Home Blog Page 6458

Asahan Juara Umum Karate Porwilsu Wilayah II

ASAHAN, SUMUTPOS.CO -Kontingen Atlet Karate asal Kabupaten Asahan berhasil meraih juara umum pada Pekan Olahraga Wilayah Sumatera Utara (Porwilsu) Wilayah II yang diselenggarakan di Gedung Serbaga Guna Kisaran Jalan Mahoni, Kecamatan Kisaran Barat sejak tanggal 2-4 April 2018 kemarin.

Keberhasilan tersebut terjadi setelah Kontingen Karate Asahan berhasil mengumpulkan 15 medali yang terdiri dari 5 medali emas, 5 perak, dan 5 perunggu.

Atas Keberhasilan Atlit Karate Kabupaten Asahan meraih juara umum pada cabang olahraga karate di Porwilsu wilayah II, Wakil Ketua KONI Kabupaten Asahan, Anda Suhendra Rambe kepada Sumut Pos di kantor DPRD Asahan Jalan Lintas Sumatra, Jumat (6/4) menyebutkan bahwa keberhasilan atlet karate itu merupakan kerja para atlet dan tampil dengan serius dalam berlaga di ajang Porwilsu Wilayah II itu.

“Alhamdulillah, kita cukup puas dengan hasil yang positif ini. Ini merupakan bekal yang bagus untuk menghadapi Porprovsu mendatang,” kata Anda

Dilanjutkan pria yang juga merupakan Ketua KNPI Kabaupaten Asahan itu bahwa cabang olahraga karate adalah cabang olahraga unggulan Asahan dan sudah mengikuti program pelatihan Kabupaten ( Platkab)dari 2017-2018.

Lebih lanjut menurut Anda, Asahan mengikuti 14 kelas yang dipertandingkan dan berhasil mengumpulkan lima emas dari kategori Beregu putra dan putri, kumite -75 Kg, +84 Kg senior Putra, dan kumite +68 kg senior putri.

Sementara lima perak diraih dari kategori perorangan putri, Kumite-67 dan +84 Senior Putra, dan Kumite -50 kg dan +68 kg senior putri). Sementara peringkat ketiga bersama lewat Kata Pererangan Putra, kumite -60 kg senior putra, kumite -50 kg senior putri, kumite -55 senior putri (dua medali).

Sedangkan untuk peringkat kedua diraih Kabupaten Karo dengan tiga emas, tiga perak dan lima perunggu.

Peringkat tiga didapat Labura dengan dua emas, tiga perak dan sembilan perunggu.

Sementara itu Ketua Panitia Porwilsu Wilayah II Kabupaten Asahan, Harris ST mengucapkan terima kasih kepada tujuh kontingen 7 kabupaten/kota (Asahan, Tanjungbalai, Tanah Karo, Labura, Labuhan Batu , Labusel, dan Paluta) yang telah bertanding dengan baik dan sportif, sehingga pertandingan bisa berjalan dengan lancar. “Alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar dan terkendali,”bilang Haris. (omi/don).

PSSI Tak Mau Campuri Masalah Internal PSMS

Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria.
Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan kini tengah diterpa sebuah masalah internal. Yakni adanya gugatan hak cipta atas penggunaan logo dan nama PSMS kepada pengelola saat ini, PT Kinantan Medan Indonesia.

Pihak yang menggugat adalah PT Pesemes, pengelola lama yang merasa hak cipta yang terdaftar di Kemenkumham adalah atas nama mereka.

Namun Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah menegaskan tidak akan melakukan intervensi terhadap problem yang dialami tim berjuluk Ayam Kinantan itu.

Menurut Sekjen PSSI Ratu Tisha, permasalahan itu bukanlah wilayah PSSI tapi di internal PSMS sendiri. “Yang teregister ke kami ya yang sekarang. Kalau ada masalah, itu kan di internal. Biarkanlah mereka selesaikan secara internal,” ungkapnya, Jumat (6/4) siang.

Dengan masalah ini, PSMS sampai harus kehilangan sponsor apparel mereka akibat disomasi oleh PT Pesemes yang merasa memiliki hak cipta atas nama dan logo PSMS karena telah didaftarkan ke Kemenkumham lebih dulu.

PT Pesemes Medan akan menggugat PT Kinantan Medan Indonesia, ke Kementerian Hukum dan HAM. Ini karena mereka dianggap telah melakukan tindak pidana melanggar Pasal 100 ayat 1 UU Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

“Paling tidak dalam waktu satu minggu ke depan kami tetap akan membuka diri kepada PT Liga Indonesia Baru selaku operator penyelenggara Liga 1, kemudian kepada PT Kinantan Medan Indonesia selaku manajemen yang membawa PSMS untuk datang ke kita,” kata Fadillah Hutri Lubis SH selaku pengacara PT Pesemes Medan. (dkk/jpnn/don)

PSMS Didenda Rp30 Juta

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Para pemain PSMS mendapat aplaus dari penonton usai meriah kemenangan atas Persija di Stadion Teladan, Jumat (6/4).
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Para pemain PSMS mendapat aplaus dari penonton usai meriah kemenangan atas Persija di Stadion Teladan, Jumat (6/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan harus menerima sanksi dari Komisi Disiplin PSSI berupa denda Rp 30 juta dan teguran keras ke manajemen PSMS Medan lantaran lemparan botol ke bangku tim lawan. Ulah penonton tersebut terjadi saat Ayam Kinantan julukan PSMS Medan menjamu Bhayangkara FC di Stadion Teladan, Sabtu (31/3) lalu. Surat dari Komdis PSSI tersebut pun sudah diterima manajemen PSMS, Kamis (5/4/2018) siang.

“Iya sudah kami terima. Hukuman itu menurut laporan dan mereka melihat langsung dari televisi ada pelemparan botol ditujukan ke bangku pemain lawan.”

“Dan, itu terekam televisi. Kami tidak bisa membantah. Karena jelas nampak, ya telak lah. Ibarat kalau orang bertinju, PSMS kena KO lah ini,” ujar Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja, Jumat (6/4) siang.

Pun demikian, King-sapaan akrabnya, meski menerima pihaknya akan memberikan hak jawab ke Komdis PSSI. “Terutama soal pelemparan tersebut. Kalau dilihat kan posisinya dari tribun tertutup barat. Itu penonton kan? Bukan suporter. Kalau dari dari tribun terbuka Utara atau Selatan masih bisalah kita bilang suporter. Jadi ini bukan ulah suporter tapi oknum penonton,” ungkapnya.

“Kita klarifikasi justru saat PSMS vs Bhayangkara itu suporter bagus dan mendukung . Jadi saat ini harus kita bedakan. Sebab, selama ini jika terjadi kerusuhan atau hal-hal negatif ditujukan selalu ke suporter. Padahal belum tentu,” timpalnya.

Dia juga menjelaskan masih akan merapatkan ke barisan manajemen. “Kami akui insiden itu. Kami akan perbaiki ke depannya. Namun, dari jumlah Rp30 juta itu kami berharap minta kekurangan jadi Rp10 juta. Memang sulit, kalau selama ini malah enggak ada istilah banding. Tapi ya mana tahu bisa, namanya usaha,” ungkapnya.

King menjelaskan insiden botol ini memang tak lepas dari kurang pengawasan pihaknya, namun dia memastikan sejatinya Panpel sudah berusaha. Misalnya dengan mencek keberadaan botol mineral yang dibawa penonton atau suporter.

“Makanya botol mineral kami ganti dengan plastik. Waktu penonton masuk kami siapkan plastik putih. Dan di dalam enggak kami kasih jualan lagi. Ya namanya masuk ramai-ramai, ada juga yang lolos. Entah diselipkan dimana kita enggak tahu. Begitu kesal di dalam dilampiaskan dengan melempar botol,” bebernya.

Untuk itu berulang kali panpel mengumumkan untuk tidak melakukan tindakan serupa saat PSMS kontra Persija di Stadion Teladan, Jumat (6/4) kemarin.

“Karena kalau dihukum yang rugi kan PSMS juga dan tim. Seandianya nanti terjadi lagi dan kita dihukum lebih berat, bertanding tanpa penonton atau diusir tak boleh main di kandang, kan lebih berbahaya lagi,” pungkasnya.(don)

Persebaya v Barito: Waspadai Sang Mantan

David da Silva (tengah), striker Persebaya melakukan selebrasi usai menjebol gawang tim Persela pada pertandingan Liga 1 di Stadion Surajaya, Lamongan, kemarin (30/3). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos
David da Silva (tengah), menjadi ancaman bagi Barito Putera, Minggu (8/4). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos

SURABAYA, SUMUTPOS.CO – Persebaya Surabaya akan menjamu Baroto Putera di stadion Gelora Bung Tomo (8/4). Tim berjuluk Green Force itu menargetkan mampu meraih tiga poin dalam laga tersebut.

Namun, untuk mewujudkannya, jelas bukan perkara mudah. Manajer Persebaya Chairul Basalamah sadar akan hal itu. Hadirnya Jacksen F Tiago sebagai nahkoda Barito Putera menjadi asalan. “Dia (Jacksen) jelas mengerti karakter permainan Persebaya. Dia paham Persebaya,” kata Basalamah.

Pelatih asal Brasil itu memang legenda Persebaya. Dia pernah menjadi pemain sekaligus pelatih di Green Force. Dalam periode itu, Jacksen mampu menyumbang gelar. Sebagai pemain, Jacksen membawa Persebaya juara pada musim 1996-1997. Sementara sebagai pelatih, dia memberi gelar Liga Indonesia tahun 2004.

Karena itu, Basalamah meminta timnya agar tetap fokus. Dia tak ingin Persebaya ternoda di kandang. “Antisipasinya adalah main sebaik mungkin,” kata pria yang akrab disapa Abud itu. Menurutnya, tim pelatih sudah siap untuk memberikan hasil maksimal. “Pelatih sudah melakukan beberapa perbaikan,” tambah pria berkacamata itu.

Apalagi, pelatih Persebaya Angel Alfredo Vera menilai Barito memiliki pemain yang harus diwaspadai. Termasuk rekrutan anyar, Juan Pablo Pino. “Tapi saya minta anak-anak agar mewaspadai semua pemain (Barito). Tak bisa kami hanya fokus ke satu pemain saja,” kata Alfredo.

Sementara itu, Barito Putera sudah tiba di Surabaya kemarin pagi. Mereka langsung menggelar latihan di lapangan Brigif, Sidoarjo sore harinya. Dalam latihan tersebut, belum ada pemain anyar, Juan Pablo Pino. “Dia (Pino) berangkat dari Jakarta. Malam ini (kemarin) dia tiba di Surabaya,” kata pelatih Barito Putera Jacksen F Tiago.

Jacksen mengindikasikan bakal menurunkan pemain asal Kolombia itu. “Lihat dulu kondisinya, kebugarannya. Tapi saya harap bisa manfaatkan dia,” katanya. Selain Pino, Barito bisa menurunkan bek Hansamu Yama. Sebelumnya dia absen di dua laga awal akibat cedera tulang rusuk. Akibatnya, Barito kebobolan lima gol dalan dua laga.

Tim berjuluk Laskar Antasari itu memang meraih hasil kurang memuaskan dalam dua laga. Mereka digebuk Madura United 3-1 di laga perdana (26/3). Kemudian bermain imbang 2-2 saat menjamu Persipura Jayapura (31/3).

Persebaya justru sebaliknya. Green Force mampu meraih empat poin dari dua laga. Mereka sekaligus menjadi satu-satunya tim promosi yang belum terkalahkan. Namun, Basalamah tak menjadikan hasil itu sebagai patokan.”Masih ada 32 laga lagi. Intinya, kami harus fokus sejak awal,” kata Basalamah. (gus/jpnn/don)

Karo dan 7 Kabupaten Diskusi Pengembangan Danau Toba

Foto: Solideo/Sumut Pos Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi, saat hadiri rapat rancangan implementasi masterplan agropolitan kawasan Danau Toba, Kamis (5/4).
Foto: Solideo/Sumut Pos
Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi, saat hadiri rapat rancangan implementasi masterplan agropolitan kawasan Danau Toba, Kamis (5/4).

KARO, SUMUTPOS.CO -Bupati Karo Terkelin Brahmana, didampingi Kepala Bappeda Nasib Sianturi, menghadiri rapat rancangan implementasi masterplan pengembangan agropolitan kawasan Danau Toba di Kantor Jurnal Pemerintahan, Komplek Millenium Square, Jalan Kapten Muslim No 8 Medan, Kamis (5/4) lalu.

Rapat yang dimotori RE Foundation tersebut, dihadiri 8 pejabat pemerintah kabupaten kawasan Danau Toba, di antaranya Kabupaten Tapanuli Utara, Simalungun, Dairi, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Samosir, dan Karo.

RE Nainggolan, selaku panitia kegiatan saat memimpin rapat, menjelaskan, ada 2 hal yang perlu dibahas, yakni tentang usulan proyek pengembangan agropolitan di 8 kabupaten tahun anggaran 2018-2022, dan kesepakatan rencana audensi dengan Menteri Bappenas, Menteri Pertanian, dan Menteri PDT.

Ia juga mengatakan, penyusunan masterplan pengembangan agropolitan Danau Toba, tidak hanya mengandalkan danau sebagai objek wisata. Tapi bagaimana caranya mengembangkan lahan pertanian secara modern, supaya petani tidak merasa dianaktirikan.

“Strategi pengembangan kawasan agropolitan melalui OPOP (one place one product) dengan konsep pengembangan, harus mampu membangun dan mengembangkan. Mulai dari industri pembenihan dan pengolahannya, serta daerah juga harus bisa menghasilkan 3 komoditi dengan skala prioritas. Begitu juga dengan pengembangan jaringan kerja sama antar daerah pengelolaan kawasan agropolitan,” tutur RE.

Sementara Bupati Karo, Terkelin Brahmana menuturkan, Pemkab Karo sangat mendukung kebijakan tersebut. Karena akan berdampak positif bagi Kabupaten Karo, baik dalam sektor pariwisata, pertanian, dan infrastruktur.

Semuanya jelas akan berdampak positif dalam perkembangan ekonomi, jika kegiatan pengembangan agropolitan jadi nyata. Sebab proyek besar akan tersedot anggarannya dari pusat, dan mengalir ke 8 kabupaten sekawasan Danau Toba. “Dengan bergulirnya dana dari pusat untuk pembangunan agropolitan, tentunya Karo dan daerah lainnya, akan mencicipi kue pembangunan. Nah, ini yang harus dikejar terus. Rencananya dan sesuai kesepakatan bersama, pada 12 April akan bertemu Menteri Bappenas,” beber Terkelin.

Hadir dalam rapat tersebut, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, Wakil Bupati Simalungun Amran Sinaga, Wakil Bupati Tobasa Hulman Sitorus, Sekda Dairi Sebastianus Tinambunan, Bappeda Sumut H Imran, Bappeda Phakpak Bharat Jalan Berutu, dan Bappeda Samosir James Silaban. (deo/saz)

PPP Deliserdang Laporkan Sofyan-Jamilah

Foto: Batara/Sumut Pos Ketua DPC PPP Deliserdang Waluyo Hadi, Sekretaris Misnan Al Jawi, serta pengurus dan kader saat mendampingi Kabid Hukum dan HAM Dedi Suheri melaporkan bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang Sofyan Nasution_Hj Jamilah, ke Panwaslih Deliserdang, Rabu (4/4).
Foto: Batara/Sumut Pos
Ketua DPC PPP Deliserdang Waluyo Hadi, Sekretaris Misnan Al Jawi, serta pengurus dan kader saat mendampingi Kabid Hukum dan HAM Dedi Suheri melaporkan bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang Sofyan Nasution_Hj Jamilah, ke Panwaslih Deliserdang, Rabu (4/4).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO -Melalui Ketua Bidang Hukum dan HAM Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Deliserdang Dedi Suheri, melaporkan bakal pasangan calon (bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang Sofyan Nasution-Hj Jamilah, yang maju dari jalur independen (perseorangan) ke Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Deliserdang, Rabu (4/4) lalu.

Dedi tiba di Kantor Panwaslih Kabupaten Deliserdang Jalan STM No 8, Desa Pagar Merbau III, Kecamatan Lubukpakam, didampingi Ketua DPC PPP Kabupaten Deliserdang Waluyo Hadi, Seketaris Misnan Al Jawi, serta pengurus dan kader.

Pada kesempatan itu, Waluyo mengatakan, kedatangannya ke Kantor Panwaslih Kabupaten Deliserdang untuk mendampingi Dedi, untuk melaporkan bapaslon Sofyan- Jamilah.

“Kami melaporkan bapaslon Sofyan-Jamilah, karena mecatut KTP Dedi Suheri  tanpa izin,” ungkap Waluyo.

Menurut Waluyo, masih ada ratusan pengurus dan kader DPC PPP Kabupaten Deliserdang, seperti di Kecamatan Percut Seituan, Lubukpakam, dan Kecamatan Galang, yang KTP-nya dicatut bapaslon Sofyan-Jamilah, untuk memberikan dukungan kepada bapaslon tersebut, tanpa izin pemilik KTP. “Jika diperlukan, kami siap menghadirkannya. Kami akan memberikan pendampingan hukum kepada Dedi,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, pihaknya melapor ke Panwaslih Kabupaten Deliserdang untuk mengetahui, bagaiaman KTP milik pengurus dan kader DPC PPP Kabupaten Deliserdang bisa sampai ke bapaslon Sofyan-Jamilah. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan evaluasi secara internal. “Kami berharap Panwaslih Kabupaten Deliserdang serius menangani laporan kami, sehingga memberikan efek jera, serta menjadikan Pilkada Serentak 2018 bersih dan jujur. Bagi pengurus dan kader partai lainnya, yang KTP-nya dicatut bapaslon Sofyan-Jamilah, kami harap melapor ke Panwaslih,” tegas Waluyo.

Sementara Dedi mengatakan, pada kesempatan itu, pihaknya membuat laporan awal serta konsultasi dengan Panwaslih Kabupaten Deliserdang. “Kami membuat laporan dan konsultasi. Kami menyediakan 3 saksi, yakni Misnan Al Jawi, Yudiono, dan Budi Hidayat,” pungkasnya. (btr/saz)

Bus-bus Aceh dan Mobil Penjual Pulsa Segera Ditindak

Rapat Pelanggaran lalu-lintas
Kadis Perhubungan Kota Medan, Renward Parapat, ATD, MT, saat memimpin rapat  Forum Lalu-Lintas di Ruang Rapat II, Kantor Wali Kota Medan, Jumat (6/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bus-bus besar dari Aceh sering terlihat parkir di pinggiran Jalan Asrama, Kota Medan. Ini dinilai berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas juga kemacetan.

“Dishub sudah sering melakukan penertiban, namun sopir-sopir itu masih membandel. Kita tidak akan menyerah. Tentu akan tetap kita tertibkan,” kata Kadis Perhubungan Kota Medan, Renward Parapat, ATD, MT, saat memimpin rapat  Forum Lalu-Lintas di Ruang Rapat II, Kantor Wali Kota Medan, Jumat (6/4).

Dalam rapat yang diikuti perwakilan Dirlantas Poldasu Medan, Kompol. Widodo, dari AKP. Merry, dan Kabid Statistik, Drs Harunsyah, selain persoalan bus Aceh, Renward juga menyampaikan persoalan pedagang kaki lima  yang menjual pulsa maupun paket data. Para pedagang yang menggunakan kendaraan roda empat ini bukan saja berjual di badan jalan, tetapi juga di trotoar.

Menurut Renward, persoalan ini terjadi di berbagai kecamatan di Medan. Di antaranya di Jalan Jamin Ginting, di SM Raja, termasuk Pasar Merah.  Dikatakannya, pihak sudah sering Juga melakukan penertiban. Bahkan ada kendaraan pedagang harus sempat ditahan di Kayu Putih.

“Dan sudah pasti, kita akan terus melakukan penertiban untuk benar-benar menimbulkan Efek Jera bagi pedagang yang memakai trotoar jalan itu,” ungkapnya.

Dalam rapat itu, Renward mengharapkan agar pihak kecamatan dapat memperhatikan persoalan ini. Karena persoalan bus besar yang parkir di pinggir jalan maupun penjual pulsa di atas trotoar, juga terjadi di wilayah kecamatan.

“Kita akan memperkuat koordinasi dengan kecamatan agar persoalan-perosalan ini bisa teratasi, terutama terdeteksi sejak dini,” ucap Renward. (rel/mea)

Meletus Lagi, Gunung Sinabung Lontarkan Abu Setinggi 5 Km

Foto: Dok. BNPB/Reza Effendi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meletus pada Jumat (6/4/2018), pukul 16.07 WIB.
Foto: Dok. BNPB/Reza Effendi
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meletus pada Jumat (6/4/2018), pukul 16.07 WIB.

KARO, SUMUTPOS.CO – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meletus, pada Jumat (6/4/2018) pukul 16.07 WIB. Letusan melontarkan abu vulkanik dan material piroklastik dengan tekanan kuat berwarna abu-abu gelap hingga setinggi 5.000 meter.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, letusan Gunung Sinabung juga disertai awan panas sejauh 3.500 meter ke arah tenggara-timur dan selatan-tenggara.

Tidak ada korban jiwa dari letusan tersebut, karena di daerah zona berbahaya sudah kosong dari aktivitas warga. “Masyarakat yang berada di zona merah sudah mengungsi sejak lama dan sebagian sudah direlokasi,” ucap Sutopo, seperti pernyataan resmi yang diperoleh SUMUT POS, Jumat malam.

Sutopo menjelaskan, status Gunung Sinabung tetap Awas atau berada pada Level IV. Adapun PVMBG menaikkan VONA menjadi merah, karena aktivitas vulkanik tetap tinggi dan berpotensi terjadi letusan susulan.

“Letusan dan awan panas yang menuruni lereng Gunung Sinabung itu seakan menjadi penegas misteri Sinabung. Misteri yang hingga sekarang tak kunjung terungkap, mengenai kapan Sinabung akan berhenti meletus,” sebutnya.

Foto: Dok. BNPB/Reza Effendi
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meletus pada Jumat (6/4/2018), pukul 16.07 WIB.

Sutopo mengungkapkan pula, saat ini beberapa lokasi relokasi telah dibangun di kaki Gunung Sinabung. Sampai dengan Maret 2018, terdapat 30 lokasi relokasi. Proses pembangunan rumah-rumah di lokasi bervariasi. Ada yang sudah selesai, tetapi ada juga yang masih terus berproses menuju penyelesaian pembangunan.

“Sebagai contoh di Nang Belawan 2, sebanyak 341 rumah telah berdiri gagah. Sementara di Surbakti 2, sebanyak 227 rumah sedang dibangun dengan proses pembangunan mencapai 63 perseb sampai dengan Maret 2018,” ujarnya.

Dua lokasi hamparan tersebut dan unit rumah yang dibangun adalah bagian dari proses rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) pascabencana erupsi atau letusan Sinabung.

BNPB bekerja sama dengan BPBD Provinsi Sumatera Utara, BPBD Kabupaten Karo, kementerian/lembaga terkait, dan masyarakat yang melaksanakan pembangunan rumah-rumah tersebut. (bbs)

Ahok Pilih Vero Meski Digilai Wanita Sejak SMA

Basuki Tjahaja Purnama dan Veronica Tan.
Basuki Tjahaja Purnama dan Veronica Tan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Perceraian Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan Veronica Tan membuat Fifi Lety sedih. Walaupun hak asuh anak jatuh ke tangan Ahok, tapi Fifi masih sakit hati terhadap Vero.

“Ya sakit hati, marah, kecewa sudah bercampur deh. Saya kasihan ke koko, harus menerima cobaan yang teramat berat,” ujar Fifi dalam perbincangan khusus dengan Hot Issue.

Dia mengungkapkan, sejak remaja Ahok diidolakan banyak wanita. Bukan hanya teman sepantaran, adik kelas serta senior Ahok pun tergila-gila.

Setiap hari ada saja perempuan menitipkan salam untuk Ahok. “Saya sampai takut sampein ke koko karena yang nitip salam terlalu banyak,” kenang Fifi sambil tertawa.

Namun, Ahok buka tipe laki-laki yang mudah jatuh cinta. Dari sekian yang nitip, tidak satu pun disukai. Ahok malah memilih Veronica.

“Enggak tahu juga koko milihnya Vero. Makanya saat ada good boy friend itu, kaget juga. Karena koko kan sangat mencintai Vero tapi balasannya seperti ini,” tandasnya. (esy/jpnn)

Ditumbangkan PSMS, Persija Ngaku Lengah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Duel PSMS VS Persija Jakarta di Stadion Teladan, Medan, Jumat (6/4) menjadi milik tuan rumah. PSMS menang 3-1.

Pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco menyebut faktor kelengahan di pengujung babak pertama membuat mereka tertekan.

Memang, tim Macan Kemayoran sempat menggebrak dan mampu mengatur tempo permainan. Persija bahkan sempat unggul 1-0 terlebih dulu via Rohit Chand pada menit ke-23.

Tapi, di lima menit akhir jelang turun minum, dua gol bisa membuat PSMS membalikkan keadaan. Satu gol hasil bunuh diri Marko Simic, satu gol lainnya dari Reinaldo Lobo.

“Di babak pertama kami main bagus, awal-awal kami bisa kuasai permainan sampai bisa cetak gol. Tapi menit akhir babak pertama kami kehilangan konsentrasi,” kata Teco usai pertandingan.

Melihat kondisi ini, Teco berusaha untuk mengubah taktik dan meningkatkan strategi Persija untuk keluar dari tekanan tuan rumah.

Namun, di luar dugaan pemain yang dimasukkan oleh Teco under-perform sehingga tak bisa mengangkat performa Persija di babak kedua.

“Di babak kedua coba ganti taktik. Namun kami memang tidak terlalu bagus hari ini, kami terima kalah dari Medan. Kami harus kerja keras ke depan,” ungkapnya. (dkk/jpnn)