Tekan Kriminalitas untuk Ciptakan Rasa Aman, Tiga Pilar APH Jaga Malam di Rantauprapat

LABUHANBATU – Menekan potensi kriminalitas di Kota Rantauprapat, pihak aparat penegak hukum (APH) gabungan melakukan patroli ke sejumlah titik penting. Patroli gabungan tiga pilar menjadi penting karena sebagai pengawas, dan penjaga rasa aman.

Di Halaman Polres Labuhanbatu, kegiatan dimulai dengan apel cek kekuatan, Minggu (3/5).

Di bawah arahan Padal Iptu Fajar Siddik, seluruh personel diingatkan bahwa patroli bukan sekadar rutinitas. Ada tanggung jawab moral untuk menghadirkan keamanan dengan pendekatan yang humanis.

“Patroli ini bukan untuk menunjukkan kekuatan, tetapi untuk memberikan rasa aman,” katanya. Menurutnya, dalam praktiknya, pendekatan tersebut penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap aparat.

Patroli bergerak menyusuri sejumlah titik strategis dan rawan kriminalitas. Mulai dari kawasan Simpang Tugu Adipura Rantauprapat, hingga jalur lalu lintas padat seperti Jalan Ahmad Yani Rantauprapat.

Kawasan ini dikenal sebagai titik pertemuan aktivitas warga, terutama pada malam akhir pekan.

Tidak hanya sekadar berkeliling, petugas juga aktif berdialog dengan masyarakat. Di kawasan SPBU Jalan Baru Simpang Kampung Sawah, misalnya, para sopir truk diberikan imbauan untuk segera melapor melalui call center 110 jika menemukan praktik pungutan liar atau situasi mencurigakan.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan kolaborasi dengan masyarakat.

Patroli gabungan secara khusus menyasar berbagai potensi gangguan kamtibmas, mulai dari kejahatan 3C; curas, curat, hingga curanmor dan fenomena sosial seperti aksi premanisme dan balap liar.

Fenomena geng motor yang kerap muncul di malam hari juga menjadi perhatian serius. Kehadiran aparat di titik-titik rawan diharapkan mampu mencegah aksi tersebut sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

Selain itu, patroli ‘blue light’ yang dilakukan di lokasi keramaian menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Lampu rotator yang menyala bukan sekadar penanda, tetapi juga bentuk pencegah psikologis bagi pelaku kejahatan,” terangnya.

Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia dan Satuan Polisi Pamong Praja dalam patroli ini memperlihatkan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama lintas institusi.

Sinergi ini bukan hanya formalitas, tetapi menjadi kekuatan nyata di lapangan. Dengan pembagian peran yang jelas, patroli berjalan lebih efektif mulai dari pengawasan, penertiban, hingga respons cepat terhadap situasi darurat.

Patroli kemudian berlanjut ke kawasan vital seperti Kantor Bupati Labuhanbatu dan RSUD Rantauprapat sebelum kembali ke markas.

Bagi masyarakat, kehadiran aparat mungkin hanya terlihat sebagai mobil patroli yang melintas. Namun di balik itu, ada upaya sistematis untuk memastikan malam berjalan tanpa gangguan.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya melalui Kasi Humas AKP Aswin Irwan, Senin (4/5/2026) menegaskan bahwa patroli akan terus dilakukan secara konsisten.

Lebih dari sekadar kegiatan rutin, patroli tiga pilar menjadi refleksi bagaimana keamanan dibangun: melalui kehadiran, komunikasi, dan kolaborasi.

“Di tengah dinamika malam Labuhanbatu, sinergi ini menjadi penyeimbang, bahwa di balik keramaian selalu ada yang berjaga.” tegasnya. (fdh/azw)

LABUHANBATU – Menekan potensi kriminalitas di Kota Rantauprapat, pihak aparat penegak hukum (APH) gabungan melakukan patroli ke sejumlah titik penting. Patroli gabungan tiga pilar menjadi penting karena sebagai pengawas, dan penjaga rasa aman.

Di Halaman Polres Labuhanbatu, kegiatan dimulai dengan apel cek kekuatan, Minggu (3/5).

Di bawah arahan Padal Iptu Fajar Siddik, seluruh personel diingatkan bahwa patroli bukan sekadar rutinitas. Ada tanggung jawab moral untuk menghadirkan keamanan dengan pendekatan yang humanis.

“Patroli ini bukan untuk menunjukkan kekuatan, tetapi untuk memberikan rasa aman,” katanya. Menurutnya, dalam praktiknya, pendekatan tersebut penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap aparat.

Patroli bergerak menyusuri sejumlah titik strategis dan rawan kriminalitas. Mulai dari kawasan Simpang Tugu Adipura Rantauprapat, hingga jalur lalu lintas padat seperti Jalan Ahmad Yani Rantauprapat.

Kawasan ini dikenal sebagai titik pertemuan aktivitas warga, terutama pada malam akhir pekan.

Tidak hanya sekadar berkeliling, petugas juga aktif berdialog dengan masyarakat. Di kawasan SPBU Jalan Baru Simpang Kampung Sawah, misalnya, para sopir truk diberikan imbauan untuk segera melapor melalui call center 110 jika menemukan praktik pungutan liar atau situasi mencurigakan.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan kolaborasi dengan masyarakat.

Patroli gabungan secara khusus menyasar berbagai potensi gangguan kamtibmas, mulai dari kejahatan 3C; curas, curat, hingga curanmor dan fenomena sosial seperti aksi premanisme dan balap liar.

Fenomena geng motor yang kerap muncul di malam hari juga menjadi perhatian serius. Kehadiran aparat di titik-titik rawan diharapkan mampu mencegah aksi tersebut sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

Selain itu, patroli ‘blue light’ yang dilakukan di lokasi keramaian menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Lampu rotator yang menyala bukan sekadar penanda, tetapi juga bentuk pencegah psikologis bagi pelaku kejahatan,” terangnya.

Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia dan Satuan Polisi Pamong Praja dalam patroli ini memperlihatkan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama lintas institusi.

Sinergi ini bukan hanya formalitas, tetapi menjadi kekuatan nyata di lapangan. Dengan pembagian peran yang jelas, patroli berjalan lebih efektif mulai dari pengawasan, penertiban, hingga respons cepat terhadap situasi darurat.

Patroli kemudian berlanjut ke kawasan vital seperti Kantor Bupati Labuhanbatu dan RSUD Rantauprapat sebelum kembali ke markas.

Bagi masyarakat, kehadiran aparat mungkin hanya terlihat sebagai mobil patroli yang melintas. Namun di balik itu, ada upaya sistematis untuk memastikan malam berjalan tanpa gangguan.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya melalui Kasi Humas AKP Aswin Irwan, Senin (4/5/2026) menegaskan bahwa patroli akan terus dilakukan secara konsisten.

Lebih dari sekadar kegiatan rutin, patroli tiga pilar menjadi refleksi bagaimana keamanan dibangun: melalui kehadiran, komunikasi, dan kolaborasi.

“Di tengah dinamika malam Labuhanbatu, sinergi ini menjadi penyeimbang, bahwa di balik keramaian selalu ada yang berjaga.” tegasnya. (fdh/azw)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru