Home Blog Page 6455

Gila Durian

SUMUTPOS.CO – Buah Durian menjadi pilihan utama para pendatang saat berkunjung ke kota Medan, termasuk para selebriti. Hal ini bias dilihat saat Irwansyah, Zaskia Sungkar, Ricky Harun, dan Duo R yang langsung menyantap buah durian saat berkunjung ke Kota Medan.

“Saya harus makan durian kalau berkunjung ke Kota Medan. Sempat tidak sempat harus disempatkan, karena buah ini termasuk langka ditemui,” ujar selebritis multitalenta, Irwansyah saat berkunjung ke Durian Awak yang terletak di Jalan Patimura Medan, Sabtu (7/4) kemarin.

Irwansyah yang saat itu menyantap durian bersama dengan istri, Zaskia Sungkar dan sahabat Ricky Harun menyatakan buah durian menjadi favorit mereka, karena durian dari Medan rasanya berbeda bila dibandingkan dengan durian dari daerah lain.

Bukan hanya itu, aktor yang mengembangkan dirinya dengan menjadi pengusaha ini menyatakan bahwa dirinya sudah mulai paham dan memiliki tips untuk menyantap buah yang termasuk mahal ini.

“Yang paling membedakan durian Medan dengan daerah lain yaitu citarasanya, kalau dari Medan biasanya lebih enak, citarasanya lebih beragam. Dan dagingnya sangat enak dan lembut untuk disantap,” ujarnya dengan wajah tersenyum.

Nah, Irwansyah memiliki tips untuk menyantap buah durian, pilihlah yang buahnya berwarna putih, karena itu lebih enak disantap dan rasanya manis.

“Saya kurang suka bila warnanya kuning,” ujarnya sambil membelah durian.

Setali tiga uang dengan sang suami, Zaskia Sungkar pun menyatakan rasa senangnya karena bisa menyantap buah durian. Apalagi, saat ini dirinya sering bolak balik Jakarta-Medan untuk mengurus bisnisnya.

“Durian Medan sangat enak, jangan lupa santap durian bila ke Medan ya,” ujarnya dengan wajah tersenyum

Hal senada juga diungkapkan oleh Ricky Harun yang menyatakan lebih senang menyantap buah durian ini bila berkunjung ke Medan. Karena memang buah durian yang enak itu berasal dari Kota Medan.

“Harus makan durian bila ke Medan. Rasanya lebih nikmat dan berbeda bila dibandingkan dengan daerah lain,” tutupnya. (ram)

Pemprovsu Bangun 5 Pos Jaga Awasi Komoditi Pangan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (DKPP Pemprovsu) dalam waktu dekat akan membangun pos-pos perbatasan di lima titik. Hal tersebut untuk mengawasi lalu lintas komoditi pangan dan hewan ternak, baik yang masuk maupun keluar Sumut.

“Rencana kita ada 5 titik (pos perbatasan) mau dibangun. Di perbatasan Riau ada dua titik, Palas, Madina, di Besitang dan Subussalam. Sesuai mapping kita, lalu lintas yang padat ada di titik-titik tersebut,” ujar Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Zubir Harahap kepada wartawan, Minggu (8/4).

Dari kelima titik tersebut, baru di Besitang yang sudah diperoleh pinjam pakai lahan. Untuk empat titik lainnya masih menjadi pekerjaan rumah (PR) dinas tersebut.

“Masih kita upayakan terus lokasinya dimana. Setiap pos akan diisi dokter dan paramedik. Juga ada petugas kebersihan dan keamanan. Totalnya berjumlah 5 sampai 6 orang. Tugas mereka seharian dan pakai shift,” katanya.

Dijelaskannya, ada tiga fungsi pos di setiap perbatasan antara Sumut-Aceh, Sumut-Sumbar dan Sumut Riau itu. Yakni fungsi kesehatan, keamanan dan ketersediaan.

Bahkan sesuai kewenangan, dinas ini berhak melarang masuk apabila kedapatan ada hewan dalam kondisi tidak sehat.

“Umpama sesuai hasil cek kesehatan petugas kita, ada kedapatan hewan yang tidak sehat atau bahkan penyakit menular, kita minta itu dipulangkan ke daerah asalnya,” jelasnya.

“Itu memang tugas kita. Beda seperti fungsi Karantina yang bisa menahan. Kita hanya ingin tahu berapa peredaran hewan ternak dan produksi pangan kita setiap hari,” sambungnya.

Kehadiran tiap pos di wilayah perbatasan juga untuk menekan tingginya harga komoditi pangan. Sebab, hilir mudik bahan pangan menjadi mudah terpantau dan tercatat setiap harinya.

Disamping itu, akan lebih mudah mendeteksi penyakit ngorok pada sapi, kolera pada babi dan rabies pada anjing.

“Umpama di Riau ada penyakit ngorok. Sapi di sana kan menjadi murah. Lalu dibeli oleh orang Padanglawas. Masuk kesini jadi menular. Padahal awalnya kita bebas,” tukasnya.

“Keluar masuknya ini yang akan kita awasi. Tolong sampaikan pada pengusaha yang membawa bahan pangan keluar, (pos jaga) bukan bermaksud mau tambah biaya operasional mereka. Kami hanya ingin mengawasi dan mau tahu apa yang dibawa dan kondisinya sehat apa tidak,” lanjutnya.

Zubir mencontohkan hukum tata niaga. Bila di satu daerah harga jual barang komoditi mahal, dari daerah lain pasti menjual ke daerah tersebut.

“Inikan tidak bisa kita larang. Hanya saja kita tidak mau dinas ini diklaim selalu impor daging atau beras. Disinilah perlunya pos-pos itu. Kita juga bangga bila ada bahan pokok kita di Sumut keluar daerah. Tahu arus lalu lintasnya dan produksinya menurun atau meningkat,” pungkasnya.

Peninggalan Kolam Kesultanan Langkat Tinggal Cerita

Foto: Bambang/Sumut Pos Kondisi kolam Kesultanan Langkat di Tanjungpura Langkat, Minggu (8/4) sudah sangat memprihatinkan.
Foto: Bambang/Sumut Pos
Kondisi kolam Kesultanan Langkat di Tanjungpura Langkat, Minggu (8/4) sudah sangat memprihatinkan.

SUMUTPOS.CO – Tanjungpura merupakan sebuah kota kecil di Sumatera Utara (Sumut) yang menjadi Ibukota Kesultanan Langkat pada zamannya. Kini, nasib kota kecil ini seolah tinggal cerita. Apalagi sejarah peninggalan kesultanan saat ini nyaris terancam punah.

Satu peninggalan Kesultanan Langkat yang masih dapat dilihat adalah kolam renang keluarga kesultanan. Namun kondisinya saat ini sudah sangat memperihatinkan.

“Kita lihat sendiri saja kondisinya,” tutur Arifi, seorang warga sekitar kolam, Sabtu (7/4) lalu.

Di kawasan kolam itu, kini dipenuhi rumput tebal hingga menutupi seluruh permukaan kolam. Bahkan pohon pisang juga tumbuh di lokasi tersebut. “Tidak hanya ilalang dan rumput, pepohonan juga tumbuh,” beber Arifi.

Hanya batu di sekeliling kolam yang terlihat masih kokoh dan menjadi saksi bisu, bagaimana pada zaman itu para kerabat kerajaan mandi di kolam tersebut. Namun, batu yang terlihat kokoh itu saat ini malah dijadikan jemuran pakaian oleh warga sekitar. “Inilah ciri khasnya masih ada, bebatuan pondasi kolam sultan,” katanya.

Meski kondisi kolam ini tidak terawat, namun para pengunjung dari luar Langkat maupun mancanegara, selalu datang untuk melihat dan menggali sejarah peninggalan Kesultanan Langkat.

Ironisnya, hingga saat ini Pemkab Langkat maupun yang mengaku sebagai pemangku adat Kesultanan Langkat, terkesan tidak peduli dengan kondisi yang ada. “Enggak pahamlah kami,” sebut Arifi.

Agar tidak terlihat semak, terkadang warga sekitar bergotong-royong untuk membersihkan kolam itu. Namun karena rumput yang sangat tebal dan menggunakan peralatan seadanya, membuat rumput itu susah di bersihkan warga. “Kadang kami juga kerap membersihkan, tapi tenaga kami terbatas,” akunya.

Runtuhnya Kesultanan Langkat akibat revolusi 1946, membuat situs peninggalan Kesultanan Langkat hingga kini menjadi terabaikan. Menurut cucu Kesultanan Langkat yang terakhir, Tengku Yan Nuzar, cucu Sultan Mahmud, sangat menyayangkan kolam peninggalan Kesultanan Langkat yang dulunya pernah menjadi tempat mandi kerabat Kesultanan Langkat, yang kini kondisinya menjadi tidak terawat. “Kolam ini aset bagi Pemkab Langkat. Seharusnya dilestarikan agar banyak wisatawan datang. Namun ini malah diabaikan,” sesalnya.

Nuzar dan warga berharap, agar situs peninggalan Kesultanan Langkat dilestarikan. Sebab, kalau dibiarkan terbengkalai, maka bukan tidak mungkin sejarah tersebut akan punah seiring berjalannya waktu. (bam/saz)

Syariah Kalahkan Konvensional

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pertumbuhan industri keuangan syariah pada 2017 cukup tinggi, yakni mencapai 27 persen menjadi Rp 1.133,23 triliun.

Capaian itu belum termasuk saham syariah. Angka tersebut juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan target pertumbuhan 20 persen.

’’Ini lebih tinggi daripada pertumbuhan industri keuangan konvensional. Bahkan, pangsa pasar sukuk Indonesia mencapai 19 persen dari seluruh sukuk yang diterbitkan berbagai negara,’’ kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso setelah dilantik sebagai ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) akhir pekan lalu.

Pertumbuhan itu menunjukkan bahwa Indonesia menyimpan banyak potensi untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah lebih pesat lagi.

Industri keuangan syariah juga dapat berkontribusi lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Wimboh, pertumbuhan keuangan syariah belum optimal.

Sebab, secara kelembagaan industri keuangan syariah belum kukuh dalam menghadapi berbagai tekanan dari eksternal maupun untuk memacu pertumbuhannya.

Belum banyaknya bank syariah yang berstatus bank umum syariah (BUS), misalnya.

Akibatnya, dominasi induk usaha pada unit usaha syariah (UUS) cukup besar. Untuk menjadi BUS, dibutuhkan lebih banyak modal yang disuntikkan kepada UUS.

Selain itu, masih banyak industri keuangan syariah yang bergantung pada bisnis induk sehingga hanya mengandalkan nasabah dari dalam grup usaha sendiri.

Berdasar hasil survei OJK pada 2016, tingkat literasi dan inklusi masyarakat terhadap produk keuangan syariah masih rendah. Yaitu, 8,11 persen.

Tingkat literasi perbankan syariah tercatat 6,63 persen, asuransi syariah 2,51 persen, dan pasar modal syariah 0,02 persen.

Direktur Utama PT Bank Syariah Mandiri Toni E.B. Subari menyatakan, industri perbankan syariah tahun lalu cukup tertekan, tetapi akhirnya berhasil keluar dari masalah.

’’Tahun lalu terjadi tekanan NPL (non-performing loan), tapi kami bisa konsolidasi dan menyelesaikan masalah itu. Tahun ini, secara industri, syariah juga akan mempunyai prospek yang lebih baik seiring peningkatan pertumbuhan ekonomi,’’ tutur Toni. (rin/c14/fal/ram)

 

 

 

Pertamina Ditegur Kementrian ESDM

Sutan Siregar/SUMUT POS Petugas melayani pembelian Pertalite saat uji pasar di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Jalan Putri Hijau Medan, Selasa (15/9). Pertamina segera melaunchingkan produk baru BBM jenis Pertalite di kota Medan, dengan harga Rp 8.300/liter.
Sutan Siregar/SUMUT POS
Petugas melayani pembelian Pertalite saat uji pasar di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Jalan Putri Hijau Medan, beberapa waktu lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pertamina mendapatkan teguran dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menebar ancaman untuk PT Pertamina yang dianggap tidak becus dalam menyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, terutama di luar Jamali (Jawa, Madura, Bali).

Saat ditemui di Kompleks Istana Negara, Jakarta pada Rabu (4/4), Jonan membantah ada pengurangan kuota premium.

Meskipun, dia mengakui adanya kelangkaan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di daerah.

“Nah betul (langka di SPBU), kami sudah tegur Pertamina bahwa Pertamina harus tetap menyalurkan premium,” ucap Jonan.

Mengacu Peraturan Presiden (Perpres) 191 Tahun 2014, katanya, Pertamina mendapat penugasan menyalurkan 7,5 juta kiloliter premium per tahun.

Utamanya untuk wilayah di luar Jamali. Khusus Jamali, perusahaan pelat merah itu sudah mendapat penambahan margin 100 rupiah per liter untuk penyaluran premium.

“Jadi ini harus dilakukan. Kami sudah negur Pertamina kok. Sudah, sudah berkali-kali,” ungkap mantan menteri perhubungan ini.

Dia pun sepakat bahwa masyarakat menengah ke bawah terkesan dipaksa beralih menggunakan Pertalite yang harganya naik mengikuti mekanisme pasar. Di sisi lain premium kosong di SPBU.

Kini, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar mengatakan bahwa presiden berpesan supaya pasokan premium harus dijaga.

“Pesan Bapak Presiden, premium tetap dijaga pasokannya. Kami memantaunya. Pelaksananya adalah dari Pertamina,” ucap Archandra saat ditanya masalah kelangkaan premium, di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/4).

Pria berdarah Minang itu menyatakan menjaga pasokan BBM merupakan aksi koorporasi PT Pertamina.

Karenanya Kementerian ESDM telah menegur dan menyurati perusahaan pelat merah tersebut.

Mengenai berapa lama waktu yang diperlukan untuk memulihkan pasokan di daerah, Archandra mengaku sedang dibicarakan dengan Pertamina.

“Yang jelas dari kementerian ESDM sudah mengirimkan surat teguran untuk segera memulihkan pasokan. Tadi saya sudah bicara juga dengan dirut Pertamina. Ini sedang kami usahakan,” tegasnya.(fat/jpnn/ram)

 

 

Holding BUMN Migas Stagnan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pembentukan holding BUMN migas belum terealisasi. Sebab, Pertamina belum menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) untuk pengesahan pengalihan saham Perusahaan Gas Negara (PGN).

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara mengatakan, pengesahan pengalihan saham PGN pada Pertamina sudah bisa dilakukan.

“Setahu saya sudah muncul angkanya. Nilainya sudah. KMK (keputusan menteri keuangan) sudah ada sekitar Rp38 triliun untuk 56 persen negara di PGN,” tutur Marwan kepada Indopos, Kamis (5/4).

Marwan tidak menampik bahwa proses pembentukan holding BUMN migas berjalan lambat.

“Mungkin saja internal seperti nilai aset objektif berapa. Yang bikin lama mungkin itu. Sebab, hitung-hitungannya banyak variabelnya,” tambah Marwan.

Menurut Marwan, proses pembentukan holding BUMN migas memang diwarnai pro dan kontra.

”Yang mendukung, adanya holding akan ada sinergi, ada penghematan,” imbuh Marwan.

Sementara itu, beberapa waktu yang lalu, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Rizal Ramli meminta agar rencana tersebut tak perlu dijalankan secara buru-buru.

“Sebenarnya rencana Holding BUMN itu bagus secara textbook atau di atas kertas. Tapi pemerintah tidak perlu tergesa-gesa dan harus dikaji ulang rencana tersebut,” kata Rizal Ramli dalam keterangannya.

Rizal juga meminta pemerintah berhitung secara matang terkait realisasi konsep holding BUMN. Sebab, masih terdapat sejumlah hal yang dinilai luput dari analisa pemerintah seperti upaya efektivitas dan efisiensi manajemen BUMN.

Untuk itu, Rizal kembali mengingatkan pemerintah agar berhati-berhati lagi dalam mengimplementasi holding BUMN.

“Pembentukan holding hanya bermanfaat jika peningkatan efisiensi biaya dan adanya sinergi akibat economic of scale. Jika tidak ada penurunan biaya dan peningkatan pendapatan, pembentukan holding gagal dan tidak bermanfaat,” papar Rizal.

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo sudah menandatangani tanda setuju Holding BUMN Migas Pertamina-PGN pada Februari yang lalu. (dai/chi/jpnn/ram)

 

Tersangka KPK Daftar Calon DPD RI

Rizal Sirait (kiri) dan Fadly Nurzal.
Rizal Sirait (kiri) dan Fadly Nurzal.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski menyandang status tersangka dugaan korupsi pengesahan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, dua mantan anggota DPRD Sumut Rizal Sirait dan Fadly Nurzal tetap percaya diri mendaftar sebagai anggota DPD RI di Pemilu 2019.

Seperti diketahui, pada 1 April lalu KPK mengeluarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dan menetapkan 38 anggota DPRDSU periode 2009-2014 dan 2014-2019 sebagai tersangka, termasuk didalamnya Rizal Sirait dan Fadly Nurzal.

Kebiasaan di KPK, mereka yang ditetapkan sebagai tersangka hanya tingggal menghitung hari akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

“Hingga kini, sudah 27 orang bakal calon DPD yang mengirim L/O (penghubungnya) ke KPU Sumut. Terdapat antara lain yang mengaku utusan dari Rizal Sirait dan Fadly Nurzal. Ada juga nama Parlindungan Purba dan Abdillah. Pokoknya ada 27 oranglah yang sudah mengirim penghubungnya,” kata Komisioner KPU Sumut Iskandar Zulkarnain, Minggu (8/4).

Menurutnya, kalau para balon DPD sudah mengirim L/O-nya ke KPU itu pertanda mereka serius. Artinya sebelum resmi mendaftar sebagai paslon DPD, mereka harus mengikuti sejumlah tahapan prosedur dan syarat yang harus dilengkapi sebelum melakukan pendaftaran secara resmi.

“KPU Sumut telah memberikan informasi seluas-luasnya kepada para penghubung balon DPD RI, sehingga mereka mengetahui semua prosedur dan tahapan yang harus dilalui dalam proses pendaftaran. Juga untuk dapat memudahkan para calon dalam menyusun dan menyiapkan seluruh berkas dan syarat pencalonan,” terangnya.

Pria berlatarbelakang dosen ini juga menambahkan, dari 27 L/O tersebut berasal dari berbagai elemen masyarakat. “Ada yang dari politisi, akademisi, praktisi dan lain sebagainya. Diperkirakan (pendaftar) akan bertambah lagi jumlahnya,” sebutnya.

Namun ketika disinggung mengenai nama Rizal Sirait dan Fadly Nurzal, ia tidak mau mengomentari lebih jauh. “Kita lihat aja nanti ya, inikan belum resmi menjadi calon, semua kan ada prosedur dan ketentuannya,” bilang dia. (prn/ram)

Penghargaan Presiden untuk Juara DBL 2018

Dari kiri, Alumni DBL Juam Harsab Maulana, Elan Perkasa, Wakil Direktur DBL Indonesia Donny Rahardian, Direktur Utama DBL Indonesia Azrul Ananda, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purm) Moeldoko, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Direktur DBL Indonesia Masany Audry, Alumni DBL Regita Pramesti, Dewa Ayu Made Srisrtha Kusuma Dewi, Kadek Pratita Citta Dewio.
Dari kiri, Alumni DBL Juam Harsab Maulana, Elan Perkasa, Wakil Direktur DBL Indonesia Donny Rahardian, Direktur Utama DBL Indonesia Azrul Ananda, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purm) Moeldoko, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Direktur DBL Indonesia Masany Audry, Alumni DBL Regita Pramesti, Dewa Ayu Made Srisrtha Kusuma Dewi, Kadek Pratita Citta Dewio.

BOGOR, SUMUTPOS.CO – Kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda Developmental Basketball League (DBL), mendapat dukungan luar biasa dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Launching musim 2018 rencananya akan segera diselenggarakan di Istana Bogor, dan tim-tim yang meraih juara akan mendapatkan penghargaan khusus dari Presiden.

Dukungan itu disampaikan dalam pertemuan khusus di Istana Bogor, Sabtu (7/4). Presiden Joko Widodo, bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi serta Kepala Staf Kepresidenan Jendral TNI (Purn) Moeldoko, menyambut rombongan PT DBL Indonesia yang terdiri atas Azrul Ananda (direktur utama), Masany Audri (direktur), dan Donny Rahardian (wakil direktur).

Hadir pula beberapa alumnus DBL yang telah berkiprah di tingkat nasional maupun internasional. Dalam pertemuan itu, Azrul menyampaikan kepada presiden bahwa Honda DBL 2018 akan diselenggarakan di lebih banyak tempat di Indonesia. “Apabila sebelumnya diselenggarakan di 25 kota, maka pada 2018 akan merambah 30 kota. Dari Aceh hingga Papua,” kata Azrul.

Azrul menegaskan bahwa DBL tetap akan mengusung konsep student athlete, di mana pemain harus tetap dituntut meraih nilai baik di sekolah. Presiden Joko Widodo sendiri sudah sangat familiar dengan DBL, pernah
membuka langsung kompetisi ini di Jawa Tengah saat masih menjabat sebagai wali kota Solo. Dengan antusias, presiden menyambut senang rencana pengembangan DBL tahun 2018 ini. “Saya setidaknya akan hadir di satu atau dua kota penyelenggaraan,” ucapnya.

Dengan seru rombongan juga membahas rencana launching di Istana Bogor, yang tanggalnya akan segera ditetapkan. Nantinya, para perwakilan peserta dan alumni dari seluruh Indonesia akan diundang untuk bermain basket bersama presiden dan pejabat negara yang lain.

Sambil bercanda, Presiden Jokowi, Menpora, dan yang lain mengatakan perlunya latihan khusus sebelum acara tersebut. “Mungkin seminggu sebelum kita harus latihan,” kata Presiden lantas tertawa.

Sambutan dan dukungan Presiden ini tentu membuat penyelenggara senang, dan nantinya membuat peserta bangga. “Dukungan ini akan membuat semakin banyak anak antusias bermain basket. Selama 15 tahun penyelenggaraan, telah banyak prestasi nasional dan internasional yang diraih oleh para alumnus DBL untuk Indonesia. Semakin banyak peserta, tentu masa depan basket Indonesia akan lebih baik lagi,” kata
Azrul.

Para alumnus DBL yang hadir pun mengaku bangga, sekaligus iri, dengan dukungan Presiden ini. “Ini pasti akan bikin heboh. Kenapa zaman saya dulu belum seperti ini,” tukas Kadek Pratita Citta Dewi, pemain SEA Games 2017, alumnus Honda DBL 2011 dan 2012 dari Bali.

Citta, panggilannya, mengaku takjub bisa bertemu langsung dan bersalaman dengan Presiden Jokowi. “Saya mungkin tidak ingin mencuci tangan lagi,” ucapnya disambut tawa yang lain. (don)

BERSAMA: Dari kiri, Alumni DBL Juan Harsab Maulana, Erlan Perkasa, Wakil Direktur DBL Indonesia Donny Rahardian, Direktur Utama DBL Indonesia Azrul Ananda, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Direktur DBL Indonesia Masany Audri, Alumni DBL Regita Pramesti, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi, Kadek Pratita Citta Dewio. (don)

Jangan Sampai Rusak Koalisi PPP-PDIP di Pilgubsu

Wakil Ketua DPC PPP Medan Irsal Fikri.
Wakil Ketua DPC PPP Medan Irsal Fikri.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Medan turut mengecam pernyataan politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan yang menyebut jajaran Kementerian Agama ‘bang**t’. Arteria diminta untuk meminta maaf secara resmi dan terbuka kepada publik atas umpatannya tersebut.

“PPP Medan mengecam agar beliau (Arteria, Red) segera meminta maaf pada publik, terkhusus kepada seluruh kader PPP se Indonesia,” kata Wakil Ketua DPC PPP Medan Irsal Fikri kepada Sumut Pos, akhir pekan lalu.

Kata dia, ucapan maaf yang harus disampaikan Arteria itu kepada seluruh kader PPP se Indonesia karena Menag Lukman Hakim Saifuddin merupakan bagian dari keluarga besar partai berlambang ka’bah tersebut. “Pak Lukman Hakim adalah orang PPP. Dan yang dia serang adalah institusi yang dipimpin Pak Lukman,” tegasnya.

Anggota Komisi B DPRD Medan  menambahkan, jangan sampai hubungan harmonis antara PPP dan PDI Perjuangan yang sudah terjalin baik sejauh ini menjadi rusak akibat pernyataan Arteria Dahlan. Lebih spesifik disebut Irsal, seperti koalisi PPP dan PDI Perjuangan di Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) 2018.

“Jangan karena ucapan Arteri yang menyudutkan dan memaki Kemenag membuat rusak hubungan baik antara PPP dan PDI Perjuangan yang sangat harmonis ditingkat pusat dan daerah. Apalagi pernyataan beliau tersebut tidak mencerminkan sikap sebagai anggota dewan dan lembaga DPR yang sering disebut terhomat,” katanya.

Pihaknya juga meminta agar Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR segera memroses Arteri Dahlan atas umpatannya tersebut. “Saya lihat berita dan video bahwa Arteri memaki Kemenag sangat viral baik di media sosial maupun media massa. Saya mewakili PPP Medan, Fraksi PPP DPRD Medan dan DPRD Medan merasa tersinggung mendengar ucapan dia yang tidak mencerminkan sikap sebagai politisi berpendidikan dan bermartabat,” pungkasnya.

Desakan senada sebelumnya disampaikan Sekjen PPP, Arsul Sani. “Kalau sudah meminta maaf, selesai,” ujarnya di Jakarta belum lama ini. Ia mengungkapkan, sejak umpatan Arteria kepada Kemenag tersiar di media dan mem-viral, banyak pihak yang marah terhadap Arteria. PPP pun meminta agar Arteria bisa membedakan antara bersikap kritis dengan menghina.

Diberitakan, Arteria Dahlan melontarkan umpatan keras kepada Kemenag saat membahas kasus First Travel pada rapat kerja bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3). Dalam rapat tersebut, Jaksa Agung HM Prasetyo menyinggung kasus travel haji-umrah tersebut yang sedang disidangkan di Pengadilan Negeri Depok.

Arteria meminta Kejaksaan tidak hanya menginventarisasi aset travel itu, tetapi juga secara aktif melacaknya karena itu berkaitan dengan kerugian yang diderita masyarakat. Ia mengaku pernah membahas masalah First Travel semasa ditempatkan di Komisi VIII. “Saya satu komisi satu bulan sama (kasus First Travel) ini, Pak. Ini masalah dapil, Pak. Yang dicari jangan kayak tadi Bapak lakukan inventarisasi, pencegahannya, Pak. Ini Kementerian Agama bangsat, Pak, semuanya, Pak,” kata Arteria kepada Prasetyo. (prn)

Linglung, Kompol Fahrizal Diperiksa Dokter Jiwa

Kompol Fahrizal dikawal petugas.
Kompol Fahrizal dikawal petugas.

SUMUTPOS.CO – Pemeriksaan terhadap mantan Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Fahrizal masih sulit dilakukan. Pasalnya, Wakapolres Lombok Tengah ini kondisinya masih linglung. Bahkan, Kompol Fahrizal sempat menjalani pemeriksaan psikologis. Hal itu dilakukan untuk mengetahui, apakah ia mengalami gangguan kejiwaan atau tidak.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, penyidik masih kesulitan merinci hasil penyidikan terkait motif penembak iparnya hingga meninggal dunia. “Tadi pagi (kemarin, Red) kita ada menghadirkan dokter spesialis forensik kejiwaan. Hal ini untuk mengetahui, apakah yang bersangkutan ada mengalami gangguan jiwa,” ungkapnya.

Selain itu, Rina juga menyebutkan, jika pemeriksaan yang dilakukan Polda Sumut terhadap Kompol Fahrizal baru kemarin dilakukan. Sebab usai ditangkap, Farizal belum dapat dimintai keterangan terkait tindakan yang diperbuatnya. “Soalnya setelah di tangkap, ia terlihat labil. Jadi pemeriksaan terhadapnya baru bisa dimulai hari ini (kemarin, Red),” jelasnya.

Disinggung soal motif, Rina juga mengaku, pihaknya masih dalam tahap pengungkapan. Namun menurut dia, dari penembakan yang dilakukan Fahrizal sampai berkali-kali, terlihat jelas ia sedang sangat marah. “Jadi sampai sejuah ini belum bisa terjawab motifnya. Untuk isu yang ada, tim kita masih melakukan pencairan fakta-fakta,” jelasnya.

Sedangkan untuk hukuman, Rina mengatakan, ancaman yang bisa diperoleh Fahrizal akan lebih berat dari masyarakat umum. Sebab, selain Fahrizal dijerat dengan pidana umum, juga akan dikenakan sanksi kode etik. “Secara internal juga akan terlibat dalam kode etik. Tapi hal itu masih lama. Masih menunggu keputusan inkrah,” pungkasnya.

Sementara Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan menambahkan, Polda Sumut secara tegas memastikan, Kompol Fahrizal akan di proses sesuai hukum yang berlaku. “Kita bakal pastikan jika dia akan diproses dengan hukum yang berlaku seperti masyarakat umum. Jadi biarpun perwira Polisi, kita tidak akan membeda-bedakan,” ungkapnya kepada wartawan.