Home Blog Page 814

Kapolres Labusel Sambangi Gereja Methodist Indonesia Dalam Program Minggu Kasih

Kapolres Labusel, AKBP Maringan Simanjuntak di GMI) Tiberias Sei Kalam, Desa Perkampungan Teluk Panji, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labusel, Minggu (28/1). Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka menggelar kegiatan Minggu Kasih, Kepolisian Resort Labuhanbatu Selatan (Labusel) menyelenggarakan acara di Gereja Methodist Indonesia (GMI) Tiberias Sei Kalam, Desa Perkampungan Teluk Panji, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labusel, Minggu (28/1/2024).

Acara ini dihadiri oleh Kapolres Labusel, AKBP Maringan Simanjuntak bersama Kabag Sumber Daya Manusia Polres Labusel, KOMPOL Eduard Tobing serta sejumlah personel Polsubsektor Teluk Panji, AIPTU M Hutagaol dan Bhabinkamtibmas Polsek Kampung Rakyat, Bripka MP Sihombing. Mereka diterima oleh pendeta dan jemaat GMI Tiberias Sei Kalam.

Kegiatan bertema Minggu Kasih ini, menjadi salah satu inisiatif positif Polri untuk membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat. Tujuannya adalah menciptakan situasi harkamtibmas yang kondusif, sekaligus memberikan manfaat langsung kepada warga.

Kapolres Labusel, AKBP Maringan Simanjuntak menyampaikan, ingin menjadi bagian dari masyarakat, mendengarkan keluh kesah warga terkait kamtibmas. Minggu Kasih ini sejalan dengan program kepolisian ‘Jumat Curhat’, di mana pihaknya aktif mendatangi warga untuk memahami situasi kamtibmas di wilayah tertentu.

“Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai wadah untuk menyerap aspirasi, saran, dan kritik dari masyarakat. Kami berharap agar jemaat turut aktif memberikan informasi terkait isu narkoba, balap liar, dan kejahatan lainnya yang dapat mengganggu kamtibmas di Desa Teluk Panji.

Maringan juga meminta dukungan dari seluruh jemaat untuk melaporkan segala bentuk gangguan keamanan melalui nomor WhatsApp yang telah disediakan. Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mensukseskan pemilu damai yang akan segera dilaksanakan.

“Kami mengajak bapak ibu saudara-saudara sekalian untuk bersinergi dalam menjaga keamanan dan kerukunan di tengah-tengah masyarakat. Gunakan hak pilih pada pesta demokrasi pada 14 Februari, serta turut menjaga situasi kamtibmas yang aman dan damai,” pintanya.

Ia juga menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya tanggung jawab kepolisian, melainkan tugas bersama seluruh komponen masyarakat. “Untuk memudahkan pelaporan gangguan kamtibmas, telah disebarkan Call Center 110 dan WA Center ‘Lapor Kapolres Labusel’, dengan nomor 0812 6086 669,” tandasnya.

Sementara itu, pihak GMI Tiberias Sei Kalam mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Labusel beserta jajaran yang telah berkunjung. Mereka merasa nyaman dan aman dalam menjalankan ibadah, berkat dukungan pengamanan dari pihak kepolisian.

Dengan kegiatan ini, Kapolres Labusel berhasil membangun kedekatan dengan masyarakat serta memberikan pesan-pesan penting terkait keamanan dan ketertiban. Minggu Kasih di GMI Tiberias Sei Kalam menjadi bukti komitmen kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. (dwi/tri)

dr Fatharani: Skabies, Penyakit Kulit Menular Disebabkan Tungau

Dokter Umum di Rumah Sakit Umum (RSU) Sylvani Binjai, dr Fatharani. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Skabies yang dikenal secara awan dengan istilah kudis merupakan salah satu penyakit kulit yang paling sering terjadi di kalangan Masyarakat. Infeksi kulit ini menular dan menyebar dengan cepat. Penyakit ini disebabkan oleh tungau Sarcoptes Scabiei yang menimbulkan gatal diseluruh tubuh, terutama di malam hari.

Dokter Umum di Rumah Sakit Umum (RSU) Sylvani Binjai, dr Fatharani menjelaskan, Sarcoptes Scabiei, adalah tungau yang berbentuk oval dan gepeng. Tungau betina berukuran 300×350 µ, sedangkan yang Jantan berukuran 150×200 µ. Tungau dewasa mempunyai 4 pasang kaki, 2 pasang merupakan kaki depan dan 2 pasang lainnya kaki belakang.

“Tungau betina membuat galian di bawah kulit atau terowongan dan meninggalkan telur di lokasi tersebut. Sel telur menetas, larva tungau mulai beralih ke lapisan terluar kulit. Larva tersebut mengalami maturasi dan menyebar ke area lain dari kulit atau individu lain. Tungau betina hidup selama 30-60 hari di dalam ‘terowongan’. Selama itu pula, tungau tersebut terus memperluas terowongannya,” ujarnya kepada Sumut Pos di Medan, Minggu (27/1/2024).

Adapun, paparnya, faktor resiko tingginya penularan skabies terjadi pada lingkungan yang hidup berkelompok. Tingginya kepadatan penghuni rumah, interaksi dan kontak fisik erat yang memudahkan penularan. Misalnya di panti asuhan, panti jompo, asrama atau pengungsian.

“Penularan tersebut bisa terjadi kepada orang yang aktif berhubungan seksual dengan penderita skabies, keterbatasan air bersih serta perilaku kebersihan yang buruk, dan pasien dengan kekebalan tubuh rendah, misalnya pada HIV,” imbuhnya.

dr Fatharani mengungkapkan, gatal pada malam hari merupakan gejala skabies yang utama, karena aktivitas tungau meningkat pada suhu kulit yang lembab dan hangat. Lesi atau ruam khas pada kudis, adalah papul dan vesikel sepanjang terowongan yang berisi tungau.

Dikatakannya, umumnya simetrik daan sebagai tempat predileksi, adalah sela jari tangan, fleksor siku dan lutut, pergelangan tangan, areola mammae, umbilicus, daerah genitalia eksterna, aksila, abdomen bagian bawah dan bokong. “Pada anak-anak terutama pada bayi mengenai bagian lain seperti telapak kaki, telapak tangan, sela jari-jari kaki, dan juga muka (pipi). Dengan garukan dapat timbul erosi, ekskoriasi, krusta, dan infeksi sekunder,” katanya.

dr Fatharani menyebutkan, skabies memiliki beberapa varian, di antaranya skabies Norwegia (skabies berkrusta). Bentuk skabies ini ditandai dengan dermatosis berkrusta pada tangan dan kaki, kuku yang distrofik, serta skuama yang generalisata. Bentuk ini sangat menular, tetapi rasa gatalnya sangat sedikit.

Kemudian, lanjutnya, skabies nodular. Skabies ini dapat berbentuk nodular bila lama tidak mendapat terapi, sering terjadi pada bayi dan anak, atau pada pasien imunokompromais. Skabies pada orang bersih. Skabies yang terdapat pada orang yang tingkat kebersihannya cukup bisa salah diagnosis. Biasanya sangat sukar ditemukan terowongan. Tungau biasanya hilang akibat mandi secara teratur.

Selanjutnya, skabies pada bayi dan anak. Lesi skabies pada anak dapat mengenai seluruh tubuh, termasuk kepala, leher, telapak tangan, telapak kaki, dan sering terjadi infeksi sekunder berupa impetigo, ektima sehingga terowongan jarang ditemukan. Pada bayi, lesi skabies terdapat di muka. Berikutnya, skabies yang ditularkan oleh hewan. Sarcoptes skabiei varian canis dapat menyerang manusia yang pekerjaannya berhubungan erat dengan hewan tersebut. Misalnya peternak dan gembala. Gejalanya ringan, rasa gatal kurang, tidak timbul terowongan, lesi terutama terdapat pada tempat-tempat kontak dan akan sembuh sendiri bila menjauhi hewan tersebut dan mandi bersih-bersih.

Lalu, Skabies incognito. Obat steroid topical atau sistemik dapat menyamarkan gejala dan tanda skabies, sementara infestasi tetap ada. Sebaliknya, pengobatan dengan steroid topical yang lama dapat pula menyebabkan lesi bertambah hebat. Hal ini mungkin disebabkan oleh penurunan respon imun seluler. Dan skabies terbaring di tempat tidur. Penderita penyakit kronis dan orang tua yang terpaksa harus tinggal di tempat tidur dpt menderita skabies yang lesinya terbatas.

“Diagnosis skabies perlu dipertimbangkan apabila ditemukan riwayat gatal, terutama pada malam hari, mungkin juga ditemukan pada anggota keluarga yang lain, terdapat nya lesi polimorf terutama di tempat predileksi. Diagnosis pasti ditegakkan dengan ditemukannya tungau pada pemeriksaan mikroskop, yang dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu kerokan kulit, mengambil tungau dengan jarum, epidermal shave biopsy, kuretasi terowongan, test tinta burrow, tetrasiklin topical, apusan kulit, biopsy plong, dermoskopi,” urainya.

Ia menerangkan pengobatan yang dapat digunakan pada penderita skabies, di antaranya gama benzene heksaklorid (Lindane). Merupakan obat yang tersering digunakan dan merupakan obat pilihan karena dapat membunuh tungau dan telurnya. Korotamiton 10 persen dalam krim atau losion. Merupakan skabisid yang efektif. Namun dapat menimbulkan iritasi apabila digunakan dalam jangka waktu lama. Dan Sulfur, telah digunakan sejak lama, sebagai sulfur presipitatum 5-10 persen dalam vaselin.

“Dioleskan pada badan dan ekstremitas selam 3 hari berturut-turut, kemudian dicuci (mandi) 24 jam setelah aplikasi terakhir. Obat ini dapat dipakai pada bayi, ibu hamil dan menyusui. Obat ini membunuh larva dan tungau, namun kerugian pemkaiannya adalah baunya yang tidak enak, lekat, mewarnai pakaian dan kadang-kadang menimbulkan iritasi,” pungkasnya. (dwi/tri)

Berita Hoaks Betebaran di Medsos, TKD Prabowo-Gibran Tetap Kampanyekan Politik Riang Gembira

Ketua TKD Prabowo-Gibran Sumut, Ade Jona Prasetyo. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, berita hoaks bertebaran di media sosial (Medsos). Berita hoaks tersebut tidak hanya menyerang satu pasangan calon saja, tapi juga semua kandidat yang maju dalam kontestasi tersebut.

Hal ini diakui Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Sumatera Utara (Sumut), Ade Jona Prasetyo. Pria yang akrab disapa Jona ini mengkhawatirkan iklim perpolitikan Indonesia banyak melakukan black campaign.

Menurutnya, kampanye seperti itu tidaklah etis dan tidak dapat ditolerir, terlebih lagi menjelang pemilihan.

“Saya banyak mengakses informasi dari media sosial. Saya sering periksa website Kominfo, banyak sekali yang dicap mereka sebagai berita hoaks. Hoaks terhadap kami itu sangat banyak dan bukan Prabowo-Gibran saja, calon lain juga kena imbasnya,” ungkapnya, Jumat (26/1/2024).

Pria yang mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI Dapil Sumut 1, nomor urut 2 dari Partai Gerindra tersebut juga menilai bahwa tren ini harus segera dijegal. TKD Prabowo-Gibran Sumut dan para relawan menggagas kampanye digital dengan menyebarkan pesan-pesan positif. Narasi politik santun, riang dan gembira menjadi senjata untuk membangun politik yang damai di Indonesia.

“Itu komitmen. Di mana-mana saya katakan, itu komitmen kami. Tidak ada TKD Prabowo-Gibran Sumatera Utara dan para relawan yang menyebar fitnah untuk menjatuhkan calon lain. Daripada kami menjelekkan orang, lebih baik kami membanggakan calon kami. Sering juga kami kampanye dengan politik santun, riang dan gembira. Ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terprovokasi,” jelas pria yang juga Ketua HIPMI Sumut ini.

Meskipun kampanye digital ini memiliki tujuan baik, lanjutnya, namun adapula beberapa oknum yang nyinyir terhadap upaya TKD Prabowo-Gibran Sumut. Meski demikian, hal ini bukan tantangan karena bagi TKD Prabowo-Gibran Sumut, tidak ada yang dapat menghalangi jalan mereka untuk menciptakan pemilu damai.

“Kami ini anak Sumut. Komitmen itu harga mati. Terserah mau dicaci tukang joget atau apalah, yang penting kami tidak mengganggu orang lain. Tidak menjelekkan orang lain dan pantang bagi kami menyebar hoaks. Sampai tanggal 14 Februari nanti, kami tidak akan berhenti kampanye politik damai. Sambil memenangkan Prabowo-Gibran satu putaran. Kami akan tetap menyebarkan pesan politik santun, riang dan gembira,” tegasnya. (dwi/tri)

Capres Nomor Urut 03, Ganjar Pranowo Sapa Masyarakat Nelayan di Belawan

Calon Presiden nomor urut 03, Ganjar Pranowo saat menyapa masyarakat di Kampung Nelayan Kurnia, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Minggu (28/1/2024). (Ihsan)

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Calon Presiden nomor urut 03, Ganjar Pranowo, menyapa masyarakat nelayan di Kampung Nelayan Kurnia, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Minggu (28/1/2024) Pagi.

Ganjar hadir di Belawan tanpa didampingi Cawapresnya Mahfud M.D yang menghadiri kampanye di Kabupaten Simalungun.

Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN), Arsjad Rasjid, Deputi Politik TPN, Andi Wijajanto, Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Paul Baja Siahaan serta sejumlah ketua partai pendukung, para juru kampanye.

Capres nomor urut 03 tersebut merupakan Capres pertama yang hadir di wilayah pesisir utara Kota Medan tersebut.

Rombongan tim kampanye meringsek masuk ke lokasi kampanye yang tepat berada di bibir sungai. Kondisi air yang tengah pasang membuat akses menuju lokasi kampanye tampak becek dan berlumpur.

Ganjar pun turun dari mobil yang membawanya dan berjalan kaki menuju lokasi kampanye bersama warga yang sudah menunggunya dengan berbagai macam atribut Ganjar-Mahfud maupun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)

Di awal kampanye, Ganjar mendengarkan keluhan yang selama ini dihadapi para nelayan. Mulai dari sulitnya mendapatkan bahan bakar untuk melaut, persoalan alat tangkap, hingga administrasi untuk melaut.

Ganjar juga mendengarkan keluhan soal bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang belum tepat sasaran. Banyak warga yang semestinya berhak namun tak pernah tersentuh bantuan tersebut.

“Kami berharap bapak menang agar seluruh persoalan kami bisa diselesaikan. Kami bisa hidup layak dan sejahtera,” kata salah seorang massa aksi yang diajak Ganjar naik ke pentas kampanye.

Ganjar lalu menjawab seluruh persoalan nelayan itu dengan menyebut proses pendataan para penerima bantuan selama ini menjadi penyebab utama tidak tepat sasarannya bantuan kepada para nelayan.

“Saya diskusi dengan pak Mahfud dan tim, kesimpulan kita karena selama ini pendataan tidak tepat,” sebut Ganjar. Ganjar kemudian menceritakan pengalamannya sewaktu menjadi Gubernur dan melakukan pendataan untuk calon penerima bantuan.

Saat itu ia memerintahkan Bupati dan Wali Kota untuk mendata dewan benar dan sebaik-baiknya. Namun saat data itu sampai di pusat, datanya selalu kembali ke awal.

“Ke depan, kita akan perbaiki datanya, cukup dengan hanya KTP saja. Di KTP nanti semua data tersedia dan itu kenapa kita sebut KTP Sakti,” sebutnya.

Kegiatan Ganjar bertemu masyarakat nelayan di Kampung Nelayan Kurnia ini merupakan rangkaian kegiatan kampanye Ganjar di Sumatera Utara.

Di akhir kampanye, perwakilan warga melakukan deklarasi dukungan dengan melakukan pencoblosan di salah satu spanduk dengan gambar Ganjar-Mahfud dengan nomor urut 03.

Setelah menghadiri kampanye di Belawan, Ganjar langsung bertolak menuju Lapangan Astaka Pancing, menghadiri Hajatan Rakyat yang dihadiri oleh Kader PDIP dan sejumlah tokoh nasional.

Hadir pada acara tersebut Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN), Arsjad Rasjid, Deputi Politik TPN, Andi Wijajanto, Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Paul Baja Siahaan, Kader PDIP Perjuangan Medan Utara, Rudi Hermanto dan Rion Arios Aritonang.(mag-1/tri)

Menilik Digitalisasi Keuangan Desa Ibru di Kabupaten Muaro Jambi, Penyabet Gelar Desa Inovatif BRILian 2023

SUMUTPOS.CO – Desa Ibru yang terletak di Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, baru-baru ini mendapat perhatian publik dengan pencapaiannya menyabet predikat “Desa Inovatif dan Digitalisasi Terbaik” pada ajang Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023 yang digelar di Jakarta, Rabu (10/1/2024). Prestasi tersebut diraih berkat sederet terobosan yang dilakukan Desa Ibru dalam memanfaatkan potensi desa. Salah satu potensi yang dimiliki Desa Ibru adalah ketersediaan mata air dengan debit melimpah dan kualitas baik.

Bersama badan usaha milik desa (BUMDes) setempat, yakni BUMDes Suka Makmur, Desa Ibru mengembangkan usaha pengelolaan dan pengolahan air bersih untuk rumah tangga, usaha rumahan, dan bahkan produsen air minuman dalam kemasan (AMDK).

Kepala Desa Ibru Arman menceritakan, sebelum mata air itu dikelola dengan baik, warga desa harus mengantre untuk mendapatkan air bersih. Belum lagi, jalan menuju sumber air tersebut terbilang berbahaya karena lokasinya berada di atas tebing.

Untuk mengatasi masalah itu, pemerintah desa mendaftar Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan dan mendapatkan dana bantuan. Hingga akhirnya, desa bisa membangun menara air yang dihubungkan ke pipa-pipa dan ampere air.

Dengan pendirian fasilitas itu, warga dapat mengambil air bersih dengan lebih mudah dan aman. Begitu juga dengan warga yang jauh dari sumber mata air, mereka bisa memanfaatkan air tersebut lewat BUMDes Suka Makmur.

“Tarif penggunaan air bersih di Desa Ibru sebesar Rp 2.500 per kubik. Angka ini jauh lebih rendah dari tarif air bersih di daerah lain di Provinsi Jambi. Hal ini dikarenakan, air bersih di Desa Ibru bersifat subsidi dan sosial,” terang Arman, Selasa (16/1/2024).

Selain air, Desa Ibru juga menjadi ladang subur bagi tanaman rimpang, seperti kunyit. Komoditas ini diolah menjadi beragam produk bernilai ekonomi, mulai dari bubuk kunyit murni, teh kunyit, kunyit kristal, sabun kunyit, pengharum ruangan, hingga cairan ekoenzim karena pengolahannya dilakukan dengan konsep zero waste.

Meski inovasi pengolahan kunyit di Desa Ibru baru dimulai pada 2021, komoditas ini telah dipasarkan secara luas. Bahkan, bisa menembus pasar internasional, seperti Malaysia dan Turki. Arman mengatakan bahwa terobosan-terobosan yang dilakukan bersama BUMDes Suka Makmur telah memberikan manfaat bagi pendapatan asli desa (PAD) dan masyarakat setempat. Adapun PAD Desa Ibru pada 2023 mencapai Rp 8,3 juta. Sementara, laba bersih BUMDes Suka Makmur sebesar Rp 83 juta per tahun.

Keuntungan ini berasal dari berbagai usaha yang dijalankan BUMDes, seperti rimpang kunyit, pengelolaan feses ayam petelur menjadi pupuk kompos, dan kerajinan tangan. “Rimpang kunyit sendiri menyumbang Rp 15 juta per tahun bagi BUMDes,” terang Arman.

Selain meningkatkan PAD, BUMDes Suka Makmur juga berperan dalam mengembangkan potensi usaha masyarakat desa. BUMDes ini telah membantu masyarakat desa untuk mengembangkan usahanya, seperti pertanian, peternakan, dan kerajinan.

Terobosan lain yang dilakukan Desa Ibru adalah menjadikan industri rumahan berkelanjutan dan pertanian yang ada di sana sebagai destinasi wisata pendidikan, riset, dan tujuan pemberdayaan masyarakat. Untuk mengembangkan potensi itu, Desa Ibru menjalin kerja sama dengan beberapa mitra, seperti Pondok Pesantren Al-Muttaqin Desa Ibru, Ekowisata Alam Sebapo, dan Universitas Jambi.

Sementara terkait digitalisasi, Desa Ibru telah mengembangkan berbagai media digital, seperti website resmi BUMDes Suka Makmur http://bumdes-sukamakmur.com dan Desa Ibru https://desa-ibru.id/, serta media sosial yang kontennya diperbarui secara rutin.

Arman menjelaskan, platform digital tersebut dibuat untuk mempromosikan potensi desa dan sekaligus menjadi saluran informasi kepada masyarakat.
“Sampai saat ini, website dan media sosial BUMDes Suka Makmur dikelola oleh tim kerja sama antara Universitas Jambi dan BUMDes Suka Makmur. Sementara itu, website dan media sosial Desa Ibru dikelola oleh tim Pemerintah Desa Ibru yang dipimpin oleh Kepala Seksi Pelayanan,” jelas Arman.

Akrab dengan Transaksi Digital

Digitalisasi yang dilakukan di Desa Ibru tidak hanya mencakup penyediaan saluran komunikasi, tetapi juga layanan keuangan. Sebagai finalis Desa BRILiaN 2023, desa ini memang telah akrab dengan transaksi digital.

Kegigihan tim BRI dari Kantor Unit Tempino, Provinsi Jambi, memainkan peran dalam hal itu. Mereka senantiasa memberikan pendampingan kepada warga desa dalam pengenalan pelayanan perbankan dan produk digital BRI, mulai dari AgenBRILink, BRImo, QRIS, Pasarid, hingga Localoka.

Arman menuturkan, semua produk digital BRI telah teraplikasikan dengan baik di Desa Ibru. Adapun produk digital yang paling banyak digunakan adalah AgenBRILink untuk keperluan tarik tunai, transfer, pembayaran listrik, angsuran, dan lain-lain.

Adapun, AgenBRILink adalah layanan perbankan tanpa kantor yang diinisiasi oleh BRI. Dalam layanan tersebut, BRI menggandeng nasabah sebagai agen yang dapat melayani transaksi perbankan masyarakat secara real time online dengan konsep sharing fee.

Kehadiran AgenBRILink di Desa Ibru mendorong inklusi keuangan di Desa Ibru. Warga yang ingin melakukan transaksi perbankan, seperti transfer uang, tapi tidak punya rekening bank menjadi terbantu dengan layanan ini.

Selanjutnya adalah BRImo, Mobile Banking dari BRI ini, kata Arman, efektif membantu transaksi keuangan dan perbankan warga desa. Contohnya, dalam pembayaran. Seperti diketahui, BRImo dilengkapi dengan fitur pemindaian QRIS BRImo.

Jadi, pengguna cukup menggunakan fitur ini untuk memindai kode QRIS, pembayaran pun beres. Selain QRIS BRImo, BRImo juga bisa dipakai untuk membayar berbagai macam tagihan bulanan hingga. Selain itu, Localoka juga dipakai oleh masyarakat umum untuk membeli produk-produk yang terdapat di BUMDes Suka Makmur Desa Ibru.
Secara umum, ia menilai, keberadaan produk keuangan digital BRI di Desa Ibru memberikan dampak positif terhadap inklusi keuangan dan ekonomi desa.

Berkat produk keuangan digital BRI, masyarakat Desa Ibru dimudahkan dalam mengakses layanan keuangan, seperti transaksi, pembayaran, dan pinjaman. Selain itu, produk keuangan digital BRI juga membantu meningkatkan produktivitas masyarakat Desa Ibru sehingga dapat meningkatkan perekonomian desa.(*/sih)

PUD Pasar Medan Ubah ‘Wajah’ Kantin Pasar Pringgan Layaknya Food Court

Pembangunan kantin Pasar Pringgan yang selama ini terkesan kumuh menjadi kantin modern layaknya Food Court. (Markus)

MEDAN, SUMUT POS.CO – Kehadiran Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Medan yang berlokasi di gedung eks Ramayana Pringgan, Jalan Iskandar Muda, langsung dimanfaatkan PUD Pasar Kota Medan untuk meningkatkan kelas para pelaku UMKM, khususnya para pedagang makanan/minuman di kantin Pasar Pringgan yang berlokasi tepat di belakang MPP.

Adapun upaya yang dilakukan PUD Pasar Kota Medan adalah dengan membangun kantin Pasar Pringgan yang selama ini terkesan kumuh menjadi kantin modern layaknya Food Court.

Dirut PUD Pasar Kota Medan, Suwarno, mengatakan pembangunan kantin Pasar Pringgan tersebut dilakukan sesuai Instruksi Wali Kota Medan, Bobby Nasution saat meresmikan MPP Kota Medan pada Kamis (25/1/2024) lalu.

Saat itu, Bobby Nasution berharap keberadaan MPP yang dikelola Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Medan tersebut dapat memberi dampak terhadap para pedagang Pasar Pringgan.

“Sesuai instruksi Pak Wali, kita sudah langsung mombongkar dan membangun ulang kantin Pasar Pringgan untuk menghilangkan kesan kumuh. Di lokasi yang sama, kita sedang membangun kantin baru, konsepnya layaknya Food Court atau pusat jajanan modern sehingga jauh lebih bersih, lebih layak, dan tentunya membuat pedagang kita naik kelas,” ucap Suwarno kepada Sumut Pos, Minggu (28/1/2024).

Dalam pembangunan kantin tersebut, kata Suwarno, pihaknya tidak menggunakan APBD, melainkan melakukan kolaborasi dengan pihak stakeholder, dalam hal ini PT Bank Sumut.

“Pembangunannya bersumber dari dana CSR PT Bank Sumut. Saat ini proses pembangunannya tengah dalam tahap pemasangan keramik dan kanopi. Secara fisik, dalam beberapa hari kedepan akan selesai,” ujarnya.

Nantinya, sambung Suwarno, di kantin berkonsep Food Court tersebut akan sepenuhnya menggunakan peralatan baru, mulai dari meja dan bangku stainless steel hingga steling baru yang berkonsep modern. Semua itu akan diseragamkan dan di branding oleh PT Bank Sumut.

“Jadi kita tinggal menunggu peralatan ini datang. Nantinya kita akan buat kantin yang bersih, nyaman, jauh dari kesan kumuh, namun tetap dapat terjangkau. Sehingga kantin tersebut bukan hanya dapat dikunjungi oleh para pekerja ataupun pengunjung MPP, tapi juga bisa dikunjungi oleh para pedagang dan pengunjung Pasar Pringgan serta masyarakat luas,” ungkapnya.

Sebelum kantin itu direnovasi, lanjut Suwarno, hanya ada 6 orang pedagang yang berjualan di kantin Pasar Pringgan. Namun saat ini, meskipun pembangunan kantin belum selesai, sudah ada 22 orang yang mendaftar dan ingin berjualan di kantin tersebut, termasuk 6 orang pedagang yang sebelumnya berjualan disana.

“Kapasitas maksimal kantin tersebut sebanyak 22 tenant. Para pedagang langsung mendaftarkan diri untuk berjualan disana, termasuk 6 orang pedagang sebelumnya. Jadi untuk 22 tenant disana sudah terpenuhi, tinggal berjualan saja,” lanjutnya.

Selain kantin, jelas Suwarno, kedepan PUD Pasar Kota Medan juga akan melakukan pembenahan terhadap kios-kios di Pasar Pringgan dan seluruh sarana prasarana yang ada di pasar tradisional yang sangat terkenal di Kota Medan tersebut.

“Kita sudah usulkan ke Bagian Perekonomian Setdako Medan. Ada beberapa Pasar yang akan kita benahi di tahun 2024 ini, termasuk Pasar Pringgan. Intinya seperti yang disampaikan pak wali, bahwa keberadaan MPP harus turut membawa kemajuan bagi para pedagang di Pasar Pringgan. Oleh sebab itu, kita juga akan membenahi sarana dan prasarana di Pasar Pringgan,” pungkasnya.

Sebelumnya, saat meresmikan MPP pada Kamis (25/1/2024) lalu, Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengharapkan adanya MPP juga memberi dampak positif bagi pedagang Pasar Pringgan. Ia mengatakan, sarana dan prasarana di kawasan Pasar Pringgan harus mendapat sentuhan agar dapat menambah kenyamanan bagi para pengunjung. (map/tri)

Gelar Olahraga Jalan Sehat, Komunitas Tionghoa Dukung Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komunitas Indonesia Tionghoa (KITA) bersama salah seorang tokoh masyarakat, dr Irsan Tama menggelar kegiatan olahraga dan senam berhadiah serta lucky draw, di halaman Jambur Halilintar Jalan Jamin Ginting, Simpang Selayang Medan, Sabtu (27/1/2024).

Kegiatan yang bertemakan “Olahraga Jalan Sehat Bersama KITA – dr Irsan Tama” tersebut, juga turut dimeriahkan sejumlah artis lokal daerah seperti Rita br Ginting serta Rainson Surbakti dan dihadiri ribuan warga masyarakat yang tampak antusias menikmati hiburan yang ada.

Diawali gerak jalan santai dengan rute ruas Jalan Jamin Ginting depan Jambur Halilintar mengitari kawasan Simpang Selayang menuju kembali ke lapangan Jambur, kegiatan itu dilanjutkan lomba senam Gemoy dan Lucky draw berhadiah sepeda motor, mesin cuci, TV dan peralatan elektronik lainnya.

Ditemui sejumlah wartawan di sela-sela kegiatan, dr Irsan Tama menyampaikan, kemeriahan dalam acara jalan sehat yang digelar merupakan antusias warga atas kegiatan sosial yang selalu dilakukan Komunitas Indonesia Tionghoa bersama sahabat dr Irsan Tama.

“Kegiatan hari ini merupakan antusiasme dari warga masyarakat yang ada di sekitar lokasi yang telah merasakan kepedulian KITA dan sahabat dr. Irsan Tama dengan lingkungan sosial khususnya kesehatan,” sebutnya.

Kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan oleh Komunitas Indonesia Tionghoa dan sehabat dr. Irsan Tama selama ini dikatakannya juga merupakan gerakan dukungan kepada pasangan Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024 yang akan terlaksana dalam waktu dekat.

“Saya bersama Komunitas Indonesia Tionghoa bersama-sama dalam melakukan kegiatan sosial dalam hal ini saya membidangi persoalan kesehatan di KITA. Kegiatan sosial yang kita lakukan termasuk hari ini juga merupakan dukungan untuk memenangkan pasangan Prabowo-Gibran dalam pilpres 2024 satu putaran,” sebut dr. Irsan Tama didampingi Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran di Sumut, Ade Jona Prasetyo.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran di Sumut, Ade Jona Prasetyo menyampaikan, TKD Prabowo-Gibran akan selalu mendukung setiap kegiatan para relawan yang akan memenangkan pasangan Prabowo-Gibran satu putaran.

“Ya intinya kami dari TKD Prabowo-Gibran selalu mendukung setiap kegiatan yang dibuat para relawan untuk memenangkan pak Prabowo-Gibran lima tahun ke depan dalam satu putaran,” tandasnya. (man/tri)

Banyak Warga Miskin di Kampung Anggrung Mengaku Tak Dapat Bansos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jangankan mendapatkan bantuan sosial (bansos), cara untuk bisa mendapatkan bansos pun tidak diketahui oleh sebagian besar warga miskin di Kampung Anggrung. Alhasil program-program bantuan yang seharusnya dapat dinikmati, menjadi tak tersentuh sama sekali oleh warga disana.

Hal itu diungkapkan warga saat Anggota Komisi III DPRD Medan, Mulia Syahputra Nasution menggelar sosialisasi Perda Kota Kota Medan Nomor 5 tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan di Jalan Mongonsidi IV Lingkungan 7, Kelurahan Anggrung, Kecamatan Medan Polonia, Sabtu (27/1) sore.

Saat kegiatan itu, hampir seluruh tamu undangan yang hadir mengaku tidak paham bagaimana caranya agar bisa mendapatkan program bantuan pemerintah. Sebab selama ini, mereka hanya bisa menyaksikan sebagian jiran tetangga menerima bantuan sosial, baik itu PKH, BPNT, maupun program bantuan lainnya.

Elvi Suriani br Bangun misalnya. Ia menanyakan kepada Mulia syarat untuk mendapatkan program bantuan pemerintah. Sebab sepengetahuannya, masyarakat yang menerima bantuan tersebut hanya itu-itu saja setiap tahunnnya. Sementara masyarakat lainnya, tidak kebagian.

“Apakah kita yang dapat bantuan BPJS pemerinta bisa dapat bantuan lainnya. Apa syaratnya untuk dapatkan bantuan lainnya pak dewan,” tanyanya.

Sementara warga lainnya, Rismawarni br Purba, mengaku masih banyak warga Kelurahan Anggrung khususnya di Lingkungan 7 yang sama sekali belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Sebaliknya, ada warga yang mendapatkan salah satu bantuan namun masih bisa mendapatkan bantuan yang lain.

“Tolong bantu kami bagaimana caranya pak dewan supaya kami bisa dapat bantuan juga. Kalau tidak bisa dapat banyak program bantuan, salah satu bantuan pun jadilah,” ungkapnya.

Menjawab semua keluhan warga, Mulia Syahputra Nasution menyebutkan bahwa setiap warga yang ingin mendapatkan bantuan pemerintah harus terdaftar terlebih dahulu di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Setelah itu, data yang masuk tersebut akan diverifikasi oleh pihak kelurahan.

“Silakan bapak dan ibu datang ke kantor lurah, temui operator SIKS NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation). Setelah data masuk, nanti data bapak-ibu akan dicek oleh Kementerian Sosial, program apa yang bisa diberikan sesuai hasil verifikasi pihak kelurahan,” terangnya.

Politisi muda Partai Gerindra ini menambahkan, tujuan DTKS ini agar penyalurannya ke masyarakat dapat dilakukan secara jelas. Sebab sebelum adanya DTKS, banyak bantuan yang diberikan tidak tepat sasaran.

“Akhirnya apa, angka kemiskinan di Kota Medan tak berkurang, yang dapat bantuan orangnya itu-itu aja. Sementara fakta di lapangan masih banyak warga kurang mampu yang benar-benar butuh bantuan. Inilah yang sedang ditertibkan Pemerintah Pusat dan Pemko Medan,” jelasnya.

Kepada masyarakat Lingkungan 7 Kelurahan Anggrung, Kecamatan Medan Polonia, Mulia meminta masyarakat untuk bersabar. Pasalnya, Pemko Medan tengah memikirkan cara agar semua program yang diluncurkan Wali Kota Medan Bobby Nasution bisa dirasakan bagi warga kurang mampu.

“Intinya bapak dan ibu harus terdaftar dulu di DTKS. Kalau sudah terdaftar, pasti bisa dapatkan bantuan, apakah itu PKH, KIP, KIS, BPJS Kesehatan PBI dan lain-lain,” pungkasnya. (map)

DPRD Medan Imbau Masyarakat Pahami Program UHC Pemko Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat kini tidak perlu ragu ataupun khawatir untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Sebab, saat ini Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC).

Hal itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution ST saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Tuba I, Kelurahan TSM III, Kecamatan Medan Denai, Sabtu (28/124) sore.

“Jadi bapak ibu sekarang bisa berobat menggunakan kartu tanda penduduk (KTP). Tidak perlu lagi memikirkan punya BPJS, menunggak ataupun tidak punya,” ucap Dedy.

Politisi Gerindra ini mengatakan, program UHC ini merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam menjamin kesehatan masyarakat.

“Meski begitu, masyarakat harus paham juga program UHC ini. Bahwasanya bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit yang memang bekerja sama dengan pemerintah,” ujarnya.

Dedy menyadari, memang masih ada saja beberapa rumah sakit yang terkadang kurang memberi pelayanan kesehatan maksimal terhadap masyarakat.

“Kalau memang ada yang merasa ditolak, silahkan laporkan, pasti akan kita tindaklanjuti. Memang sudah menjadi tugas kami untuk membantu bapak ibu semua dan memastikan semua program pemerintah berjalan maksimal,” tutupnya.

Usai menyampaikan sambutannya, Dedy pun mempersilahkan masyarakat untuk menyampaikan keluhannya. Salah seorang warga, Bahrumsyah menyebut bahwa tidak semua masyarakat paham akan program UHC.

“Masih banyak diantara kami yang tidak paham pak. Karena sering juga kami datang ke rumah sakit swasta mendapat penolakan dan penanganannya lambat,” ucapnya.

Mendengar hal itu, Dedy pun meminta masyarakat yang mendapat penolakan untuk melapor dan membuat buktinya agar segera ditindaklanjuti.

“Memang ada rumah sakit swasta yang tidak bekerja sama dengan pemerintah, ada juga yang bekerja sama namun terkesan bertele-tele. Untuk itu, masyarakat diharapkan melaporkannya. Meski terkadang ada penolakan dari rumah sakit, bapak ibu juga harus melihat niak baik pemerintah yang mengcover kesehatan. Jadi jangan ujug-ujug langsung menyalahkan akan pemerintah,” pungkasnya. (map)

Bersama Prabowo-Gibran, Pemuda Papua Bakal Jadi Aktor Menuju Indonesia Emas 2045

Cawapres nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Sumatera Utara (Sumut), Ade Jona Prasetyo mengungkapkan, pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memiliki program pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia, termasuk Papua.

Menurut pria yang akrab disapa Jona itu, Papua berhak mendapatkan fasilitas yang sama seperti di Pulau Jawa maupun Sumatera. Hal ini dikuatkan dengan munculnya narasi di berbagai kesempatan, bahwa bila nanti keduanya terpilih sebagai pemimpin Indonesia, tidak ada lagi istilah jawasentris dalam pembangunan. Menurut Jona, masyarakat Papua punya hak yang sama dengan masyarakat dari pulau lainnya.

Pria yang juga maju dalam Pileg DPR RI Dapil Sumut 1, nomor urut 2 dari Gerindra itu juga mengatakan, upaya pembenahan lebih dari sekadar sektor pembangunan. Pasangan Prabowo-Gibran ingin memaksimalkan potensi SDM, khususnya para pemuda agar turut menjadi aktor menuju Indonesia Emas.

“Pemuda Papua juga jumlahnya tidak sedikit dan kapabilitasnya juga belum diselami mendalam. Kami sangat yakin, banyak pemuda Papua yang dapat membawa negeri ini menjadi lebih maju. Makanya, ini harus kita sentuh. Pemuda dan masyarakat Papua harus dilibatkan dan menjadi aktor dalam agenda Indonesia Emas. Bersama Prabowo-Gibran Insya Allah kita buat Papua Maju,” tegasnya.

Sebelumnya, Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Papua dalam rangka dialog kemenangan untuk Indonesia Timur. Menurutnya, Papua berhak mendapatkan fasilitas negara seperti di daerah-daerah yang selama ini menjadi fokus pemerintah (dwi/ram)