Home Blog Page 6405

Wagubsu: Sumut Gudang Penyanyi 

Wagubsu Nurhajizah Marpaung memuji peserta acara Grand Final Danau Toba Idol 2018, Rabu malam (25/4) di Crystal Room Hotel Karibia Medan .
Wagubsu Nurhajizah Marpaung memuji peserta acara Grand Final Danau Toba Idol 2018, Rabu malam (25/4) di Crystal Room Hotel Karibia Medan .

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH mengapresiasi bakat seni dan vocal putra dan putri asal Sumatera Utara (Sumut). Apalagi banyak putra dan putri asal Sumut yang berhasil di tingkat nasional, khususnya sebagai penyanyi.

“Tak diragukan lagi kalau Sumut gudang penyanyi berbakat dan tak sedikit yang sukses menjuarai beberapa even tingkat nasional dan belum lama ini gadis asal Sumut juga menjuarai Indonesia Idol yakni Maria Simorangkir,” ujar Wagubsu Nurhajizah Marpaung di acara Grand Final Danau Toba Idol 2018, Rabu malam (25/4) di Crystal Room Hotel Karibia Medan .

Karena itu, kata Wagubsu,  Danau Toba Idol diharapkan menjadi acara pencarian bakat, khususnya dalam tarik suara.  Juga berfungsi untuk mempertahankan dan mengembangkan budaya Batak, sebagai salah satu budaya lokal yang harus dilestarikan, untuk menangkal infiltrasi dampak budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya leluhur bangsa Indonesia.

“Bernyanyi adalah budaya lokal yang bila kita lalai akan terjadi pengaburan budaya lokal, akibatnya dapat membuat generasi muda kita di masa mendatang tidak lagi mengenal budayanya sendiri,”ujarnya.

Untuk itu, Nurhajizah merasa bangga dengan budaya lokal. Sebagaimana yang disaksikan, kegiatan ini membuka tabir, ternyata begitu besar aset budaya dan lagu batak, dan kegiatan ini disambut cukup hangat oleh warga Sumut.

Ketua Pembina Toba Lake Art’s Production (Tolab) yang juga artis Batak Jack Marpaung mengatakan, kegiatan Danau Toba Idol ini baru diselenggarakan tahun ini dan diharapkan menjadi even tahunan. “Kebetulan Danau Toba Idol 2018 baru diselenggarakan dan merupakan salah satu rangkaian peringatan paskah yang sebelumnya dimulai dari seminar di gereja,” ujarnya.

Menurutnya peserta yang mengikuti Danau Toba Idol 2018 tidak hanya berasal pelajar, tapi juga mahasiswa yang memiliki vokal luar biasa.

Turut hadir di acara itu, Kadis Pariwisata Provsu Dr Ir Hj Hidayati MSi, Ketua Panitia Tolab Parulian Tampubolon serta sejumlah peserta dan undangan. (rel/mea)

Jatah Makan Jemaah Haji Bertambah Jadi 40 Kali

Foto: Triadi Wibowo/Sumut Pos Sejumlah jamaah calon haji asal Medan tiba di Embarkasi Asrama Haji Jalan AH Nasution Medan, Kamis (27/7). Sekitar 393 jemaah calon haji asal Medan tergabung dalam kloter pertama telah masuk asrama untuk menjalani karantina sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada Jumat (28/7).
Foto: Triadi Wibowo/Sumut Pos
Sejumlah jamaah calon haji asal Medan tiba di Embarkasi Asrama Haji Jalan AH Nasution Medan, Kamis (27/7). Sekitar 393 jemaah calon haji asal Medan tergabung dalam kloter pertama telah masuk asrama untuk menjalani karantina sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada Jumat (28/7).

BOGOR, SUMUTPOS.CO – Tahun 2018 ini, ada peningkatan jumlah makan untuk jemaah haji. Tahun ini, jemaah haji mendapat 40 kali makan.

“Masalah katering, secara prinsipil tidak ada masalah. Tahun ini kita bersyukur di Mekah yang tahun lalu 25 kali dapat makan, tahun ini menjadi 40 kali. Itu adalah peningkatan kualitas pelayanan jemaah haji,” ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, seusai menghadiri rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/4/2018).

Untuk cita rasa makanan, pemerintah mengambil jalan tengah. Walaupun sudah diambil jalan tengah, masih ada jemaah yang protes.

“Moderasi hal rasa diperlukan untuk menjaga pencernaan seluruh jemaah haji kita. Karena tidak semuanya memiliki kemampuan pencernaan, bisa mengonsumsi rasa yang terlalu ekstrim. Kami sudah konsultasi dgn ahli gizi, dan seterusnya dan katering ya harus pada titik moderat dalam hal rasa dan juga melindungi pencernaan,” urainya.

Untuk penginapan, 169 hotel di Mekah sudah disewa pemerintah untuk jemaah haji asal Indonesia. Jarak terjauh penginapan dari Masjid Al Haram yakni 4,4 kilometer.

“Berkisar antara 708 meter dari Masjidil Haram sampai paling jauh 4.400 meter,” kata Lukman. (dkp/ams/dtc)

Minyak Menyembur Tinggi, Warga Ramai Bawa Jerigen

Foto: dok. Istimewa Lokasi sumur minyak di Aceh Timur yang meledak dan terbakar.
Foto: dok. Istimewa
Lokasi sumur minyak di Aceh Timur yang meledak dan terbakar.

ACEH, SUMUTPOS.CO – Sumur minyak yang meledak dan terbakar di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Aceh, itu ternyata sumur baru. Sumur minyak ilegal di Aceh menjadi tempat ribuan warga menggantungkan hidup.

“Yang meledak ini sumur baru. Di Kecamatan Rantau, warga sudah mengelola sumur dalam empat tahun terakhir,” kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Iskandar Usman Al-Farlaky saat dimintai konfirmasi wartawan, Kamis (26/4/2018).

Sumur minyak yang meledak dan menewaskan 21 orang itu merupakan sumur baru yang berada di belakang rumah warga. Di Kecamatan Rantau Peureulak, hampir di tiap desa terdapat sumur minyak yang dikelola oleh masyarakat.

Pada malam nahas itu, kata Iskandar, minyak yang keluar dari sumur tersebut menyembur terlalu tinggi. Pemilik menampung sekitar 100 drum, kemudian memberi tahu masyarakat sekitar. Tak lama berselang, warga datang berbondong-bondong datang dan membawa jeriken maupun peralatan lainnya untuk menampung minyak yang tumpah.

Tiba-tiba, terdengar suara ledakan. Api membubung tinggi dan menyambar warga di sana. Korban meninggal seketika tergeletak di lokasi, sementara korban luka-luka diboyong ke rumah sakit.

Penambangan minyak di kecamatan tersebut dikelola secara pribadi dan tidak diawasi pemerintah. Masyarakat di sana merakit sendiri alat untuk mengebor hingga kedalaman 200 meter. Biasanya, setelah menggunakan 70 pipa, warga baru mendapat semburan minyak.

Pengeboran pun dilakukan secara manual. Untuk satu sumur, jumlah produksi minyak per hari berkisar 5 drum hingga 25 drum. Ribuan warga pun memilih menggantungkan hidup dari menambang. Selama ini belum pernah ada kejadian kebakaran ataupun ledakan sedahsyat ini.

“Mereka belajar ngebor itu otodidak karena faktor alam lihat teman ngebor ikut ngebor juga. Bukan dibekali kemampuan khusus,” jelas Iskandar.

Rupiah Melemah, tapi Tak Separah Baht dan Ringgit

Rupiah melemah terhadap Dolar Amerika.
Tupiah melemah terhadap Dolar Amerika.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah hampir menyentuh angka Rp 14.000. Pelemahan rupiah sudah terjadi sejak satu bulan terakhir.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menjelaskan hingga hari Rabu tanggal 25 April 2018 tekanan masih berlanjut. Rupiah pada tanggal 25 April 2018 terdepresiasi sebesar -0,23% atau -0,88% month to date (mtd).

“Persentase pelemahan rupiah ini lebih kecil dibandingkan mata uang yang lainnya di Asia seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Korea Selatan dan India,” kata Agus dalam konferensi pers di Gedung Thamrin BI, Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Dari data BI periode 1 April – 25 April 2018 pelemahan nilai tukar sejumlah negara terhadap dolar AS berada di atas 1%. Seperti bath Thailand (-1,14%, mtd), ringgit Malaysia (-1,23%, mtd), dolar Singapore (-1,24%, mtd), Korea Selatan KRW (-1,58%, mtd), dan India INR (-2,57%, mtd).

Agus menjelaskan pelemahan rupiah ini terjadi karena penguatan mata uang AS yang terjajdi pada hampir seluruh mata uang dunia (broad based).

“Penguatan dolar AS ini adalah dampak dari berlanjutnya kenaikan suku bunga obligasi di AS hingga mencapai 3,03% ini tertinggi sejak 2013,” ujarnya.

Menurut Agus, depresiasi rupiah juga terkait faktor musiman permintaan valas yang meningkat pada triwulan II antara lain untuk keperluan pembayaran ULN dan pembiayaan impor, dan dividen.  (ang/dtc)

Heboh! Ketua Ormas Diciduk Polres Tapsel

Barang bukti 56 botol minuman keras merek Chivas yang diamankan dari kediaman FS alias Ucok Kodok, salah satu ketua organisasi masyarakat (ormas) di Kota Padangsidimpuan, Rabu (25/4/2018).
Barang bukti 56 botol minuman keras merek Chivas yang diamankan dari kediaman FS alias Ucok Kodok, salah satu ketua organisasi masyarakat (ormas) di Kota Padangsidimpuan, Rabu (25/4/2018).

SIDIMPUAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan petugas gabungan Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Detasemen C Brimob Polda Sumut menggerebek kediaman FS alias Ucok Kodok, salah satu ketua organisasi masyarakat (ormas) di Kota Padangsidimpuan, Jalan H Dahlan Lubis, Rabu (25/4/2018).

Penggerebekan dipimpin Kapolres Tapsel, AKBP M Iqbal bersama personil dilengkapi senjata laras panjang. Setibanya di lokasi, petugas langsung masuk ke dalam kediaman FS.

Setelah mengetahui FS berada di dalam, petugas meminta izin kepada penghuni rumah. Tak lama berselang, FS keluar dan baru terjaga dari tidurnya alias baru bangun. Seketika itulah, petugas pun langsung memperlihatkan surat perintah penangkapan terhadap dirinya.

Usai membaca surat tersebut, FS kemudian diboyong ke Mapolres Tapsel guna pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP Ismawansah mengatakan, penangkapan terhadap FS berdasarkan laporan polisi nomor : 114/IV/2018/TAPSEL/SUMUT tanggal 20 April 2018. Laporan tersebut atas nama Rosnilawati Pulungan.

Dalam laporannya, Roslinawati mengaku dirinya menjadi korban penganiayaan sekelompok orang yang mengenakan seragam ormas di areal PT Bona Hutaraja Kec. Muara Batang Toru, Tapsel.

“Dalam pengaduannya, korban mengatakan kejadian tersebut terjadi Kamis (19/4/2018) siang. Kala itu, korban bersama rekan-rekannya yang bekerja di PT Bona Hutaraja tengah beristirahat di lokasi. Disaat yang bersamaan datang sekelompok orang dengan memakai baju ormas,” ungkapnya.

Setibanya di lokasi, sambung Ismawansa, sekelompok orang tersebut terlibat perselisihan dengan para pekerja PT Bona Hutaraja yang tengah istirahat. Mereka memaksa para pekerja untuk pergi dari lokasi dan membuka portal milik PT Bona Hutaraja.

Namun sayang, permintaan tersebut tidak diindahkan para pekerja. Alhasil, keributan pun terjadi hingga ada penganiayaan yang dilakukan terhadap korban hingga membuat bibir korban mengalami luka. Di samping itu juga, sekelompok orang tersebut melakukan pengerusakan terhadap portal. “Peran FS sebagai orang yang menggerakkan massa dan memerintah untuk merusak dan membongkar portal,” bebernya.

Ingin Enak Tidur Malah Ditiduri

SUMUTPOS.CO – BURUH pabrik mengaku dukun, otak Tongat (48) jadi ngeres melulu. Ada dua ABG kembar cantik berobat kepadanya, justru dicabuli secara bergantian.

Fitri (16) nama asal-asalan, yang paling sering diajak Tongat, dinyatakan hamil. Sedangkan Fitroh (16) juga nama samaran, meski tidak hamil, tapi kehormatannya sudah ternoda.

Kenapa ya, menjadi dukun kalau tidak cabul kok belum afdhol rasanya. Soalnya di mana-mana, asal ada dukun pasti dilaporkan mencabuli pasien perempuanya. Tentu yang cantik-cantik. Cara pengobatannya pun jadi aneh-aneh, yang ujung-ujungnya musti ada persetubuhan dengan alasan kemauan atau tuntutan jin yang menjadi prewangannya. Padahal sebetulnya itu bukan tuntutan jin, melainkan tuntutan biologis si dukun itu sendiri.

Rupanya Tongat juga termasuk lelaki yang memperkuat barisan dukun cabul. Dia jadi dukun bukan untuk menyembuhkan penyakit pasien, tapi justru untuk memanjakan syahwatnya. Sebab asal mengatasnamakan terapi pengobatan, apapun perilaku dukun dimaklumi dan dipahami.

Entah siapa yang mengajari, Tongat belakangan dikenal sebagai paranormal. Padahal pekerjaan aslinya dia menjadi buruh pabrik. Tapi kata para bekas pasien, pengobatan Tongat banyak yang cocok. Ongkos juga tak pernah menentukan, seiklasnya kantong pasien.

Tapi sejak dapat pasien ABG kembar Fitri dan Fitroh, sepertinya dukun Tongat jadi lupa akan kode etik perdukunan. Dia tak berusaha menyembuhkan pasien, tapi justru berusaha bagaimana bisa menggauli dua pasiennya yang masih mulus-mulus itu. Bukankah usia kedua pasien itu sepantasnya anak sendiri di rumah? “Ya kalau sedang berbuat tak usah mikir anak di rumah,” kata setan memberi pembenaran.

DPR Desak Audit Investigasi

MELEDAK: Semburan api sumur minyak warga yang meledak di Desa Pasi Puteh, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Idris Bendung/Rakyat Aceh
MELEDAK: Semburan api sumur minyak warga yang meledak di Desa Pasi Puteh, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Idris Bendung/Rakyat Aceh

SUMUTPOS.CO – Penanganan kebakaran sumur minyak di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Aceh pada Rabu (25/4) dini hari, harus ditangani dengan cepat. Agar tidak terjadi lagi, harus dilakukan audit investigatif dan penyidikan yang komprehensif. “Tegakan aturan dan tindak tegas yang telah menyebabkan peristiwa itu terjadi,” ujar Anggota Komisi VII DPR Rofi Munawar kepada JawaPos.com (Grup Sumut Pos), Rabu (25/4).

Apalagi, lanjut Rofi, aturan soal pengelolaan sumur tua tradisional sudah jelas. Tertuang dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi Pada Sumur Tua.

Diketahui, Pasal 9 sendiri dijabarkan tentang pelaksanaan memproduksi minyak bumi. Pasal 12-15 pun diatur tentang pembinaan dan pengawasan. Sementara Pasal 6 diatur mengenai sanksi.”Menurut informasi sumur rakyat yang terbakar kedalamannya sampe 250 meter perlu dipertanyakan, biasanya hanya 50-150. Harusnya di atas 150 meter jangan KUD yang pegang mengingat teknologinya tidak sesuai,” jelas Rofi.

Lebih lanjut, legislator asal Jawa Timur itu juga berharap agar ke depannya harus ada pembinaan yang lebih efektif terhadap sumur tua yang dikelola rakyat. Di sisi lain, lokasi sumur tersebut harus segera disterilisasi.

Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi mengatakan, masih ada potensi kebakaran lain dengan aktivitas pengeboran sumur minyak ilegal oleh masyarakat. Untuk menekan adanya sumur-sumur minyak itu tak akan efektif dengan melalui jalur hukum. Sebab, aktivitas ini menyangkut masalah kebutuhan ekonomi masyarakat. “Tidak mungkin menempuh jalur hukum, tidak akan bisa,” ujar Amien di sela acara Forum Fasilitas Produksi Migas 2018 (FFPM 2018) di Jogjakarta pada Rabu (25/4).

Sebagai solusi, pihak terkait harus melakukan upaya lain selain jalu hukum guna menekan adanya sumur minyek ilegal. Sebab, hal tersebut berkaitan dengan masalah perut orang banyak. Untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat, semisal dengan mengembangkan bidang pariwisatanya.

Seperti yang telah dilakukannya dengan bekerja sama bersama Pemerintah Daerah di Wonocolo, Jawa Timur. “Kami terus berupaya mencari solusi agar kegiatan sumur minyak ilegal bisa ditekan,” imbuh dia.

Dalam penanganan kebakaran itu, pihaknya bersama Pertamina telah mengirim tim ke lokasi kejadian. Pihaknya pun masih menunggu laporan dari kondisi terakhir. “Kami masih menunggu laporan terakhir dari petugas di lapangan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, peristiwa yang terjadi di Aceh Timur itu menyebabkan sedikitnya 18 orang meninggal dunia. Di lokasi kejadian terdapat 8 sumur pengeboran minyak yang dilakukan warga yang salah satunya meledak.(dna/dho/JPC/ila)

 

Sumur Minyak Ilegal di Rantau Peureulak Meledak

MELEDAK: Semburan api sumur minyak warga yang meledak di Desa Pasi Puteh, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Idris Bendung/Rakyat Aceh
MELEDAK: Semburan api sumur minyak warga yang meledak di Desa Pasi Puteh, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Idris Bendung/Rakyat Aceh

RANTO PEUREULAK, SUMUTPOS.CO – Sebuah sumur minyak terbakar di Desa Pasir Putih,  Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur sekitar pukul 01.00 WIB, Rabu (25/4). Semburan api dari ledakan tersebut mencapai ketinggian 100 meter. Hingga pukul 18.45 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Aceh mencatat 18 orang meninggal dan luka berat 41 orang. Hingga kini jumlah korban terus bertambah.

“Di lokasi ledakan, ditemukan korban pemilik sumur minyak bersama korban lainnya. Mereka diduga masyarakat yang tengah menggali sumur minyak secara tradisional,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Misbahul Munauwar dalam keterangannya.

Hingga kini, kobaran api masih belum bisa dipadamkan. Pemerintah Aceh Timur, polres, dan kodim setempat, serta unsur terkait masih melakukan evakuasi korban. Mereka dibawa ke puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat.

Polisi bersama aparat lainnya juga sudah mengamankan lokasi agar tidak dikerumuni warga. “Melakukan koordinasi dengan Pertamina dan pemadam kebakaran untuk memadamkan api yan masih menyala, serta mendata seluruh korban. Baik korban meninggal dunia maupun luka berat. Penyebabnya belum kita ketahui,” jelas Misbahul.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro mengaku pihaknya sedang fokus pada pengamanan lokasi dan membantu evakuasi warga yang berada diradius 100 hingga 500 meter dari lokasi.

“Untuk langkah selanjutnya kita sedang lakukan pengembangan penyebab dari terbakarnya sumur minyak ini,” ungkap Kapolres.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBA) Teuku Ahmad Dadek menyebutkan, korban akibat ledakan sumur minyak tersebut mencapai puluhan jiwa. Dan, 18 orang diantaranya meninggal dunia serta sebanyak 41 orang mengalami luka berat.

Tak hanya itu, ledakan kobaran api juga ikut menghanguskan sebanyak lima unit rumah warga yang berdekatan dengan sumber api. Masing-masing rumah milik Siti Hafizah, 70; Zainabah,85; Ridwan Hutabarat,40; Maryani, 60; dan rumah milik Muhammad Yanis, 45. “BPBD Aceh Timur mendapatkan laporan dari masyarakat pukul 02.15 WIB mengenai kebakaran sumur minyak milik warga. Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan,” kata Teuku, Rabu (25/4).

Teuku mengatakan, ketika kebakaran terjadi api dengan cepat membumbung tinggi dan menimbulkan kepanikan warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi kejadian. Hingga saat ini kebakaran belum dapat dipadamkan.”Petugas Damkar, BPBD, TNI, dan Polri saat ini masih siaga di lokasi kejadian kebakaran untuk mengantisipasi dampak kebakaran meluas ke pemukiman masyarakat,” jelasnya.

Terhadap 41 korban yang mengalami luka berat kini tengah menjalani perawatan di sejulah rumah sakit. Seperti di Rumah Sakit Graha Bunda sebanyak lima orang, Rumah Sakit Zubir Mahmud sebanyak 18 orang, dan 19 lainnya di RS Sultan Abdul Aziz.  Korban ada juga dirawat di Zainoel Abidin Banda Aceh serta di RSU H Adam Malik Medan.

Arsenal v Atl Madrid: Misi Persembahan Terakhir

Fernando Torres
Fernando Torres

SUMUTPOS.CO – Arsenal hanya punya satu kesempatan meraih trofi musim ini. Tentu saja itu ada di Liga Eropa. Turnamen ini juga akan bermakna banyak untuk direbut. Tiket Liga Champions sebagai juara, serta persembahan terakhir untuk Arsene Wenger. Namun sebelum itu Arsenal harus menghadapi ujian berat dari Atletico Madrid di Emirates, Jumat (27/4).

Wenger memutuskan mundur akhir musim nanti. Keputusan yang mengejutkan setelah 22 tahun bersama tim Meriam London itu. Untuk itu Wenger tentu tak mau mundur tanpa memberikan persembahan terakhir.

Performa Arsenal belakangan mulai membaik. Teranyar mereka membungkam West Ham dengan skor 4-1. “Saya fokus untuk memenangi pertandingan. Kami hanya berusaha untuk profesional dan melakukan pekerjaan kami, meski ketika situasinya berbeda. Itu adalah semangat tim yang bagus dan persiapan yang baik untuk Kamis,” kata Wenger seperti dikutip dari BBC.

Pada laga ini Arsenal dipastikan bermain tanpa Mohamed Elneny karena menderita cedera engkel. Elneny hanya tampil selama 45 menit ketika Arsenal menang 4-1 atas West Ham United. Sang pemain mengalami masalah pada tubuhnya dan kemudian digantikan Ainsley Maitland-Niles.

Selain itu Petr Cech, Jack Wilshere, dan Henrikh Mkhitaryan semua diragukan tampil. Sementara Mohamed Elneny akan absen setelah ditandu keluar pada akhir pekan lalu, dan bergabung dengan pemain yang telah lama absen, Santi Cazorla. Sedangkan Pierre-Emerick Aubameyang juga terhalang regulasi untuk tampil di laga ini.

Arsenal tentu tak akan mudah menumbangkan Atletico Madrid yang tampil mengesankan di liga domestik. Tim asuhan Diego Simeone tersebut, masih menempati posisi kedua di klasemen sementara La Liga dan berada di atas Real Madrid yang menduduki peringkat ketiga. Dengan demikian, Atletico tidak memiliki tekanan yang kuat di Liga Europa, lantaran mereka sudah dapat dipastikan lolos untuk kompetisi Liga Champions.

Atletico hanya memperoleh hasil imbang saja saat menghadapi Real Betis dalam laga terakhir di La Liga. Tak heran jika pada laga tersebut Los Rojiblancos hanya memperoleh hasil imbang. Pasalnya Diego Simeone bisa dibilang hanya menurunkan skuat pelapis. Menghadapi Arsenal, Simeone tentunya akan lebih serius lagi.

Pembebasan Lahan Sport Centre Tuntas Tahun Ini

Wakil Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, menjawab pertanyaan wartawan usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Senin (12/10/2015). Ketua DPD Partai NasDem Sumut itu dimintai keterangan terkait pertemuan yang melibatkan Gatot antara Gubernur Sumut Gatot Pudjo Nugroho, OC Kaligis, Surya Paloh dan Tengku Erry, yang membahas deal pengamanan penyelidikan kasus dugaan korupsi bantuan sosial (Pemprov Sumatera Utara) oleh Kejaksaan, mengingat Jaksa Agung HM Pasetyo adalah kader NasDem.--Foto: Imam Husein/Jawa Pos
Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada tahun ini menargetkan pembebasan lahan untuk pusat olahraga (sport centre) sebagai sarana pendukung Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 mendatang. “Meski waktunya masih panjang, namun ini sedang kita proses terus pembebasan lahan,” kata Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi kepada Sumut Pos, Rabu (25/4).

Sejauh ini, lanjut Erry, sudah keluar izin pembebasan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN II dari pemerintah pusat sebanyak 50 hektar. Pemprovsu selanjutnya mengupayakan pembebasan izin untuk 100 hektar lahan yang akan dijadikan sport centre.”Lagi proseslah semuanya ini. Secara administrasi terus kita kejar sehingga dengan lahan yang sudah bebas bisa segera dilakukan pembangunan,” katanya.

Meski berada di lahan eks HGU, lanjutnya, tetap saja Pemprovsu berkewajiban mengganti rugi lahan tersebut. Sementara mengenai alokasi anggaran, Pemprovsu melakukannya secara bertahap setiap tahun.”Anggaran kita alokasikan secara multiyears. Nantinya juga akan dibantu oleh pusat (APBN). Sekarang ini tentu kita fokus lahannya dulu. Nanti baru kita masuk ke tahap pembangunannya,” katanya.

Gubsu mengharapkan, dengan menjadi tuan rumah bersama Provinsi Aceh di PON 2024, menambah motivasi para atlet dan seluruh stakeholder terkait untuk lebih meningkatkan prestasi olahraga di Sumut. Sebab, terakhir kali Sumut menjadi tuan rumah PON pada 1953 yang tentu sudah sangat lama mendapatkan momen tersebut.

“Ya, ini penantian panjang buat kita menjadi tuan rumah kembali. Kita patut syukuri atas momentum ini. Dan tentunya lagi menjadi momentum kemajuan infrastruktur olahraga di Sumatera Utara. Seperti Palembang saat menjadi tuan rumah, semua aspek pembangunan di daerah itu menjadi pesat,” pungkasnya.