Home Blog Page 6404

Antoni Bisa Comeback

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Antoni Putro Nugroho turut dibawa ke Lamongan karena sudah pulih.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Antoni Putro Nugroho turut dibawa ke Lamongan karena sudah pulih.

SUMUTPOS.CO – Skuad PSMS Medan akan bertolak ke Lamongan, Jumat (27/4) pagi untuk melakoni laga lanjutan Liga 1 kontra Persela di Stadion Surayaja, Minggu (29/4). Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman memboyong 18 pemain untuk lawatan ini.

“Besok (hari ini) pagi kita akan berangkat ke sana (Lamongan). Ada 18 pemain yang akan kita bawa,” kata Pelatih PSMS, Djajang Nurjaman, usai latihan persiapan terakhir di Stadion Mini Kebun Bunga, Medan, Kamis (26/4/2018).

Dari 18 nama itu, Antoni Putro Nugroho yang sudah absen di empat laga terakhir turut dibawa. Mantan pemain Bhayangkara FC itu sudah pulih dan kemungkinan besar tampil pada laga tersebut.

“Antoni sudah oke. Semua pemain siap untuk diturunkan dan mereka tidak ada mengalami masalah dan akumulasi kartu,” tambah eks pelatih Persib Bandung itu.

Pada latihan terakhir Djanur lebih banyak menerapkan latihan taktikal dalam sesi latihan tersebut. Djanur memaksimalkan latihan terakhir untuk taktikal karena sehari sebelumnya latihan tidak digelar di lapangan karena hujan deras.

“Mereka adalah lawan tangguh, terlebih mereka dihuni pemain-pemain bagus seperti Loris Arnaud, mantan pemain PSG, Shohei Matsunaga, dan lainnya,” ujarnya.

“Meski demikian kita tidak memberikan perhatian khusus kepada nama-nama itu karena kita melihat permainan mereka secara tim,” tambahnya.

Sementara Antoni mengatakan, sebagai pemain profesional, dia mengaku siap menampilkan yang terbaik jika dipercaya sang pelatih tampil dalam laga nanti. “Saya siap turun. Apalagi saya sudah pulih dan tetap rutin melakukan latihan selama cedera kemarin. Mereka (Persela) adalah tim yang kuat apalagi bermain di kandang. Namun kami berharap bisa meraih poin,” tutur Antoni.

Di sisi lain bek PSMS, Reinaldo Lobo tidak hanya mewaspadai rekan senegaranya, Diego Assis yang gemilang bersama Persela. Lobo juga mewaspadai Shohei Matsunaga. “Gelandang asal Jepang dan Diego Assis. Kenapa? Karena mereka bermain bagus di dua laga terakhir. Diego juga sesuai namanya banyak memberikan asis untuk rekan-rekannya. Jadi bakal butuh penjagaan ketat terhadap keduanya,” ungkapnya.

Apalagi, menurut Lobo, Diego Assis juga seorang pencetak gol yang tajam. “Saat lawan Bhayangkara, dia cetak gol,” timpalnya. Diego Assis juga melesatkan si kulit bundar ke gawang Persebaya. Sedangkan, Matsunaga juga sudah mencetak gol untuk Persela, saat mengalahkan PSM Makassar 3-2.

Mantan pemain Mitra Kukar ini menambahkan tim lawan besutan Aji Santoso tersebut adalah tim yang kuat. Pun demikian, PSMS menurutnya sudah menyiapkan strategi untuk meredam perlawanan tuan rumah. “Tim pelatih terus memberikan kami materi untuk mempersiapkan pertandingan selanjutnya. Kami latihan dengan keras untuk mendapatkan hasil positif di Persela,” ungkapnya.

“Saya senang karena kerja keras di lapangan dihargai. Dan, tentu ini bukan hanya keberhasilan saya pribadi tapi kerja sama kami satu tim saat mengalahkan Perseru Serui,” ungkapnya. (don)

Piala Indonesia Kick Off 8 Mei

Plt Ketum PSSI, Joko Driyono berdiskusi dengan Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria.
Plt Ketum PSSI, Joko Driyono berdiskusi dengan Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria.

SUMUTPOS.CO – PSSI secara resmi mengumumkan bahwa gelaran Piala Indonesia 2018 akan dihelat mulai 8 Mei mendatang. Format pertandingan juga sudah dibahas dan dimatangkan. Ajang tersebut rencananya akan diikuti 128 tim dari pelbagai kasta. Drawing sendiri bakal dilaksakan pada 3 Mei menjelang laga pamungkas PSSI Anniversary Cup 2018.

“Skemanya akan berlangsung mulai 128-besar, 64-besar, 32-besar, 16-besar, 8-besar, semifinal, dan final,” beber Plt Ketum PSSI, Joko Driyono kepada wartawan.

Nantinya pada dua babak awal hanya dilangsungkan single match atau sistem gugur. Tapi, mulai babak 32-besar, sistem pertandingannya berlangsung kandang-tandang.

“Semua klub Liga 1 akan ikut dari babak awal. Setiap babak akan dilakukan drawing. Kecuali dari babak 16-besar sampai selesai,” imbuh Jokdri, sapaan akrabnya.

Nantinya pihak tuan rumah di babak awal dipastikan dari strata bawah. “Tim Liga 1 pasti akan berjumpa tim dari Liga 3. Nanti tuan rumah dari Liga 3 dengan catatan venue memenuhi syarat. Jika tidak, bisa cari alternatif atau main di kandang tim Liga 1,” tandas Jokdri. (ies/jpc/don)

Polres Nias Selatan Gelar Operasi Patuh Toba 2018

CEK KESIAPAN: Kapolres Nias Selatan, AKBP Faisal F Napitupulu didampingi Forkopimda mengecek kesiapan personel yang akan melakukan operasi di lapangan, Kamis (26/4).
CEK KESIAPAN: Kapolres Nias Selatan, AKBP Faisal F Napitupulu didampingi Forkopimda mengecek kesiapan personel yang akan melakukan operasi di lapangan, Kamis (26/4).

NIAS, SUMUTPOS.CO -Polres Nias Selatan menggelar Operasi Patuh Toba 2018. Itu ditandai dengan gelar pasukan di lapangan  Mapolres, jalan Muhammad Hatta Nomor 1, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Kamis (26/4).

Dalam sambutannya selaku inspektur upacara, Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal F Napitupulu SIK MH menyampaikan, Operasi Terpusat Patuh Toba 2018 dilaksanakan 14 hari, dimulai dari tanggal 26 April hingga 09 Mei 2018 secara serentak di seluruh Indonesia.

“Sasaran prioritas Operasi Patuh Tahun 2018 antara lain, pengemudi yang melawan arus lalu lintas, pengemudi yang menggunakan handphone, pengemudi dibawah umur, pengemudi sepeda motor berboncengan lebih dari satu orang,  pengemudi dan penumpang sepeda motor yang tidak menggunakan helm, pengemudi yang berkendara melebihi batas, serta pengemudi kendaraan bermotor yang menggunakan narkoba/mabuk,” ujar Kapolres membacakan amanat Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri.

Dalam pelaksanaan tugas Kepolisian, diimplementasikan dengan kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat. Dimana Korlantas Polri menjabarkan Program ke-11 angka ke-6, yaitu Polisi sebagai Penggerak Revolusi Mental dan Pelopor Tertib Sosial di Ruang Publik.

Dijelaskan Kapolres, Perkembangan transportasi juga telah menginjak era digital. Sebab, operasional order angkutan publik sudah berada dalam genggaman (menggunakan handphone ). Modernisasi ini perlu diikuti dengan inovasi dan kinerja Polri khususnya Polantas. Sehingga mampu mengantisipasi segala dampak yang akan timbul dari modernisasi transportasi tersebut.

“Dengan penindakan sasaran pelanggaran lalu lintas tersebut, maka diharapkan Operasi Patuh tahun ini dapat menekan jumlah korban fatalitas dan meminimalisir kemacetan lalu lintas serta terwujud nya Kamseltibcarlantas yang mantap,” tegas mantan Kasat Intel Polrestabes Medan.

Dalam apel gelar pasukan tersebut, Kapolres bersama Bupati Nias Selatan, Wakapolres, perwakilan Kejari, Dinas Perhubungan dan TNI melakukan pemeriksaan kesiapan pasukan dan kendaraan operasional yang akan digunakan. Kemudian melakukan penyematan pita tanda operasi sebagai tanda dimulainya Operasi Patuh Toba Tahun 2018 di Kabupaten Nias Selatan.

Turut hadir dalam kegiatan, Bupati Nias Selatan Dr Hilarius Duha SH MH, Wakapolres Nias Selatan Kompol Bonggas Simarmata SH, Danlanal Nias yang diwakili oleh Mayor Ismon, Danramil Teluk Dalam Mayor (Inf) HT Zega, Kejari Nias Selatan diwakili oleh Jaksa Fungsional Chandra Nasution, Sekwan DPRD Kabupaten Nias Selatan Firman Giawa, sejumlah SKPD, Pejabat Utama Polres Nias Selatan, TNI, Dinas Perhubungan serta Saka Bhayangkara Polres Nias Selatan.(ala) 

 

 

 

Peredaran Narkoba Disetir dari Dua Lapas

Kepala Deputi BNN Irjen Pol Arman Depari memaparkan barang bukti kejahatan narkoba dan TPPU dari dua lapas di Sumut, Kamis (26/4).
Kepala Deputi BNN Irjen Pol Arman Depari memaparkan barang bukti kejahatan narkoba dan TPPU dari dua lapas di Sumut, Kamis (26/4).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Dua lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Sumatera Utara (Sumut) kembali menjadi tempat empuk pengendali narkoba. Kedua tempat itu masing-masing, Lapas Raya Simalungun dan Tanjunggusta Medan.

Itu setelah Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut berhasil mengungkap sindikat peredaran narkoba dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di dua lapas tersebut.

Para tersangka yang diamankan petugas masing-masing, Sardian alias Dian Narko (38), Yopi Yolanda (37), Adil Putra Marpaung alias Memeng (42), Rosdiana alias Dedek (26), Nona Misa Fitri (34), Yudi Ardi Marta (40) dan Susianto alias Boyek (43) .

Dari tangan mereka diamankan barang bukti 4 buku tabungan BRI, buku tabungan BCA, buku tabungan BNI, HP, uang tunai senilai Rp5.650.936.129, 2 unit mobil, 2 bal besar sepatu/baju serta sertifikat cek deposito senilai Rp2.000.000.000.

Kepala Deputi BNN Irjen Pol Arman Depari, mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari ditangkapnya pengedar sabu di kawasan Tebingtinggi.

Sardian alias Dian Narko diamankan bersama barang bukti 6 paket atau 2,5 gram sabu. Saat dilakukan pengembangan, petugas kembali menangkap Yopi Yolanda sebagai kurir.

Dari mulut kedua tersangka, petugas berhasil mengungkap orang yang ‘menyetir’ dari dalam Lapas Klas II Pematang Siantar di Raya, Kabupaten Simalungun. Dia adalah Aidil Putra alias Memeng.

“Pengembangan terus dilakukan. Dari keterangan Aidil, ternyata melibatkan jaringan di Lapas Tanjunggusta,” terang Arman Depari.

Untuk menelisik keterlibatan narapidana (Napi) Lapas Tanjunggusta, BNNP Sumut kemudian bekerjasama dengan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keungan (PPATK). Alhasil, jaringan TPPU hasil bisnis narkoba yang dikendalikan Susianto alias Boyek terungkap.

Lapas Tanjunggusta kemudian digeledah. Hasilnya, barang bukti timbangan sabu, sertifikat deposito sebesar Rp2.000.000.000, sejumlah aset rumah, mobil dan barang belanjaan milik Boyek disita.

“Jaringan narkoba yang selama ini dikendalikan Boyek dari Lapas Tanjunggusta sepaket dengan Aidil (penghuni Lapas Raya). Mereka sudah lama mengendalikan narkoba untuk memasarkan di lapas dan di luar lapas,” sebut Arman Depari.

“Semua hasil kejahatan yang kita amankan, merupakan hasil kejahatan narkoba dan pencucian uang. Semua aset sudah kita sita, ini kerjasama dengan PPATK. Kita akan buat bandar narkoba miskin, biar bandar narkoba miskin semiskinnya,” tegas Arman Depari.

Rumah yang disita dari Boyek, lanjut Arman Depari, beradar di Komplek Dena, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan. Oleh Boyek dan jaringannya, rencananya rumah ini bakal dijadikan sebagai tempat produksi dan penyimpanan narkoba.

“Kita bersyukur kasus ini cepat terungkap. Terhadap kasus ini, masing – masing tersangka dijerat Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba dan Undang-undang RI no 8 tahun 2010 dengan pasal 3,4 dan 5. Untuk narkoba ancaman hukuman mati, sedangkan pencucian uang diancam 20 tahun penjara,” ungkap Arman Depari.

Sementara, Direktur PPATK Irjen Firman menambahkan, pihaknya telah berkomitmen dengan BNN untuk mengawasi transaksi jumlah besar di beberapa bank.

Irjen Firman mengimbau, kepada masyarakat untuk waspada adanya orang-orang yang ingin memakai rekening untuk dipinjam.   Sebab, modus itu akan digunakan para pelaku kejahatan khususnya pelaku bisnis narkoba.

“Sekarang, dalam perkara ini sudah berlangsung selama 5 tahun, telah terjadi transaksi Rp65 miliar. Dari transaksi yang kita selidiki, ada sebanyak 420 orang yang terlibat. Tapi masih kita cek keterlibatan yang lainnya,” jelas Firman.

Turut hadir dalam paparan, Kepala Deputi BNN Irjen Pol Arman Depari, Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Marsauli Siregar, Kepala BNNK Tebingtinggi Kompol Bambang, Kabag Umum DJBC Abdul Haris, Dir Pamobvit Kombes Pol Makmur Ginting dan pihak Kejatisu.

Dadang, Daftar Balon Anggota DPD

Teks: Dadang Darmawan serahkan syarat dukungan DPD RI ke KPU Sumut, Kamis (26/4). IST
Teks:
Dadang Darmawan serahkan syarat dukungan DPD RI ke KPU Sumut, Kamis (26/4). IST

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Bakal calon (balon) perseorangan peserta anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Dadang Darmawan Pasaribu memberi garansi keikutsertaannya menyerahkan syarat dukungan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara pada, Kamis ( 26/4). Dia bahkan ingin menepis anggapan bahwa tradisi selama ini bahwa dominasi tua renta sebagai senator DPD yang tidak mampu berbuat apa-apa.

“Saya menggaransi pada masyarakat Sumatera Utara andaikan saya diberi amanah nantinya, saya bukan melanjutkan tradisi tua renta ada di DPD RI yang identik tak bisa berbuat apa-apa. Itu jadi jaminan saya,” kata Dadang kepada wartawan di kantor KPU Sumut, Jalan Perintis Kemerdekaan Medan.

Tidak hanya itu, kondisi yang membanding-bandingkan peserta yang mendaftar saat ini adalah seperti semut antara gajah-gajah di DPD RI. Hal tersebut diakui dan sangat dipahaminya sebagai seorang aktivis.

“Kami menyadari itu tapi perlu kami pahami sebagai aktivis, kalau kalah itu sebuah keabadian bagi kami. Hari ini kalau kami menang adalah bonus dari Tuhan semesta alam. Jadi, kami tak perlu menangisi hal itu apalagi tahu kondisi politik kita hari ini. Karena yang kami tunggu adalah dukungan teman-teman semua. Tuhan dan teman itu modal sosial kami termasuk teman jurnalis,” paparnya.

Sementara, mantan anggota DPRD Sumut, Syamsul Hilal justru sangat ingin berbuat lebih banyak bila terlibat langsung sebagai DPD.”Saya ingin berbuat jika terpilih sesuai fungsi dan kewenangan DPD. Karena selama ini tak terasa manfaatnya bagi daerah itu menurut saya,” ucapnya.

Demikian halnya, Mantan Gubernur Sumut Syamsul Arifin akan melanjutkan karir politiknya sebagai anggota DPD RI di Pemilu 2019. Mantan Ketua DPD Golkar Sumut ini pun menyerahkan syarat dukungan sebagai balon DPD RI asal Sumut ke KPU Sumut, kemarin.

Kapolda Bantah Tudingan Tak Netral

Kapoldasu, Irjen Pol Paulus Waterpauw.
Kapoldasu, Irjen Pol Paulus Waterpauw.

MEDAN, SUMUTPOS.CO –Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Paulus Waterpauw menampik tudingan yang menyudutkan dirinya tidak netral dalam gelaran Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu). Pernyataan itu berdasarkan aksi yang dilakukan ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Sumut, pada saat menggelar demonstrasi di DPRD Sumut, Rabu (25/4).

Jenderal bintang dua ini menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berpihak atau malah mengkondisikan pada Calon Gubsu 2018.

“Masyarakatlah yang lebih tahu, apakah yang dikatakan mahasiswa itu memang benar. Tapi pernahkah kapolda mengatakan atau mengkondisikan hal seperti itu? Teman-teman mediakan tahu,” ungkapnya kepada wartawan di Markas Kepolisian Daerah Sumatra Utara di Jalan Sisingamangaraja Medan, Kamis (26/4).

Kapolda menyebutkan, apa yang dikatakan mahasiswa seharusnya dapat dibuktikan. Karena Paulus menyatakan tidak pernah mengumpulkan angotanya untuk membicarakan dukungan dalam Pilgubusu 2018.

“Boleh itu dibuktikan di mana dan kapan? Pernahkah saya bicara dengan anggota di Polres atau saya kumpulkan anggota dan bilang kalian harus begini, kan enggak ada,” jelasnya.

Paulus juga menegaskan, malah jika di mana-mana, dirinya selalu bicara soal netralitas. Karenanya ia meminta kepada mahasiswa agar jangan menebarkan fitnah.

“Kitakan di mana-mana selalu bicara netralitas. Saya orangnya fair, kalau tidak benar dan terbukti akan tanggungjawab. Tapi saya minta, teman-teman mahasiswa harus tanggung jawab juga. Jangan suuzon dan jangan fitnah. Berdosa loh kalau fitnah itu,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui, dalam aksi demonstrasinya ke DPRD tersebut, mahasiswa mengaku memiliki video Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw di duga mengintervensi kepala daerah untuk diarahkan ke salah satu paslon pilgubsu.

“Kami mengecam ini karena kepolisian, TNI dan ASN harus netral,” kata salah seorang mahasiswa, Razak.

Razak juga menyebut kasus JR Saragih yang ditangai Polda Sumut tidak jelas, padahal Bupati Simalungun itu telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kasusnya terkesan berhenti setelah JR Saragih menyatakan dukungan ke Cagub-Cawagubsu Djarot-Sihar. Apa kabar dengan kasus JR. Polda Sumut harus profesional dalam penuntasan kasus ini,” ucapnya.

Atas dasar itu, mahasiswa mendesak DPRD Sumut memanggil Kapolda Sumut yang dianggap tidak netral di Pllgub Sumut.

Razak menandaskan, jika intervensi masih berlanjut,  maka Presidium Mahasiswa Sumatera Utara aka melakukan aksi demonstrasi mengepung Mapolda Sumut.

“DPRD Sumut harus mengeluarkan rekomendasi ke Polri agar Kapolda Sumut lrjen Pol Paulus Waterpau dicopot dari jabatannya,” katanya. (mag-1/azw)

Djarot: Saya Pilih Hampir Kalah…

Triadi Wibowo/Sumut Pos_ Paslon Djarot Saiful dengan Sihar Sitorus saat berkunjung ke Graha Pena, kamis (18/1)
Triadi Wibowo/Sumut Pos_
Paslon Djarot Saiful dengan Sihar Sitorus saat berkunjung ke Graha Pena, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat tetap kukuh membantah dirinya bertarung di Pilgub Sumut hanya sebagai batu loncatan saja. Ia bahkan terkesan ‘menyepelekan’ Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai partai politik baru yang belum dapat dicerminkan atas poling untuk mengusulkannya sebagai Menteri Dalam Negeri di 2019 mendatang.

“PSI itukan partai baru, jadi tidak mencerminkan. Saya terima kasih sudah dikasih apresiasi seperti itu,” kata Djarot menjawab wartawan, usai menghadiri pembekalan calon kepala daerah se Sumut, di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (24/4).

Ia lantas menceritakan, beberapa waktu lalu saat bertemu pengurus PSI sudah mengutarakan keinginan kuat membangun negeri berbilang kaum ini. “Saya sampaikan lebih memilih mengabdi di Sumatera Utara. Ya pantas saja mereka poling seperti itu. Tapi sekali lagi saya memilih mengabdi di Sumatera Utara,” imbuh dia.

Dengan rasa percaya diri yang tinggi, mantan Gubernur DKI Jakarta itu bilang bahwa tingkat partisipasi masyarakat Sumut di pilgub kali ini akan meningkat. Hal itu dilandaskan mayoritas masyarakat Sumut menginginkan perubahan.

“Saya sekarang melihat ada gairah warga Sumut untuk memilih, karena mereka ingin ada perubahan. Tapi ini masih belum cukup. Perlu ada sosialisasi dari KPU sampai KPUD dan TPS terutama di daerah pelosok. Di wilayah perkotaan saya melihat justru ada gairah baru. Mereka sadar dan jujur pernah menyampaikan pada saya tidak mau milih (Pilgubsu 2013), tapi sekarang kami harus pilih karena ingin perubahan,” ungkapnya.

Dengan tagline ‘Sumut’ (Semua Urusan Mudah dan Transparan) Djarot bersama pasangannya, Sihar Sitorus bakal  membuat birokrasi sebagai motor perubahan yang bersih dan melayani.

“Jika birokrasinya bersih maka sumber daya alam bisa dikelola dengan baik,  kesejahteraan masyarakat bisa diwujudkan dengan segera, dan infrastruktur bisa segera kita bangun dengan cepat,” kata Djarot.

KPU Sumut Lelang Surat Suara Pilgubsu

/SUMUT POS Pekerja menyusun logistik Pemilu di gudang eks Bandara Polonia Medan, Jumat (4/4). Logistik tersebut rencananya akan didistribusikan keseluruh kecamatan di Kota Medan pada esok hari Sabtu (5/4).
/SUMUT POS
Petugas memeriksa kertas suara.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut) sudah mengusulkan pengadaan lelang surat suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut (Pilgubsu) 2018 melalui e-Catalog ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Sekretaris KPU Sumut Abdul Rajab Pasaribu menjelaskan, untuk mekanisme pengadaan surat suara ini mulanya KPU menyampaikan permohonan dan LKPP yang memproses tindak lanjutnya. Termasuk penenderan melalui e-Catalog merupakan domain dan wewenang LKPP. “Jadi tidak diumumkan dan diproses di sini (KPU Sumut, Red),” katanya kepada Sumut Pos, Rabu (26/4).

Tidak hanya kertas suara, seluruh kegiatan pelelangan sudah diusulkan KPU Sumut ke LKPP Jakarta. Namun ada beberapa item yang memang tidak perlu melalui e-Catalog. “Untuk surat suara harus melalui e-Catalog. Yang memproses adalah pusat. Untuk pemenangnya sampai sekarang saya belum tahu. Tapi biasanya akan diumumkan pada website KPU RI,” katanya.

Sementara itu, mengenai jumlah kertas suara yang diusulkan akan dicetak sesuai total daftar pemilih tetap (DPT) yang telah ditetapkan KPU Sumut. Di mana berdasarkan penetapan DPT KPU kabupaten/kota se Sumut. “Kalau jumlah DPT Pilgubsu kita 9 juta lebih, biasanya akan dilebihkan sekian persen dari jumlah tersebut,” pungkasnya.

Komisioner KPU Sumut Divisi SDM dan Partisipasi Hubungan Masyarakat, Yulhasni membenarkan bahwa proses tender surat suara sudah melalui e-Catalog. Setahu dia sudah ada pemenang atas pengadaan tender kegiatan dimaksud.

“Karena itu hal teknis, ditanyakan saja ke Pak Rajab Sekretaris KPU. Pemenang tendernya setahu saya pun sudah ada, cuma saya gak tahu siapa. Bisa dicek website LKPP atau KPU RI,” ujarnya.

Sebelumnya, ungkap dia, pihak bersangkutan telah meminta desain pasangan calon (paslon) Pilgubsu 2018. Kemudian oleh KPU meneruskan ke lembaga berwenang untuk segera ditindaklanjuti. “Nanti setelah ada  informasi dari pak sekretaris soal ini kepada kami, akan kami sampaikan ke kawan-kawan media,” katanya.

Seperti diketahui, KPU Sumut telah menetapkan DPT Pilgubsu 2018 sebanyak 9.052.529 jiwa. Penetapan jumlah DPT ini dilakukan melalui Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPT Tingkat Provinsi yang digelar KPU Sumut di Hotel Adi Mulia Jalan P Diponegoro Medan, Sabtu (21/4). Tercatat, jumlah pemilih Pilgubsu 2018 yang paling banyak berada di Kota Medan dengan jumlah 1.520.301 jiwa dan Kabupaten Deliserdang 1.165.765 jiwa. (prn/azw)

Jedar Tinggalkan El di Amerika

Jessica Iskandar
Jessica Iskandar

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Jessica Iskandar sudah kembali di Indonesia dari perjalanan ke Amerika. Padahal, Jessica sebelumnya berujar ingin menetap selama setahun di Amerika dengan putranya El Barack Alexander. Namun belum sampai sebulan, janda satu anak itu sudah kembali ke Jakarta.

Personil Girls Squad ini menjelaskan kepulangan dirinya ke Jakarta karena ada pekerjaan yang harus dia selesaikan terlebih dulu. “Ada yang belum selesai aku kerjain di sini,” ucap Jessica.

Saat berada di Amerika, wanita yang karib disapa Jedar ini juga menyulitkan tim survei rumah yang ingin mengambil data dirinya. Karena itu, Jedar memilih pulang ke Indonesia.

“Aku kan punya rencana beli rumah, nah orang yang mau surveinya itu kesusahan cari aku karena aku ada di Amerika, makanya balik dulu ke sini,” tutur Jessica.

Setelah urusannya beres, wanita 30 tahun ini akan kembali lagi ke Amerika.

“Aku balik sendiri ke sini, El masih di Amerika,” jelasnya. (chi/jpnn)

Asyik Nonton, Lupa Jualan

Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

SUMUTPOS.CO – Di Amerika petani kedelai mengeluh berat. Di negara bagian North Dakota, mengancam tidak lagi memilih Partai Republik. Harga kedelai turun 19 persen.

Di Tiongkok perusahaan telekomunikasi terbesarnya ZTE bingung. Tidak dapat lagi pasokan suku cadang dari Amerika.

Padahal itu suku cadang utama: chips. Semua perusahaan IT Amerika dilarang memasok ZTE. Selama tujuh tahun. Padahal stok suku cadang itu tinggal dua bulan.

Di Amerika peternak susu di negara bagian Wisconsin pada pusing. Harga susu merosot.

Banyak peternak berencana tutup usaha. Jual peternakannya.

Tiongkok mengenakan bea masuk tinggi untuk kedelai dan produk susu. Padahal pasok kedelai dan susu terbesarnya dari Amerika.

Di Tiongkok ZTE dianggap melanggar. Kirim barang ke Iran. Negara yang lagi diberi sanksi oleh Amerika.

Ini bencana bagi ZTE. Terutama jangka pendek ini. Ambisi ZTE untuk menjadi yang pertama di dunia terancam gagal: meluncurkan 5G di tahun 2020.

Perang dagang tidak akan dimenangkan salah satu. Bisa-bisa dua-duanya rugi. Begitulah hukumnya.

Tapi ekonomi Amerika lagi baik-baiknya. Saat ini. Terutama oleh kebijakan potong pajak Presiden Donald Trump. Yang gila-gilaan itu. Dari 32 persen tinggal 21 persen.

Investasi mengalir masuk. Modal kembali pulang ke AS. Minggu lalu ada iklan satu halaman di koran utama: groundbreaking pabrik kertas baru. Kertas jenis corrugated. Untuk boks kirim barang itu. Senilai Rp 25 triliun. Industri kotor pun mulai berani kembali pulang.

Perusahaan Amerika tidak perlu lagi buka kantor di negara lain. Seperti di Singapura. Yang tujuannya, dulu, hanya untuk hindari pajak tinggi di negaranya. Jenis kantor seperti itu tidak ada lagi urgensinya.