Home Blog Page 6456

3 PSMS v Persija 1: Pecah Telur

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS SELEBRASI_Pemain PSMS Medan melakukan selebrasi usai Suhandi mencetak gol ke gawang persija dalam lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion Teladan Medan, Jumat (6/4) Pertandingan tersebut berakhir dengan skor Psms 3-1 Persija.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
SELEBRASI_Pemain PSMS Medan melakukan selebrasi usai Suhandi mencetak gol ke gawang persija dalam lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion Teladan Medan, Jumat (6/4) Pertandingan tersebut berakhir dengan skor Psms 3-1 Persija.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan akhirnya meraih kemenangan perdananya di Liga 1 di Stadion Teladan,  Jumat (6/4). Kemenangan yang diraih dengan cara cukup spesial itu membuat Ayam Kinantan ‘pecah telur’ setelah dalam dua laga sebelumnya tak berhasil mengamankan poin. PSMS sukses menggilas tim yang on fire, Persija Jakarta  dengan skor 3-1.

Laga itu memang seperti menjadi pertaruhan bagi pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman. Djanur tak mau timnya hattrick kekalahan pada kiprah awal PSMS di Liga 1. Untuk itu dia berpikir keras bagaimana cara meredam tim yang sedang  on fire ini.

Starting eleven pun diutak-atiknya. Pelatih asal Bandung ini berani menepikan bek senior Muhammad Roby sekaligus kapten PSMS di dua laga sebelumnya. Penggantinya Roni Fatahillah. Meski kalah pengalaman, Roni punya gaya yang disukai para suporter Medan, yakni rap-rap dan tekel-tekel kerasnya. Pergantian lain tak kalah mengejutkan. Bocah berusia 18 tahun, Firza Andika mengecap debut profesional perdananya bersama PSMS di bek kiri.

Selain itu, Suhandi juga dipasang sebagai starter. Sejauh ini, Suha kerap ditepikan dan masuk sebagai pengganti. Djanur pun nekad mencadangkan Sadney Urikhob. Hasilnya PSMS benar-benar on fire. PSMS memang tak bermain seperti tim yang keok dua kali dari Macan Kemayoran di Piala Presiden.

Kekhawatiran sempat muncul saat Persija berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-23. Adalah Rohit Chand yang berhasil membobol gawang tim Ayam Kinantan. Sepakan setengah volinya yang menyambut umpan tendangan bebas Riko Simanjuntak berhasil membobol gawang Abdul Rohim.

Tapi PSMS tak panik. Dengan sabar mereka mulai membangun tekanan ke pertahanan Persija. Tandukan Dilshod Sharofetdinov masih melambung di atas gawang tim Macan Kemayoran.

Massa Tuntut Sukmawati Ditangkap

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos UNJUK RASA _Ratusan umat islam kota medan melakukan aksi longmarch dari Masjid agung ke Mapolda Sumut, Jumat (6/4) Aksi tersebut sekaligus untuk melaporkan Sukmawati Soekarnoputri yang dianggap telah menghina umat islam lewat puisi ciptaan dirinya.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
UNJUK RASA _Ratusan umat islam kota medan melakukan aksi longmarch dari Masjid agung ke Mapolda Sumut, Jumat (6/4) Aksi tersebut sekaligus untuk melaporkan Sukmawati Soekarnoputri yang dianggap telah menghina umat islam lewat puisi ciptaan dirinya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aksi Bela Islam Jilid 2 di Sumatera Utara (Sumut) berjalan damai. Melalui aksi ini, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumut yang terdiri dari berbagai ormas Islam telah resmi melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Polda Sumut, Jumat (6/4) sore. Laporan tersebut diterima langsung Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw dengan Tanda Bukti Lapor bernomor TBL/438/IV/SPKT”III” atas nama Rafdinal.

Sebelum membuat laporan, massa aksi ini melakukan aksi menuntut Sukmawati agar segera ditangkap, karena dianggap telah menghina agama Islam melalui puisinya. Seribuan massa aksi longmarch dari Masjid Agung Medan di Jalan Diponegoro ke Mapolda Sumut di Jalan Sisingamangaraja Medan.

Amatan Sumut Pos di Masjid Agung, dua jam sebelum pelaksanaan salat Jumat, massa sudah ramai. Tidak hanya kaum pria yang memang hendak menunaikan ibadah Salat Jumat, kaum wanita yang berpakaian Muslimah juga tampak ramai di sekitaran Masjid Agung. Begitu juga kenderaan roda 2 dan 4, turut memadati halaman masjid. Namun, situasi tetap aman, terlebih lagi sejumlah petugas Kepolisian berjaga di sana dan mengatur arus lalu lintas.

Semakin mendekati waktu Salat Jumat, keramaian semakin meningkat. Jamaah Salat Jumat memenuhi halaman Masjid Agung. Meski begitu, terlihat pelaksanaan Salat Jumat berlangsung khusuk. Selesai salat, seribuan umat Islam sejenak beristirahat sembari menunggu panitia melakukan persiapan untuk aksi ke Mapolda Sumut.

Sebelum bergerak, tiba-tiba hujan turun cukup deras. Namun hal itu tidak menyurutkan tekad ribuan Umat Islam melakukan aksi. Koordinator aksi dari GNPF Ulama Sumut yang sudah bersiap di atas mobil komando, tetap bertahan dan menyuarakan tuntutan mereka yakni menangkap Sukmawati Soekarnoputri. Begitu juga dengan seribuan Umat Islam yang sudah bersiap di atas sepeda motor dan juga mobil masing-masing, tetap berada di barisan, bersiap mengikuti mobil komando.

Sinabung Erupsi, Awas Lahar Dingin

Foto: Dok. BNPB/Reza Effendi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meletus pada Jumat (6/4/2018) lalu pukul 16.07 WIB.
Foto: Dok. BNPB/Reza Effendi
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meletus pada Jumat (6/4/2018), pukul 16.07 WIB.

KABANJAHE, SUMUTPOS.CO – Gunung Sinabung kembali erupsi, Jumat (6/4) sekitar pukul 16.00 WIB sore. Erupsi ini menyemburkan awan panas hingga mencapai lebih dari 5 kilometer dan melontarkan batu krikil, serta diiringi gempa selama 6.753 detik.

Erupsi kali ini membuat sejumlah desa di seputaran Gunung Sinabung dihujani abu vulkanik dan batu krikil. Warga Desa Tiganderket, Desa Susuk, Desa Kutambaru dan Tanjungmewara terpaksa berlindung di rumah. “Ya, beberapa desa di Kecamatan Tiganderket dihujani abu vulkanik dan batu krikil. Kita sudah mengimbau kepada warga untuk menggunakan masker saat keluar rumah,” ujar Camat Tiganderket, Sukur Brahmana.

Erupsi ini merupakan terbesar dalam sebulan terakhir. Menurut Kepala Humas BNPB Sutopo, jarak luncur awan mencapai 3.500 meter kearah sektor Tenggara-Timur dan Selatan-Tenggara. Untuk itu, dia menghimbau warga sekitar gunung agar tidak melakukan aktivitas di radius 3 kilometer dari puncak.

“Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan tidak bisa melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer dari puncak. Kemudian dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan-Tenggara dan jarak 6 kilometer untuk sektor Tenggara-Timur, serta di dalam jarak 4 kilometer untuk sektor utara-timur Gunung Sinabung,” ujar Sutopo seperti pernyataan resmi yang diperoleh Sumut Pos, Jumat (6/4).

Disebutnya, tidak ada korban jiwa dari letusan tersebut, karena di daerah zona berbahaya sudah kosong dari aktivitas warga. “Masyarakat yang berada di zona merah sudah mengungsi sejak lama dan sebagian sudah direlokasi,” ucapnya.

Sutopo menjelaskan, status Gunung Sinabung tetap Awas atau berada pada Level IV. Adapun PVMBG menaikkan VONA menjadi merah, karena aktivitas vulkanik tetap tinggi dan berpotensi terjadi letusan susulan. “Letusan dan awan panas yang menuruni lereng Gunung Sinabung itu seakan menjadi penegas misteri Sinabung. Misteri yang hingga sekarang tak kunjung terungkap, mengenai kapan Sinabung akan berhenti meletus,” sebutnya.

JR Saragih Diminta Kooperatif

Ketua Departemen Dalam Negeri DPP Partai Demokrat, Abdullah Rasyid.
Ketua Departemen Dalam Negeri DPP Partai Demokrat, Abdullah Rasyid.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyidik Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Sumut hingga kini belum juga melakukan pelimpahan berkas tahap kedua ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu). Pasalnya, JR Saragih tak kunjung memenuhi panggilan penyidik untuk pelimpahan berkas tersebut meski sudah dua kali disurati. Bahkan, kuasa hukumnya pun mengaku belum dapat berkomunikasi dengan Bupati Simalungun tersebut.

Menyikapi ini, Ketua Departemen Dalam Negeri DPP Partai Demokrat, Abdullah Rasyid meminta JR Saragih kooperatif mematuhi proses hukum yang tengah dijalani dengan memenuhi panggilan penyidik. Menurutnya, Partai Demokrat selalu membantu dan mendampingi setiap kader yang bermasalah.

“Dalam kasus hukum, Demokrat sangat tegas dan menghormati tindakan berdasar aturan. Apa yang diperbuat JR tentu menjadi tanggung jawab pribadinya sendiri,” katanya, kemarin.

Sementara Kuasa Hukum JR Saragih, Ikhwaluddin Simatupang mengaku masih belum dapat berkomunikasi lagi dengan Bupati Simalungun itu. Bahkan diakuinya, sejak sidang putusan PTTUN tempo hari, dirinya tak lagi bertemu dengan JR Saragih. “Belum tahu (soal pemanggilan paksa JR). Saya belum ada bertemu lagi sejak putusan PTTUN karena lagi fokus bersidang kasus lain,” ungkapnya.

Sebelumnya kemarin, Kejatisu sempat mengancam akan mengembalikan berkas perkara dan Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) kasus JR Saragih ke Penyidik Gakkumdu Sumut jika pelimpahan tersangka dan barang bukti tak juga dilakukan. Bahkan Kasipenkum Kejatisu, Sumanggar Siagian meminta penyidik agar lebih profesional, mengingat kasus itu merupakan lex specialis (hukum yang bersifat khusus). “Karena ini lex specialis, jadi akan lebih cepat lagi. Kalau setelah kita surati tidak juga dilimpahkan, maka berkas dan SPDP kita kembalikan,” ujarnya.

Naiki 87 Anak Tangga, Edy Antusias Menari Faluaya

Cagubsu Edy antusia menari Falauya di Desa Budaya Bawomatal, Nias Selatan, Kamis (5/4) sore.
Cagubsu Edy Rahmayadi antusia menari Falauya di Desa Budaya Bawomatal, Nias Selatan, Kamis (5/4) sore.

SUMUTPOS.CO – Hujan yang mengguyur Desa Budaya Bawomataluo, Nias Selatan (Nisel), Kamis (5/4) sore tak menyurutkan semangat calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bertemu masyarakat di Desa Budaya Bawomataluo. Langkahnya pasti saat menapaki 87 anak tangga didampingi istrinya Nawal Lubis menuju lokasi.

Begitu sampai di perkarangan Desa Bawomataluo Edy dan istri, disambut tokoh adat dan ratusan pria dan wanita berpakaian adat Nias. Kaum pria dilengkapi dengan peralatan perang berupa parang,  tombak dan tameng. “Yaahowu,” teriak Edy Rahmayadi.

Masyarakat Desa Budaya terlihat yang antusias menyambut kedatangan mantan Pangkostrad dan rombongan walau diguyur hujan. Dalam penyambutan tersebut, Edy Rahmayadi disematkan pakaian adat Nias sebagai wujud penghormatan masyarakat Desa Bawomataluo atas kedatangan tamu ke desa mereka.

Sejumlah pertunjukan pun disuguhkan dari atraksi Tari Perang (Faluaya) dan lompat batu. Bahkan Edy Rahmayadi dan Nawal Lubis turut menari bersama masyarakat meskipun hujan terus menguyur. “Ini (tari Faluaya) adalah kekayaan budaya Sumatera Utara, yang menjadikan daerah ini dan masyarakatnya bermartabat,” kata Edy.

Tari Faluaya, merupakan tarian yang memgerakan mengayunkan tombak dan pedang menggambarkan semangat dari para pejuang dalam mempertahankan kampung mereka dari serangan musuh. Tidak hanya itu saja, suara yang dikeluarkan oleh para penari juga merupakan ekspresi ketangkasan dan kepahlawanan para kesatria. Edy terlihat tak canggung mengikuti gerakan tarian perang itu.

Dalam kesempatan itu, Edy juga berterimakasih atas sambutan yang hangat yang diberikan masyarakat. “Semoga silaturahmi ini semakin memperkuat persaudaraan kita untuk mewujudkan Sumut Bermartabat. Pemimpin adalah teladan bagi masyarakatnya. Dan pemimpin itu harus bersedia kapan saja hadir untuk rakyatnya,” ujar Edy.

Mewakili masyarakat salah seorang tokoh adat Desa Bawomataluo, Mowa Araw mengatakan, Edy Rahmayadi diharapkan memberikan kebaikan untuk masyarakat di Kepulauan Nias khususnya masyarakat di Nias Selatan. “Kami ikut mendoakan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah menjadi pemenang pada Pilgubsu 27 Juni 2018. Tari Perang ini adalah bentuk kesiapan kami ikut berjuang,”

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat Desa Budaya Bawomataluo pun mengharapkan saat terpilih nanti Edy Rahmayadi dapat membawa perubahan untuk Nias Selatan khususnya dalam hal pembangunan sarana infrastruktur dan juga pengembangan dunia kepariwisataan termasuk seni dan budaya. Dikatakan Mowa Araw bahwa total Penduduk di Desa Bawomataluo 1.272 Kepala Keluarga (KK) dengan total pendusuk 6.232 jiwa. Untuk di kawasan Desa Budaya terdapat 2.300 jiwa.

“Kami targetkan 60 persen – 70 persen persen Pak Edy menang di Nisel. Kami masyarakat Nisel hanya berharap Bapak Edy Rahmayadi setelah terpilih nanti tetap setia bersama kami. Kami tidak ingin seperti Gubernur-gubernur sebelumnya dijumpai saja susah,” ujarnya. (rel)

Warga Belawan Diduga Suspect Difteri

Difteri-ilustrasi.
Difteri-ilustrasi.

SUMUTPOS.CO – Seorang warga Belawan, Cut Mawar Dani (15) warga Lingkungan 12, Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan dikabarkan pasien suspect difteri. Namun Dinas Kesehatan Kota Medan justru belum menerima laporan dugaan suspect difteri tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Medan drg Usma Polita Nasution MKes mengaku belum mendapatkan laporan kasus suspect difteri ini dari Puskesmas Belawan. “Belum ada laporan ini kepada saya,” kata Usma kepada wartawan via seluler dengan nada meninggi.

Ia berdalih kalau yang menentukan pasien suspect difteri adalah dari Puskesmas. “Dari mana hasil suspect difteri ini. Sebab yang Jakarta,” ujarnya.

Sedangkan Cut Mawar Dani sendiri belum menjalankan perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik.

Kasubbag Humas RSUP H Adam Malik, Masahadat Ginting mengatakan, ia tak menemui pasien atas nama Cut Mawar Dani. Menurutnya, dia sudah mengecek ke bagian Instalasi Gawat Darurat (IGD), poli rawat jalan maupun ruang infeksius.

“Tidak ada masuk ke IGD. Kita juga sudah cek data pasien 1 bulan terakhir sampai hari ini nama itu tidak ada. Kita juga sudah cek ke ruang infeksius juga tidak ada merawat pasien suspect difteri,” kata Masahadat kepada wartawan, Jumat (6/4).

Sebelumnya diberitakan, Kepala Puskesmas Belawan dr Brando mengatakan penyakit Cut Mawar Dani merupakan suspect difteri. Pihaknya pun menunggu hasil uji laboratorium dari Jakarta terhadap contoh darah pasien yang diambil dari RS Adam Malik.

“Sampai saat ini penyakit warga itu masih suspect difteri, dan kita masih menunggu hasil uji laboratorium dari Jakarta terhadap contoh darah pasien yang diambil dari RS Adam Malik,” kata Kepala Puskesmas Belawan dr Brando, Kamis (5/4).

Suspect difteri ini mulai diketahui setelah seorang warga Lingkungan 12, Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Cut Mawar Dani (15), didapat mengidap penyakit mirip gejala difteri, yakni dengan demam dan radang tenggorokan yang berkepanjangan.

Awalnya, keluarga membawa Cut Mawar berobat ke klinik terdekat. Namun karena tidak mampu, dirujuk ke RS Mitra Medika dan dinyatakan menderita gejala penyakit difteri. Dari RS ini, pasien dirujuk ke RS Adam Malik.

Pasca penemuan ini, petugas Puskesmas melakukan vaksin terhadap puluhan anak usia 1-15 tahun yang bermukim dengan jarak sekitar 200 meter dari rumah pasien suspect difteri, sekaligus mensosialisasikan penyakit tersebut. (dvs/ila)

 

 

Pedagang Ancam Duduki Pasar Kampunglalang

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PASAR KAMPUNG LALANG_kondisi lahan pasar kampung lalang yang akan direvitalisasi berada di Jalan Medan-Binjai, Minggu (30/7) Hari ini (31/7) pasar kampung lalang akan mulai di revitalisasi, dan apabila tidak dimulai atau dibatalkan para pedagang akan menggelar aksi di kantor walikota medan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PASAR KAMPUNG LALANG_kondisi lahan pasar kampung lalang yang akan direvitalisasi berada di Jalan Medan-Binjai, beberapa waktu lalu.  Pasar Kampunglalang akan mulai di revitalisasi, dan apabila tidak dimulai atau dibatalkan para pedagang akan menduduki paksa area pasar tersebut.

SUMUTPOS.CO – Pedagang Pasar Kampunglalang mengancam akan menduduki paksa area pasar tersebut jika dalam waktu dekat pasar tersebut tak juga dibangun Dinas Pasar Kota Medan. Sebab, kontrak kerja dengan kontraktor PT Budi Mangun KSO, perusahaan yang membangun pasar  telah berakhir pada 24 Maret lalu.

Ketua Pedagang Pasar Kampung Lalang, Erwina Pinem mengatakan,  sekira seminggu yang lalu para pedagang sudah mencoba memasuki area pasar tersebut. Ternyata, memang benar tak ada pembangunan yang dikerjakan. “Waktu kami masuk, dibilang oleh petugas yang berjaga sudah diberitahu oleh Pak Akhyar (Wakil Wali Kota Medan) bahwa dalam seminggu ini akan dibangun. Namun, setelah waktunya tiba tetap juga tak ada yang dikerjakan, janji palsu aja,” kata Erwina.

Kata Erwina, sikap Pemko terlalu lambat. “Pedagang itu manusia dan kami sudah cukup bersabar. Kami tidak mau lagi menunggu sampai tahun ini berakhir. Bila dalam waktu dekat belum juga dibangun maka terpaksa kita tempati lagi. Ini bom waktu dan tunggu saja nanti akan kami bongkar seng-seng yang menutupi,” ujarnya saat dihubungi Sumut Pos, kemarin.

Ia menuturkan, kalaupun harus terjadi pertumpahan darah, para pedagang sudah siap. Mudah-mudahan dengan begitu terbuka hati nurani Pemko Medan. “Biar aja kalau memang seperti itu bakal terjadi. Dengan begitu, masalah ini tersebar luas dan bahkan menjadi viral di media sosial. Kalau sudah demikian, pasti bakal terbongkar apa yang terjadi sebenarnya,” ucap Erwina yang menduga ada ‘permainan’ dalam proyek yang sempat tak ditampung APBD tahun anggaran 2018.

 

Lebih lanjut Erwina mengatakan, sebelum menduduki paksa pasar tersebut terlebih dahulu menggelar aksi secara besar-besaran. Saat ini, masih disusun strategi untuk aksi nantinya. “Mereka (Pemko Medan) sudah ‘muka tembok’ dan janji manis saja,” tuturnya.

Sampoerna Academy Terapkan Pembelajaran Berfokus ‘STEAM’

Foto:(M IDRIS/Sumut Pos Head of School Sampoerna Academy Medan, Raja Rajendra (kanan) saat berinteraksi dengan siswa ketika belajar di kelas, Kamis (5/4).
Foto:(M IDRIS/Sumut Pos
Head of School Sampoerna Academy Medan, Raja Rajendra (kanan) saat berinteraksi dengan siswa ketika belajar di kelas, Kamis (5/4).

SUMUTPOS.CO – Sampoerna Academy menawarkan pendidikan berbasis internasional yang didasarkan pada nilai-nilai moral dan budaya Indonesia. Pola pembelajaran yang diterapkan dengan kurikulum Cambridge International Examination, dengan berfokus pada Science, Technology, Engineering, Arts dan Math (STEAM).

Head of School Sampoerna Academy Medan, Raja Rajendra menjelaskan, pembelajaran yang diterapkan pada sekolah ini dengan menyediakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan kolaboratif serta kualitas tinggi. Tujuannya, dapat memenuhi harapan berskala global dengan berbagai prestasi dan pengembangan karakter.

“Dalam mendidik anak-anak kita menggunakan pendekatan STEAM dalam cara pengajarannya. Pendekatan STEAM ini mengintegrasikan bidang-bidang ilmu pada pembelajaran, berdasarkan aplikasi di kehidupan sehari-hari. Hal ini memungkinkan siswa menjadi individu yang kreatif, inisiatif dan inovatif,” ungkap Raja saat ditemui di sekolah, Komplek Citra Garden Jalan Jamin Ginting, Medan, kemarin.

Menurutnya, dengan pola STEAM yang dikembangkan mulai dari PAUD hingga SMA, maka dapat memaksimalkan potensi diri setiap anak. Seperti dengan penerapan international benchmarking, yakni mengukur kesuksesan siswa berdasarkan tes internasional.

Kemudian, project based learning, suatu pendekatan konstruktif dimana para murid akan dilibatkan dalam proses pembelajaran yang berfokus kepada kolaborasi dan pengembangan skill.

Lalu, technology whitin education, kelas dengan fasilitas teknologi tinggi yang diajarkan oleh guru berkualitas dan telah mendaparkan pelatihan berstandar internasional. Bahkan, para guru yang ada juga telah mendapatkan sertifikasi dari Google.

 

Berikutnya, multiple languages proficiency. Lulusan Sampoerna Academy akan memiliki kompetensi tiga bahasa yaitu Indonesia, Inggris dan Mandarin. Selanjutnya, international approach Asian values, penggunaan pendekatan internasional pada kreativitas, cara berpikir kritis, kolaborasi dan kemampuan komunikasi dengan tetap menjunjung budaya Asia

“STEAM juga dikenal sebagai metode pembelajaran terapan yang menggunakan pendekatan antar ilmu. Sistem pendidikan ini banyak digunakan di Amerika Serikat. Aplikasi STEAM biasanya dibarengi dengan pembelajaran aktif dan berbasis masalah,” papar Raja yang didampingi Public Relation Sampoerna Academy, Tia.

Dirut PD Pasar: Sudah Ketok Palu

Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya.
Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Protes yang disampaikan anggota DPRD Medan terhadap rencana revitalisasi Pasar Muara Takus di Kelurahan Madras, Medan Polonia dinilai kurang tepat. Sebab, protes yang disampaikan ketika proyek ini sudah diketok palu atau disetujui dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2018.

Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Kota Medan Rusdi Sinuraya mengatakan, peremajaan bangunan pasar tradisional itu dibangun oleh Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman & Penataan Ruang (PKP2PR) Kota Medan. Biayanya, ditampung dari APBD yang disahkan oleh DPRD Medan sendiri.

“Aneh juga, seharusnya ketika RAPBD jangan disahkan. Sekarang mau dibangun dan sudah dilakukan sosialisasi, ternyata diprotes. Kalau memang tidak menyetujui, harusnya dari awal dong sewaktu RAPBD,” ungkap Rusdi yang dihubungi Sumut Pos, Jumat (6/4).

Disebutkannya, Pasar Muara Takus ini merupakan pasar yang terintegrasi. Nantinya, dibangun juga basement untuk area parkir. Selain itu, ada fasilitas yang mendukung seperti tempat kuliner dan juga rusunawa.

“Kami ini sifatnya pelaksana, karena yang membangun ini Perkim (PKP2PR). Jadi, kami hanya mengelola. Nantinya akan dibangun 8 lantai, 2 lantai untuk pasar dan 6 lantai rusunawa atau penginapan. Makanya, saat ini sedang kita sosialisasikan kepada pedagang dan masyarakat sekitar,” sebut dia.

Rusdi mengaku, pembangunannya direncanakan pada tahun ini dan kemungkinan akan dimulai setelah lebaran. Sebab, pedagang meminta agar puasa hingga lebaran nanti masih bisa berjualan.

Ombudsman Temukan Soal Ujian Tak Jelas di Komputer

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Pelaksanaan UBK di salah satu SMK di Kota Medan.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Pelaksanaan UBK di salah satu SMK di Kota Medan.

SUMUTPOS.CO – Ombudsman RI Perwakilan Sumut yang memantau Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMK, menemukan adanya soal pilihan berganda yang tidak muncul di komputer pada ujian terkahir UNKB tersebut.

“Selain itu, Ombudsman juga menemukan adanya gambar dalam soal ujian yang kecil sehingga tidak terbaca oleh siswa,” ungkap Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar kepada Sumut Pos, Jumat (6/4) siang.

Abyadi mengatakan, temuan itu ketika Ombudsman RI perwakilan Sumut meninjau langsung pelaksanaan UNBK tingkat SMK terakhir di Kota Tanjung Balai. Hal ini, menjadi catatan pihak Ombudsman untuk dilakukan perbaikan bagi panitia pelaksana UNBK ke depannya.

“Ini temuan Ombudsman di Tanjung Balai pada saat kami memantau di SMK. Dimana, PLT Kepala SMK negeri 2 melaporkan bahwa ada 3 siswanya yang soalnya bermasalah UNBK bermasalah pada jurusan Permesinan pada hari terakhir,” tutur Abyadi.

Abyadi menuturkan, dalam pelaksanaan UNBK itu ada siswa yang satu soal pilihan berganda tidak muncul sehingga tidak bisa dijawab,  sedangkan pada siswa yang lain gambar pada soal tidak ada sehingga soal tidak bisa dijawab. Kemudian ada gambar yang sangat kecil, artinya tidak bisa terbaca siswa. “Menurut kepala sekolah kesalahan soal tersebut jangan merugikan siswa. Atas kejadian itu pihak sekolah akan melaporkannya kepada KUPT Tanjung Balai,” tuturnya.

Abyadi berharap, kesalahan ini jgn merugikan peserta UNBK. Karena menurut dirinya, kesalahan bukan pada siswa. “Tapi kesalaham adalah pada soal. Jadi, kita minta ini jangan merugikan siswa,” tegas kepala Ombudsman RI perwakilan Sumut.

Sebelumnya, pada hari ketiga Ombudsman RI Perwakilan Sumut menemukan masih ada Sekolah SMK Negeri yang menumpang ke sekolah lain dalam melaksanakan UNBK. Tidak hanya itu, Ombudsman juga menemukan ada SMKN meminjam laptop dari siswa, guru atau dari pihak ketiga untuk pelaksanaan UNBK.

Temuan-temuan tersebut dijumpai oleh tim Ombudsman RI saat sedang berada di Kabupaten Batubara dan Kota Tanjung Balai untuk memantau pelaksanaan UNBK tingkat SMK.(gus/ila)