Politeknik Adiguna Maritim Indonesia (AMI) Medan menggelar pengukuhan kadet praktek laut yang diikuti 75 taruna/taruni jurusan nautika dan 26 taruna jurusan teknika di Ballroom Machmoeddin Kampus Politeknik AMI, Sabtu (22/8) pagi.
Siang hari ditempat yang sama dilakukan pelantikan perwira muda pelayaran besar Politeknik AMI bertema: Dari Kompetensi Menuju Kepemimpinan. Pelantikan ini diikuti 41 perwira muda ahli nautika tingkat III dan 13 perwira muda ahli teknika tingkat III.
Kegiatan ini dihadiri Direktur Politeknik AMI Dr. Capt. Dafid Ginting, M.Mar, M.M dan Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Maritim Medan Yuris Danilwan, S.E, M.Si, P.hD, ketua dan sekretaris yayasan. Turut hadir dosen dan tenaga kependidikan Politeknik AMI Medan, Riza Firdaus, S.E, M.H mewakili ketua PUKP 01 Medan Aceh (kepala seksi Kelautan KSOP Utama Belawan) serta keluarga para taruna/taruni dan perwira muda.
Direktur Politeknik AMI Dr. Capt. Dafid Ginting, M.Mar, M.M menjelaskan para taruna dan taruni yang akan mengikuti praktik laut selain di kapal-kapal Indonesia, juga ada yang di kapal Malaysia. “Kita dorong agar mereka harus bisa Bahasa Inggris agar dapat bekerja di luar negeri dengan gaji dollar,” katanya.

Dr. Capt. Dafid Ginting, M.Mar, M.M menambahkan industri pelayaran membutuhkan perwira yang kompeten, terlatih dan siap menghadapi perubahan teknologi serta tersertifikasi. “Tahun 2026, dunia kekurangan 39.100 perwira global. Tambahan kebutuhan perwira 113 ribu ribu perwira kapal,” rincinya.
Direktur mengingatkan bahwa kompeten adalah modal untuk bertahan dan berkembang. Perwira bekerja dalam lingkungan internasional dibutuhkan kompetensi operasional. Kemajuan teknologi menuntut life long learning.
“Keselamatan kapal tidak memberi ruang pada kelalaian dan sikap tidak profesional,” terangnya.
Untuk itu, lanjut direktur, pahami ilmu, aturan, teknologi dan risiko serta mampu menerapkan kompetensi dalam situasi nyata. “Yang tak kalah penting adalah karakter, integritas, disiplin, kepemimpinan dan tanggung jawab. Kadet hari ini adalah perwira yang next time dibutuhkan industri pelayaran,” tambahnya.
Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Maritim Medan Yuris Danilwan, S.E, M.Si, P.hD mengingatkan taruna yang akan mengikuti praktik laut untuk senantiasa berdoa dan berkomunikasi dengan orangtua yang terus mendukung anak dalam meraih masa depan yang terbaik.
Dalam kesempatan ini juga diperkenalkan Muhammad Faiz Hasibuan, taruna berprestasi asal Kisaran. Diperkenalkan juga taruna yang mendapat beasiswa ikatan kontrak kerja dari sebuah perusahaan terkemuka di Indonesia dari
Yuris Danilwan, S.E, M.Si, P.hD mengungkapkan bahwa Politeknik AMI di usia 66 tahun merupakan perguruan tinggi yang menghasil jumlah pelaut dunia terbesar kelima dari Indonesia.
Ia pun berterima kasih atas kepercayaan dari orangtua yang menguliahkan putra dan putrinya di Politeknik AMI.
Dalam kesempatan ini dua alumni Politeknik AMI yang kini bekerja pada Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan di Dumai dan Pelindo Logistik menyampaikan testimoni pengalaman saat menjadi mahasiswa dan motivasi pada para sivitas akademika. “Banyak alumni kita yang mempunyai reputasi membanggakan,” ucap ketua pembina yayasan.(dmp)

