Wali Kota Tebingtinggi Tinjau SMPN 9 Terbakar, Iman Pastikan Belajar Mengajar Berjalan

TEBINGTINGGI – Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih, meninjau langsung lokasi kebakaran di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 9 Tebingtinggi, Rabu (29/7). Dalam kunjungan itu, Iman memastikan proses belajar mengajar tidak terganggu meski sejumlah ruang sekolah mengalami kerusakan akibat kebakaran.

Dalam peninjauan tersebut, Iman didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi, MHD Denni Saragih, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Muhammad Ridwansyah, Kabag Protokol Faisal, Camat Tebingtinggi Kota Henci Boru Regar, kepala sekolah,dan jajarannya.

Iman melihat langsung kondisi satu ruang kelas yang hangus terbakar, satu gudang penyimpanan peralatan dan mobiler sekolah yang ikut musnah, serta satu ruang kelas lainnya yang terdampak dan nyaris terbakar. Gudang tersebut diduga menjadi titik awal munculnya api sebelum merambat ke bangunan lainnya.

Iman mengatakan, langkah pertama yang dilakukan pemerintah adalah memastikan seluruh siswa tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar tanpa terganggu akibat musibah tersebut.

“Yang paling penting saya pastikan jangan sampai terganggu proses belajar mengajarnya. Kami bersama Dinas Pendidikan dan pihak sekolah segera menyiapkan ruang belajar sementara agar siswa tetap bisa mengikuti pelajaran,” ujar Iman.

Menurutnya, Pemko Tebingtinggi juga akan mengupayakan percepatan revitalisasi bangunan sekolah yang terbakar. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk memanfaatkan momentum kunjungan Komisi X DPR RI beberapa waktu lalu untuk mengusulkan bantuan penanganan kerusakan sekolah.

“Kondisi kemampuan APBD kita memang terbatas. Karena itu kami akan mengkaji berbagai alternatif pendanaan, termasuk melalui anggaran penanggulangan bencana maupun sumber lainnya agar revitalisasi sekolah bisa segera dilakukan,” katanya.

Selain itu, Iman meminta pihak sekolah segera menyiapkan ruang belajar pengganti agar siswa tidak harus belajar dengan jumlah yang terlalu padat dalam satu kelas.

“Saya minta disiapkan ruang belajar tambahan. Jangan sampai siswa harus belajar dengan jumlah yang terlalu banyak dalam satu kelas. Yang utama, kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan dengan baik,” tegasnya.

Sebelumnya, kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut menghanguskan satu ruang kelas dan satu gudang penyimpanan peralatan sekolah. Sementara satu ruang kelas lainnya mengalami kerusakan dan nyaris ikut terbakar.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. (mag-3/azw)

TEBINGTINGGI – Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih, meninjau langsung lokasi kebakaran di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 9 Tebingtinggi, Rabu (29/7). Dalam kunjungan itu, Iman memastikan proses belajar mengajar tidak terganggu meski sejumlah ruang sekolah mengalami kerusakan akibat kebakaran.

Dalam peninjauan tersebut, Iman didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi, MHD Denni Saragih, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Muhammad Ridwansyah, Kabag Protokol Faisal, Camat Tebingtinggi Kota Henci Boru Regar, kepala sekolah,dan jajarannya.

Iman melihat langsung kondisi satu ruang kelas yang hangus terbakar, satu gudang penyimpanan peralatan dan mobiler sekolah yang ikut musnah, serta satu ruang kelas lainnya yang terdampak dan nyaris terbakar. Gudang tersebut diduga menjadi titik awal munculnya api sebelum merambat ke bangunan lainnya.

Iman mengatakan, langkah pertama yang dilakukan pemerintah adalah memastikan seluruh siswa tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar tanpa terganggu akibat musibah tersebut.

“Yang paling penting saya pastikan jangan sampai terganggu proses belajar mengajarnya. Kami bersama Dinas Pendidikan dan pihak sekolah segera menyiapkan ruang belajar sementara agar siswa tetap bisa mengikuti pelajaran,” ujar Iman.

Menurutnya, Pemko Tebingtinggi juga akan mengupayakan percepatan revitalisasi bangunan sekolah yang terbakar. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk memanfaatkan momentum kunjungan Komisi X DPR RI beberapa waktu lalu untuk mengusulkan bantuan penanganan kerusakan sekolah.

“Kondisi kemampuan APBD kita memang terbatas. Karena itu kami akan mengkaji berbagai alternatif pendanaan, termasuk melalui anggaran penanggulangan bencana maupun sumber lainnya agar revitalisasi sekolah bisa segera dilakukan,” katanya.

Selain itu, Iman meminta pihak sekolah segera menyiapkan ruang belajar pengganti agar siswa tidak harus belajar dengan jumlah yang terlalu padat dalam satu kelas.

“Saya minta disiapkan ruang belajar tambahan. Jangan sampai siswa harus belajar dengan jumlah yang terlalu banyak dalam satu kelas. Yang utama, kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan dengan baik,” tegasnya.

Sebelumnya, kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut menghanguskan satu ruang kelas dan satu gudang penyimpanan peralatan sekolah. Sementara satu ruang kelas lainnya mengalami kerusakan dan nyaris ikut terbakar.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. (mag-3/azw)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru