Home Blog Page 6428

Nagita Slavina Pamer Warisan Hotel Mewahnya

BALI, SUMUTPOS.CO – Aktris Nagita Slavina alias Gigi membuat warganet terkejut. Dikenal sebagai sosok yang rendah hati, Nagita Slavina tiba-tiba memamerkan hotel mewahnya di Pulau Dewata, Bali.

Hotel bintang lima itu memang milik Rieta Amilia Beta yang akan diwariskan pada Nagita Slavina.

Istri Raffi Ahmad ini terlihat memamerkan kemewahan hotel tersebut di akun Instagram pribadinya.

“Ini loh hotelnya Mama Rieta, bagus kan,” ujar Nagita sambil memerlihatkan kamar mewah yang ditempati Raffi dan anaknya, Rafathar.

Di bagian lain, tampak Raffi yang tengah menikmati keindahan laut sambil berjemur. “Ini kami sedang di Hotel Nagita. Asyik ya nginap di hotel sendiri,” ucap Raffi.

Unggahan video Nagita ini mengundang banyak komentar netizen. Mereka menilai Nagita ingin menunjukkan kalau dirinya tak kalah hebat dengan Ayu.

Ayu memang kerap memamerkan barang-barang mewahnya di akun medsos. Berbeda dengan Nagita yang lebih senang tampil sederhana, diam, dah tidak suka pamer. (esy/jpnn)

Feby Febiola Dihujat Netizen

Feby Febiola dan Franky Sihombing.
Feby Febiola dan Franky Sihombing.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO  – Feby Febiola dan Franky Sihombing dihujat netizen setelah mengunggah video ke YouTube. Di video itu, mereka ngomongin soal pelakor (perebut laki orang). Keduanya membahas hal tersebut dalam vlog terbarunya.

Seperti dalam video “PELAKOR (eps.#1) // OBROLAN KASUR by. Franky Sihombing & Feby Febiola”. Pasangan suami istri ini merasa punya kedekatan pengalaman dengan julukan “pelakor”.

“Kita berdua termasuk pengalaman ya dengan tema ini karena latar belakang kisah kita dipenuhi cacian makian. Kita lumayan punya sudut pandang karena kita enggak cuma ngomong doang, tapi juga mengalami,” ujar Franky Sihombing disambut anggukan dari Feby Febiola.

Menurut Feby Febiola dan Franky, label pelakor tidak bisa sembarangan disematkan ke sosok wanita yang dianggap sebagai perusak rumah tangga orang lain.

Feby dan Franky menyarankan agar publik tidak cepat bereaksi tentang tuduhan pelakor kepada seseorang sebelum mengetahui cerita aslinya. Karena apa yang diperlihatkan media sosial bisa jadi berbeda dengan kenyataan.

“Kita mesti ngeliat kasusnya secara detail dan menilainya secara jujur. Apa yang sebenarnya terjadi di dalam keluarga ini dan itu. Kita enggak pernah tahu persis seperti apa ceritanya,” sambung Franky Sihombing.

Feby Febiola mengaku tidak setuju ketika seorang perempuan terlalu cepat menyimpulkan dan menyalahkan perempuan lain. Itu tandanya, si perempuan sedang tak percaya diri.

“Paling cepat kalau sudah ada kesalahan di perempuan lain. Menurut aku sikap seperti itu hanya menunjukkan satu, rasa tidak percaya diri. Biasanya, perempuan yang langsung menyalahkan perempuan lain, bergosip sana-sini mempunyai masalah inconfidence (tidak percaya diri),” timpal Feby Febiola.

Sayangnya, video tersebut justru menjadi bumerang bagi Feby Febiola. Warganet terlihat membanjiri akun media sosial Feby dengan hujatan. Mengingat, pernikahan Feby dan Franky setahun lalu sempat menuai kontroversi dengan adanya isu perselingkuhan.

“Mba sm mas nya sehat? Sanggup bgt bikin video tentang “PELAKOR” LOL” ujar @natzriz.

“mbak sambil ngaca ya tp kacanya burem ….. gk malu mbk situ kan juga nyolong ups….” sahut @ekanovianti_1994.

“Beli cermin yg besar. Sebelum membahas tema pelakor. Cetmin yg besarrrrrrrrr,” @asifah6636 menimpali.

Vlog yang diupload sejak beberapa waktu lalu itu, sudah ditonton sebanyak 2.106 kali.   (bbs/lp6)

Opick Segera Nikahi Yulia

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Penyanyi religi Opick menanggapi santai soal kabar kedekatannya dengan politikus Yulia Mochamad.

Walaupun santai, Opick tidak bisa menyembunyikan aura kegembiraannya saat dicecar media tentang sosok Yulia.

Dia hanya meminta doa agar kehidupannya berjalan baik setelah bercerai dari istri pertamanya, Dian Rositaningrum. “Yang itu (Yulia), doain saja ya mudah-mudahan berjalan baik,” ujar Opick dengan wajah memerah.

Terkait masalah rumah tangganya dengan Dian Rositaningrum, pelantu Tombo Ati itu mengaku sudah sepakat berpisah. Itu sebabnya, mantan rocker ini memilih fokus dengan aksi sosialnya ke Lebanon.

Opick hanya mewakilkan pengacaranya untuk mengurusi proses sidang cerainya. Dengan aktif di kegiatan sosial, Opick mengaku bisa menentramkan hatinya.

“Saya sebenarnya ingin jadi sutradara dalam kehidupan saya. Penginnya saya atur ini itu tapi kan enggak bisa. Ada Allah SWT sutradara Maha Besar,” bebernya. (esy/jpnn)

Asyikk… Libur Lebaran jadi 10 hari

MENPAN RB-Asman Abnur
MENPAN RB-Asman Abnur

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah akan memutuskan jadwal cuti bersama untuk libur lebaran 2018. Keputusan tersebut bakal ditandatangani di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) siang ini. Setelah ditandatangani, ada perubahan tanggal libur Lebaran. Ada tambahan cuti bersama satu hari lagi.

“Pada kesempatan ini pemerintah akan menambah 2 hari cuti bersama pada tanggal 11 dan 12 dan sesudah lebaran Idul Fitri (yang kemungkinan jatuh pada) 15 dan 16, yaitu tanggal 20 Juni 2018,” kata Menko PMK Puan Maharani di Kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (18/4/2018).

Penambahan cuti bersama itu diresmikan lewat surat keputusan bersama (SKB) 3 menteri, yang ditandatangani, Menteri yang menandatangani adalah Menteri PAN-RB Asman Abnur, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Penandatanganan itu disaksikan Puan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Awalnya, cuti bersama ditetapkan sebanyak 4 hari, yaitu 13,14,18,19 Juni 2018. Setelah penandatangan SKB 3 menteri itu, maka total cuti bersama adalah 7 hari. Sementara total libur Lebaran jadi dari tanggal 11 Juni hingga 20 Juni 2018. Detailnya, yaitu: cuti bersama pada 11, 12, 13, 14 Juni; libur Lebaran 15 dan 16 Juni; 17 Juni adalah hari Minggu; dan cuti bersama 18, 19, 20 Juni.

Sebelum penandatanganan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur mengatakan pemerintah telah mengkaji usulan penambahan dua hari libur lebaran tahun ini. Namun, tanggal libur yang akan diputuskan berbeda dengan usulan sebelumnya.

“Jadi tambahan itu dua hari setelah lebaran, nah dua hari setelah lebaran ditambah (liburnya),” kata Asman ditemui di Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Selain itu, pekerja khususnya pegawai negeri sipil (PNS) juga diperbolehkan mengambil cuti tambahan pada lebaran tahun ini, di luar jadwal yang ditentukan tersebut. Namun tambahan cuti itu akan mengurangi jatah cuti tahunan.

Awas Lawan Bertahan

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Dishold Sharofetdinov saat berlatih di Kebun Bunga. PSMS siap hadapi Perseru.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Dishold Sharofetdinov saat berlatih di Kebun Bunga. PSMS siap hadapi Perseru.

SUMUTPOS.CO – PSMS mengantisipasi ambisi Perseru Serui mencuri poin saat bersua di Stadion Teladan, Jumat (20/4) pada laga lanjutan Liga 1 2018. Tim berjuluk Kuda Laut Jingga itu diyakini akan bermain lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik.

Asisten Pelatih PSMS, Muhammad Yusuf Prasetyo mengatakan dirinya sudah berdiskusi dengan pelatih kepala, Djadjang Nurdjaman di Yogyakarta untuk persiapan lawan Perseru. “Headcoach (Djanur) sampaikan kepada saya, lupakan pertandingan kemarin. Dalam pertandingan biasa ada menang dan kalah. Insya Allah dia datang tanggal 20 mudah-mudahan sampai jam lima sore,” kata Yusuf usai latihan, Rabu (18/4).

Pria yang akrab disapa Yoyok itu mengatakan PSMS akan bermain lebih menyerang. Apalagi memang menargetkan tiga poin. “Pasti kami harus menyerang. Karena dia bertahan sekali. Perseru tim bagus. Dia seri lawan Bali United di kandang lawan. Dia mengandalkan counter attack dengan skema 5-3-2. Sudah pasti (mereka melakukan hal yang sama). Kalau di kandang mereka memang beda banget. Itu tim bagus. Kami akan mengantisipasi itu,” kata Yoyok.

“Harus wajib. Siapapun pelatih tidak ada yang tidak mau tiga poin. Tapi memang kadang sepakbola tidak sesuai dengan jalannya pertandingan. PSIS bermain tidak cukup baik tapi kami kalah 1-4. Itulah sepak bola. Ada faktor kekurangan yang harus kami perbaiki,” bebernya.

Pada laga nanti, Yoyok mengatakan dirinya belum menentukan komposisi starting eleven. Tak dipungkiri bakal ada perubahan-perubahan dari komposisi sebelumnya. Pada latihan kemarin, Yoyok terlihat mengutak-atik beberapa posisi seperti full back kanan, bek tengah, hingga striker. Beberapa pemain terlihat bergantian mengisi posisi itu. Salah satunya posisi Wilfried Yessoh yang belum bergabung latihan diisi Sadney Urikhob.

“Saya sengaja coba-coba. 11 pemain lawan Perseru masih belum kita pastikan. Masih ada rotasi lagi. Siapapun pemain yang ada harus siap meskipun ada pemain yang sakit. Belum bisa dipastikan apakah Yessoh bisa diturunkan. Dia memang cuma flu saja. Pilihannya ada Sadney, Boa (Choiril Hidayat), Erwin, dan Frets,” bebernya.

Selain itu dirinya juga akan memberikan motivasi lebih kepada Yessoh agar bisa bermain lebih fight dan tajam sebagai striker. “Sampai saat ini saya belum ketemu dia. Mungkin besok saya akan komunikasi dengan dia. Menekan dia agar lebih termotivasi lagi. Apapun itu, striker harus bikin gol,” bebernya.

Pada latihan tersebut, gelandang asal Uzbekistan, Dilshod Sharofetdinov juga terlihat dipapah keluar lapangan usai berbenturan dengan pemain PSMS lain. “Saya pikir Dilshod tidak apa-apa. Hanya terkena benturan saja,” pungkasnya. (don)

PSMS U-17 Tumbangkan PSDS Junior

Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos PSMS U-17 saat berlatih.
Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos
PSMS U-17 saat berlatih.

SUMUTPOS.CO – PSMS U-17 meraih kemenangan perdananya di turnamen IKA PPLP Sumut di Lapangan PPLP Sumut, Rabu (18/4). Tim besutan Reswandi itu menang dengan skor 3-0 atas PSDS Junior.

Pada laga yang disaksikan manajer Adep Prabudi ini PSMS tampil bersemangat. Gol kemenangan diciptakan Axel di paruh pertama. Memasuki babak kedua, Ayam Kinantan Muda menambah lagi gol lewat Adi Kurniawan dan Putra.

Pelatih PSMS U-17, Reswandi mengatakan performa para pemainnya cukup konsisten. Meskipun pada laga sebelumnya tumbang dari PSK USU 0-1.

“Kalau saya lihat performa tim stabil.Apalagi waktu recovery juga tidak banyak, hanya berselang satu hari. Cukup untuk menguji tim kita,” kata Reswandi.

Untuk lolos dari fase grup, PSMS akan menjalani laga penentu kontra Akademi Kwarta, Jumat (20/4) mendatang. Reswandi menilai Kwarta akan menjadi lawan yang cukup menyulitkan. Meskipun sebelumnya sempat bersua di uji coba dan PSMS U-17 menang 1-0.

“Ya saya lihat perubahan mereka banyak. Mereka cukup solid. Jadi untuk melewati fase grup kami harus mengalahkan mereka,” kata pelatih berlisensi C AFC itu.

Mantan bek PSMS era 2000-an itu mengatakan keikutsertaan PSMS U-17 di turnamen ini bukan mencari hasil. “Sisi positifnya dari turnamen ini kami bisa membaca kekuatan-kekuatan calon lawan di Piala Soeratin. Karena memang mereka yang bakal menjadi lawan kami juga di sana. Jadi bukan mencari hasil akhirnya. Kalah di sini tidak jadi patokan kami akan kalah juga di Piala Soeratin. Tapi malah jadi ajang evaluasi bagi kami untuk memperbaiki diri,” pungkasnya.

Sementara itu di laga lainnya Akademi Kwarta tumbang 0-2 dari PS Keluarga USU. Hasil itu memastikan USU lolos ke semifinal dengan koleksi enam poin. (don)

Milla Panggil 24 Pemain untuk Anniversary Cup

Luis Mila
Luis Mila

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pelatih Timnas Indonesia proyeksi Asian Games 2018, Luis Milla Aspas mengumumkan pemain yang dipanggil untuk tampil di Anniversary Cup PSSI, yang digelar di Stadion Pakansari, Bogor, 27 April sampai 3 Mei.

Dari 24 nama pemain yang dipanggil, tiga nama adalah pemain senior. “Kami memanggil 24 pemain untuk persiapan mengikuti PSSI Anniversary Cup 2018. Ini turnamen bagus buat kami apalagi diikuti Uzbekistan, Bahrain dan Korea Utara yang kami tahu mereka adalah tim kuat di Asia,” kata Milla.

Tiga pemain senior yang dibawa adalah Andritany Ardhyasa (kiper), Lerby Eliyandri dan Ilija Spasojevic (stiker). Sementara itu, nama yang baru dipanggil oleh Milla di tim proyeksi Asian Games ini adalah Lerby dan Firza Andika.

Milla menjelaskan, bahwa dia ingin pemain bisa memaksimalkan turnamen ini sehingga bisa melahirkan chemistry antarpemain. “Kami ingin pemain belajar dari turnamen ini, jadi bukan soal menang atau kalah. Namun saya dapat melihat sampai di mana level dan perkembangan permainan mereka,” tutur pelatih asal Spanyol tersebut.

Selain itu PSSI akhirnya mengizinkan pemain Persija Jakarta, Rezaldi Hehanusa dan Andritany Ardhiyasa datang telat ke Timnas Indonesia. Hal tersebut karena tim ibu kota akan bertanding di AFC Cup 2018. Sebelumnya, Persija sempat khawatir karena dua pemain itu dipanggil timnas untuk Anniversary Cup 2018. Sebab pada 24 April mendatang mereka akan bertandang ke markas Tampines Rovers dalam AFC Cup 2018.

Permintaan itu dikabulkan oleh PSSI. Bersama Bali United, pemain Persija yang dipanggil ke Timnas Indonesia dibolehkan datang terlambat. “Untuk pemain dari Persija dan Bali United dipersilakan memperkuat timnya untuk AFC Cup terlebih dahulu. Jadi pemain Persija akan bergabung pada tanggal 25, dan pemain Bali datang tanggal 26,” tulis rilis PSSI.

Akan tetapi, PSSI sendiri belum menjawab keinginan Persija menahan Andritany dan Rezaldi untuk melawan Persib Bandung. Sebab, sebelumnya Dirut Persija, Gede Widiade, ingin keduanya bisa bela lawan Persib, 28 April. (dkk/jpnn/don)

4 Tahun Pembunuh Ivona Belum Ditangkap

Simon Sinuhaji, saat datang mengadu ke Bid Propam Polda Sumut.
Simon Sinuhaji, saat datang mengadu ke Bid Propam Polda Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Dengan wajah penuh harapan, Simson Sinuhaji (57) dan istrinya M Br Bangun, mendatangi Bid Propam Polda Sumatera Utara. Pasangan suami istri asal Desa Munthe, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo ini meminta agar menindaklanjuti kasus pembunuhan putri mereka yang pelakunya sudah 4 tahun belum ditangkap-tangkap Polres Karo.

”Kami ke sini ditelepon Bid Propam Poldasu, untuk memberikan keterangan terkait kasus pembunuhan anak kami yang belum terungkap. Tadi pihak Propam bilang kami untuk bersabar dulu,”ujar Simson saat ditemui Sumut Pos, Rabu (18/4).

Kepada petugas Bid Propam Poldasu, lanjut Simson, dirinya pun menyerahkan sejumlah berkas maupun sejumlah foto anaknya yang tewas.

Dikisahkan Simson, putrinya Ivona Beru Sinuhaji (25), tewas dengan luka tikaman di punggung dan dada.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (7/8) 2014, di rumahnya  kontrakannya di Jalan Kota Cane, Gang HKI Kabanjahe, sekira pukul 19.00 WIB.

Sebelum tewas, awalnya korban tidur disamping Surya Kencana Sinuhaji, adik kandung korban.

Namun, sekira pukul 22.30 WIB, saat Surya sedang bermain HP, tiba-tiba mendengar suara jeritan korban.

Saat di cek, Surya langsung histeris melihat Ivona telah tewas bersimbah darah dalam posisi telentang, dengan luka tusuk di bagian perut kiri dan punggung.

Selanjutnya, Surya pun melaporkan kejadian yang dialami kakaknya itu kepada warga sekitar. Namun hingga 4 tahun berlalu, kasus pembunuhan Ivona yang diketahui berstatus janda satu anak ini tak kunjung terungkap.

Simson Sinuhaji pun kecewa kepada penyidik Polres Tanah Karo yang menangani kasus pembunuhan anaknya. Pasalnya, dalam surat perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) yang di layangkan Polres Tanah Karo pada 29 September 2014, sejumlah saksi telah dilakukan pemanggilan, termasuk dirinya dan isterinya.

“Saya heran kenapa tetangga dikontrakan anak saya tak seorangpun dipanggil. Pada hal, 2 hari setelah kejadian, mereka langsung menghilang alias pindah rumah. Ini kok malah anak saya si Surya,  yang malah di panggil jadi saksi dan sempat akan dilakukan test kebohongan. Sementara yang kami tau ada bukti 1 topi yang diduga milik pelaku,” jelas Simson yang mengaku telah mengadu ke KPAI dan Komnas HAM di Jakarta.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting mengaku akan menindaklanjuti jika pihak korban sudah membuat pengaduan resmi.

“Nanti Propam yang ngecek, di audit investigasi, apa kesulitan, bagaimana proses penyidikan yang dilakukan. Nanti pasti akan ketemu,” katanya.

“Gak bisa kita bilang lambat atau cepat,  ada kasus yang berat tapi cepat, ada yang menurut kita ringan tapi lambat terungkap, itu tergantung alat bukti dan keterangan saksi yang ada. Itu semua nanti akan di gelar dimana kesulitannya,”terang Rina. (mag-1/han)

 

 

Ayub Cs Kaki Tangan Bandar Narkoba

Petugas dan masyarakat saat mengevakuasi Bripka Eric Tambunan setelah dikeroyok Ayub Cs, baru-baru ini.
Petugas dan masyarakat saat mengevakuasi Bripka Eric Tambunan setelah dikeroyok Ayub Cs, baru-baru ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Hingga kemarin (18/4), petugas Poldasu dan Polrestabes Medan masih memburu pelaku pengeroyokan Bripka Eric Tambunan yang dikabarkan sudah melarikan diri keluar kota Medan.

Beredar kabar, Ayub Cs, kawanan pelaku pengeroyokan terhadap Bripka Eric merupakan kaki tangan bandar narkoba di Kampung Sejahtera, dulunya Kampung Kubur, tersebut.

Hal itu dibenarkan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha saat dikonfirmasi Sumut Pos.

“Iya, informasi yang kita dapat pelaku, orang si Ayub Cs itu kaki tangan bandar narkoba di kawasan itu. Ini masih terus kita kejar mereka,”ujar Putu Yudha.

Diungkapkan Putu Yudha, jumlah tersangka akan bertambah dari sebelumnya 3 orang. “Ada lima orang dari hasil pemeriksaan kita. Ini masih terus kita kejar. Kemarin kan informasinya ada tiga, tapi setelah korban diperiksa ternyata ada lima pelakunya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Indonesia Police Watch (IPW) Abdul Salam Karim mengatakan, bila Poldasu dan Polrestabes Medan tidak berhasil menangkap pelaku penganiaya Bripka Eric Tambunan, bakal mencoreng nama besar polisi. “Ya itu, kredibilitas mereka sebagai polisi akan tercoreng. Masa menangkap penjahat kelas teri seperti itu tidak berhasil. Memalukan kalau para pelaku tidak bisa terungkap dan diamankan,” ujarnya.

Soal informasi soal Ayub Cs merupakan kaki tangan bandar narkoba di kawasan Kampung Sejahtera, Abdul Salam Karim berharap polisi juga bisa menangkapnya. “Kalau bisa bandar narkoba itu juga ditangkap, jadi sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, kira-kira begitulah ungkapannya,”pungkasnya.

Sebelumnya, Bripka Eric Tambunan, personel Jatanras Dirkrimum Poldasu dikeroyok Ayub Cs di Kampung Sejahtera, Sabtu (14/4) sore. Menurut penyelidikan dari Propam Polrestabes Medan, bermula Bripka Eric terlibat perselisihan dengan Ayub di tempat hiburan malam, New Zone, sepekan lalu.

Sabtu sore, saat Bripka Eric mendatangi kediamannya temannya di Kampung Sejahtera. Melihat itu, Ayub Cs mengeroyok Bripka Eric hingga babak belur dengan luka di bagian kepala, bibir pecah, lecet di tangan dan kaki sebelah kanan koyak. Bripka Eric berhasil menyelamatkan diri dari Ayub Cs setelah melompat ke Sungai Babura. (dvs/han)

Pembangunan 90 Kios di Lahan PT KAI Belawan Gagal

Foto: Fachril/Sumut Pos Lahan PT KAI yang akan dibangun 90 kios hingga kini belum memiliki izin.
Foto: Fachril/Sumut Pos
Lahan PT KAI yang akan dibangun 90 kios hingga kini belum memiliki izin.

SUMUTPOS.CO – Izin kerja sama operasional (KSO) untuk lahan PT KAI Belawan yang akan dikelola pihak pengembang, ternyata tidak mendapat restu atau izin dari PT KAI pusat. Akibatnya, pembangunan sebanyak 90 kios yang berada di sekitaran Stasiun Kereta Api Jalan Stasiun, Kecamatan Medan Belawan gagal terlaksana.

Salah satu warga, Syahril, mengatakan, selama ini pembangunan 90 kios dengan urusan 8 X 3,5 meter yang sudah masuk tahap penimbunan terlaksana secara ilegal. Bahkan, pembangunan 90 kios di lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tidak mendapatkan izin dari PT KAI pusat. Sehingga, proses kerja sama operasional gagal terlaksana.”Yang saya dengar, izin dari pusat tidak diberikan, jadi kerja sama untuk penyewaan lahan itu gagal terlaksana. Makanya, pengembang kebingungan untuk membangun kios di lahan itu,” kata Syahril.

Dijelaskan pria yang mengetahui tentang proyek PT KAI itu, sebelum pelaksanaan proyek itu terlaksana, pihak pengembang telah mempromosikan kios yang akan dibangun. “Saya dengar, sudah ada yang kasih panjar untuk membeli kios itu. Bagaimana pun, izin untuk membangun itu tidak bisa keluar, karena rekomendasi dari PT KAI pusat tidak keluar,” kata Syahril.

Humas PT KAI Divre Sumut, Sapto Hartoyo dikonfirmasi pembangunan itu terhenti sementara, karena izin membangun dari pihak ketiga belum diurus ke Pemko Medan.

Mengenai izin dari PT KAI pusat, kata Sapto, sedang tahap proses menunggu rekomendasi yang telah diusulkan untuk penyewaan lahan itu kepada pihak ketiga.”Bukan tidak bisa keluar, tapi kita masih menunggu izinnya, karena masih diproses di pusat. Mudah – mudahan izinnya segera keluar untuk dilaksanakan pembangunan itu,” kata Sapto. (fac/ila)