Dosen Polmed Hadirkan Solusi Energi Mandiri untuk Usaha Service AC

Tim pengabdian kepada masyarakat dari Politeknik Negeri Medan (Polmed) yang diketuai oleh Moh Muchlishiin bersama anggota tim Aprima Anugerah Matondang dan Muhammad Balyan, telah melaksanakan kegiatan pengabdian di usaha jasa service AC Serasi Jaya Tehnik yang berlokasi di Marelan Pasar 4 Barat, Medan.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kendala yang sering dihadapi oleh pelaku usaha service AC. Yaitu terhambatnya pekerjaan akibat kurangnya daya listrik di rumah konsumen.

Kondisi ini menyebabkan pekerjaan service AC menjadi terganggu. Terutama ketika terjadi pemadaman listrik atau ketika daya yang tersedia tidak mencukupi untuk mengoperasikan peralatan service seperti mesin vacuum dan bor listrik.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Tim Pengabdian Dosen Polmed menginisiasi pengembangan sebuah alat yang berfungsi sebagai sumber energi mandiri dan ramah lingkungan, yaitu power station. Alat ini dirancang untuk menjadi sumber listrik portabel yang dapat dibawa ke mana saja, sehingga memungkinkan teknisi service AC untuk bekerja tanpa bergantung pada pasokan listrik dari PLN di lokasi konsumen.

Power station memiliki keunggulan sebagai sumber energi yang dapat digunakan kapan saja dan di mana saja. Dengan alat ini, teknisi dapat mengoperasikan peralatan service AC seperti mesin vacuum dan bor listrik menggunakan sumber listrik mandiri, tanpa terkendala oleh pemadaman listrik atau keterbatasan daya di lokasi konsumen.

Hal ini secara signifikan mempermudah dan mempercepat pekerjaan service AC sehingga teknisi dapat menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dalam satu hari.

Moh Muchlishiin, ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Polmed melalui program hibah Kementerian Diktisaintek dalam memberi solusi praktis bagi permasalahan yang dihadapi oleh pelaku usaha mikro, kecil dan menengah.

“Power station ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas usaha service AC, mengurangi ketergantungan pada pasokan listrik PLN dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan pelaku usaha,” ujarnya.

Aprima Anugerah Matondang, salah satu anggota tim menambahkan bahwa alat ini juga ramah lingkungan karena dapat diisi ulang menggunakan sumber energi terbarukan seperti panel surya. “Selain praktis, power station ini juga mendukung gerakan penggunaan energi bersih dan berkelanjutan,” jelasnya.

Muhammad Balyan, anggota tim lainnya menyatakan bahwa kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari tridharma perguruan tinggi. Khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. “Kami berharap inovasi ini dapat diadopsi oleh lebih banyak pelaku usaha service AC, tidak hanya di Medan, tetapi juga di wilayah lainnya,” harapnya.

Usaha Serasi Jaya Tehnik yang berlokasi di Marelan Pasar 4 Barat menjadi salah satu penerima manfaat langsung dari inovasi ini. Pemilik usaha mengungkapkan bahwa dengan adanya power station, pekerjaan service AC menjadi lebih lancar dan efisien.

“Sebelumnya, kami sering terkendala saat bekerja di lokasi konsumen yang dayanya terbatas. Sekarang, dengan alat ini, kami bisa bekerja lebih cepat dan menyelesaikan lebih banyak pesanan,” ungkapnya.

Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lainnya untuk terus berinovasi dan memberikan solusi nyata bagi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, khususnya pelaku usaha.

Dengan adanya kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha diharapkan dapat tercipta ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (dmp)

Tim pengabdian kepada masyarakat dari Politeknik Negeri Medan (Polmed) yang diketuai oleh Moh Muchlishiin bersama anggota tim Aprima Anugerah Matondang dan Muhammad Balyan, telah melaksanakan kegiatan pengabdian di usaha jasa service AC Serasi Jaya Tehnik yang berlokasi di Marelan Pasar 4 Barat, Medan.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kendala yang sering dihadapi oleh pelaku usaha service AC. Yaitu terhambatnya pekerjaan akibat kurangnya daya listrik di rumah konsumen.

Kondisi ini menyebabkan pekerjaan service AC menjadi terganggu. Terutama ketika terjadi pemadaman listrik atau ketika daya yang tersedia tidak mencukupi untuk mengoperasikan peralatan service seperti mesin vacuum dan bor listrik.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Tim Pengabdian Dosen Polmed menginisiasi pengembangan sebuah alat yang berfungsi sebagai sumber energi mandiri dan ramah lingkungan, yaitu power station. Alat ini dirancang untuk menjadi sumber listrik portabel yang dapat dibawa ke mana saja, sehingga memungkinkan teknisi service AC untuk bekerja tanpa bergantung pada pasokan listrik dari PLN di lokasi konsumen.

Power station memiliki keunggulan sebagai sumber energi yang dapat digunakan kapan saja dan di mana saja. Dengan alat ini, teknisi dapat mengoperasikan peralatan service AC seperti mesin vacuum dan bor listrik menggunakan sumber listrik mandiri, tanpa terkendala oleh pemadaman listrik atau keterbatasan daya di lokasi konsumen.

Hal ini secara signifikan mempermudah dan mempercepat pekerjaan service AC sehingga teknisi dapat menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dalam satu hari.

Moh Muchlishiin, ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Polmed melalui program hibah Kementerian Diktisaintek dalam memberi solusi praktis bagi permasalahan yang dihadapi oleh pelaku usaha mikro, kecil dan menengah.

“Power station ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas usaha service AC, mengurangi ketergantungan pada pasokan listrik PLN dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan pelaku usaha,” ujarnya.

Aprima Anugerah Matondang, salah satu anggota tim menambahkan bahwa alat ini juga ramah lingkungan karena dapat diisi ulang menggunakan sumber energi terbarukan seperti panel surya. “Selain praktis, power station ini juga mendukung gerakan penggunaan energi bersih dan berkelanjutan,” jelasnya.

Muhammad Balyan, anggota tim lainnya menyatakan bahwa kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari tridharma perguruan tinggi. Khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. “Kami berharap inovasi ini dapat diadopsi oleh lebih banyak pelaku usaha service AC, tidak hanya di Medan, tetapi juga di wilayah lainnya,” harapnya.

Usaha Serasi Jaya Tehnik yang berlokasi di Marelan Pasar 4 Barat menjadi salah satu penerima manfaat langsung dari inovasi ini. Pemilik usaha mengungkapkan bahwa dengan adanya power station, pekerjaan service AC menjadi lebih lancar dan efisien.

“Sebelumnya, kami sering terkendala saat bekerja di lokasi konsumen yang dayanya terbatas. Sekarang, dengan alat ini, kami bisa bekerja lebih cepat dan menyelesaikan lebih banyak pesanan,” ungkapnya.

Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lainnya untuk terus berinovasi dan memberikan solusi nyata bagi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, khususnya pelaku usaha.

Dengan adanya kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha diharapkan dapat tercipta ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (dmp)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru