Home Blog Page 901

Polri Wajib Melakukan Pencegahan Menanggulangi Tindakan Intoleransi dan Radikalisme

KUNJUNGAN: Kapuslitbang Mabes Polri Brigjend Pol Iswyoto Agoeng Lesmana Doeta saat melakukan kunjungan ke Mapolres Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Polres Tebingtinggi menerima kunjungan tim Puslitbang Mabes Polri dalam rangka supervisi dan penelitian ‘penguatan peran Polri dalam menanggulangi intoleransi dan radikalisme guna mencegah terorisme’, di Aula Kamtibmas Polres Tebingtinggi Jalan Pahlawan Kota Tebingtinggi, Selasa (28/11/2023).

Tim Puslitbang tersebut dipimpin oleh Kapuslitbang Mabes Polri Brigjend Pol Iswyoto Agoeng Lesmana Doeta dan disambut oleh Wakapolres Kompol Asrul Robert Sembiring.

Dalam kegiatan itu, Brigjen Pol Iswyoto Agoeng Lesmana mengatakan salah satu salah satu tugas dan tanggung jawab Puslitbang Polri adalah mengadakan penelitian, pengkajian dan melaksanakan riset terhadap pelaksanaan tugas Kepolisian, baik di bidang operasional maupun di bidang pembinaan.

“Kami harapkan nantinya dapat memberikan support secara kelembagaan kepada institusi kepolisian dalam rangka mendukung terwujudnya transformasi menuju Polri yang Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan (Presisi).

Menurutnya intoleransi merupakan suatu perilaku atau sikap yang tidak menerima adanya perbedaan atau keyakinan orang lain. Sedangkan radikalisme merupakan suatu sikap atau tindakan yang mengejar perubahan sosial atau politik secara ekstrim atau dengan cara melanggar hukum.

“Tindakan atau aksi intoleransi dan radikalisme merupakan suatu tindakan yang dapat menimbulkan ancaman potensial bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara karena dampak yang ditimbulkannya akan terjadi ketidakadilan, kerugian fisik dan materi,” papar Brigjen Pol Iswyoto.

Sedangkan Waka Polres Tebingtinggi Kompol Asrul Robert Sembiring menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan Focus Group Discussion (FGD) dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, bhayangkari, perwakilan dari instansi pemerintahan.

“Polri berkewajiban untuk melakukan langkah langkah pencegahan dalam menanggulangi tindakan intoleransi dan radikalisme guna mencegah terjadinya terorisme, demi terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif,” ungkap Kompol Asrul. (ian/ram)

Terkait Kasus di MAN 1, Kakanwil Kemenagsu: Tidak Ada Toleransi Terhadap Kekerasan dan Perundungan

Kepala Kanwil Kemenag Sumut, H Ahmad Qosbi. (Ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (Kemenag Sumut) H Ahmad Qosbi, menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap kekerasan dan juga perundungan terutama di dunia pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Kakanwil saat memimpin Rapat Koordinasi bersama Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumut, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumut, Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota, para Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kabupaten/Kota dan Kepala Madrasah Aliyah Negeri dan Tsanawiyah Negeri se Sumatera Utara secara virtual, Senin (27/11/2023) kemarin.

“Saya pastikan tidak ada toleransi bagi oknum yang melakukan kekerasan, melakukan perundungan, dan perbuatan yang melawan hukum terutama di lingkungan sekolah kita,” katanya.

Ia juga menyesalkan kejadian yang menimpa siswa MAN 1 Medan beberapa waktu yang lalu. Qosbi mengatakan, semua pihak baik MAN 1 Medan, Kanwil Kemenag Sumut yang diwakili Kepala Bidang Pendidikan Madrasah tengah mendalami kejadian tersebut dan telah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan pihak berwajib.

“Saya menyesalkan hal tersebut bisa terjadi dan menimpa siswa kita. Saya langsung instruksikan Kabid Penmad dan MAN 1 Medan untuk mendalami dan berkoordinasi dengan orang tua dan kepolisian. Semoga korban cepat sembuh dan bisa mengikuti pembelajaran kembali,” tegasnya.

Dia juga memerintahkan kepada seluruh pihak, terutama Kakan Kemenag dan Kepala Madrasah untuk menyisir adanya potensi siswa mengikuti kelompok yang terafiliasi dengan kekerasan, premanisme, vandalisme, dan lain sebagainya. Qosbi meminta para guru secara intens berkomunikasi dengan para siswa untuk melindungi para siswa dari aksi-aksi yang tidak baik itu.

“Kita bentuk tim percepatan satuan tugas anti kekerasan. Tidak boleh ada premanisme di madrasah. Tidak boleh ada kekerasan. Kita akan sisir kelompok-kelompok di luar organisasi yang sah di madrasah. Jika terafiliasi, kita akan bina. Dan memberi kebijakan tegas bagi yang tidak bisa dibina,” pungkasnya. (man/ram)

Bilal Mayit, Penggali Kubur, Guru Tahfidz hingga Marbot Masjid Dapat Biaya Operasional

BERSAMA: Wali Kota Binjai, Amir Hamzah foto bersama usai memberikan bantuan biaya operasional.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO- Pemerintah Kota Binjai menyalurkan bantuan biaya operasional kepada 1.825 orang yang terdiri dari bilal mayit, penggali kubur, guru-guru FKDT, guru tahfidz, guru gereja sekolah minggu, guru agama budha hingga petugas kebersihan atau marbot masjid. Penyaluran bantuan biaya operasional ini diserahkan langsung Wali Kota Binjai, Amir Hamzah di Lapangan Merdeka, Selasa (18/11/2023).

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya mewujudkan visi pembangunan Kota Binjai agar lebih maju, berbudaya dan religius.

Amir mengatakan, banyak orang berjasa dan yang menjalankan tugas mulia. Karenanya, Pemkot Binjai melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Binjai terus berupaya memperhatikan jasa-jasa mereka. Amir menyebut, bantuan yang diberikan semata-mata ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya, atas jasa yang telah dilakukan karena telah membantu Pemko Binjai dalam melayani masyarakat.

BANTUAN: Sekda Binjai, Irwansyah Nasution (kiri) saat menyerahkan bantuan biaya operasional.

“Secara nilai, bantuan yang diserahkan tidaklah besar. Kami berharap agar bantuan ini tidak dilihat dari nilainya dan tidak dianggap sebagai upah, karena jumlahnya tidak akan sebanding dengan jasa dan pengabdian bapak/ibu,” seru Amir.

Diharapkan bantuan dan perhatian yang diberikan Pemko Binjai dapat bermanfaat dan mampu menjadi penyemangat bagi penerima dalam menjalankan tugas. Sementara, Ketua DPRD Binjai, Noor Sri Syah Alam Putra mengapresiasi langkah yang dilakukan pemko.

Bahkan, menurut pria yang akrab disapa Kires ini, bahwa sudah menjadi tugas pemerintah kota dan DPRD Kota Binjai memberikan perlindungan kesejahteraan bagi masyarakat. Menurut dia, bantuan operasional yang disalurkan ini adalah kolaborasi antara Pemko Binjai dengan legislator selaku wakil rakyat.

“Kami berharap bantuan ini tetap berkesinambungan dan kami juga akan berupaya untuk lebih meningkatkannya lagi. Kepada jajaran pemerintah kami juga mohon kerja samanya,” pungkasnya.

Pemko Binjai juga akan menyalurkan dana hibah kepada Badan Kemakmuran Masjid Al-Amin, Gereja Kristen Protestan Indonesia Jemaat Khusus Binjai Kota, Madrasah Tsanawiyah Swasta Uswatun Hasanah, Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama Kota Binjai, Taman Pendidikan Al-Qur’an Pondok Mas, dan jaminan kematian bilal mayit yang akan diberikan kepada ahli waris. (ted)

PSMS Medan Desak Komdis PSSI Berikan Sanksi Berat kepada Presiden Persiraja

LUKA: Kapten tim PSMS Rachmad Hidayat luka dikepala akibat dipukul Wakil Presiden Persiraja. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Klub Liga 2 PSMS Medan melayangkan surat pengajuan keberatan kepada Komite Disiplin PSSI pada Senin (27/11/2023) yang meminta penindakan tegas kepada presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam sekaligus pencabutan hak tuan rumah kepada klub tersebut hingga kompetisi Liga 2 2023/2024 berakhir.

Surat yang bertandatangan COO PSMS Medan, H Andry Mahyar Matondang itu menyatakan beberapa poin keberatan dan menuntut Komdis PSSI lebih tegas terhadap pengabaian keputusan yang dilakukan oleh Nazaruddin Dek Gam. Seperti diketahui, Dek Gam terbukti melakukan intimidasi dan mengucapkan kata-kata kasar kepada perangkat pertandingan melalui hasil sidang Komdis pada 5 Oktober 2023.

Nazaruddin kemudian mendapatkan hukuman berupa sanksi skors larangan berpartisipasi dalam pertandingan sebanyak lima kali pertandingan. Sanksi itu berlaku untuk 5 pertandingan Persiraja melawan klub PSDS Deli Serdang, Semen Padang FC, PSPS Riau, Sriwijaya FC dan PSMS Medan.

Namun pada kenyataannya, Nazaruddin tidak menjalani sanksi tersebut dan tetap berpatisipasi dalam pertandingan Persiraja vs PSMS Medan pada tanggal 18 November 2023 di Stadion Harapan Bangsa. Bahkan pada pertandingan diketahui telah terjadi kericuhan dengan adanya pelemparan dari suporter kepada tim PSMS Medan yang membuat mereka tertahan di lapangan.

“Itu diduga terjadi karena adanya narasi narasi yang disampaikan oleh sdr. H. Nazaruddin Dek Gam yang menyatakan bahwa PSMS Medan telah menyuap wasit, hal tersebut kemudian telah memicu kemarahan dari penonton yang hadir. Tindakan tersebut bukan saja telah melanggar kode dispilin PSSI namun secara devacto telah juga melanggar aturan hukum positif di Indonesia,” tulis PSMS Medan.

Pihak PSMS menilai peristiwa kericuhan yang terjadi ketika Persiraja Banda Aceh bertindak sebagai tuan rumah menunjukkan bahwa mereka tidak bisa menjamin keamanan tim tandang. Ia bahkan menjelaskan bagaimana rasio perbandingan antara jumlah penonton dan aparat keamanan yang ditugaskan sangat jauh.

“Penonton yang pada saat pertandingan melawan PSMS Medan berjumlah 31rb penonton dengan aparat pengamanan hanya 60 orang. Hal mana jelas menunjukan ketidaksiapan Persiraja Banda Aceh dalam menggelar pertandingan putaran Liga 2 tahun 2023/2024,” ujar Andry Mahyar.

Berdasarkan beberapa poin di atas, PSMS meminta kepada ketua Komite Disiplin (Komdis) dan ketua PSSI untuk dapat lebih tegas melakukan penindakan terhadap seseorang yang telah mendapat hukuman namun sama sekali tidak mengindahkan hukuman tersebut. Pihaknya pun berharap ada hukuman berat kepada Nazaruddin dan Persiraja Banda Aceh.

“Diharapkan kepada komite disiplin PSSI untuk dapat memberikan hukuman seberat-beratnya baik kepada Presiden Persiraja (Nazaruddin Dek Gam) yang telah melakukan pengulangan pelanggaran dan kepada klub Persiraja itu sendiri untuk tidak dapat lagi menjadi tuan rumah dalam kompetisi Liga 2 musim ini,” pungkasnya. (dek/ram)

Aquabike Danau Toba 2023 Dapat Apresiasi dari Peserta

Pj Gubernur Sumut, Hassanudin.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aquabike Jetski World Championship Danau Toba 2023, berjalan sukses, diselenggarakan di empat kabupaten yaitu Karo, Dairi, Samosir dan Toba selama 5 hari, 22 hingga 26 November 2023. Sumatera Utara mendapatkan apresiasi dan pujian arena penyelenggaraan kejuaraan Jetski terbaik.

Hal itu, diungkapkan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sumut, Hassanudin kepada wartawan, Selasa (28/11/2023). Ia mengatakan kesuksesan menyelenggarakan Aquabike, tidak lepas kontribusi masyarakat, yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan keempat Pemkab tersebut.

“Aquabike, saya senang sekali kita mendapat apresiasi, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, Pemprov Sumut, Pemkab, dan seluruh pemangku kebijakan terkait, khususnya. Karo, Samosir, Dairi, Toba, selama lima hari,” ucap Hassanudin.

Pujian diterima Sumut, dari para pebalap Jetski dari 22 Negara yang ikut serta di Aquabike ini. Hassanudin mengklaim puas dan senang bisa bermain di Danau Toba, dengan keindahan alam yang luar biasa.

“Melaksanakan rangkaian Aquabike yang dikuti oleh, 22 negara, secara keseluruhan semuanya sukses dari kemarin kita sampai evaluasi terakhir,” ucap mantan Pangdam I Bukit Barisan itu.

Hasanuddin mengaku dapat ucapan apresiasi dari Pemerintah Pusat, dalam melaksanakan penyelenggaraan Aquabike yang sukses. Karena, para pembalap ikut happy selama menjalani kompetisi tersebut.

“Bahkan kita diakui mendapat penyelenggara terbaik dan Danau Toba menjadi tempat terbaik, luar biasa pengakuan penyelenggara nasional dan sukses. Enggak ada hal hal yang lain. Mereka sangat nyaman. Happy dan kalau kalau mau ke wisata ke Sumatera Utara,” sebut Hassanudin.

Hassanudin menambahkan pihak Pemprov Sumut, tengah melakukan evaluasi terhadap potensi ekonomi, yang didapat selama penyelenggaraan Aquabike tersebut. Karena, acara sukses harus memberikan dampak ekonomi yang baik, terhadap pelaku usaha UMKM.

“Ini event yang sukses, berhasil menghibur masyarakat dan menggerakkan pariwisata kita, tahun depan kita harap bisa lebih sukses lagi,” kata Hassanudin.

Hassanudin juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang ikut menyukseskan event internasional ini. Apalagi, para pembalap dan ofisial bahkan founder H2O Racing Nicolo Di San Germano memberikan pujian kepada Sumut sebagai penyelenggara dan venue terbaik.

“Saya berterima kasih kepada semua masyarakat, semua pihak yang terlibat, TNI, Polri dan instansi lain yang terlibat, kita perlu terus memberikan kesan baik kepada semua pengunjung agar pariwisata di sini semakin meningkat,” kata Hassanudin.

Dia juga berharap kepada para pembalap dan ofisial H2O Racing kembali ke Danau Toba untuk berwisata. “Selamat kepada seluruh pembalap, ofisial, kita ingin mereka kembali lagi, membawa sanak keluarganya ke sini,” tandas Hassanudin.(gus)

Shindoka Sumut Terus Lahirkan Atlet Berprestasi, Atlet Binaan Ikuti Turnamen di Portugal

OLIMPIADE: Atlet binaan Shindoka, Naswa Aulia Ramadhani berhasil meraih Juara I Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Shitoryu Indonesia Karatedo (Shindoka) berkomitmen untuk terus melahirkan atlet berprestasi tingkat nasional. Kali ini, salah satu siswa binaannya, Naswa Aulia Ramadhani berhasil meraih Juara I Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Selepas O2SN, Naswa panggilan akrabnya, dipersiapkan untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di Sumut. Selanjutnya bersama peserta peserta putri lainnya akan mengikuti turnamen MIKO di Portugal pada 2-3 Desember 2023 mendatang.

Ketua Shindoka Sumut, Dr Zulkarnaian mengatakan, keberhasilan Naswa tentunya kembali mengharumkan Sumut sebagai salah satu daerah yg selalu menghasilkan atlet-atlet potensial di cabang olahraga (Cabor) Karate.

“Pada tahun 2016, atlet binaan kita juga meraih juara I dalam ajang O2SN tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Selanjutnya, meraih juara mewakili Indonesia dalam kejuaraan Karate Coupe Internationale de Kayl di Luxemburg. Ini kian memperpanjang prestasi Shindoka Sumut,” ucap Zulkarnain, Selasa (28/11/23).

Dijelaskan Zulkarnain, dalam 5 tahun terakhir, atlet-atlet Shindoka Sumut berhasil meraih prestasi gemilang di semua jenjang pendidikan, baik itu jenjang SD, SMP dan SMA pada kejuaraan O2SN Tingkat Nasional.

“Kita bersyukur, dengan manajemen Organisasi Shindoka Sumut yg relatif bagus dan baik, Shindoka mampu melahirkan atlet-atlet nasional berprestasi,” ujarnya.

Dengan gagalnya digelar Sister City Cup II kemarin, Zulkarnain pun menyayangkan hal tersebut. Selain manajemen yang handal, kolaborasi seluruh pihak sangat diharapkan dalam menciptakan atlet-atlet berprestasi.

“Kita sayangkan Forki Medan dan Forki Sumut yang tidak menyetujui pagelaran tersebut. Alasan apapun tidak akan bisa diterima masyarakat pencinta karate. Mudah-mudahan kejuaraan internasional seperti Sister City Cup II bisa digelar kembali di Kota Medan,” katanya.

Tekhusus untuk Naswa, Zulkarnain berharap siswi kelas VIII Aisyah SMP IT Bina Insan Muslim tersebut bisa menorehkan prestasi gemilang dalam kejuaraan internasional itu.

“Pesan saya, bersungguh-sungguh saat mengikuti Training Center (TC) di Jakarta. Semoga bisa meriah juara,” tutupnya. (map/ram)

Kemenkominfo dan LKP2MK Nusantara Gelar Sosialisasi Digital Parenting

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerjasama dengan Lembaga Kajian Pelatihan dan Pendidikan Manajemen Kewirausahaan (LKP2MK) Nusantara, menggelar Sosialisasi Literasi Digital di Kelurahan Binjai Serbangan Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, Rabu (28/11/2023).

Narasumber dalam acara itu, Direktur LKP2MK Nusantata Kiki Komeini SE yang menyampaikan materi berjudul “Keamanan Anak anak Dalam Dunia Digital”. Kemudian Dr Aswan Jaya MIKom yang memaparkan materi berjudul “Kreativitas dan Pengembangan Ketrampilan di Dunia Digital”. Dan Muhammad Safi’i Sitorus SH MIKom dengan judul materi “Etika dan Prilaku Positif Dunia Digital”.

Dalam paparannya, Direktur LKP2MK Nusantara Kiki Komaini SE menegaskan, generasi milenial atau lebih dikenal dengan Gen Z merupakan generasi era digital yang kehidupan kesehariannya, sehingga dibutuhkan arahan bimbingan serta perhatian dari orangtua untuk mengawasi perilaku anaknya agar tidak menggunakan digital teknologi kearah yang tidak benar.

Sementara Dr Aswan Jaya MIKom meyakinkan kepada peserta sosialisasi bahwa seluruh teknologi adalah baik. Yang tidak baik adalah pikiran kita dalam mempersepsikan teknologi itu. “Android ini adalah hasil teknologi yang baik, kalau kita manfaatkan untuk hal-hal yang baik. Akan tetapi kalau otak kita ingin berbuat mesum, maka android ini akan digunakan untuk hal-hal yang mesum saja,” bebernya.

Itu artinya, kata Aswan, teknologi itu semua adalah baik semua, tergantung kita memanfaatkannya untuk hal apa. Apakah itu ke hal positif atau negatif.

Sedangkan narasumber lainnya, Syafi’i Sitorus SH MIKom mengingatkan agar peserta sosialisasi tidak ikut menyebarkan informasi hoaks dan berbau SARA karena bisa terkena sanksi hukum sesuai dengan UU ITE.

Selain itu, Syafi’i juga mengajak peserta sosialisasi agar tidak membuat konten-konten negatif dan pernyataan tidak senonoh, kasar, yang menyakiti orang lain di media sosial, karena bisa merusak silaturahmi serta bisa menimbulkan konflik horizontal.

Acara tersebut dibuka oleh Lurah Binjai Serbangan Tiur Simanjuntak dan dihadiri oleh Anggota DPRD Asahan Nur Annisah Pulungan. (adz)

Ratusan Rumah di Kuala Langkat Terendam Banjir

BANJIR: BPBD Langkat terjun ke lokasi banjir yang merendam ratusan rumah di Kecamatan Kuala.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Hujan deras yang mengguyur Kota Binjai berdampak kepada dua sungai yang melintasi Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat meluap. Buntutnya, ratusan rumah yang berada di aliran Sungai Tembo dan Sungai Begumit, terendam.

Hujan deras sudah berlangsung sejak Senin (27/11/2023) petang hingga tengah malam. Menurut Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Langkat, Muhammad Ansyari, pihaknya menerima laporan air sungai meluap hingga merendam ratusan rumah di Kecamatan Kuala, Langkat pada malam harinya.

Menurut dia, debit air meningkat hingga air Sungai Tembo dan Sungai Begumit meluap, buntut dari guyuran hujan deras. “Air yang masuk pemukiman masyarakat setinggi 100 cm sampai dengan 150 cm,” ujar Ansyari, Selasa (28/11/2023).

Tidak ada korban jiwa atas kejadian ini. Namun, urai dia, sebanyak 600 rumah yang di Kelurahan Pekan Kuala, Bela Rakyat, Dalan Naman, Namo Mbelin, dan Desa Raja Tangah, terendam air. Semua yang terendam berada di Kecamatan Kuala.

Selain itu, dua masjid, tiga gereja, tiga sekolah dasar negeri hingga satu sekolah menengah pertama negeri, pun terdampak luapan air sungai tersebut. Tak ketinggalan, sekolah milik swasta masing-masing Yayasan Methodist dan 2 pesantren.

Namun demikian, menurut Ansyari, air berangsur surut. “Warga sudah kembali beraktivitas seperti biasa, serta kembali ke rumah masing-masing. Banjir yang terjadi adalah banjir lintas, di mana 2 sampai 3 jam sudah surut,” ujar Ansyari.

Ansyari menambahkan, pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya, salah satunya berkoordinasi dengan camat dan pihak desa/kelurahan di Kecamatan Kuala. BPBD Langkat juga melakukan evakuasi terhadap korban terdampak banjir, seperti pada ibu dan bayi berusia dua minggu, balita usia tahun hingga lanjut usia 60 tahun.

“Bantuan logistik berupa mie instan, air mineral dan paket sembako, sudah diberikan. Tim sedang memantau dan menginformasikan laporan BMKG ke camat, kelurahan dan desa,” pungkasnya. (ted)

Massa Buruh Sambangi Balai Kota Medan, Bobby: Ikuti Keputusan Depeko Medan

TEMUI: Wali Kota Medan, Bobby Nasution saat menemui buruh yang melakukan aksi di depan Balai Kota Medan, Selasa (28/11/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Ratusan massa dari tujuh element buruh di Kota Medan menyambangi gedung Balai Kota Medan, Selasa (28/11/2023). Massa meminta agar Wali Kota Medan, Bobby Nasution dapat menaikkan Upah Minimum Kota (UMK) Medan tahun 2024 sebesar 15 persen dari nilai besaran UMK Medan tahun 2023.

“Kami minta Wali Kota Medan, Bapak Bobby Nasution untuk menaikkan UMK Medan tahun 2024 sebesar 15 persen sesuai aturan yang berlaku,” teriak sejumlah koordinator aksi dari atas mobil komando.

Massa buruh mengaku tidak bersedia apabila kenaikan UMK Medan tahun 2024 sangat kecil layaknya kenaikan UMP Sumut yang hanya sebesar 3,67 persen.

“Kami tidak mau kenaikan UMK seperti UMP yang hanya sebesar 3,67 persen. Bagaimana kami bisa hidup kalau upah hanya naik 3,67 persen. Wali Kota Medan, Pak Bobby Nasution tolong naikkan upah kami 15 persen,” teriaknya.

Massa buruh menegaskan, kenaikan UMP sebesar 3,67 persen sangat tidak sebanding dengan kenaikan harga-harga bahan pokok dan biaya hidup lainnya seperti biaya rumah, pendidikan, dan lain-lain.

“Naik 15 persen saja hanya mampu menutupi kenaikan harga-harga itu, belum masuk ke dalam tahap peningkatan kesejahteraan. Mohon Pak Wali, jangan biarkan kenaikan upah di bawah 15 persen,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Medan, Bobby Nasution tampak mendatangi massa buruh di depan gedung Kantor Wali Kota Medan guna menerima aspirasi massa yang telah lama menunggunya.

Bobby yang saat itu didampingi Kadisnaker Kota Medan, Illyan Chandra Simbolon, mengaku sepakat dengan apa yang disampaikan para buruh.

Bobby pun mengaku akan menghormati dan mengikuti apa yang menjadi hasil rapat Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Medan terkait UMK Medan tahun 2024.

“Saya akan menghormati, akan mengikuti apa yang diputuskan nanti oleh Dewan Pengupahan Kota Medan. Hasil rapatnya siang ini,” kata Bobby dihadapan ratusan massa.

Dijelaskan Bobby, pihaknya akan menyampaikan apapun hasil usulan atau rekomendasi rapat tersebut kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Usulan atau rekomendasi dari Depeko akan kami sampaikan ke Provinsi. Mudah-mudahan kita minta bantuan teman-teman juga, bukan saya nyuruh teman-teman untuk demo disana (Pemprov Sumut), tapi saya mengajak mari kita kawal sama-sama sampai (UMK) ditetapkan oleh (Pemerintah) Provinsi,” pungkasnya. (map/ram)