Home Blog Page 6423

Calon Jamaah Haji Meninggal Boleh Digantikan Keluarga

Sejumlah jamaah haji asal Sumut saat akan bertolak ke Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang dari Asrama Haji Medan, beberapa waktu lalu.
Sejumlah jamaah haji asal Sumut saat akan bertolak ke Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang dari Asrama Haji Medan, beberapa waktu lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO -Calon jamaah haji yang meninggal sebelum berangkat, boleh digantikan oleh seorang anggota keluarganya. Aturan yang dikeluarkan Kementerian Agama ini, mulai berlaku pada musim haji 1439 Hijriah atau 2018.

“Mulai tahun ini, porsi calon jamaah haji yang wafat sebelum berangkat ke Arab Saudi, bisa digantikan oleh keluarganya,” ungkap Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ahda Barori, di Jakarta, Kamis (19/4) lalu.

Ahda menjelaskan, ketentuan ini tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 148, tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler 1439 Hijriah/2018.

Dalam SK tersebut, diatur ketentuan-ketentuan pelimpahan hak berangkat haji dari calon jamaah haji yang wafat. Pertama, permintaan harus berasal dari keluarga jamaah yang sudah ditetapkan oleh Kemenag sebagai berhak melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji, namun wafat sebelum berangkat. “Ini berlaku pasca calon jamaah haji yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai berhak lunas tahun berjalan,” jelas Ahda.

Sementara, lanjut Ahda, anggota keluarga yang berhak menggantikan calon jamaah haji yang wafat, adalah suami, istri, anak kandung, ataupun menantu. “Pengajuan penggantian ini harus diketahui RT, RW, lurah, dan camat,” bebernya.

Setelah diajukan, verifikasi data pengajuan penggantian akan dilakukan di Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi dan Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri dari Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

Calon jamaah haji pengganti dari pihak keluarga, akan diberangkatkan pada musim haji tahun berjalan, atau pada musim haji tahun berikutnya. Ahda menambahkan, calon jamaah haji pengganti harus mengajukan surat permohonan tertulis ke Kantor Kemenag Kabupaten Kota setempat, dengan melampirkan beberapa dokumen.

Dokumen-dokumen tersebut, yakni akta kematian asli dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat, atau surat kematian dari kelurahan/desa yang diketahui camat.

Kemudian surat kuasa asli penunjukan pelimpahan nomor porsi jamaah wafat, yang ditandatangani oleh anak kandung, suami/istri, dan menantu, yang diketahui oleh RT, RW, lurah/kepala desa, serta camat.

Selain itu, juga menyertakan surat asli keterangan tanggung jawab mutlak yang ditandatangani calon jamaah haji penerima pelimpahan nomor porsi jamaah wafat, dan bermaterai, disertai salinan KTP, KK, akta kelahiran/surat kenal lahir ataupun dokumen lain dari calon jamaah haji yang wafat. “Dokumen-dokumen itu dilegalisir dan distempel basah oleh pejabat berwenang, setelah dicocokkan dengan aslinya,” jelas Ahda.

Yang tidak boleh dilupakan adalah, menyetor dokumen asli bukti setoran awal dan atau setoran lunas biaya penyelenggaraan ibadah haji. “Seluruh berkas pendukung harus diverifikasi oleh petugas Kantor Kemenag Kabupaten Kota, Kanwil, dan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah,” pungkas Ahda. (tau/jpnn/saz)

 

 

Bawang Malaysia Gagal Diselundupkan

Foto : FACRIL/SUMUT POS TUNJUKKAN: Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Sumut, AKBP Nagari Siahaan menunjukkan barang bukti bawang asal Malaysia yang hendak diselundupkan ke Langkat.
Foto : FACRIL/SUMUT POS
TUNJUKKAN: Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Sumut, AKBP Nagari Siahaan menunjukkan barang bukti bawang asal Malaysia yang hendak diselundupkan ke Langkat.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO -Sebanyak 1000 karung bawang selundupan asal Malaysia berhasil digagalkan Ditpolair Polda Sumut di perairan Saran Jaya, Kabupaten Langkat.

Muatan bawang ilegal yang diangkut dengan kapal KM Tuna II GT 20 45/PPC dengan seorang nahkoda, Mahmudin (41) warga Desa Muka, Kecamatan Seruwai, Aceh bersama ABK nya, Ismail, Ramli dan M Taufik.

Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Sumut, AKBP Nagari Siahaan, Jumat (20/4) mengatakan, penangkapan kapal bermuatan bawang ilegal itu berawal dari informasi yang diperoleh dari masyarakat.

Kapal Patroli (KP) II – 2028 melakukan penyelidikan di sekitaran perairan. Hasilnya, kapal yang dicurigai berhasil ditemukan di perairan Langkat. Dengan gerak cepat, kapal muatan barang selundupan itu langsung diamankan.

Dari hasil pemeriksaan, para awak kapal tidak dapat menunjukkan dokumen resmi. Petugas pun langsung memboyong kapal dengan awaknya ke Dermaga Mako Ditpolair Polda Sumut di Belawan.

“Seluruh barang yang kita amankan berjumlah 1000 karung bawang merah, rencananya bawang ini akan dibongkar di kawasan Langkat,” terang Nagari.

Dijelaskan perwira berpangkat dua bunga melati emas ini, para awak kapal sudah dilakukan pemeriksaan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan terhadap pemilik barang ilegal tersebut.

“Dalam kasus ini kita jerat Pasar 31 ayat 1 Subs Pasal 5 undang – undang nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan jo Pasal 55 KUHPidana, dengan ancaman paling lama 3 tahun penjara,” jelas Nagari. (fac/han)

 

 

Obor Paskah Nasional 2018 Diarak Keliling di Karo

Foto: SOLIDEO/SUMUT POS TERIMA: Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH didampingi Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang, Sekda Drs Kamperas Terkelin Purba, Msi menerima Obor Paskah Nasional 2018 dari Kordinator Kirab Obor Paskah Nasional 2018, Tedy Matheos saat tiba di Kabupaten Karo.
Foto: SOLIDEO/SUMUT POS
TERIMA: Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH didampingi Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang, Sekda Drs Kamperas Terkelin Purba, Msi menerima Obor Paskah Nasional 2018 dari Kordinator Kirab Obor Paskah Nasional 2018, Tedy Matheos saat tiba di Kabupaten Karo.

KABANJAHE, SUMUTPOS.CO -Obor Paskah 2018 yang telah melewati rute panjang dimulai dari Kawasan Danau Tondano Sulawesi Utara yang berangkat pada 18 Maret 2018, tiba di Kabupaten Karo pada 19 April 2018.

Pembukaan Perayaan Paskah Nasional 2018 yang akan dilaksanakan di Sigulati Kabupaten Samosir pada 25 April 2018 dan puncak acara pada 28 April di Balige Kabupaten Toba Samosir.

Obor Paskah 2018 ini disambut dan diterima langsung oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH didampingi Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang, Sekda Drs Kamperas Terkelin Purba, Msi, Unsur FKPD, Tokoh Agama dan Para Staf Ahli, Para Asisten dan OPD, di Kantor Bupati Karo yang sebelumnya diawali dengan penjemputan Obor Paskah Nasional 2018 di simpang Taman Resort Simalem, Kecamatan Merek yang dibawa dari Kabupaten Dairi.

Kordinator Kirab Obor Paskah Nasional 2018 Tedy Matheos dalam sambutannya mengatakan” Kirab Obor Paskah telah dilaksanakan selama 32 hari, dan telah melewati  27 kota sejak dari Kawasan Danau Tondano, Minahasa Sulawesi Utara menuju Kawasan Danau Toba dan tiba di Kabupaten Karo, Kirab Obor Paskah Nasional 2018 ini merupakan hal yang baru pertama kali dilaksanakan yang mengelilingi hampir 2/3 wilayah Indonesia.

Sementara Bupati Karo Terkelin Brahmana mengatakan, obor ini telah mengelilingi Indonesia sebagai tanda satu semangat, satu kasih persaudaraan, biarlah dengan penyambutan obor Paskah ini dan dengan merayakan Paskah kita semua dapat merasakan kasih Tuhan dan perlindungannya dalam hidup kita dan menjadi semangat dalam kita berkarya untuk melayani masyarakat, semakin berkinerja baik, bertambah kasih dan saling bekerja sama dalam segala hal, ungkap Bupati Karo.

Selanjutnya sesuai rencana, Kirab Obor Paskah Nasional 2018 di Kabupaten Karo  ini akan diarak arak mengelilingi kota Kabanjahe-Berastagi dengan rute, start dari Zentrum GBKP Kabanjahe – Jalan Letnan Mumah Purba – Jalan Kapten Bangsi Sembiring – Jalan Veteran – Berastagi – mutar di Tugu Perjuangan Berastagi – Tugu Kol – Jalan Udara Berastagi – Simpang Empat – Kabanjahe – Jalan Veteran – Jalan Pahlawan- RSU Kabanjahe – dan finish di Zentrum GBKP Kabanjahe.

Yang kemudian pada malam hari akan dilanjutakan dengan Ibadah Kebaktian Paskah serta Ceramah Narkoba di Zentrum GBKP Kabanjahe. (deo/han)

 

 

Edy Janji Pembangunan Kawasan Bukit Lawang

Edy Rahmayadi memilih ikan di pasar di sela-sela kunjungannya di Bahorok.
Edy Rahmayadi memilih ikan di pasar di sela-sela kunjungannya di Bahorok.

BAHOROK, SUMUTPOS.CO – Bukit Lawang yang terletak di sebelah timur Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) masih menjadi tujuan wisata primadona bagi wisatawan asing maupun lokal. Sehingga bagi Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu), Edy Rahmayadi, Bukit Lawang akan menjadikannya prioritas pelestarian alam.

“Pemerintah Provinsi Sumut yang kami siapkan memastikan infrastruktur sebagai skala prioritas. Bahorok dan kawasan TNGL seperti Bukit Lawang, ada dalam prioritas itu,” kata Calon Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, saat mengunjungi Pusat Pengamatan orangutan di Bukit Lawang, Jumat (20/4).

Menurut Edy, itu harus direalisasikan karena urgensi kawasan yang tidak hanya seputar wisata, tapi juga lingkungan hidup, pelestarian hutan dan sentra-sentra ekonomi pedalaman.

“Jadi untuk memperluas akses daerah, infrastruktur menjadi program utama kami,” ujarnya.

Ketua PHRI Bukit Lawang, Aca, mengatakan, saat ini Bukit Lawang masih sering dikunjungi wisatawan, selain untuk trekking dan mengamati keberadan orangutan.

Di kawasan Bukit Lawang wisatawan dapat menikmati panorama alam seperti air terjun, gua kelelawar,  mengelilingi desa dan menikmati suasana pinggir sungai, atau menyusuri sungai dengan mengunakan Rive Tubing, rafting menaiki ban dalam dan mengarungi jeram sungai.

“Setelah tak lagi sebagai pusat rehabilitasi orang utan memang kunjungan wisatawan asing ke Bukit Lawang ini mengalami penurunan. Mereka banyak lari Kalimantan karena disana masih ada pusat rehabilitasinya,” ujar Aca.

Aca pun mengatakan merosotnya minat wisatawan ke daerah Bukit Lawang berimbas pada ekonomi masyarakat.

Oleh karenanya perlu upaya serius dan dukungan pemerintah agar perekonomian masyarakat di kawasan Bukit Lawang yang telah mendunia dan lama populer karena keindahan alamnya dengan hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang kaya dengan berbagai jenis flora dan satwa langka bergairah kembali.

“Potensi alam kita sangat luar biasa. Tinggal bagaimana menatanya. Yang perlu itu penyediaan sarana infrastruktur jalan penghubung antarsatu lokasi ke lokasi wisata lainnya. Makanya saya yakin jika Pak Edy jadi Gubernur Sumut nanti persoalan ini dapat terselesaikan.”

“Jadi tidak hanya kelestarian hutan saja yang terselesaikan tapi juga peningkatan kesejahteraan rakyat di Kawasan Bahorok juga terwujud,” harap Aca.

Senada, tokoh masyarakat Bahorok,  Buyung juga meyakini kalau persoalan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat  akan lebih baik lagi.

Oleh karenanya, Buyung pun menegaskab kalau masyarakat khususnya di Kecamatan Bahorok siap memenangkan Eramas pada Pilgubsu 27 Juni 2018.

“Insya Allah di Bahorok ini Pak Edy bisa menang 100 persen. Semoga Pak Edy bisa membawa Sumut lebih baik lagi nantinya,” ujar Buyung. (rel/azw)

Peringatan Hari Kartini ala Pertamina

Pertamina Wilayah Kepri meluncurkan bright gas 12 kilogram di gedung pertamina, Batam Center, Kamis (6/3). Bright gas ini memiliki varian warna metalik ini diprediksikan akan memikat hati masyarakat menengah keatas dan tidak menggunakan gas bersubsidi yang diperuntukkan warga kurang mampu. F Wijaya Satria/Batam Pos
Seorang pekerja sedang mengangkat tabung bright gas 5,5 kg sebelum dipasarkan ke masyarakat.  Menyambut Hari Kartini, Pertamina MOR I memberikan diskon dan liburan ke Bali untuk pelanggan yang beruntung.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, kembali memberikan promo potongan harga kepada konsumen setia untuk pembelian Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg. Promo potongan harga tersebut, dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh, 21 April 2018.

“Adapun promo tersebut akan berlangsung selama dua hari yakni dari tanggal 21 hingga 22 April 2018, dengan maksimal pembelian adalah tiga tabung per user ID (KTP),” ujarnya kepada wartawan, Jum’at (20/4) siang.

Rudi mengungkapkan konsumen juga dimanjakan dengan hadiah yang menarik pada undian pada setiap orang yang mengikuti promo ini. Tiga orang yang beruntung akan mendapatkan masing-masing satu pax akomodasi liburan di Patra Jasa Bali selama tiga hari dua malam.

“Kontak Pertamina akan terus menangani pemesanan tabung Bright Gas selama 24 jam pada tanggal 21 dan 22 April 2018, sedangkan untuk proses pengantaran tabung program promo Bright Gas Hari Kartini akan dilaksanakan pada tanggal 23 hingga 28 April 2018,” jelas Rudi.

Sementara itu, kegiatan ini tujuannya ?untuk memeriahkan peringatan Hari Kartini sekaligus memberikan apresiasi kepada kaum wanita Indonesia. Begitu juga, promo ini sebagai wujud mendakat diri lebih dekat antara Pertamina dengan konsumen.

“Pertamina di Hari Kartini ini, ingin memberikan perhatian spesial bagi kaum wanita khususnya pengguna setia Bright Gas. Maka dari itu Pertamina membuat promo spesial di Hari Kartini, dipersembahkan khusus teruntuk seluruh kaum wanita Indonesia,” ungkap Rudi.

Setiap tahunnya Pertamina memang tidak pernah absen untuk mengkampanyekan produk Bright Gas 5,5 Kg. “Tentunya karena Pertamina ingin kaum wanita di Indonesia dapat menikmati produk gas dengan kualitas terbaik” tambah Rudi. Promo Bright Gas Hari Kartini ini berlaku di seluruh wilayah Indonesia selama periode promo tersebut,” tandasnya.(gus/ram)

 

813 Ribu Warga Masih Terancam Golput

Foto: Teddy Akbari/Sumut Pos Disdukcapil dan KPU Binjai Rekam KTP-el warga binaan di Lapas Binjai, beberapa waktu lalu.
Foto: Teddy Akbari/Sumut Pos
Disdukcapil dan KPU Binjai Rekam KTP-el warga binaan di Lapas Binjai, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sumut tidak berwenang dalam hal perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).Untuk itu, upaya perekaman ini agar semua masyarakat pemilih dapat menggunakan hak suaranya dalam Pilkada Serentak 2018.

Pelaksana Tugas Kadisdukcapil Sumut, Ahmad Zaki menegaskan, pihaknya hanya bisa mengimbau Disdukcapil kabupaten/kota bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat melakukan perekaman e-KTP ke sejumlah lokasi. Seperti di lembaga permasyarakat (LP), rumah sakit, sekolah-sekolah dan institusi lainnya sehingga menjamin hak pilih masyarakat dalam momen pesta demokrasi.

“Kita sifatnya hanya koordinator dan fasilitator. Yang punya wilayah dan perangkat itukan kabupaten/kota. Kita selalu imbau agar mereka berkoordinasi dengan KPU dan stakeholder terkait lainnya,” ujarnya, Jumat (20/4).

Pihaknya mengakui hingga kini masih ada sekitar 1,5 juta masyarakat yang belum memiliki kartu identitas (e-KTP). Oleh karena itu diharapkan masalah kepemilikan e-KTP bisa segera diselesaikan, sebelum penetapan DPT oleh KPU Sumut.

“Sama seperti penerbitan suket (surat keterangan) kolektif. Kami tidak berhak dan punya wewenang akan hal tersebut. Namun kami sudah mengimbau kepada kabupaten/kota dengan meneruskan surat dari Kemendagri terkait itu. Dan itu boleh-boleh saja dilakukan, sebagai pengganti e-KTP saat hari H pencoblosan,” terangnya.

Komisioner KPU Sumut Nazir Salim Manik mengaku pihaknya sudah berulangkali mendorong agar KPU kabupaten/kota yang menggelar pilkada untuk bekerjasama dengan Disdukcapil setempat melakukan perekaman bagi masyarakat yang belum punya kartu identitas.

“Pada daftar pemilih sementara (DPS) kita memang masih banyak lagi warga yang belum miliki identitas e-KTP. Kita selalu mendorong agar kabupaten/kota bersama Disdukcapil lakukan perekaman. Kalaupun sampai pada DPT tidak juga tercantum namanya, tetap bisa menggunakan hak pilih melalui suket,” katanya.

Diketahui, 813 ribu lebih masyarakat Sumut terancam tak bisa memilih alias golput di Pilkada Serentak 2018. Hal ini lantaran ribuan masyarakat itu belum mempunyai identitas e-KTP dan belum melakukan perekaman.

Atas dasar itu pula, guna mengejar waktu yang semakin dekat perhelatan pilkada berlangsung, KPU sudah mendesak agar Disdukcapil mengeluarkan suket secara kolektif. Dengan demikian masyarakat akan lebih mudah untuk menggunakan hak pilihnya di hari pencoblosan, 27 Juni mendatang. (prn/azw)

 

Bayar Tunai, Jadi Kuno

Dahlan Iskan saat berada di pasar Kota Xiamen.
Dahlan Iskan saat berada di pasar Kota Xiamen.

SUMUTPOS.CO – Saya jadi orang aneh. Dua hari terakhir ini. Jadi orang kuno.

Misalnya tadi malam. Saat saya jalan-jalan di sebuah gang yang ramai di kota Amoy. Disebut juga kota Xiamen. Kota besarnya suku Hokkian.

Saya mampir beli cakue. Di pinggir gang. Di pedagang kaki lima. Ternyata sayalah satu-satunya orang yang membayar dengan uang. Padahal ini di dalam gang. Di kaki lima.

Saya sengaja berdiri sekitar 15 menit. Di gang itu. Untuk menghitung pembeli. Khususnya yang masih membayar dengan uang.

Ternyata tetap saja hanya saya sendiri. Pembeli lainnya membayar pakai hand phone: WeChat atau AliPay.

Lihatlah beberapa foto yang saya sertakan di sini. Orang yang beli makanan di kaki lima itu senjatanya hanya hand phone. Bukan lagi dompet.

Padahal harga makanan itu hanya satu renminbi. Atau sekitar Rp 2.000. Benar-benar uang kecil pun tidak diperlukan di Tiongkok.

Malamnya saya makan di restoran. Juga jadi orang aneh. Orang kuno. Satu-satunya yang saat itu membayar dengan uang.

Keesokan harinya saya naik kereta peluru. Kecepatannya 300 km/jam. Dari Xiamen ke kabupaten Quanzhou. Sejauh 200 km. Hanya 25 menit.

Saya lagi membayangkan dari Surabaya ke kampung saya di Magetan. 25 menit. Saya juga satu-satunya orang yang membeli tiket dengan uang: 25 RMB. Sekitar Rp 50.000. Jauh lebih murah dari karcis tol baru antara Surabaya-Kertosono.

Hanya Kertosono.

Stasiun kereta peluru ini ternyata di luar kota. Ongkos taxinya 60 RmB. Dua kali lebih mahal dari harga tiket kereta pelurunya.

Malam tadi saya balik ke Xiamen. Kali ini pilih kereta cepat: 200 km/jam. Bukan kereta peluru. Tiketnya lebih mahal: 35 RMB. Ini karena bisa berhenti di stasiun kota Xiamen. Tidak perlu ada ongkos taksi yang mahal itu.

Sekali lagi saya jadi satu-satunya orang yang beli tiket kereta cepat dengan uang kontan. Meski hanya 35 RMB. Tiga lembar sepuluhan dan satu lembar lima renminbian.

Petugas memasukkan tiga lembar uang saya itu ke mesin. Hanya 35 RMB. Diperiksa palsu atau tidak. Sampai dua kali.

Persib Tanpa Dedi Kusnandar

Dedi Kusnandar

SUMUTPOS.CO – Persib Bandung dipastikan tanpa Dedi Kusnandar dalamlaga Liga 1 2018 kontra Borneo FC, Sabtu (21/4) mendatang. Pelatih Mario Gomez menjelaskan, Dedi mengalami cedera saat bermain di Malang.

Karena itu, dia sudah menyiapkan sosok seperti Hariono atau Eka Ramdani untuk menggantikan posisinya di lini tengah.

“Dia keluar setelah babak kedua berjalan 20 menit. Dedi sakit dan kami sudah lihat siapa yang pantas untuk mengisi pos yang ditinggalkan,” tuturnya.

Memang, dalam laga kontra Arema yang berakhir 2-2 dia sempat menarik Dedi Kusnandar dan memasukkan Hariono.

Tapi, permainan sempat terkoreksi oleh Arema dan kalah dalam kreativitas di lini tengah. Karena itu, Persib pun memasukkan Eka Ramdani untuk mengambil peran Dedi.

Saat dia masuk, permainan Maung Bandung memang sempat membaik, sampai akhirnya para penggawa Singo Edan frustasi dan bermain buruk.

Namun, pelatih asal Argentina itu tetap bisa tersenyum meski kehilangan Dedi Kusnandar. Pasalnya, ada bek senior Victor Igbonefo yang bisa ditampilkan.

“Kami punya tambahan tenaga yang bagus di belakang. Ada Victor Igbonefo yang siap dimainkan,” terangnya.

Dengan begitu, bakal ada kombinasi bek senior dan junior untuk di lini belakang Maung Bandung. Victor bisa menambah kuat pertahanan Persib dengan kemampuannya menjadi jangkar lini pertahanan bersama Bojan Malisic. (dkk/jpnn/don)

Manajemen Arema Siap Tanggung Jawab

SUMUTPOS.CO – Manajemen Arema FC mengakui jika pihaknya lalai pada saat terjadinya kericuhan pada laga Arema FC kontra Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/4) malam. Apalagi, kejadian itu mengakibatkan ratusan Aremania—sebutan suporter Arema, menjadi korban.

Bahkan, ada satu Aremania yang meninggal dunia akibat kericuhan tersebut. Atas jatuhnya korban jiwa dari pendukung Arema, Chief Executive Officer (CEO) Arema FC Iwan Budianto mengakui memang ada kelalaian saat kericuhan tersebut.

“Kami mengakui ada kelalaian dari aparat kami. Selaku CEO saya minta maaf,” ujarnya saat melakukan konferensi pers di Kantor Arema, Kamis (19/4).

Ketika ditanya mengenai sistem keamanan pada saat Arema menjamu Persib, Iwan mengungkapkan aparat yang dilibatkan dalam keamanan ada beberapa item. Salah satunya adalah match steward yang merupakan bagian dari panpel.

“Saya memahami bagaimana reaksi Aremania saat ada satu Aremania yang (maaf) tidak mengenakan baju lengkap diamankan oleh match steward. Dan di sana terlihat jelas terjadi pemukulan,” paparnya.

Iwan menerangkan, pihaknya sebenarnya telah mendapatkan Standard Operating Procedure (SOP) yang jelas dari PSSI maupun PT LIB selaku operator. Iwan pun menyatakan pihaknya tidak ingin mencari kambing hitam maupun meminta excuse dari kesalahan yang diperbuat.

“Apabila terjadi kerusuhan di tengah lapangan, yang terjadi antara dua pihak yang bertanding, maka instruksi awal aparat boleh masuk ke lapangan atau tidak adalah dari match komisioner. Apabila terjadi hal seperti kemarin, sudah ada SOP sesuai aturan FIFA yang diberikan kepada semua klub dari workshop-workshop panpel. Kami selaku panitia lalai dan minta maaf. Itu jadi evaluasi ke depan,” tegas Iwan. (bbs/don)

Kado Denda Rp427 Juta dari FIFA

Sekjen PSSI, Ratu Tisha memberikan tumpeng kepada Plt Ketum PSSI, Joko Driyono saat perayaan HUT ke-88 PSSI.
Sekjen PSSI, Ratu Tisha memberikan tumpeng kepada Plt Ketum PSSI, Joko Driyono saat perayaan HUT ke-88 PSSI.

SUMUTPOS.CO – PSSI merayakan detik-detik perubahan hari dengan makan bersama, pertandingan sepak bola antata pengurus PSSI, legenda, dan media, serta potong tumpeng.

Wakil Ketua sekligus Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung sepak bola Indonesia.

“88 tahun usia PSSI kami rayakan dengan sederhana karena esensinya sepak bola itu memang sangat sederhana. Umur 88 tahun yang juga kami catat sebagai usia yang lebih tua dari usia negeri ini, PSSI memahami ada tantangan besar dan harapan publik yang tinggi agar sepak bola menjadi wajah yang baik bagi negeri ini,” kata Joko Driyono.

“PSSI tidak mungkin sendirian untuk menyongsong tantangan mendatang. Melalui ulang tahun ini, kami teguhkan kembali tekad dari pengurus PSSI dan seluruh anggota PSSI, publik, suporter, dan siapapun pemangku kepentingan untuk sepak bola ini. Insya Allah kami memulai lembaran baru di usia yang ke-88 tahun dengan sangat baik,” katanya menambahkan.

Pada perayaan ini Ketua Umum PSSI yang sedang cuti, Edy Rahmayadi tidak hadir. Namun menurut Sekjen PSSI, Ratu Tisha Edy berpesan agar di ulang tahunnya sepak bola PSSI bisa terus rukun.

“Kami juga selalu memberikan informasi terbaru terutama dari saya dan Exco, selalu komunikasi. Yang ditanya Pak Edy itu seluruh hal dari PSSI seperti kondisi karyawan, timnas. Saya pun berikan laporan pada beliau tentang hal-hal tersebut,” ucapnya.

“Dia selalu katakan (sepak bola Indonesia) harus rukun, tidak boleh gaduh. Maka dari itu di ulang tahun PSSI ini, temanya sepak bola adalah persahabatan. Itulah yang saya terjemahkan dari arahannya,” tutur Tisha.

Sayangnya tepat di ulang tahunnya, PSSI justru mendapat kado pahit dari FIFA. PSSI dihukum karena tidak mengurangi poin enam klub anggotanya. Meski begitu, FIFA tidak merinci identitas keenam klub tersebut. PSSI diharuskan membayar uang sebesar 30.000 franc Swiss (CHF) atau sekitar Rp 427 juta.

“Sebagai tambahan, PSSI dikenai sanksi sebesar 30 ribu CHF karena tidak mengurangi poin enam klub yang mana sebelumnya telah diputuskan oleh Komdis FIFA,” tulis FIFA dalam situs resminya.

“(PSSI) bersalah karena melanggar pasal 64 Kode Disiplin FIFA (tidak mematuhi keputusan FIFA),” lanjut pernyataan itu. (bbs/don)