31.8 C
Medan
Saturday, April 18, 2026

50 Perempuan Mustahik Ikut Program Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Aisyiyah

MEDAN-Sebanyak 50 perempuan berstatus mustahik mengikuti program pemberdayaan ekonomi kreatif yang digagas Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiyah Sumatera Utara sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi berbasis usaha mikro. Program ini diharapkan mampu mengubah penerima bantuan menjadi pelaku usaha produktif yang berdaya saing.

Kegiatan pembukaan berlangsung di Hotel Madani Medan, Rabu (15/4/2026), dan secara resmi dibuka oleh Ketua PW Aisyiyah Sumut Dr Nur Rahmah Amini, MAg. Program ini merupakan hasil kerja sama PW Aisyiyah Sumut dengan MayBank Islamic Malaysia dan MayBank Syariah Indonesia.

Dalam sambutannya, Nur Rahmah Amini menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi bagian dari proses transformasi ekonomi perempuan mustahik agar mampu mandiri dan beralih status menjadi muzaki di masa mendatang. “Bila hari ini 50 peserta masih tergolong mustahik, ke depan mereka diharapkan bisa bergeser menjadi muzaki,” ujarnya.

Program pemberdayaan ekonomi kreatif ini akan berlangsung hingga Februari 2027 melalui rangkaian pelatihan berkelanjutan, pendampingan usaha, hingga praktik langsung di berbagai sektor usaha.

Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua PW Muhammadiyah Sumut Drs. Mario Kasduri, perwakilan MayBank Syariah Indonesia, serta sejumlah perwakilan pemerintah dan organisasi perempuan dari berbagai daerah di Sumatera Utara.

 PW Aisyiyah Sumut menegaskan bahwa program ini melibatkan banyak mitra strategis, termasuk dinas koperasi dan UKM serta 15 mitra usaha yang akan menjadi lokasi magang peserta. Peserta juga akan mendapatkan pembinaan di bidang pengelolaan keuangan, pemasaran, hingga pengemasan produk.

Ketua program pemberdayaan, Zubaidah Pohan, menjelaskan bahwa peserta berasal dari delapan kabupaten/kota di Sumatera Utara, termasuk Medan, Binjai, Langkat, Deli Serdang, hingga Karo. Kota Medan menjadi penyumbang peserta terbanyak dengan 28 orang.

“Peserta akan mendapatkan pelatihan intensif, magang di 15 perusahaan mitra, hingga pendampingan usaha secara berkelanjutan,” jelasnya.

Menurutnya, program ini juga menyasar penguatan kapasitas usaha mikro melalui akses pembiayaan, pelatihan kewirausahaan, serta peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Ketua PW Muhammadiyah Sumut Drs Mario Kasduri, memberikan apresiasi terhadap langkah Aisyiyah yang dinilai konsisten dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan. Ia menyebut, sektor ekonomi menjadi tantangan yang masih perlu diperkuat dalam gerakan Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Sementara itu, perwakilan MayBank Syariah Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan melalui program berbasis syariah. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam menopang ketahanan ekonomi keluarga.

 Program ini ditargetkan mampu melahirkan produk-produk unggulan yang siap dipasarkan di berbagai ajang pameran, termasuk Expo Milad Aisyiyah, Pra-Muktamar 49, hingga bazar Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah tahun 2027. (dmp/ila)

MEDAN-Sebanyak 50 perempuan berstatus mustahik mengikuti program pemberdayaan ekonomi kreatif yang digagas Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiyah Sumatera Utara sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi berbasis usaha mikro. Program ini diharapkan mampu mengubah penerima bantuan menjadi pelaku usaha produktif yang berdaya saing.

Kegiatan pembukaan berlangsung di Hotel Madani Medan, Rabu (15/4/2026), dan secara resmi dibuka oleh Ketua PW Aisyiyah Sumut Dr Nur Rahmah Amini, MAg. Program ini merupakan hasil kerja sama PW Aisyiyah Sumut dengan MayBank Islamic Malaysia dan MayBank Syariah Indonesia.

Dalam sambutannya, Nur Rahmah Amini menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi bagian dari proses transformasi ekonomi perempuan mustahik agar mampu mandiri dan beralih status menjadi muzaki di masa mendatang. “Bila hari ini 50 peserta masih tergolong mustahik, ke depan mereka diharapkan bisa bergeser menjadi muzaki,” ujarnya.

Program pemberdayaan ekonomi kreatif ini akan berlangsung hingga Februari 2027 melalui rangkaian pelatihan berkelanjutan, pendampingan usaha, hingga praktik langsung di berbagai sektor usaha.

Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua PW Muhammadiyah Sumut Drs. Mario Kasduri, perwakilan MayBank Syariah Indonesia, serta sejumlah perwakilan pemerintah dan organisasi perempuan dari berbagai daerah di Sumatera Utara.

 PW Aisyiyah Sumut menegaskan bahwa program ini melibatkan banyak mitra strategis, termasuk dinas koperasi dan UKM serta 15 mitra usaha yang akan menjadi lokasi magang peserta. Peserta juga akan mendapatkan pembinaan di bidang pengelolaan keuangan, pemasaran, hingga pengemasan produk.

Ketua program pemberdayaan, Zubaidah Pohan, menjelaskan bahwa peserta berasal dari delapan kabupaten/kota di Sumatera Utara, termasuk Medan, Binjai, Langkat, Deli Serdang, hingga Karo. Kota Medan menjadi penyumbang peserta terbanyak dengan 28 orang.

“Peserta akan mendapatkan pelatihan intensif, magang di 15 perusahaan mitra, hingga pendampingan usaha secara berkelanjutan,” jelasnya.

Menurutnya, program ini juga menyasar penguatan kapasitas usaha mikro melalui akses pembiayaan, pelatihan kewirausahaan, serta peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Ketua PW Muhammadiyah Sumut Drs Mario Kasduri, memberikan apresiasi terhadap langkah Aisyiyah yang dinilai konsisten dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan. Ia menyebut, sektor ekonomi menjadi tantangan yang masih perlu diperkuat dalam gerakan Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Sementara itu, perwakilan MayBank Syariah Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan melalui program berbasis syariah. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam menopang ketahanan ekonomi keluarga.

 Program ini ditargetkan mampu melahirkan produk-produk unggulan yang siap dipasarkan di berbagai ajang pameran, termasuk Expo Milad Aisyiyah, Pra-Muktamar 49, hingga bazar Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah tahun 2027. (dmp/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru