Home Blog Page 6461

Masakan di Warung Pojok Lebih Nikmat Bersama Mbaknya

SUMUTPOS.CO –  Kurang diperhatikan dan jarang mendapat pelayanan membuat Tongat mencari pelampiasan. Yang disasar adalah Mbak penjaga warung yang berada di dekat pojok rumahnya.

Sambil sarapan dan keseringan bertemu setiap pagi, Mbak pekerja warung nasi penjual sayur bening jadi tempat berlabuhnya hati Tongat.

Sudah menjadi kebiasaan Tongat (40), setiap istrinya bekerja, dia selalu sarapan di warung pojok dekat rumahnya. Maklumlah, Karin (35), wanita karier yang sibuk dan harus masuk kantor tepat waktu.

Karin pun oke-oke saja ketika suaminya nongkrong dulu usai sarapan, lalu kerja nungguin bengkelnya.

Namun ibu dua anak ini mulai curiga karena suaminya dalam kurun waktu sekitar enam bulan ini jarang ada di bengkel usai membeli sarapan.

Alasannya sedang cari spare part-lah, cari oli lah dan sebagainya. Usut punya usut melalui orang suruhan, Karin tahu jika suaminya sering jalan bareng dengan perempuan muda yang lebih seksi darinya.

Laporan tersebut komplit didukung dengan foto suaminya dengan sephia yang tak lain adalah penjual nasi sayur bening. Di antara beberapa foto itu, diambil saat keduanya sedang berada di supermarket. Pakai gandengan tangan lagi.

Hati Karin pun mendidih. Ternyata, perempuan itu tak lain dan tak bukan adalah pegawai warung langganan Tongat. Yang baru bekerja sekitar sebulan.

Tanpa ampun, Karin pun marah kepada Tongat. Tapi suaminya juga balik marah karena menganggap istrinya tidak pernah membuatkan sarapan dan tak perhatian lagi.

Sampai mereka saling mengeluarkan jurus cakar kucing dan bogem mentah. Karena tak terima perlakuan suaminya, Karin memilih pulang ke rumah orang tuanya.

Sedangkan Tongat bertahan di rumah mereka bersama dua anaknya. Dua bulan kemudian, Karin melayangkan gugatan cerai. Kini mereka sudah tiga kali memenuhi panggilan hakim. Hakim mensarankan agar keduanya rujuk. Namun upaya mediasi sudah tak sanggup mendamaikan keduanya. Tongat dan Karin ngotot ingin berpisah.

“Gak ada pilihan lagi. Saya minta cerai saja. Anak anak sudah besar, sudah tahu siapa yang salah siapa yang benar,” ungkap Karin dengan penuh semangat.

Sedangkan Tongat mengaku siap berpisah karena sudah lama memendam kekesalannya kepada Karin.

“Bikin sarapan bisa dihitung dengan jari. Kalau masak, rasanya gak karuan. Saya dan anak anak sering beli. Dia juga banyak menghabiskan waktu buat kerjaan. Kalau libur ya tidur,” kata Tongat.

Apa nggak pernah dibicarakan? “Ya pernah. Tapi dia nganggap enteng. Saya sebagai kepala rumah tangga merasa direndahkan. Gak dihargai sama sekali,” tambah Tongat.

Dia mengaku karena sering sarapan di warung, tumbuhlah benih-benih cinta kepada Sephia. Terlebih masakan di warung pojok yang tak jauh dari rumahnya memang rasanya enak dan sedap.(jpg)

Wakapolres Lombok Tengah Tembak Mati Adik Ipar

Kompol Fahrizal

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakapolres Lombok Tengah Kompol Fahrizal, menembak mati adik iparnya Jumingan alias Jun di rumah keluarganya di Jalan Tirtosari/Mestika Gang Keluarga, Kelurahan Bantan, Medan Tembung, Rabu (4/4) malam.

Namun belum diketahui pasti, motif dari tindakan mantan Kasat Reskrim Polresta Medan itu. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait penembakan tersebut.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting juga belum mau memberikan keterangan terkait kasus itu. “Sabar ya, Bapak Kapolda akan berikan keterangan soal itu,” ucap Rina, Kamis (5/4).

Terpisah, Teguh Riyono, paman dari Fahrizal menyebutkan kedatangan Fahrizal dan istrinya ke Medan untuk melihat ibu mertuanya yang tengah sakit. Fahrizal sempat bertegur sapa dengan tetangga.

“Pulang dari Lombok ke Medan, dia lihat mamak sakit. Sudah dari situ ada cerita lain-lain, kita nggak tau,” kata Teguh Riyono.

Menurut Teguh Riyono selama ini hubungan Fahrizal dengan Jumingan tak pernah ada masalah. Fahrizal pun dikenal sebagai sosok yang baik dan tidak pernah masalah keluarga. Teguh masih tak menyangka bila Fahrizal yang menembak adik iparnya sendiri.

7 PTS di Sumut Bakal Ditutup

SUMUTPOS.CO – Sebanyak tujuh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) diduga bodong atau bermasalah di Sumut, bakal segera ditutup tahun ini. Untuk menutup ketujuh PTS itu, Kopertis Wilayah I Sumut-Aceh hanya tinggal menunggu surat balasan rekomendasi dari Kementerian ‎Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi‎ (Kemenristekdikti).

Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Aceh Prof Dian Armanto mengaku, baru-baru ini sudah menyurati Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), menyampaikan rekomendasi untuk penutupan tujuh PTS di Sumut yang bermasalah atau bodong itu. Ketujuh PTS itu adalah Politeknik Tugu 45 Tebingtinggi, Akbid Eunice Rajawali Binjai, Politeknik Profesional Mandiri, Politeknik Trijaya Krama, Akubank Swadaya Medan, Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan Indonesia, dan Akademi Manajemen Ilmu Komputer Medan.

“Kopertis sudah kirim surat ke Kemenristedikti untuk merekomendasi penutupan PTS tersebut,” ungkap Prof Dian Armanto saat dikonfirmasi Sumut Pos, Rabu (4/4) siang.

Dian menjelaskan, rekomendasi penutupan PTS itu, bermasalah karena sejumlah hal. Antara lain ada yang tidak memiliki mahasiswa, tidak punya dosen tetap, tidak punya sarana dan prasarana, belum ada lahan sarana dan prasarana atau masih menyewa.

Dari data Kopertis Wilayah I Sumut Aceh, sebelumnya ada 21 PTS yang dinyatakan bermasalah atau bodong. Namun setelah diberi tenggat waktu selama 2 x 6 bulan untuk berbenah, dari 21 PTS itu, kini tinggal tujuh PTS yang masih menyandang “status bodong” itu karena tidak mampu memperbaiki seluruh fasilitas akademis di PTS tersebut. “Karena tidak ada kemajuan perbaikan dan perkembangan kampus, maka kita rekomendasikan ditutup,” ucap Dian.

Namun, dia mengaku belum dapat memastikan kapan penutupan ketujuh PTS ini dilakukan, karena masih menunggu surat balasan dari Kemen Ristekdikti. “Belum tahu, tergantung pada Kemenristekdikti. Mudah-mudahan secepatnya. Kita terus memantau perkembangan lebih lanjut PTS tersebut dengan melihat aspek-aspek yang tersebut di atas, perlu diperhatikan kembali,” tutur Dian.

Selain itu ia mengungkapkan, Kopertis Wilayah I Sumut Aceh akan tetap melakukan pengawasan terhadap PTS di wilayah kerja mereka. Agar hal yang serupa tidak terulang kembali dengan PTS yang ada saat ini. “Selain itu, PTS lain juga akan diperhatikan sehingga jika terjadi hal-hal tersebut, maka akan kita berikan tenggat waktu tertentu untuk memperbaikinya dan rekomendasi penutupan juga akan kita keluarkan setelah diketahui tidak ada perkembangan berarti,” pungkasnya.

Menyikapi adanya tujuh PTS bodong ini, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar meminta Kopertis Wilayah I Sumut Aceh dan Kemenristekdikti untuk memberikan tindakan tegas dengan melakukan penutupan secapatnya terhadap ketujuh PTS tersebut. “Jangan sampai penutupan PTS itu, sampai memasuki tahun ajaran baru pada tahun ini. Jangan sampaikan ada masyarakat yang mendaftar untuk kuliah di penguruan tinggi yang bodong itu,” kata Abyadi kepada Sumut Pos, kemarin siang.

KPK: Suap Gatot Belum Tuntas

Saut Situmorang
Saut Situmorang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penetapan tersangka terhadap 38 mantan dan anggota DPRD Sumut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai apresiasi sejumlah kalangan.  Namun, ada juga yang mengkritik lembaga antirasuah tersebut. Sebab, sejumlah nama dari kalangan legislatif yang disebut-sebut dalam persidangan turut menerima suap dan mengembalikannya setelah kasus terbongkar, belum ditetapkan sebagai tersangka. Termasuk kalangan eksekutif yang diduga sebagai perantara dan penyetor uang suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, juga belum tersentuh KPK.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengisyaratkan bahwa kasus suap ini belum tuntas. Ia pun meminta publik bersabar dan memercayakan proses ini kepada pihak penyidik. “Penyidik pastilah lebih paham tentang ini dan tentu mereka memiliki rencana tentang bagaimana menentukan yang lebih dahulu satu dari yang lain. Kita tunggu saja ya,” kata Saut melalui pesan singkat, Rabu (4/4).

Namun, bagaimana proses hukum lanjutan terhadap ke-38 tersangka baru yang telah dikeluarkan sprindik oleh pihaknya, termasuk kapan melakukan eksekusi, Saut belum mau membuka suara. Konfirmasi yang dilayangkan belum ia balas sampai berita dikirimkan ke redaksi.

Sementara, menyikapi kemungkinan dilakukannya penahanan terhadap 38 anggota DPRD Sumut itu, juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penahanan terhadap tersangka dapat saja dilakukan jika penyidik memandang ada alasan untuk melakukan penahanan, sebagaimana terdapat dalam Pasal 21 KUHAP sudah terpenuhi.

“Ketika penyidik memandang misalnya alasan obyektif, alasan subyektif sudah cukup, maka kita dapat melakukan proses penahanan itu,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (3/4).

“Jadi, sepenuhnya tergantung pada kecukupan alasan di Pasal 21 KUHAP tersebut. Jadi kita lihat saja nanti perkembangannya,” kata Febri. Soal kapan pemeriksaan sebagai tersangka akan dilakukan, Febri mengatakan akan diinformasikan lebih lanjut. “Nanti diinformasikan apakah pemeriksaan di Sumut atau di kantor KPK,” ujar Febri.

Banparpol di Medan Tetap Rp1.780 per Suara Sah

Bantuan dana parpol - Ilustrasi
Bantuan dana parpol – Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski aturan dalam PP Nomor 1/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 5/2009 tentang Bantuan Keuangan Partai Politik menyebutkan bantuan untuk parpol yang memiliki kursi di DPR RI ditetapkan Rp1.000 per suara sah, provinsi Rp1.200, dan Kabupaten/Kota Rp1.500, namun banparpol di Kota Medan tetap bertahan di angka Rp1.780 per suara sah.

Data dihimpun Sumut Pos, sejak Pileg 2014, Pemerintah Kota Medan tiap tahun menggelontorkan bantuan keuangan sebesar Rp1,52 miliar kepada partai politik yang mendapat kursi di DPRD Kota Medan. Dan tahun ini tetap dianggarkan sejumlah itu, meski ada peraturan baru lewat PP Nomor 1/2018.

Adapun perolehan suara parpol yang diperoleh Sumut Pos dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan, Rabu (4/4), pada Pileg 2014 lalu ada 879.644 suara sah yang terkumpul untuk Kota Medan. Total suara sah tersebut merupakan akumulasi dari lima daerah pemilihan (dapil) di Kota Medan.

Bantuan keuangan yang digelontorkan ke parpol berdasarkan perkalian Rp1.780 per suara sah. Dari perolehan suara sah ke-12 parpol di Pileg 2014, PDI Perjuangan berada di ranking pertama mendapat bantuan sebesar Rp266 juta (149.897 suara). Disusul Partai Golkar sebesar Rp 209 juta (115.139 suara), Partai Gerindra sebesar Rp183 juta (103.242 suara), Partai Demokrat sebesar Rp173 juta (97.507 suara), Partai Keadilan Sejahtera sebesar Rp163 juta (91.861 suara), Partai Amanat Nasional sebesar Rp132 juta (74.452 suara).

Selanjutnya Partai Hanura memperoleh bantuan sebesar Rp103 juta dengan 57.949 suara sah, Partai Persatuan Pembangunan sebesar Rp87 juta (49.386 suara), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia sebesar Rp80 juta (45.330 suara), Partai NasDem sebesar Rp70,5 juta (39.614 suara), Partai Bulan Bintang sebesar Rp55 juta (31.153 suara) dan Partai Kebangkitan Bangsa sebesar Rp43 juta (24.114 suara).

Arsenal vs CSKA: Mimpi Buruk Bernama Mikhi

Hemrikh Mikhitaryan merayakan gol bersama rekannya Aubameyang. Mikhitaryan menjadi momok bagi pelatih CSKA dini hari nanti.
Hemrikh Mikhitaryan merayakan gol bersama rekannya Aubameyang. Mikhitaryan menjadi momok bagi pelatih CSKA dini hari nanti.

LONDON, SUMUTPOS.CO – Pelatih CSKA Moscow Viktor Goncharenko tampaknya masih trauma dengan Henrikh Mkhitaryan. Ya, Mikhi (sapaan Henrikh Mkhitaryan) yang memberikan kekalahan kandang pertama Goncharenko bersama CSKA dalam Liga Champions.

”Dia (Henrikh Mkhitaryan) lagi, dia lagi,” itulah komentar pelatih CSKA Moscow Viktor Goncharenko saat harus berjumpa kembali dengan Mikhitaryan, dini hari nanti WIB. Mikhi kala itu masih di Manchester United.

Nah, pada matchday 2 Fase Grup A Liga Champions (27/9) satu gol plus satu assist-nya yang jadi penyebab kekalahan CSKA atas United 1-4. Mikhi kembali membayangi Goncharenko dan armada Armeitsy-nya, pada leg pertama perempat final Liga Europa di Emirates, London (Siaran Langsung SCTV/ beIN Sport 1 pukul 02.05 WIB).

Dari pengalaman itu, Goncharenko pun tak mau kecolongan lagi dari Mikhi. ”Kami akan melakukan upaya maksimal untuk mereduksi pergerakan Henrikh, dari situlah kami yakin kami mampu mengurangi tekanan dari Arsenal,” imbuh pelatih yang bersahabat karib dengan mantan gelandang Arsenal pada awal dekade 2000-an, Alexander Hleb itu.

Mampukah itu? Faktanya, CSKA selama ini tak pernah clean sheet dalam lawatannya ke London. Begitu pula rekor pertahanannya pada laga away di Eropa. Di Liga Champions, CSKA rata-rata kebobolan satu gol per satu laga tandang. Begitu pula di Liga Europa. Di balik hasil di babak 16 Besar, meski menang CSKA tetap kebobolan dua gol atas Olympique Lyon.

Mikhi juga sedang on fire. Winger yang baru datang dari United pada Februari itu sukses jadi kreator serangan The Gunners. Sementara, dari 11 kali dia dimainkan, Mikhi sudah mampu mencetak dua gol dan enam assist. Satu gol dan dua assist di antaranya dicetak gelandang yang berusia 29 tahun itu.

Edy: Nias Bisa Jadi Lokomotif Ekonomi Sumut

Tokoh masyarakat Nias mengenakan pakaian adat kepada calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi beserta istri Nawal Lubis.
Tokoh masyarakat Nias mengenakan pakaian adat kepada calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi beserta istri Nawal Lubis.

SUMUTPOS.CO – Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat di Kepulauan Nias. Pasalnya, meski kaya akan komoditi, namun perhatian pemerintah terhadap masyarakat di sana masih sangat minim. Karenanya, Edy bertekad mengangkat kesejahteraan masyarakat dan menjadikan Kepulauan Nias sebagai lokomotif pembangunan di Sumut.

Edy Rahmayadi dan Rombongan tiba di Bandara Binaka, Selasa (3/4) pagi. Mereka langsung menuju Warung Mama Citra di Jalan Sirao, Kota Gunung Sitoli, untuk sarapan bersama masyarakat. Turut mendampingi Edy sejumlah pengurus partai koalisi Eramas di antaranya Partai Gerindra, Golkar,  Hanura, PAN, PKS, Nasdem, Perindo, PBB dan organisasi masyarakat (Ormas) seperti Pemuda Pancasila dan FKPPI.

Di warung makan yang cukup terkenal di Kota Gunung Sitoli ini, Edy beserta istri Nawal Lubis menikmati sarapan Lontong. Usai sarapan, Edy beserta rombongan menghadiri silaturahmi dengan Lintas Partai Pendukung Eramas di Wisma Soliga, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Gunungsitoli.

Kunjungan kali ini merupakan kunjungan keempat kalinya ke Kepulauan Nias, yakni dua kali saat menjadi Pangdam I Bukit Barisan dan satu kali saat dirinya menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Paskostrad) dan kini sebagai calon Gubernur Sumatera Utara.

Edy juga berkesempatan untuk berdialog dengan para tokoh masyarakat tentang kondisi Kepulauan Nias, termasuk di Kota Gunung Sitoli. Salah satu masukan yang disampaikan masyarakat adalah minimnya perhatian pemerintah provinsi kepada pulau terluar di Sumut tersebut. Hal ini mengakibatkan Kepulauan Nias terus tertinggal dari kabupaten/kota lainnya di Sumatera Utara. “Bapak lihat sendiri, namanya saja ini kota tapi jauh tertinggal dengan kota-kota lain di Sumut. Nias terus terbelakang. Makanya masyarakat Nias berjuang agar menjadi provinsi. Tadi saya bicara sama pak Edy, katanya empat kali sudah ke Nias ini, masih seperti ini saja Nias. Betul itu yang dikatakan Pak Edy, “ujar Ketua Tim Pemenangan Eramas Kepulauan Nias Martimus Lase.

GNPF Ulama Sumut Bakal Laporkan Sukmawati ke Polda Sumut

Sukmawati Soekarnoputri meminta maaf lahir batin dan memberikan klarifikasi soal puisinya.
Sukmawati Soekarnoputri meminta maaf lahir batin dan memberikan klarifikasi soal puisinya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Putri Presiden pertama Indonesia, Sukmawati Soekarnoputri akhirnya meminta maaf kepada masyarakat, khususnya umat Islam, terkait puisinya yang membandingkan antara lantunan kidung dan azan. Polda Sumut dan MUI Kota Medan pun mengimbau semua pihak menahan diri dan mempercayakannya pada proses hukum.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Sumut Pos, sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumatera Utara akan menggelar aksi di Polda Sumut usai salat Jumat, meminta Sukmawati segera ditangkap. Menanggapi rencana aksi ini, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahuinya.

Namun, ia mengimbau, apabila aksi akan benar-benar berlangsung, agar dilakukan dengan aman dan kondusif jangan sampai berujung anarkis. “Saya belum ada dengar. Tapi kalau mau aksi silahkan, dan jangan anarkis,” ungkapnya, Rabu (4/4).

Hanya saja, sambung Rina, terkait puisi Sukmawati tersebut, proses hukumnya kini tengah berjalan di Jakarta. Ia memonitor, telah ada dua laporan polisi berkaitan dengan itu. “Jadi, mestinya kita percayakan saja kepada pihak penegak hukum yang menangani kasus itu. Apalagi sebenarnya lokasinya juga ada di Jakarta, dan proses hukumnya sedang berjalan,” jelasnya.

Untuk itu, Rina mengimbau, agar lebih baik bersama-sama menjaga kondusifitas yang ada di Provinsi Sumut. Dengan cara mempercayakan proses hukumnya kepada penegak hukum. “Mari kita sama-sama percayakan. Jangan sampai rumah kita (Sumut) ini menjadi tidak kondusif kan,” tuturnya.

Disinggung terkait pengamanan aksi, Rina juga mengatakan, dirinya belum ada memonitor. Sebab, saat ini ia mengaku tengah berada di Jakarta. “Tapi biasanya prosesnya ada di Karo Ops yang mengelola pengamananya,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Majelis Ulama (MUI) Kota Medan, Muhammad Hatta juga mengatakan, sebaiknya tidak dilakukan aksi karena Polisi sudah sangat merespon tuntutan-tuntutan Ormas Islam. Disebut Hatta, kejadian di Jakarta sehingga sebaiknya tidak dilakukan aksi unjuk rasa karena semua sudah terbuka. “Tadi ketika pertemuan saya dengan Wakapolda dan Kapolrestabes, semua sudah terbuka. Pihak Polisi bersedia memfasilitasi semua. Siap menerima pengaduan dan menyiapkan tim. Jika misalnya itu berujung kepada Mabes Polri, mereka siap memfasilitasi, ” ujar Hatta.

Perwira Polisi Tembak Mati Adik Ipar

Suasana di Jalan Tirtosari, Gang Keluarga, Kel. Bantan, Medan Tembung, setelah adanya suara letusan, Rabu (4/4/2018) malam.
Suasana di Jalan Tirtosari, Gang Keluarga, Kel. Bantan, Medan Tembung, setelah adanya suara letusan, Rabu (4/4/2018) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO  – Suasana di kawasan Jalan Tirtosari, Gang Keluarga, Kel. Bantan, Medan Tembung, dihebohkan dengan suara letusan, Rabu (4/4/2018) sekitar pukul 22.30 wib. Belakangan diketahui suara letusan berasal dari rumah seorang warga bernama Sutini.

“Aku pikir mercon, jadi enggak peduli tadi. Cemanalah tadi habis salat tak enak badan jadi golek-golek di rumah,” kata warga bernama Juraidah (75).

Juraidah (75), tetangga Sutini menyebutkan dirinya tidak dapat memastikan berapa kali terdengar suara letusan. Sebab, awalnya dia berpikiran jika letusan tersebut berasal dari mercon.

Dirinya baru mengetahui ada orang ditembak, saat keluar rumah karena mendengar keramainya di depan rumahnya. “Aku tak kenal sama yang kena tembak karena jarang bertemu. Tapi sekeluarga itu terbilang baik. Istrinya kerja sebagai guru,” ujar perempuan tua ini.

Pantauan POSMETRO MEDAN (grup SUMUTPOS.CO), suasana di sekitar TKP masih ramai hingga lewat tengah malam. Sejumlah polisi membawa seorang perempuan dari sebuah warung. Informasi warga, perempuan itu bernama Sutini alias Heni, istri korban penembakan bernama Zumingan alias Zun. Saat hendak dibawa, Sutini masuk kembali ke rumah lalu keluar sambil menggendong balita yang terus menangis.

Info beredar, pelaku penembakan merupakan adik dari Sutini yang merupakan oknum perwira polisi berinisial F (41). “Ini rumah orangtuanya F. Pernah tugas di Polresta Medan, tapi sekarang dengar-dengar tugas di Lombok (NTB). Adiknya yang paling kecil tinggal di sini bersama orangtuanya mereka,” kata seorang lelaki berkacamata, warga setempat.

Sampai berita diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun keluarga korban terkait peristiwa tersebut. (fad/ras)

PDAM Optimalisasi Pipa Transmisi

Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi, Jumirin.
Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi, Jumirin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PDAM Tirtanadi akan melakukan perawatan dismantling joint jalur Q6 dan Q7 Intalasi Pengolahan Aair (IPA) Sunggal pada Jumat (6/4) malam. Perawatan dismantling joint ini bertujuan untuk mengoptimalkan tekanan di jaringan pipa transmisi.

Menurut Kepala Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Jumirin, pekerjaan perawatan dismantling joint jalur Q6 dan Q7 IPA Sunggal ini akan dilakukan pada Jumat (6/4) malam sekira pukul 21.00 WIB dan diperkirakan selesai pada Sabtu (7/4) dini hari pukul 04.00 WIB.

Selama pelaksanaan dismantling joint, aliran air dari IPA Sunggal ke jalur Q6 dan Q7 dihentikan. “Namun suplai air kepada pelanggan dari jalur Q6 digantikan dari jalur Q2, sedangkan suplai air kepada pelanggan dari jalur Q7 digantikan dari jalur Q4,” ungkap Jumirin, didampingi Kabid Publikasi dan Komunikasi Oktavia Anggraini kepada wartawan, Rabu (4/4).

Di sisi lain, Jumirin mengatakan, meskipun kapasitas produksi IPA Sunggal tidak mengalami penurunan, namun saat melakukan penyetelan jaringan perpipaan untuk pengalihan suplai air kepada pelanggan, kemungkinan pelanggan di beberapa wilayah bisa saja mengalami gangguan suplai air baik dari kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.

Adapun wilayah yang diperkirakan terkena dampak perawatan dismantling joint yakni pelanggan di Jalan Rajawali, Jalan Setia Budi, Kompleks Tasbi, Simpang Pos, Kompleks Kodam, Jalan Darussalam, Jalan Dr Mansyur, Jalan Bunga Cempaka, Jalan Melati Raya, Jalan Flamboyan Raya, Jalan Ayahanda, Jalan Pabrik Tenun, Jalan Gajah Mada, Jalan Kapten Muslim, Jalan Bakti Luhur, Jalan Gaperta, Jalan Benteng, Jalan Abdullah Lubis, dan Jalan Sudirman.

“Kami meminta pelanggan agar memaklumi atas terjadinya gangguan pendistribusian air ini, karena pekerjaan merupakan salah satu upaya untuk peningkatan pelayanan kepada pelanggan. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, kepada pelanggan PDAM yang mengalami gangguan air dapat menyampaikan keluhan ke cabang terkait atau melalui layanan Halo Tirtanadi ke nomor 1500922,” tutur Jumirin. (adz/ila)