Kebakaran hebat melanda kawasan industri milik PT Agro yang berlokasi di Jalan KL Yos Sudarso, Simpang Cingwan, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sabtu (25/4/2026) malam. Tak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sedangkan total kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Adit pada pukul 19.52 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, Dinas Pencegahan dan Pemadam Kebakaran (DPKP) Kota Medan bergerak cepat dengan mengerahkan armada hanya dua menit kemudian, tepatnya pukul 19.54 WIB.
Objek yang terbakar diketahui merupakan fasilitas pengolahan minyak sawit milik PT Agro yang berada di kawasan padat aktivitas industri. Api dengan cepat membesar dan sempat menghanguskan sebagian area produksi, khususnya di lantai satu dan lantai dua bangunan pabrik.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman dengan fokus utama melokalisir api agar tidak merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
“Begitu laporan masuk, kami langsung berangkatkan beberapa unit dari UPT terdekat. Fokus utama kami adalah melokalisir api agar tidak merembet ke area lain yang berpotensi lebih besar,” ujar seorang petugas di lokasi kejadian.
Dalam penanganan kebakaran ini, DPKP Kota Medan mengerahkan sekitar 10 unit armada. Rinciannya, lima unit berasal dari Markas Komando (Mako) di Jalan Borobudur, sementara lima unit lainnya didukung oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari berbagai wilayah, termasuk UPT 3.0, UPT 4.0, UPT 5.0, dan UPT 6.0.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan Wandro Abadi Agnellus Malau, menyampaikan bahwa proses pemadaman berlangsung intensif namun berhasil dikendalikan dalam waktu relatif singkat.
“Kebakaran berhasil kita padamkan dalam waktu kurang lebih dua jam. Area yang terdampak berada di lantai satu dan lantai dua fasilitas pengolahan,” ujarnya saat memberikan keterangan, Minggu (26/4/2026).
Selain petugas pemadam kebakaran, penanganan insiden ini juga melibatkan berbagai unsur pendukung, seperti pihak kecamatan, aparat Babinsa, Dinas Kesehatan, serta Satuan Polisi Pamong Praja. Warga sekitar turut membantu dengan mengamankan akses jalan agar armada pemadam dapat masuk ke lokasi tanpa hambatan.
Lokasi kejadian yang berada di jalur utama Jalan KL Yos Sudarso sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas. Namun, situasi dapat dikendalikan berkat pengaturan yang dilakukan oleh aparat kepolisian di lapangan.
Menurut Wandro, keberadaan sistem proteksi kebakaran internal milik perusahaan turut membantu mempercepat proses pemadaman. Fasilitas seperti tandon air yang tersedia di area belakang pabrik menjadi sumber air tambahan bagi petugas.
“Pihak perusahaan juga memiliki sistem proteksi kebakaran sendiri, termasuk ketersediaan tandon air. Ini sangat membantu dalam proses pemadaman di lapangan,” jelasnya.
Meski api telah berhasil dipadamkan dan proses pendinginan dilakukan, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam tahap penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan adanya gangguan teknis di area operasional pabrik.
“Untuk penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi. Rencananya pemeriksaan akan mulai dilakukan besok,” ujarnya.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, total kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. (san/ila)

