Home Blog Page 877

Optimis Menang di Sumut, Kesantunan Berpolitik Ganjar Menjadi Role Model TPD Sumut

Kunjungan: Capres Ganjar Pranowo saat kunjungan di Sumut belum lama ini.istimewa.

SUMUTPOS.CO – Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar Pranowo – Mahfud, optimis akan memenangkan Pilpres 2024. TPD menilai, rekam jejak pasangan capres dan cawapres nomor urut 3 tersebut akan membuat keduanya memenangkan hati rakyat, khususny di Sumatera Utara.

“Saya yakin target menang satu putaran akan dicapai di Sumatera Utara,” ucap Ketua TPD Ganjar – Mahfud Sumut, Paul Baja M Siahaan dalam rapat konsolidasi TPD Ganjar – Mahfud Sumut di Jalan Sei Serayu Medan baru-baru ini.

Paul mengatakan, koalisi partai pengusung Ganjar – Mahfud di tingkat Sumut, yakni PDIP, PPP, Hanura dan Perindo juga sangat solid untuk memenangkan capres – cawapres nomor urut 3 tersebut.

“Kami terus memperkuat konsolidasi untuk memenangkan pasangan ini pada Pilpres 2024 mendatang. Penguatan konsolidasi ini tentunya dengan menggelar rapat rutin lintas partai untuk terus mematangkan strategi pemenangan,” ujarnya.

Menurut Paul, saat ini seluruh partai politik sudah melakukan kinerja sesuai dengan arahan dari Tim Pemenangan Nasional (TPN).

Politik santun sebagaimana yang ditegaskan oleh TPN akan dipegang teguh dan konsisten dilaksanakan Tim Pemenangan Daerah Ganjar-Mahfud Sumatera Utara selama kontestasi Pemilihan Umum 2024 berlangsung.

“Politik memang merupakan jalan menuju kekuasaan, tetapi dalam meraih kekuasaan itu mesti dilakukan dengan cara-cara yang baik, santun, dan tidak melanggar aturan,” kata Paul.

Ia menjeleaskan, hal ini sejalan dengan cara dan perilaku yang senantiasa ditunjukkan Calon Presiden, Ganjar Pranowo. Bahkan dalam lawatannya baru-baru ini ke Sumut, Ganjar Pranowo kembali menekankan soal itu.

“Bapak Ganjar selalu mengedepankan kesantunan dalam berpolitik. Beliau tentu menjadi role model bagi kita di TPD Sumut,” tegasnya.

Dilanjutkannya, kekuasaan yang nantinya diperoleh merupakan amanat dari rakyat dan mesti sepenuhnya didedikasikan kembali ke pemegang mandat dalam segala aspek persoalan.

“Politik menjadi jalan menuju kekuasaan yang nantinya harus sepenuhnya didedikasikan untuk membantu dan menjadi solusi atas berbagai persoalan rakyat dan bangsa kita,” lanjutnya.

Paul mengatakan, setiap turun ke akar rumput, pihaknya senantiasa mengajak masyarakat untuk berpolitik secara santun dan beretika. Terlebih, dirinya merupakan pendatang baru di dunia politik yang ingin memulai segala sesuatunya dengan baik. (map)

Jelang Debat, Ganjar-Mahfud Komit Berantas Korupsi dan Wujudkan UU Perampasan Aset

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Juru Bicara TPN Ganjar-Mahfud MD, Chico Hakim mengatakan, pasangan capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD akan memaparkan komitmen antikorupsi dalam debat perdana yang digelar KPU hari ini, Selasa (12/12/2023). Pada debat nanti malam, KPU mengangkat tema Pemerintahan, Hukum, HAM, Pemberantasan Korupsi, Penguatan Demokrasi, Peningkatan Layanan Publik, dan Kerukunan Warga.

“Mas Ganjar dan Prof Mahfud punya program konkret, antara lain melalui percepatan digitalisasi birokrasi untuk pencegahan korupsi, penguatan KPK bersama dengan kejaksaan dan Polri secara sinergis dan harmonis, serta mewujudkan UU Perampasan Aset untuk mengamankan aset negara dari tangan koruptor,” ujar Chico kepada wartawan, Senin (11/12).

Chico menyebut, Ganjar dan Mahfud lahir dan tumbuh sebagai keluarga sederhana. Menurutnya, mereka juga tidak pernah “aji mumpung” walaupun keduanya sudah melewati berbagai jabatan tinggi.

“Rekam jejak juga sudah membuktikan. Mas Ganjar Berhasil membawa semangat “Ora Korupsi Ora Ngapusi” selama menjabat sebagai Gubernur sehingga sampai tiga kali berturut-turut Provinsi Jawa Tengah mendapatkan Penghargaan KPK,” ujarnya.

Selain itu, kata Chico, Mahfud sukses mengungkap berbagai kasus besar seperti kasus Ferdy Sambo, kejanggalan transaksi di Kementerian Keuangan, sampai soal safe deposit box mantan pejabat pajak Rafael Alun.

“Tidak ada kompromi untuk KKN! Maka itu, kita pasti sangat yakin Mas Ganjar dan Prof Mahfud bisa mengimplementasikan semangat Anti Korupsi saat nantinya menjabat menjadi Presiden dan Wakil Presiden untuk membawa Indonesia jadi Lebih Baik,” katanya. (rel/adz)

MossLife Coffee Buka Store Ke-3 di The Plaza Millennium Medan

Pengunjung menikmati sajian kopi di MossLife Coffee yang baru hadir di FoodNation Lantai 5 di The Plaza Millennium Medan. (Ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – MossLife Coffee, merek kopi yang telah dikenal luas karena kualitas kopi premium 100% Arabica dan pengalaman uniknya, dengan bangga mengumumkan pembukaan toko ke-3 mereka di The Plaza Millennium Medan.

Pencapaian ini menandai langkah strategis perusahaan untuk menghadirkan kelezatan kopi mereka tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di luar kota. Setelah outlet pertama dan kedua MossLife Coffee yang berada di Jakarta yaitu di Taman Literasi Blok M- Jakarta Selatan dan Cordela Hotel Senen – Jakarta Pusat, saat ini MossLife Coffee mencoba peruntungan baru di luar Jakarta dan Medan adalah outlet pertama yang dibuka.

Store terbaru ini tidak hanya menambah keberagaman penawaran MossLife Coffee, tetapi juga menandakan komitmen perusahaan untuk menyediakan pengalaman kopi terbaik kepada para pecinta kopi di Medan.

MossLife Coffee yang terletak di FoodNation Lantai 5 di The Plaza Millennium Medan ini didesain dengan konsep yang modern dan cozy, menciptakan suasana yang ideal untuk menikmati kopi berkualitas tinggi sambil bersantai.

“Kami sangat gembira dapat membuka toko ke-3 kami di The Plaza Millennium Medan. Ini adalah langkah penting bagi MossLife Coffee, karena kami tidak hanya memperluas jangkauan geografis kami, tetapi juga membawa kualitas kopi premium kami ke komunitas yang baru.
Kami berkomitmen untuk terus memberikan pengalaman kopi terbaik kepada pelanggan setia kami, ” ujar Direksi MossLife Coffee, Jeany Febriani.

Ditambahkan Jeany, MossLife Coffee adalah brand coffeeshop kekinian yang berkonsep coffee,zen dan sustainability.
MossLife Coffee, juga berkontribusi dalam konsep eco-green. ” Kami menciptakan gerakan Hijau Indonesia sebagai bentuk dukungan kami terhadap kecintaan kami kepada lingkungan. Di MossLife Coffee kami juga berkomitmen secara berkelanjutan untuk menggunakan bahan daur ulang, ” ujarnya. Kedai kopi ini dirancang dengan konsep modular yang fleksibel, dan didukung oleh air dan ekosistem tanaman yang akan memberi Anda suasana santai.

MossLife Coffee di The Plaza Millennium Medan menyediakan berbagai macam menu racikan kopi. MossLife Coffee memiliki menu signature yaitu Mosswanted Coffee yang merupakan perpaduan antara kopi, gula aren dan susu. Tersedia juga menu lainnya yang unik seperti Americano Calamansi Blossom dan Juga Kopi Rum. MossLife Coffee juga memberikan harga yang bersahabat dimulai dari Rp 20.000 sehingga cocok dengan kantong pelanggan milenials. Semua menu dapat diorder melalui pesanan langsung atau bisa order melalui pesan antar Go-Food dan Grab Food. (sih)

Aswan Jaya Ingatkan Masyarakat Asahan Jaga Data dan Privasi di Medsos

ASAHAN, SUMUTPOS.CO- Banyak sekali pengguna media sosial (Medsos) menjadi korban penyalahgunaan data oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Karenanya, menjaga keamanan data dan privasi sangat penting di era medsos saat ini.

Hal tersebut disampaikan Dr Aswan Jaya saat menjadi narasumber pada kegiatan lanjutan Literasi Digital bagi masyarakat di Lautan Kophi, Jalan RA Kartini Asahan, Senin (11/12/2023). Menurut Aswan, dalam UU ITE pasal 26 dan 32 disebutkan, sanksi hukuman yang sangat berat bagi siapa saja yang melakukan pelanggaran penggunaan data tanpa izin pemiliknya,

“Hukumannya bisa sampai 6 tahun penjara dan bahkan denda hingga Rp2 miliar bila menggunakan data elektronik tanpa seizin pemiliknya. Apalagi sampai merugikan pemiliknya dari segi material hingga imateril,” ujar Aswan

Selain Aswan, pelatihan literasi digital ini juga menghadirkan narasumber dari ahli scurity teknologi A Mudy Manurung, dan Budayawan Sumut Johendri Chaniago. Dalam paparannya, A Mudy mengatakan, perlindungan data dan privasi setiap anggota masyarakat dijamin oleh undang-undang. Tidak satupun pihak bisa menggunakan data orang lain tanpa izin.

“Sebaiknya data pribadi dan berbagai pernyataan yang sifatnya privat tidak diposting di media sosial, sehingga meminimalisir kemungkinan data itu dipergunakan oleh pihak lain,” ungkap A Mudy

Di hadapan ratusan peserta, budayawan Sumut Johendri juga berpesan bahwa budaya posmo akhir-akhir ini sering sekali tidak memperdulikan makna dan budaya sehingga sering mengedepankan hal-hal yang tidak bernilai norma. “Untuk mengejar agar viral, kita sering tidak perduli dengan norma dan nilai luhur budaya, sehingga melahirkan nilai dan budaya baru di tengah masyarakat yang mengabaikan makna dari apapun yang dilakukan di media sosial,” pungkasnya. (adz)

PGN, PTGN, dan PGE Teken PJBG 45 BBTUD untuk Industri di Aceh dan Sumatera Utara

KERJA SAMA: Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Rosa Permata Sari, Direktur PGE Anis Haryono, Direktur PGE Eppy Gustiawan, dan President Director PTGN Aminuddin menunjukkan kerja sama pada ceremonial PJBG, Kamis (7/12). Penandatanganan ini juga dihadiri oleh Kadiv Monetisasi Minyak dan Gas Bumi BPMA M. Akbarul Syah Alam.

ACEH, SUMUTPOS.CO – PT PGN Tbk bersama PT Pertagas Niaga (PTGN) dan PT Pema Global Energi (PGE) menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas untuk PT Pupuk Iskandar Muda, industri di Aceh, serta industri di Sumatera Utara. PGE sebagai penjual memasok gas bumi maksimal sebesar 45 BBTUD kepada PGN dan PTGN.

PJBG ditandatangani oleh Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Rosa Permata Sari, Direktur PGE Anis Haryono, Direktur PGE Eppy Gustiawan, dan President Director PTGN Aminuddin. Pada ceremonial PJBG, Kamis (7/12), dihadiri oleh Kadiv Monetisasi Minyak dan Gas Bumi BPMA M. Akbarul Syah Alam.

Sumber pasokan untuk PJBG ini berasal dari Wilayah Kerja (WK) “B”, dimana PGE berkedudukan sebagai Kontraktor dan Operator untuk WK “B”. Penggunaan sumber gas dari WK “B” telah berdasar pada rekomendasi Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) penunjukkan penjual gas bumi Bagian Negara dari WK “B” kepada PGE dan sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah tentang pengelolaan bersama sumber daya alam migas di Aceh.

“Pemanfaatan gas bumi dari WK “B” diharapkan dapat menjaga keberlangsungan penyaluran gas di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Lebih lanjut, dapat menjadi stimulus khususnya bagi PIM dalam proses produksi maupun industri-industri di wilayah Aceh dan Sumatera Utara agar perkonomian wilayah semakin berkembang,” ujar Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Rosa Permata Sari, 10/12/2023.

PGN dan PTGN berharap bahwa alokasi gas dari WK “B” dapat diserap secara optimal kedepan. Tidak hanya memberikan benefit bagi badan usaha migas yang bersangkutan dan konsumen, tetapi juga dapat menjaga penerimaan negara dari sektor hulu migas.

“Kami akan menjaga kapabilitas penyaluran gas dari WK “B” seoptimal mungkin agar pasokan gas handal, sehingga operasional para konsumen dapat sustain dan memberi dampak terhadap perekonomian yang positif,” ujar President Director PTGN Aminuddin.

Rosa menambahkan bahwa PJBG ini juga mengimplementasi harga gas untuk industri tertentu yang meurujuk pada Kepmen 134K/ 2021 dan Kepmen 91K/ 2023. Maka akan dapat memberi andil yang cukup berpengaruh terhadap produktivitas dan daya saing industri penerima manfaat.

“Komitmen PGN, PTGN dan PGE ini bersama-sama untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik. Selain itu, bernilai strategis sebagai solusi penyediaan energi bagi wilayah Aceh dan Sumatera Utara,” tutup Rosa. (rel/ram)

Korupsi Dana BOS, Mantan Kasek dan Bendahara SMK Pencawan Dituntut 7,5 Tahun Penjara

BACA: JPU membacakan tuntutan terhadap kedua terdakwa kasus korupsi secara virtual, Senin (11/12/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pencawan 1 Medan, Restu Utama Pencawan dan Ismail Tarigan, selaku mantan Bendahara Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dituntut masing-masing 7,5 tahun penjara.

Kedua terdakwa dinilai terbukti atas kasus korupsi dana BOS senilai Rp2,1 miliar, sebagaimana Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana Jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan, menuntut para terdakwa masing-masing selama 7 tahun 6 bulan, denda Rp300 juta, subsider 4 bulan kurungan,” tegas JPU Fauzan Irgi Hasibuan, dalam sidang virtual di ruang Cakra 8 Pengadilan Tipikor Medan, Senin (11/12/2023).

Selain itu, terdakwa Restu Pencawan juga dituntut membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp2.122.042.000. Sementara, terakwa Ismail Tarigan tidak dikenakan membayar uang pengganti karena dinilai tidak ikut menikmati.

Menurut JPU, hal memberatkan kedua terdakwa, perbuatan terdakwa tidak sejalan dengan program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Kemudian, berbelit-belit memberikan keterangan dan belum mengembalikan kerugian keuangan negara.

“Hal meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan sopan selama persidangan,” kata JPU.

Usai mendengarkan tuntutan JPU, hakim ketua M Nazir memberikan kesempatan kepada penasehat hukum terdakwa, untuk menyampaikan pembelaan (pledoi) pada sidang pekan depan.

Mengutip dakwaan, semula SMK Pencawan Medan menerima Dana BOS sebesar Rp1.139.880.000 dengan kebutuhan Rp1.400.000 per siswa per tahun pada TA 2018. Pada TA 2019, Triwulan I dan II sebesar Rp749.760.000, yang ditransfer oleh Kemendikbud ke rekening BRI atas nama SMK Pencawan 1 Medan.

Sejumlah item belanja (pengeluaran) ada dilakukan ada dilampirkan pada Laporan Pertanggung jawaban kedua terdakwa namun diduga kuat tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

Antara lain, pembelian buku paket berupa Lembaran Kerja Siswa (LKS) tetapi buku tersebut pembeliannya dilakukan dengan mengutip uang dari siswa/siswi. Restu Utama Pencawan bersama-sama dengan Ismail Tarigan dalam mengelola dana BOS telah melakukan belanja-belanja fiktif.

Terdakwa tidak ada melakukan pembahasan atau musyawarah terkait dengan penerimaan dan penggunaan Dana BOS Tahun 2018 dan Tahun 2019 triwulan I dan II dengan dewan guru dan komite sekolah.

Restu Utama Pencawan bersama Ismail Tarigan melakukan pencairan tahap I Pembangunan Ruang Praktik Siswa (RPS) tahun 2019, tetapi tidak ada melakukan pembangunan terhadap RPS tersebut.

Seyogianya dana BOS dimaksud dipergunakan untuk pengembangan perpustakaan meliputi penyediaan buku teks utama, pemeliharaan buku/koleksi perpustakaan, peningkatan kompetensi tenaga perpustakaan.

Pengembangan data base perpustakaan, pemeliharaan dan pembelian perabot perpustakaan dan atau pemeliharaan dan pembelian AC perpustakaan.

Penggandaan formulir pendaftaran siswa baru, administrasi pendaftaran, penentuan minat/psikotes, publikasi atau pengumuman PPDB, biaya kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dan atau konsumsi penyelenggaraan kegiatan dan transportasi.

Biaya kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler yang meliputi kegiatan pengadaan alat habis pakai praktikum pembelajaran, biaya pengadaan bahan habis pakai praktikum pembelajaran, pembiayaan untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran intrakurikuler, ekstrakurikuler serta pengembangan karakter.

Kegiatan evaluasi pembelajaran yang meliputi kegiatan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan semester, ulangan kenaikan kelas dan atau USBN dan lainnya. (man/ram)

BACA: JPU membacakan tuntutan terhadap kedua terdakwa kasus korupsi secara virtual, Senin (11/12/2023).

Antisipasi Balap Liar, Polsek Tebingtinggi Lakukan Razia Tengah Malam

RAZIA: Jajaran Personel Polsek Tebingtinggi Resor Tebingtinggi melakukan razia antisipasi balap liar di wilayah hukum Polres Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Jajaran Polsek Tebingtinggi menggelar razia kepada pengendara sepeda motor yang mencurigakan melakukan balap liar, yang dilakukan oleh kaum remaja di wilayah hukum Polres Tebingtinggi tepatnya di daerah Jalan Paya Bagas Kecamatan Tebingtinggi dan Jalan Sei Sarimah Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Minggu (10/12/2023) dini hari.

Kapolsek Tebingtinggi yang di wakili oleh Aipda Sutarno dan Aipda L Maharaja dan personel kepolisian lainnya turun ke lapangan melakukan razia sekaligus patroli antisipasi balap liar, karena di daerah ini sering dijadikan arena balap liar oleh anak-anak remaja.

“Karena banyak laporan masyarakat atas keresahan yang ditimbulkan dari balap liar ini, dimana pengguna jalan lainnya terganggu akibat adanya balap liar,” bilang Aipda Sutarno.

Selain mengantisipasi balap liar, tujuan kegiatan ini adalah melaksanakan patroli blue light untuk mengantisipasi terjadinya tindak kriminal, premanisme dan kejahatan jalanan (street crime) maupun gangguan kamtibmas lainnya seperti curas, curat dan curanmor.

“Tidak hanya itu, petugas patroli juga melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di persimpangan dan di daerah yang dianggap rawan kemacetan, untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas, knalpot brong dan tawuran. (ian/ram)

Puncak Got Talent SMA Negeri 1 Gido Sukses

GONG: Anggota DPRD Provinsi Penyabar Nakhe, Anggota DPRD Nias Fatou’osa Waruwu, Direktur PT. MNC Energy Investment (Tbk) Leader DS Daeli, Man Harefa, ketua panitia kegiatan Judiaro Zebua dan Kepala SMA Negeri 1 Gido Buala’atulo Zebua SPd mendampingi Bupati Nias Ya’atulo Gulo saat memukul gong pada pembukaan kegiatan Got Talent SMA Negeri 1 Gido Kabupaten Nias, Kamis (7/12/2023).

NIAS, SUMUTPOS.CO – Puncak kegiatan got talent atau ajang pencarian bakat di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Gido Kabupaten Nias Provinsi Sumatera Utara berjalan sukses dan meriah, berbagai pertunjukan seni suara, tari, bela diri dan lainnya cukup memukau para hadirin, yang berlangsung di Lapangan SMA Negeri 1 Gido Jalan Karya Nomor 3 Hiliweto Gido Kabupaten Nias, Kamis (7/12/2023).

Kegiatan ini diawali penampilan seni budaya dari para pelajar yang membawakan tarian tradisional dari berbagai daerah di wilayah Nusantara, penampilan para finalis, juga turut disemarakkan dengan kehadiran para tokoh mayarakat Kepulauan Nias, seperti Penyabar Nakhe (anggota DPRD Prov Sumut), Bupati Nias, anggota DPRD Kabupaten Nias, dan lainnya.

Kepala SMA Negeri 1 Gido Buala’atulo Zebua mengungkapkan kegiatan got talent merupakan salah satu program pengurus OSIS SMA Negeri 1 Gido tahun 2023. Acara ini bertujuan menggali talenta, baik dalam bidang seni suara, seni tari, seni bela diri dan bidang-bidang lainnya yang dimiliki oleh siswa/siswi dalam berbagai bentuk pertunjukan.

“Selain kegiatan got talent, pada kesempatan ini juga akan ditampilkan berbagai kegiatan dari hasil Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5 yang merupakan implementasi pada kurikulum merdeka,” ungkap Buala’atulo Zebua Kepada Sumut Pos di ruang kerjanya, Kamis (7/12/2023).

Ada pun kegiatan got talent yang telah terlaksana antara lain : audisi pencarian bakat dari 26 peserta pada tanggal 24 November 2023 yang lalu, pemilihan pengurus OSIS SMA Negeri 1 Gido masa kerja 2024 dan kegiatan pemberian tali asih dalam bentuk santunan kepada anak yatim piatu.

“Pada acara puncak yang kita laksanakan pada adalah penampilan 10 finalis got talent, penampilan spektakuler bakat-bakat dari peserta didik SMAN 1 Gido pada P5 final show dan pelaksanaan pameran hasil karya dan bazar,” jelas Buala’atulo.

Sedangkan pembiayaan pelaksanaan kegiatan ini menghabiskan dana lebih kurang Rp100 juta, berasal dari para sponsor seperti Bank Sumut, Raja Koki, MNC Group, UD Cipta Perkasa, RRI dan lainnya serta sumbangan perorangan yang sifatnya tidak mengikat.

“Kegiatan ini dapat terlaksana atas dukungan dari semua pihak, terkhusus kepada para sponsor dan penyumbang tanpa kami sebutkan, kami mengucapkan terimakasih semoga kegiatan ini dapat terus kita tingkatkan di masa mendatang,” ucapnya.

Sementara Anggota DPRD Sumatera Utara, Penyabar Nakhe menyambut baik serta mengapresiasi kegiatan got talent di SMA Negeri 1 Gido. Sebab menurutnya pagelaran seni budaya salah satu terobosan pemajuan pariwisata di daerah.

“Pengembangan pariwisata di Indonesia ini lebih diutamakan budaya dari pada destinasinya. Secara kalkulasi 60 persen porsi anggaran ke budaya, 35 persen destinasi dan 5 persen untuk alat,” ujar Penyabar Nakhe kepada Sumut Pos di SMA Negeri 1 Gido, Kamis (07/12/2023).

“Maka selain dapat melahirkan bakat para adik-adik pelajar, kegiatan got talent ini juga bisa membangkitkan budaya. Sehingga nantinya dengan talent yang dimiliki adik-adik para pelajar, baik pemerintah Daerah, Provinsi dan pemerintah pusat dapat menaruh perhatian,” sambungnya.

Penyabar Nakhe, politisi PDI Perjuangan itu berharap, kegiatan got talent di SMA Negeri 1 Gido dapat dilaksanakan secara rutin, sehingga lebih mematangkan persiapan para pelajar dalam hal membangkitkan semangat serta mendorong mereka berkreatif.

Pada kesempatan ini Penyabar Nakhe berpesan kepada kepala daerah di kepulauan Nias untuk lebih peduli terhadap pemajuan pariwisata di daerahnya masing-masing. “Kita tahu daerah Jogja itu pariwisatanya lebih maju, karena Pemdanya sudah faham bahwa pengembangan pariwisata itu porsi anggarannya lebih banyak di bidang budaya. Maka perlu niat dan kerja keras supaya pariwisata di daerah kita kepulauan Nias dapat lebih maju,” pungkas Nakhe.

Dalam sambutannya Bupati Nias Ya’atulo Gulo mengajak para siswa/siswi SMA Negeri 1 Gido untuk terus kreatif dan berlatih memanfaatkan teknologi untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, sehingga mampu bertahan dan bersaing di era perubahan yang tidak menentu sekarang ini.

“Kami apresiasi kegiatan ini dan berharap ditingkatkan di masa mendatang. Teruslah tingkatkan kualitas belajar, menciptakan iklim belajar yang sehat antara guru dan murid supaya anak didik terbiasa berkolaborasi dan bersinergi,” ujar Ya’atulo.

Kegiatan Got Talent SMANSA Gido ini dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Sumut Penyabar Nakhe, Bupati Nias, anggota DPRD Nias, Kapolsek Gido, tokoh masyarakat, para sponsor, Sekretaris Dinas Pariwisata, unsur forkopimcam, para siswa/siswi dari berbagai sekolah dan undangan laninnya. Hadir juga musisi legendaris Nias Man Harefa dan Fati Zebua. (adl/ram)

Bongkar Gedung Eks Sekolah Perjuangan, Operator Excavator Dilaporkan ke Polisi

BONGKAR: Puing-puing pembongkaran gedung eks sekolah Yayasan Perjuangan di Jalan Ahmad Yani Rantauprapat. (fajar)

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Pengusaha ruko ‘David Jaya Maju’, Paulina melaporkan operator excavator pembongkaran gedung Sekolah eks Yayasan Perjuangan di Jalan Ahmad Yani, Rantauprapat ke Mapolres Labuhanbatu.

Pasalnya, dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) beromor: STTLP/1398/XII/2023/SPKT/Polres Labuhanbatu/polda Sumatera Utara itu disebutkan terlapor Sappetua Simbolon sebagai operator excavator melakukan kesalahan saat melakukan tugas pembongkaran gedung.

Dijelaskan Paulina, kejadian tersebut terjadi pada Sabtu 9 Desember 2023 siang. Saat itu, dirinya bersama keluarga sedang di rumah toko yang juga tempat usaha. Tiba-tiba terdengar suara dentuman dari arah dinding bangunan ruko mereka.

“Tiba-tiba terdengar suara keras. Kami bersama pekerja keluar dari ruko dan melihat tembok bangunan sebelah kiri telah retak dan jebol,” ujar Paulina, Senin 11 Desember 2023.

Sedangkan tembok bangunan ruko sebelah kanan rusak dan mengenai mesin cetak stiker di dalam ruko.

“Kerasnya benturan benda keras itu hingga merusak dinding ruko. Bahkan ikut merusak aset berupa mesin pencetak stiker,” tambahnya.

Akibat peristiwa kerusakan fisik gedung dan mesin cetak tersebut, kata Paulina pihaknya mengalami kerugian material sekitar Rp1,050 miliar.

Pantauan di lokasi kejadian, puing-puing runtuhan gedung berserakan di lokasi. Bahkan, kerusakan juga mengenai gedung lain di kiri dan kanan bekas gedung sekolah Yayasan Perjuangan tersebut. Juga sebuah Excavator Hitachi PS 110 warna orange tampak terparkir tanpa dioperasikan. Lokasi juga terlihat sedang dalam police line

Sementara itu, Kepala Lingkungan Simpang Mangga, Ros ketika dikonfirmasi terkesan mengelak. Dirinya mengaku tidak mengetahui siapa pemilik gedung eks Yayasan Perjuangan tersebut.

“Kabarnya sudah dialihkan dari pemilik sebelumnya. Yakni keluarga marga Tarigan. Sekarang tidak diketahui siapa pemiliknya. Kabarnya juga dialihkan kepada bermarga Tarigan,” ujarnya.

Dalam STPL tersebut disebutkan tindakan operator dinilai merupakan dugaan Tindak Pidana Membahayakan Keamanan Umum UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201.

Kepala Polisi Resor Labuhanbatu AKBP James H Hutajulu melalui Kasi Humas Iptu Parlando Napitupulu belum berhasil dikonfirmasi terkait hal ini. (fdh/ram)

DKP PWI Sumut Gelar Pelatihan Jurnalistik, Penguatan Etika Profesi Jurnalis Berkualitas

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Kehormatan Provinsi Persatuan Wartawan Indonedia (DKP PWI) Sumut menggelar pelatihan jurnalistik, Senin (11/12/2023) di Hotel Grand Ina Medan. Pelatihan ini sebagai bentuk kepedulian dalam penguatan etika profesi mewujudkan jurnalisme berkualitas.

Pelatihan jurnalistik tersebut dibuka Asisten Administrasi Umum Setdaprovsu Ir Lis Andayani Siregar mewakili Pj Gubernur Sumut.

Pj Gubernur melalui sambutan tertulisnya menyebutkan, jurnaslistik tidak bisa berdiri sendiri, tapi semua pihak termasuk pemerintah dengan media harus saling bersinergi dalam menyampaikan informasi melalui berita-berita yang akurat, tentunya dengan etika jurnalistik.

Dalam penyampaian informasi, Pj Gubernur berharap wartawan tidak membuat informasi hoax atau berita propaganda yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa ini.

Karena itu, Pj Gubernu Sumut mengajak media untuk meningkatkan indeks kemerdekaan pers Sumatera Utara berdasarkan supremasi hukum karena Sumut saat ini berada pada urutan 28 dari 33 provinsi. “Padahal tokoh PWI berasal dari Sumut, tapi indeks kebebasan pers urutan 28,” ujar Lis.

Ketua PWI Sumut H Farianda Putra Sinik SE mengatakan, etika pers sangat pen ting bagi wartawan dan harus ditaati dan dilaksanakan. Karena itu PWI Sumut terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, wawasan dan etika profesi wartawan termasuk terkait kode etik jurnalistik melalui UKW (Uji Kompetensi Wartawan).

Hingga saat ini, kata Farianda, PWI Sumut sudah melaksanakan kegiatan UKW lima kali dan dua kali lagi akan disusul pelaksanaannya. Bagitulah pentingnya UKW bagi wartawan.

Karena, lanjut Farianda, sehebat apapun wartawan jika tidak beretika, tidak ada gunanya. Untuk itu, PWI selalu menanamkan kepada wartawan bahwa etika profesi jurnalis sangat penting. “Etika itu mahkota bagi profesi wartawan harus dilakukan,” tambahnya.

Sementara Ketua DK PWI Pusat Sasongko Tedjo mengapresiasi DKP PWI Sumut, karena yang pertama di Indonesia melakukan kegiatan setelah Kongres PWI Bandung, ini menunjukkan orang-orang Sumut memiliki kreativitas cukup baik. Disini juga terlihat dari tokoh-tokoh PWI cukup banyak berasal dari Sumut. Seperti CH P Bangun saat ini menjabat Ketua PWI Pusat menggantikan Atal S Depari yang juga berasal dari Sumut.

Dalam kesempatan itu, Sasongko juga menyebutkan, pers saat ini sedang tidak baik-baik saja, karena target mencapai audiensi (pembeli dan pembaca) menurun, sehingga secara otomatis akan mempengaruhi produsen media pers, khususnya surat kabar.

Namun demikian, tambahnya, kondisi itu tidak mempengaruhi untuk mewujudkan profesional jurnalisme yang berkualitas. Karena pers itu tidak profesional tanpa etika jurnalis atau di PWI lebih dikenal dengan KEJ (Kode Etik Jurnalistik).

“Jika etika jurnalis dilakukan, wartawan tidak perlu kuatirkan adanya hambatan dan larangan kebebasan pers dan insya Allah aman semua,” ujarnya.

Sebelumnya Ketua DKP PWI Sumut Drs Muhammad Syahrir MIKom melaporkan kegiatan pelatihan jurnalistik bertemakan penguatan etika profesi mewujudkan jurnalistik berkualitas diikuti sekira 100 peserta dari pengurus PWI Sumut, mahasiswa dan unsur intelektual perguruan tinggi.

Selain peningkatan kualitas, katanya, PWI Sumut melalui DKP selaku punggawa etik para anggotanya, berkewajiban mensosialisasikan sekaligus memberi pemahaman terhadap regulasi dan aturan di PWI melalui Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Kode Prilaku Wartawan (KPW) serta Peraturan Dasar- Peraturan Rumah Tangga (PD-PRT) PWI yang baru disahkan dalam Kongres PWI Bandung tahun 2023.

Dalam pelatihan ini, tambah Syahrir, DKP menghadirkan beberapa narasumber, Ketua DK PWI Pusat Sasongko Tedjo dan Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi Dewan Pers, Paulus Tri Agung Kristanto (Wapemred Harian Kompas) untuk membahas perkembangan pers nasional sekaligus hal-hal yang terkait dengan KEJ, KPW dan PD-PRT. (sih)