Home Blog Page 880

Tifatul Sebut Perbedaan Give Away dari Allah SWT yang Patut Disyukuri

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perbedaan suku ras, budaya, dan agama yang dimiliki bangsa Indonesia adalah give away (pemberian secara gratis) dari Allah SWT. Karenanya, perbedaan dan keberagaman itu wajib dijaga dan disyukuri oleh seluruh bangsa Indonesia.

“Perbedaan atau kebhinekaan yang kita miliki itu, bisa kita jadikan sebagai kekuatan dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Ir H Tifatul Sembiring ketika menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Hotel Antares, Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (1/12/2023).

Pada kesempatan itu, Tifatul mencontohkan, keberagaman seperti budaya yang sangat beragam, bisa menjadi daya tarik wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia dan ini menjadi salah satu sumber devisa bagi bangsa Indonesia.

Peserta yang hadir pada sosialisasi kali ini berasal dari tokoh masyarakat dan tokoh pemuda yang ada di Kota Medan. Salah seorang peserta mengaku senang bisa langsung bersilaturahim dengan Tifatul yang merupakan Menkominfo era SBY ini. “Senang rasanya bisa bertatap muka langsung dengan Pak Tifatul, saya jadi bisa menyampaikam secara langsung keluhan keluhan saya selama ini,” ujar seorang peserta.

Pada pemaparannya tentang 4 Pilar MPR RI, Titatul menjelaskan beberapa poin krusial yang terkandung didalamnya seperti Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara; UUD NRI Tahun 1945 sebagai Konstitusi dan Ketetapan MPR RI; NKRI sebagai bentuk negara; dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. (adz)

Puluhan Ribu Warga Antusias Senam Bareng Ganjar-Mahfud MD

LAUTAN MANUSIA: Ganjar Pranowo dan Mahfud MD mengikuti senam bareng di alun-alun Kapuas Pontianak, pada Minggu (25/11).Tim Media Ganjar Pranowo.

SUMUTPOS.CO – ALUN-alun Kapuas Pontianak mendadak penuh dengan lautan manusia, pada Minggu (25/11). Puluhan ribu masyarakat berdesakan mengikuti senam sehat yang digelar Partai Hanura. Kehadiran capres cawapres 2024, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menjadi alasan kuat masyarakat berjubel di sana.

Mauliyanti (30) misalnya, dia begitu semangat mengajak keluarga besarnya untuk ikut hadir dalam acara senam sehat itu. Rasa penasarannya pada sosok Ganjar dan Mahfud menjadi alasan kuat dia datang ke tempat itu.

“Saya ngefans banget sama pak Ganjar. Sering lihat di medsos dan orangnya kelihatan ganteng, pinter dan berwibawa. Makanya pengen ketemu, lihat secara langsung biar nggak penasaran. Pengen ketemu juga sama pak Mahfud,” ucapnya.

Rasa penasaran Mauliyanti terbayar tuntas. Saat Ganjar hadir di tempat itu, dia bersama puluhan ribu warga lainnya langsung berdesakan untuk bersalaman dan minta foto dengannya.

“Seneng banget tadi sempat salaman sama pak Ganjar. Sempat foto juga. Wah ternyata pak Ganjar beneran ganteng, tinggi dan baik banget. Tadi saya disapa dan senyumnya itu lho, manis banget,” ucapnya kegirangan.

Hal senada disampaikan Riska Ayu (20) peserta lainnya. Meski harus menunggu lama dan bertahan di bawah matahari Katulistiwa, semuanya terbayar lunas ketika bisa bertemu Ganjar dan berfoto dengannya.

“Saya nggak pernah bermimpi bisa salaman dan foto sama pak Ganjar. Pokoknya ini pengalaman yang tak terlupakan. Pantes mas Alam gantengnya kelewatan, pak Ganjar juga ganteng banget,” ucapnya sambil tersipu malu.

Dalam kesempatan itu, Ganjar dan Mahfud dengan ramah menyapa masyarakat. Keduanya kompak turun dari panggung dan menyalami ribuan massa yang ada di sana.

“Saya senang hadir di sini, dengan sambutan masyarakat yang luar biasa. Saya lihat semuanya bahagia. Mudah-mudahan ini menjadi awal kita mewujudkan harapan bersama untuk Kalimantan Barat dan Indonesia yang lebih baik lagi,” ucapnya.

Ganjar menegaskan, pemerintahan ke depan harus bersih dan melayani. Segala macam bentuk KKN harus disikat habis agar masyarakat lebih sejahtera.”Kalau pemerintahan bersih dan melayani, tidak ada KKN, maka pendidikan akan bagus, kesehatan masyarakat akan bagus, infrastruktur bagus dan rakyat lebih sejahtera,” tegasnya.

Dia juga menitipkan pesan pada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas jelang Pemilu 2024.”Selama masa kampanye, saya minta pendukung Ganjar Mahfud menjaga kesantunan, kesopanan. Jangan menyakiti orang lain. Pastikan anda semua terdaftar, pastikan semua mencoblos dan menjaga suara kita baik-baik. Saya dan Pak Mahfud mohon doa dan dukungannya. Salam saya untuk keluarga,” pungkas Ganjar.

Ganjar Pranowo juga menjadi idola kaum wanita di Medan Utara, khususnya emak-emak. Mereka berharap agar Ganjar juga datang ke Marelan. “Kami juga ingin bertemu dengan Pak Ganjar. Saya ingin berfoto bersama, dan menyampaikan aspirasi saya, khususnya kaum emak-emak, “ ujar warga Marelan, Wagiyah dan Sri Kurnia kepada Sumut Pos, Jumat (1/12). (wir/mag-1)

Gunung Marapi Meletus, 42 Pendaki Masih Berada di Gunung

SUMUTPOS.CO – Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami meletus. Sesuai data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) asap abu letusan mencapai ketinggian 3 ribu meter dari puncak kawah. Petugas berupaya mengevakuasi 42 pendaki yang masih berada di Gunung Marapi.

Sesuai data BKSDA erupsi Gunung Marapi terjadi Minggu (3/12) sekitar pukul 14.54 WIB. Saat ini status Gunung Marapi berada di Level II atau waspada. Dengan status tersebut masyarakat dan pengunjung tidak diperbolehkan untuk mendaki dengan radius 3 kilometer.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam Bambang Wasito mengatakan, dari hasil perekaman seismograf PVMBG erupsi Gunung Marapi terdata amplitude maksimum 30 milimeter dan durasinya 4 menit 41 detik. “Kolom abu tinggi ke atas terlihat dari Agam,” jelasnya dalam keterangan tertulisnya.

Saat ini tim BPBD sudah berada di dua titik lokasi terdekat dengan puncak. Yakni, Kecamatan Sungai Pua dan Kecamatan Canduang. “Tim Pusdalops di dua lokasi ini untuk melakukan upaya bantuan ke masyarakat,” terangnya.

Sementara Tim Pusat Pengendali dan Operasi BPBD Kabupaten Agam Ade Setiawan mengatakan, hujan abu vulkanik telah terjadi di wilayah Nagari Lasi, Kecamatan Canduang. “Hujan vulkanik turun dengan intensitas tinggi, membuat suasana Nagari Lasi pekat dan gelap,” ujarnya.

Hujan vulkanik juga terjadi di Kecamatan Sungai Pua. Namun, intensitas hujan vulkanik tersebut masih rendah. “Kemungkinan dampak angin yang mengarah ke Kecamatan Canduang,” terangnya dalam keterangan tertulisnya kemarin.

Dia mengatakan, tim telah membagikan masker ke masyarakat serta mengimbau masyarakat tidak keluar rumah karena intensitas hujan vulkanik yang bisa mengganggu kesehatan. “Mohon tetap di dalam rumah,” ujarnya.

Bagian lain, Plh Kepala BKSDA Sumbar Eka Dhamayanti menjelaskan bahwa jumlah pendaki yang terdata naik ke Gunung Marapi mencapai 70 orang. Terdiri dari 57 pendaki naik dari pintu Batu Palano dan 13 pendaki naik dari pintu Koto Baru.

“Update hingga pukul 16.55 WIB, 13 pendaki yang masuk dari Koto Baru telah turun dan 13 orang pendaki dari pintu Batu Palano baru 15 pendaki,” jelasnya.

Dengan begitu masih ada 42 pendaki dari pintu Batu Palano yang masih proses evakuasi atau diturunkan. Proses evakuasi pendaki masih terus dilakukan. “Kami juga berupaya menghubungi para pendaki. Nanti informasi terbaru saya update,” ujarnya dihubungi Jawa Pos kemarin (3/12) pukul 18.40. (idr/jpg)

Sosok Hasrul Benny Harahap, Pengacara Kondang Peduli Olahraga dan Pendidikan

Hasrul Benny Harahap

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Nama Hasrul Benny Harahap sudah tidak asing bagi masyarakat Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Serdang Bedagai dan Kota Tebing Tinggi.

Sebagai seorang Pengacara, pria yang akrab disapa HBH itu berhasil memenangkan berbagai perkara besar yang menarik perhatian publik.
Selain itu, pria kelahiran Medan, 15 Agustus 1973 itu juga dikenal publik sebagai sosok yang sangat peduli dengan olahraga, khususnya karate dan sepakbola. Bahkan, dia pernah menjabat sebagai Ketua Umum FORKI Kota Medan selama 2 periode dan membentuk tim sepakbola dan SSB Medan Soccer.

“Kesukaan dan kecintaan saya pada olahraga sudah ada sejak saya kecil. Dulu, saya selalu menyempatkan diri untuk bermain sepakbola setiap sore hari. Begitu juga dengan cabang olahraga lainnya, saya suka dan senang mengikutinya walau tidak semua cabang olahraga saya tekuni, “ ucap HBH saat diwawancarai, Minggu (3/12).

Karena kecintaan terhadap olahraga, HBH mengaku sudah bertekad untuk turut serta berkontribusi dalam memajukan olahraga di Indonesia. Oleh karena itu, dengan jadwal pekerjaannya yang padat, dia tetap berusaha berkontribusi dalam upaya memajukan olahraga, diantaranya dengan bergabung menjadi pengurus hingga memimpin Pengcab FORKI Kota Medan.

“Alhamdulillah, selama kepemimpinan saya di FORKI Kota Medan, berbagai prestasi, baik tingkat kota, provinsi, nasional dan internasional sudah pernah diraih atlet karate binaan FORKI Kota Medan. Saya sangat meyakini, atlet kita memliki potensi yang luar biasa sehingga harus dilatih dan dibina dengan baik, untuk menggali potensi itu, “ ungkap HBH.

Disinggung soal pendidikan, HBH seketika menekankan pentingnya kepedulian terhadap dunia pendidikan. Disebutnya, para peserta didik merupakan aset dan penerus bangsa ini yang menentukan nasib bangsa ini ke depannya. Oleh karena itu, diakuinya dirinya sampai saat ini masih aktif berkomunikasi dengan teman-teman sekolahnya dan aktif berkegiatan di Ikatan Alumni.

“Sampai sekarang saya masih bersilaturahmi dengan teman-teman alumni SMP Negeri 1 Medan, SMA Negeri 6 Medan dan juga teman-teman Alumni Fakultas Hukum USU. Dalam setiap kesempatan silaturahmi, saya selalu menekankan untuk para alumni berperan aktif dalam rangka memajukan dan meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di sekolah yang pernah menjadi tempat kita menimba ilmu,“ ujar pria yang kini memimpin IKA FH USU itu.

Lebih lanjut, HBH menyebut kontribusi yang dapat dilakukan alumni dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan yakni dengan program alumi mengajar. Dicontohkannya, seperti di Fakultas Hukum USU, dirinya mengajak para alumni yang sudah menjadi praktisi untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada para Mahasiswa.

Sebelum mengakhiri, suami dari Astri Haiza Melissa itu sekilas menceritakan masa-masa dirinya menuntut ilmu. Dikatakannya, dirinya merupakan alumni SD Swasta Harapan 1 Medan. Kemudian dia melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 1 Medan dan diteruskan ke SMA Negeri 6 Medan. Setamat SMA, HBH mengaku bercita-cita menjadi seorang Penerbang (Pilot). Namun, nasib berkata lain hingga akhirnya dirinya melanjutkan pendidikan ke Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU).

Saat menjalani kuliah, dikatakannya bahwa sang ayah meninggal dunia hingga akhirnya dia harus kuliah sambil bekerja. “Alhamdulillah saat itu saya juga mendapatkan beasiswa, jadi semakin terbantu lah. Dengan segala keadaan, saya tekadkan bahwa saya harus menyelesaikan pendidikan saya. Alhamdulillah, S1 saya berhasil selesai, bahkan saya lanjutkan ke S2 dan Alhamdulillah saat ini sedang proses akhir untuk meraih gelar Doktor, “ pungkas HBH mengakhiri. (rel/tri)

Bridge Sumut Tetap Target 2 Emas PON 2024

BERSAMA: Atlet Bridge Sumatera Utara foto bersama pelatih Perwira Sakti Lubis, Wasping KONI Sumut Johny Ramadhan Silalahi, Petugas Disporasu Bahtar Panjaitan dan lainnya. (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Bridge Sumatera Utara tetap menargetkan dua medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Target itu ditegaskan kembali oleh Sekretaris Umum Pengprov Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi ) Sumut Perwira Sakti Lubis saat visitasi Tim Publikasi PON XXI Wilayah Sumatera Utara di lokasi latihan Abadi Coffe, Medan, Sabtu (2/12) sore.

Menurutnya, raihan target itu mengacu pada Kejurnas 28 Juli sampai 4 Agustus 2023 di Palembang. “Seperti yang saya katakan di Posko Publikasi lalu, kita tetap menargetkan dua emas dari nomor pasangan putri dan putra,” papar Perwira.

“Rujukannya Kejurnas di Palembang, kita meraih satu emas dari nomor Open U31 Junior dan satu perak dari beregu Open Team. Perunggu juga diraih dari pasangan wanita terbuka,” tambahnya.

Tim Visitasi Posko Publikasi PON XXI yang meninjau Pelatda Cabor Bridge di antaranya Johny Ramadhan Silalahi (Wasping KONI Sumut), Bahtar Panjaitan (Disporasu) dan M Yunan (Wartawan Posko).

Cabor Bridge pada PON 2024 mempertandingkan 5 nomor, yakni pasangan putra/i, beregu putra/i dan beregu campuran dengan kuata maksimal 18 atlet per provinsi yang lolos semua nomor.

“Saat ini atlet kita yang masuk Pelatda KONI Sumut ada delapan orang, empat putra dan empat putri. Tapi sebagai tuan rumah, kita ingin mengikuti kuota yang sudah ditentukan,” ujar Perwira.

“Di tim kita ada satu atlet putri nasional dan sudah sering ikut kejuaraan dunia. Sedangkan untuk porsi latihan kita latukan secara offline dan online,” katanya lagi.

Untuk memantapkan persiapan, pihaknya juga akan try-out rencananya ke Padang untuk mengikuti kejuaraan Agriculture Fak Universitas Andalas (AGBC Open) pada 9-10 Desember 2023. “Semua anggota tim ikut. Selain itu kita akan melakukan Selekda pada 16-17 Desember untuk memenuhi kuota 18 atlet 3 tim yang akan mengikuti semua nomor,” terangnya.

Perwira pun memastikan, Pelatda Cabor Bridge tidak ada kendala dengan dukungan Pemprovsu melalui KONI Sumut. “Yang penting komitmen, karena bridge ini cabang olahraga yang butuh konsentrasi dan harus fokus. Saat bermain jangan dipikirkan yang tidak perlu atau hal lain,” jelasnya.

Mengenai saingan terberat, Perwira menyebutkan selain DKI Jakarta ada juga Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Utara. “Usia atlet bridge kita untuk putri 20-an tahun dan baru tamat kuliah. Sedangkan untuk putra usia 40-an tahun,” ungkapnya.

Diakuinya, bibit atlet bridge termasuk langka dan kurang berkembang karena permainannya butuh konsentrasi dan fokus. “Di Medan hanya ada tiga klub dan tim Sumut yang ikut PON berasal dari Medan, Langkat dan Siantar,” pungkasnya. (dek)