Diteror Bom, Ibadah GBKP Lancar

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Gereja Batak Karo Protestan (GBKP), Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari diteror bom. Teror diketahui dari salah seorang wanita yang melaksanakan ibadah. Peristiwa itu terjadi Minggu (26/8), saat jemaat sedang melangsungkan ibadah. Kabar menegangkan tersebut seketika menyebar di kalangan jemaat dan masyarakat. Meskipun begitu, ibadah jemaat tetap berjalan lancar. Kapolres […]

Lanjutkan..

Peneror Bom Lampriet Ditangkap di Aceh Timur

ACEH, SUMUT POS.CO – Peneror bom di Jalan Pari, Gampong Bandar Baru (Lampriet), Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, beberapa waktu lalu ditangkap Polisi. Pelaku ditangkap di rumahnya di Gampong Meunasah Krueng, Kecamatan Peudawa, Aceh Timur, Rabu (21/7) kemarin sekira pukul 12.15 Wib. Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto didampingi Kasat Reskrim, AKP M Taufiq […]

Lanjutkan..

Mabes Telusuri Pendana Terduga Teroris di Unri

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Satu terduga teroris berinisial MNZ yang ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror di lingkungan Universitas Riau (Unri) masih terus diperiksa. Kini penyidik mulai menelisik aliran dana pelaku tersebut. Menurut Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Muhammad Iqbal, pihaknya bakal mencari siapa yang selama ini menyokong dana untuk eks mahasiswa UNRI untuk merakit bom tersebut. “Tentu […]

Lanjutkan..

Penyerang Mapolda Riau Order Bom dari Tersangka

PEKANBARU, SUMUTPOS.CO – Densus 88 Anti Teror berhasil menggagalkan rencana kelompok teroris yang akan mengebom gedung DPR. Densus menangkap tiga terduga teroris di Gelanggang Mahasiswa Unri (Universitas Riau). Salah satunya bernama M. Nur Zamzam (33). Dari penyisiran, petugas menemukan 3 bom pipa, granat tangan rakitan, bahan peledak TATP dan sejumlah zat kimia. Kadivhumas Polri Irjen […]

Lanjutkan..

JAD Bergerak dalam Sel-sel Kecil

SUMUTPOS.CO – Mantan Ketua Instruktur Perakitan Bom Jamaah Islamiyah (JI), Ali Fauzi, mengatakan, ada perbedaan aksi pengeboman yang dilakukan JI dan oleh Jamaah Ansharut Daulah (JAD) sekarang. Pertama, Dulu JI tak pernah menggunakan bomber perempuan. Selain itu, mereka berhitung antara modal dan hasil yang dicapai. ’’Dulu kami sangat berhati-hati dalam melakukan serangan,’’ ungkapnya seperti diberitakan […]

Lanjutkan..