Polmed Serahkan Mesin Penepung Cangkang Telur dan Latih 20 Ketua Karang Taruna

DELI SERDANG, SumutPos.co— Tim dosen Politeknik Negeri Medan (Polmed) menerjunkan teknologi tepat guna untuk mengurai persoalan limbah sekaligus memicu kemandirian ekonomi pemuda desa. Melalui program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM), Polmed menyerahkan unit mesin penepung cangkang telur kepada Karang Taruna Desa Telaga Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Penyerahan bantuan alat produksi tersebut diresmikan dalam rangkaian pelatihan intensif yang diikuti oleh 20 ketua Karang Taruna dari berbagai wilayah se-Kecamatan Tanjung Morawa. Jumlah peserta tersebut melampaui target awal dalam proposal program yang menetapkan minimal 15 peserta.

Ketua Tim PKM Polmed, Dr. Ir. Surya Dharma, S.T., M.T., menjelaskan, program yang didanai melalui DIPA Politeknik Negeri Medan Tahun Anggaran 2026 ini dirancang untuk menjawab potensi ekonomi limbah yang selama ini terbuang sia-sia. Berdasarkan pemetaan lapangan, kawasan Tanjung Morawa memiliki pasokan melimpah limbah cangkang telur dari industri penetasan ayam lokal.

Namun, potensi bahan baku bernutrisi tinggi itu belum tergarap optimal akibat minimnya ketercukupan alat produksi, keterbatasan keterampilan pengolahan, serta tata kelola manajemen usaha pemuda yang belum terstruktur. “Penyerahan mesin penepung ini menjadi pijakan awal untuk menjawab kebutuhan sarana produksi mitra. Melalui diversifikasi teknologi penepungan, limbah cangkang telur diolah menjadi produk tepung kaya mineral yang bernilai ekonomi tinggi, salah satunya sebagai bahan tambahan pakan ternak,” ujar Surya Dharma.

Dalam mengeksekusi program pemberdayaan tersebut, Polmed menerjunkan tim lintas disiplin ilmu guna memberikan pendampingan yang holistik. Surya Dharma dibantu Rihat Sebayang, S.T., M.T. di bidang mesin listrik, serta dua pakar ekonomi, Eli Safrida, S.E., M.Si. dan Mardelia Desfrida, S.E., M.Si., yang mengawal aspek akuntansi dan manajemen bisnis. Program ini turut melibatkan lima mahasiswa Polmed sebagai sarana edukasi praktis dan penerapan keilmuan langsung di tengah masyarakat.

Kehadiran mesin produksi tersebut tidak dibiarkan berdiri sendiri. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pengoperasian mesin serta pemeliharaan teknis agar Karang Taruna mitra dapat mengoperasikan fasilitas penepungan secara mandiri dan aman.

Selain simulasi teknis alat, para peserta dibekali materi tata kelola usaha yang terstruktur. Tim pakar Polmed memberikan pelatihan pembukuan keuangan sederhana, kalkulasi penentuan Harga Pokok Produksi (HPP), manajemen operasional, hingga strategi pemasaran produk.

“Aspek tata kelola keuangan menjadi perhatian krusial. Kami membimbing mitra agar tertib mencatat setiap transaksi dan memisahkan dengan tegas antara keuangan usaha dan pribadi. Penentuan HPP yang presisi sangat penting agar harga jual tepung cangkang telur didasarkan pada kalkulasi biaya riil dan volume produksi, bukan sekadar perkiraan,” tegas Eli Safrida, anggota tim PKM Polmed.

Dari sisi pemasaran, peserta diperkenalkan pada prinsip manajemen pengenalan produk ke pasar sasaran. Pengembangan jangkauan pasar tepung cangkang telur diminta tetap memperhatikan konsistensi mutu produk, kemasan yang higienis, penetapan harga bersaing, serta kapasitas daya serap produksi unit usaha Karang Taruna.

Suksesnya penyaluran program ini tidak lepas dari sinergi kuat pemuda setempat. Ketua Karang Taruna Kecamatan Tanjung Morawa, Andi Sukoco, berperan aktif sebagai jembatan penghubung antara tim akademisi Polmed dan kelompok pemuda desa dalam mengidentifikasi kebutuhan rill mitra di lapangan serta mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan.

Rangkaian acara diawali dengan penyerahan mesin secara simbolis, demonstrasi alat, pelatihan pembukuan, hingga Pemasangan Plang Pengabdian Masyarakat sebagai penanda dimulainya pusat pengolahan limbah berbasis pemuda di Desa Telaga Sari.

Polmed memastikan program ini tidak berhenti pada acara penyerahan fisik belaka. Tim dosen telah merancang skema pendampingan lanjutan secara berkala yang mencakup pemantauan berkala penggunaan dan pemeliharaan mesin, evaluasi pencatatan volume produksi, pendampingan pembukuan keuangan, hingga perluasan jaringan pemasaran. Perkembangan kapasitas produksi dan performa usaha mitra akan dievaluasi secara terukur melalui catatan operasional alat, efisiensi biaya, jumlah hasil pengolahan, serta grafik penjualan produk.

Melalui integrasi antara penerapan teknologi tepat guna dan pemahaman manajemen bisnis, Polmed berkomitmen memperkuat pemberdayaan pemuda desa. Pemanfaatan limbah cangkang telur ini diharapkan mampu membuka lapangan usaha baru yang berkelanjutan bagi Karang Taruna, sekaligus mendukung implementasi pengelolaan limbah lingkungan berbasis ekonomi sirkular di Kabupaten Deli Serdang. (rel/adz)

DELI SERDANG, SumutPos.co— Tim dosen Politeknik Negeri Medan (Polmed) menerjunkan teknologi tepat guna untuk mengurai persoalan limbah sekaligus memicu kemandirian ekonomi pemuda desa. Melalui program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM), Polmed menyerahkan unit mesin penepung cangkang telur kepada Karang Taruna Desa Telaga Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Penyerahan bantuan alat produksi tersebut diresmikan dalam rangkaian pelatihan intensif yang diikuti oleh 20 ketua Karang Taruna dari berbagai wilayah se-Kecamatan Tanjung Morawa. Jumlah peserta tersebut melampaui target awal dalam proposal program yang menetapkan minimal 15 peserta.

Ketua Tim PKM Polmed, Dr. Ir. Surya Dharma, S.T., M.T., menjelaskan, program yang didanai melalui DIPA Politeknik Negeri Medan Tahun Anggaran 2026 ini dirancang untuk menjawab potensi ekonomi limbah yang selama ini terbuang sia-sia. Berdasarkan pemetaan lapangan, kawasan Tanjung Morawa memiliki pasokan melimpah limbah cangkang telur dari industri penetasan ayam lokal.

Namun, potensi bahan baku bernutrisi tinggi itu belum tergarap optimal akibat minimnya ketercukupan alat produksi, keterbatasan keterampilan pengolahan, serta tata kelola manajemen usaha pemuda yang belum terstruktur. “Penyerahan mesin penepung ini menjadi pijakan awal untuk menjawab kebutuhan sarana produksi mitra. Melalui diversifikasi teknologi penepungan, limbah cangkang telur diolah menjadi produk tepung kaya mineral yang bernilai ekonomi tinggi, salah satunya sebagai bahan tambahan pakan ternak,” ujar Surya Dharma.

Dalam mengeksekusi program pemberdayaan tersebut, Polmed menerjunkan tim lintas disiplin ilmu guna memberikan pendampingan yang holistik. Surya Dharma dibantu Rihat Sebayang, S.T., M.T. di bidang mesin listrik, serta dua pakar ekonomi, Eli Safrida, S.E., M.Si. dan Mardelia Desfrida, S.E., M.Si., yang mengawal aspek akuntansi dan manajemen bisnis. Program ini turut melibatkan lima mahasiswa Polmed sebagai sarana edukasi praktis dan penerapan keilmuan langsung di tengah masyarakat.

Kehadiran mesin produksi tersebut tidak dibiarkan berdiri sendiri. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pengoperasian mesin serta pemeliharaan teknis agar Karang Taruna mitra dapat mengoperasikan fasilitas penepungan secara mandiri dan aman.

Selain simulasi teknis alat, para peserta dibekali materi tata kelola usaha yang terstruktur. Tim pakar Polmed memberikan pelatihan pembukuan keuangan sederhana, kalkulasi penentuan Harga Pokok Produksi (HPP), manajemen operasional, hingga strategi pemasaran produk.

“Aspek tata kelola keuangan menjadi perhatian krusial. Kami membimbing mitra agar tertib mencatat setiap transaksi dan memisahkan dengan tegas antara keuangan usaha dan pribadi. Penentuan HPP yang presisi sangat penting agar harga jual tepung cangkang telur didasarkan pada kalkulasi biaya riil dan volume produksi, bukan sekadar perkiraan,” tegas Eli Safrida, anggota tim PKM Polmed.

Dari sisi pemasaran, peserta diperkenalkan pada prinsip manajemen pengenalan produk ke pasar sasaran. Pengembangan jangkauan pasar tepung cangkang telur diminta tetap memperhatikan konsistensi mutu produk, kemasan yang higienis, penetapan harga bersaing, serta kapasitas daya serap produksi unit usaha Karang Taruna.

Suksesnya penyaluran program ini tidak lepas dari sinergi kuat pemuda setempat. Ketua Karang Taruna Kecamatan Tanjung Morawa, Andi Sukoco, berperan aktif sebagai jembatan penghubung antara tim akademisi Polmed dan kelompok pemuda desa dalam mengidentifikasi kebutuhan rill mitra di lapangan serta mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan.

Rangkaian acara diawali dengan penyerahan mesin secara simbolis, demonstrasi alat, pelatihan pembukuan, hingga Pemasangan Plang Pengabdian Masyarakat sebagai penanda dimulainya pusat pengolahan limbah berbasis pemuda di Desa Telaga Sari.

Polmed memastikan program ini tidak berhenti pada acara penyerahan fisik belaka. Tim dosen telah merancang skema pendampingan lanjutan secara berkala yang mencakup pemantauan berkala penggunaan dan pemeliharaan mesin, evaluasi pencatatan volume produksi, pendampingan pembukuan keuangan, hingga perluasan jaringan pemasaran. Perkembangan kapasitas produksi dan performa usaha mitra akan dievaluasi secara terukur melalui catatan operasional alat, efisiensi biaya, jumlah hasil pengolahan, serta grafik penjualan produk.

Melalui integrasi antara penerapan teknologi tepat guna dan pemahaman manajemen bisnis, Polmed berkomitmen memperkuat pemberdayaan pemuda desa. Pemanfaatan limbah cangkang telur ini diharapkan mampu membuka lapangan usaha baru yang berkelanjutan bagi Karang Taruna, sekaligus mendukung implementasi pengelolaan limbah lingkungan berbasis ekonomi sirkular di Kabupaten Deli Serdang. (rel/adz)

Artikel Terkait



Terpopuler

Artikel Terbaru