Home Blog Page 65

ABK KM Cendrawasih I Meninggal Terjatuh ke Palka, TNI AL Sigap Tangani

EVAKUASI: Jenazah Edwin MH Manalu berhasil dievakuasi personel TNI AL.
EVAKUASI: Jenazah Edwin MH Manalu berhasil dievakuasi personel TNI AL.

Seorang anak buah kapal (ABK) KM Cendrawasih I dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, Jumat (24/4/2026) pagi. Korban diketahui bernama Edwin MH Manalu (56), terjatuh ke dalam palka kapal saat aktivitas penangkapan ikan sekitar pukul 06.00 WIB.

Rekan-rekan korban sempat berupaya melakukan evakuasi darurat dan segera mengarahkan kapal kembali ke pangkalan terdekat. Namun, nyawa Edwin tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 06.30 WIB.

Setibanya kapal di Pos TNI AL Medan Labuhan sekitar pukul 08.00 WIB, aparat dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut langsung bergerak cepat menindaklanjuti laporan. Koordinasi segera dilakukan dengan Rumah Sakit TNI AL Komang Makes Belawan untuk menyiapkan ambulans dan proses evakuasi jenazah.

Kepala Dinas Penerangan Koarmada I Wahyu Kurniawan, menjelaskan bahwa selain penanganan teknis, pihaknya juga memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban selama proses berlangsung di rumah sakit.

“Ini bukan hanya soal prosedur, tapi juga bentuk kepedulian kemanusiaan. Kami mendampingi keluarga hingga seluruh proses selesai,” ujarnya.

Tak hanya itu, TNI AL juga memfasilitasi komunikasi antara keluarga korban dan pemilik KM Cendrawasih I untuk memastikan kejelasan tanggung jawab. Dari hasil pembicaraan tersebut, pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak mengajukan tuntutan.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan bahaya yang mengintai para pekerja sektor perikanan. Di tengah kondisi tersebut, respons cepat dan humanis dari TNI AL dinilai sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam situasi darurat.“TNI AL akan selalu hadir untuk masyarakat, memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan humanis,” pungkas Wahyu. (san/ila)

Dinilai Buang Anggaran, Saipul Bahri Tolak Wasbang

Saipul Bahri
Saipul Bahri

Polemik rencana kegiatan sosialisasi pembinaan ideologi dan wawasan kebangsaan (Wasbang) di DPRD Kota Medan mencuat setelah salah satu anggotanya, Saipul Bahri, secara tegas menyatakan penolakan terhadap program tersebut.

Saipul menilai, kegiatan Wasbang yang direncanakan digelar rutin setiap bulan di tengah masyarakat tidak memberikan dampak signifikan, bahkan cenderung memboroskan anggaran daerah. “Sejak awal saya tidak setuju. Kegiatan itu hanya membuang-buang anggaran saja,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Penolakan tersebut bukan tanpa dasar. Ia mengungkapkan, sikap serupa juga telah disampaikan saat pandangan fraksi dalam pengesahan perubahan Ranperda DPRD Medan Nomor 1 Tahun 2025 tentang Tata Tertib pada Januari lalu. Saat itu, Saipul yang menjabat sebagai Sekretaris Fraksi NasDem memilih tidak menandatangani persetujuan.

Tak hanya itu, ia juga mengaku tidak ikut dalam kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) pendalaman tugas terkait penyebarluasan ideologi yang dilaksanakan di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila di Jakarta.

Menurut Saipul, anggaran yang dialokasikan untuk program Wasbang seharusnya dapat dialihkan ke sektor yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit.

“Lebih baik anggaran itu digunakan untuk pembangunan infrastruktur atau membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi,” tegasnya.

Pernyataan ini pun berpotensi memicu perdebatan di internal DPRD Medan, mengingat program Wasbang selama ini digagas sebagai upaya memperkuat pemahaman ideologi dan nasionalisme di tengah masyarakat. (map/ila)

Kota Medan Raih National Governance Award 2026

PENGHARGAAN: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima penghargaan sebagai Excellent City in Digital Public Service Transformation, di Jakarta.
PENGHARGAAN: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima penghargaan sebagai Excellent City in Digital Public Service Transformation, di Jakarta.

MEDAN – Kota Medan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang bergengsi National Governance Award 2026, Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara ini dinobatkan sebagai Excellent City in Digital Public Service Transformation. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, di Jakarta, Jumat (24/4/2026). Keberhasilan Rico Waas dalam menghadirkan transformasi layanan digital ini menempatkan Medan sebagai salah satu garda terdepan kota pintar (smart city) di Indonesia.

Bagi Rico Waas, penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen dan kerja keras seluruh jajaran Pemko Medan dalam menghadirkan pelayanan publik yang mordern, inklusif, dan berorientasi pada masyarakat. “Penghargaan ini merupakan hasil dedikasi seluruh jajaran Pemko Medan. digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tapi soal memberikan kemudahan bagi setiap warga,” kata Rico Waas didampingi Kepala Dinas Kominfo Kota Medan, Arrahmaan Pane.

Rico Waas berharap pencapaian di tahun 2026 ini menjadi pemantik semangat bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemko Medan untuk tidak cepat puas. Sebab fokus utama ke depan adalah memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

“Semoga prestasi ini semakin memacu semangat kita untuk terus berinovasi dan menjadikan Medan sebagai kota teladan dalam transformasi digital di Indonesia,” pungkasnya dengan nada optimis. (map/ila)

PKS Sumut Perkuat Sinergi dengan Media, Luncurkan Program Kerakyatan di Milad ke-24

MEDAN, SumutPos.co– Dewan Perwakilan Tingkat Wilayah (DPTW) PKS Sumatera Utara menggelar Coffee Morning bersama insan pers di Rakan Kupi, Jalan Ring Road, Medan, Jumat (24/4). Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi PKS untuk mempererat silaturahmi sekaligus memaparkan rangkaian program kerakyatan dalam rangka Milad ke-24 PKS.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPTW PKS Sumut Andi Pranata, ST, Sekretaris Mustafa, SE, Sekretaris Komdigi Prayogi, Anggota DPRD Sumut Fraksi PKS Abdur Rahim, ST, MT, serta Ketua Garuda Keadilan Sumut Fahmi Nasution.

Ketua DPTW PKS Sumut, Andi Pranata, ST, menegaskan, media memiliki peran krusial sebagai mitra strategis partai. Ia berharap pertemuan ini dapat membangun chemistry yang lebih kuat guna menghasilkan masukan konstruktif bagi pembangunan daerah.

“Selama ini hubungan PKS dengan rekan-rekan wartawan sudah terjalin sangat harmonis. Ke depan, sinergi ini akan terus kita jaga dan tingkatkan sebagai upaya bersama memberikan edukasi politik yang sehat bagi masyarakat,” ujar Andi.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris PKS Sumut, Mustafa, SE, menjelaskan bahwa perayaan Milad PKS ke-24 tahun ini mengusung tiga pilar utama: ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan ekonomi. Rangkaian peringatan ini akan berlangsung secara maraton mulai 20 April hingga 20 Mei mendatang.

Sebagai implementasi di tingkat wilayah, PKS Sumut menjadwalkan agenda Jalan Sehat dan Bazar UMKM pada 9-10 Mei mendatang. Kegiatan ini ditujukan bagi kader dan simpatisan sebagai bentuk penguatan ekonomi lokal.

“Kami ingin Milad tahun ini tidak sekadar seremoni, tapi memberikan dampak nyata. Kami akan meluncurkan program lumbung pangan, urban farming, hingga aplikasi Halal Mall,” ungkap Mustafa.

Tak hanya fokus pada sektor ekonomi makro, PKS Sumut juga menghadirkan inovasi sosial yang menyentuh pekerja sektor informal. “Kami juga menyediakan fasilitas pengisian daya (charger) ponsel gratis bagi pengemudi ojek online. Intinya, kami ingin PKS selalu dekat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” pungkasnya. (adz)

Transformasi Sampah Menjadi Investasi Masa Depan

EKONOMI HIJAU: Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes (2 kanan) menyampaikan kata sambutan. (Deddi Mulia Purba/Sumut Pos)
EKONOMI HIJAU: Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes (2 kanan) menyampaikan kata sambutan. (Deddi Mulia Purba/Sumut Pos)

Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia menggelar sosialisasi program pengembangan sustainability mindset dan implementasi ekonomi hijau melalui peran bank sampah. Kegiatan digelar di Aula LPMI USM Indonesia, Selasa (21/4). Tema sosialisasi adalah ‘Ekosistem Ekonomi Hijau, Transformasi Sampah Menjadi Investasi Masa Depan Generasi Emas Menuju Indonesia Emas 2045.

Kolaborasi Strategis Inklusi Keuangan dan Kelestarian Lingkungan’ dibuka Rektor USM Indonesia Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes. pemateri Tengku Dimas Pramana (deputi bisnis Pegadaian Area Medan II), Samsudin Zhang, S.T (direktur PT. Premiere Engineering Indonesia) dan Yayan Sopian (Coca Cola Europasific Partners Indonesia).

Yayan Sopian dari PT. Coca-Cola menjelaskan program pengembangan sustainability mindset dan implementasi ekonomi hijau melalui peran bank sampah di Kampus USM Indonesia kerja sama PT. Coca-Cola. Tengku Dimas Pramana merinci berbagai program lingkungan hidup yang dilakukan Perum Pegadaian. Sedangkan materi tentang dukungan teknologi dalam pengurangan sampah disampaikan PT. Premier Indonesia.

Dalam kesempatan ini juga dilaksanakan diskusi implementasi program di USM Indonesia. Melalui kegiatan ini diperoleh dukungan sivitas akademika USM Indonesia, terbentuk tim task force aplikasi program di USM Indonesia.

Kemudian diperoleh kesepakatan dengan pimpinan fakultas untuk penyampaian informasi kepada mahasiswa lintas fakultas agar ikut seleksi sebagai The nex youd green leader atau pemuda pemimpin hijau/berwawasan lingkungan yang mendapatkan pelatihan bersertifikat Coca-Cola Ero-Pasific.

Dalam sosialisasi juga diperoleh kesepakatan mulai beroperasinya kembali ‘Bank Sampah Lentera USM Indonesia’ dengan struktur organisasi baru disesuaikan dengan program kolaborasi Coca-cola, Pegadaian, USM Indonesia dan lembaga mitra lainnya.

Ditengah tantangan global seperti perubahan iklim, krisis lingkungan dan meningkatnya volume sampah, kata Rektor USM Indonesia Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menjadi pelopor perubahan. Kampus bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan. Tetapi juga pusat pembentukan karakter dan pola pikir berkelanjutan.

Rektor menegaskan bahwa salah satu langkah konkret melalui implementasi ekonomi hijau. Salah satunya diwujudkan dalam pengelolaan bank sampah dilingkungan kampus. “Bank sampah bukan sekadar tempat pengumpulan sampah. Tetapi merupakan sarana edukasi, pemberdayaan dan inovasi,” kata Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes.

Melalui bank sampah, menurut rektor, belajar memilah, mengelola dan mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.;”Mari kita jadikan kampus ini sebagai green campus yang tidak hanya bersih dan asri. Tetapi juga menjadi contoh nyata dalam penerapan prinsip keberlanjutan,” tegas rektor. (dmp)

Sihar Sitorus Soroti Implementasi Program MBG, Tekankan Risiko Salah Sasaran hingga Minimnya Pengawasan

Labuhanbatu – Anggota Komisi IX DPR RI, Sihar P.H. Sitorus, menyampaikan kritik terhadap implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat kegiatan sosialisasi di Aula Kantor Camat Bilah Hulu, Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Jumat (24/4/2026).

Dalam pemaparannya, Sihar menegaskan bahwa meskipun program MBG digagas sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pelaksanaannya di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan krusial yang tidak boleh diabaikan.

“Program ini tidak cukup hanya berhenti pada niat baik. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana memastikan ketepatan sasaran dan kualitas implementasinya,” ujar Sihar.

Ia menilai, keberadaan belasan dapur MBG di Labuhanbatu memang menunjukkan perkembangan program, namun justru menjadi titik rawan jika tidak disertai sistem pengawasan yang kuat. Menurutnya, distribusi bantuan yang hanya berorientasi pada pemerataan administratif berisiko mengabaikan kelompok yang benar-benar membutuhkan.

“Program sebesar ini tidak boleh sekadar merata di atas kertas. Harus dipastikan menyasar anak-anak yang paling membutuhkan,” tegasnya.

Selain soal ketepatan sasaran, Sihar juga menyoroti kualitas makanan dan efektivitas distribusi. Ia mengingatkan bahwa program gizi tidak boleh dikompromikan dengan standar yang rendah, karena berdampak langsung pada kesehatan dan perkembangan anak.

Lebih jauh, ia mengkritisi potensi lemahnya pengawasan jika hanya bergantung pada pemerintah. Sihar mendorong adanya keterlibatan aktif masyarakat sebagai kontrol sosial untuk mencegah penyimpangan.

“Tanpa pengawasan berbasis masyarakat, program ini berpotensi kehilangan arah. Kritik harus dibuka seluas-luasnya sebagai bagian dari evaluasi,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam rantai pasok dan pengelolaan anggaran. Menurutnya, MBG berpotensi besar menjadi program yang tidak hanya meningkatkan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Namun, potensi tersebut hanya bisa tercapai jika pengelolaannya akuntabel.

Dalam forum yang sama, perwakilan Dinas Kesehatan Labuhanbatu, Ningsih, menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak sekolah sebagai investasi jangka panjang. Ia menyebut kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan program.

Sementara itu, perwakilan KPPG Medan Wilayah Sumatera Utara, Erdianta Sitepu, menjelaskan bahwa MBG dirancang untuk menjawab persoalan gizi nasional seperti stunting dan anemia, sekaligus mendorong ekonomi berbasis masyarakat melalui pelibatan pelaku lokal.

Meski demikian, Sihar kembali mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak bisa diukur dari konsep dan tujuan semata, melainkan dari dampak nyata di lapangan.

“MBG harus menjadi program yang tepat sasaran, transparan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya. Jika tidak, ini hanya akan menjadi program besar tanpa hasil signifikan,” pungkasnya.

Dana Rp28 Miliar Dikembalikan, DPRD Sumut Apresiasi Komitmen BNI

Lambok Andreas Simamora.
Lambok Andreas Simamora.

Komitmen Bank Negara Indonesia (BNI) untuk mengembalikan dana milik Gereja Paroki Aek Nabara sebesar Rp28 miliar mendapat apresiasi dari DPRD Sumatera Utara. Langkah ini dinilai sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus upaya memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan.

Anggota Komisi C DPRD Sumut, Lambok Andreas Simamora, menyampaikan rasa syukur atas keputusan BNI yang akan merealisasikan pengembalian dana tersebut dalam waktu dekat.

“Kita sangat bersyukur akhirnya ada keputusan dari pimpinan BNI untuk membayarkan dana milik Gereja Paroki Aek Nabara. Ini menjadi angin segar setelah kasus investasi fiktif yang sempat meresahkan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Ia menegaskan, DPRD Sumut akan terus menjalankan fungsi pengawasan, khususnya terhadap bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Menurutnya, perhatian dari pemerintah pusat turut mempercepat penyelesaian persoalan ini.

Kasus dugaan penggelapan dana umat ini sebelumnya mencuat setelah Credit Union Paroki Aek Nabara kesulitan mencairkan dana investasi senilai Rp10 miliar pada Desember 2025. Seiring waktu, terungkap adanya dugaan investasi fiktif yang melibatkan oknum internal, sehingga total kerugian mencapai Rp28 miliar.

Upaya penyelesaian semakin konkret setelah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memfasilitasi pertemuan antara pihak gereja dengan Direktur Utama BNI Putrama Wahyu Setyawan, pada 21 April 2026.

Sementara itu, Direktur Human Capital and Compliance BNI Munadi Herlambang, memastikan bahwa dana tersebut telah dikembalikan kepada koperasi simpan pinjam milik gereja sebagai bentuk penyelesaian.

DPRD Sumut menilai kasus ini harus menjadi evaluasi besar bagi sistem pengawasan perbankan, khususnya di daerah. Komisi C berkomitmen akan memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

“Ini bukan hanya soal pengembalian dana, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan publik. Ke depan, pengawasan harus lebih kuat agar masyarakat tidak dirugikan lagi,” tegas Lambok. (map/ila)