Home Blog Page 6457

Gubsu Sudah Kantongi 3 Nama Calon Sekda

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi memberikan keterangan kepada wartawan usai diperiksa sebagai saksi di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (5/8). Kejagung memeriksa Tengku Erry Nuradi selama 6 jam sebagai saksi dugaan korupsi dana bantuan sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Tahun anggaran 2011-2013.ANTARA FOTO/Reno Esnir/pd/15.
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi sudah kantongi nama calon sekdaprovsu.

SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumut Erry Nuradi sudah mengantongi tiga nama calon Sekretaris Daerah Provinsi Sumut dari Panitia Seleksi (Pansel) lelang jabatan terbuka. Namun ketiga nama tersebut belum mau diungkapkan tim pansel.”Sudah, sudah saya antar tadi malam sama Pak Gubsu nama-namanya. Masih dalam dokumen yang disegel,” kata salah satu Anggota Pansel, Muhyan Tambuse saat dikonfirmasi Sumut Pos, Jumat (6/4).

Pihaknya belum bersedia menyebut ketiga nama itu, dikarenakan wewenang tersebut ada pada Gubsu sebagai user (pengguna). Dia mengaku hanya dikuasakan oleh empat tim pansel lain untuk mengantarkan nama-nama calon Sekdaprovsu itu. “Tidak etis kalau saya yang sebutkan, nanti kawan-kawan yang lain bisa marah sama saya. Tanya saja dengan Pak Gubsu langsung. Kalau beliau sudah ngomong, baru saya mau sebut,” ungkapnya.

Pansel sendiri sebelumnya sudah merampungkan penilaian terhadap lima nama peserta lelang yang notabene pejabat eselon II Pemprovsu. Kata Muhyan, pada Senin (2/4) kemarin tiga orang tim pansel dari Jakarta sudah datang ke Medan untuk melakukan tahapan seleksi. “Selama tiga hari kita sudah melakukan seleksi terhadap kelima calon sekda tersebut,” ucap mantan Sekdaprovsu dan Kabiro Humas Pemprovsu ini.

Dari hasil seleksi tersebut yakni penggabungan assesor, persentase makalah dan wawancara tersebut, tim mendapatkan tiga nama untuk maju ke tahapan selanjutnya. Seperti diketahui, pada tahap awal ada sepuluh nama calon Sekdaprovsu. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan seleksi administrasi. Dari sepuluh nama tersebut, hanya lima yang lolos ke tahap selanjutnya. Kelima nama tersebut yakni Arsyad Lubis, M Fitriyus, Sabrina, Sarmadan Lubis dan Binsar Situmorang. “Nantinya Gubsu menyampaikan tiga nama ke Tim Penilai Akhir (TPA) ke Jakarta. Setelah itu akan dipilih satu oleh presiden,” imbuhnya.

Ringgo Agus Rahman Pakai Baju Isteri

SUMUTPOS.CO – Keluarga kecil Ringgo Agus Rahman memang kerap membagikan hal-hal yang menarik di akun media sosialnya. Terlebih sejak kelahiran Bjorka Morscheck, Ringgo dan sang istri, Sabai Morscheck kompak berbalas kalimat lucu di akun Instagram masing-masing. Tak jarang, caption keduanya mengundang gelak tawa dari netizen.

Kali ini, Ringgo kembali membuat gempar dunia maya karena foto dan caption-nya yang bikin terbahak-bahak. Seperti yang kita tahu sebelumnya, Ringgo ingin kembali menimang momongan. Berulang kali ia menebar “kode” pada Sabai melalui caption buatannya di Instagram. Sayang, keinginannya tak jua terwujud.

Kali ini dibantu oleh anak lelakinya, Ringgo kembali melancarkan aksi. Tak hanya dengan kata-kata yang menggelitik, Ringgo juga mengunggah foto dirinya dengan Bjorka yang tengah mengenakan dress!

“Bojo, lihat ini akibat kita bosan dengan mainan yang ada jadi kita mainan sama baju kamu. Cepat belikan mainan baru buat kita, biar kita nggak ganggu baju-baju kamu lagi… Oh iya sama kebayang nggak kamu punya Bjorka versi perempuan alias Bjorkawati? Aku kasih gambaran di atas ya,” tulis Ringgo Agus.

Tentu saja unggahannya tersebut memancing gelak tawa dari netizen. Bukan hanya karena kelucuan mereka kala mengenakan dress. Namun juga wajah polos Bjorka yang seperti tidak tahu apa-apa.

Entah sampai kapan Ringgo Agus harus menebar kode di Instagram demi memiliki momongan kembali. (kpl/ram)

 

Shinta Bachir: Robbie Hancurkan Pernikahan Saya

SUMUTPOS.CO – Aktris Shinta Bachir meminta maaf kepada sahabatnya yang mantan muncikari artis, Robbie Abbas.

Shinta Bachir mengaku terpaksa tak mengakui persahabatannya itu karena ingin menyelamatkan rumah tangganya.

“Aku minta maaf Robby karena sudah pernah mengaku tidak mengenal kamu. Itu aku lakukan untuk menjaga keluargaku,” ujar Shinta Bachir saat dipertemukan dengan Robby dalam Pagi-pagi Pasti Happy, Jumat (6/4).

Shinta mengaku berteman baik dengan Robbie Abbas sebelum dirinya menikah.

Namun, dia tidak mengetahui apa pekerjaan Robbie Abbas. Begitu juga saat Robbie mengenalkannya dengan Koko.

“Aku dikenalkan dengan Koko bukan karena transaksi prostitusi tapi sebagai teman. Robby bilang itu abangnya. Habis itu kami pacaran setahun,” jelasnya.

Namun, Shinta balik memertanyakan maksud Robbie Abbas membuka masa lalunya. Menurut Shinta, saat kasus prostitusi online mencuat, dia tengah hamil 7 bulan.

“Gara-gara kamu (Robby), suamiku sampai suruh tes DNA. Suamiku curiga kalau aku hamil anak orang lain,” ucapnya.

Yang menyakitkan lagi, Shinta disebut-sebut masih melayani pelanggan (pria hidung belang) saat sedang hamil. Hal itulah yang membuat suami Shinta berpaling ke wanita lain.

“Hidup aku hancur gara-gara omonganmu. Kamu sudah memfitnah aku,” kata Shinta sambil menangis.

“Banyak ya kerugiannya. Sebenernya kalau inisial-inisial ini aja masih nggak, tapi kan begitu disebut ciri-ciri pake jilbab, yang pernah menikah, sekarang udah cerai tapi punya anak, itu semua kan ke saya, siapa lagi artis SB? Makanya saya maju. Saya juga punya kehidupan, punya anak juga, ini beban buat saya, bebannya itu banyak. Kalau ke depannya saya mau berumah tangga lagi? Yang bikin saya nangis gara-gara berita itu juga rumah tangga saya nggak baik sama suami saya. Suami saya cari perempuan lain lagi, perempuan itu juga buat panas, ‘Bener kan tuh Shinta begini-begini‘,” jelas wanita berusia 32 tahun itu.

Lebih jauh, Shinta menjelaskan mengenai kisah cintanya bersama sang mantan suami yang berakhir pada perceraian. Rupanya ketika hamil dulu, wanita kelahiran Wonosobo, Jawa Tengah itu sempat ditinggal di sebuah kos-kosan seorang diri. Tentu saja kala itu banyak gosip miring yang harus Ia dengarkan dari orang-orang sekitar.

“Dengan gosip-gosip kayak gini udah banyak banget yang saya rasain. Dan saya pacaran, begitu saya putus yang dulu dikenalin sama Robby itu mobil diambil, uang diambil, rumah diambil, cuma baru di-DP, jadi saya nggak dapet apa-apa, cuma yang penting kenapa sih saya terus yang diseret-seret? Saya udah tenang dengan kehidupan saya dan ini semua. Demi anak saya ke sini memberanikan diri, terserah masyarakat mau berpikir apa,” pungkas Shinta. (esy/jpnn)

 

 

 

Sarita Abdul Mukti, Cinta Terpisah Tembok

Sarita Abdul Mukti dan putrinya.
Sarita Abdul Mukti dan putrinya.

SUMUTPOS.CO – Hubungan Sarita Abdul Mukti dengan Faisal Haris kembali renggang. Padahal, sebelumnya hubungan pasangan yang sudah menikah 20 tahun itu sudah kembali baik pascaadanya aksi melabrak Jennifer Dunn oleh putrinya di mall.

Namun saat ini, keduanya sudah tidak tinggal satu rumah lagi. Bahkan sudah tidak berkomunikasi.

“Kami sudah berpisah rumah beneran. Ya, sebelumnya memang sempat sudah membaik ya. Komunikasi dengan anak-anak, tidak dengan saya,” ujar Sarita di Jakarta kemarin.

Haris juga sudah tidak pernah lagi pulang ke rumah, terlebih setelah selingkuhannya tersandung masalah narkoba.

“Mungkin beliau konsentrasi dengan pacarnya yang di penjara. Tapi sekarang, sudah sama sekali tidak pernah pulang ke rumah,” tutur dia.

Meski begitu, wanita berhijab ini mengaku tidak sedih dan ikhlas menerima perlakuan suaminya itu.

Dengan bijak, Sarita mengatakan perpisahan itu harus dilakukan dengan cara baik-baik.

“Rasanya, bukan sedih, mungkin Tuhan mentakdirkan tidak bersama lagi. Buat saya, harus diselesaikan dengan damai, kalaupun bercerai tapi baik-baik,” tambahnya.

Terkait beredarnya foto suaminya Faisal Haris yang berada di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Haris disebut diam-diam menjenguk selingkuhannya Jennifer Dunn.

Diakui Sarita, dirinya langsung dihubungi anak-anaknya begitu foto Haris beredar di sejumlah akun gosip. Mereka ingin memastikan bahwa Sarita baik-baik saja dengan beredarnya foto tersebut.

“Yang dari Australia dan Shafa, waktu di Bali dia, telepon saya. Saya bilang, ini hanya sebuah foto yang mewakilkan kecurigaan kami kemarin,” tutur Sarita dalam acara Rumpi, Kamis (5/4) kemarin.

Lalu apa tanggapan Sarita melihat foto tersebut?

“Naif, malu, bilangnya tidak ada hubungan, tapi terciduk. Ketiga, kasihan. Karena cinta mereka terpisah tembok,” papar Sarita.(chi/jpnn/ram)

 

 

Lima Pria Culik ABG

Foto: TEDDY AKBARI/SUMUT POS INTEROGASI: Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Hendro Sutarno (kemeja abu) menginterogasi 5 pelaku penculikan dan penyekapan anak di bawah umur.
Foto: TEDDY AKBARI/SUMUT POS
INTEROGASI: Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Hendro Sutarno (kemeja abu) menginterogasi 5 pelaku penculikan dan penyekapan anak di bawah umur.

BINJAI, SUMUTPOS.CO  – Personel Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai, sukses membekuk 5 orang yang melakukan penyekapan dan penculikan terhadap RN (15). Kelimanya diamankan polisi di depan kantor Kecamatan Medan Helvetia, Jalan Beringin X Nomor 2, kemarin (5/4).

Kelima tersangka masing-masing, Febry Nugroho alias Febry (18) warga Jalan Samanhudi, Lingkungan III, Pasar V, Kelurahan Bhakti Karya, Binjai Selatan; Ahmad Agrizal (24) warga Jalan Gunung Sinabung, Kelurahan Bhakti Karya, Binjai Selatan; Billy Pratama (22) warga Jalan Gunung Bendahara, Lingkungan XII, Kelurahan Binjai Estate, Binjai Selatan; Romy Jiliansyah (22) dan Jefrizal Harry (24) warga Pasar III Desa Sei Mencirim, Sunggal, Deliserdang.

Anak baru gede (ABG) yang sehari-hari berprofesi sebagai penarik becak bermotor (betor) itu diculik saat tengah mengais rejeki. Korban ‘diambil’ dari Jalan Pringgondani, Kelurahan Satria, Binjai Kota, Senin (2/4) lalu.

Warga Jalan Sei Bahorok, Lingkungan VII, Kelurahan Pujidadi, Binjai Selatan itu kemudian disekap di sebuah rumah. Oleh pelaku, keluarga korban lalu diperas, Selasa (3/4) malam.

“Ada 4 orang yang datang. Ketika datangi rumah korban, mereka memberitahukan sekaligus menunjukkan dari handphone bahwa korban sedang disekap,” jelas Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Hendro Sutarno, Jumat (6/4).

Keluarga korban yang merasa cemas, melaporkan hal tersebut ke Polres Binjai. Laporan diterima dengan nomor LP/167/IV/2018/SPKT-A Reskrim Binjai tanggal 2 April 2018.

AKP Hendro mengatakan, motif pelaku melakukan hal tersebut karena sakit hati dan kesal. Pasalnya, pelaku Febry yang menyuruh korban membeli rokok dengan mengendarai sepeda motor miliknya tak kunjung kembali.

“Korban ini anak baik-baik, masih lugu. Korban enggak balik karena dibegal, takut pulang karena tidak bawa kereta pelaku tersebut,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Madina ini.

Kelima pelaku dijerat dengan Pasal 333 KUHP dan Pasal 83 Juncto Pasal 76F Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman kurungan penjara, paling lama 15 tahun,” tandasnya.(ted/ala)

 

 

Polisi BD Sabu Divonis Mati

Foto: Batara/Sumut Pos TERTUNDUK: Suherianto alias Heri (baju tahanan nomor 19), mantan personel Polres Serdangbedagai tertunduk lesu saat petugas Kejaksaan dan Kepolisian menggiringnya keluar ruang sidang PN Lubukpakam, Kamis (5/4).
Foto: Batara/Sumut Pos
TERTUNDUK: Suherianto alias Heri (baju tahanan nomor 19), mantan personel Polres Serdangbedagai tertunduk lesu saat petugas Kejaksaan dan Kepolisian menggiringnya keluar ruang sidang PN Lubukpakam, Kamis (5/4).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO -Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubukpakam, memvonis mati 7 dari 8 terdakwa yang terlibat penyeludupan 44 kilogram (kg) sabu, Kamis (5/4). Salah satu bandar (BD) merupakan personel Polres Serdangbedagai.

Tujuh terdakwa yang divonis mati masing-masing, Anyar, Rofi, Marzuki, Saidul Saragih, Ahmad, Untung dan Suherianto alias Heri. Suherianto merupakan personel Polres Serdangbedagai yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pos Pol Air Pantai Cermin.

Sementara, satu terdakwa lain, Edy Saputra divonis pidana penjara seumur hidup. Sidang dipimpin hakim ketua Lenny Napitupulu SH didampingi anggota Halimatu Sakdiah dan Said Amrizal.

Informasi diperoleh, sidang yang terbuka untuk umum ini awalnya disidangkan di PN Serdangbedagai. Namun karena alasan keamanan, sidang dipindah ke PN Lubukpakam.

Awalnya sidang berjalan lancar dan kondusif. Namun, suasana mendadak heboh saat keluarga para terdakwa menjerit sambil menangis.

Bahkan, dua perempaun yang merupakan keluarga terdakwa pingsan dan harus dipapah keluar dari ruang sidang. Pun begitu, hakim ketua Lenny Napitupulu SH tetap membacakan amar putusan.

Dalam amar putusannya, majelis hakim memutuskan vonis hukuman mati kepada terdakwa Anyar, Rofi, Marzuki, Saidul Saragih, Ahmad, Untung dan Suherianto alias Heri. Sementara terdakwa Edy Saputra, divonis pidana penjara seumur hidup.

Mendengar putusan majelis hakim, empat penasehat hukum ketujuh terdakwa langsung mengatakan banding. Sedangkan untuk vonis seumur hidup, kuasa hukum menyatakan pikir-pikir.

“Untuk terdakwa Anyar, Rofi, Heri, Marzuki, Saidul, Ahmad dan Untung kami banding. Sedangkan untuk terdakwa Edy kami pikir-pikir,” sebut penasehat hukum terdakwa.

Mendengar keputusan penasehat hukum terdakwa untuk banding dan pikir-pikir, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan  Negeri Serdangbedagai Juwita SH langsung mengajukan banding kepada majelis hakim atas kedelapan terdakwa.

”Kami banding bu hakim atas 8 terdakwa,” tegas Juwita SH.

Setelah mendengarkan tanggapan penasehat hukum terdakwa dan JPU, majelis hakim pun menutup sidang. Usai sidang, para terdakwa pun dibawa keluar dengan pengawalan ketat petugas kepolisian dan dimasukkan kedalam dua unit mobil tahanan milik Kejaksaan Negri Serdangbedagai.

Isak tangis para keluarga terdakwa pun kembali pecah saat dua mobil tahanan yang membawa para terdakwa meninggalkan PN Lubukpakam.

Kedelapan terdakwa ini sebelumnya ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) di sebuah warung pada Juli 2017. Saat itu, ada dua orang lagi pelaku yang terlibat dalam penyeludupan narkoba dari luar negeri itu yakni M Safii dan Bambang. Saat penangkapan, kedua orang itu tewas tertembak.(btr/sur/ala)

 

 

 

 

 

Merah Putih Terkoyak di Osaka

FOTO: Panji Ahmad Maulana dan dua wakil Indonesia tersisa lainnya tersingkir dari Osaka International Challenge 2018.
FOTO: Panji Ahmad Maulana dan dua wakil Indonesia tersisa lainnya tersingkir dari Osaka International Challenge 2018.

SUMUTPOS.CO – HABIS sudah harapan Indonesia untuk meraih gelar juara di Osaka International Challenge 2018. Tiga wakil yang tersisa tersingkir, Jumat (6/4).

Para penggawa Merah Putih harus mengakui keunggulan para wakil tuan rumah yang mempermalukan mereka di Moriguchi City Gymnasium.

Wakil tunggal putra, Panji Ahmad Maulana dipulangkan oleh wakil tuan rumah Minoru Koga dengan skor 10-21 dan 13-21 di babak perempat final. Padahal secara ranking, Panji yang hadir sebagai unggulan 5 jauh lebih diunggulkan.

Dua wakil ganda putri juga bernasib sama. Nitya Krishinda Maheswari/Ni Ketut Mahadewi Istarani harus mengakui kehebatan Rira Kawashima/Saori Ozaki dengan 18-21 dan 14-21 di babak kedua yang berlangsung Jumat pagi.

Secercah harapan sempat muncul dari pasangan Yulfira Barkah/Rosyita Eka Putri Sari.

Menang 18-21, 21-11, dan 21-19 atas Rin Iwanaga/Yui Suizu, Yulfira/Rosyita keok di babak perempat final yang dimainkan pada Jumat siang.

Mereka harus mengakui kehebatan pasangan peringkat 16 dunia, Kurumi Yonao/Naoko Fukuman dengan skor 11-21 dan 14-21. (kar/isa/jpc/azw)

 

Samator Terlalu Perkasa bagi Bank Sumsel Babel

Pevoli Surabaya Bhayangkara Samator coba melakukan smash saat bersua Palembang Bank Sumsel Babel.
Pevoli Surabaya Bhayangkara Samator coba melakukan smash saat bersua Palembang Bank Sumsel Babel.

SOLO, SUMUTPOS.CO – Tim putra Surabaya Bhayangkara Samator terlalu perkasa bagi Palembang Bank Sumsel Babel pada putaran kedua final four Proliga 2018.

Samator sukses menumbangkan Bank Sumsel dengan skor 3-1 (21-25, 25-18, 25-29, 25-21) di GOR Sritex Arena, Solo, Jumat (6/4). Hasil itu membuat Samator menjaga peluang melaju ke grand final Proliga.

Dengan hasil ini, perebutan tiket grand final Proliga semakin seru. Pasalnya, Pertamina, Bank SumselBabel, dan Samator sama-sama memiliki peluang ke partai puncak.

Pertamina kini memimpin klasemen sementara dengan poin 10 hasil tiga kemenangan dan satu kekalahan. Di peringkat kedua ada Bank SumselBabel dengan 6 poin dari tiga kemenangan dan satu kalah. Sementara Samator meraih dua kemenangan dan dua kekalahan dengan 6 poin.

Ketiga tim sama-sama menyisakan dua laga pada putaran dua final four Proliga. Pertamina dan Bank SumselBabel cuma butuh satu kemenangan untuk maju ke grand final.”

Saat ini, Samator mengemas enam angka setelah membukukan masing-masing dua kemenangan dan kekalahan. Di sisi lain, Bank Sumsel melorot ke posisi kedua dengan nilai enam dari tiga kemenangan dan satu kekalahan. “Kami dapat delapan poin dari Nicolas dari servis saja,” tutur pelatih Samator Ibarsjah Djanu Tjahjono setelah laga.

Pelatih Bank Sumsel Samsul Jais juga tidak menampik kehebatan Yosvani Nicolas. “Kami banyak mati servis dari Yosvani Nicolas,” ujar Samsul.

Sementara itu, juara bertahan Jakarta Pertamina mengalahkan Jakarta BNI Taplus 3-0 (25-21, 27-25, 25-16). “Kita bersyukur bisa memenangkan pertandingan ini. Karena target kita di Solo ini sapu bersih dari tiga pertandingan,” ujar pelatih Jakarta Pertamina Andri Widiatmoko.

Sementara asisten pelatih BNI Wayan Windu Segara mengungkapkan tim asuhan Li Qiujiang lemah di penerimaan bola pertama atau receive. “Karena receive yang jelek membuat serangan kita juga jelek,” ucap Windu.(jpnn/don)

Come Back Christo di Laga Pembuka

Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo CHRISTOPHER MENANG--Petenis Indonesia, Christopher Rungkat mengembalikan bola ke arah lawannya petenis Vietnam, Min Thuan Pham dalam pertandingan Grup II Zona Asia-Osiania Piala Davis 2016 di Lapangan Tenis Manahan, Solo, Jumat (4/3). Christopher menang 6-1, 6-2, 6-2.
Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
Christopher Rungkat

COLOMBO, SUMUTPOS.CO – Christopher Rungkat menjadi tunggal pertama Indonesia di play-off Piala Davis grup II zona Asia/Oceania. Petenis 28 tahun tersebut akan meladeni Sharmal Dissnayake pada laga pertama di Srilanka Tennis Center hari ini.

Kepala Pelatih tim Davis Deddy Prasteyo menilai, hadirnya Christo cukup mendongkrak semangat tim. Kedewasaannya sebagai pemain senior diharapkan mampu mengangkat mental bertanding junior-juniornya. ”Anak-anak dalam kondisi siap tempur,”ucapnya.

Secara peringkat, Christo lebih diunggulkan melawan Sharmal. Petenis kelahiran Jakarta itu kini menempati peringkat ATP (Association of Tennis Professional) ke-824 untuk tunggal putra dan 114 sebagai pemain ganda. Sedangkan, Sharmal jauh di bawah Christo dengan rangking ke-1453.

Namun, bukan peringkat yang menjadi acuan Deddy. ”Peringkat bukan jaminan untuk menang atau kalah. Tapi kondisi dan progress latihan sesuai yang menentukan performa pemain,”tegasnya.

Pada partai kedua, David Agung Susanto akan menantang petenis tuan rumah Harshana Godarmanna. Deddy berharap, bisa mencuri poin dari dua partai di hari pertama tersebut. ”Untuk ganda di hari kedua bisa di maksimalkan setelah melihat hasil di hari pertama,” ucap pelatih 62 tahun itu. (han/jpnn/don)

188 Atlet Tebingtinggi Ikuti Porwilsu

Foto: Sopiam/Sumut Pos LEPAS: Walikota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Ketua Umum Koni Tebingtinggi Muhammad Daniel Sultan dan pengurus Koni memberikan ucapan selamat mengikuti Porwilsu tahun 2018.
Foto: Sopiam/Sumut Pos
LEPAS: Walikota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Ketua Umum Koni Tebingtinggi Muhammad Daniel Sultan dan pengurus Koni memberikan ucapan selamat mengikuti Porwilsu tahun 2018.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Ketua Umum Koni Tebingtinggi melepas 188 atlet dan 29 pelatih untuk mengikuti Pekan Olahraga Wilayah Sumatera Utara (Porwilsu) tahun 2018. Pelepasan dilaksanakan di Gor Asber Nasution Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi, Jumat sore (6/4).

Dalam amanatnya Walikota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan meminta kepada semua atlit yang akan bertanding di Porwilsu agar bisa menjunjung semangat sportivitas tinggi, kunci keberhasilan atlit ada di diri sendiri, hal itu dimulai dengan kemauan dari dalam hati.

Menurut Umar, untuk mempertahankan marwah prestasi olahraga Kota Tebingtinggi itu tidaklah muda, begitu juga dengan untuk menjadi nomor satu, semua butuh perjuangan untuk bisa meraih prestasi. “Dalam hal ini, atlit harus benar benar percaya diri,”pintanya.

Sedangkan Ketua Umum KONI Tebingtinggi, H Muhammad Daniel Sultan mengatakan dalam ajang Porwilsu tahun 2018 ini, kita mengirimkan 188 Atlit dan 29 pelatih yang diikuti 13 cabang olahraga. Sedangkan untuk tuan rumah Kota Tebingtinggi, Porwilsu diikuti empat cabang olahraga, bulu tangkis, pencak silat, angkat berat dan billiar.

Menurut Daniel, seluruh atlit sudah mengikuti TC selama 3 bulan dan diberikan puding setiap latihan. “Semua biaya keberangkatan atlit dan pelatih baik penginapan, uang saku dan uang makan ditanggung Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui KONI Tebingtinggi,”terangnya.

Daniel kembali berharap kepada seluruh pengurus KONI Tebingtinggi untuk menganggap atlit itu sebagai anaknya sendiri, jika ada permasalahan dengan atlit serta Pengcab hendaknya bisa di pecahkan bersama dan diambil solusi terbaik.

Dalam Porwilsu ini, dirinya berharap Kota Tebingtinggi bisa menjadikan juara umum dan bisa meraih peringkat tiga untuk Provinsi Sumatera Utara, tak terlepas juga, atlit juga harus mempertahankan marwah Kota Tebingtinggi, Jadilah yang terbaik untuk Kota Tebingtinggi dan raihlah prestasi untuk mengharumkan nama Kota Tebingtinggi baik tingkat nasional dan internasional.

Tampak hadir Ketua Harian KONI Tebingtinggi Chaidir Candra, Dispora Jumpa Ukur Sembiring, Kapolsek Rambutan AKP Leo Sembiring, Pengurus Koni Tebingtinggi dan ratusan atlit serta pelatih 13 cabang olahraga.

Pertandingan 13 cabang olahraga mulai berlangsung terhitung 13 April sampai 13 Mei 2018 di daerah Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Kota Medan, Asahan, Tapanuli Tengah dan Kota Tebingtinggi termasuk wilayah IV. (ian/don)