Home Blog Page 6422

Persaingan Peserta Kempo Bakal Sengit

Sekretaris Perkemi Kota Medan, Jhon Piter foto bersama pelatih.
Sekretaris Perkemi Kota Medan, Jhon Piter foto bersama pelatih.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persaingan pada pertandingan kempo di Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Kota Medan 2018 bakal berlangsung sengit. Pasalnya jumlah atlet yang akan bersaing meningkat dari sebelumnya.

Pada Porwil Medan 2018 ini, kempo dipertandingkan di wilayah II. Cabang ini akan dimainkan di Aula Kantor Camat Medan Baru, 1 Mei mendatang. “Untuk pertama kalinya kita gelar pertandingan kempo di Medan Baru, biasanya dilaksanakan di Helvetia,” ujar Sekretaris Perkemi Kota Medan, Jhon Piter di Medan, kemarin.

Jhon Piter menambahkan, kempo Porwil Kota Medan 2018 bakal diikuti 45 orang dari enam kecamatan. Adapun kecamatan yang akan bersaing yakni Medan Baru, Medan Sunggal, Medan Selayang, Medan Johor, Medan Petisah dan Medan Tuntungan. “Jumlah atlet mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya,” tambahnya.

Kempo Porwil Medan ini akan mempertandingkan 10 kelas. Rinciannya delapan kelas randori dan dua embu. “Dari 10 kelas yang dipertandingkan akan diperebutkan 14 medali emas. Kelas yang dipertandingkan sama seperti tahun lalu,” sebutnya.

Sedangkan Ketua Panitia Ir Dial Rizal menambahkan, pihaknya siap menggelar pertandingan cabang kempo Porwil Medan 2018 ini. “Persiapan sudah matang, tinggal pelaksanaan pertandingan saja,” ungkap Dial Rizal.

Diakui, jumlah atlet yang bertanding pada Porwil kali ini meningkat dari sebelumnya. Ini menunjukkan perkembangan kempo di Medan terus meningkat. “Kita berharap Porwil Medan ini bisa melahirkan kensi-kensi berbakat,” pungkasnya. (dek)

 

 

Jatim Juara Umum FAI 2018

Perenang putri Jawa Timur Adinda Larasati Dewi tampil impresif di FAI 2018 dengan mengoleksi enam medali emas.
Perenang putri Jawa Timur Adinda Larasati Dewi tampil impresif di FAI 2018 dengan mengoleksi enam medali emas.

JATIM, SUMUTPOS.CO -Jawa Timur (Jatim) berjaya di cabang olahraga (cabor) renang Festival Akuatik Indonesia (FAI) 2018. Jatim menjadi juara umum setelah menyisihkan dua pesaing terdekatnya, yaitu Bali dan DKI Jakarta. Adinda Larasati Dewi, Ressa Kania Dewi dan Agung Sulaksono Putro tampil superior di ajang ini.

Jatim memperoleh total 43 emas, 27 perak dan 38 perunggu. Mereka unggul tipis atas Bali yang mengumpulkan 42 emas, 34 perak dan 25 perunggu. DKI Jakarta berada di ranking ketiga dengan perolehan 30 emas, 36 perak dan 35 perunggu. Tempat keempat dihuni Jawa Barat (Jabar) dengan 29 emas, 25 perak dan 23 perunggu. Sementara Jawa Tengah (Jateng) duduk di posisi kelima dengan 15 emas, 17 perak dan 13 perunggu.

Tiga perenang andalan Jatim tampil fantastis. Adinda Larasati Dewi total menyumbang enam emas. Dia menjadi perenang terbaik Grup 1 Putri. Ressa Kania Dewi yang mengemas lima emas dan satu perak, tercatat sebagai perenang terbaik sektor senior putri. Sementra Agung Sulaksono Putro yang memborong 15 emas menjadi perenang terbaik Grup 3 putra.

Pencapaian tim renang Jatim sesuai dengan target. Sebagai tuan rumah, Jatim mengincar dua prestasi, yakni sukses penyelenggaraan sebagai tuan rumah serta menjadi juara umum.

Tim putra dan putri Jatim juga tampil bagus pada cabang olahraga polo air. Tim polo putra Jatim menaklukkan Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan skor 16-12. Pada laga kedua, Jatim juga mengalahkan DKI Jakarta dengan skor akhir 8-6. Hasil manis juga dicatat tim putri Jatim. Mereka unggul atas Jogjakarta dengan kedudukan akhir 8-4. Pada gim kedua Jatim menghajar Sumatera Selatan (Sumsel) dengan skor 7-0.

“Ini menjadi modal penting untuk pertandingan berikutnya. Sebab lawan juga lebih berat. Apalagi kami hanya punya persiapan optimal selama dua minggu,” kata pelatih putri Jatim Ahmad Novrianto.(saf/jpc/azw))

 

Hanna Kian Dekat dengan Juara

Pebulu tangkis putri Indonesia Hanna Ramadini berhasil melaju ke babak semifinal Malaysia International Challenge 2018.
Pebulu tangkis putri Indonesia Hanna Ramadini berhasil melaju ke babak semifinal Malaysia International Challenge 2018.

KUALALUMPUR, SUMUTPOS.CO -Hanna Ramadini berpotensi menghapus dahaganya akan gelar juara di Malaysia International Challenge 2018. Hadir sebagai unggulan 1, langkah Hanna sejauh ini masih mulus setelah berhasil melaju ke babak semifinal.

Tiket babak empat besar berhasil disabet Hanna setelah memecundangi wakil Malaysia Crystal Pan di babak perempat final, Jumat (20/4). Hanna menang 21-10 dan 21-16, sekaligus menjadi wakil terakhir tunggal putri setelah Dinar Dyah Ayustine tumbang di hari yang sama.

Hanna akan meladeni wakil Malaysia lainnya, Ying Ying Lee di babak semifinal pada Sabtu (21/4) hari ini.

Pebulu tangkis ranking 43 dunia itu juga sekaligus menjadi wakil keempat Indonesia yang memastikan diri lolos ke babak semifinal.

Tiga wakil lainnya adalah Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan (ganda putra), Shesar Hiren Rhustavito (tunggal putra), dan Andika Ramadiansyah/Mychelle Crhystine Bandaso (ganda campuran).

Sementara, pasangan gaek Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan berhasil melaju ke babak semifinal Malaysia International Challenge 2018 setelah memenangi babak delapan besar, Jumat (20/4).

The Daddies menyegel tiket babak empat besar setelah memenangi pertandingan melawan Mohamad Arif Abdul Latif/Nur Mohd Azriyn Ayub (Malaysia). Hendra/Ahsan mengunci kemenangan dengan skor 13-21, 21-17, dan 21-11.

Kemenangan Hendra/Ahsan membuat Indonesia sejauh ini masih memiliki tiga wakil di babak semifinal pada Sabtu (21/4).

Dua wakil lainnya adalah pemain tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito yang berhasil memenangi perang saudara melawan Wisnu Yuli Prasetyo. Satu wakil lagi adalah pemenang partai ganda campuran antara Rinov Rivaldy/Phita Haningtyas Mentari melawan Andika Ramadiansyah/Mychelle Crhystine Bandaso. (kar/isa/jpc/azw)

 

Kemenpora Lepas Pesilat ke Thailand

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 17 atlet tim pencak silat muda Indonesia telah diberangkatkan untuk mengikuti kejuaraan dunia pencak silat junior di Songkhla, Thailand pada 23-29 April mendatang.

Keberangkatan para atlet ini dilakukan Deputi III bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta, yang mewakili Menpora Imam Nahrawi di Kemenpora, Jumat (20/4).

Surono, manajer Tim Pencak Silat Junior Indonesia menyebut ada target tertentu yang disiapkan timnya. Yakni, untuk mendapatkan tujuh medali emas.

Target itu berasal dari nomor tarung kelas A putri 39-43 Kg, kelas C putri 47-51 kg, kelas F putri 59-63 kg, kelas C putra 47-51 kg, kelas E 55-59 kg, kelas I putra 71-75 kg dan dua lainnya dari nomor seni.

Surono menyebut bahwa tim yang dibawa merupakan juara I Popnas dan Juara I kejurnas PPLP. Sisanya dari tim terbaik PPLP yang berbeda kelas.

Sementara itu, Isnanta menyebut cabor pencak silat merupakan olahraga asli Indonesia yang go internasional dan semakin diakui dunia.

“Ada 31 negara yang ambil bagian. Ini luar biasa, banyak dunia yang ikut yang melalui seleksi ketat. Ke depan akan terus didorong sampai pencak silat bisa tampil di Olimpiade,” ungkapnya.

Menurut dia, dengan banyaknya atlet yang dibawa ke Kejuraan Dunia, maka bisa terlihat ada regenerasi di tubuh pencak silat Indonesia. Selain itu, PPLP juga bisa menunjukkan, keberhasilan program mereka. (dkk/azw/jpnn)

 

Konsistensi Abdul Azis

Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos PERFORMA: Abdul Azis Lutfi menjadi salah satu gelandang yang terus mendapat kepercayaan penuh di PSMS.
Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos
PERFORMA: Abdul Azis Lutfi menjadi salah satu gelandang yang terus mendapat kepercayaan penuh di PSMS.

SUMUTPOS.CO – Abdul Azis Lutfi Akbar menjadi salah satu pemain yang selalu mendapat tempat utama di PSMS dalam lima laga terakhir. Pemain asal Bandung ini bahkan selalu main 90 menit.

Hanya saat laga pertama kontra Bali United, pemain asal Bandung itu diganti menit ke-80. Hal itu berkat kerja keras Azis selama latihan dan uji coba. Padahal selama pra musim Azis lebih banyak duduk di bangku cadangan.

Seperti saat PSMS berlaga di Piala Presiden. Ternyata saat kompetisi, Azis mampu meraih tempat utama.

Begitupun Azis tak mau berpuas diri dengan performanya. Dia ingin tampil lebih baik di setiap laga. “Berkat kerja keras juga di latihan. Apalagi pelatih cukup fair menilai setiap kerja keras pemain di latihan dan laga,” kata Azis.

Azis selalu berusaha lebih baik dari satu laga ke laga lainnya. Dia pun coba meningkatkan performanya dengan menambah porsi latihan sendiri.

“Tentunya di setiap pertandingan saya selalu mengevaluasi baik dari pelatih maupun diri sendiri. Dari pertandingan ke pertandingan selalu coba perbaiki apa yang masih kurang. Seperti masih kurang kasih bola ke lini depan. Saya selalu coba latihan sendiri. Alhamdulillah masih dipercaya dan saya akan coba jawab kepercayaan pelatih,” bebernya.

Mantan pemain Liga Futsal itu itu mendapatkan apa yang diinginkannya. Yakni menit bermain yang lebih banyak. Sebelumnya di Pusamania Borneo, Azis tidak terlalu banyak dapat kesempatan main. “Yang musim sebelumnya lagi di Persiba, Azis juga lumayan sering main,” bebernya.

Namun pemain 24 tahun itu harus terus mempertahankan penampilannya. Pasalnya dengan persaingan yang cukup kompetitif di PSMS bukan tak mungkin Azis bakal tergusur. Apalagi selain Legimin, ada Alwi Slamet yang juga berposisi sama.

Azis berharap fans PSMS bersabar dengan posisi PSMS saat ini. “Sebagai pemain selalu ingin memberikan yang terbaik. Selain itu kami ingin memperbaiki posisi di klasemen. Memang kompetisi masih laga-laga awal jadi posisi masih turun naik di klasemen,” kata Azis.

Dengan posisinya di dua gelandang jangkar, Azis menilai ada perbedaan rekan duet antara Dilshod Sharofetdinov dengan Legimin Raharjo. Namun dia merasa terhormat bermain dengan dua pemain senior itu.

“Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Kalau Dilshod bagusnya pas lagi nguasai bola. Sementara bang Legimin bagus saat rebut bola. Mereka berdua pemain yang bagus,” katanya. (don)

Persib v Borneo FC: Pembuktian Dejan

MANTAN: Dejan Antonic akan memberi pembuktian kepada eks klubnya, Persib Bandung.
MANTAN: Dejan Antonic akan memberi pembuktian kepada eks klubnya, Persib Bandung.

SUMUTPOS.CO – Borneo FC tidak memiliki waktu bersantai menjelang laga melawan Persib Bandung pada pekan kelima Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (21/4).

Setelah tiba di Bandung, Kamis (19/4) siang, Lerby Eliandry dan kawan-kawan langsung melakukan latihan ringan di hotel.

Latihan itu bertujuan mengendurkan otot yang kaku karena pemain menempun perjalanan cukup jauh dari Jakarta. “Setelah itu baru pemantapan taktik dan strategi,” kata asisten pelatih Borneo FC Ahmad Amiruddin.

“Seperti biasa, penyelesaian akhir akan ditingkatkan. Coach Dejan ingin tim bisa cetak gol lawan Persib,” tegas Amiruddin.

Borneo FC sendiri bertekad mencuri poin di kandang tim berjuluk Maung Bandung itu. Laga kontra Persib menjadi ajang bagi Borneo FC untuk menebus kegagalan setelah dikalahkan Persija Jakarta.

Selain itu laga ini juga menjadi pembuktian bagi Dejan Antonic, eks pelatih Persib. Sebelumnya Dejan dipecat karena kurang menunjukkan performa positif.

Manajemen dan tim pelatih inginnya anak-anak main bagus. Semoga bisa pulang bawa poin,” ujar Amiruddin.

Sementara Pelatih Persib Bandung Mario Gomez mewaspadai Borneo FC sebagai tim tangguh. Dari segi komposisi pemain, tim berjuluk ‘Pesut Etam’ itu dihuni amunisi berkualitas. “Borneo tim yang bagus dan mereka punya pemain bagus juga,” ucap Gomez di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Kamis (19/4).

Sementara itu Pria asal Argentina itu pun menyoroti lini yang dianggap paling berbahaya, yaitu sektor sayap dan striker. Daya gedor mereka dinilai sangat berbahaya.

Tidak hanya itu, ada hal lain yang juga tak kalah penting untuk diwaspadai. Yang dimaksud adalah sosok Dejan Antonic yang kini jadi pelatih Borneo FC.

“Mereka punya pelatih yang bagus dan ini akan menjadi laga berat bagi kami,” ungkap Gomez.

Disinggung apakah pernah bertemu Dejan saat sama-sama menukangi tim di Hongkong, ia tidak mengaku lupa. Tapi, ia cukup hapal bahwa Dejan adalah pelatih berkualitas.

“Saya tidak ingat, tapi saya tahu dia pelatih yang bagus,” kata Gomez. (bbs/jpnn/don)

Perkiraan Line Up:
Persib (4-4-2): Deden Natsir; Herdiana, Malisic, Igbonefo, Idrus; Febri Haryadi, Atep, In Kyun Oh, Ghozali Siregar; Bauman, N’Doauassel
Pelatih: Mario Gomez

Borneo FC (4-3-3): M Ridho; Tupamahu, Baimatov, Alhadji, A Rahman; Umanailo, Lasut, Lopicic; Titus Bonai, Faubert, Ponang Baru
Pelatih: Dejan Antonic

 

Selangor Enggan Lepas Evan dan Ilham

TAK DILEPAS: Evan Dimas Darmono belum diizinkan Selangor FC perkuat timnas di Anniversary Cup. (foto net)
TAK DILEPAS: Evan Dimas Darmono belum diizinkan Selangor FC perkuat timnas di Anniversary Cup. (foto net)

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PSSI agak kesulitan melakukan pemanggilan dua skuat timnas U-23 Indonesia untuk Anniversary Cup PSSI 2018. Mereka adalah Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn yang membela klub Malaysia Selangor FA. Sebab, kompetisi di Malaysia sedang bergulir.

Saat ini, Evan dan Ilham merupakan pemain penting tim The Red Giants, julukan Selangor FA. Sejak bergabung, Evan menjadi sosok tak tergantikan di lini tengah tim berkostim merah-kuning tersebut. Dia selalu jadi andalan Pelatih Mehmet Durakovic dalam setiap pertandingan.

Situasi itu bisa saja membuat Selangor keberatan melepas dua pemainnya untuk timnas U-23 Indonesia. Apalagi, Anniversary Cup PSSI 2018 tidak masuk agenda FIFA. Selain itu, tidak masuk dalam klausul perjanjian ketika Evan-Ilham meneken kontrak dengan Selangor.

Terkait hal itu, Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria angkat bicara. Menurut dia, PSSI akan mencoba berbicara dengan manajemen Selangor FA.

’’Kami memang masih berkomunikasi. Mereka (Selangor FA) tahu pemanggilan ini penting bagi timnas Indonesia,’’ jelasnya.

Apapun hasilnya nanti, Tisha menegaskan akan tetap menghormati Selangor FA yang mengontrak Evan dan Ilham. Saat ini dia akan terus mengusahakan agar kedua pemain bisa berseragam merah-putih di turnamen yang jadi test event Asian Games untuk cabor sepak bola itu.

Nah, ditanya kemungkinan terburuk apabila Evan-Ilham tidak dilepas Selangor, perempuan Lulusan Matematika ITB itu tidak bisa berkomentar banyak. Dia menyerahkan sepenuhnya kewenangan pergantian pemain kepada pelatih timnas U-23 Luis Milla. ’’Keputusan semua di tangan pelatih (Milla),’’ lanjutnya.

Begitu juga tentang adanya sanksi bagi Evan-Ilham jika tidak bisa bergabung timnas U-23. Tisha menerangkan bukan kapasitasnya memberi sanksi ataupun teguran.

Kami sadar uji coba ini sangat penting bagi timnas. Lawan juga bagus-bagus. Liga mereka (Selangor FA) juga sedang berputar, paling tidak saya berharap Evan-Ilham bisa menyempatkan diri untuk terbang ke Indonesia di sela-selanya agar bisa uji coba Asian Games,’’ terangnya. (rid/ham/jpnn/don)

 

Persipura v Mitra Kukar: Pecahkan Unbeaten

SELEBRASI: Para pemain Persipura saat merayakan gol ke gawang Sriwijaya. (foto PT LIB)
SELEBRASI: Para pemain Persipura saat merayakan gol ke gawang Sriwijaya. (foto PT LIB)

SUMUTPOS.CO – Mitra Kukar berambisi mencuri poin saat melawan Persipura Jayapura pada pekan kelima Liga 1 2018 di Stadion Mandala, Sabtu (21/4).Hingga saat ini, Persipura belum menelan kekalahan dari empat laga yang sudah dijalani.

Boaz Solossa dan kawan-kawan pun nangkring di puncak klasemen dengan perolehan delapan angka.

Bagi Mitra Kukar, tantangan untuk mengalahkan atau setidaknya mencuri poin tentu sangat berat. Namun, pelatih Mitra Kukar Rafael Berges Marin tidak mau patah arang.

Sebagai pelatih, Berges meyakini anak asuhnya sedang dalam kepercayaan diri tinggi.

Memberangkatkan Bayu Pradana dan kawan-kawan lebih awal menjadi salah satu strateginya agar mampu mengimbangi agresivitas tuan rumah.

“Saya tidak perlu pusing memikirkan kekuatan tim lain. Sebab, yang saya tahu saat ini pemain saya siap bekerja keras agar tak kehilangan poin di laga ini,” kata pelatih asal Spanyol itu, Kamis (19/4).

Dia menyadari peluang Mitra Kukar untuk menang dari Persipura sangat tipis. Namun, dia mencoba memberikan motivasi kepada anak asuhnya untuk tidak gentar kepada siapa pun.

Dia meminta setiap pemainnya menanamkan keyakinan di dalam diri masing-masing bahwa tidak ada yang mustahil dalam sepak bola.

“Jika pemain memiliki keyakinan untuk menang, mereka akan menang. Sepak bola itu bukan sekadar bermain dan berlari selama 90 menit. Lebih dari itu, sepak bola adalah permainan mental. Siapa yang punya mental bagus, dia akan menang,” tutur ayah dua anak tersebut.

Sementara itu Pelatih Persipura Peter Butler mengatakan, melawan Mitra Kukar, hanya satu pemain Persipura dalam kondisi belum fit 100% yakni Immanuel Wanggai.

Sedangkan Boaz Solossa dan Ricardo Salampessy fit dan sudah mengikuti latihan rutin bersama tim. “Immanuel Wanggai kemungkinan belum bisa diturunkan menghadapi Mitra Kukar. Tapi, Boaz Solossa dan Ricardo Salampessy sudah ikut latihan. Saya berharap mereka baik-baik saja sampai pertandingan nanti,” kata Peter Butler seperti dilansir liga-indonesia.

Pelatih asal Inggris itu mengaku gembira skuat mudanya menunjukkan kekompakan. “Saya senang pemain muda Persipura mulai padu. Mereka perlu diberi kesempatan dan motivasi, agar percaya diri bila menggantikan pemain senior yang cedera,” pungkasnya. (jpnn/tom/k18/don)

 

Hati-hati, Calo CPNS Mengintai

Praja IPDN.
Praja IPDN.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO -Penerimaan CPNS dari jalur sekolah ikatan dinas juga menjadi intaian para calo. Mereka menawarkan jasa bisa meloloskan para pelamar agar lulus CPNS, ataupun lolos ke sekolah ikatan dinas yang diminati.

Untuk mencegah para pelamar terjerat rayuan maut calo CPNS, Karo Hukum Komunikasi Informasi Publik (HKIP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Herman Suryatman mengimbau, agar berhati-hati.

Herman menjelaskan, agar jangan percaya terhadap oknum yang menawarkan jasa, dengan menjanjikan peserta bisa diterima menjadi calon taruna atau praja di sekolah kedinasan.

“Yang mau melamar sekolah ikatan dinas, ikuti prosedurnya saja. Jangan pakai perantara,” jelas Herman, Jumat (20/4).

Herman juga menegaskan, dalam rekrutmen CPNS, baik lewat jalur ikatan dinas maupun pelamar umum, dilaksanakan terbuka. Tidak ada satupun yang bisa menolak, kecuali diri sendiri dan Allah SWT. “Kalau ada yang mengaku bisa bantu meloloskan, kami pastikan hal tersebut penipuan. Peserta bisa mencari informasi pendaftaran melalui call center sekolah ikatan dinas, atau web KemenPAN-RB,” pungkasnya. (esy/jpnn/saz)

Hary Tanoe Potensial Jadi Cawapres Jokowi

ISTIMEWA FOR SUMUT POS BUKA: Presiden RI Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, membuka secara resmi Rapimnas II Perindo di Jakarta, belum lama ini.
ISTIMEWA FOR SUMUT POS
BUKA: Presiden RI Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, membuka secara resmi Rapimnas II Perindo di Jakarta, belum lama ini.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO -Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing, merespon survei Lembaga Media Survei Nasional (Median), dan menilai sosok Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo tepat disandingkan dengan Joko Widodo di Pemilu Presiden 2019 mendatang. Menurutnya, kedua tokoh ini akan menjadi kekuatan baru dalam menata Indonesia.

“Ya, karena dari sudut leadership (Jokowi-Hary Tanoe), akan tumbuh kekuatan baru menata negeri ini,” tutur Emrus, baru-baru ini.

Seperti diketahui, Median menerbitkan hasil survei elektabilitas kandidat capres-cawapres di Pilpres 2019. Pasangan Jokowi-Hary Tanoe disebut memiliki elektabilitas sebesar 41,8 persen. Pada survei yang sama, Partai Perindo yang dinakhodai oleh Hary Tanoe itu, juga dinyatakan menjadi partai baru terkuat.

Emrus memaparkan, Indonesia memerlukan sosok pemimpin negarawan, pluralis, dan mampu merangkul semua lapisan masyarakat. Hal tersebut karena Indonesia memiliki segudang persoalan dari berbagai aspek, seperti ekonomi, hukum, dan bidang lainnya.

Sosok tersebut, dinilai cocok disematkan pada Hary Tanoe yang bukan semata populer atau cerdas, namun juga memiliki visi misi jelas bersama partai yang dipimpinnya, yakni Partai Perindo. “Pak Hary Tanoe punya semua itu. Ia mampu menjadi role model bagi masyarakat. Fenomenal sudah, sukses apalagi. Jiwa kepemimpinan bagus, itu poin penting,” kata Emrus.

Dosen ilmu komunikasi dan politik ini, menjelaskan, seorang pemimpin juga harus mampu merangkul semua golongan dan bertindak adil, termasuk dalam menyebarluaskan pemerataan pembangunan, dan mampu memberikan fasilitas atau kemudahan untuk seluruh rakyat. “Banyak tantangan lain Indonesia ke depan, yang bukan hanya meningkatkan pendapatan negara, tapi bagaimana seorang pemimpin mampu meratakan pembangunan,” ungkap Emrus.

Bahkan Emrus menjelaskan, kedua sosok tersebut memiliki kecocokan visi. Dalam setiap kesempatan, seringkali gagasan Hary Tanoe melengkapi Jokowi. “Pandangan Hary Tanoe ada sangkut pautnya dengan gagasan Presiden Joko Widodo. Seperti bagaimana membangun infrastruktur dan membangun IT di Indonesia, karena dengan IT semua cita-cita pembangunan, perbankan, dan pelayanan publik, semakin terbuka,” jelasnya.

Selain itu, Emrus mengatakan, pada Pilpres 2019, diperlukan pasangan capres-cawapres yang mampu menyajikan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Selain itu, peduli dengan budaya dan martabat bangsa. “Pak Hary Tanoe adalah tokoh yang mampu merangkul semua suku, agama, ras, dan seluruh lapisan masyarakat. Jadi, tepat rasanya jika disandingkan dengan Jokowi,” pungkasnya. (ram/saz)