Home Blog Page 863

Pererat Silaturahmi dan Kolaborasi, PFI Medan Berkunjung Ke Kantor PWI Sumut

Ketua PWI Sumut H. Farianda Putra Sinik, saat menerima Kedatangan pengurus baru PFI Medan yang baru saja terpilih

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi dan membangun kolaborasi antar organisasi konsituen Dewan Pers, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan menyambangi kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut di  Jalan Adi Negoro, Medan, pada Jumat (15/12/2023).

Kedatangan pengurus baru PFI Medan yang baru saja terpilih pada Musda PFI Medan beberapa waktu lalu itu, dipimpin langsung oleh Ketua PFI Medan Risky Cahyadi bersama Sekretaris Zulfan Dalimunthe didampingi Koordinator PFI Wilayah Barat Hendra Broetal dan Dewan Etik Andi Rambe.

Ketua PFI Medan Risky Cahyadi menuturkan bahwa kunjungan ke kantor PWI Sumut ini untuk mempererat silaturahmi dan berkolaborasi dalam berbagai rencana dan program kerja yang bisa dilakukan bersama dalam bidang jurnalistik dan lainnya.

“Tentunya kedatangan kami ini tidak lain adalah untuk mempererat tali silaturahmi serta ingin membangun kolaborasi dengan PWI Sumut dalam berbagai hal,” ujar Risky.

Apalagi, kata Risky, PWI merupakan organisasi pers tertua di Indonesia yang sudah ada sejak Tahun 1946, sebagai wadah para wartawan Indonesia untuk tangguh untuk tampil sebagai ujung tombak perjuangan Indonesia dalam menentang kembalinya kolonialisme dan negara lain yang ingin meruntuhkan NKRI.

“PFI Medan ingin mendapatkan masukan dari PWI Sebagai organisasi pers yang berpengalaman dalam bidang jurnalistik. Kami juga ingin belajar dari PWI, untuk membesarkan PFI ke daerah-daerah yang ada di Sumatera Utara,” tambahya.

Sementara itu Ketua PWI Sumut H. Farianda Putra Sinik, menyambut baik dan menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan yang dilakukan oleh para jurnalis foto yang tergabung dalam PFI Medan ke kantor PWI Sumut.

“PWI Sumatera Utara tentunya membuka diri terhadap sesama organisasi konsituen dewan pers. Ini yang kami tunggu-tunggu, sebab kita harus berkolaborasi dan bersinergi dan berperan dalam meningkatkan keterampilan para wartawan dalam menghasilkan produk jurnalistik,”pungkas Farianda.

Farianda menjelaskan bahwa para wartawan yang ada di Sumatera Utara, juga butuh tentang pemahaman fotografi sebagai penunjang berita. Tidak hanya  sekedar menulis berita saja, namun memahami pentingnya fotografi jurnalistik.

“Harapan kami hal ini bisa kolaborasikan antara PWI Sumut dengan PFI Medan, untuk menambah ilmu para wartawan agar lebih professional,”katanya.

Lebih lanjut Ketua PWI Sumut mengatakan ada 10 program PWI Sumatera Utara yang delapan diantaranya adalah program pendidikan.
“Selain mengejar kuantatif, kita juga harus mengejar kualitatif dari para wartawan. Pendidikan tentang kode etik jurnalistik dan kompetensi wartawan sering dilakukan. Yang kurang adalah ilmu tentang fotografi, disinilah kita bisa berkolaborasi”. Wartawan tidak dituntut hanya menulis dengan bagus, memotret juga juga harus bagus” tutupnya. (rel/sih)

Seleksi Penerimaan Anggota Muda, Ketua PWI Sumut: Wartawan Harus Mengerti Kode Etik

Ketua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik (pegang mikrofon) saat membuka seleksi penerimaan anggota muda. (Foto: Ardi Yanuar).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara (Sumut) menggelar seleksi penerimaan anggota muda yang dilaksanakan di Hotel Madani, Medan, Sabtu (16/12/2023).

Sebanyak 55 wartawan dari berbagai media bertarung agar lolos dan terpilih menjadi anggota PWI Sumut.

Ketua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik mengatakan seleksi penerimaan ini adalah proses yang harus dijalankan agar bisa menjadi anggota. Jika wartawan itu lulus, berarti memang layak jadi wartawan.

“Wartawan sebenarnya memang harus melewati seleksi ini, dimulai dari Uji Kompetensi Wartawan (UKW) baru mengikuti seleksi penerimaan anggota muda. Inilah proses yang harus dijalani,” kata Farianda didampingi Sekretaris SR Hamonangan Panggabean dan Wakil Ketua Bidang Organisasi, Rifki Warisan, saat membuka kegiatan seleksi.

Farianda menegaskan tidak semudah dan segampang itu wartawan menjadi anggota PWI. Ada proses dan seleksi yang mesti dilalui.

“Menjadi anggota PWI ini bukan sekedar punya kartu tapi ada proses yang dilalui. Semuanya harus ada proses, tidak ada langsung jadi,” sebutnya.

Farianda yang juga Ketua SPS Sumut ini juga mengungkapkan terkadang para pengurus PWI Sumut harus bertengkar dulu untuk bisa meluluskan atau tidak. Karena memang ada kode etik yang menjadi tarik menarik. Terutama dari hasil berita copy paste. Ia menegaskan jangan sekali-kali wartawan membuat berita dari hasil copy paste. Karena, PWI mengharamkan hal itu.

“Kemudian, yang utama wartawan harus mengerti kode etik, profesional dan bisa membuat berita,” katanya.

Keuntungan jika lulus menjadi anggota PWI, Farianda menjabarkan bahwa jiwa anggota diasuransikan yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan, jika mengalami kecelakaan sampai patah tulang ataupun cacat, PWI akan menanggungnya sampai sembuh.

Selain itu, ketika wartawan mendapat masalah dari produk jurnalistiknya dan dikriminalisasi, PWI akan memberikan bantuan hukum sampai tuntas ke pengadilan.

“Tentunya ketiga, yang paling penting adalah peningkatan sumber daya, pelatihan dan pendidikan. Bukan hanya wartawan yang sebatas anggota PWI, tapi harus bisa mumpuni dan hebat,” ujarnya.

Selanjutnya, Farianda menginginkan agar wartawan anggota PWI mengerti tentang fotografi. Ia berharap wartawan PWI Sumut juga ke depan bisa meraih anugerah jurnalistik Adinegoro.

“Saya ingin wartawan PWI Sumut mendapat penghargaan Adinegoro yang sudah lama dirindukan. Kami ingin semua wartawan yang mengikuti tes ini lulus. Welcome to PWI,” pungkasnya.

Turut hadir sejumlah pengurus PWI Sumut di antaranya, Wakil Ketua Bidang Pendidikan, Sugiatmo, Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan, Amrizal, Wakil Ketua Bidang Media Siber & Multimedia, Austin Tumengkol dan Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan, Ahmad Rivai Parinduri. (rel/sih)

Gandeng Grab, The Reiz Suites, ARTOTEL Curated-Medan Beri Promo Ekslusif kepada Tamu

MEDAN, SUMUTPOS-CO – The Reiz Suites, ARTOTEL Curated – Medan kembali mengumumkan kemitraan strategisnya dengan Grab Indonesia, salah satu perusahaan jasa transportasi yang menyediakan layanan berbasis mobile di Indonesia. Kerjasama yang berlangsung mulai Desember 2023 hingga Februari 2024 ini bertujuan untuk memberikan kemudahan transportasi yang optimal dan memberikan pelayanan eksklusif kepada para tamu yang menginap di The Reiz Suites, ARTOTEL Curated – Medan.

Melalui kemitraan ini, tamu The Reiz Suites akan menikmati keuntungan dalam menggunakan
layanan Grab yaitu potongan tarif khusus sebesar Rp10.000 yang memesan Grab Car dengan tujuan dari dan ke The Reiz Suites, ARTOTEL Curated – Medan hanya dengan menggunakan kode promo REIZSUITES. Kode promo ini berlaku terhitung sejak tanggal 16 Desember 2023 hingga 16 Maret 2024 mendatang.

Anton Subiyakto, General Manager The Reiz Suites, ARTOTEL Curated – Medan mengatakan, kerjasama antara hotel dan jasa transportasi online adalah langkah inovatif dalam memberikan pengalaman terbaik kepada para tamu The Reiz Suites. “Kolaborasi ini bukan hanya tentang menyediakan akomodasi yang nyaman, tetapi juga memastikan perjalanan mereka dari dan ke hotel berjalan lancar. Bersama-sama, kami menciptakan pengalaman menyeluruh yang memadukan kenyamanan tinggal dengan kemudahan aksesibilitas, menjadikan perjalanan tamu sebagai prioritas utama,” katanya.

Untuk informasi lebih lanjut atau ingin melakukan pemesanan kamar silahkan menghubungi The Reiz Suites, ARTOTEL Curated – Medan di Whatsapp Official 061-50300603. (rel/adz)

Rp19,48 Triliun Dicairkan untuk Pembiayaan Rumah Murah

ILUSTRASU: kawasan rumah rumah murah.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah mengalokasikan Rp19,48 triliun dari APBN 2023 untuk program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

FLPP merupakan salah satu program inklusif pemerintah yang digunakan dan dimanfaatkan untuk dukungan pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Untuk tahun ini saja 229.000 unit rumah sudah disalurkan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah dengan nilai pinjaman Rp26,2 triliun dengan berbagai fasilitas seperti uang muka yang dibantu dan juga suku bunga yang lebih rendah,” kata Sri Mulyani, Jakarta, Jumat (15/12/2023).

Pemerintah telah merealisasikan penyaluran sebanyak 229.000 unit atau mencapai 104,09% dari target tahun 2023 yang sebanyak 220.000 unit.

Realisasi penyaluran program FLPP sejak awal program digulirkan tahun 2010 sampai dengan tahun 2023 telah tersalurkan sebanyak 1.398.579 unit rumah.

Sementara apabila dilihat dari target RPJM tahun 2020- 2024, realisasi penyaluran program FLPP periode 2020-2023 mencapai 742.981 unit atau 82,5% dari target RPJM Tahun 2020-2024 yang sebanyak 900.000 unit.

Dengan capaian tersebut dan tahun-tahun sebelumnya, diharapkan target program FLPP untuk pembiayaan perumahan bagi MBR sebagaimana tercantum dalam RPJM Tahun 2020-2024 diperkirakan dapat terlampaui. (fjr/han)

Guru Honorer Nonsarjana Diprioritaskan jadi ASN

UNJUKRASA: Sejumlah guru honorer menuntut untuk diangkat menjadi PNS.

SUMUTPOS.CO – Kabar gembira bagi para guru yang belum sarjana, namun sudah lama mengabdi, akan diangkat menjadi ASN. Pemerintah bakal menerbitkan aturan baru terkait pengangkatan guru-guru yang telah lama mengabdi di daerah tersebut.

Diakui Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Abdullah Azwar Anas, banyak guru-guru di desa-desa yang selama ini belum mengantongi gelar sarjana. Mereka mengabdikan diri mendidik anak-anak di daerah begitu lulus SMA.

Meski sudah mengabdi puluhan tahun, sayangnya mereka sulit mendapatkan kesejahteraan lebih. Sebab, mereka tak bisa diangkat menjadi ASN karena syarat minimal pendidikan belum terpenuhi.

“Tapi pengabdiannya sudah sangat lama di desa-desa. Ini yang selama ini belum tersentuh,” ujarnya saat ditemui usai acara ASN Culture Fest di Jakarta, Kamis (14/12).

Oleh sebab itu, dirinya telah menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melaporkan hal ini. Termasuk, soal rencana seleksi calon ASN (CASN) secara umum di tahun depan.

Rencananya, untuk bisa mengakomodir para pahlawan tanpa tanda jasa ini, Anas akan menerbitkan peraturan MenPANRB (permenpanrb) baru. Yang nantinya bakal memuat aturan soal afirmasi khusus bagi para guru-guru ini.

“Kami akan laporkan total jumlah finalnya. Setelah mendapat arahan dari bapak Presiden nanti, permenpan akan kita terbitkan untuk pengangkatan mereka yang sudah lama mengabdi di desa-desa,” paparnya.

Sebetulnya, kata dia, kebijakan ini bukan barang baru. Pihaknya telah membuat afirmasi serupa khusus di Papua. Karena minimnya guru di sana akhirnya banyak warga yang meski belum sarjana sudah mengajar di satuan pendidikan jenjang SD hingga SMP.

“Papua itu kalau menunggu sarjana tidak akan ada di desa-desa guru-guru (karena minim peminat penugasan, red), termasuk juga di SD-SD, SMP. (Karenanya, red) Kita beri afirmasi khusus di Papua,” tuturnya.

Lalu, lanjut dia, hanya karena tidak sarjana mereka tidak bisa diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) guru. Padahal sudah mengajar puluhan tahun.

“Nah nanti yang ini (secara nasional, red) tinggal menunggu arahan bapak presiden, mudah-mudahan tidak terlalu lama segera kita ambil langkah,” jelasnya.

Selain guru, prioritas rekrutmen CASN lainnya ditujukan di sejumlah kementerian/lembaga yang memang sudah 5 sampai 7 tahun tidak ada rekrutmen ASN kategori pegawai negeri sipil (PNS).

Salah satunya, untuk posisi hakim. Menurutnya, ada kekurangan jumlah hakim hingga 18 ribuan saat ini di Indonesia. Apalagi, seiring dengan pembukaan kabupaten/kota.

“Tapi mungkin nanti tidak harus 18 ribu. Karena kan hakim nggak mungkin diisi PPPK kan. Jaksa kemarin sudah mulai kita isi. Nah ini akan kita selesaikan sesuai dengan prioritas,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek Temu Ismail mengaku, sudah ada koordinasi antar dua kementerian mengenai afirmasi pada guru-guru belum sarjana dengan pengabdian yang cukup lama.

Saat ini, pembahasan lebih lanjut pun terus dilakukan kedua belah pihak. Termasuk mengenai ketentuan-ketentuan khusus misalnya ketentuan minimal masa kerja.

“Rasional masa kerja untuk mendapatkan afirmasi juga sedang dibahas. Sehingga benar-benar layak untuk diberikan,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya pun tengah menyiapkan proses pendataan guru-guru tersebut untuk kemudian diverifikasi dan validasi. (fjr/han)