Home Blog Page 6462

PDAM Optimalisasi Pipa Transmisi

Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi, Jumirin.
Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi, Jumirin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PDAM Tirtanadi akan melakukan perawatan dismantling joint jalur Q6 dan Q7 Intalasi Pengolahan Aair (IPA) Sunggal pada Jumat (6/4) malam. Perawatan dismantling joint ini bertujuan untuk mengoptimalkan tekanan di jaringan pipa transmisi.

Menurut Kepala Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Jumirin, pekerjaan perawatan dismantling joint jalur Q6 dan Q7 IPA Sunggal ini akan dilakukan pada Jumat (6/4) malam sekira pukul 21.00 WIB dan diperkirakan selesai pada Sabtu (7/4) dini hari pukul 04.00 WIB.

Selama pelaksanaan dismantling joint, aliran air dari IPA Sunggal ke jalur Q6 dan Q7 dihentikan. “Namun suplai air kepada pelanggan dari jalur Q6 digantikan dari jalur Q2, sedangkan suplai air kepada pelanggan dari jalur Q7 digantikan dari jalur Q4,” ungkap Jumirin, didampingi Kabid Publikasi dan Komunikasi Oktavia Anggraini kepada wartawan, Rabu (4/4).

Di sisi lain, Jumirin mengatakan, meskipun kapasitas produksi IPA Sunggal tidak mengalami penurunan, namun saat melakukan penyetelan jaringan perpipaan untuk pengalihan suplai air kepada pelanggan, kemungkinan pelanggan di beberapa wilayah bisa saja mengalami gangguan suplai air baik dari kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.

Adapun wilayah yang diperkirakan terkena dampak perawatan dismantling joint yakni pelanggan di Jalan Rajawali, Jalan Setia Budi, Kompleks Tasbi, Simpang Pos, Kompleks Kodam, Jalan Darussalam, Jalan Dr Mansyur, Jalan Bunga Cempaka, Jalan Melati Raya, Jalan Flamboyan Raya, Jalan Ayahanda, Jalan Pabrik Tenun, Jalan Gajah Mada, Jalan Kapten Muslim, Jalan Bakti Luhur, Jalan Gaperta, Jalan Benteng, Jalan Abdullah Lubis, dan Jalan Sudirman.

“Kami meminta pelanggan agar memaklumi atas terjadinya gangguan pendistribusian air ini, karena pekerjaan merupakan salah satu upaya untuk peningkatan pelayanan kepada pelanggan. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, kepada pelanggan PDAM yang mengalami gangguan air dapat menyampaikan keluhan ke cabang terkait atau melalui layanan Halo Tirtanadi ke nomor 1500922,” tutur Jumirin. (adz/ila)

 

 

Mbrace Me Gelar Pertunjukan Visual Mapping

Sutan Siregar/Sumut Pos_ Dua orang mengamati hasil visual mapping maniqueen dari komunitas Mbrace Medan di Jandwee Studio. komunitas mapping tersebut akan melakukan beberapa project mapping patung dan bangunan bersejarah di kota Medan untuk mengkampanyekan tentang sosial dan ekonomi.
Sutan Siregar/Sumut Pos_
Dua orang mengamati hasil visual mapping maniqueen dari komunitas Mbrace Medan di Jandwee Studio. komunitas mapping tersebut akan melakukan beberapa project mapping patung dan bangunan bersejarah di kota Medan untuk mengkampanyekan tentang sosial dan ekonomi.

SUMUTPOS.CO – Mbrace Medan kembali gelar workshop dan pertunjukan visual mapping di Jandwe Studio, Jalan Sriwijaya Medan. Sejumlah pertunjukan di papan berskala besar, kotak, dan maniquen disuguhkan dengan visual-visual abstrak maupun tokoh pahlawan film marvell studio.

Dikatakan Yuri dari Mbrace Medan dan juga sebagai pembuat animasi visual mapping, kegiatan workshop visual mapping ini baru pertama kali dilakukan di Medan.  “Ini kali pertama di Medan. Namun antusias yang hadir untuk belajar membeludak. Sebelumnya kami hanya membatasi sebanyak 15 orang saja tapi membeludak sampai 30 anak muda di bidang animator yang ingin belajar bersama,” tutur Yuri.

Kegiatan workshop dilakukan dengan membuat 5 kotak yang terpisah menggunakan 1 proyektor. “Jadi visual mapping ini bisa menggunakan led maupun peoyektor untuk penembak visualnya,  nah disini kita gunakan proyektor untuk bisa dilakukan disemua tempat, ” tambah yuri.

Smentara, Rio Purba yang juga speaker dalam workshop tersebut mengatakan, visual mappinh dapat digunakan pada sebuah pertunjukan panggung musik maupun peluncuran produk.  “Biasa dilakukan di pertunjukan musik dan peluncuran produk, Nah,  di sini kita bersama kawan-kawan mau buat sesuatu yang lebih berguna bagi Medan. Misalnya, nanti di Mei kita akan militan ke jalan memapping patung sejarah untuk meningkatkan kembali rasa nasionalis anak muda Kota Medan terhadap sejarah, ” kata visual joki ini(tri/ila)

 

Pertalite Naik, Rakyat Menjerit…

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS DEMO_Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam PMII berunjuk rasa di depan kantor DPRD Sumut Jalan Imam bonjol Medan, Rabu (4/4) Massa menuntut pemerintah segera menurunkan harga BBM jenis Pertalite, Sebelumnya pemerintah menaikan harga BBM jenis pertalite dari harga Rp.7800 menjadi Rp.8000.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DEMO_Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam PMII berunjuk rasa di depan kantor DPRD Sumut Jalan Imam bonjol Medan, Rabu (4/4) Massa menuntut pemerintah segera menurunkan harga BBM jenis Pertalite, Sebelumnya pemerintah menaikan harga BBM jenis pertalite dari harga Rp.7800 menjadi Rp.8000.

SUMUTPOS.CO – Puluhan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Medan kembali mengkritisi pemerintah terkait sejumlah kebijakan diantaranya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Undang-undang MD3, hingga utang luar negeri yang membengkak. Kondisi tersebut menurut mereka menggambarkan rezim saat ini tidak pro rakyat.

“Rakyat telah dibuat susah atas naiknya harga BBM di awal 2018 ini tanpa pemberitahuan kepada masyarakat. Kita ketahui kenaikan BBM akan berdampak pada bahan pokok yang dikonsumsi masyarakat,” kata Abdul Manan Siregar, Ketua PC PMII Kota Medan, dalam aksi unjukrasa di gedung DPRD Sumut, Rabu (4/4).

Kenaikan harga BBM jenis premium itu, katanya, sangat mengecewakan. Sebab jika memang bahan bakar tersebut bukan termasuk subsidi, harusnya premium yang masih dalam subsidi pemerintah, harus disediakan di seluruh SPBU.“Di Sumatera Utara ini sangat sulit mencari premium, sudah langka. Sementara Pertalite naik, rakyat menjerit,” teriaknya.

Begitu juga soal utang luar negeri, pihaknya mengatakan hal itu semakin menambah persoalan bangsa di samping kenaikan BBM. Sebab saat yang sama, Indonesia berutang Rp4.000 triliun lebih, sehingga keberadaan bangsa ini semakin mengkhawatirkan.

“Tidak hanya itu, di tahun yang hampir sama pula timbul polemik yang meresahkan masyarakat kecil karena wakilnya sudah membentengi diri dengan UU MD3 yang tercantum dalam pasal 122. Mereka seharusnya sadar bahwa mereka adalah wakil rakyat, bukan wakil partai atau wakil penguasa,” katanya.

Dalam tuntutannya pula, PMII Kota Medan menyatakan sikap memprotes kebijakan kenaikan BBM, sekaligus meminta kepada DPRD Sumut agar ikut menyuarakan tuntutan mahasiswa yang meminta agar pemerintah Jokowi-JK menghentikan utang luar negeri dan mencari solusi untuk bisa melunasi tanpa harus menjual aset Negara dan tanpa intervensi asing melalui kedok investasi luar negeri.

“Kita juga mengharapkan DPRD bersama mahasiswa menyuarakan untuk mengevaluasi UU MD3. Kami yakin masih ada oknum anggota DPRD Sumut yang pro  terhadap kepentingan rakyat,” pungkasnya.

Menerima pengunjukrasa, Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan mengatakan, pihaknya akan menyampaikan kepada Komisi terkait agar digelar rapat dengar pendapat dengan memanggil instansi terkait. Untuk kelangkaan premium katanya, lembaga legislative akan memangil Pertamina untuk mempertanyakan hal itu. (bal/ila)

 

Ombudsman Belum Temukan Kecurangan Pelaksanaan UNBK SMK

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Pelaksanaan UBK di salah satu SMK di Kota Medan.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Pelaksanaan UNBK di salah satu SMK di Kota Medan.

SUMUTPOS.CO – Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar mengatakan, berdasarkan pemantauan pihaknya hingga hari ketiga pelaksanaan UNBK SMK, Rabu (4/4), belum ada temuan kecurangan atau pelanggaran pada pelaksanaan UNBK tersebut.”Belum ada temuan-temuan yang menonjol dalam pelaksanaan UNBK sampai sekarang,” tutur Abyadi.

Abyadi mengklaim pelaksanaan UNBK untuk SMK di Sumut tahun ini lebih baik daripada sebelumnya. Hal itu terbukti karena hingga hari ketiga belum ada pelanggaran yang ditemukan Ombudsman RI Perwakilan Sumut. “Jadi kalau saya melihat, pelaksanaan UNBK SMK tahun ini jauh lebih baik karena kami masih memantau temuan pelanggaran di daerah. Belum ada laporan masuk. Sampai hari kedua kemarin UNBK masih berlangsung dengan baik,” kata Abyadi.

Seperti diketahui pelaksanaan UNBK untuk jenjang SMK tahun ajaran 2017/2018 dimulai hari Senin 2 April 2018. Pada hari pertama, para siswa mengerjakan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Lalu, hari Selasa 3 April 2018 pelajaran Matematika. Pada Rabu 4 April 2018 pelajaran Bahasa Inggris. Terakhir, Kamis 5 April 2018 pelajaran Teori Kejuruan.

Untuk di Sumut terdapat 89.418 siswa Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) dari 929 sekolah. Namun, 95,69 persen sekolah yang melaksanakan UNBK. Dari 96,9 persen sekolah melaksanakan UNBK baru 889 sekolah melaksanakan UNBK tahun 2018 ini.

Sisanya 1.874 siswa atau sekitar 2,1 persen siswa saja yang masih mengikuti ujian nasional dengan menggunakan pensil dan kertas. Hal itu, dikarenakan disebabkan sejumlah kendala fasilitas pada pelaksanaan UNBK.

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut akan melakukan pengawasan ketat terhadap proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara online dan legal pada tahun ajaran baru 2018/2019. Bahkan media diminta untuk ikut serta mengawasi. Hal ini untuk mencegah kembali terulang siswa ‘siluman’ seperti tahun sebelumnya.

“Pertama kita akan melakukan sosialisasi terlebih awal terhadap PPDB Online tahun ajaran baru ini. Melalui media massa seperti media cetak, online dan radio. Kalau sebelumnya, sosialisasinya masyarakat belum mengetahui benar. Nah, kita lakukan ini,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumut Arsyad Lubis kepada Sumut Pos, Rabu (4/4) siang.

Dalam pengawasan itu, Arsyad meminta media juga ikut melakukan pengawasan tersebut. Begitu juga orangtua calon siswa SMA Negeri untuk memahami persyaratan untuk mengikuti proses PPDB Online pada tahun ajaran ini.”Di sini juga kita tekankan untuk mengikuti proses tersebut sesuai peraturan yang ada. Dengan ini, bisa menjalani PPDB dengan baik ke depannya,” tutur Arsyad. (gus/ila)

 

Pedagang Desak Segera Bangun Pasar Kampunglalang

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PENGERJAAN_Pekerja menyelesaikan pondasi pembangunan pasar kampung lalang di Jalan Medan-Binjai, Senin (19/2) Pedagang merasa di sangat di rugikan karena pasar tidak kunjung rampung pengerjaan nya.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PENGERJAAN_Pekerja menyelesaikan pondasi pembangunan pasar kampung lalang di Jalan Medan-Binjai.  Pedagang merasa di sangat di rugikan karena pasar tidak kunjung rampung pengerjaan nya.

SUMUTPOS.CO – Nasib pedagang Pasar Kampunglalang hingga kini terombang-ambing. Bagaimana tidak, proyek revitalisasi pasar tradisional yang akan ditempati sekitar 700 lebih pedagang belum juga dikerjakan. Meskipun, kontrak kerja terhadap pemenang tender yakni PT Budi Mangun KSO telah berakhir pada 24 Maret 2018 lalu.

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Kampunglalang, Erwina Pinem mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk segera membangun pasar tersebut. Sebab, sebagian besar pedagang menggantungkan hidupnya dari berjualan di pasar itu.

“Nggak ngerti lagi lah kami, mau bilang apalagi. Pemko Medan jangan hanya membual saja, tapi tepati janjinya dan segera bangun pasar itu,” pinta Erwina.

Dikatakannya, hingga kini pasar tradisional yang terletak di Jalan Klambir V tersebut dibiarkan begitu saja tanpa ada informasi atau kejelasan kapan mulai dibangun kembali. “Pemko Medan tidak transparan kepada pedagang. Kalau dibilang segera dibangun, buktinya sampai sekarang tidak dibangun juga. Alasannya berdasarkan informasi yang saya dengar, selalu menunggu keputusan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP),” kata Erwina kesal.

Erwina berharap, Pemko Medan tidak menutup informasi soal kejelasan pembangunan pasar tersebut kepada pedagang. Selain itu, diharapkan juga pedagang dilibatkan dalam proyek revitalisasi tersebut. “Kami bingung, apa sebenarnya yang mau dilakukan mereka. Kami (pedagang) tidak pernah dilibatkan dalam pembangunan pasar itu. Padahal, yang mau dibangun adalah rumahnya pedagang,” ketusnya.

Jangan Bernasib Seperti Bus Trans Mebidang

Sutan Siregar/SUMUT POS Bus trans Medan, Binjai dan Deliserdang (Mebidang) melintas disamping halte Jalan Gatot Subroto Medan
Sutan Siregar/SUMUT POS
Bus trans Medan, Binjai dan Deliserdang (Mebidang) melintas disamping halte Jalan Gatot Subroto Medan.  Transportasi ini sepi penumpang karena kurang diminati.

SUMUTPOS.CO – Proyek infrastruktur Bus Rapid Transport (BRT) dan Light Rail Transit (LRT) yang akan dibangun di Kota Medan, diharapkan jangan sampai bernasib seperti Bus Trans Mebidang (Medan, Binjai dan Deliserdang). Pasalnya, bus tersebut sepi penumpang karena kurang diminati masyarakat.

Ketua Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Kota Medan, Mont Gomery Munthe mengatakan, rancangan yang dibuat dalam proyek ini harus benar-benar dikaji secara mendalam atau matang. Sebab, kalau tidak demikian khawatir nasibnya sama seperti Bus Trans Mebidang.

“Saat ini masyarakat Medan sudah membutuhkan moda transportasi massal yang murah, aman dan nyaman. Kami setuju dan mendukung proyek ini tapi dengan beberapa catatan dikaji secara mendalam agar tidak bernasib seperti Bus Trans Mebidang,” kata dia.

Gomery mengaku, dalam proyek ini, pihaknya dilibatkan. Lain halnya ketika proyek Mebidang digarap, Organda selaku mitra pemerintah dalam bidang transportasi malah tidak diikutsertakan.

“Kami akan menyampaikan beberapa usulan, di antaranya tentang jenis bus dan rute yang akan digunakan. Jenis busnya jangan seperti bus Trans Mebidang yang besar, karena hanya akan menambah kemacetan atau tidak efektif. Lebih baik menggunakan bus yang lebih kecil,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, diharapkan juga agar sopir BRT yang direkrut dari angkutan umum konvensional. Kemudian, jumlah armada bus harus dibatasi. Artinya, jangan sampai jumlah bus lebih banyak daripada penumpangnya.”Dengan begitu, angkutan umum konvensional tetap bisa bersaing. Tak hanya itu, pengusaha yang dipakai harus berasal dari Kota Medan,” sebutnya.

Lebih lanjut Gomery mengatakan, dalam proyek ini Pemko Medan harus mempersiapkan infrastruktur terlebih dahulu, seperti halte dan koridor. Jangan sampai seperti bus Trans Mebidang, naik turun penumpang tidak sesuai halte. Jadi, BRT nanti tidak boleh seperti itu.”Ada satu permintaan lagi dari Organda, agar melibatkan pengusaha angkutan yang ada di dalam organisasi ketika pengadaan bus. Sebab, di Organda banyak pengusaha bus. “Kalau bisa pengusaha lokal yang diberdayakan,” pintanya.

Ketua Komisi D DPRD Medan Parlaungan Simangunsong mengungkapkan, pembangunan LRT dan BRT tersebut harus melalui perencanaan yang matang. Dengan kata lain, harus disusun melalui skema perencanaan yang mendalam.

Menurut wakil rakyat dari Fraksi Partai Demokrat ini, khusus pembangunan BRT tentu membutuhkan pelebaran jalan terlebih dahulu karena nantinya ada jalur khusus untuk kendaraan itu. Melihat kondisi jalan Kota Medan saat ini, lanjutnya, maka tidak memungkinkan adanya jalur BRT. Oleh sebab itu, pembebasan lahan perlu dipikirkan lantaran hal ini selalu menjadi kendala utama dalam pengembangan infrastruktur.

“BRT ini kan butuh jalan khusus seperti busway di Jakarta. Artinya, butuh pelebaran jalan yang harus dilakukan. Makanya, pembebasan lahan sepertinya akan menjadi kendala. Untuk itu, pembebasan lahan masyarakat yang terkena proyek ini ditawarkan ganti rugi dua kali lipat sehingga kemungkinan tidak ada penolakan. Setelah itu, baru bisa dikonsep pembangunannya,” ungkap dia.

Duh! Aiptu Bagenda Edar Sabu

Foto: SOLIDEO/SUMUT POS TUNJUK: Aiptu Bagenda Kepeken menunjuk barang bukti yang disita darinya di Mapolres Tanah Karo, Senin (2/4) malam.
Foto: SOLIDEO/SUMUT POS
TUNJUK: Aiptu Bagenda Kepeken menunjuk barang bukti yang disita darinya di Mapolres Tanah Karo, Senin (2/4) malam.

KABANJAHE, SUMUTPOS.CO – Personel Sat Narkoba Polres Karo membekuk seorang polisi yang nekat jadi bandar sabu. Aiptu Bagenda Kepeken (40), personel bagian pembinaan di Polres Karo ini ditangkap di bengkel mobil milik Sudin. Tepatnya di Jalan Rakoett Brahmana, Gang Dame Kelurahan Lau Cimba, Kabanjahe, Senin (2/4) malam.

Dari tangan warga Desa Kem Kem, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo itu diamankan barang bukti sabu dan uang tunai. Penangkapan ini bermula saat polisi mendapat info dari masyarakat yang mengaku resah dengan ulah pelaku yang berstatus sebagai penegak hukum, namun justru mengedarkan sabu di kawasan Lau Cimba.

Mendapat informasi tersebut, malam itu juga Kasat Narkoba Polres Karo, AKP Sopar Budiman langsung turun ke lokasi bersama anggotannya untuk melakukan penyelidikan. Singkat cerita, sekira pukul 20.30 WIB, petugas menyergap Aiptu Bagenda tanpa perlawanan dari dalam bengkel. Benar saja, saat digeledah, dari tangan pelaku diamankan berbagai bentuk barang bukti.

Barang bukti yang disita antara lain, 2  paket kecil plastik bening berisi sabu seberat 0,24 gram yang disimpan dalam kotak rokok. Kemudian, 1 buah kotak plastik dilakban warna hitam berisikan plastik klip bening tembus pandang dalam keadaan kosong, 3 (potong pipet plastik yang digunakan sebagai sekop, 1 unit timbangan elektrik warna hitam dan 1 unit handphone merek Samsung warna hitam.

Selain itu, diamankan juga 1 unit sepeda motor jenis Honda Vario warna hitam BK 5581 AFV dan uang tunai  sebesar Rp. 1.040.000.

Untuk kepentingan penyelidikan dan pengembangan, malam itu juga tersangka dan barang bukti diboyong ke Polres Karo. Hingga berita ini dilansir, pelaku masih menjalani pemeriksaan di ruang Sat Narkoba Polres Tanah Karo.

“Kasus ini masih kita proses dan kembangkan,” kata Kasat Narkoba Polres Karo, AKP Sopar Budiman.(deo/ala)

 

 

 

 

 

 

 

 

Putri Pertamina Selangkah Lagi

Pevoli Pertamina Energi, Hanny selangkah lagi ke final Pro Liga.
Pevoli Pertamina Energi, Hanny selangkah lagi ke final Pro Liga.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kans tim putri Jakarta Pertamina Energi (JPE) mencicipi grand final Proliga 2018 terbuka. Tim besutan Muhammad Ansori ini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi pada Seri II Putaran Final Four di GOR Sritex Arena Solo, 6-8 April.

Harapan tersebut dirajut JPE setelah mereka menyapu bersih seri pertama. Terbaru, mereka membungkam 3-1 (25-22, 19-25, 25-15, 25-19) Bandung Bank BJB Pakuan pada laga lanjutan Seri I di GOR Ken Arok, Malang, Minggu (1/4). Dengan kemenangan ini, Pertamina kokoh di puncak klasemen sementara dengan koleksi sembilan poin dari tiga laga maraton.

“Kami hanya butuh satu kemenangan lagi untuk tampil di grand final,” kata Ansori dalam rilis resminya, Selasa (3/4). Nandita Ayu Salsabila dkk memang menjadi tim menakutkan pada musim ini. Kehadiran Ansori sebagai nakhoda baru JPE dinilai berhasil. Mereka hanya menelan satu pil pahit dari 11 laga di putaran reguler. Wajar jika JPE digadang-gadang sebagai tim favorit juara.

Kendati demikian, Ansori enggan jemawa. Baginya, tren positif yang diperoleh mereka saat ini berkat kerja keras tim, termasuk saat menghadapi Bank BJB.

Menurut Ansori, Bank BJB merupakan lawan berat. Hanya saja, mereka beruntung karena pemain bintang Bank BJB Aprilia S Manganang mendapat cedera di set kedua. Namun, keuntungan tersebut baru dirasakan mereka pada set ketiga dan keempat.

“Bermain voli itu tidak tergantung satu orang. Ini kekompakan tim yang konsisten solid,” papar Ansori.

Sementara, Pelatih Bank BJB Octavian membenarkan cederanya April berpengaruh terhadap performa tim. Menurut dia, tenaga perempuan kelahiran 27 April 1992 itu sangat diperlukan di setiap pertandingan. Dengan kekalahan ini, Bank BJB harus berlapang dada mengakhiri seri satu dengan berada di peringkat dua klasemen sementara.

“Sangat berpengaruh tanpa Aprilia di dalam permainan tim kami. Kami sendiri masih belum tahu kenapa April cedera. Hanya saja, jika dia belum sembuh dari cedera di seri dua, kami harus siapkan pengganti,” ungkap Octavian. (bam/jpnn/don)

Final Sepak Bola Asian Games Bukan di GBK

Atlet lompat jauh putri Indonesia, Maria Londa melakukan lompatan dalam cabang atletik pada test event Asian Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (11/2/2018). Maria Londa sukses meraih medali emas pertama dalam cabang atletik dengan mencatatkan lompatan 6,43 meter, sementara Varakil 6,42.--Foto; Imam Husein/Jawa Pos
Atlet lompat jauh putri Indonesia, Maria Londa melakukan lompatan dalam cabang atletik pada test event Asian Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.  GBK hanya unutk venue atletik.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO  – Panitia Pelaksana Asian Games 2018, Inasgoc, menyebut laga final cabang olahraga sepak bola sudah tak mungkin digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Partai puncak cabor paling populer itu nantinya akan dipusatkan di Stadion Pakansari, Bogor. “Setahu saya final di Stadion Pakansari. Tetapi saya belum jelas untuk semifinal juga atau tidak. Tetapi kesepakatan dari PSSI adalah Pakansari,” kata Sekjen Inasgoc Erris Herryanto.

Dia menjelaskan bahwa SUGBK nantinya akan digunakan untuk pembukaan Asian Games 2018 pada 18 Agustus 2018 dan penutupan pada 2 September 2018.

Sementara, untuk cabang olahraga yang dipertandingkan di SUGBK, hanyalah cabor atletik. Dari hasil keputusan bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), venue sepak bola akan digelar di empat Stadion.

Keempat tempat itu adalah Stadion Pakansari Bogor, Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, dan Stadion Si Jalak Harupat Bandung.

Di sisi lain infrastruktur di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, belum siap untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018. Hal itu dikatakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Menurut Sandi, masih ada pembenahan yang harus dilakukan.

“Tinggal lampu dan merapikan akses. Tadi yang kami concern adalah tempat ganti dan toilet serta akses masuk ke sini dan juga tentang penataan dari kantin,” kata Sandi saat meninjau GOR Bulungan, Rabu (4/4).

Sandi berharap GOR Bulungan tidak hanya sebagai tempat atlet berolahraga. Menurut dia, GOR Bulungan harus mengakomodasi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). “Hari ini, kami mulai meninjau satu dari sepuluh GOR untuk memastikan bahwa kondisinya siap dipakai sebelum Asian Games, test event, dan pas Asian Games,” kata Sandi.

Sandi juga memperhatikan lokasi parkir dan lalu lintas sekitar GOR Bulungan. Sandi berharap Dishub DKI menyediakan alternatif parkir sehingga tidak mengganggu lalu lintas. (tan/dkk/jpnn/don)

Kontingen Karo Dilepas ke Porwilsu 2018

Foto: Solideo/Sumut Pos Kontingen Kabupaten Karo saat dilepas Bupati Terkelin Brahmana, SH di Kantor Bupati Karo.
Foto: Solideo/Sumut Pos
Kontingen Kabupaten Karo saat dilepas Bupati Terkelin Brahmana, SH di Kantor Bupati Karo.

KABANJAHE, SUMUTPOS.CO -Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH didampingi Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang melepas kontingen Karo untuk mengikuti Pekan Olahraga Wilayah Sumut (PORWILSU) Tahun 2018 di Kantor Bupati Karo, Senin (2/4).

Dalam Porwilsu tahun 2018 ini, Kontingen Karo mengikuti delapan cabang olahraga yang dipertandingkan. Kabupaten Karo menjadi tuan rumah untuk dua cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni cabang catur dan gulat. Selanjutnya enam cabang olahraga lain dipertandingkan keluar wilayah yaitu atletik di Labuhanbatu, voli dan pencak silat di Tanjungbalai, drumband di Padanglawas Utara, karate dan taekwondo di Asahan.

Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH di hadapan para kontingen mengatakan agar seluruh kontingen Tanah Karo yang mengikuti pertandingan untuk tetap menjunjung tinggi sportifitas, etika moral dalam bertanding karena kalah menang adalah hal yang biasa dalam pertandingan. Adapun atlet yang dikirim meliputi, 17 orang atlet untuk catur,
gulat 50 atlet, drumband 85 atlet, voli 18 atlet, atletik 50 atlet, karate 38 atlet, pencak silat 40 atlet dan taekwondo 25 atlet.

“Saya berpesan sekaligus berharap kepada seluruh kontingen agar disamping meraih prestasi terbaik, jagalah selalu nama baik daerah kita serta tetap menjunjung budaya dan etika,” pesannya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadispora Kab Karo Drs. Robert Peranginangin, KONI Kab Karo, Pengurus Pengcab Olahraga, para pelatih dan official, Kabag Humas dan Protokol Drs. Djoko Sujarwanto. (deo/don)