32 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 838

Pelaku Begal di Bawah Umur Disikat Polisi, Air Softgun dan Parang Panjang Disita

BEGAL: Pelaku begal yang masih di bawah umur ditangkap polisi.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO- Unit Reserse Kriminal Polsek Binjai Barat menangkap lima orang, yang empat di antaranya masih di bawah umur, Jumat (8/12/2023) dini hari. Kelimanya diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau begal terhadap korban berinisial YR (19).

Kasi Humas Polres Binjai, Iptu Riswansyah menjelaskan, korban dibegal di Jalan Mayjen Sutoyo, Kelurahan Suka Maju, Binjai Barat, Kota Binjai, Jumat (8/12/2023) sekitar pukul 01.30 WIB. Usai melakukan aksinya, korban membuat laporan polisi dan langsung diselidiki Polsek Binjai Barat.

Laporan korban dengan nomor: LP/B/107 /XII/2023/SPKT/Polsek Binjai Barat/Polres Binjai. “Awal terjadinya curas ketika korban mau pulang ke rumah dengan mengendarai sepeda motor Yamaha N-Max BK 4033 RBK. Sebelum kejadian, korban sudah diikuti oleh kelima pelaku dengan mengendarai tiga sepeda motor,” kata Riswansyah, Selasa (12/12/2023).

Kelima pelaku masing-masing berinisial AL alias Aziz (22), IP (19), GF (18), RK (18) dan MA, warga Kecamatan Sunggal, Deliserdang. “Aksi begal yang dilakukan pelaku dengan mendekati korban sambil menodongkan senjata (air softgun) dan mengacungkan senjata tajam (parang) ke arah korban,” kata Riswansyah.

Korban tidak dapat melawan ketika dihadapkan dengan situasi tersebut. Namun demikian, korban berusaha melawan dengan cara menghindar.

Melihat korban berusaha menghindar, para pelaku langsung memukulkan air softgun ke pundak korban hingga terjatuh. Setelahnya, kelima pelaku merampas dan melarikan sepeda motor korban ke arah Kota Binjai.

“Setelah menerima laporan korban, langsung dilakukan penyelidikan. Dan diketahui kelima pelaku sedang berada di Jalan Soekarno-Hatta Kecamatan Binjai Timur yang akhirnya ditangkap sekitar pukul 03.00 WIB,” serunya.

Kepada polisi, kelima pelaku mengakui perbuatannya. Barang bukti yang disita polisi yakni, sepucuk senjata api jenis air softgun, sebilah parang panjang beserta sarungnya terbuat dari besi warna hitam dan 1 STNK Yamaha N-Max BK 4033 RBK.

“Kelima pelaku disangkakan pasal 365 ayat 2 ke 1e dan 2e KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (ted/ram)

Puluhan Truk Geruduk Polres Langkat

TRUK: Puluhan sopir beserta truk berbaris di samping Polres Langkat, Stabat.Teddy Akbari/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO- Puluhan sopir dengan membawa truk menggeruduk Mapolres Langkat di Stabat, Selasa (12/12/2023). Kedatangan mereka untuk mendesak agar Polres Langkat melakukan penindakan terhadap aksi dugaan pungutan liar di Desa Tanjung Keriahan, Kecamatan Sirapit, Langkat.

Ditambah lagi, beredar video berdurasi 61 detik adanya dugaan penganiayaan yang menimpa sopir truk ketika menolak adanya dugaan pungutan liar tersebut. Salah seorang sopir, Zulkarnain menjelaskan, kedatangan mereka beramai-ramai sebagai bentuk dukungan kepada Polres Langkat untuk melakukan penindakan.

“Banyak kali hambatan, pengutipan liar (pungli) kalau kami melintas di daerah Desa Tanjung Keriahan sampai Simpang Padang Cermin,” kata Zulkarnain.

Kata dia, mereka para sopir kerap dimintai uang oleh masyarakat maupun sekelompok orang yang mengaku pemuda setempat. “Kami dimintai (uang) dari Rp5 sampai Rp10 ribu per trip. Lebih kurang ada 20 titik kami dimintai uang,” kata Zulkarnain.

Ketika tidak diberikan sopir, sekelompok massa dari pemuda setempat juga tidak segan-segan melakukan pengancaman. Bahkan, juga melakukan perusakan terhadap truk para sopir.

“Kemarin teman kami sopir dianiaya karena gak mau kasih uang. Teman kami dipukul, kalau gak dikasih juga, mau juga orang itu merusak truk. Dan truk kami dilempari batu saat melintas,” ujar Zulkarnain.

“Harapan kami pihak kepolisian agar diberantas itu semua, biar tidak ada pengutipan lagi, biar jalan kerja kami aman,” sambungnya.

Zulkarnain menambahkan, aksi pungli ini sudah lama terjadi. “Dulu kami kasih Rp2 ribu per trip. Cuma belakangan gak mau lagi, sekarang Rp5-10 ribu per trip. Satu hari bisa tiga trip per truk. Sedangkan truk yang melintas hampir ratusan,” serunya. (ted/ram)

Sekda Binjai Buka Monitoring dan Evaluasi Program Keamanan Pangan BPOM

KEGIATAN: Sekda Binjai, H Irwansyah Nasution (tengah) saat membuka kegiatan monitoring dan evaluasi program keamanan pangan BPOM di aula balai kota, Senin (11/12/2023).Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah Binjai, H Irwansyah Nasution membuka kegiatan monitoring dan evaluasi program intervensi keamanan pangan tahun 2023. Kegiatan ini digelar Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) di Aula Balai Kota Binjai, Senin (11/12/2023).

Acara monitoring dirangkai dengan Penandatanganan Rencana Aksi Program Keamanan Pangan Tahun 2024 serta Penyerahan Sertifikat Kelurahan Pangan Aman dan Penyerahan Sertifikat Sekolah dengan PJAS (Pangan Jajanan Anak Sekolah) Aman. Dalam sambutannya, Irwansyah mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Kepala BPOM Medan beserta jajaran, atas komitmen penuhnya dalam memajukan keamanan pangan di Kota Binjai.

Baik di kelurahan, sekolah dan pasar. Sekda menyebut, program keamanan pangan ini sangat penting.

Alasannya jika ditemukan bahan berbahaya pada pangan, alangkah bahayanya jika dikonsumsi. Dia menyebut, program ini perlu dilaksanakan mulai dari tingkat masyarakat sampai ke tingkat individu atau keluarga secara konsisten.

Sebab, masyarakat berhak memperoleh pangan yang aman, bermutu dan bergizi. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan kita ini, diharapkan sinergritas antara Pemko Binjai dengan BPOM tetap terjalin dengan baik dalam pelaksanaan pembinaan dan pengawasan obat dan makanan serta mampu memberi perlindungan kepada masyarakat Kota Binjai,” kata Irwansyah.

Dalam kesempatan ini, dia juga mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam menciptakan pangan yang aman bagi masyarakat. “Pekerjaan pengawasan ini tidak dapat dilakukan sendiri oleh Pemerintah Kota Binjai, namun perlu dukungan dari semua pihak dan stakeholder terkait,” katanya.

“Selamat kepada kelurahan dan sekolah-sekolah yang menerima sertifikat Kelurahan Pangan Aman dan sertifkat Sekolah dengan PJAS Aman,” pungkasnya. (ted)

Sidang Paripurna PAW, Empat Anggota DPRD Medan Dilantik

PAW: Ketua DPRD Medan, Hasyim saat memasangkan lencana kepada anggota PAW di Medan, Selasa (12)12/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Kota Medan menggelar sidang paripurna Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap empat Anggota DPRD Medan di gedung DPRD Medan Jalan Kapten Maulana Lubis No.1 Medan, Selasa (12/12/2023). Hal itu dilakukan untuk melaksanakan keputusan Gubernur Sumut terkait PAW.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Medan, Hasyim SE didampingi para wakilnya, Ihwan Ritonga, Rajudin Sagala dan HT Bahrumsyah serta anggota DPRD lainnya.

Turut hadir Wali Kota Medan, Bobby Nasution didampingi Wakil Wali Kota Medan, H Aulia Rachman, pimpinan OPD, Forkopimda Kota Medan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lainnya.

Membuka rapat paripurna, Hasyim membacakan keputusan Gubernur Sumut terkait pengangkatan dan pemberhentian empat anggota DPRD Medan yang dilakukan PAW.

Selanjutnya, Hasyim pun mengambil sumpah empat anggota DPRD Medan yang baru, yakni Jaya Saputra, Abdullah Roni, H Ilhamsyah dan Bukhari yang diakhiri dengan penyematan Lencana DPRD Kota Medan.

“Dengan ini secara resmi PAW dilakukan terhadap 4 anggota DPRD Medan di sisa masa jabatan periode 2019-2024,” ucap Hasyim.

Sementara itu, Wali Kota Medan, Bobby Nasution dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada 4 anggota DPRD Medan yang baru dilantik.

“Ini merupakan prestasi yang harus dijaga sepenuh hati dan ikhlas. Jaga kepercayan yang diberikan masyarakat, jadilah wakil rakyat yang berintegritas tinggi serta amanah. Sebab pertanggungjawabannya bukan hanya di dunia, tapi di akhirat,” ujarnya.

Dengan adanya PAW ini, Bobby pun berharap Anggota DPRD Medan yang baru bisa turut berperan aktif dalam membangun Kota Medan.

“Saya berharap para anggota dewan yang dilantik bisa menjadi wakil rakyat yang memiliki kontribusi positif. Sehingga cita-cita dan harapan kita untuk kemajuan Kota Medan bisa terwujud,”:tutupnya.

Seperti diketahui, adapun empat anggota DPRD Medan yang dilantik, yakni Jaya Saputra menggantikan Siti Suciati (Fraksi Gerindra), Abdullah Roni menggantikan Diko Eka Suranta Meliala (Fraksi Gerindra), H Ilhamsyah menggantikan M Afri Rizki Lubis (Fraksi Golkar) dan Bukhari menggantikan Irwansyah (Fraksi PKS).
(map)

Disdikbud Kota Tebingtinggi Gelar Festival Seni dan Budaya

BUKA: Sekretaris Dinas Pendidkan dan Kebudayaan Kota Tebingtinggi Drajat membuka kegiatan Festival Seni dan Budaya di SMP Negeri 5 Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO- Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar Festival Seni dan Budaya Disdikbud Kota Tebingtinggi di Lapangan SMP Negeri 5 Jalan Letda Sudjono, Kelurahan Pinang Mancung, Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi, Senin (11/12/2023) sore.

Festival Seni dan Budaya ini digelar mulai hari Senin, 11 Desember 2023 hingga nantinya berakhir pada hari Jumat, 15 Desember 2023 dan diikuti oleh ratusan siswa siswi mulai dari tingkat SD hingga SMP di Kota Tebingtinggi.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drajat mewakili Kadisdikbud, mengatakan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi keanekaragaman macam budaya yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagaimana kita ketahui, di Indonesia, sangat banyak macam budaya, bahasa sebanyak 720 jenis bahasa daerah dan terdiri dari 1.340 suku bangsa.

“Tentu setiap suku mempunyai budaya masing-masing, dengan latar belakang itulah diadakan kegiatan ini, agar kita tetap menghargai dan melestarikan budaya-budaya kita seperti budaya seni dan olahraga tradisional,” kata Drajat.

Diakhir, Drajat juga meminta kepada peserta, siswa SD dan SMP, agar siap bertanding menjunjung sportifitas, serta kepada Panitia agar melakukan penilaian yang objektif.

“Selamat bertanding, jaga kekompakan. Jangan saling membully tapi harus saling menghargai dan saling mensupport antara satu dan lainnya. Sekali lagi siap kalah, kalau kalah memang itulah kemampuan kita, asal penilaiannya secara objektif,” tutup Drajat.

Sebelumnya, Kepala SMP Negeri 5 Kota Tebingtinggi , Tengku Asmaliyah mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas digelarnya festival ini di SMP Negeri 5, seraya berharap kepada guru dan siswa yang mengikuti kegiatan, merasa nyaman, aman dan tentram.

“Kami selaku tuan rumah memohon maaf apabila nantinya ada tutur kata, sikap dan tingkah laku kami yang mungkin tidak berkenan. Terima kasih atas kehadirannya di sekolah kami ini,” pungkas Asmaliyah.

Festival Seni dan Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tebingtinggi ini digelar dengan berbagai kegiatan, diantaranya lomba gobak sodor tingkat SD dan pertandingan bola kaki ayam tingkat SMP. Lomba karnaval budaya Tingkat SMP tanggal 13 Desember di Gedung Balai Kartini Baru, lomba Paduan Suara tingkat SD tanggal 13 Desember di Gedung Balai Kartini Baru. (ian/ram)

Freddy Simangunsong Dianggap Korban Berita Viral

KONFERENSI PERS: Penasihat Hukum FS menilai, dugaan kasus pencabulan yang dilakukan FS terhadap korban berinisial SFS (15) terlalu dipaksakan dalam konferensi pers. (fajar)

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO- Penasihat Hukum Fredy Simangunsong (FS), Arianto SH dan Masmulyadi SH menilai, dugaan kasus pencabulan yang dilakukan kliennya terhadap korban berinisial SFS (15) terlalu dipaksakan. Menurut Arianto, sejauh ini tidak ada ditemukan bukti secara otentik yang menyatakan Fredy Simangunsong adalah pelaku pencabulan itu.

“Secara hukum tidak ada bukti yang menyatakan perbuatan cabul. Visum tidak ada. Dan hasil visum terbukti nol. Karena sudah dilihat saat dijadikan bukti waktu sidang Prapid, tidak ada robek selaput kelamin, tidak ada lebam tangan dan paha. Itu jelas disampaikan di pengadilan,” kata Arianto dalam sebuah konferensi pers, di Rantauprapat, Senin (11/12/2023) petang.

Arianto menyebut, tudingan ini bukan tanpa alasan. Sebab, berkas perkara klien mereka malah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara ketika FS saat itu tengah melakukan upaya Praperadilan (Prapid). Padahal, ia telah melayangkan surat kepada Kejatisu dan Kejagung untuk tidak P21-kan perkara tersebut. Karena masih dalam proses Praperadilan.

“Kita sudah mengirim surat ke Kejati dan Kejagung untuk tidak P21 kan, karena perkara ini masih dalam proses Praperadilan. Kenapa dipaksakan FS ini cepat-cepat disidangkan, seharusnya tunggu dong, ngapain dipaksakan seolah kejar-kejaran,” sebutnya.

Menurut Arianto, kasus ini begitu sangat luar biasa. Dan diduga merupakan bagian dari penjegalan terhadap pihaknya di tengah upaya Praperadilan yang dilakukannya. Seharusnya, pihak Kejaksaan menghormati upaya klien nya untuk lebih dulu menyelesaikan proses Praperadilan yang saat itu tengah berjalan.

“Saya yakin FS tidak bersalah. Kasus ini luar biasa, ini seperti penjegalan, kenapa gak nunggu Prapid? Prapid tidak menghapuskan perkara, kalau memang ada bukti silakan lanjutkan. Tapi kenapa belum selesai Prapid sudah di P21-kan?,” kata Arianto.

Bahkan, lanjut Arianto, surat penangkapan terhadap kliennya FS juga dinilai janggal. Sebab, di dalam surat tidak ada memuat tanggal masa berlaku penangkapan terhadap FS. Menurutnya, surat penangkapan terhadap klien nya dapat dinyatakan tidak prosedural dan cacat formal.

Tak hanya itu, Arianto menyebut FS diduga menjadi korban berita viral. Mengingat FS merupakan suami dari Wakil Bupati Labuhanbatu. Jabatan sang istri inilah yang menurut Arianto penyebab viralnya kasus ini hingga menyebar di kanal Youtube, dan berbagai media sosial lainnya.

“Kenapa kasus ini naik ke Polda, itu karena berita viral. Berita ini viral karena jabatan sang istri yang merupakan seorang wakil bupati, inilah yang diduga digunakan untuk menindak FS dengan prosedur tidak benar,” ucapnya.

Selain itu, Arianto menduga kasus ini memiliki hubungan dengan trek record perpolitikan FS yang selama ini dikenal cukup mendominasi. Ditambah lagi, anak-anak FS yang saat ini sedang bertarung dalam Pemilihan Legislatif pada Pemilu 2024 mendatang.

“Setelah kita lihat-lihat berita, ada oknum politik tertentu supaya FS dan keluarga tidak jauh di kancah dunia politik, kami menduga ini upaya untuk mematikan karir beliau. Kalau tidak ada bukti, seharusnya kasus ini dihentikan, kenapa polisi tidak SP3?,” kata Arianto.

Meski secara hukum tidak ada bukti menyatakan adanya perbuatan cabul, namun Arianto tetap menghormati proses hukum yang saat ini tengah berjalan. Arianto menegaskan, pihaknya akan terus melakukan upaya hukum untuk memperjuangkan hak-hak saudara FS.

“Secara hukum tidak ada bukti yang menyatakan perbuatan cabul, namun kami tetap hormati proses hukum yang berlaku, kami menghimbau pengadilan khususnya menangani perkara ini, kita akan berjumpa, kami akan melakukan upaya hukum,” tegasnya.

Sejumlah tokoh Labuhanbatu dan beberapa mantan anggota DPRD dan tokoh pemuda Labuhanbatu menyatakan mendukung perjuangan Fredy Siamngunsong yang saat ini sedang menjalani proses hukum dalam kasus dugaan pencabulan.

Diantaranya, mantan Wakil Bupati Labuhanbatu periode 2005-2010 Sudarwanto mengaku mengenal Fredy sejak tahun 1987. Dia mengenal sosok yang selalu dekat dengan lingkaran kekuasaan di daerah itu. FS selalu dekat dengan siapapun Kepala Daerah atau Bupati Labuhanbatu dari masa ke masa.

“Fredy Siamngunsong ini aktif berorganisasi. Selain pernah menjadi ketua OKP Ikatan Pemuda Karya (IPK) pertama di Labuhanbatu juga pernah menjadi Ketua KNPI. Dan sebagai Ketua pomparan Sonak Malela dan aktif dalam berbagai kegiatan pembinaan masyarakat,” kata Sudarwanto,

Dia mengatakan, FS yang dia kenal telah menikahi beberapa wanita sebagai bukti bahwa FS adalah pria bertanggungjawab. Sehingga, ia meyakini, FS tidak akan melakukan perbuatan cabul itu. Karena sangat mengenalnya, dan berharap kasus ini tidak dijadikan komoditas dalam persaingan politik yang ada di Labuhanbatu.

“Saya tidak ikutan lagi dunia politik, cuma saya prihatin FS dijadikan korban komoditas politik. Kalau ingin membangun Labuhanbatu, ayo berpolitik dengan sehat. Saya harapkan sebagai masyarakat sama-sama kita bangun dan pelihara Labuhanbatu, jangan jadi komoditas yang menyebabkan hal-hal negatif,” ungkapnya. (fdh/ram)

Kabar Baik, Dinkes Medan Sebut Dua Anak Terpapar Mycoplasma Pneumonia di Medan Sudah Sembuh

Ilustrasi Mycoplasma Pneumonia.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan memberikan kabar baik terkait dua kasus Mycoplasma Pneumonia yang ditemukan di Kota Medan. Dinkes Medan memastikan, dua anak yang terjangkit Mycoplasma Pneumonia tersebut telah dinyatakan sembuh.

“Kedua pasien sudah sembuh,” ucap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Pocut Fatimah Fitri kepada Sumut Pos, Selasa (12/12/2023).

Dengan demikian, saat ini tidak ada kasus Mycoplasma Pneumonia aktif di Kota Medan.

Begitupun, dr Pocut mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Medan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti Surat Edaran (SE) No.000/8557 tentang Kewaspadaan Penyakit Mycoplasma Pneumonia di Kota Medan yang telah dikeluarkan Dinas Kesehatan Kota Medan.

“Kita tetap menganjurkan warga agar memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan serta menjaga kesehatan,” ujarnya.

Ditanya terkait hasil tracing yang dilakukan Dinkes Medan terhadap orang-orang yang melakukan kontak dengan kedua pasien yang sempat terpapar Mycoplasma Pneumonia di Kota Medan tersebut, dr Pocut enggan berkomentar.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Kesehatan menemukan dua kasus Mycoplasma Pneumonia di Kota Medan. Hal itu diketahui setelah Dinkes Medan mendapatkan laporan dari rumah sakit swasta di Kota Medan yang menangani dua pasien tersebut.

“Dapat kami sampaikan bahwa hingga saat ini sudah ada dua kasus Mycoplasma Pneumonia yang dilaporkan dari Rumah Sakit Swasta di Kota Medan,” ucap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Medan, dr. Pocut Fatimah Fitri kepada Sumut Pos, Minggu (10/12/2023) lalu.

Dijelaskan Pocut, dua kasus Mycoplasma Pneumonia tersebut menjangkit dua orang anak. Pertama, kasus Mycoplasma Pneumonia di Kota Medan menjangkit seorang belita berusia 1 tahun 10 bulan, dan kasus kedua menjangkit seorang anak berusia 8 tahun 8 bulan.

Ia menjelaskan, kasus pertama tersebut ditemukan pada 28 November 2023 dan kasus kedua ditemukan pada 8 Desember 2023 yang lalu.

“Pada tanggal 28 November 2023 kita temukan satu kasus (Mycoplasma Pneumonia) yang menjangkit anak usia 1 tahun 10 bulan. Kemudian pada tanggal 8 Desember 2023, kita temukan satu kasus lainnya yang menjangkit anak usia 8 tahun 8 bulan,” jelasnya.

Tak hanya ditemukannya dua kasus Mycoplasma Pneumonia di Kota Medan, Dinkes Medan juga menyebutkan bahwa saat ini telah terjadi trend kenaikan Covid-19 di Kota Medan.

“Adapun terkait Penyakit Covid-19 yang dari berbagai sumber informasi terjadi kenaikan kasus, maka untuk di Kota Medan dapat kami sampaikan memang sudah ada trend peningkatan kasus,” tutupnya. (map/ram)

Bukhari SE jadi Anggota DPRD Medan, Kita Perpanjangan Tangan Rakyat

DILANTIK: Bukhari SE (3 kiri) saat dilantik menjadi Anggota DPRD Medan, Selasa (12/12).DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

POLITISI Partai Keadilan Sejshtera (PKS) Bukhari SE tampak bersemangat saat dilantik sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan untuk sisa masa jabatan 2019-2024, Selasa (12/12).

Selain Bukhari bersama H Ilhamsyah SH (Golkar) serta Abdullah Roni dan Jaya Saputra (Partai Gerindra) dilantik sebagai penganti antar-waktu Anggota DPRD Medan oleh Hasyim SE (ketua DPRD Medan) disaksikan Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM (wali Kota Medan). Pelantikan di Gedung DPRD Medan ini disaksikan tokoh agama, pimpinan partai, keluarga anggota dewan yang baru dilantik dan undangan lainnya.

Suami Rayi Alziah Fitri SFilI memiliki anak yakni Muhammad Fatih, Dzakariah Yumna, Ahmad Bahru Darussalam, Raihanah Afifah, Abdullah Fadhil Azhim, Hanif Habiburrohman dan Aisyah Salsabila. Semangat dan kemampuan dari ayah dari tujuh anak ini untuk menjadi wakil rakyat yang memiliki motto untuk selalu berbuat baik dan bermanfaat bagi orang lain.

Bukhari SE menamatkan pendidikan dasar di SD Perguruan Pahlawan Nasional Medan. Lalu menamatkan pendidikan menengah di SMP Negeri 25 Medan dan SMA Negeri 3 Medan. Terakhir, ia menyelesaikan pendidikan strata-1 Ekonomi Akuntansi Universitas Sumatera Utara.

Pengurus Bidang Ketenagakerjaan PKS Kota Medan ini memiliki riwayat pekerjaan sebagai staf pengajar Canada English Course Medan, anggota Tim Audit Kantor Akuntan Publik Tarmizi Taher Medan, tenaga ahli Fraksi PKS DPRD Kota Medan serta branch manager Rumah Zakat Cabang Medan dan Bandaaceh.

Anggota DPRD Kota Medan ini juga punya pengalaman organisasi. Diantaranya ketua umum Remaja Masjid Jami’ Nurul Ihsan Medan (2019-2001), ketua DPRa PKS Sidorejo Medan Tembung (2002-2004), sekretaris umum Lembaga Kajian dan Studi Islam Kota Medan (2003-2005), Kabid kaderisasi DPC PKS Medan Tembung (2013-2015) dan ketua Cabang Dakwah 3 DPD PKS Medan (2015-2020).

Saat ini Bukhari masih dipercaya sebagai kordinator Bidang Sosial dan Kemasyarakatan BKM Jami’ Nurul Ihsan sejak tahun 2016, sekretaris Ikatan Keluarga Pesisir Selatan Kecamatan Koto XI Tarusan Kota Medan sejak tahun 2016 dan wakil sekretaris Perwiridan Al-Ikhlas sejak tahun 2015.

Usai dilantik sebagai Anggota DPRD Kota Medan, Bukhari SE menegaskan bahwa dirinya tetap memperjuangkan aspirasi masyarakat sesuai peraturan yang berlaku. ”Yang penting kita tetap menampung aspirasi masyarakat untuk disampaikan ke Pemko Medan. Kita perpanjangan tangan rakyat,” kata warga Jalan Sering Nomor 103 Kelurahan Sidorejo Medantembung tersebut. (dmp)