Home Blog Page 6463

Kontingen Karo Dilepas ke Porwilsu 2018

Foto: Solideo/Sumut Pos Kontingen Kabupaten Karo saat dilepas Bupati Terkelin Brahmana, SH di Kantor Bupati Karo.
Foto: Solideo/Sumut Pos
Kontingen Kabupaten Karo saat dilepas Bupati Terkelin Brahmana, SH di Kantor Bupati Karo.

KABANJAHE, SUMUTPOS.CO -Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH didampingi Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang melepas kontingen Karo untuk mengikuti Pekan Olahraga Wilayah Sumut (PORWILSU) Tahun 2018 di Kantor Bupati Karo, Senin (2/4).

Dalam Porwilsu tahun 2018 ini, Kontingen Karo mengikuti delapan cabang olahraga yang dipertandingkan. Kabupaten Karo menjadi tuan rumah untuk dua cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni cabang catur dan gulat. Selanjutnya enam cabang olahraga lain dipertandingkan keluar wilayah yaitu atletik di Labuhanbatu, voli dan pencak silat di Tanjungbalai, drumband di Padanglawas Utara, karate dan taekwondo di Asahan.

Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH di hadapan para kontingen mengatakan agar seluruh kontingen Tanah Karo yang mengikuti pertandingan untuk tetap menjunjung tinggi sportifitas, etika moral dalam bertanding karena kalah menang adalah hal yang biasa dalam pertandingan. Adapun atlet yang dikirim meliputi, 17 orang atlet untuk catur,
gulat 50 atlet, drumband 85 atlet, voli 18 atlet, atletik 50 atlet, karate 38 atlet, pencak silat 40 atlet dan taekwondo 25 atlet.

“Saya berpesan sekaligus berharap kepada seluruh kontingen agar disamping meraih prestasi terbaik, jagalah selalu nama baik daerah kita serta tetap menjunjung budaya dan etika,” pesannya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadispora Kab Karo Drs. Robert Peranginangin, KONI Kab Karo, Pengurus Pengcab Olahraga, para pelatih dan official, Kabag Humas dan Protokol Drs. Djoko Sujarwanto. (deo/don)

Orock Dicoret, Djanur Minta Pemain Fokus

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Charles Orock saat berlatih di Kebun Bunga. Orock dipulangkan karena tidak sesuai dengan ekspektasi tim.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Charles Orock saat berlatih di Kebun Bunga. Orock dipulangkan karena tidak sesuai dengan ekspektasi tim.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Waktu PSMS mendapatkan pemain baru semakin sempit. Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman hanya punya satu hari tersisa pada Kamis (5/4) untuk mendaftarkan pemain sebelum penutupan bursa transfer pada hari tersebut. Apalagi kualitas pemain naturalisasi asal Kamerun, Charles Orock tak sesuai ekspektasi Djanur.

Djanur memastikan untuk mencoret eks striker Martapura FC itu. Cukup dua hari sejak Selasa (3/4), Orock diberi kesempatan unjuk gigi. Namun nyatanya, pemain yang juga sempat ditolak Persela itu tidak memenuhi ekspektasi Djanur untuk tambahan striker berkualitas. Orock pun dicoret.

Djanur memang butuh tambahan amunisi lini depan PSMS yang menjadi sorotan lantaran dua laga tanpa gol. Kehadiran Orock tak akan mengubah situasi.

“Saya pengen tahu saja tadinya (kualitas Orock). Karena kita butuh striker lokal untuk tambahan untuk lini depan. Walaupun secara data statistik enggak bagus. Tapi kita coba (untuk seleksi). Ternyata setelah dipantau hasilnya juga tidak bagus. Artinya kita enggak ambil dia (Orock) untuk tim,” ujar Djanur usai laga.

Dengan sisa deadline waktu bursa transfer 5 April 2018, Djanur mengisyaratkan akan datangnya pemain baru lainnya. Hanya saja dia masih enggan menyebutkan sosok yang bersangkutan. “Masih ada satu hari lagi. Siapapun bisa muncul besok. Saat ini masih nego. Ada orangnya, ada. Kalau disebutin enggak enak. Entar enggak jadi. Yang pasti pemain lokal. Ada, tenang saja,” ungkapnya.

Jersey Batal Dijual, Apparel Rugi 200 Juta

Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos Para model memamerkan jersey PSMS pada acara gala dinner beberapa waktu lalu. DJ Sport selaku apparel batal menjual jersey PSMS karena adanya somasi dari PT Pesemes.
Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos
Para model memamerkan jersey PSMS pada acara gala dinner beberapa waktu lalu. DJ Sport selaku apparel batal menjual jersey PSMS karena adanya somasi dari PT Pesemes.

SUMUTPOS.CO – APPAREL olahraga asal Sragen, DJ Sport menderita kerugian hingga Rp200 juta usai memutus kontrak dengan PSMS yang menjadi kontestan Liga 1.

“Ya kalau rugi sudah pasti. Beberapa item mulai dari jersey Piala Presiden, jersey Liga 1, polo shirt juga sudah dan lainnya sudah dibuat kemarin. Kerugian hampir Rp200 juta lah,” kata owner DJ Sport, Dimas.

Dimas turut menjelaskan, kini pihaknya tidak lagi mencetak atau merilis jersey PSMS untuk Liga 1 untuk diperjualbelikan. Itu seakan menjawab keinginan suporter PSMS yang terus bertanya tentang jersey.

“Saya mohon maaf kepada suporter. Untuk saat ini belum bisa rilis jersey karena ada force majeur sehingga DJ Sport harus menarik diri dari PSMS,” katanya.

Sebelumnya pernyataan pihak Dj Sport yang dilampirkan melalui surat balasan nomor: 01-III- 2018 menjelaskan jika kerja sama antara PT Kinantan Medan Indonesia dan CV Djersey yang tertuang dalam kesepakatan bersama tanggal 7 Januari 2018. Pelaksanaannya diberhentikan sampai dengan kerja sama dengan adanya kejelasan legalitas pemegang hak atas merk/logo PSMS Medan.

Hal itu terjadi karena PT Kinantan Medan Indonesia yang saat ini menaungi kepengurusan PSMS Medan dan sponsor apparel PSMS untuk kompetisi Liga 1 2018, Dj Sport mendapatkan somasi dari Direktur Utama PT Pesemes Medan, Sukri Wardi. (don)

Kontra Barito Persebaya Tanpa Fandry

fandry imbiri dan pemain persebaya lain mengenakan pita hitam sebagai ungkapan bela sungkawa atas kejadian 30 sept di surabaya, rabu 4/10.
Fandry Imbiri kemungkinan absen saat Persebaya bersua Barito Putra akhir pekan ini.

SURABAYA, SUMUTPOS.CO  – Persebaya Surabaya akan menjamu Barito Putera di stadion Gelora Bung Tomo (8/4). Namun, kabar tak sedap justru menerpa tim berjuluk Green Force jelang laga tersebut. Bek andalannya, Fandry Imbiri cedera.

Mantan pemain Persipura itu mengalami gangguan pada bagian tendon achilles di kaki kanannya. Sebenarnya, Fandry sudah merasakan gangguan sejak laga kontra Persela Lamongan (30/4). Dia sudah merasakan nyeri. Namun, seusai laga, dia merasa oke. Sehingga memutuskan untuk mengikuti latihan rutin di GBT, Senin (2/4) lalu.

Sayangnya, memasuki latihan fisik, rasa nyeri kembali dirasakan. “Tetap saya paksakan. Ternyata malah makin sakit,” kata pemain yang hari ini tepat berusia 27 tahun itu. Hal itu membuatnya harus melakoni latihan terpisah dalam dua hari terakhir. Bahkan, Fandry sempat mendapat terapi ice bucket dalam latihan kemarin.

Kondisi itu bisa saja membuat Fandry melewatkan laga kontra Barito. “Sampai sekarang dipakai lari masih sakit,” ungkap pemain berdarah Papua itu. Dia pun tak menampik kesempatannya untuk tampil cukup tipis. “Coach (Alfredo) kan pasti memilih pemain yang fit. Makanya saya harus sembuh dulu,” imbuhnya.

Fisioterapis Persebaya Muhammad Noor Massardi menilai cedera Fandry sebenarnya tidak terlalu parah. “Hanya butuh istirahat saja,” katanya. Masalahnya, dia tidak berani memastikan apakah Fandry bisa turun kontra Barito. “Masih kami tunggu beberapa hari lagi,” imbuhnya.

Pelatih Persebaya Angel Alfredo Vera sadar akan hal itu. Namun, dia memilih menunggu kondisi Fandry. “Saya belum bisa pastikan (apakah turun). Saya lihat nanti saja ya,” ungkapnya. Keputusan untuk menunggu kondisi Fandry memang beralasan. Sebab, dalam dua laga terakhir Fandry selalu jadi pilihan utama.

Dia menjadi benteng terakhir Persebaya bersama Otavio Dutra. Bahkan, bapak satu anak itu selalu bermain 90 menit dalam dua laga awal Persebaya di Liga 1. Jika benar absen, kemungkinan posisinya bakal diisi oleh Mokhamad Syaifuddin. “Saya selalu siap. Ini jadi kesempatan untuk memberikan yang terbaik,” kata Syaifudin.

Jika lini belakang bermasalah, sektor penjaga gawang justru sebaliknya. Empat penjaga gawang yang dimiliki Persebaya sedang dalam kondisi oke. Mereka adalah Miswar Saputra, Dimas Galih, Alfonsius Kelvan dan Reky Rahayu. Hal itu membuat pilihan di bawah mistar kian melimpah.

“Kondisi ini tentu sangat bagus bagi Persebaya,” kata pelatih kiper Persebaya Miftahul Hadi. Meski demikian, dia justru mengaku kesulitan untuk menentukan siapa kiper yang layak turun. “Sebab empat kiper ini memiliki kualitas dan skil yang merata,” beber Hadi. (gus/jpnn/don)

Dua Wasit Dinonaktifkan Sebulan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Liga 1 baru bergulir dua pekan, akhir pekan ini pertandingan ketiga bakal dilakoni 18 klub peserta. Namun, PSSI dan Komite Wasit sudah memberikan catatan tersendiri terhadap kinerja wasit yang memimpin kompetisi tertinggi di Indonesia.

Hasilnya, ada dua wasit  yang sudah dipastikan dinonaktifkan. Sebelumnya wasit Maulana Nugraha yang memimpin Bali United menghadapi PSMS Medan di Stadion I Wayan Dipta 24 Maret lalu, mendapatkan sanksi sebulan tidak memimpin pertandingan Liga 1.

Saat itu Maulana dianggap salah mengambil keputusan saat Nick Van der Velden melakukan terjangan kepada penyerang PSMS, Sadney Urikhob. “Harusnya ada tindakan yang lebih tegas, karena itu membahayakan,” terang Juni Rahman, wakil komite  wasit PSSI saat dikonfirmasi Jawa Pos (grup Sumut).

Menurutnya, dengan kapasitas Nick yang merupakan pemain asing, seharusnya ada kartu merah yang diberikan. “Kalau merujuk peraturan pertandingan pasa 12, harusnya bisa dapat kartu merah, ini jadi pelajaran juga buat wasit yang lain,” sambung Purwanto anggota komite wasit.

Selanjutnya adalah asisten wasit Tri Wahyudi yang menjadi salah satu pengadil saat PSMS menjamu Bhayangkara FC, Sabtu pekan lalu (31/3). Tri dianggap salah mengambil keputusan offside. Itu saat Nikola Komazec memberikan umpan silang kepada Herman Dzumafo yang berujunng gol pembuka Bhayangkara FC.

Dari tayangan ulang, posisi Dzumafo secara nyata memang berada di posisi offside. Pada laga tersebut, PSMS akhirnya harus mengakui kemenangan tim mau 1-2. “Di sisi lain, penyerang PSMS ada pelanggaran di kotak penalti Bhayangkara FC, tapi gak dikasih tendangan  bebas,” urai Juni Rahman.

Dengan demikian, Komite Wasit tetap akan berlaku tegas terhadap semua kinerja wasit yang memimpin Liga 1 2018. Evaluasi berjalan berdasarkan laporan referee assessment yang mengandalkan mantan wasit Indonesia. “Dari situ akan kami komparasikan dengan tayangan ulang pertandingan, baru akan kami ambil putusan,” terangnya. (nap/jpnn/don)

Whulandary Herman: Saya Indonesia

SUMUTPOD.CO – Menikah pada 10 Februari 2018 lalu, Whulandary Herman kini nggak single lagi. Gadis asal Padang Panjang itu dinikahi oleh Nik Ibrahim, pengusaha asal Malaysia.

Setelah menikah, Whulandary tinggal bersama suami di Malaysia.

Hal tersebut terbukti dari postingan fotonya bersama Laudya Chintya Bella di Instagram beberapa waktu lalu. Dalam foto tersebut Whulandary kasih caption yang berbunyi: ‘Hi wanita Senasib, Officially moved to KL started new life as a wife! She told me “Welcome to the club”’.

Gara-gara postingan itu, merebak isu bahwa Putri Indonesia 2013 ini pindah kewarganegaraan. Isu soal pindah kewarganegaraan ini juga ditanggapi dengan cerdas oleh Whulandary sendiri. Ia mengunggah foto dirinya tengah memegang paspor Republik Indonesia dengan caption berbunyi “Saya Indonesia. I’m proud to be an Indonesian. Walaupun telah tinggal dan Hidup di negara lain, kecintaan saya terhadap Indonesia tidak perlu diragùkan lagi”.

Mendengar isu tersebut, Artika Sari Devi yang merupakan Putri Indonesia 2004 ini memberi sangkalan.

“Enggak. Whulan itu sangat indonesia. Mana mungkin gitu ya. Dia sama sekali nggak mau pindah kewarganegaraan, itu yang saya appreciate. Udah jauh-jauh hari dia ngomong” tukas Artika saat ditemui di Century Hotel, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/3) lalu.

Ibu dari Dayana Zoelie Ibrahim ini menambahkan bahwa Whulandary masih sering berada di Indonesia, terbukti mereka masih kerap bertemu.” Dia masih tetep hadir di Jakarta saat beauty care, karena kami masih harus memberikan kelas-kelas untuk murid-murid kami” ujarnya.

Kebanggaan Whulandary sebagai orang Indonesia itu diakui Artika, bahkan bikin ia salut. “Dia orang yang sangat bangga dengan jati dirinya sebagai seorang perempuan Padang, Padang Pariaman” tutup istri dari Baim ini. (kpl/ram)

 

Jessica Iskandar Jaga Anak 100 Persen

Jessica Iskandar

SUMUTPOS.CO – Pernikahan Jessica Iskandar dengan lelaki asal Jerman bernama Ludwig Franz Willibald Maria Joseph Leonard memang sudah dibatalkan. Namun hingga saat ini, perbincangan tentang mereka tetap saja ramai dan membuat orang penasaran.

Sempat kecewa dengan keputusan pengadilan atas pembatalan pernikahannya, kondisi hati wanita yang akrab disapa dengan nama Jedar ini pun sudah membaik. Bahkan saat ini Jedar sudah jauh lebih tenang daripada sebelumnya.

“Aku sih santai aja, setiap orang kan pasti punya masa lalu, kita nggak bisa hidup di masa lalu terus. Kita harus move on kan,” tutur Jedar saat ditemui di studio Trans TV, kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada hari ini, Rabu (4/4).

Meski awalnya sempat melarang Ludwig bertemu dengan El Barack Alexander, kini Jedar mengaku sudah memperbolehkan keduanya untuk bertemu. Bagaimana pun juga, baby El adalah buah cinta mereka yang juga berarti darah daging Ludwig.

“Bagiku kesalahan aku, kesalahan dia harus dilupain, kita mulai lagi hari yang baru. Gimana pun juga kan dia ayah tunggalnya, pertalian darah kan nggak mungkin putus. Aku sih ngebuka pintu selebar-lebarnya asalkan niat dan tujuannya baik,” jelas artis yang tenar lewat film DEALOVA ini.

Lewat wawancara ini pula, Jedar sempat bercerita jika sebenarnya Ludwig sempat menanyakan kabar putranya, meski tak secara langsung. “Udah (nanyain) sih tapi lewat pengacara, terus aku bilang kalau mau ketemu bisa langsung aja nggak perlu lewat pengacara. Tapi setelah itu belum ada ngehubungin lagi. Itu udah beberapa bulan yang lalu. Kalau cuma mau ketemu buat bilang hai atau buat hati anak aku merana buat apa? Aku juga 100 persen ngejagain anak aku,” pungkasnya. (kpl/ram)

 

Zaskia Adya Mecca Dibully karena Jins

SUMUTPOS.CO – Zaskia Adya Mecca kembali di-bully warganet. Kali ini karena Zaskia menggunakan celana jins.

Dalam postingan akun gosip lamiscorner yang mengunggah foto capture komentar warganet, banyak yang mempermasalahkan Zaskia yang menggunakan jeans.

Sebab, Zaskia baru saja melahirkan anak keempatnya.

Mereka juga tak habis pikir mengapa Zaskia berperilaku pecicilan karena terlihat berdiri di ayunan.

“Ya itu pake jins and main ayunan padahal baru kemarin sesar. Terlalu extrim bgt saking pengen bebas ya pengen soping n main ama tmen2nya ya,” tulis netizen.

“Pakai hijab tapi masih pakai celana jeans sobek-sobek, gimana sih,” timpal netizen lain.

“Saya lahiran sesar pulihnya 3bulan. Dia baru berapa hari kok bisa pecicilan lg pake jins pula,” ujar netizen lainnya.

Menanggapi komentar pedas tersebut, lewat Instagram Story-nya, Zaskia megunggah foto saat mengenakan jeans dan bermain ayunan.

Dia terlihat sumringah seolah menggambarkan ekspresinya melihat komentar miring warganet tentang dirinya.

Tak lupa istri Hanung Bramantyo itu juga menuliskan keterangan.

“Ketika netizen lebih galak dibanding dokter 8 hari abis lahiran, pake jeans langsung di-bully,” tulis Zaskia. (jpnn/ram)

 

 

 

 

 

Nagita Slavina Sebut Ayu Kampungan

SUMUTPOS.CO – Nagita Slavina diperlihatkan video suaminya Raffi Ahmad dengan Ayu Ting Ting.

Dalam video itu Ayu Ting Ting terlihat berjoget-joget mengibaskan rambutnya kepada Raffi Ahmad.

Video itu diambil saat Raffi menjadi bintang tamu di acara Brownis, yang salah satu pembawa acaranya adalah Ayu Ting Ting.

Lalu apa tanggapan Nagita?

Ibu satu anak itu menyebut apa yang mereka perlihatkan berdua adalah norak.

“Kampungan, norak,” cetus Nagita.

Saat ditanyai mengenai alasan dirinya mengatakan hal tersebut, wanita yang karib disapa Gigi ini konsisten dengan pernyataannya.

“Terlepas aku di sini bukan istrinya siapa-siapa, norak aja pokoknya,” cetus Gigi.

Sementara, Raffi hanya tersipu menahan malu saat mengetahui video cuplikan itu diputar ulang dan dilihat langsung oleh istrinya.(chi/jpnn)

 

 

 

Yulia Mochamad: Saya Bukan Istri Opick

SUMUTPOS.CO – Perempuan yang diduga istri ketiga Opick, Yulia Mochamad, memberikan keterangan kepada media di Plaza Basmar, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (4/4). Politikus tersebut membantah jika dirinya bukan istri ketiga Opick.

“Di sini saya menyatakan kalau saya tidak pernah menikah siri dengan siapa pun, dan saya bukan istrinya Mas Opick,” tegasnya.

Namun, Yulia Mochamad tak menampik jika dirinya mengenal sosok penyanyi religi tersebut. Diakuinya, dia dan Opick sering bertemu karena sempat ada urusan pekerjaan.

“Kenalnya (dengan Opick) sebenarnya belum lama juga, sebenarnya beliau sudah tahu saya dahulu. Karena saya kan aktif di berbagai usaha dan bidang. Untuk religi di politik saya berhubungan dengan Mas Opick untuk menarik massa, jadi kepentingannya di seputaran politik aja,” jelasnya.

Menjelaskan foto yang beredar luas yang menampakkan potret dirinya beserta orang tua bersama Opick, Yulia berkata itu adalah foto yang diambil saat acara tablig akbar untuk menarik simpatisan dalam pencalonannya.

“Masalah foto, ini diambil sebelum saya buat acara tablig akbar di wilayah saya. Dekat rumah saya. Jadi waktu itu lagi masuk bulan maulid, Desember acaranya itu karena saya waktu itu momen tahun politik, dalam rangka meraup massa, saya gunakan Mas Opick,” sambungnya sambil menunjukkan foto.

Sebagaimana dikabarkan, Yulia Mochamad disebut-sebut sebagai istri ketiga pelantun Tombo Ati tersebut. Kabar itu muncul setelah meninggalnya Wulan Mayasari, istri kedua Opick, pada 18 Maret 2018 lalu. (ce1/yln/JPC)