serta diskon hingga 40 persen untuk penerbangan ke 35 destinasidi kawasan Eropa dan Timur Tengah, mencakup Abu Dhabi, London, Manchester, Amsterdam, Paris, Jenewa, Zurich, Roma, serta berbagai destinasi lainnya untuk perjalanan mulai sekarang hingga Desember 2026.

Para penumpang yang memesan penerbangan dengan Etihad juga dapat menikmati menginap gratis selama dua malam di hotel premium pilihan melalui Etihad Stopover Programme. (adz)

Tinjau SPAM dan RSUD Aceh Tamiang, Menko AHY Pastikan Pemulihan Air Bersih Pascabencana

ACEH TAMIANG, SumutPos.co– Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karang Baru berkapasitas 100 liter per detik, sekaligus memeriksa infrastruktur penyaluran air bersih menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang, Kamis (22/1/2026).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pemulihan jaringan air bersih berjalan optimal pascabencana, khususnya dalam menjamin kontinuitas pasokan dan stabilitas kualitas air bersih bagi fasilitas pelayanan publik yang bersifat kritikal, seperti rumah sakit.

Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY mengecek langsung progres perbaikan jaringan perpipaan, termasuk pelaksanaan pemancangan pipa baru sebagai pengganti pipa lama yang rusak akibat bencana. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keandalan distribusi air bersih serta mendukung operasional fasilitas publik yang sangat bergantung pada ketersediaan air, termasuk RSUD Aceh Tamiang.

AHY menjelaskan, SPAM Karang Baru merupakan sumber utama air bersih bagi wilayah sekitar, termasuk rumah sakit. Sebelum bencana, SPAM ini memiliki kapasitas hingga 200 liter per detik dan melayani sekitar 20 ribu sambungan rumah tangga.

Namun, bencana menyebabkan gangguan signifikan pada sebagian instalasi, khususnya pada struktur berbahan baja yang mengalami kerusakan dan endapan sedimen. “Saat ini, instalasi beton sudah kembali berfungsi, sementara instalasi baja masih memerlukan perbaikan dan pembangunan kembali, termasuk reservoir,” ujar AHY kepada awak media.

Menko AHY menambahkan, meskipun proses pemulihan masih berlangsung, kualitas air bersih yang disalurkan ke RSUD Aceh Tamiang telah memenuhi standar kesehatan. “Tadi sudah dijelaskan bahwa dari sisi kekeruhan dan kandungan besi, air yang disalurkan sudah memenuhi standar Permenkes dan bisa digunakan untuk melayani rumah sakit,” lanjutnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke RSUD Aceh Tamiang. Fokus peninjauan diarahkan pada kondisi infrastruktur pendukung, khususnya sistem penyaluran air bersih sebagai elemen vital dalam pelayanan kesehatan. AHY memastikan ketersediaan air bersih untuk mendukung operasional ruang-ruang layanan yang sudah kembali berfungsi.

“Secara umum, instalasi di rumah sakit ini sebagian besar sudah bisa dibersihkan. Alhamdulillah IGD sudah beroperasi dengan baik, dan sebagian ruang rawat inap juga sudah berjalan. Tadi saya cek, air bersih di beberapa fasilitas sudah mengalir dengan deras dan bersih, meskipun masih diperlukan waktu untuk mengidentifikasi kerusakan lainnya,” jelasnya.

AHY menegaskan, meskipun RSUD Aceh Tamiang sudah kembali melayani masyarakat, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah akan terus mengawal pemulihan infrastruktur air bersih hingga berfungsi sepenuhnya.

“RSUD Aceh Tamiang ini sudah bisa menampung dan melayani masyarakat. Untuk perbaikan total instalasi, terutama yang berbahan baja, targetnya hingga Juni 2026. Namun, kalau bisa dipercepat tentu akan kita dorong percepatannya, meskipun prosesnya tetap harus bertahap dan terukur,” tegasnya lagi.

Pemulihan jaringan air bersih ini menjadi fondasi utama dalam memastikan layanan kesehatan berjalan secara aman, berkelanjutan, dan berkualitas. Peninjauan ini juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mengoordinasikan pemulihan infrastruktur dasar sebagai bagian dari upaya menyeluruh mempercepat pemulihan layanan publik pascabencana di Aceh Tamiang.

Dalam kunjungan kerja tersebut, AHY didampingi Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo berserta jajaran Kementerian PU, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, dan Direktur RSUD Aceh Tamiang dr Andika Putra.

Selain itu, AHY juga didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal; Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga Agust Jovan Latuconsina; Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi Sigit Raditya; Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Herzaky Mahendra Putra; Staf Khusus Bidang Percepatan Pembangunan Irjen Pol Arif; serta Brigjen Rio Neswan. (adz)

Menko AHY Tegaskan Infrastruktur Pendidikan Jadi Prioritas di Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG, SumutPos.co— Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, pemulihan infrastruktur dasar, khususnya fasilitas pendidikan, menjadi prioritas utama pemerintah pascabencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang. Penegasan tersebut disampaikan AHY saat meninjau kondisi SMP Negeri 1 Karang Baru, Kamis (22/1/2026).

AHY menekankan, sekolah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan fondasi masa depan generasi bangsa yang harus segera dipulihkan agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan secara layak.

“Fokus utama kami tentunya selain memperbaiki jalan, jembatan yang rusak, yang hancur, tapi juga berupaya untuk segera membenahi, memperbaiki atau bahkan membangun kembali sekolah-sekolah yang juga rusak akibat bencana, termasuk rumah-rumah hunian,” terang AHY di hadapan para siswa.

Lebih lanjut, Menko AHY menegaskan, keberlangsungan pendidikan tidak boleh terhenti meskipun masyarakat masih berada dalam keterbatasan akibat dampak bencana. Pemerintah, menurutnya, berkomitmen memastikan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan yang layak.

“Ya, adik-adik, anak-anakku walaupun saat ini kita semua masih dalam kondisi yang serba terbatas setelah bencana, tapi tentunya kita berharap SMP Negeri 1 Karang Baru yang hari ini tentunya dipimpin oleh Kepala Sekolah Bapak Edy Wayudi, Wakil Kepala Sekolah dan para guru yang juga saya cintai dan muliakan, semoga anak-anak kita bisa tetap bersekolah dengan baik,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menko AHY juga mengajak seluruh elemen—pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga pendidik, serta masyarakat—untuk bangkit bersama dari duka pascabencana dan membangun kembali Aceh Tamiang secara lebih kuat dan berkelanjutan.

“Oleh karena itu Bapak Presiden Prabowo Subianto, pemerintah baik di tingkat pusat maupun di tingkat Provinsi Aceh, dan di sini ada Pak Bupati Aceh Tamiang Pak Armia Fahmi, dan kita semua berupaya untuk bisa memulihkan Aceh, memulihkan Tamiang sehingga bisa bangkit seperti sediakala bahkan lebih baik lagi ke depan, amin,” ucap Menko AHY.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Karang Baru, Edi Wahyudi menjelaskan, kegiatan sekolah telah kembali berjalan sejak 5 Januari 2026. Namun, proses pembelajaran dilakukan secara bertahap dengan penyesuaian kondisi sarana dan prasarana yang terdampak banjir.

“Sekarang murid kita total ada 710, kami satukan kelasnya pak, yang kelas dua disatukan satu kelas didepan yang sudah dibersihkan relawan, kelas tiga bersama di mushola, yang bapak temui ini mirid kelas satu,” jelas Edi.

Menutup kunjungannya, AHY menyampaikan apresiasi kepada para guru yang tetap mengabdi dan menjalankan peran pendidikan di tengah keterbatasan pascabencana. “Terima kasih kepada para guru yang begitu mulia di tengah-tengah situasi yang tidak mudah tetap berupaya untuk menjadi pelita mencerdaskan kehidupan bangsa dan tentunya anak-anak kita yang ada di Aceh Tamiang ini,” pungkasnya.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Menko AHY didampingi Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo beserta jajaran Kementerian PU, dan Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi beserta jajaran.

Turut mendampingi, Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal; Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga Agust Jovan Latuconsina; Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi Sigit Raditya; Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Herzaky Mahendra Putra; Staf Khusus Bidang Percepatan Pembangunan Irjen Pol Arif Rachman; serta Brigjen Rio Neswan. (adz)

Resmikan Huntara di Aceh Tamiang, AHY: Bukti Kehadiran Negara dan Tumbuhkan Harapan Baru Masyarakat

ACEH TAMIANG, SumutPos.co – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meresmikan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (22/1). Peresmian ini menjadi simbol nyata komitmen pemerintah dalam memastikan penanganan pascabencana dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan, hingga masyarakat benar-benar pulih dan bangkit kembali.

Peresmian Huntara di Aceh Tamiang merupakan bagian dari pembangunan total 1.217 unit hunian bagi wilayah terdampak bencana. Hunian sementara ini disiapkan agar masyarakat tidak lagi bertahan dalam kondisi darurat, tetapi dapat menempati tempat tinggal yang aman, layak, dan manusiawi sembari menata kembali kehidupan sosial dan ekonomi mereka.

Dalam sambutannya, AHY menegaskan, rumah merupakan kebutuhan paling mendasar bagi masyarakat, terlebih setelah bencana merenggut rasa aman dan tempat tinggal warga. “Rumah adalah segala-galanya bagi masyarakat. Ketika banjir besar dan longsor yang dahsyat menghantam saudara-saudara kita, banyak rumah yang rusak, hancur, bahkan hilang dan hanyut,” ujar AHY.

AHY menekankan bahwa penanganan pascabencana dilaksanakan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, tidak hanya berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi terus berlanjut hingga rehabilitasi dan rekonstruksi selesai serta masyarakat kembali hidup secara layak. “Oleh karena itu, atas direktif dan kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, pemerintah—khususnya Kementerian Pekerjaan Umum—berada di depan, di garis terdepan, dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” lanjutnya.

Pada tahap awal pemulihan, pemerintah meresmikan 84 unit Huntara yang dibangun di atas lahan seluas lebih dari 5.000 meter persegi. Huntara tersebut terdiri atas tujuh blok, dengan kapasitas 12 keluarga di setiap blok, sehingga dapat menampung 84 kepala keluarga. “Di atas lahan kurang lebih lima ribu meter persegi ini dibangun tujuh blok. Setiap blok dapat dihuni oleh 12 keluarga, sehingga total ada 84 keluarga yang dapat menempati Huntara ini,” jelasnya.

AHY menegaskan, Huntara bukanlah tujuan akhir, melainkan titik awal pemulihan agar warga dapat hidup lebih tenang sambil pemerintah menyiapkan tahapan berikutnya menuju hunian tetap. Pembangunan Huntara dilakukan dengan prinsip build back better, tidak hanya mengedepankan kecepatan, tetapi juga kualitas, keselamatan, dan kenyamanan.

“Saya bersyukur karena Huntara ini bukan hanya menyediakan tempat tidur yang lebih layak, melainkan dilengkapi fasilitas pendukung utama, seperti kamar mandi atau toilet, dapur bersama, serta ruang terbuka atau common area untuk warga,” tambahnya.

Selain di Aceh Tamiang, pemerintah juga tengah mengoordinasikan pembangunan 163 unit hunian modular di Lubuk Sidup. Pemerintah menegaskan bahwa standar kualitas hunian di seluruh lokasi harus setara, tanpa pembedaan, karena seluruh warga terdampak memiliki hak yang sama atas hunian yang layak.

Pembangunan hunian juga dilakukan secara paralel dengan penyediaan sarana dan prasarana pendukung, seperti air bersih, sanitasi, drainase, listrik, jalan lingkungan, serta akses terhadap layanan dasar—termasuk sekolah, puskesmas, pasar, dan sumber penghidupan—agar masyarakat dapat kembali produktif.

Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap Aceh Tamiang sebagai salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat bencana hidrometeorologi. “Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Aceh Tamiang, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Menko AHY, Bapak Menteri Pekerjaan Umum, beserta seluruh jajaran yang telah banyak membantu kami,” ujar Bupati Armia Pahmi.

Bupati Armia Pahmi melaporkan bahwa Huntara tersebut akan dihuni oleh 84 kepala keluarga dari wilayah terdampak banjir di Kecamatan Karang Baru dan Kota Kuala Simpang, dengan total sekitar 305 jiwa. Pemerintah daerah terus melakukan pendataan dan verifikasi rumah rusak sebagai dasar pembangunan hunian tetap ke depan.

Menutup sambutannya, Menko AHY menegaskan bahwa Huntara bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kehadiran negara dan harapan baru bagi masyarakat terdampak bencana. “Yang terpenting, kita ingin masyarakat bangkit kembali, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara mental dan moral. Ini adalah pesan bahwa negara hadir setiap saat untuk rakyatnya,” tutup Menko AHY.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Menko AHY didampingi Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo beserta jajaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Bupati Aceh Tamiang beserta jajaran. Menko AHY juga didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal; Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga Agust Jovan Latuconsina; Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi Sigit Raditya; Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Herzaky Mahendra Putra; Staf Khusus Bidang Percepatan Pembangunan Irjen Pol Arif Rachman; serta Brigjen Rio Neswan. (adz)

Waspada Super Flu, RSU Haji Siagakan Tim PIE

Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan.
Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan.

Isu merebaknya super flu yang belakangan ramai diperbincangkan di dunia kesehatan nasional turut mendapat perhatian Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan. Meski hingga kini belum ditemukan kasus di Sumatera Utara, pihak rumah sakit memastikan tetap siaga dan meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan (Kabid Yankep) RSU Haji Medan drg Fitrady Ulianda Siregar, MKes, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan Tim Penyakit Infeksi Emerging (PIE) sebagai langkah antisipasi apabila ditemukan kasus dengan gejala yang mengarah pada infeksi menular baru.“Tidak ada persiapan khusus, karena timnya memang sudah ada dan dibentuk sebelumnya. Tim PIE tetap siaga,” ujar drg. Fitrady, Selasa (20/1/2026).

Selain Tim PIE, ia juga menegaskan bahwa petugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) diminta untuk tetap waspada dan menjalankan prosedur pelayanan sesuai standar kewaspadaan terhadap penyakit infeksi.

Sejauh ini, RSU Haji Medan belum menerima laporan maupun menangani pasien dengan indikasi super flu. Hal ini sejalan dengan pernyataan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan yang memastikan belum ditemukan kasus serupa di wilayah Kota Medan maupun Provinsi Sumatera Utara.

Sebelumnya, Dinkes Kota Medan juga menegaskan belum menerima surat resmi atau imbauan kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI maupun Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara terkait isu super flu yang berkembang di masyarakat.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Medan, Zulhilminil Amani Hasibuan, menjelaskan bahwa secara klinis, gejala flu yang ramai diperbincangkan tersebut masih menyerupai flu biasa.

“Secara gejala memang mirip flu biasa. Sampai saat ini kami belum menerima surat kewaspadaan dari kementerian maupun Dinkes Provinsi Sumut. Biasanya surat itu selalu dikirimkan ke daerah, namun kali ini belum ada,” jelasnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Meski demikian, pihak rumah sakit dan dinas kesehatan mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala flu berat atau berkepanjangan.

Dengan kesiapsiagaan yang telah disiapkan, RSU Haji Medan memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal sembari menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat terkait isu super flu tersebut.

Super flu adalah varian influenza A H3N2 subclade K yang mudah menular dan menimbulkan gejala lebih berat.Super flu adalah varian baru virus influenza yang belakangan ini dilaporkan telah masuk ke Indonesia dengan tingkat penularan yang sangat agresif. Meskipun secara medis diidentifikasi sebagai influenza A subvarian H3N2 dengan subclade K, kecepatan penyebarannya telah memicu perhatian serius dari otoritas kesehatan global dan nasional karena kemampuannya memicu gejala yang lebih berat dibandingkan flu musiman biasa.

Istilah super flu sebenarnya merupakan sebutan populer bagi varian virus influenza yang jauh lebih agresif. Secara ilmiah, virus ini diidentifikasi sebagai influenza A H3N2 subclade K. Varian ini pertama kali teridentifikasi oleh CDC Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini dilaporkan telah menyebar di lebih dari 80 negara di seluruh dunia.

Karakteristik utama dari super flu adalah kemampuannya menyebar dengan sangat cepat di tengah populasi. Hal ini disebabkan oleh mutasi genetik pada virus yang membuatnya lebih efektif dalam menginfeksi sel pernapasan manusia. Di Amerika Serikat saja, varian ini telah menyebabkan jutaan orang terinfeksi, dengan angka rawat inap mencapai puluhan ribu pasien dalam waktu singkat.

Meskipun bukan terminologi medis resmi, nama super flu digunakan untuk menggambarkan betapa agresifnya subvarian ini dibandingkan influenza musiman biasa.Hingga akhir Desember 2025, Kementerian Kesehatan RI melaporkan setidaknya terdapat 62 kasus super flu yang terkonfirmasi melalui pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS).

Kasus ini pertama kali terdeteksi masuk ke Indonesia sejak Agustus 2025 dan kini telah tersebar di delapan provinsi. Adapun tiga provinsi dengan jumlah kasus terbanyak antara lain: Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Jawa Barat. Data menunjukkan bahwa sebagian besar kasus ditemukan pada perempuan dan kelompok usia anak-anak. Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa angka 62 kasus ini kemungkinan besar hanyalah fenomena gunung es.

Mengingat surveilans genomik yang masih terbatas, jumlah kasus super flu di masyarakat diprediksi jauh lebih banyak dari yang tercatat secara resmi. Lantas, bagaimana membedakan antara influenza musiman biasa dengan super flu? Perbedaan utamanya terletak pada derajat keparahan gejala yang dirasakan.

Jika flu biasa umumnya hanya menyebabkan demam ringan dan hidung meler, influenza A subclade K menunjukkan manifestasi klinis yang lebih mendominasi seperti demam sangat tinggi: Suhu tubuh pengidapnya bisa melonjak drastis antara 39-41 derajat Celsius. Ini jauh lebih tinggi dari flu biasa yang rata-rata di angka 37–38,5 derajat Celsius.

Nyeri otot hebat: yang sangat mengganggu, hingga membuat tubuh terasa lemas luar biasa (lethargy), sakit kepala berat yang lebih intens dibandingkan pusing biasa, gangguan tenggorokan disertai batuk kering yang menetap.

Kombinasi demam tinggi di atas 39 derajat Celsius dan rasa lemas yang ekstrem adalah alarm utama bahwa mungkin terpapar varian super flu ini dan memerlukan perhatian medis segera. (ila)